Senin, 04 Maret 2013

Jokowi Ingin Ganjil Genap Diputus Tahun Ini

Sistem nomor polisi kendaraan ganjil genap masih memerlukan pembahasan secara menyeluruh.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) belum berani memutuskan pemberlakukan sistem pembatasan nomor kendaraan guna mengatasi kemacetan di ibu kota tersebut.

"Ini masih agak panjang. Saya lihat memang perlu ada kesiapan yang lebih mateng. Sehingga nanti muncul sebagai produk kebijakan, itu betul-betul sudah diterima. Sosialisasinya harus matang. Semuanya siap," ujar Jokowi usai pembahasan masterplan transportasi massa Jabodetabek, di Kemenhub, Senin (4/3).

Dia tak ingin ketidaksiapan masyarakat menjadi pembenaran untuk 'permainan' sejumlah pihak. "Jangan sampai karena massa tidak siap, kemudian ngakali. Lah inilah yang biasanya menyebabkan kegagalan karena ada akal mengakal," kata dia.

Menurut Jokowi, kalkulasi yang dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta belum sampai disampaikan ke dirinya. Kalkulasi yang dimaksudnya antara lain tentang kebutuhan bus untuk mengangkut pengguna mobil kendaraan pribadi yang beralih ke transportasi massa setelah kebijakan itu diterapkan. Dia juga ingin mengetahui jumlah orang yang pindah dari transportasi pribadi ke transportasi massa.

"Kalau saya tidak diberi hitungan detil kemudian suruh eksekusi kebijkan, ya gak mau saya," tukas mantan Walikota Surakarta itu.

Lalu, apakah kebijakan itu bisa terlaksana tahun 2013? Jokowi menginginkan agar kebijakan tersebut dapat terlaksana dalam hitungan bulan.

"Iya, hitungan bulan, jangan tahun," kata Jokowi.


Sumber :
http://www.metrotvnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar