Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji memprioritaskan
percepatan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Pemerintah, ujar dia, pada 2015 akan membangun jalan trans dan kereta
api di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Sumatera.
"Dari
mana uangnya? Itu urusan saya. Saya akan carikan. Bisa dari APBN,
swasta, atau gabungan swasta dan APBN," kata Presiden di Tarakan,
Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014) malam.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 15 Desember 2014
Jokowi Minta Parpol Tak Main Jegal Kalaupun Tak Satu Suara di Parlemen
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui suara partai politik di parlemen tak mesti harus sama untuk mengawasi pemerintah. Namun, juga jangan berniat menjegal setiap program pemerintah.
"Yang dibutuhkan pemerintah adalah pengawasan, check and balance, saling mengawasi dan mengimbangi. Itu yang benar. Bukan menjegal," harap Presiden, dalam arahan sebelum membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional Wilayah Kalimantan, di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (15/12/2014) malam.
"Yang dibutuhkan pemerintah adalah pengawasan, check and balance, saling mengawasi dan mengimbangi. Itu yang benar. Bukan menjegal," harap Presiden, dalam arahan sebelum membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional Wilayah Kalimantan, di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (15/12/2014) malam.
Kunjungi Nunukan Tapi Jokowi Tidak Mampir ke Perbatasan, Warga Kecewa!
Warga Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan merasa kecewa karena dalam kunjungannya ke Kabupaten Nunukan, Presiden Joko Widodo tidak mengunjungi mereka. “Memang kami tidak dipandang perlu di perbatasan Indonesia,” kata Karel Sompoton, tokoh masyarakat asal Desa Sumantipal.
Dia menyayangkan, karena Joko Widodo justru tidak mempertimbangkan OBP Sigmen Sumantipal yang kondisinya sangat riskan.
Dia menyayangkan, karena Joko Widodo justru tidak mempertimbangkan OBP Sigmen Sumantipal yang kondisinya sangat riskan.
Presiden Resmi Bentuk Badan Keamanan Laut
Bertepatan dengan peringatan Hari Nusantara 2014 yang diselenggarakan di
Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (15/12/2014), Presiden Joko Widodo
(Jokowi) secara resmi mengumumkan pembentukan Badan Keamanan Laut (Bakamla).
Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto seperti dikutip dari laman sekretaris kabinet mengatakan, pembentukan Bakamla berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut.
Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto seperti dikutip dari laman sekretaris kabinet mengatakan, pembentukan Bakamla berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut.
Terkait Kapal Ilegal, Jokowi Ingatkan Negara Lain Harus Hormati Hukum Indonesia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tidak akan mundur dalam upaya menenggelamkan kapal-kapal ilegal yang masuk di perairan Indonesia meski diprotes negara lain. Dia meminta negara lain bisa menghormati hukum yang ada di sini.
"Protes enggak apa-apa, yang penting kami harus tetap harus konsisten atas hukum positif di laut. Negara lain harus respect dengan hukum kita," ujar Jokowi seusai acara Hari Nusantara 2014 di Pulau Laut, Kabupaten Kotabesar, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014).
"Protes enggak apa-apa, yang penting kami harus tetap harus konsisten atas hukum positif di laut. Negara lain harus respect dengan hukum kita," ujar Jokowi seusai acara Hari Nusantara 2014 di Pulau Laut, Kabupaten Kotabesar, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014).
Bergaya Ngetes Nelayan, Malah Kebingungan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil empat orang nelayan dan satu orang pelajar saat memberikan sambutan di sela-sela acara Hari Nusantara 2014 di Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014). Kali ini, Jokowi menguji mereka soal pengetahuan bahari.
"Coba satu nelayan maju ke depan," kata Jokowi yang mengenakan kemeja putih.
"Coba satu nelayan maju ke depan," kata Jokowi yang mengenakan kemeja putih.
Jokowi Kunjungi Kamoung Nelayan Kalsel
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan blusukan di Kampung Nelayan yang
berlokasi di Desa Dirgahayu sekitar Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin
(15/12/2014) siang, untuk memantau kehidupan keluarga nelayan kawasan pesisir.
"Tadi ada yang minta ke saya untuk beli papan untuk jembatan.. Berapa banyak uangnya?" kata Presiden Jokowi saat blusukan tersebut.
"Tadi ada yang minta ke saya untuk beli papan untuk jembatan.. Berapa banyak uangnya?" kata Presiden Jokowi saat blusukan tersebut.
Mimpi Pemerintahan Jokowi: Indonesia Bebas Sampah! Apa Bisa?
Pemerintah mencanangkan gerakan untuk mewujudkan Indonesia Bersih
Sampah pada tahun 2020 mendatang. Salah satu upaya yang dilakukan
Presiden Joko Widodo dengan membangun 1.000 bank sampah yang tersebar di
Indonesia."Pengelolaan sampah dan sanitasi harus dipikirkan
secara bersama-sama baik perorangan maupun lembaga. Jokowi dan JK
instruksikan membangun 1.000 bank sampah di seluruh Indonesia dan
pelaksanakan Indonesia Bersih Sampah tahun 2020," ujar staf ahli Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Energi Bersih dan Terbarukan,
Sabar Ginting.
Di Hadapan Jokowi, Gubernur Kalsel Menyatakan Daerahnya Siap Jadi Poros Maritim
Gubernur Kalimantan Selatan Rudi Arifin menyatakan kesiapan daerahnya untuk menjadi poros maritim. Hal ini disampaikan Rudi karena Kalimantan Selatan berada di posisi laut yang strategis dan memiliki potensi bahari yang cukup banyak.
"Bapak Presiden, Kalimantan Selatan sudah layak menjadi poros maritim baru karena wilayahnya yang strategis dari barat ke timur dan dari utara ke selatan," kata Rudi dalam acara Hari Nusantara 2014 di Pantai Siring Laut, Pulau Laut Utara, Senin (15/12/2014).
"Bapak Presiden, Kalimantan Selatan sudah layak menjadi poros maritim baru karena wilayahnya yang strategis dari barat ke timur dan dari utara ke selatan," kata Rudi dalam acara Hari Nusantara 2014 di Pantai Siring Laut, Pulau Laut Utara, Senin (15/12/2014).
Masa depan Indonesia ada di laut, kata Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan masa depan Indonesia ada di
laut dan pemerintah akan terus melakukan aksi untuk meneguhkan
kedaulatan bahari Indonesia.
"Kita harus meyakini bahwa masa depan kita ada di laut," kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Nusantara di Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014).
"Kita harus meyakini bahwa masa depan kita ada di laut," kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Nusantara di Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014).
Demi Hamdan Zoelva, MK Membangkang Perintah Jokowi
Anggota Komisi III DPR Ahmad Basarah mengkritik sikap Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak dua anggota tim panitia seleksi hakim konstitusi bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Refly Harun dan Todung Mulya Lubis. Menurut Basarah, muncul kesan adanya kepentingan pribadi di balik penolakan tersebut.
Tiba Di Banjarmasin Lanjut ke Kota Baru
Setelah terbang selama 1 jam sekitar 40 menit dari Jakarta, Presiden Joko Widodo mendarat di Bandara Syamsuddin Noer di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014) pagi.
Meskipun seharusnya Jokowi beristirahat sejenak di ruang VIP Bandara Syamsuddin Noer, Presiden memilih untuk langsung beranjak menuju pesawat CN-295 M yang sudah menunggu tak jauh dari Pesawat Kepresidenan BBJ 2.
Meskipun seharusnya Jokowi beristirahat sejenak di ruang VIP Bandara Syamsuddin Noer, Presiden memilih untuk langsung beranjak menuju pesawat CN-295 M yang sudah menunggu tak jauh dari Pesawat Kepresidenan BBJ 2.
Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertandang ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dia menghadiri sekaligus memimpin peringatan Hari Nusantara Tingkat Nasional tahun 2014.
Pagi ini Jokowi ke Kalsel
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini dijadwalkan berangkat ke Kotabaru,
Kalimantan Selatan. Jokowi akan menghadiri puncak peringatan hari
Nusantara 2014 di kota tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)