Kamis, 11 April 2013

Mendorong "Indonesia Baru" ala Jokowi dari UPH

Bukan hanya lembaga survei yang bicara tentang kepopuleran Joko Widodo untuk maju di Pilpres 2014. Dari Kampus Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, juga sudah didorong adanya "Indonesia Baru" bersama Jokowi.
Spanduk sepanjang 10 meter lebih bertuliskan "Indonesia Baru" terpasang untuk menyambut Jokowi yang didapuk untuk mengisi kuliah umum di kampus tersebut, Kamis (11/4/2013). Jokowi sampai dibuat bingung membicarakan apa, mengingat makalah yang disiapkan adalah "Jakarta Baru" bukan "Indonesia Baru".
Akhirnya, dengan apa adanya, Jokowi menyampaikan pandangannya terkait "Indonesia Baru". Menurutnya, negara ini memerlukan pemimpin dengan visi yang jelas, pemimpin yang adil, tahan banting dan tidak elitis.
Ia memberi contoh, saat dirinya menertibkan bangunan di bantaran Sungai Pakin, Jakarta Utara. Dalam penertiban itu, kata Jokowi, tak ada satu warga pun yang menolak meski bangunannya dirobohkan enam meter dari bibir sungai.
"Enggak ada penolakan karena saya adil, rumah yang kecil, besar kita perlakukan sama. Enggak cuma yang kecil, yang besar juga harus ditertibkan kalau melanggar," kata Jokowi.
Sementara mengenai rumor pencapresan dirinya, ia mengaku belum memiliki niat ke sana, dan lebih memilih fokus untuk membenahi Ibu Kota.
"Belum, saya belum punya keinginan ke sana. Saya ingin ngurusi rumah susun, normalisasi sungai, dan penataan kampung," ujarnya.
Dalam kuliah umum itu, lebih dari satu jam Jokowi  menyampaikan capaian dan rencana program yang diusungnya dalam memimpin Jakarta. Seperti Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat, monorel, mass rapid transit (MRT), penataan kampung, sampai deep tunnel. Jokowi optimistis, semua programnya itu bisa terealisasi dan sukses, selama diberi waktu untuk membuktikan.
Menanggapi "Indonesia Baru" dan mulai didorongnya Jokowi sebagai Capres 2014, politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait yang juga hadir di tempat itu menggambarkan Pemilu 2014 kelak. Menurutnya, di 2014 era politik pencitraan akan berakhir dan bergeser ke politik kinerja, di mana pemilih akan menentukan pilihannya berdasarkan prestasi serta keteladanan capres tertentu.
"Pak Jokowi menjelaskan visi Jakarta Baru, dan bagus di tempat seperti ini (kampus) mengatakan akan memulai MRT di bulan depan. Itu luar biasa. Jadi saya pikir 2014 orang akan melihat prestasi dan keteladanan, integritas akan menjadi alasan orang untuk memilih pemimpin Indonesia," kata anggota Komisi XI DPR RI ini.
Meski begitu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga ini mengatakan, pihaknya masih belum memutuskan siapa yang akan diusung menjadi Capres pada 2014 nanti karena masih fokus pada kaderisasi. Mengenai Capres, semua diserahkan pada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar