Jumat, 04 Januari 2013

Giliran Dubes Korea Selatan Sambangi Jokowi

Setelah kemarin Duta Besar Palestina Fariz Mehdawi menyambangi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, hari ini, Jumat (4/1/2013), giliran Duta Besar Korea Selatan Kim Yeong Seon menyambangi Balaikota DKI untuk bertemu Jokowi.

"Lebih konkret, kami dengan Pak Dubes ingin mengonkretkan kerja sama yang sudah ditandatangani Indonesia dengan Korea," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Jumat (4/1/2013).
Ada dua fokus pembahasan pertemuan tersebut, yakni mengenai restorasi Kali Ciliwung dan kerja sama dalam bidang transportasi. Untuk kerja sama restorasi Kali Ciliwung, pihak Pemerintah Provinsi DKI ingin memberikan contoh aliran Kali Ciliwung yang mengalir dari Masjid Istiqlal hingga Pasar Baru Jakarta Pusat.
"Kami mau konsentrasi ke sana dulu. Kalau itu sudah benar dan mendapatkan respons masyarakat yang bagus, akan kami lanjutkan pada sebuah proyek yang lebih besar," kata Jokowi.
Jokowi mengakui dirinya mengagumi sungai-sungai yang berada di tengah kota Korea Selatan karena bersih dan juga dapat digunakan sebagai wisata pada malam harinya. Sungai-sungai tengah kota yang sudah bersih itu dapat dimodifikasi dengan membuat jogging track di pinggir kalinya.
"Kalau saya lihat di Korea itu kan sungai tengah kota itu kan diporselen bersih semuanya. Saya lihat sendiri, malam hari sungainya bisa dipakai buat jalan-jalan. Kenapa enggak dicontoh. Saya bolak-balik ke sana memang penanganannya bagus," ujarnya.
Untuk kerja sama dalam bidang transportasi, fokus kerja sama antara Jakarta dan Seoul (ibu kota Korea Selatan) adalah kerja sama dalam bidang kereta api, terutama kereta api dengan tujuan dari Jakarta ke Depok atau ke tempat yang lain sekitar Jakarta.
"Saya tadi sampaikan kami enggak usah terlalu banyak bicara, tetapi segera dilaksanakan karena itu juga menyangkut orang banyak," ujarnya.
Duta Besar Korea Selatan Kim Yeong Seon mengatakan, hubungan diplomasi antara Indonesia dan Korea Selatan sudah terjalin selama 40 tahun lamanya. Kerja sama tersebut, kata dia, akan dilaksanakan dalam beberapa lapisan.
"Jadi, tingkat Pemerintah DKI Jakarta dan Provinsi Seoul, terus tingkat antara masyarakat ya seperti itu. Akan dilaksanakan per layer," kata Kim.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar