Sabtu, 30 Agustus 2014

Jokowi: Jangan Rusak Bali

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar pembangunan pariwisata jangan diberikan ruang terlalu luas, sebab itu justru bisa merusak Pulau Bali.
Hal itu dikemukakan Jokowi saat meninjau Museum Bung Karno di Renon, Denpasar, Sabtu (30/8/2014).
Saat memberi sambutan singkatnya, Jokowi menyoroti  persoalan pembangunan pariwisata di Pulau Dewata  yang terkonsentrasi di Bali Selatan.
Dia menekankan pentingnya dua hal yang mesti dijaga dalam pengembangan pariwisata di Bali. Pertama, berkaitan budaya dan kedua soal lingkungan atau ekologi atau lingkungan.
"Kekuatan Bali itu pada budaya dan ekologinya sehingga harus dijaga dengan baik," tandas mantan Wali Kota Solo itu.
Keberadaan lembaga adat, desa adat atau desa pekraman harus diperkuat sehingga pemerintah perlu memberi perhatian serius. "Bali harus punya diferensisasi yang jelas, pembedaan yang jelas, jangan sampai merusak Bali," sambungnya.
"Budaya dan religi tetap dinomorsatukan, dan didukung dengan pelestarian lingkungan. Investasi pariwisata jangan sampai merusak lingkungan," ujarnya disambut tepuk tangan meriah oleh ribuan peserta yang hadir.
Namun menurut Jokowi, warga Bali perlu mempertahankan apa yang menjadi ikon tersebut. Namun kebudayan dan religi tidak ada artinya bila lingkungan Bali rusak karena ulah. Mendengar perkataan tersebut, sambutan peserta semakin meriah. Jokowi sempat terhenti pidatonya.
Namun setelah peserta hening sejenak, Jokowi melanjutkan pidatonya.
"Tetapi jangan senang dulu. Saya harus tanya kepada para kepala daerah di Bali. Karena otonomi daerah. Pusat hanya bersifat setengah memaksa," ujarnya.
Jokowi mengaku sudah mendengar bisik-bisik soal reklamasi. Namun dia belum mendapatkan data detail soal reklamsi.
"Saya belum mengetahui secara detail, makanya saya belum bisa berkomentar lebih jauh," ujarnya.
Pro kontra soal reklamasi di Bali memang sedang gencar. Perlawanan reklamasi sangat masif dan banyak warga Bali yang berharap besar pada Jokowi untuk membatalkan Perpres Nomor 51 Tahun 2014.
Pertemuan dengan para relawan tersebut berlangsung singkat. Acara dilanjutkan dengan doa penutup dan hiburan. Saat hiburan, Jokowi tidak segan-segan naik ke panggung dan bergabung bersama para seniman Bali yang ikut meriahkan acara simakrama tersebut. Saat hendak keluar, Paspampres sempat kewalahan membendung desakan warga Bali yang ingin bersalaman dengan Jokowi.
Di bagian akhir, Jokowi menyinggung jika kedatangannya ke Bali untuk memenuhi janjinya. "Saya sudah berjanji  datang pertama kali ke Bali bila menang telak, ternyata menang melampaui target. Saya harus datang ke Bali," tutupnya.

1 komentar:

  1. Bahaya reklamasi:
    1. Merusak hutan bakau. Hutan bakau adalah tempat induk2 ikan datang untuk berkembangbiak, dan anak2 ikan tinggal di sini sampai mereka cukup dewasa untuk hidup di laut. Penelitian membuktikan jumlah ikan dekat hutan bakau 30 kali lipat jumlah ikan dimana hutan bakaunya sudah dimusnahkan. Jadi hutan bakau sangat penting untuk menunjang perikanan.
    2. Sistem akar hutan bakau menangkap sedimen dan mempertahankan garis pantai. Kalau ini dimusnahkan, tidak ada yang menghadang bencana banjir yang harus dialami masyarakat.
    3. Teluk Benoa yang dangkal itu harus dikeruk, dan sedimen yang dikeruk itu harus dibuang ke satu tempat. Kemana??? Sedimen ini pasti merusak/membunuh terumbu karang; selain juga mencemari kwalitas kejernihan air laut.
    Jadi, reklamasi tanah membunuh lingkungan dan berdampak sangat merugikan masyarakat.

    BalasHapus