Senin, 25 Agustus 2014

Pasar dan Jokowi

Sepertinya beberapa investor merealisasikan keuntungan dari berita kemenangan Joko Widodo (Jokowi) di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, Menurut KDB Daewoo Securities sikap investor ini bukanlah sebuah pembalikan tren, terbukti dengan koreksi minor (-0,13%) dan relative rendahnya nilai transaksi (Rp5,6 triliun).
"Kami percaya pertanyaan investor dan sebagian besar dari kita adalah: apa yang berikutnya? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu memahami apa yang telah terefleksikan ke pasar dan yang tidak," tulis KDB Daewoo dalam hasil risetnya hari ini.

Berikut adalah hal-hal yang berpengaruh kepada pasar menurut KDB Daewoo:

Kondisi Makroekonomi
Indikator makro yang akhir-akhir ini keluar tidak semua baik. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2014 mencapai 5,12% YoY, atau lebih rendah 9 bps dari kuartal berikutnya dan 64 bps tahun sebelumnya. Neraca perdagangan kembali defisit di Juni sebesar USD305,1 juta, karena kenaikan impor musiman Di sisi lain, investasi langsung asing untuk kuartal II ini diharapkan menjadi USD6,8 miliar (vs USD4,5 miliar pada kuartal I). Cadangan devisa untuk bulan Juli naik tipis 2,7% dari bulan sebelumnya menjadi USD119,5 miliar dan Indeks manager pembelian untuk bulan Juli tidak berubah dari puncak bulan Juni. Yang terakhir, CPI Juli relatif rendah di 4,53% YoY.

Siklus Pendapatan Perusahaan
Menurut kami, analis belum merefleksikan kemenangan Jokowi dalam analis mereka sehingga analis belum merevisi pandangan mereka di tahun 2015. Selanjutnya menurut kami, data ekonomi dan laporan keuangan perusahaan di semester satu ini belum merefleksikan kondisi sebenarnya, karena perusahaan masih menahan untuk melakukan perluasan sampai ada kepastian.

Valuasi
IHSG saat ini di perdagangkan pada forward PE 16,9x atau 11,5% diskon dari angka tertingginya 19,1x. Menurut kami, kondisi pasar saat ini masih belum terlalu ‘panas’ (overheated). Dengan asumsi kemenangan Jokowi direfleksikan dalam pandangan yang positif, kami yakin seharusnya valuasi pasar akan meningkat. Kalau pasar telah terlalu panas banyak memprediksi JCI akan mencapai 5.875, namun kami tidak yakin angka yang terlalu optimis tersebut.

Naluri Investor Lokal
Kami yakin ekspektasi investor lokal tetap sama dengan pandangan kami. Namun di sisi lain naluri investor lokal telah direfleksikan dengan volatilitas indeks. Kami mendengar investor lokal telah banyak menjual sahamnya, namun pengaruh hanya sedikit ke pasar. Menurut kami pengaruhnya hanya sedikit ke trend indeks ke depan. Kami yakin ketika sentimen berbalik positif kami harap akan ada dorongan kuat ke atas.

Resiko
Kami menganggap semua faktor eksternal seperti resiko geopolitik, kebijakan pengetatan the Fed, dll, telah diketahui dan disadari investor, dengan demikian telah terefleksi dalam pergerakan indeks.

Menanti Kabinet Jokowi
Pasar saham AS melemah, menjelang rilis kebijakan baru The Fed. Pelemahan dialami indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,22% dan indeks S&P500 sebesar -0,20%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh komentar Gubernur The Fed, Janet Yellen. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar +0,24%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah -0,17%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,64% ke level US$93,65 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,47% ke posisi US$1.278,70 per troy ounce.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti proses pembentukan kabinet Jokowi dan evolusi dukungan politik. Kedua hal itu akan menjadi kunci utama bagi sebuah pemerintahan yang efektif dalam mendorong reformasi struktural.
Di sisi lain, kami meyakini defisit neraca berjalan (CAD) akan melunak sepanjang semester II/2014 mencapai 3,1% terhadap GDP 2014, yang diikuti oleh kondisi politik yang stabil sehingga memudahkan pemerintahan baru untuk mendorong reformasi struktural.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak mixed to down. Jangka pendek indeks membentuk flag pattern. Pola tersebut menginformasikan continuation pattern. Hari ini Indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat coba menguji target teoritis flag pattern di level 5.390 / 5.400. Indeks bergerak di kisaran support 5.182 dan resistance 5.219.

Berikut beberapa rekomendasi saham yang layak dikoleksi hari ini:
Ticker       Action                      Target      Stoploss
PGAS        Buy                          6.500        5.700
LSIP         Buy On weakness       2.125        1.995
AISA        Buy                          2.700        2.415
KLBF        Spec buy                  1.710         1.615
SMGR       Spec Buy                17.050       16.200

[beritasatu]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar