Jumat, 04 Januari 2013

Jokowi Akui Pengesahan APBD Terlambat Karena Perombakan Total

Soal teguran Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo karena keterlambatan pengesahan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2013, Jokowi mengaku keterlambatan itu karena hampir keseluruhan program yang telah direncanakan Mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo dirombak total di bawah pemerintahan Jakarta Baru.
"Gimana enggak telat lha wong baru dilantik 15 Oktober kemarin. Kalau enggak mau telat ya enggak usah dirombak," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Jumat (4/1/2013).
Alasan molornya pengesahan APBD 2013 karena dua faktor, yaitu perombakan total anggaran dan waktu pelantikan pertengahan Oktober. Menurut Jokowi yang paling terpenting saat ini adalah hubungan dan komunikasi yang baik antara pihak eksekutif dan pihak legislatif.
"Yang penting kita sudah komunikasi bolak balik dengan dewan. Agar semuanya segalanya dipercepat, perkiraan kita kalau enggak pertengahan ya akhir bulan ini rampung," katanya.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua memastikan pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013 akan disahkan pada 28 Januari 2013. Keterlambatan pengesahan APBD ini adalah untuk mengakomodir program-program yang dijalankan oleh Jokowi. "Ini untuk mengakomodir program dari gubernur, no problem lah," kata Inggard.
Menurut Inggard, dalam jangka empat hari mendatang masih dalam tahap pembahasan per komisi. Pihak legislatif, kata dia, juga terus berkoordinasi dengan eksekutif.
Sehingga Pemprov DKI Jakarta bisa menggunakan anggaran rutin, untuk kegiatan yang dijalankan pada Januari. "Eksekutif bisa memakai anggaran rutin sesuai dengan tahun sebelumnya, untuk bulan Januari," katanya.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Fadjar Panjaitan mengatakan pembahasan RAPBD DKI 2013 memasuki pembahasan di enam komisi bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait.
Pembahasan tersebut bisa memakan waktu dua sampai tiga pekan, sehingga pengesahan RAPBD DKI 2013 tidak dapat dilakukan pada Januari.
"Kalau pembahasan di komisi sudah selesai, maka RAPBD akan dikembalikan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Selanjutnya, RAPBD disusun kembali oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta dengan sudah ada nomor rekening mata anggaran. Baru dilanjutkan dengan rapat paripurna pengesahan APBD DKI Jakarta, lalu diserahkan ke Kemendagri," kata Fadjar.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi bantu kampanye Rieke

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan membantu kampanye pasangan calon Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 di wilayah perbatasan Jawa Barat dan DKI seperti Bekasi, Bogor, Karawang dan Purwakarta.

"Nantinya Pak Jokowi akan jadi Jurkam Paten (Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki) dan akan hadir beberapa kali di daerah perbatasan dengan Jakarta," kata Plt Ketua DPD Tb Hassanudin di Bandung, Jumat.

Ia menjelaskan selama Jokowi membantu pasangan Rieke-Teten berkampanye akan dibahas masalah dua provinsi yakni tentang angkutan publik dan banjir.

"Pak Jokowi akan memberikan pemaparan soal permasalahan di wilayah perbatas Jabar dan Jakarta," kata dia.

Dia juga mengatakan, Megawati Soekarnoputri turut mengisi kampanye terbuka pasangan ini di beberapa titik.


Sumber :
antaranews.com

Jokowi Tertawa Ditanya Anggaran Bocor

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi yang diduga melakukan penyalahgunaan anggaran di bidang pendidikan sebesar 33,3 persen.

Laporan ini malah disambut gembira oleh Gubernur DKI Joko Widodo. "Bagus itu. Bagus berarti harus dibenahi. He...he...he," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jumat, 4 Januari 2013.

Dengan laporan itu, kata dia, artinya pengawasan manajemen di setiap dinas mesti diperketat lagi. Namun, dia tidak memahami apa yang akan dilakukan penegak hukum terkait dengan hal tersebut.

"Ini dari sisi kami lho, eksekutif. Dari sisi aparat saya enggak tahu tindakannya. Memang kuncinya diperketat," ujarnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, akan menindak tegas jika ada oknumnya yang ketahuan menyelewengkan anggaran di dinasnya.

Sumber :
www.tempo.co

Jokowi Siap Gaet Pengembang Bangun Apartemen Murah

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ingin membangun apartemen-apartemen murah di Ibukota. Jokowi segera mengundang para pengembang merealisasikan apartemen seharga Rp 200 juta hingga 300 juta itu.

"Ya nanti secara khusus akan kita undang seluruh pengembang untuk membangun apartemen-apartemen yang murah. Jangan rusun, tapi apartemen seharga Rp 200 juta sampai Rp 300 juta," kata Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2013).

Menurut Jokowi, lokasi apartemen-apartemen murah baru akan diputuskan. Apartemen tersebut dibangun untuk hunian bagi pekerja kantoran di Jakarta.

"Tapi ini kan lokasi-lokasinya baru kita tentukan karena itu untuk keperluan staf karyawan sehingga tidak pakai mobil ke kantor. Goal-nya ke situ. Tapi yang harga Rp 200 juta sampai Rp 300 juta. Segeralah kita undang, baru diatur waktu," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan sudah ada banyak pengembang yang berminat. "Ya waktu kemarin, kita datang ke REI itu banyak. Tetapi saya nggak mau orang per orang, harus semuanya denger dong nanti hanya dipake 1-2 orang kan nggak betul," kata dia.

Ada kiat menarik pengembang? "Ya itu asal lokasinya ditentukan, dan lokasi itu secara ekonomis memang menguntungkan mereka akan masuk. Coba diberi saja lokasi yang di Marunda atau Cilincing, nggak mungkin masuk. Ini penentuan lokasi penting untuk pengembang," jawab Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menjelaskan tentang rencana pembangunan rusun di Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Pembangunan rusun tersebut masih menunggu Perda dan Pergub yang belum juga selesai.

"Nunggu Perda sama Pergubnya. Kalau sudah rampung langsung segera dilaksanakan. Kita itu memang harus menunggu payung hukum seperti itu yang menyebabkan kita kelamaan kayak monorel berapa tahun, 20 tahun. MRT 20-an tahun belum mulai-mulai," papar Jokowi.

Jokowi mengatakan rusun juga dibangun di sejumlah lokasi lain seperti di Cilincing dan Daan Mogot. "Ada yang kita bangun sendiri, ada yang dibangun Kemenpera. Ada tapi lupa saya, yang jelas banyak," kata dia.

Ketika ditanya ada atau tidak rencana ke Kemenpera, Jokowi menjawab hal itu dilakukan apabila lokasi rusun telah jelas.

"Kita harus pastikan dulu lokasi-lokasinya mana yang harus dibangun DKI, mana yang harus dibangun Kemenpera biar jelas. Karena di Kemenpera programnya bagus-bagus dan jelas," kata Jokowi.

Sumber :
news.detik.com

Jokowi Bangun Pusat Kendali Jakarta di Rumah Dinas

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan membangun pusat kendali untuk memantau seluruh kegiatan jajarannya dari rumah dinasnya di Jalan Surapati Nomor 7, Jakarta Pusat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan rencana ini setelah Joko Widodo memanggilnya ke ruang kerja Gubernur di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat, 4 Januari 2013.

"Tadi kami bahas soal IT, karena sudah dipasang fiber optik di rumah dinas beliau, jadi, kan, bisa cepat monitor gambar," ujar Ahok--begitu Basuki biasa disapa. Ia menyebutkan, di setiap gedung pemerintah Jakarta sekarang sudah dipasang CCTV. Dengan demikian, Jokowi--sapaan Joko Widodo--bisa cepat bertindak begitu melihat persoalan.

"Begitu lihat satu kondisi bisa langsung kasih perintah ke lurah atau camat," kata Ahok. Selain itu, Jokowi dapat memantau tugas apa saja yang sudah dan belum selesai oleh jajarannya. "Nanti di komputer rumah dinas akan ada rapornya, bisa keluar kode, ada deadline untuk setiap tugasnya," kata Ahok. Semua perkembangan itu juga bisa dilihat publik via website Jakarta.go.id.


Sejak awal masa pemerintahannya, Jokowi dan Ahok memang berencana memantau kerja birokrasi melalui kamera CCTV. Pemasangan CCTV di Jakarta akan dilakukan sampai ke semua kantor kelurahan, puskesmas, dan kecamatan. Dengan kamera yang terus-menerus merekam tindakan pegawai Ibu Kota, diharapkan penyelewengan bisa dikurangi dan kualitas pelayanan publik meningkat.

Ahok mengakui saat ini kinerja birokrasi Jakarta masih buruk. "Saya pernah dikirimi foto lurah yang ke kantor enggak pake seragam, ada juga PNS-PNS yang enggak ke kantor," katanya.

Sumber :
www.tempo.co

Jokowi Dapat 'Wangsit' Setelah Muterin Monas

Sebelum Salat Jumat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo jalan-jalan ke lapangan Monumen Nasional dan mengelilinginya. Di sana dia mendapatkan 'wangsit' alias ide untuk memeriahkan HUT DKI Jakarta pada Juni tahun ini.

"Kita coba nanti Juni mungkin ada tiga event yang kita gelar. Semua event internasional," ujar Jokowi kepada wartawan yang mencegatnya di Balaikota, DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/1/2013).

Menurutnya lapangan Monas adalah lokasi ideal untuk penyelenggaraan kegiatan yang dihadiri banyak orang. Hampir semua fasilitas yang dibutuhkan ada, seperti lapangan parkir yang luas dan mudah bagi warga untuk mendatanginya.

"Nanti dibuatkan lighting yang bagus. Buat karnaval muterin Monas juga sudah bagus," imbuh Jokowi.

Selain karnaval, event yang dia maksud adalah perupa panggung untuk menampilkan kesenian tradisional dan etnis. Menurut dia kegiatan sosial dan kebudayaan sangat dibutuhkan oleh warga Jakarta.

"Kita mau membangun budaya, memperkuat kebudayaan. Bukan hanya ekonomi tapi juga sosial agar jangan sampai Jakarta kehidupannya penuh hedonisme. Masalah besar Jakarta adalah mentalitas. Nanti sama-sama kita benahi," papar Jokowi.

Jokowi pergi meninjau lapangan Monas tidak berapa lama setelah salat Jumat di masjid Balaikota usai. Dia berkeliling lapangan Monas dengan mengendarai mobil dinasnya.

Sumber :
news.detik.com

Disebut DKI Terkorup oleh PPATK, Jokowi Senang

Riset Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan Provinsi DKI Jakarta rawan akan korupsi. Anggaran pendidikan di Ibu Kota pun paling banyak dikorupsi dibandingkan dengan wilayah lainnya. Mendapatkan predikat tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengapresiasi temuan tersebut.

"Ya bagus itu. Kalau bagus, berarti harus dibenahi hehe," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Jumat (4/1/2013).
Pembenahan tersebut, kata Jokowi, mulai dari memperketat manajemen kontrol sisi eksekutifnya. "Dari sisi aparat, saya enggak tahu tindakannya. Dari sisi kami manajemen kontrol, manajemen pengawasan harus diperkuat, memang kuncinya di situ," ujarnya.
Dengan adanya pelaporan tersebut, Jokowi pun mempersilakan kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut dan menuntaskan permasalahan tersebut. "Ya, kalau memang tuntas, ya itu dituntaskan kalau memang ada. Silakan. Siapa pun, dari aparat mana pun, kami ingin semuanya diperbaiki. Kami kan juga baru memulai," kata Jokowi.
Sekadar informasi, dalam kajian periode Semester II tahun 2012, PPATK mendapatkan tiga provinsi yang terbanyak dilaporkan terindikasi transaksi mencurigakan terkait bidang pendidikan. Ketiga provinsi itu ialah DKI Jakarta (58,6 persen), Sumatera Utara (10,7 persen), dan Riau (7,9 persen).
Selain itu, analisis PPATK menunjukkan DKI Jakarta sebagai provinsi yang diduga melakukan penyalahgunaan anggaran di bidang pendidikan dengan jumlah 33,3 persen. Sumber dana yang disalahgunakan paling banyak bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 37 persen. Setelah itu, APBD bidang pendidikan (non-BOS/DAK) 19 persen dan dana yang bersumber dari hibah dan BOS, yakni 16 persen dan 15 persen.
Adapun modus yang dilakukan mayoritas adalah dengan menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri sebesar 27 persen, menggelapkan uang (11 persen), tidak menyelesaikan proyek (10 persen), proyek fiktif (9 persen), dan pengadaan tanpa tender (7 persen).

Sumber :
edukasi.kompas.com

Ini Alasan Biaya Deep Tunnel Jokowi Mahal

Proyek deep tunnel milik Gubernur DKI Jakarta senilai Rp 16 triliun dipastikan tidak seluruhnya memakai dana APBD Jakarta. bahkan, Pemprov DKI Jakarta ingin menggandeng eberapa investor bergabung untuk berinvestasi di proyek yang meniru terowongan SMART Malaysia.
Timbul pertanyaan, mengapa proyek deep tunnel memakan begitu banyak dana hingga Rp 16 triliun?
Hermanto Dardak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, menjelaskan alasan biaya pembangunan Deep Tunnel Jokowi mahal karena penggunaan teknologi. Menurut Hermanto, teknologi yang digunakan untuk membangun Deep Tunnel masih belum banyak digunakan. "Tunnel teknologinya relatif belum banyak digunakan, jadi itu lebih kepada teknik, tapi itu pilihan," ujar Hermanto, Jum'at (4/1/2013)
Hermanto pun paham dengan visi dan misi Jokowi membangun deep tunnel tersebut. Hermanto setuju kalau jalanan di Jabodetabek sudah terlalu penuh, jadi lebih baik dibangun jalan kebawah.
"Untuk perkotaan Jabodetabek pilihan ke bawah itu merupakan yang baik, karena sudah terlalu penuh," ungkap Hermanto Dardak
Jokowi mendapat ide tersebut dari terowongan besar yang ada di Malaysia bernama Stormwater Management and Road Tunnel (SMART).
Berdasarkan data yang dihimpun Tribunnews.com dari roadtraffic-technology, SMART dibangun pada 2003. Proyek ini merupakan proyek terowongan terpanjang di Malaysia dan menggunakan teknologi yang tinggi.
Berdiameter 13,2 meter, mencakup 9,7 km terowongan untuk banjir dan 4 km dua jalur kendaraan. Total investasi yang dihabiskan untuk mega proyek ini ialah MYR 1,887 juta atau sekitar 514 juta dollar AS.
Tujuan utama pembangunan terowongan ini adalah untuk mengatasi masalah banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Klang dan Kerayong, serta dapat mengurangi tingkat kemacetan selama jam-jam sibuk. Tapi terowongan ini hanya berlaku bagi kendaraan ringan saja.
SMART mulai beroperasi untuk kendaraan sejak 14 Mei 2007, proyek ini digagas oleh Pemerintah Malaysia. Terowongan ini mampu menampung 30.000 mobil per hari dan telah digunakan 44 kali menanggulangi banjir.
Terowongan ini dimulai dari Sungai Kampung Barembang dan berakhir di Sungai Taman Desa. Terowongan ini menanggulangi luapan air dari 2 sungai besar yang melewati pusat kota Kuala Lumpur. Kuala Lumpur diperkirakan beresiko terkena banjir besar 1 kali dalam 100 tahun sekali.
Untuk sebuah kendaraan dapat menghemat waktu jika lewat terowongan ini, dari persimpangan Jalan Istana menuju Kampung Pandan hanya 4 menit, dari waktu biasanya 15 menit.


Sumber :
jakarta.tribunnews.com

Jokowi Juga Kunjungi Warga Korban Banjir di Kedoya

Selepas meninjau Kali Sekretaris, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi korban banjir di kawasan Kedoya, Jakarta Barat. Warga menyambut gembira kedatangan Jokowi.

Jokowi yang mengenakan kemeja warna putih langsung menyusuri kawasan bantaran kali di Jalan Kedoya Raya, Pesing Koneng, RT 09, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (5/1/2013).

Jokowi melihat kondisi bantaran Kali Pesing Koneng dan proses pembuatan tanggul di kawasan langganan banjir itu. Jalanan dan pekarangan warga juga terlihat becek dan kotor.

Jokowi menunaikan salat Dzuhur di Masjid Jami Baiturrohman. Seperti kunjungan sebelumnya, Jokowi secara simbolis menyerahkan bantuan beras kepada warga sekitar. Warga menyebut dan menyambut gembira bantuan dari ayah 3 anak itu.

"Aduh senang banget dikunjungi Pak Jokowi. Di sini sering kebanjiran sampai sebetis. Jangan banjir lagi," kata seorang korban banjir, Nurmimayati (38), dengan wajah sumringah.

Sumber :
news.detik.com

Usai Sua Jokowi, Dubes Korsel Janjikan Konser Super Junior

Kedatangan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Yeong Seon di Balaikota DKI untuk bertemu dengan Gubernur Joko Widodo ternyata tidak hanya menjalin kerja sama diplomatik, tetapi juga kebudayaan. Kim Yeong Seon bahkan menjanjikan kedatangan grup K-Pop asal Korea Selatan ke Indonesia pada 9 Maret 2013.

Menurut Kim, 9 Maret merupakan perayaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan yang telah terjalin selama 40 tahun. Untuk merayakan itu, akan diramaikan dengan Konser Music Bank di Gelora Bung Karno Jakarta.

"Jadi, akan ada grup Bigbang, Super Junior, dan 2PM. Para wartawan silakan datang dan kita bisa merayakan bersama," kata Kim di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Kerja sama ini, harap Kim, bisa semakin mempererat hubungan Indonesia dengan Korea Selatan, khususnya kerja sama sister city antara Jakarta dan Seoul sebagai ibu kota dari masing-masing negara.

"Jadi, hari ini kita bisa berdiskusi tentang agenda-agenda yang bisa dikerjasamakan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Seoul. Maka, untuk lebih lanjutnya kami akan makan bersama di resto Korea dan kami akan mendiskusikan lebih dalam," kata Kim lagi.
Bahkan untuk penguatan kerja sama sister city tersebut, pada perayaan ulang tahun DKI Jakarta pada 22 Juni mendatang, pihak Korea Selatan berjanji juga akan turut meramaikan perayaan tersebut.
"Itu kan bulannya HUT DKI Jakarta, maka kami akan menyambung dan menyusun acara-acara supaya bisa merayakan bersama. Kita ingin memperlihatkan bagaimana eratnya hubungan antara DKI Jakarta bersama Korea," tutur Kim.
Secara terbuka, Kim Yeong Seon juga menyatakan kekagumannya dengan gaya leadership Jokowi. Dengan sifat kepemimpinannya tersebut, Kim meyakini Jokowi dapat membawa Jakarta sebagai global city.
"Saya percaya sekali dengan leadership-nya Pak Jokowi. Makanya, Jakarta bisa menjadi global city untuk masyarakat dunia. Maka, dalam rangka itu pula kami siap untuk menjadi mitra DKI, Pak Jokowi, dan akan mendukung terus kegiatannya," ujarnya.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Giliran Dubes Korea Selatan Sambangi Jokowi

Setelah kemarin Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi menyambangi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, hari ini, Jumat (4/1/2013), giliran Duta Besar Korea Selatan Kim Yeong Seon menyambangi Balaikota DKI untuk bertemu Jokowi.

"Lebih konkret, kami dengan Pak Dubes ingin mengonkretkan kerja sama yang sudah ditandatangani Indonesia dengan Korea," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Jumat (4/1/2013).
Ada dua fokus pembahasan pertemuan tersebut, yakni mengenai restorasi Kali Ciliwung dan kerja sama dalam bidang transportasi. Untuk kerja sama restorasi Kali Ciliwung, pihak Pemerintah Provinsi DKI ingin memberikan contoh aliran Kali Ciliwung yang mengalir dari Masjid Istiqlal hingga Pasar Baru Jakarta Pusat.
"Kami mau konsentrasi ke sana dulu. Kalau itu sudah benar dan mendapatkan respons masyarakat yang bagus, akan kami lanjutkan pada sebuah proyek yang lebih besar," kata Jokowi.
Jokowi mengakui dirinya mengagumi sungai-sungai yang berada di tengah kota Korea Selatan karena bersih dan juga dapat digunakan sebagai wisata pada malam harinya. Sungai-sungai tengah kota yang sudah bersih itu dapat dimodifikasi dengan membuat jogging track di pinggir kalinya.
"Kalau saya lihat di Korea itu kan sungai tengah kota itu kan diporselen bersih semuanya. Saya lihat sendiri, malam hari sungainya bisa dipakai buat jalan-jalan. Kenapa enggak dicontoh. Saya bolak-balik ke sana memang penanganannya bagus," ujarnya.
Untuk kerja sama dalam bidang transportasi, fokus kerja sama antara Jakarta dan Seoul (ibu kota Korea Selatan) adalah kerja sama dalam bidang kereta api, terutama kereta api dengan tujuan dari Jakarta ke Depok atau ke tempat yang lain sekitar Jakarta.
"Saya tadi sampaikan kami enggak usah terlalu banyak bicara, tetapi segera dilaksanakan karena itu juga menyangkut orang banyak," ujarnya.
Duta Besar Korea Selatan Kim Yeong Seon mengatakan, hubungan diplomasi antara Indonesia dan Korea Selatan sudah terjalin selama 40 tahun lamanya. Kerja sama tersebut, kata dia, akan dilaksanakan dalam beberapa lapisan.
"Jadi, tingkat Pemerintah DKI Jakarta dan Provinsi Seoul, terus tingkat antara masyarakat ya seperti itu. Akan dilaksanakan per layer," kata Kim.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Dubes Korsel: Jokowi Bisa Buat Jakarta Jadi Global City

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Young-Sun memuji sikap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kim meyakini, Jokowi akan mampu membawa Jakarta menjadi Global City untuk masyarakat dunia.

"Saya percaya sekali dengan leadershipnya pak Jokowi saya bisa yakin. Makanya DKI Jakarta bisa jadi Global City untuk masyarakat dunia," ungkapnya seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Lebih lanjut Kim menyatakan, Korea Selatan siap menjadi mitra bagi DKI Jakarta dengan mendukung program-program yang dirancang Jokowi. "Jadi hari ini kita bisa berdiskusi tentang agenda-agenda yang bisa dikerjasamakan antara DKI Jakarta dengan pemerintah Seoul. Maka untuk lebih lanjutnya kami akan makan bersama di resto Korea dan kami akan mendiskusikan lebih dalam. Oleh karena itu, kami mengundang semua wartawan-wartawan," katanya.

Gubernur Jokowi menjelaskan, salah satu bentuk kerjasama antara Korea Selatan dengan Jakarta antara lain restorasi kali Ciliwung dan juga dalam bidang transportasi terutama kereta api.

Sumber :
jakarta.okezone.com

Jokowi Ingin Sulap Kali Ciliwung Seperti di Korsel

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berniat merestorasi Kali Ciliwung, yang menurutnya saat ini seperti tempat pembuangan sampah.
Jokowi ingin melakukan restorasi Kali Ciliwung, lantaran melihat kali yang melintas di Korea Selatan (Korsel), yang disulap menjadi tempat rekreasi kota.
"Kalau yang saya lihat di Korea, sungai tengah kota itu kan diporselin bersih semuanya. Saya lihat sendiri. Malam hari sungainya bisa dipakai buat jalan-jalan. Kenapa enggak dicontoh?" ucap Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (4/1/2013).
Karena kota-kota di Korsel tertata api, Jokowi mengaku sudah pernah bolak-balik ke Negeri Ginseng.
Jokowi mengaku takjub melihat kali yang besar, yang dipinggirnya dipasang kayu untuk dibuat jogging track.
"Bagus sekali, kenapa enggak? Saya bolak-balik ke sana, memang penanganannya bagus," ungkap Jokowi.
Jokowi menuturkan, restorasi yang akan ia lakukan berawal dari aliran Kali Ciliwung yang melintas di Masjid Istiqlal sampai Pasar Baru.
"Nanti Kali Ciliwung direstorasi, tapi yang mengalir di Masjid Istiqlal sampai Pasar Baru dulu. Kami mau konsen ke sana dulu. Kalau itu sudah benar, bagus, respons masyarakat baik, kami akan lanjutkan pada sebuah proyek yang lebih besar," papar Jokowi.
Jokowi menambahkan, pelaksanaan restorasi awal Kali Ciliwung akan dilakukan pada April mendatang.
"Nanti kami lihat dulu, baru diperpanjang, baru diperbesar. Kami mau konkrit, jangan hal yang absurd," ujar Jokowi.

Sumber :
jakarta.tribunnews.com

Restorasi Kali Ciliwung, Jokowi Gandeng Korea Selatan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan menggandeng pemerintah Korea Selatan untuk merestorasi kali Ciliwung.

Hal itu disampaikannya usai melakukan pertemuan tertutup dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Young-Sun di kantornya Balai Kota Jakarta, Jumat (4/1/2013).

"Lebih konkret kita dengan dubes ingin mengkonkritkan kerjasama yang sudah ditandatangani Indonesia dengan Korea. Kami sudah bicara, yang pertama tadi mengenai restorasi Kali Ciliwung tetapi kita ingin beri contoh dulu dari masjid Istiqlal sampai Pasar Baru. Kita mau konsentrasi ke sana dulu," ungkap Jokowi.

Jika proyek tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, kata Jokowi, dirinya akan menjalin kerjasama untuk menjalankan program yang lebih besar lain. "Kalau itu sudah benar, dan respons masyarakat baik, kami akan lanjutkan pada sebuah proyek yang lebih besar," ujarnya.

Selain restorasi kali Ciliwung, kata Jokowi, Pemprov DKI dan Korea Selatan juga akan menjalin kerjasama di bidang transportasi. 

"Nanti juga bidang transportasi, terutama kereta api yang dari Jakarta ke Depok atau ke tempat yang lain di sekitar Jakarta. Saya tadi sampaikan kita enggak usah terlalu banyak bicara tapi segera dilaksanakan, karena itu juga menyangkut orang yang banyak," tegasnya.

Sumber :
jakarta.okezone.com

Kamis, 03 Januari 2013

Masih Ada Bawahan Jokowi yang Ogah-ogahan Ikuti Imbauan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam kunjungannya ke Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2012), meminta para camat dan lurah untuk memperhatikan keindahan kota. Jokowi berharap taman-taman kota, lokasi pembuangan sampah liar, dan coretan-coretan di dinding ruang publik menjadi perhatian aparat lokal.
Imbauan Gubernur sudah diperhatikan para pejabat terkait, terutama yang lokasinya disebut secara langsung oleh Jokowi. Namun, arahan tersebut seolah-olah tak menjadi perhatian camat dan lurah yang tidak disinggung langsung.
Beberapa lokasi yang disebut langsung Jokowi, di antaranya kolong Flyover Saharjo, Tebet, sekitar terowongan Casablanca, dan taman kota di dekat Stasiun Manggarai. Saat didatangi Kompas.com, Kamis (3/1/2013), kolong flyover Saharjo terlihat bersih.
Coretan-coretan di dinding tiang fondasi flyover telah dicat kembali. "Belum lama dicat sama Satpol PP," kata Wardi, penjual makanan yang di lokasi tersebut.
Taman kota di kolong flyover pun terlihat bersih. Lokasi tempat pembuangan sampah umum pada sisi timur dalam kondisi cukup bersih. Sementara itu, lokasi pembuangan sampah di kolong barat terlihat telah bersih.
"Sekarang setiap jam 10 sampahnya diangkut mobil sampah, paling lambat jam 11. Habis itu sekitarnya langsung dibersihkan sama petugas. Kalau dulu bisa numpuk sampai sore," ujar Wardi.
Demikian pula di sekitar terowongan Casablanca. Coretan-coretan telah ditutupi cat oleh petugas. Hal sama terlihat di kawasan Manggarai. Meskipun taman kota belum terawat, kandang ayam dan tumpukan gerobak yang disinggung Jokowi tak terlihat lagi.
Para pemulung yang mengisi taman masih terlihat tinggal di sepanjang tembok pembatas. Ada enam pondokan berpenutup terpal dan plastik di lokasi itu. Imbauan tersebut tentu tidak dibatasi Jokowi pada lokasi-lokasi yang telah dilihatnya.
Sayangnya, aparat yang tidak disinggung terkesan tidak responsif. Hal itu terlihat di Jalan Pertanian III Pasar Minggu, Jaksel. Pada pagar tembok Kantor Pertanian sepanjang hampir 100 meter itu terdapat banyak coretan tak jelas.
Padahal, jalan tersebut ramai dilalui kendaraan umum karena menjadi jalur alternatif dari arah Lenteng Agung-Rawa Bambu agar tidak melintas pasar. "Biasa, kelakuan anak SMA," kata Sobirin, pengojek yang berpangkalan di ujung Jalan Pertanian III.
Jokowi sudah mewanti-wanti bawahannya agar imbauan tersebut diperhatikan secara serius. "Taruhannya jabatan," kata Jokowi.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Dubes Palestina Temui Jokowi Bahas Kerjasama

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N. Mehdawi menemui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas kerja sama yang dapat dilakukan oleh kedua belah pihak.

"Kunjungan ini bertujuan mendiskusikan kerja sama pada masa depan antara Palestina dan Indonesia yang tentunya melibatkan kota-kota dan pemerintahan daerah," kata Mehdawi usai bertemu dengan Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (3/12).

Mehdawi mengungkapkan, pada tahun 2007, Jakarta dan Yerusalem pernah menandatangani perjanjian kerja sama. "Karena pada waktu itu masih berupa nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), kali ini bentuk kerja sama tersebut ingin kita konkretkan. Lagi pula, Jakarta dan Yerusalem adalah sister cities," ujar Mehdawi.

Menurut Mehdawi, sebanyak 500 orang Palestina akan datang ke Indonesia, termasuk Jakarta, dalam rangka pelatihan "capacity building", khususnya dalam bidang pemadaman kebakaran.

"Kami berterima kasih karena sudah mengizinkan kami untuk mengadakan dua program pelatihan dalam dua tahun terakhir. Selanjutnya, kami berharap dapat bekerja sama dalam bidang yang lebih luas lagi," tutur Mehdawi.

Sementara itu, Jokowi menambahkan bentuk kerja sama tersebut akan dikonkretkan dengan cara melalukan pertukaran staf pemerintahan antara Jakarta dan Jerusalem.

"Jadi, nanti kita akan kirim perwakilan ke sana (Palestina) untuk mempelajari banyak hal, misalnya tata kota, pekerjaan umum, dan lain-lain. Begitu juga sebaliknya, nanti Palestina akan mengirimkan perwakilannya ke sini, ke Jakarta," ungkap Jokowi.

Serupa dengan Mehdawi, Jokowi juga berharap agar keduanya segera mengonkretkan bentuk kerja sama yang sudah direncanakan sehingga dapat saling memajukan pemerintahan satu sama lain.

Sumber :
republika.co.id

Jokowi: Saya Mau Lihat Sopir Bandel Tak Pakai Seragam

Kawasan Terminal Senen tiba-tiba dihebohkan dengan kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Warga pun langsung menyerbu mantan Wali Kota Solo tersebut.

Tentu saja, seperti biasa, Jokowi bersalaman dengan warga itu. Dia tampak didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono.

"Saya mau lihat sopir angkot ada yang bandel enggak pakai seragam, ada yang sopir tembak. Bus-bus yang jelek juga harus diganti," kata Jokowi, Kamis (3/1/2013).

Dalam kunjungan singkatnya ini, Jokowi menyempatkan diri melihat dan mencermati langsung ban dan mesin bus Kopami 12 jurusan Grogol-Kalideres yang terletak di bawah tempat duduk sopir. Dia tidak peduli meski hujan sempat turun.

Walaupun hujan turun di kawasan Terminal Senen, Jokowi juga sempat menyuruh seorang sopir yang tidak memakai seragam untuk mengenakannya. Bahkan, dia terlihat memakaikan kartu identitas yang terletak di dada sopir tersebut.

"Itu jangan didobel-dobel dong seragamnya. Nanti kepanasan dibuka lagi," ujar Jokowi kepada sopir itu.

Jokowi menilai, masih banyak yang harus diperbaiki di Terminal Senen ini, khususnya para sopir yang diwajibkan mengenakan seragam.

"Ya, nanti, satu-satu. Saya mau konsentrasi di sopir sama di kendaraan dulu. Oleh karena itu, ada razia-razia seperti ini sehingga jelas," ujar Jokowi.

Setelah sekitar 20 menit melihat-lihat Terminal Senen, Jokowi langsung bergegas menuju mobilnya dan pergi.

"Mau ke mana? Oh, itu rahasia," ujar Jokowi sambil tersenyum.

Sementara itu, Sunardi MS, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, mengatakan, penindakan ini akan dilakukan setiap hari. Para sopir bus yang tidak memakai seragam ataupun mengendarai bus yang tak layak jalan akan diberikan sanksi.

"Semua pengemudi harus tertib. Lengkap dengan surat dan seragam. Sanksi tilang BAP untuk yang tak pakai seragam dan untuk kendaraan tak layak jalan akan dikandangin. Di Jakpus lebih dari 50 pelanggaran di Terminal Senen dan jalanan Jakarta Pusat. Lima kendaraan dikandangin," kata Sunardi.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Sidak ke Terminal Senen, Jokowi Pergoki Sopir Tembak

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke terminal Pasar Senen, Jakarta Pusat. Sidak tersebut, terkait dengan kelengkapan seragam sopir.

Jokowi tiba di lokasi dengan di dampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, sekira pukul 15.00 WIB. Dalam sidaknya, Jokowi menyempatkan diri untuk naik beberapa angkutan umum. Selain itu, Jokowi juga sempat berdialog dengan sopir angkutan umum.

"Nah seperti ini bagus, lengkap pakaiannya, kartu-kartunya, seragamnya lengkap semua, bagus seperti ini," ujar Jokowi kepada salah seorang sopir metromini di terminal Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2013).

Namun, orang nomor satu di Jakarta ini juga menemukan seorang sopir tembak yang mengendarai mikrolet.  "Ini kenapa kok pakai bajunya didobel- dobel, surat- suratnya mana? Kamu sopir apa? Asli bukan?," tanya Jokowi.

Dapat pertanyaan Gubernur, sang sopir pun menjawab dengan terbata-bata, "Bukan Pak, saya sopir tembak," ujarnya sambil tersenyum.

Mendapat jawaban itu, Jokowi lantas terdiam dan hanya menggelengkan kepalanya. Hanya Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengancam sopir tersebut. "Ini bakal kena sanksi, mobilnya akan dikandangin," kata Pristono.

Ditegur Mendagri, Jokowi "Salahkan" DPRD

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menegur Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Mendagri meminta kedua kepala daerah tingkat provinsi itu segera menyelesaikan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2013 bersama DPRD DKI dan DPRD Aceh.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyalahkan DPRD DKI atas keterlambatan pengesahan APBD DKI 2013. "Ya, gimana memang nyatanya terlambat hehe...," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Kamis (3/1/2012).

Jokowi mengatakan, jika RAPBD itu hanya perlu proses di tangannya, akan lebih cepat rampung. Namun, karena proses perampungan itu tidak hanya dilakukan oleh pihak eksekutif, pengesahan APBD 2013 molor.

"Kalau yang kerja saya sendiri, ya saya percepat, tapi karena banyak pertanyaan dari dewan, jadi pembahasannya makan waktu yang cukup panjang. Apa dipikir kita ini kerja hanya siang? Siang-malam untuk dirampungkan," kata Jokowi.

Jokowi pun menargetkan pertengahan Januari ini APBD 2013 telah disahkan. Selain itu, Jokowi juga memaparkan berbagai kendala yang menyebabkan molornya pengesahan APBD 2013 tersebut.

"Ya, biasa ada yang belum sinkron, ada yang perlu diperbaiki, yang perlu jelas ya dijelaskan, ada yang perlu ditanyakan, ya kita jawab. Kira-kira itu," katanya.

Jokowi juga menampik adanya pembahasan yang alot antara pihak Pemprov DKI dan pihak legislatif, yaitu DPRD DKI. Namun, masih banyaknya penjelasan-penjelasan yang dirasa perlu untuk memperjelas rancangan program-program tersebut yang membuat molornya pengesahan APBD 2013.

"Enggak ada alot-alotan sebetulnya, tetapi memang perlu banyak yang harus dijelaskan. Ini sudah pembahasan kok, tinggal seminggu inilah. Semoga sudah rampung," kata Jokowi.

Ia pun memaparkan masih sangat banyak program yang dirasa masih kurang jelas oleh pihak legislatif yang perlu dijelaskan oleh pihak eksekutif, mulai dari pembelian bus, jalan layang untuk elevated bus Ciledug, penataan kampung, dan juga Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Ada juga meskipun sudah dijalankan, KJS masih ditanyakan juga. Tinggal ini perlu dijelaskan lagi," ujar Jokowi.

Terhadap teguran Mendagri Gamawan Fauzi, dia tidak akan memberikan penjelasan langsung ke Mendagri. Sebab, permasalahan keterlambatan pengesahan APBD DKI 2013 merupakan urusan eksekutif dan legislatif.

"Tidak perlulah, ini hanya perlu diselesaikan di sini dulu. Kita menyelesaikan dengan dewan. Ini hanya masalah eksekutif dan legislatif. Lagi pula yang dulu, pengesahannya sampai Maret. Ini baru Januari sudah rampung nanti dan seharusnya sudah bisa digunakan," tuturnya.

Saat itu, DPRD DKI mengesahkan RAPBD DKI Tahun Anggaran 2008, yang merupakan APBD pertama yang disusun oleh mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo, pada tanggal 19 Januari 2008, dengan anggaran sebesar Rp 20,5 triliun. Untuk pengajuan APBD DKI 2013 mencapai Rp 46.859.484.166.000. Alokasi belanja terbesar DKI ada pada bidang pendidikan yang mencapai 29,7 persen, atau sebesar Rp 12,6 triliun.

Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan menegaskan pihaknya tidak ingin memperlama pengesahan APBD DKI 2013, tetapi banyak program Pemprov DKI dalam RAPBD DKI 2013 perlu dikritisi lagi supaya tidak melanggar aturan yang sudah ada.

"Kita bukan ingin memperlambat. Kami dukung semua program Gubernur. Tetapi, semua kegiatan dalam APBD DKI 2013 harus sesuai aturan. Lagi pula kami juga masih menunggu Gubernur menyerahkan Raperda RPJMD 2012-2017 yang menjadi acuan untuk menyusun APBD DKI," kata Ferrial.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi: Terowongan Raksasa Rampung 4 Tahun

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, menargetkan pembangunan terowongan multiguna yang membentang dari Jalan MT. Haryono sampai Pluit rampung dalam waktu empat tahun.

"Ini akan rampung kurang lebih 4 tahun, bisa kurangnya satu tahun, lebihnya bisa dua tahun, tergantung proses legalnya," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 3 Januari 2013.

Menurutnya, terowongan raksasa itu akan dibor dengan kedalaman 40 meter. "Diameternya 17 meter, terdiri tiga tingkat, dua tingkat untuk jalan, satunya untuk air. Ketika musim hujan salurannya difungsikan untuk air," ucap dia.

Selain dapat digunakan sebagi jalan tol dan menampung air, terowongan ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat kabel listrik, kabel telepon dan saluran pembuangan limbah.

"Ini untuk mengalirkan air, keperluan transportasi kendaraan atau utilitas PLN, gas dan telepon. Pokoknya multiguna," ujarnya.

Ia berharap legalitas proyek yang menelan biaya Rp16 triliun itu dapat berjalan dengan lancar. "Payung hukumnya masih harus dibicarakan di biro hukum dewan, mungkin agak lama," ucap mantan wali kota Solo itu.

Mengenai sumber pendanaannya, Jokowi optimistis banyak pihak swasta yang akan mengantre untuk membiayai pembangunan megaproyek tersebut. Sehingga seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh investor tanpa harus membebani APBD DKI.

"Tapi kalau swasta tawar 70:30 kami hitung- hitung lagi, kan investornya juga belum ketemu. Kalaupun pemerintah pusat mau bantu ya jelas kami juga mau dong," kata dia.

Proyek ini terinspirasi oleh smart tunnel di Malaysia. Negeri jiran tersebut telah membangun terowongan untuk mengatasi banjir di Kota Kuala Lumpur sejak 2003. Laman roadtraffic-technology menulis, untuk membangun terowongan sepanjang 9,7 kilometer dengan jalan tol 4 kilometer di dalamnya, Malaysia menghabiskan dana sebesar RM1.889 juta atau sekitar Rp6,06 triliun.

Namun, besaran biaya tersebut tentunya tidak bisa serta merta dibandingkan. Kondisi antara Kuala Lumpur dan Jakarta tentunya tidak sama, baik masalah harga tanah yang harus dibebaskan maupun pekerjaan proyeknya. Apalagi, Malaysia membangun smart tunnel itu mulai tahun 2003 hingga 2007.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengatakan rencana pembangunan terowongan di Jakarta ini bukan barang baru. Wacana itu telah dikeluarkan Pemerintahan DKI Jakarta pada era Gubernur Sutiyoso. Saat itu, Pemprov DKI menggandeng konsultan dari Belanda.

Saat itu, studi banding juga telah dilakukan ke Malaysia. Pada akhirnya Dinas PU menarik kesimpulan proyek tersebut tidak layak secara ekonomis dan teknis. Tapi Djoko mengaku keputusan tersebut mungkin bisa berubah. Asal dilakukan penelitian yang didukung para ahli.

Sumber :
metro.news.viva.co.id

JOKOWI: DEEP TUNNEL Bukan Wangsit Dari Gorong-gorong

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengatakan pembangunan deep tunnel untuk mengatasi banjir di Jakarta sepanjang jalur MT Haryono hingga Pluit bukanlah wangsit dari hasil inspeksinya di gorong-gorong Bundaran Hotel Indonesia pada 26 Desember 2012 lalu.
“Bukan dari wangsit gorong-gorong,” kata pria yang akrab disapa Jokowi saat memberikan paparan mengenai TMF di Ruang TPUT, Balaikota DKI Jakarta, Kamis (3/1).
Menurut mantan Walikota Solo itu, rencana pembangunan TMF ini sudah ada sejak jaman Gubernur Sutiyoso pada 2007, sehingga pelaksanaannya sekarang sudah mengikuti cetak yang ada.
“Kami itu melaksanakan dari perencanaan yang ada,” kata Jokowi. Sementara itu, Jokowi memaparkan bahwa TMF yang akan dibuat di Indonesia memiliki diamater kurang lebih 16 meter dengan berbagai fungsi.
Fungsi yang dimaksud seperti penyaluran limbah, air bersih, kabel telepon, listrik hingga sebagai sarana jalan tol. Fungsi-fungsi tersebut, menurut Jokowi, hanya bisa menggunakan sekitar 50 persen dari total panjang lintasan sepanjang 19 km.
“Dari 19 km, yang bisa digunakan untuk yang lain itu hanya 10 km,” kata Jokowi. Rencananya, pembangunan TMF ini akan menelan biaya hingga Rp16 triliun.

Sumber :
antaranews.com

Ini Desain Terowongan Multiguna Ala Jokowi

Guna mewujudkan terowongan multiguna (deep tunnel), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak untuk mendengarkan pemaparan desain tentang terowongan multifungsi. Dalam pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Tata Ruang DKI, dan Kepala Dinas Perhubungan DKI.

"Terowongan multifungsi ini akan digunakan untuk mengalirkan kelebihan air dari Ciliwung ke Utara. Nantinya terowongan ini juga akan digunakan untuk jalur utilitas PLN, telepon," papar Kepala Dinas Tata Ruang DKI, Agus Subardono, di Balaikota, Jakarta, Kamis (3/1/2013).

Awalnya, kata Agus, saluran terowongan multifungsi ini akan dibangun di bawah kali Ciliwung ke kanal barat. "Tapi, karena Ciliwung banyak kelokan, kami pakai jalur lain, yaitu di bawah jalan raya, yaitu di bawah Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan S. Parman sampai ke Pluit," terangnya.

Sementara lokasi inlet (jalan masuk masuk terowongan) dan outlet (jalan keluar terowongan) akan ditempatkan di beberapa ruas jalan.

"Dimulai dari Carrefour MT Haryono menangkap kendaraan dari arah Dewi Sartika dan Bekasi. Inlet di daerah Gatot Subroto menangkap kendaraan dari arah Buncit dan Mampang menuju utara. Outlet sampai jembatan Tomang, sekitar Slipi Jaya. Selanjutnya, ke utara hanya digunakan sebagai saluran atau pipa air sampai Waduk Pluit," kata dia.

Terkait kedalaman deep tunnel, Gubernur DKI yang akrab disapa Jokowi ini menjelaskan akan dibangun dengan kedalaman 40 sampai 60 meter dengan bentuk tiga tingkatan.

"Tingkat pertama digunakan kendaraan dari timur ke barat, kedua untuk kendaraan dari barat dan timur. Dan ketiga untuk kabel, air, dan limbah," jelas Jokowi.


Sumber :
liputan6.com

Jokowi: Kalau Saya Kerja Sendiri APBD Bisa Saya Percepat

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mengakui adanya keterlambatan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013. Pria yang akrab disapa Jokowi inipun mendapatkan teguran dari Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

"Ya bagaimana, memang nyatanya terlambat begini. Kalau yang kerja saya sendiri ya bisa saya percepat," kata Jokowi dengan tawa khasnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/1/2013).

Jokowi menuturkan pembahasan APBD 2013, sebetulnya sudah dimulai dari pertengahan Oktober lalu, saat dia mengawali jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, dari pembahasan KUAPPAS hingga penyusunan draf RAPBD, mengalami hambatan untuk dapat memutuskan dimana DPRD DKI masih mempertanyakan beberapa program Jokowi yang dinilai kurang jelas.

"Seperti pembelian 1000 bus pada tahun ini, kesiapan jalan
layang untuk elevated busway jalur Ciledug-Blok M, dan juga penataan kampung. Soal program Kartu Jakarta Sehat juga masih ditanyakan. Tinggal seminggu ini lah. Semoga sudah rampung semua," terangnya.

Untuk diketahui, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, melayangkan surat teguran kepada Gubernur Jokowi terkait keterlambatan penetapan peraturan daerah tentang APBD 2013 yang seharusnya sudah ditetapkan pada akhir tahun lalu.

Teguran itu diberikan sebagai konsekuensi pelanggaran yang berdasar pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 58 Tahun 2005. Di dalam aturan itu diusulkan, penyelesaian APBD maksimal 30 November atau sebulan sebelum tahun anggaran berjalan. Teguran itu hanya bersifat mengingatkan saja, tidak sampai pemberian sanksi kepada Jokowi.

Sumber :
jakarta.okezone.com

Jokowi Kantongi 3 Investor Deep Tunnel

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah mengantongi 3 investor luar dan dalam negeri yang berminat membiayai proyek deep tunnel. Ia menjamin pembiayaan dilakukan transparan.

"3 (tiga investor)," kata Jokowi saat ditanya jumlah investor yang berminat membangun deep tunnel, di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2013).

Namun, Jokowi memilih merahasiakan identitas investor-investor tersebut.

"Nggak usah sebut. Ada luar (negeri), ada yang gabungan dalam (negeri). Ada yang dalam bawa teknologi luar," ujar Jokowi.

Menurut dia, pembiayaan deep tunnel dilakukan dengan sistem terbuka. "Nanti dibuka siapa yang ikut, kemudian pemaparan. Ada proses seperti itu, bukan main ditunjuk," kata sarjana kehutanan UGM ini.

Jokowi sebenarnya menginginkan pembiayaan deep tunnel diambil murni dari kantong swasta.

"Pinginnya semuanya dari swasta tapi kalau ada yang menawarkan 70:30 atau 80:20 ya," kata dia.

Bagaimana dengan studi kelayakan?" Itu nanti setiap investor pasti sudah pegang sendiri-sendiri. Mereka sudah pegang semuanya," jawab Jokowi.

Ketika ditanya mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Jokowi memastikan hal tersebut akan dipenuhi.

"Nanti kalau payung hukumnya ada, komplet semua, baru. Kajiannya sudah di Kementerian PU. Paling tidak ini sudah gamblang, perkara payung hukum, jangan tanya sampai detail seperti itu," kata suami Iriana ini.

Deep tunnel rencananya dibangun di bawah tanah Jl MT Haryono - Pluit. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan banjir di Ibukota.

Sumber :
news.detik.com

Jokowi Paparkan Megaproyek Terowongan Multifungsi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memenuhi janjinya untuk dapat memaparkan megaproyek deep tunnel atau Terowongan Multifungsi. Rencananya, megaproyek ini akan menelan biaya sebesar Rp 16 triliun. Di dalam pemaparan tersebut, selain dihadiri oleh Jokowi, dihadiri pula oleh Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sarwo Handayani, Kepala Dinas Tata Ruang DKI Agus Subardono, dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono.

Kepala Dinas Tata Ruang DKI Agus Subardono menjelaskan, megaproyek ini akan mengalirkan kelebihan air yang ada di Ciliwung ke arah Jakarta Utara. Terowongan itu disebut multifungsi karena selain dapat menyalurkan air, juga berfungsi sebagai transportasi kendaraan, jalur utilitas PLN, gas, telepon, dan sebagainya.
"Ide awalnya saluran ini di bawah Sungai Ciliwung dialirkan ke Banjir Kanal Barat (BKB). Karena di Ciliwung kelokannya banyak, deep tunnel itu harus lurus, maka mencari alternatif lokasi lain, yaitu melewati jaringan prasarana Jalan MT Haryono-Gatot Subroto-Jalan S Parman-Pluit, masuk ke waduk Pluit," kata Agus, di Balaikota Jakarta, Kamis (3/12/2012).
Terowongan Multifungsi ini, kata Agus, sepanjang 19 km. Namun, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi yang disebutkan hanya sepanjang 10 km. Untuk jalur masuk (inlet) dan jalur keluar (outlet) kendaraan ke dalam Terowongan Multifungsi, akan ditempatkan di beberapa ruas jalan.
"Dimulai dari Carrefour MT Haryono yang menangkap kendaraan dari arah Dewi Sartika dan Bekasi. Masuk di daerah Gatot Subroto menangkap kendaraan dari arah Buncit dan Mampang menuju utara. Rencana outlet (pintu keluar) sampai jembatan Tomang, sekitar Slipi Jaya. Selanjutnya, ke utara berupa saluran atau pipa air yang mengalir sampai Waduk Pluit," kata Agus.
Gubernur DKI Joko Widodo memaparkan, selain memberikan fokus kepada pembangunan megaproyek Terowongan Multifungsi, upaya pencegahan banjir juga tetap diupayakan melalui pengerukan sungai, pembuatan sumur resapan, pembuatan waduk, dan normalisasi Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Sunter. Diameter Terowongan Multifungsi itu selebar kurang lebih 16 meter. Jokowi menargetkan megaproyek tersebut dapat diselesaikan kurang lebih empat tahun.
"Ini sebuah terobosan untuk mengurangi macet dan banjir," kata Jokowi.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Tiru Korsel, Jokowi akan Bersihkan Kali Ciliwung Istiqlal-Pasar Baru

Kali Ciliwung yang melintasi Masjid Istiqlal hingga Pasar Baru akan menjadi proyek percontohan penataan kali yang akan dilakukan pada April 2013 nanti. Penataan sungai di Korea Selatan menjadi parameternya.

"Lebih konkret kita dengan Dubes (Dubes Korsel untuk RI Kim Young-sun) ingin mengkonkretkan kerjasama yang sudah ditandatangani Indonesia dengan Korea. Konsentrasinya ada dua tadi, kita sudah bicara yang pertama tadi mengenai restorasi Kali Ciliwung tetapi kita ingin beri contoh dulu dari Masjid Istiqlal sampai Pasar Baru," jelas Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi usai bertemu dengan Dubes Korsel untuk RI Kim Young-sun di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2013).

Pemprov DKI akan memfokuskan pembersihan dan penataan Kali Ciliwung di ruas Masjid Istiqlal ke Pasar Baru. Kalau proyek percontohan itu sudah benar, bagus, respons masyarakat baik, Pemprov DKI akan melanjutkan kerja sama untuk proyek yang lebih besar.

"Ini yang mau kita lihat jadi kita tinggal anu...di pelaksanaan. Mungkin April akan kita mulai. Contoh itu nanti," jelas dia.

Selain bermitra dengan Korsel, sungai-sungai di korsel menjadi parameter untuk penataan sungai di Jakarta. Kalau bisa, sungai itu bisa dilalui.

"Ya kalau yang saya lihat di Korea itu kan sungai tengah kota itu kan diporselin, bersih-bersih semuanya. Saya lihat sendiri. Malam hari sungainya bisa dipakai buat jalan-jalan. Kenapa nggak dicontoh? Kemudian kali yang besar pinggirnya bisa dikasih kayu untuk dibuat jogging track. Bagus sekali kenapa nggak? Saya bolak-balik ke sana memang penanganannya bagus," imbuhnya.

Sedangkan kerjasama Pemprov DKI dengan Korsel yang kedua, adalah transportasi, terutama kereta api.

"Terutama kereta api yang dari Jakarta ke Depok atau ke tempat yang lain di sekitar Jakarta. Saya tadi sampaikan kita nggak usah terlalu banyak bicara tapi segera dilaksanakan karena itu juga menyangkut orang yang banyak," jelas dia.

Sumber :
news.detik.com

Rhoma Irama Memuji Jokowi

Penyanyi dangdut Rhoma Irama pernah menjadi kontroversi karena memunculkan isu SARA menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta. Isu itu 'menyerang' pasangan Joko Widodo-Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, yang kini terpilih.

Apa kata Rhoma mengenai Joko Widodo setelah menjadi gubernur DKI sekarang?

"Jokowi anak bangsa terbaik," kata Rhoma Irama, yang hendak pergi ke Pekalongan, saat transit di bandara Ahamad Yani, Semarang, Rabu, 2 Januari 2013.

Rhoma menyatakan yakin Joko Widodo mampu memimpin Jakarta dengan benar. Tapi Rhoma belum mau menilai kinerja Jokowi dengan alasan belum bisa.

Rhoma percaya kinerja Jokowi akan teruji. Hasilnya, kata Rhoma, bisa dinikmati warga DKI Jakarta. "Saya yakin Jokowi pandai memimpin Jakarta," kata dia yang pernah menyatakan siap maju sebagai calon Presiden pada pemilihan umum 2014 ini.


Sumber :
www.tempo.co