Senin, 25 November 2013

3 Motif PDIP 'Menggantung' Jokowi

Elektabilitas kader terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi), tak terbendung. Pencapresan Jokowi dalam survei dinyatakan mampu mendongkrak elektabilitas PDIP memenangi Pemilu 2014. Namun sampai saat ini beberapa pendukung Jokowi ada yang merasa bahwa nasib Jokowi hanya 'digantung', tanpa kepastian pencapresan dari PDIP. Bahkan banyak yang tak sabar menunggu ikut terjebak dalam simponi 'trah Soekarno' yang sengaja dihembuskan oleh lawan politik PDIP dan mengganggap PDIP hanya memanfaatkan Jokowi untuk melanggengkan 'trah Soekarno'.
Lembaga survei Indikator Politik Indonesia pimpinan Burhanudin Muhtadi yang merilis hasil surveinya pada Kamis (21/11/2013), sudah menunjukkan Jokowi sebagai capres paling dikenal dan disukai. Tak hanya itu, Jokowi juga merupakan capres top of mind (paling dikenal), di mana ada 18% responden yang mengenal Jokowi, diikuti Prabowo Subianto (6,9%), dan Aburizal Bakrie (5,7%).
Namun ada hasil survei yang lebih menarik lagi, yakni pencapresan Jokowi menjadi jaminan kemenangan PDIP di 2014. Hasil survei Burhanudin Muhtadi tersebut memperkirakan PDIP bakal meraih 37,8% suara jika PDIP dicapreskan. PDIP berada di rangking satu di atas Golkar (14,6%), dan Gerindra (6,6%).
Hasil survei politik yang selama ini menunjukkan 'kesempurnaan' Jokowi tak membuat PDIP memperjelas nasib politik Jokowi. Alih-alih memberi sinyal deklarasi pencapresan Jokowi, PDIP lebih senang 'menggantung', memanfaatkan elektabilitas Jokowi untuk mendongkrak suara partai, tanpa memberi jaminan pencapresan Jokowi. Kenapa PDIP memilih menggantung Jokowi?
"Pertama, PDIP ingin melihat apakah popularitas Jokowi bertahan sampai sampai Pemilu legislatif tahun depan," kata pengamat politik yang juga Direktur Lembaga Survei Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Senin (25/11/2013).
Alasan kedua adalah PDIP mencoba mengamankan Jokowi. Karena lonjakan elektabilitas Jokowi sejaligus menjadikan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai 'sasaran tembak'.
"Kedua, PDIP tidak ingin Jokowi jadi sasaran tembak para kompetitor politik. Dan alasan ketiga, mungkin Ibu Mega masih mau nyapres lagi tahun depan," katanya.
Lalu sampai kapan Jokowi 'digantung'? Apakah PDIP akan benar-benar mencapreskan Jokowi yang elektabilitasnya tak terbendung, ataukah hanya memanfaatkan Jokowi untuk mendongkrak suara partai dan kemudian mengantar sekali lagi pencapresan Mega?

Sumber :
detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar