Rabu, 18 September 2013

Para Kiai Pertimbangkan Jokowi Sebagai Cawapres Mahfud

Para kiai Nahdlatul Ulama (NU) mempertimbangkan duet Mahfud MD sebagai Capres dan  Joko Widodo (Jokowi) Cawapres 2014. Meski belum ada keputusan final, nama Jokowi sempat dibahas dalam pertemuan para kiai NU di pondok pesantren Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur, yang menyatakan dukungan Mahfud sebagai Capres, Rabu (18/9/2013).
Dalam pertemuan tertutup tersebut, sempat dipaparkan hasil survei sejumlah calon lain yang disandingkan dengan Jokowi. Hasilnya, duet Jokowi-Mahfud menduduki peringkat pertama sebagai duet yang paling rendah ditolak masyarakat dengan tingkat penolakan 0,4 persen dan dukungan 40 persen. Namun tidak diketahui paparan itu hasil survei dari lembaga mana.
Mahfud mengakui jika realitas survei menunjukan elektablitas Jokowi tertinggi. "Tapi para kiai mengatakan survei tidak selalu benar. Seperti Foke (Fauzi Bowo) menang di survei tapi bisa kalah sama Jokowi," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini usai pertemuan.
Secara diplomatis, Mahfud mengaku siap disandingkan dengan siapa saja termasuk dengan Jokowi. "Komunikasi dengan Jokowi terus dibuka dan juga dengan (calon) yang lain," katanya.
Menurut Mahfud, pilihan pendamping cawapres akan tergantung hasil pemilihan legislatif nanti. Bahkan menurutnya calon-calon yang muncul sekarang semuanya masih spekulatif. "Semua spekulatif, posisinya sama-sama lari. Bedanya hanya opini yang tercipta di media saja, riilnya nanti bisa beda," kata kader NU kelahiran Madura ini.
Juru bicara para kiai, KH Salahudin Wahid (Gus Solah), menilai masih terlalu dini membahas pendamping Mahfud termasuk dengan Jokowi. "Mungkin saja tapi itu masih terlalu pagi," ujarnya.
Menurutnya, saat ini proses sedang berjalan dan mesin pendukung Mahfud mulai bergerak. "Itu (pandamping Mahfud) nanti kalau persneling empat, ini baru perseneling dua," ucap adik kandung Gus Dur ini.
Lebih dari 30 kiai NU se-Jawa dan Madura menyatakan dukungan untuk Mahfud agar maju sebagai capres 2014-2019. Para kiai itu berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Mereka adalah kiai sepuh dan pengasuh pondok pesantren serta pimpinan tarikat yang memiliki ribuan santri. Beberapa diantaranya merupakan pengurus NU tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Sumber :
tempo.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar