Minggu, 02 Maret 2014

DKI Akan Hibahkan Kampung Deret kepada Masyarakat

Penataan kampung deret yang dilakukan oleh pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta bertujuan untuk menata kawasan kampung kumuh di Ibu Kota.
Nantinya, bangunan yang sudah dibangun tersebut akan dihibahkan kepada masyarakat setempat.
"Pemberian hibah bertahap. Ini supaya masyarakat ada rasa memiliki untuk menjaga sendiri. Karena yang penting untuk menumbuhkan semangat gotong royong," kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Minggu (2/3/2014).
Peran Pemprov DKI dikatakan Jokowi, hanya mengawasi dan mendampingi. Pihaknya juga menyalurkan dana untuk pembangunan secara bertahap yakni 40 persen, 20 persen dan 20 persen. Artinya, dana pembangunan diturunkan setelah bangunan berproses.
"Kalau perencanaan dilakukan dengan musyawarah. Kemudian digambar oleh konsultan dan dikerjakan masyarakat. Dari Pemprov hanya mengawasi dan mendampingi," kata Jokowi.
Sedikitnya, tahun ini Pemprov DKI akan membangun kampung deret di 70 lokasi. Jumlah tersebut, naik tiga kali lipat dari tahun lalu yang hanya membangun di 26 lokasi saja.
Begitupun dengan minat masyarakat yang pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Jika di tahun 2013 Pemprov DKI yang mengejar masyarakat agar bersedia, namun tahun ini justru sebaliknya.
"Tahun sekarang antre semua. Karena kita bangun mudah, drainase, jalan dibangun. Hijauannya juga. Dulu rumah tidak ada sinar, jadi ada sinar. Selain rumah dan tata lingkungan. Sehat ditambah infrastruktur," kata Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo ini juga menegaskan, dalam pembangunan kampung deret tidak ada kaitannya dengan gusur-menggusur. Namun jika pemukiman tersebut berada di bantaran dan jalan inspeksi, hal itu memang harus dikerjakan.
"Penataan kampung padat dan kumuh itu ada dua, yakni kampung deret dan rusun. Kalau kampung deret, dilakukan di lahan yang status hak tanahnya tidak sengketa sehingga bisa dikerjakan," pungkasnya.

Sumber :
beritasatu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar