Senin, 09 September 2013

Jokowi Tetap Unggul Lawan Gabungan Semua Capres

Prapancha Research (PR) menyebutkan bahwa fenomena keunggulan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam berbagai survei, juga terjadi di jejaring sosial Twitter.
Dalam rentang setahun, yakni 8 September 2012 s/d 8 September 2013, terdapat tidak kurang dari 6,9 juta kicauan tentang Jokowi.
“Jumlahnya jauh di atas kandidat-kandidat kuat presiden lainnya,” kata Adi Ahdiat, Analis PR, Senin (9/9/2013).

Dijelaskan, kemunculan Jokowi dalam pentas perpolitikan belakangan ini membawa “efek kejut” yang tak bisa diabaikan.
Sosok yang sebelumnya membangun karier politiknya dengan menjadi Wali Kota Surakarta, kemudian Gubernur DKI Jakarta hingga sekarang, tak lagi sekadar sosok potensial untuk maju dalam pemilihan presiden tahun 2014 yang akan datang.
Untuk menggambarkan dominasi Jokowi dalam perbincangan Twitter, Adi membandingkan jumlah celoteh tentang Jokowi dengan nama-nama capres lain digabungkan. Hasilnya pun mengejutkan.
Sesudah dijumlahkan sekalipun, total perbincangan tentang Prabowo, Megawati, Wiranto, dan Aburizal Bakrie baru mencapai 1,3 juta. Jumlah ini tak sampai seperlima jumlah perbincangan tentang Jokowi.
Bahkan ketika ditambah dengan jumlah mention nama-nama tokoh alternatif seperti Dahlan Iskan, Mahfud MD, dan Jusuf Kalla, total celotehan baru mencapai 3,4 juta.
“Setelah semuanya dijumlahkan, nominalnya pun baru separuh dari perbincangan tentang Jokowi. Begitulah gambaran dominasi nama Jokowi di media sosial,” ucap Adi.
Dijelaskan, meledaknya popularitas Jokowi tidak lepas dari pencalonan dan kemenangannya dalam Pilkada DKI Jakarta. Perbincangan tentangnya mulai melonjak ketika pada November 2011 namanya mulai digadang-gadang sebagai kandidat DKI-1.
Citra Jokowi sebagai wali kota yang "ngewongke wong" memang sudah ada, namun cenderung mengendap dalam ingatan publik dan belum diperbincangkan.
Sesudah memenangkan kursi DKI-1, perbincangan tentang Jokowi konstan berada di bilangan tinggi.
Perbincangan tentang Jokowi rata-rata mencapai 18.000 celoteh per hari sejak 20 September 2012. Bahkan lebih tinggi dari grup band Metallica, idola Jokowi sendiri, yang hanya 11.000 pembicaraan per hari.
Menurut Adi, dengan pembicaraan tentang Sang Gubernur DKI yang sudah sedemikian marak, Jokowi tak lagi memerlukan partai selain sebatas untuk formalitas bila dirinya hendak maju di Pilpres 2014.
“Apa pun keputusan Jokowi untuk 2014, kami hanya berharap semoga beliau melakukannya demi rakyat. Sebab disadari atau tidak, apa pun yang dilakukan beliau sekarang akan sangat menentukan wajah Indonesia ke depan,” jelasnya.

Sumber :
beritasatu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar