Sabtu, 30 Agustus 2014

PDIP Anggap Remeh Peran PKB Dalam Memenangkan Jokowi

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bukan penentu kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2014, kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari.
Pernyataan Eva merupakan tanggapan terhadap pendapat sejumlah pengamat yang menyebutkan tanpa PKB, Jokowi-JK akan kalah dalam pemilu.
Menurut Eva menyatakan jasa relawanlah yang membuat Jokowi menang, sedang PKB tak punya jasa yang signifikan.
"Faktor kemenangan Jokowi-JK bukan karena PKB tapi juga relawan-relawan," kata Eva di Jakarta, Sabtu.
Yang lebih signifikan, kata Eva, adalah pernyataan politisi PKS, Fahri Hamzah, melalui akun Twitternya dan dan gol-gol bunuh diri di debat terakhir capres.
"Ada study di mana statement Fahri Hamzah menyumbang 3 juta suara di basis-basis NU Jawa Timur dan Jawa Tengah yang sebelumnya masih undecided/swing voters," kata Eva.
Diakuinya, pada pilpres lalu, partai pengusung berkontribusi dalam porsinya masing-masing.
Pasangan nomor urut dua itu memperolehan suara 53,6 persen, jauh melampaui 36,7 persen dari perolehan suara parpol-parpol pengusung saat pileg.
"Jokowi-JK akan kalah kalau tidak ada rebound di minggu terakhir, sumbangan Konser Slank di Gelora Bung Karno, dibilang sinting oleh Fahri Hamzah, door to door relawan, serta debat terakhir yang impressive," kata Eva.
Sebelumnya, pengamat politik, Muhammad Qodari, mengatakan PKB adalah partai yang sangat menentukan kemenangan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden.
Menurut dia, tanpa PKB pasangan Jokowi-JK ini tidak akan memenangkan Pilpres 2014.
"Karena selisih dengan Jokowi dan Prabowo tidak banyak," kata Qodari di DPP PKB, Jakarta, Selasa (26/8/2014).
Qodari berpendapat penentu kemenangan pilpres ini adalah warga Jawa Timur. Sebab Prabowo-Hatta menang di Jawa Barat sedangkan Jokowi-JK unggul di Jawa Tengah.
"Pertarungan di Jawa Timur sangat seimbang. Dan daerah ini identik dengan PKB," ujarnya.  [antara]

1 komentar:

  1. Bukan dianggap remeh, cuma supaya PKB tau diri aja jgn seenaknya aja minta-minta jatah menteri. Emangnya mentang-mentang di Jatim menang trus daerah2 lain gak ada kontribusinya utk kemenangan Jokowi???

    BalasHapus