Sabtu, 26 Januari 2013

Jokowi Akan Lanjutkan Proyek Gagasan Foke

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan mempercepat proyek gagasan mantan Gubernur  Fauzi Bowo, yakni Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI). Proyek JEDI ini merupakan upaya pengendalian banjir melalui normalisasi dan pengerukan 13 sungai di Jakarta.
"Pokoknya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 digedok, proyeknya langsung kita mulai," kata Jokowi, seusai meninjau lokasi banjir Luar Batang, Penjaringan, Jakarta, Sabtu (26/1/2013).
Jokowi mengatakan program tersebut telah diajukan dalam Rancangan APBD 2013 dan telah dijadwalkan disahkan pada 28 Januari 2013 pukul 13.00 WIB. Namun Jokowi enggan menjelaskan lebih lanjut terkait anggaran yang digelontorkan oleh Pemprov DKI terkait realisasi proyek tersebut.
"Mungkin Rp 1 triliun sekian. Pokoknya nanti semua itu untuk menjadi pagar yang lama menjadi pagar baru di sungai dan untuk pengerukan. Kita juga pakai sistem sedot jadi lebih bersih," kata Jokowi.
Fauzi Bowo telah menggagas proyek itu sejak tahun 2008 untuk menanggulangi banjir. Realisasi proyek JEDI dilakukan secara bertahap dan dibagi dalam tujuh paket pengerjaan. Dari tujuh paket itu, tiga paket dikerjakan Pemprov DKI, dua oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan dua lainnya oleh Cipta Karya lewat bantuan dana Bank Dunia.
Pengajuan pinjaman ke Bank Dunia sebenarnya sudah sejak tahun 2008 namun karena masalah birokrasi, realisasinya baru tahun 2012 lalu. Tender proyek JEDI pun telah berjalan dengan melibatkan 14 perusahaan termasuk dari Korea, Cina, India, dan Taiwan.
Secara keseluruhan proyek JEDI meliputi 57 kelurahan di 4 wilayah DKI Jakarta, yakni di Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Proyek JEDI ini diharapkan mampu membebaskan pemukiman warga dari banjir.
Secara rinci, proyek JEDI ini juga meliputi daerah kumuh di sepanjang Kanal Banjir Barat (KBB), Pakin, Kali Besar, Jelakeng, Sunter Hulu, Krukut-Cideng dengan populasi penduduk sekitar 173.000 jiwa. Sementara itu, lumpur yang telah dikeruk akan ditiriskan, kemudian dibuang ke kawasan Ancol menggunakan truk kedap air. Sedangkan sampahnya dibuang ke TPA Bantargebang.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar