Rabu, 03 Juli 2013

KAI Yang Menggusur, Jokowi Yang Menanggung

Meskipun bukan pihak yang melakukan penggusuran pedagang kaki lima (PKL) di Stasiun Gondangdia, Gubernur DKI Jakarta Jokowi Widodo (Jokowi) juga kena getahnya.
Penggusuran yang dilakukan oleh PT KAI menyebabkan Jokowi harus memikirkan tempat penampungan bagi PKL yang tergusur.
"Kemarin (pedagang) yang di (Stasiun) Duri saja belum selesai. (Pedagang dari) Pasar Minggu sebagian sudah masuk. Duri juga belum selesai. Ini ada lagi," kata Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (3/7/2013).
Jokowi menilai penggusuran pedagang di Stasiun Gondangdia adalah kewenangan penuh PT KAI. "Enggak ada alternatif dan enggak ada koordinasi," sambung Jokowi.
PT KAI melakukan penertiban kios pedagang di Stasiun Gondangdia, Jl Srikaya II, Jakarta Pusat, pagi tadi. Penertiban berlangsung kondusif, bahkan para pedagang sadar diri untuk membongkar kiosnya masing-masing.
Sebelum melakukan penertiban, PT KAI terlebih dahulu mengirim pemberitahuan kepada para pedagang yang menempati sekitar 67 kios pada 28 Juni 2013 lalu. Lalu mereka diberi tenggat waktu hingga 2 Juli untuk mengosongkan kios. Akhirnya pada hari ini, PT KAI melakukan eksekusi. Bagi yang belum sempat membongkar, PT KAI memberikan kesempatan untuk mengosongkan hari ini. Penertiban ini dilakukan PT KAI agar stasiun-stasiun tampil cantik.
Sedangkan Jokowi bermaksud membangun kantong-kantong PKL sehingga mereka tidak berjualan di pinggir jalan yang memicu kemacetan.

Sumber :
detik.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar