Jumat, 26 Juli 2013

Jokowi belum Siapkan Jurus Penangkal Pendatang Baru

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus operasi yustisi pada arus balik Lebaran. Operasi yang sebelumnya dipercaya dapat menangkal pendatang baru ini dinilai tidak efektif.
Masyarakat dari sejumlah daerah tetap bermimpi mencari penghidupan layak di ibu kota. Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum menyiapkan jurus untuk mencegah berbondong-bondongnya pendatang baru usai masuk Jakarta.
Ia hanya meminta warga tidak membawa sanak saudara ke Jakarta. "Sudah saya perintahkan ke camat dan lurah untuk sosialisasikan," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Kamis (25/7/2013).
Jokowi bersikukuh operasi yustisi tidak mempengaruhi keinginan pendatang untuk mengadu nasib di Jakarta. Ia juga menilai operasi yang biasa dilakukan di terminal-terminal bus sebagai kegiatan yang monoton.
Jokowi justru berkelakar tentang jurus pencegah pendatang baru ketika ditanya wartawan tentang itu. Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut melontarkan ide tentang pembuatan pintu di tapal batas Jakarta dengan kota lain.
"Dipagari saja apa ya, terus diberi pintu? Kita ini belum punya jurus, masak mau dipagari diberi pintu, kaya apa, kan semua sudah terbuka," kelakarnya.


Sumber :
metrotvnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar