Senin, 23 September 2013

Popularitas Peserta Konvensi Tertinggi Hanya Sepertiga Jokowi

Kesebelas peserta Konvensi Capres Partai Demokrat diminta membuat gebrakan dan berusaha keras untuk meningkatkan aktivitas yang menarik dan punya news value sehingga bisa menjadi media darling baru. Hal itu harus dilakukan agar bisa bersaing dengan popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Kesimpulan itu disampaikan Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaganya. Hasil temuan Indonesia Indicator (I2), popularitas Jokowi jauh mengungguli 11 peserta. Temuan yang menarik antara lain popularitas Dahlan Iskan hanya sepertiga Jokowi, sementara ekspose Jokowi 8 kali dari Pramono Edhie.

I2 adalah lembaga riset independen berbasis piranti lunak Artificial Intelligence (AI) untuk menganalisis fenomena politik, ekonomi, sosial di Indonesia melalui pemberitaan (monitoring media). Metode pengumpulan dilakukan oleh perangkat lunak crawler (robot) secara otomatis dengan analisis berbasis AI, semantik, dan text mining.
Analisis dilakukan berdasarkan monitoring ekspose 336 media online terhadap para tokoh di Indonesia. Seluruh data media diambil dari mesin pengumpul Indonesia Indicator (I2). Monitoring dilakukan secara real time, 24 x 7 x 365, dengan cakupan 336 media online nasional dan daerah dalam waktu 21 bulan (1 Januari 2012-20 September 2013, pukul 00.42 WIB), dengan total lebih dari 2,8 juta pemberitaan.
"Tidak bisa mengandalkan liputan konvensi yang terbatas pada seremoni. Harus berani bersikap terhadap isu actual yang tengah menjadi perhatian public dan media. Bila perlu menampilkan sesuatu yang masih genuine (ingat bagaimana Jokowi memulai dengan mobil Esemka?). Tidak bisa mengandalkan isu umum karena pribadi Jokowi yang unik masih menjadi magnet utama media saat ini. Sudah tidak bisa lagi kandidat memainkan lagu yang sama apalagi mengikuti jejak yang pernah ditorehkan Jokowi sebelumnya," kata Rustika dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (23/9/2013).
Rustika menambahkan, untuk mengejar elektabilitas tersebut, para peserta konvensi harus menaikkan popularitas mereka. Media adalah salah satu sarana penting sebagai jembatan untuk memperkenalkan mereka pada publik.
Melalui mesin I2 diperoleh kesimpulan bahwa perbandingan popularitas 11 peserta Konvensi Partai Demokrat dengan Jokowi terlihat menyolok. Ekspose Jokowi melenggang jauh dibanding peserta konvensi. Popularitas Jokowi mencapai 3 hingga 10 kali lipat dibanding peserta konvensi.
Dahlan Iskan, peserta konvensi yang berpeluang memenangkan Konvensi menurut beberapa survei, popularitasnya sekitar 30% dari Jokowi. Atau dalam kata lain, ekspose Dahlan Iskan sepertiga dari ekspose Jokowi. Ekspose Gita Wirjawan seperlima dari seluruh pemberitaan Jokowi. Sementara popularitas Jokowi 10 kali lipat dibanding Irman Gusman, Endriartono Sutarto, Anies Baswedan, Hayono Isman, Sinyo Harry S, dan Ali Masykur Musa.
"Meski demikian, nama-nama yang disebutkan terakhir mengalami peningkatan ekspose cukup signifikan dibandingkan masa sebelum masuk sebagai peserta Konvensi," tandas Rustika.

Sumber :
merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar