Rabu, 18 September 2013

Capres Konvensi Demokrat Bisa Jadi Lawan Kuat Jokowi

Peneliti Senior Soegeng Sarjadi Syindicate (SSS) Sukardi Rinakit memperingatkan para calon presiden (capres) untuk berhati-hati terhadap capres Partai Demokrat (PD) dari hasil konvensi. Sukardi mengatakan, capres PD adalah lawan yang harus diperhitungkan, bahkan untuk Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
"Siapa pun yang muncul dari konvensi PD, menurut saya adalah juga lawan yang harus diperhitungkan dengan baik oleh siapa pun yang mendukung Jokowi," ujar Sukardi di Jakarta, Rabu (18/9/2013). 

Menurutnya, hal itu karena siapa pun tokoh yang lolos konvensi yang digelar partai penguasa itu, kemungkinan besar akan tetap didukung partai-partai lain yang saat ini berkoalisi dengan PD. Dia mengatakan, dukungan terhadap Jokowi yang juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memang kuat di tingkat bawah. Meski demikian, menurutnya, keputusan elite PD dan partai yang berkoalisi dengannya sangat mampu menyejajari kekuatan Jokowi.
"Paling tidak akan muncul PD dengan koalisinya dengan capres yang diusung. Meskipun itu wajah baru, misal Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan), atau Dahlan Iskan (Menteri Negara BUMN), akan tetap ada magnet dan magnitud. Tentu akan ada suara signifikan," kata Sukardi.
Ia mengatakan, jika Jokowi menjadi capres dan hasil konvensi capers PD didukung partai menengah, akan terjadi persaingan yang sengit. Tetapi, yang pasti, kata Sukardi, saat ini belum ada tokoh yang mampu menyaingi popularitas dan elektabilitas Jokowi.
"Sementara ini, memang masih Jokowi," katanya.
Soal koalisi dengan PD, dia memprediksi, semua partai yang bergabung dalam Sekretariat Gabungan akan tetap "menempel" pada PD pasca-Pemilu 2014. Menurutnya, hanya partai Golkar yang memutuskan memisahkan diri dari koalisi. Partai itu dinilai akan memiliki perolehan suara yang cukup siginifikan pada 2014 mendatang.
"Paling hanya Golkar yang ke luar. Tapi, yang lain-lain kan walau selama ini mengeluh dalam koalisi PD, tapi antara mengeluh dan nikmat. Tetap di situ, tidak ke luar-luar, PKB, PKS, PPP, PAN," tuturnya. 


Sumber :
kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar