Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Partai Demokrat, Nova Riyanti Yusuf (Noriyu), mencemooh
niatan Capres Jokowi yang dalam kampanyenya menjual Kartu Indonesia
Sehat (KIS) untuk mencanangkan kesehatan gratis bagi warga. Menurut dia,
wacana itu melanggar konstitusi karena sudah ada UU BPJS dan UU SJSN
yang menanggung biaya kesehatan bagi warga miskin.
Dia
menjelaskan, pemerintah dan DPR sudah memiliki Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN) dalam implementasi UU BPJS Kesehatan khusus bagi warga
miskin. Dia pun mempertanyakan apa maksud Jokowi buat Kartu Indonesia
Sehat itu.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 16 Juni 2014
Jokowi Telepon Pemberi Sumbangan, Ucapkan Terima Kasih
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan terima kasih kepada para pendukung dan relawannya. Karena mereka telah memberikan bantuan dana kampanye melalui rekening bersama untuk mendukung pasangan capres cawapres Jokowi dan Jusuf Kalla (JK).
Kelompok Profesional Pendukung Jokowi JK membentuk call center untuk menyampaikan terima kasih kepada relawan dan pendukung capres nomor urut dua itu.
Suhu Politik Memanas, Capares-capres Harus SIap Kalah
Indonesia Police Watch (IPW) menyebut 23 hari menjelang pemilihan presiden suhu politik semakin panas. Apalagi, beredar isu di masyarakat, jika salah satu pasangan capres-cawapres kalah akan terjadi kerusuhan. Isu ini tentu sangat meresahkan, kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Senin (16/6/2014).
Kampanye Hitam dan Negatif Rusak Elektabilitas Jokowi
Pengamat politik, Burhanudin Muhtadi, menilai kampanye hitam dan
negatif merusak elektabilitas capres nomor urut 2, Joko Widodo. Dua
model kampanye itu berpengaruh terhadap elektabilitas calon presiden
nomor urut dua tersebut.
Ia mencontohkan kampanye hitam melalui tabloid Obor Rakyat yang akhirnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia mencontohkan kampanye hitam melalui tabloid Obor Rakyat yang akhirnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Prabowo tak Tahu TPID jadi Trending Topic Twitter
Pertanyaan Joko Widodo kepada Prabowo Subianto soal Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dalam debat capres, pada Minggu 15 Juni 2014 malam menjadi trending topic di media sosial Twitter karena Prabowo tak mengetahui kepanjangan TPID. Bahkan, ada yang memplesetkan TPID menjadi “Tanpa Prabowo Indonesia Damai.”
Manusia Setengah Dewa
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadapi dilema saat laporan soal korupsi dalam pengadaan bus Transjakarta masuk. Pimpinan lembaga antirasuah itu terbelah. Ada yang ingin agar Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Joko Widodo alias Jokowi, kini calon presiden, diusut. Sebagian mengusulkan agar KPK tidak usah mengambil kasus itu.
"Yang menolak beralasan kasus melibatkan Jokowi itu bisa menjadi senjata makan tuan buat KPK," kata seorang sumber merdeka.com Jumat pekan lalu.
"Yang menolak beralasan kasus melibatkan Jokowi itu bisa menjadi senjata makan tuan buat KPK," kata seorang sumber merdeka.com Jumat pekan lalu.
Puji Program Ekonomi Jokowi, Prabowo Blunder?
Pengamat komunikasi politik Universitas Indonesia, Ade Armando,
mengatakan calon presiden Prabowo Subianto melakukan kesahan alias blunder
dalam debat calon presiden pada Ahad malam, 15 Juni 2014, di Hotel
Grand Melia, Jakarta Selatan. "Itu bukti Prabowo kehabisan kata-kata,"
kata Ade saat dihubungi Tempo, Senin (16/6/2014).
Pengamat: Penyampaian Gagasan Jokowi Sangat Bias
Pengamat dari kubu Hary Tanoe, Politik The Sun Institute, Andrianto, menilai gagasan yang disampaikan oleh Calon Presiden nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi) mengenai pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial sangat bias.
"Saya rasa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sudah menjawab keperluan kita tentang perlindungan kesehatan seluruh rakyat Indonesia, begitu juga dengan anggaran pendidikan yang terus menaik setiap tahun. Jadi yang diutarakan Jokowi sangat bias dan complicated akhirnya," ujar Andrianto kepada Okezone, Senin (16/6/2014).
"Saya rasa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sudah menjawab keperluan kita tentang perlindungan kesehatan seluruh rakyat Indonesia, begitu juga dengan anggaran pendidikan yang terus menaik setiap tahun. Jadi yang diutarakan Jokowi sangat bias dan complicated akhirnya," ujar Andrianto kepada Okezone, Senin (16/6/2014).
Minggu, 15 Juni 2014
Anies Baswedan: Ditanya DAU dan DAK Prabowo Malah Bicara APBN
Juru bicara Joko Widodo-Jusuf
Kalla, Anies Baswedan, menilai, pernyataan Prabowo soal Dana Alokasi
Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak nyambung.
"Ditanya Jokowi tentang DAU, DAK, Prabowo malah jawab soal besaran APBN. Enggak nyambung itu," ujar Anies usai debat di Gran Melia Jakarta, Minggu (15/6/2014) malam.
"Ditanya Jokowi tentang DAU, DAK, Prabowo malah jawab soal besaran APBN. Enggak nyambung itu," ujar Anies usai debat di Gran Melia Jakarta, Minggu (15/6/2014) malam.
Kampanye Hitam Dilakukan Tim Siluman Capres-Cawapres
Serangan kampanye hitam bermunculan pada masa kampanye pemilihan presiden 2014. Pengamat politik Burhanudin Muhtadi belum mencurigai adanya pihak ketiga dalam serangan kampanye hitam.
Menurut Burhanudin kampanye hitam dapat dilakukan oleh kedua pendukung calon presiden baik Joko Widodo atau Prabowo Subianto.
Menurut Burhanudin kampanye hitam dapat dilakukan oleh kedua pendukung calon presiden baik Joko Widodo atau Prabowo Subianto.
Syarwi Chaniago: Jokowi Telmi, Tak Paham Pertanyaan Moderator Debat
Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Pangi
Syarwi Chaniago mengatakan calon presiden dari PDIP, Joko Widodo (Jokowi)
terlihat telmi, tidak percaya diri dalam debat capres dengan tema pembangunan
ekonomi dan kesejahteraan sosial di Hotel Grand Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
Ia menuturkan dalam debat tersebut Jokowi menjawab pertanyaan-pertanyaan (moderator) banyak yang tidak berkaitan.
Ia menuturkan dalam debat tersebut Jokowi menjawab pertanyaan-pertanyaan (moderator) banyak yang tidak berkaitan.
Prabowo Tak Tahu TPID, Ketua Demokrat Cela Jokowi
Politikus Partai Demokrat Syariefuddin Hasan menilai calon presiden dari poros koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, keliru soal program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Menurut dia, program TPID tidak berwawasan daerah tapi menyangkut ruang lingkup nasional.
"Tadi disinggung soal TPID. TPID bukan program daerah tapi nasional," ujar pria yang menjabat sebagai Ketua Harian Partai Demokrat itu di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
"Tadi disinggung soal TPID. TPID bukan program daerah tapi nasional," ujar pria yang menjabat sebagai Ketua Harian Partai Demokrat itu di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
Jokowi: Capres Harus Tahu Istilah Pemerintahan
Calon presiden Joko Widodo mengutarakan calon pemimpin Negara harus mengetahui berbagai istilah pemerintahan seperti TPID atau Tim Pengendali Inflasi Daerah, katanya usai Debat Capres di Hotel Gran Melia Jakarta, Minggu malam (15/6/2014).
"Kita ini kan mau megang pemerintahan, istilah-istilah pemerintahan harus ngerti `dong`; DAU, DAK, TPID; itu harus tahu," kata Jokowi.
"Kita ini kan mau megang pemerintahan, istilah-istilah pemerintahan harus ngerti `dong`; DAU, DAK, TPID; itu harus tahu," kata Jokowi.
Jokowi Unggul Gagasan, Prabowo Simpatik
Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jojo Rohi menilai Jokowi
unggul di konten materi bahasan, Prabowo mengimbanginya dengan
pendekatan yng cukup simpatik; mengakui dan sekaligus menyetujui
beberapa poin dari Jokowi, terutama soal industri kreatif.
“Secara psikologis, pemirsa di TV akan melupakan kekurangan Prabowo dengan pendekatan simpatik tersebut,” paparnya, Minggu malam (15/5/2014).
“Secara psikologis, pemirsa di TV akan melupakan kekurangan Prabowo dengan pendekatan simpatik tersebut,” paparnya, Minggu malam (15/5/2014).
Debat Capres, Jokowi Jadi Trending Topic Dunia
Pendiri lembaga pemantau jejaring sosial PoliticaWave, Yose Rizal, menyebutkan netizen
sangat aktif mengomentari debat calon presiden yang digelar di Hotel
Gran Melia, Minggu, 15 Juni 2014. Joko Widodo kembali menjadi trending topic dunia setelah sebelumnya juga menjadi trending topic dalam debat pertama calon presiden yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu."Prabowo Terima Ide Jokowi" untuk Tarik Simpati Publik
Pengamat politik dari Polcom Institute, Heri Budianto, menyatakan sikap
calon presiden Prabowo Subianto yang menerima ide Joko Widodo pada
sektor ekonomi kreatif memiliki dua pesan. Itu terjadi dalam debat kedua
yang membahas isu ekonomi dan kesejahteraan sosial.
"Pertama, Prabowo menghargai ide lawan politiknya. Ini sangat terlihat jelas Prabowo menolak pendapat dari tim suksesnya," kata Heri ketika dihubungi Tempo, Minggu (15/6/2014).
"Pertama, Prabowo menghargai ide lawan politiknya. Ini sangat terlihat jelas Prabowo menolak pendapat dari tim suksesnya," kata Heri ketika dihubungi Tempo, Minggu (15/6/2014).
Ini Tanggapan Presdir Mustika Ratu Soal Debat Kedua
Apa tanggapan Mooryati Soedibyo dan Putrinya yang juga Presiden
Direktur Mustika Ratu, Putri Kuswisnu Wardani soal debat capres-cawapres
Minggu (15/6/2014) malam yang berlangsung di Hotel Gran Melia Jakarta?
"Saya melihat Jokowi lebih detail (dibanding Prabowo) karena dia langsung menunjukkan bagaimana caranya memperbaiki ekonomi bangsa. Kalau visi misi makro, hampir sama. Yang membedakan adalah detil eksekusi beliau untuk mencapai apa yang diungkapkan secara makro," kata Putri usai acara itu.
"Saya melihat Jokowi lebih detail (dibanding Prabowo) karena dia langsung menunjukkan bagaimana caranya memperbaiki ekonomi bangsa. Kalau visi misi makro, hampir sama. Yang membedakan adalah detil eksekusi beliau untuk mencapai apa yang diungkapkan secara makro," kata Putri usai acara itu.
Tantowi Yahya: Kami Harus Lakukan Perbaikan untuk Melawan Jokowi Selanjutnya
Juru bicara tim pemenangan Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya mengatakan
pihaknya puas dengan debat antarcapres yang digelar Minggu (15/6/2014) malam.
Untuk penilaian, dia menyerahkan kepada masyarakat.
"100 Persen puas, saya rasa bukan saya yang pede, rakyat Indonesia yang melihat dan menilai siapa yang leader, siapa yang manajer," kata Tantowi di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
"100 Persen puas, saya rasa bukan saya yang pede, rakyat Indonesia yang melihat dan menilai siapa yang leader, siapa yang manajer," kata Tantowi di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
Indef: Semua Cawapres Janji Doang
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny
Sri Hartati mengatakan, janji ekonomi dua calon wakil presiden Jusuf
Kalla dan Hatta Radjasa sudah sejak lama didengungkan. Janji-janji itu
keluar ketika JK menjadi wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(2004-2009) dan Hatta menjadi Menteri Koordinator Perekonomian
(2009-2014).
Jokowi Tak Bermaksud Jebak Prabowo dengan TPID
Dalam debat capres-cawapres yang dilaksanakan KPU, Minggu (15/6)
malam, calon presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat bertanya kepada
Prabowo Subianto soap TPID.
Prabowo ternyata tak tahu apa yang dimaksud TPID, yang kemudian dijawab Jokowi bahwa TPID adalah Tim Penanggulangan Inflasi Daerah.
Prabowo ternyata tak tahu apa yang dimaksud TPID, yang kemudian dijawab Jokowi bahwa TPID adalah Tim Penanggulangan Inflasi Daerah.
Debat Capres Ke-2 Malam ini Lebih Sejuk
Debat calon presiden (Capres) yang digelar malam ini menampilkan
Prabowo Subianto dan Joko Widodo di Hotel Grand Melia, Minggu (15/6/2014).
Penampilan pertama Jokowi memaparkan dan meyoroti masalah ekomomi dengan menikatkan kualitas menusia.
“Meningkatkan Ekonomi manusianuya, lewat pendidikan, seperti apa revoluasi mental. Kemudian bidang kesehatan dengan kartu Indoneia Sehat dan kecerdekasan dengan Indonesia Pintar,” kata Jokowi dalam pemaparannya.
Penampilan pertama Jokowi memaparkan dan meyoroti masalah ekomomi dengan menikatkan kualitas menusia.
“Meningkatkan Ekonomi manusianuya, lewat pendidikan, seperti apa revoluasi mental. Kemudian bidang kesehatan dengan kartu Indoneia Sehat dan kecerdekasan dengan Indonesia Pintar,” kata Jokowi dalam pemaparannya.
Jokowi Kurang Puas dengan Penampilannya
Calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi), merasa kurang puas dengan
penampilannya dalam debat Minggu (15/6/2014) malam. Jokowi menilai
durasi waktu debat begitu singkat sehingga dia kurang total dan prima
dalam menjelaskan visi misinya.
"Tadi kan waktunya pendek, jadi memang tidak bisa total menyampaikan apa yang kita sampaikan," ujarnya saat meninggalkan ballroom Grand Melia, Jakarta Selatan, Minggu (15/6/2014).
"Tadi kan waktunya pendek, jadi memang tidak bisa total menyampaikan apa yang kita sampaikan," ujarnya saat meninggalkan ballroom Grand Melia, Jakarta Selatan, Minggu (15/6/2014).
Prabowo Diisyaratkan Rujuk dengan Titiek Soeharto
Debat capres antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo Minggu (15/6) malam di Gran Melia, Jakarta Selatan tidak seperti pada debat pertama.
Debat yang hanya mempertemukan Prabowo dengan Jokowi ini dihadiri tamu yang sangat istimewa buat mantan Danjen Kopassus itu.
Di jajaran kursi pendukung Prabowo-Hatta, tampak mantan istri Prabowo, Titiek Soeharto dan anak semata wayang mereka, Didiet Prabowo.
Debat yang hanya mempertemukan Prabowo dengan Jokowi ini dihadiri tamu yang sangat istimewa buat mantan Danjen Kopassus itu.
Di jajaran kursi pendukung Prabowo-Hatta, tampak mantan istri Prabowo, Titiek Soeharto dan anak semata wayang mereka, Didiet Prabowo.
Debat Pilpres ke-2
Konfidensi kubu pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla meninggi pasca-debat kedua bagi calon presiden (capres) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minggu (15/6/2014) malam.
Jokowi: Satu Desa Rp1 M Amanat UU, bukan Visi-Misi
Calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo, mengkritik visi-misi
lawannya, Prabowo Subianto. Kritikan ini dilontarkan pada visi-misi
anggaran Rp1 miliar untuk satu desa/kelurahan.
Pasalnya, hal itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Dana tersebut akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Pasalnya, hal itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Dana tersebut akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
ICW Unggulkan Jokowi di Bidang Hukum
Meski dua pasangan capres-cawapres menyatakan dukungannya terhadap
korupsi, namun aktivis Indonesia Coruption Watch (ICW) Emerson Yuntho
menilai Pasangan Jokowi-JK lebih unggul ketimbang pasangan lainnya
Prabowo Subianto-Hatta Radjasa. Lantaran kata Emerson, Prabowo hanya 10
poin membicarakan masalah hukum dan korupsi, berbeda dengan Jokowi-JK
sebanyak 42 poin.
Jelang Debat, Prabowo Diam-diam Pelajari Track Record Jokowi
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo
mengatakan Capres Prabowo Subianto telah memiliki persiapan matang
menghadapi debat capres yang akan digelar malam ini, Minggu (15/6/2014).
Prabowo siap menghadapi Capres Jokowi.
"Bagus, tadi saya makan siang dengan Pak Prabowo dia sangat santai, dia sudah melakukan persiapan. Kita ketawa-ketawa, santai-santai," kata Hashim di lapangan pacu Pulo Mas, Jakarta.
"Bagus, tadi saya makan siang dengan Pak Prabowo dia sangat santai, dia sudah melakukan persiapan. Kita ketawa-ketawa, santai-santai," kata Hashim di lapangan pacu Pulo Mas, Jakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)






















