Citra Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) kini relatif positif di mata publik. Hal itu tercermin dari hasil jajak pendapat yang menempatkan Jokowi dan PDI-P di jajaran atas. Namun, situasi demikian membuat Jokowi dan PDI-P rentan terhadap serangan dari lawan politik. Apalagi, Ibu Kota kini sedang dilanda banjir di sejumlah titik. Masalah banjir ini sempat menjadi bahan untuk menyudutkan Jokowi dan PDI-P.
Ketua DPP PDI-P Bidang Kehormatan Sidharto Danusubroto mengatakan, serangan politik menjelang pemilu 2014 sulit dihindari. Namun, dia berharap seluruh pihak tetap menjaga situasi yang terkendali.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Rabu, 29 Januari 2014
Jakarta Dikepung Banjir, Jokowi: Tadi Malam Saya Keliling Sampai Jam 1
Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (28/1/2014) malam,
hingga Rabu pagi (29/1/2014), menyebabkan terjadinya banjir di beberapa ruas jalan.
Akibatnya, arus lalu lintas menjadi macet parah.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowo) mengaku sudah mendapat laporan soal parahnya kemacetan Jakarta pagi tadi. Termasuk soal adanya banjir.
"Iya sudah tahu. Tadi malam saya keliling sampai jam 1. Ya memang seperti itu," ujar Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2014).
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowo) mengaku sudah mendapat laporan soal parahnya kemacetan Jakarta pagi tadi. Termasuk soal adanya banjir.
"Iya sudah tahu. Tadi malam saya keliling sampai jam 1. Ya memang seperti itu," ujar Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2014).
Projo: Elit dan Kader PDIP Jangan Sampai Jokowi Effect Phobia
Elit dan kader PDI Perjuangan tak perlu risau dengan "Jokowi effect" yang terjadi saat ini. Justru, pengaruh dan tingginya elektabilitas Jokowi (Joko Widodo) di mata masyarakat harus dinilai positif.
Begitu dikemukakan koordinator Nasional PDI Perjuangan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi dalam keteranganya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/1/2014).
"Jangan sampai dihantui Jokowi effect phobia," katanya.
Begitu dikemukakan koordinator Nasional PDI Perjuangan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi dalam keteranganya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/1/2014).
"Jangan sampai dihantui Jokowi effect phobia," katanya.
Surva-surve Android: 85,51% Setuju Jokowi Jadi Presiden
Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) moncer di berbagai survei. Belakangan di
jagat Android juga muncul aplikasi survei pencapresan Jokowi, hasilnya
ada 85,51% user aplikasi itu setuju Jokowi jadi presiden.
Aplikasi ini bisa dijumpai di toko aplikasi di ponsel Android. Nama aplikasi ini simpel, Jokowi. Yang mengunduh aplikasi ini sudah lebih dari 600 user. Sejumlah pertanyaan seputar Jokowi diajukan dan user diberi kesempatan untuk mengklik jawaban antara setuju dan tidak setuju.
Saat diakses pada Rabu (29/1/2014), pukul 13.15 WIB, aplikasi polling sederhana ini menunjukkan 85,51% penggunanya setuju Jokowi jadi presiden. Hanya 14,49% pengguna yang menjawab tidak setuju Jokowi jadi presiden.
Aplikasi ini bisa dijumpai di toko aplikasi di ponsel Android. Nama aplikasi ini simpel, Jokowi. Yang mengunduh aplikasi ini sudah lebih dari 600 user. Sejumlah pertanyaan seputar Jokowi diajukan dan user diberi kesempatan untuk mengklik jawaban antara setuju dan tidak setuju.
Saat diakses pada Rabu (29/1/2014), pukul 13.15 WIB, aplikasi polling sederhana ini menunjukkan 85,51% penggunanya setuju Jokowi jadi presiden. Hanya 14,49% pengguna yang menjawab tidak setuju Jokowi jadi presiden.
RTH Jakarta Terancam Gagal Karena Kepemilikan Ganda
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pesimistis pemenuhan target penyediaan
Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen dari luas Jakarta dapat
tercapai tahun ini. Penyebabnya, karena banyaknya kepemilikan lahan RTH
yang tumpang tindih.
"Sudah kita teliti, dokumennya sudah ada. Tapi pas mau dibayar, ini ada yang datang bawa dokumen lagi, 'Pak, itu milik kita, Pak,' yang satu juga sama, jadi gimana," kata Jokowi itu di Balaikota Jakarta, Rabu (29/1/2014).
"Sudah kita teliti, dokumennya sudah ada. Tapi pas mau dibayar, ini ada yang datang bawa dokumen lagi, 'Pak, itu milik kita, Pak,' yang satu juga sama, jadi gimana," kata Jokowi itu di Balaikota Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Masalah PPD, Dahlan: Jokowi Secepatnya Temui Mentrei Keuangan
Menteri BUMN Dahlan
Iskan mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar lebih gencar
mengambilalih Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) berinsiatif
mendatangi Menteri Keuangan yang menjadi kuasa pemegang saham PPD.
"Sesuai prosedur bahwa dalam penyelesaian pengambilalihan harus mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan," kata Dahlan usai membuka seminar BUMN Outlook 2014 di Jakarta, Rabu (29/1/2013).
Menurut Dahlan, keputusan akhir pengalihan PPD kepada Pemprov DKI berada di tangan Menteri Keuangan.
"Sesuai prosedur bahwa dalam penyelesaian pengambilalihan harus mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan," kata Dahlan usai membuka seminar BUMN Outlook 2014 di Jakarta, Rabu (29/1/2013).
Menurut Dahlan, keputusan akhir pengalihan PPD kepada Pemprov DKI berada di tangan Menteri Keuangan.
Warga Denpasar Bentuk Relawan Semeton Jokowi
Sejumlah warga di Kota Denpasar membentuk forum relawan "Semeton Jokowi" atau saudara Joko Widodo (Jokowi) yang mendukung Gubernur DKI Jakarta itu maju sebagai calon presiden dalam Pemilu Presiden 2014.
"Forum ini dibentuk karena warga cinta dengan Jokowi dan ada harapan masyarakat kepada salah satu kader terbaik bangsa itu," kata salah satu anggota penggerak "Semeton Jokowi", Agung Putri Astrid, dalam keterangan persnya di Denpasar, Rabu (29/1/2014).
Dia mengatakan forum tersebut merupakan inisiatif warga menyambut suara yang muncul di masyarakat mendukung Jokowi.
"Forum ini dibentuk karena warga cinta dengan Jokowi dan ada harapan masyarakat kepada salah satu kader terbaik bangsa itu," kata salah satu anggota penggerak "Semeton Jokowi", Agung Putri Astrid, dalam keterangan persnya di Denpasar, Rabu (29/1/2014).
Dia mengatakan forum tersebut merupakan inisiatif warga menyambut suara yang muncul di masyarakat mendukung Jokowi.
Jokowi Harus Minta Pemilik Utilitas Tak Rusak Aset Pemprov
Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi), sebagai pemegang otoritas tertinggi di Ibu Kota, diimbau duduk
bersama dengan pemilik utilitas. Upaya itu dimaksudkan agar pengerjaan
galian tidak terbengkalai, tidak membahayakan pengguna jalan, tidak
membuat banjir, dan tidak merusak infrastruktur Pemprov DKI.
"Pemerintah daerah harus memanggil pemilik utilitas untuk membuat kesepakatan bagaimana cara mengelola utilitas ini bisa dikerjakan secara tertib dan tidak merusak aset daerah," kata Peneliti Institut Studi Transpotasi (Instran) Izzul Waro kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/1/2014).
"Pemerintah daerah harus memanggil pemilik utilitas untuk membuat kesepakatan bagaimana cara mengelola utilitas ini bisa dikerjakan secara tertib dan tidak merusak aset daerah," kata Peneliti Institut Studi Transpotasi (Instran) Izzul Waro kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Selasa, 28 Januari 2014
Kata Eros Djarot, Bodoh Kalau Banjir Salahkan Jokowi
Bencana banjir yang kembali menimpa Jakarta beberapa waktu terakhir menimbulkan banyak pihak yang berkomentar termasuk menyalahkan keberadaan sosok pemimpin DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Menurut musikus serta politikus Eros Djarot, memang akan ada saja yang menyalahkan hal semacam ini pada Jokowi.
"Hanya orang bodoh yang minta Jokowi menyelesaikan banjir ini dalam dua tahun," kata Eros kepada Tempo di Grand Indonesia (28/1/2014).
Menurut Eros, banjir di Jakarta sudah ada sejak lama. Tidak bisa langsung diselesaikan dalam waktu cepat. "Banjir ini masalah klasik," katanya lagi.
"Hanya orang bodoh yang minta Jokowi menyelesaikan banjir ini dalam dua tahun," kata Eros kepada Tempo di Grand Indonesia (28/1/2014).
Menurut Eros, banjir di Jakarta sudah ada sejak lama. Tidak bisa langsung diselesaikan dalam waktu cepat. "Banjir ini masalah klasik," katanya lagi.
Gubernur kok Wajahnya Begini!
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menilai dirinya tersohor dan menjadi perbincangan di media Internasional lantaran wajah dia yang biasa-biasa saja.
"Ya wajahku kelihatannya... Gubernur kok wajahnya begini. Harusnya begini," ujar Jokowi sambil mempraktikkan badan tegap di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Pria lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu mengaku tidak pernah menduga ketenarannya. Ia menanggapi biasa saja. "Kita tidak tahu, tidak ada tanggapan, biasa saja. Mereka datang sendiri ke sini meliput," kata Jokowi.
"Ya wajahku kelihatannya... Gubernur kok wajahnya begini. Harusnya begini," ujar Jokowi sambil mempraktikkan badan tegap di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Pria lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu mengaku tidak pernah menduga ketenarannya. Ia menanggapi biasa saja. "Kita tidak tahu, tidak ada tanggapan, biasa saja. Mereka datang sendiri ke sini meliput," kata Jokowi.
37 Ribu Akun Twitter Gunjing Jokowi Soal Banjir
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi tokoh yang populer di
media sosial. Situs pemantau media sosial, awesometrics.com mencatat,
selama Januari 2014, puluhan ribu akun twitter aktif berkicau soal
penanganan banjir oleh Jokowi.
Dari 28 Desember 2013 hingga 27 Januari 2014, jumlah akun yang aktif berkicau soal isu ini hampir mencapai 37 ribu akun Twitter. Percakapan soal Jokowi terkait isu banjir berpotensi menjangkau 36 jutaan akun Twitter.
Dari 28 Desember 2013 hingga 27 Januari 2014, jumlah akun yang aktif berkicau soal isu ini hampir mencapai 37 ribu akun Twitter. Percakapan soal Jokowi terkait isu banjir berpotensi menjangkau 36 jutaan akun Twitter.
Inilah Alasan Tahir Bantu Jokowi
Orang terkaya ke-12 Indonesia, Tahir, memberikan bantuan 6M ke Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk korban banjir. Selain itu, Tahir pun memberikan 10 bus gratis. Ada apa di balik pemberian bantuan Tahir tersebut?
Tahir mengaku sudah mengenal Jokowi sejak menjabat sebagai Walikota Solo. Dia mengenal Jokowi cukup dekat. Bantuan yang diberikan Tahir tulus tanpa mengharapkan imbalan apapun.
"Saya melihat, individual satu per satu. Saya kenal beliau sejak di Solo, dia waktu itu mau jadi gubernur. Saya bilang sama dia Pak saya minta satu hal. Saya tidak akan pernah minta satu fasilitas pun," kata pendiri Mayapada Group ini saat berkunjung ke kantor detikcom, Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Tahir mengaku sudah mengenal Jokowi sejak menjabat sebagai Walikota Solo. Dia mengenal Jokowi cukup dekat. Bantuan yang diberikan Tahir tulus tanpa mengharapkan imbalan apapun.
"Saya melihat, individual satu per satu. Saya kenal beliau sejak di Solo, dia waktu itu mau jadi gubernur. Saya bilang sama dia Pak saya minta satu hal. Saya tidak akan pernah minta satu fasilitas pun," kata pendiri Mayapada Group ini saat berkunjung ke kantor detikcom, Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Jokowi Go International
Sosok Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ternyata menjadi magnet bagi media
internasional. Penampilannya yang sederhana dan bersedia blusukan
menjadi salah satu faktor mengapa publik internasional demen dan penasaran
terhadap kader terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Hal itu terungkap dalam diskusi dengan para jurnalis asing yang diadakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Pusat Kebudayaan AS, Jakarta Selatan.
Hadir sebagai narasumber dua wartawan asing Sam Reeves yang bekerja untuk media Prancis, Agence France Press (AFP) dan Joe Cochrane, koresponden New York Times.
Hal itu terungkap dalam diskusi dengan para jurnalis asing yang diadakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Pusat Kebudayaan AS, Jakarta Selatan.
Hadir sebagai narasumber dua wartawan asing Sam Reeves yang bekerja untuk media Prancis, Agence France Press (AFP) dan Joe Cochrane, koresponden New York Times.
Pakai Brand Jokowi Silakan, Tapi Jangan Lupa Mega Ya...
Ketua Dewan
Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten
Mukomuko, Provinsi Bengkulu, I Wayan Adnyana mempersilahkan calon
legislatif di kabupaten itu mengunakan nama Joko Widodo (Jokowi)
untuk meraih dukungan sebanyak mungkin dari masyarakat.
"Silahkan saja gunakan nama Jokowi karena memang beliau kader DPIP," kata I Wayan Adnyana, di Mukomuko, Selasa (28/1/2014), menanggapi beredarkan gambar baliho calon legislatif (Caleg) dari partai itu yang bergandeng dengan gambar Jokowi.
"Silahkan saja gunakan nama Jokowi karena memang beliau kader DPIP," kata I Wayan Adnyana, di Mukomuko, Selasa (28/1/2014), menanggapi beredarkan gambar baliho calon legislatif (Caleg) dari partai itu yang bergandeng dengan gambar Jokowi.
Jokowi Minta Proyek MRT Dipercepat, Tapi Lahannya Belum Ada
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) meminta Japan Internasional
Cooperation Agency (JICA) mempercepat realisasi proyek Mass Rapid
Transit (MRT). Namun masalah lahan masih menjadi kendalanya.
"Saya minta, waktunya dipercepat. Kalau mereka sudah terbiasa dengan ngomong. Kalau kita terbiasa tepat waktu dengan target yang jelas," kata Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (28/1/2014).
"Saya minta, waktunya dipercepat. Kalau mereka sudah terbiasa dengan ngomong. Kalau kita terbiasa tepat waktu dengan target yang jelas," kata Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Soegeng Sarjadi Syndicate: Hanya Jokowi dan Prabowo Yang Bisa
Pengamat politik Ari Nurcahyo menilai, hanya Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto yang mampu memimpin bangsa dengan baik dan mengeluarkan Indonesia dari kondisi yang sedang terpuruk saat ini.
"Tahun 2014 itu momen kritis, bagaimana kepemimpinan nasional ke depan. Saya kira hanya Jokowi dan Prabowo yang mampu menjawab ini," kata Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) itu dalam diskusi bertajuk Politik Ekologi dan Kepemimpinan Nasional, Jakarta, Selasa (28/1/2014).
"Tahun 2014 itu momen kritis, bagaimana kepemimpinan nasional ke depan. Saya kira hanya Jokowi dan Prabowo yang mampu menjawab ini," kata Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) itu dalam diskusi bertajuk Politik Ekologi dan Kepemimpinan Nasional, Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Kata Ara, Jokowi Dibesarkan Mega dan PDIP
Kebesaran dan popularitas sejumlah tokoh muda PDI Perjuangan (PDIP) seperti Joko Widodo (Jokowi), Ganjar Pranowo, atau Tri Rismaharini, disebut sebagai hasil kerja keras, keteguhan prinsip, serta tangan dingin Megawati Soekarnoputri dalam menerapkan prinsip regenerasi.
Hal itu antara lain disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait (Ara).
Hal itu antara lain disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait (Ara).
AMRI: Mega Jokowi Paling Rasional
“Kalau Pemilu dilaksanakan sekarang, pasangan Mega-Jokowi adalah
pilihan yang paling realistis dan rasional,” tegas DR Riza Suarga, Ketua
Umum Angkatan Muda Restorasi Indonesia (AMRI), usai melantik Ketua DPW
AMRI Australia di Jakarta, Selasa (28/1/2014) ini.
Alasannya, selain Jokowi mampu melakukan perubahan, sosok Mega masih dibutuhkan untuk konsolidasi partai sambil mempersiapkan transisi kepemimpinan nasional.
Alasannya, selain Jokowi mampu melakukan perubahan, sosok Mega masih dibutuhkan untuk konsolidasi partai sambil mempersiapkan transisi kepemimpinan nasional.
Miss Universe: You wanna come? Please, Jokowi: Banjir!
Miss Universe Gabriela Isler menyambangi Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) di Balaikota DKI. Gabriela ingin mengajak Jokowi untuk
hadir dalam malam puncak pemilihan Puteri Indonesia 2014 di JCC Senayan.
"Jokowi as owner of Jakarta, please come tomorrow, to the greatest show Puteri Indonesia. You wanna come? Please," bisik lirih Gabriela sambil menepuk-nepuk pundak Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014).
"Jokowi as owner of Jakarta, please come tomorrow, to the greatest show Puteri Indonesia. You wanna come? Please," bisik lirih Gabriela sambil menepuk-nepuk pundak Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014).
Usai Menlu Inggris, Giliran Miss Universe Temui Jokowi
Usai Menlu Inggris William Hague, kini giliran Miss Universe Gabriela
Isler yang menyambangi Gubernur DKI Joko Widodo atau yang biasa
dipanggil Jokowi. Pertemuan tersebut terkait dengan penyelenggaraan
kontes Putri Indonesia di Jakarta.
Miss Universe Gabriela tiba di gedung Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014) pukul 15.50 WIB. Setelah sempat melakukan pertemuan di ruang kerja Jokowi, keduanya didampingi oleh Puteri Indonesia Wulandari dan Moeryati Sudibjo dari pihak yayasan Puteri Indonesia.
Miss Universe Gabriela tiba di gedung Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014) pukul 15.50 WIB. Setelah sempat melakukan pertemuan di ruang kerja Jokowi, keduanya didampingi oleh Puteri Indonesia Wulandari dan Moeryati Sudibjo dari pihak yayasan Puteri Indonesia.
Isi Pembicaraan Jokowi dan Menlu Inggris
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang bisa bertemu Menteri
Luar Negeri Inggris William Hague. Dalam kesempatan itu, dia bertukar
pikiran mengenai penerapan good government di Pemprov DKI.
"Yah artinya kita sudah melakukan good government tapi perlu waktu membawa birokrasi ke dalam sistem baru. Ini butuh waktu," kata Jokowi, Selasa (28/1/2014).
"Yah artinya kita sudah melakukan good government tapi perlu waktu membawa birokrasi ke dalam sistem baru. Ini butuh waktu," kata Jokowi, Selasa (28/1/2014).
Birokrasi Adalah Hambatan Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hambatan paling nyata untuk
mewujudkan good goverment adalah birokrasi. Jadi, semua butuh waktu
untuk merealisasikan sistem baru, seperti online tax, e-budgeting, dan kas manajemen sistem.
"Artinya, kita sudah melakukan itu semua. Tapi, perlu waktu untuk mengatur sistem baru itu. Ini semua (karena) birokrasi," kata pria yang acap disapa Jokowi itu usai bertemu Menteri Luar Negeri Inggris William Hague di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/1/2014).
"Artinya, kita sudah melakukan itu semua. Tapi, perlu waktu untuk mengatur sistem baru itu. Ini semua (karena) birokrasi," kata pria yang acap disapa Jokowi itu usai bertemu Menteri Luar Negeri Inggris William Hague di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Jokowi Panggil Lurah dan Camat Terkait Normalisasi Ciliwung
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para lurah dan camat guna mendata warga yang terkena dampak normalisasi Ciliwung untuk kemudian direlokasi ke rumah susun (rusun).
"Jumlah warga yang akan direlokasi baru dihitung, ini kita kumpulin camat dan lurah untuk mendata," kata Jokowi, Selasa (28/1/2014).
Akibat proyek normalisasi Kali Ciliwung, sejumlah warga yang tinggal di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur akan direlokasi.
"Jumlah warga yang akan direlokasi baru dihitung, ini kita kumpulin camat dan lurah untuk mendata," kata Jokowi, Selasa (28/1/2014).
Akibat proyek normalisasi Kali Ciliwung, sejumlah warga yang tinggal di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur akan direlokasi.
Kata Jokowi, Danau di Bogor Puluhan Tahun Tak Dirawat
Banjir Jakarta selalu berkaitan dengan Kabupaten Bogor. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengaku akan terus melakukan kerjasama dengan Bupati Bogor Rachmat Yasin untuk mengatasi banjir di Ibu Kota.
Kerjasama dilakukan setelah kesepakatan pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi berlanjut ke normalisasi waduk yang ada di Kabupaten Bogor. "Kami bantu tiga alat berat apung untuk normalisasi waduk di Bogor," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Kerjasama dilakukan setelah kesepakatan pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi berlanjut ke normalisasi waduk yang ada di Kabupaten Bogor. "Kami bantu tiga alat berat apung untuk normalisasi waduk di Bogor," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Jokowi Perintahkan Perbaiki Jalan Kualitas Prima
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan PU menuntaskan perbaikan
jalan rusak. Jokowi juga perintahkan menggunakan aspal kelas satu agar
kekuatannya prima.
Jokowi mengakui aspal yang digunakan PU untuk pembuatan jalan merupakan aspal kelas 3. “Saya minta PU gunakan aspal kelas satu agar jalan tidak cepat rusak,” kata Jokowi di Balaikota,Selasa (28/1/2014).
Jokowi mengakui aspal yang digunakan PU untuk pembuatan jalan merupakan aspal kelas 3. “Saya minta PU gunakan aspal kelas satu agar jalan tidak cepat rusak,” kata Jokowi di Balaikota,Selasa (28/1/2014).
Kata Ara, Jokowi Tak Akan Tergiur Parpol Lain
Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait (Ara), menegaskan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi adalah contoh kader PDI Perjuangan yang memegang prinsip loyalitas kepada partai.
"Pak Jokowi sosok negarawan. Buktinya, survei Capres tertinggi banyak yang nawarin jadi Capres padahal di PDIP belum ada kepastian (Capres). Dan Pak Jokowi tidak tergiur. Itu kader loyal namanya," kata Ara di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (28/1/2014).
"Pak Jokowi sosok negarawan. Buktinya, survei Capres tertinggi banyak yang nawarin jadi Capres padahal di PDIP belum ada kepastian (Capres). Dan Pak Jokowi tidak tergiur. Itu kader loyal namanya," kata Ara di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Jokowi dan Prabowo Bisa Menciptakan Politik Ekologi yang Baik
Politik ekologi akan menjadi isu yang menarik jelang pemilihan umum. Pasalnya, pemimpin ke depan harus mampu membuat kebijakan politik terhadap ekologi yang ada di Indonesia agar keragaman hayati di negara kita tetap terjaga.
Ari Nurcahyo, Executive Director Soegeng Sarjadi Syndicate, mengungkapkan dua nama yang dinilainya mampu membenahi persoalan politik ekologi tersebut.
Ari Nurcahyo, Executive Director Soegeng Sarjadi Syndicate, mengungkapkan dua nama yang dinilainya mampu membenahi persoalan politik ekologi tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)


















+Jokowi+3.jpg)
+Jokowi.jpg)





