Senin, 23 September 2013

Komentar dari Daerah Tentang Jokowi

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri  belum menunjuk Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden dari PDI-P. Namun, popularitas Jokowi telah ikut mengangkat harapan rakyat pada partai berlambang banteng tersebut.
“PDI-P belum menentukan siapa calon presidennya. Namun, fakta yang terjadi di tengah masyarakat, kader PDI-P Jokowi sudah diminta banyak masyarakat agar menjadi calon presiden. Ini tanda-tanda baik bagi PDI-P menjadi pemenang Pileg dan Pilpres 2014,” kata Hugua, Ketua DPD PDI-P Sulawesi Tenggara kepada SH seusai menutup kegiatan pembekalan caleg PDI-Perjuangan se-Sultra, Senin (23/9/2013).
Sebagai Dewan Pimpinan Daerah PDI-P Sultra, dia optimistis bisa memenangkan Pemilihan Umum legisltif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
“Melihat calon-calon anggota legislatif (caleg) PDI-P dari berbagai tingkatan dan kader-kader partai yang disukai banyak masyarakat, kami optimistis bisa memenangkan Pileg dan Pilpres 2014,” kata dia.
Menurut Hugua, secara nasional PDI-P menargetkan perolehan suara Pileg sebesar 27,02 persen. Jika target tersebut bisa dicapai, PDI-P akan mengusung kadernya untuk menjadi calon presiden pada Pilpres 2014.
“Dengan mengusung kadernya sendiri dan memenangkan Pilres, PDI-P bisa menentukan nasib masa depan bangsa Indonesia, terutama terwujudkan kesejahteraan masyarakat seperti cita-cita luhur para pendiri kemerdekaan bangsa ini yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945,” kata Bupati Wakatobi itu.
Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatra Utara, Aswan Jaya mengatakan, rakyat memang merindukan seorang pemimpin yang lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan orang-orang kaya.
Kepemimpinan Jokowi menurut dia telah mewakili kerinduan rakyat tersebut. Mayoritas rakyat Indonesia telah lama sekali berada dalam kemiskinan sehingga secara psikis mereka jengah dengan tontonan pemimpin yang menonjolkan kemewahan. Sedangkan, Jokowi menampilkan sosok yang sederhana dan bersahaja.
“Cara bicara Jokowi yang apa adanya juga telah mewakili sosok seorang pemimpin yang berada di tengah masyarakat yang kurang dalam kualitas pendidikan,” tutur dia kepada SH dari Medan, Senin (23/9/2013).
Menurut dia, rakyat butuh presiden, mau mengerti, berani berpihak, dan menyelesaikan masalah mereka.
“Rakyat butuh presiden yang bicara jujur dan dapat dimengerti rakyatnya,” ujar Pimpinan Wilayah Angkatan Muda Ka’abah (AMK) Sumut ini.

Sumber :
antaranews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar