Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam kunjungannya ke Kantor Wali
Kota Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2012), meminta para camat dan lurah
untuk memperhatikan keindahan kota. Jokowi berharap taman-taman kota,
lokasi pembuangan sampah liar, dan coretan-coretan di dinding ruang
publik menjadi perhatian aparat lokal.
Imbauan Gubernur sudah
diperhatikan para pejabat terkait, terutama yang lokasinya disebut
secara langsung oleh Jokowi. Namun, arahan tersebut seolah-olah tak
menjadi perhatian camat dan lurah yang tidak disinggung langsung.
Beberapa
lokasi yang disebut langsung Jokowi, di antaranya kolong Flyover
Saharjo, Tebet, sekitar terowongan Casablanca, dan taman kota di dekat
Stasiun Manggarai. Saat didatangi Kompas.com, Kamis (3/1/2013), kolong flyover Saharjo terlihat bersih.
Coretan-coretan di dinding tiang fondasi flyover telah dicat kembali. "Belum lama dicat sama Satpol PP," kata Wardi, penjual makanan yang di lokasi tersebut.
Taman kota di kolong flyover pun
terlihat bersih. Lokasi tempat pembuangan sampah umum pada sisi timur
dalam kondisi cukup bersih. Sementara itu, lokasi pembuangan sampah di
kolong barat terlihat telah bersih.
"Sekarang setiap jam 10
sampahnya diangkut mobil sampah, paling lambat jam 11. Habis itu
sekitarnya langsung dibersihkan sama petugas. Kalau dulu bisa numpuk sampai sore," ujar Wardi.
Demikian
pula di sekitar terowongan Casablanca. Coretan-coretan telah ditutupi
cat oleh petugas. Hal sama terlihat di kawasan Manggarai. Meskipun taman
kota belum terawat, kandang ayam dan tumpukan gerobak yang disinggung
Jokowi tak terlihat lagi.
Para pemulung yang mengisi taman masih
terlihat tinggal di sepanjang tembok pembatas. Ada enam pondokan
berpenutup terpal dan plastik di lokasi itu. Imbauan tersebut tentu
tidak dibatasi Jokowi pada lokasi-lokasi yang telah dilihatnya.
Sayangnya,
aparat yang tidak disinggung terkesan tidak responsif. Hal itu terlihat
di Jalan Pertanian III Pasar Minggu, Jaksel. Pada pagar tembok Kantor
Pertanian sepanjang hampir 100 meter itu terdapat banyak coretan tak
jelas.
Padahal, jalan tersebut ramai dilalui kendaraan umum karena
menjadi jalur alternatif dari arah Lenteng Agung-Rawa Bambu agar tidak
melintas pasar. "Biasa, kelakuan anak SMA," kata Sobirin, pengojek yang
berpangkalan di ujung Jalan Pertanian III.
Jokowi sudah
mewanti-wanti bawahannya agar imbauan tersebut diperhatikan secara
serius. "Taruhannya jabatan," kata Jokowi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Kamis, 03 Januari 2013
Dubes Palestina Temui Jokowi Bahas Kerjasama
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N. Mehdawi menemui Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas kerja sama yang dapat
dilakukan oleh kedua belah pihak.
"Kunjungan ini bertujuan mendiskusikan kerja sama pada masa depan antara Palestina dan Indonesia yang tentunya melibatkan kota-kota dan pemerintahan daerah," kata Mehdawi usai bertemu dengan Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (3/12).
Mehdawi mengungkapkan, pada tahun 2007, Jakarta dan Yerusalem pernah menandatangani perjanjian kerja sama. "Karena pada waktu itu masih berupa nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), kali ini bentuk kerja sama tersebut ingin kita konkretkan. Lagi pula, Jakarta dan Yerusalem adalah sister cities," ujar Mehdawi.
Menurut Mehdawi, sebanyak 500 orang Palestina akan datang ke Indonesia, termasuk Jakarta, dalam rangka pelatihan "capacity building", khususnya dalam bidang pemadaman kebakaran.
"Kami berterima kasih karena sudah mengizinkan kami untuk mengadakan dua program pelatihan dalam dua tahun terakhir. Selanjutnya, kami berharap dapat bekerja sama dalam bidang yang lebih luas lagi," tutur Mehdawi.
Sementara itu, Jokowi menambahkan bentuk kerja sama tersebut akan dikonkretkan dengan cara melalukan pertukaran staf pemerintahan antara Jakarta dan Jerusalem.
"Jadi, nanti kita akan kirim perwakilan ke sana (Palestina) untuk mempelajari banyak hal, misalnya tata kota, pekerjaan umum, dan lain-lain. Begitu juga sebaliknya, nanti Palestina akan mengirimkan perwakilannya ke sini, ke Jakarta," ungkap Jokowi.
Serupa dengan Mehdawi, Jokowi juga berharap agar keduanya segera mengonkretkan bentuk kerja sama yang sudah direncanakan sehingga dapat saling memajukan pemerintahan satu sama lain.
Sumber :
republika.co.id
"Kunjungan ini bertujuan mendiskusikan kerja sama pada masa depan antara Palestina dan Indonesia yang tentunya melibatkan kota-kota dan pemerintahan daerah," kata Mehdawi usai bertemu dengan Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (3/12).
Mehdawi mengungkapkan, pada tahun 2007, Jakarta dan Yerusalem pernah menandatangani perjanjian kerja sama. "Karena pada waktu itu masih berupa nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), kali ini bentuk kerja sama tersebut ingin kita konkretkan. Lagi pula, Jakarta dan Yerusalem adalah sister cities," ujar Mehdawi.
Menurut Mehdawi, sebanyak 500 orang Palestina akan datang ke Indonesia, termasuk Jakarta, dalam rangka pelatihan "capacity building", khususnya dalam bidang pemadaman kebakaran.
"Kami berterima kasih karena sudah mengizinkan kami untuk mengadakan dua program pelatihan dalam dua tahun terakhir. Selanjutnya, kami berharap dapat bekerja sama dalam bidang yang lebih luas lagi," tutur Mehdawi.
Sementara itu, Jokowi menambahkan bentuk kerja sama tersebut akan dikonkretkan dengan cara melalukan pertukaran staf pemerintahan antara Jakarta dan Jerusalem.
"Jadi, nanti kita akan kirim perwakilan ke sana (Palestina) untuk mempelajari banyak hal, misalnya tata kota, pekerjaan umum, dan lain-lain. Begitu juga sebaliknya, nanti Palestina akan mengirimkan perwakilannya ke sini, ke Jakarta," ungkap Jokowi.
Serupa dengan Mehdawi, Jokowi juga berharap agar keduanya segera mengonkretkan bentuk kerja sama yang sudah direncanakan sehingga dapat saling memajukan pemerintahan satu sama lain.
Sumber :
republika.co.id
Jokowi: Saya Mau Lihat Sopir Bandel Tak Pakai Seragam
Kawasan Terminal Senen tiba-tiba dihebohkan dengan kehadiran Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo. Warga pun langsung menyerbu mantan Wali Kota
Solo tersebut.
Tentu saja, seperti biasa, Jokowi bersalaman dengan warga itu. Dia tampak didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono.
"Saya mau lihat sopir angkot ada yang bandel enggak pakai seragam, ada yang sopir tembak. Bus-bus yang jelek juga harus diganti," kata Jokowi, Kamis (3/1/2013).
Dalam kunjungan singkatnya ini, Jokowi menyempatkan diri melihat dan mencermati langsung ban dan mesin bus Kopami 12 jurusan Grogol-Kalideres yang terletak di bawah tempat duduk sopir. Dia tidak peduli meski hujan sempat turun.
Walaupun hujan turun di kawasan Terminal Senen, Jokowi juga sempat menyuruh seorang sopir yang tidak memakai seragam untuk mengenakannya. Bahkan, dia terlihat memakaikan kartu identitas yang terletak di dada sopir tersebut.
"Itu jangan didobel-dobel dong seragamnya. Nanti kepanasan dibuka lagi," ujar Jokowi kepada sopir itu.
Jokowi menilai, masih banyak yang harus diperbaiki di Terminal Senen ini, khususnya para sopir yang diwajibkan mengenakan seragam.
"Ya, nanti, satu-satu. Saya mau konsentrasi di sopir sama di kendaraan dulu. Oleh karena itu, ada razia-razia seperti ini sehingga jelas," ujar Jokowi.
Setelah sekitar 20 menit melihat-lihat Terminal Senen, Jokowi langsung bergegas menuju mobilnya dan pergi.
"Mau ke mana? Oh, itu rahasia," ujar Jokowi sambil tersenyum.
Sementara itu, Sunardi MS, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, mengatakan, penindakan ini akan dilakukan setiap hari. Para sopir bus yang tidak memakai seragam ataupun mengendarai bus yang tak layak jalan akan diberikan sanksi.
"Semua pengemudi harus tertib. Lengkap dengan surat dan seragam. Sanksi tilang BAP untuk yang tak pakai seragam dan untuk kendaraan tak layak jalan akan dikandangin. Di Jakpus lebih dari 50 pelanggaran di Terminal Senen dan jalanan Jakarta Pusat. Lima kendaraan dikandangin," kata Sunardi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Tentu saja, seperti biasa, Jokowi bersalaman dengan warga itu. Dia tampak didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono.
"Saya mau lihat sopir angkot ada yang bandel enggak pakai seragam, ada yang sopir tembak. Bus-bus yang jelek juga harus diganti," kata Jokowi, Kamis (3/1/2013).
Dalam kunjungan singkatnya ini, Jokowi menyempatkan diri melihat dan mencermati langsung ban dan mesin bus Kopami 12 jurusan Grogol-Kalideres yang terletak di bawah tempat duduk sopir. Dia tidak peduli meski hujan sempat turun.
Walaupun hujan turun di kawasan Terminal Senen, Jokowi juga sempat menyuruh seorang sopir yang tidak memakai seragam untuk mengenakannya. Bahkan, dia terlihat memakaikan kartu identitas yang terletak di dada sopir tersebut.
"Itu jangan didobel-dobel dong seragamnya. Nanti kepanasan dibuka lagi," ujar Jokowi kepada sopir itu.
Jokowi menilai, masih banyak yang harus diperbaiki di Terminal Senen ini, khususnya para sopir yang diwajibkan mengenakan seragam.
"Ya, nanti, satu-satu. Saya mau konsentrasi di sopir sama di kendaraan dulu. Oleh karena itu, ada razia-razia seperti ini sehingga jelas," ujar Jokowi.
Setelah sekitar 20 menit melihat-lihat Terminal Senen, Jokowi langsung bergegas menuju mobilnya dan pergi.
"Mau ke mana? Oh, itu rahasia," ujar Jokowi sambil tersenyum.
Sementara itu, Sunardi MS, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, mengatakan, penindakan ini akan dilakukan setiap hari. Para sopir bus yang tidak memakai seragam ataupun mengendarai bus yang tak layak jalan akan diberikan sanksi.
"Semua pengemudi harus tertib. Lengkap dengan surat dan seragam. Sanksi tilang BAP untuk yang tak pakai seragam dan untuk kendaraan tak layak jalan akan dikandangin. Di Jakpus lebih dari 50 pelanggaran di Terminal Senen dan jalanan Jakarta Pusat. Lima kendaraan dikandangin," kata Sunardi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Sidak ke Terminal Senen, Jokowi Pergoki Sopir Tembak
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke
terminal Pasar Senen, Jakarta Pusat. Sidak tersebut, terkait dengan
kelengkapan seragam sopir.
Jokowi tiba di lokasi dengan di dampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, sekira pukul 15.00 WIB. Dalam sidaknya, Jokowi menyempatkan diri untuk naik beberapa angkutan umum. Selain itu, Jokowi juga sempat berdialog dengan sopir angkutan umum.
"Nah seperti ini bagus, lengkap pakaiannya, kartu-kartunya, seragamnya lengkap semua, bagus seperti ini," ujar Jokowi kepada salah seorang sopir metromini di terminal Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2013).
Namun, orang nomor satu di Jakarta ini juga menemukan seorang sopir tembak yang mengendarai mikrolet. "Ini kenapa kok pakai bajunya didobel- dobel, surat- suratnya mana? Kamu sopir apa? Asli bukan?," tanya Jokowi.
Dapat pertanyaan Gubernur, sang sopir pun menjawab dengan terbata-bata, "Bukan Pak, saya sopir tembak," ujarnya sambil tersenyum.
Mendapat jawaban itu, Jokowi lantas terdiam dan hanya menggelengkan kepalanya. Hanya Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengancam sopir tersebut. "Ini bakal kena sanksi, mobilnya akan dikandangin," kata Pristono.
Jokowi tiba di lokasi dengan di dampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, sekira pukul 15.00 WIB. Dalam sidaknya, Jokowi menyempatkan diri untuk naik beberapa angkutan umum. Selain itu, Jokowi juga sempat berdialog dengan sopir angkutan umum.
"Nah seperti ini bagus, lengkap pakaiannya, kartu-kartunya, seragamnya lengkap semua, bagus seperti ini," ujar Jokowi kepada salah seorang sopir metromini di terminal Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2013).
Namun, orang nomor satu di Jakarta ini juga menemukan seorang sopir tembak yang mengendarai mikrolet. "Ini kenapa kok pakai bajunya didobel- dobel, surat- suratnya mana? Kamu sopir apa? Asli bukan?," tanya Jokowi.
Dapat pertanyaan Gubernur, sang sopir pun menjawab dengan terbata-bata, "Bukan Pak, saya sopir tembak," ujarnya sambil tersenyum.
Mendapat jawaban itu, Jokowi lantas terdiam dan hanya menggelengkan kepalanya. Hanya Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengancam sopir tersebut. "Ini bakal kena sanksi, mobilnya akan dikandangin," kata Pristono.
Ditegur Mendagri, Jokowi "Salahkan" DPRD
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menegur Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Mendagri meminta kedua kepala
daerah tingkat provinsi itu segera menyelesaikan pembahasan Rancangan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2013 bersama DPRD DKI dan
DPRD Aceh.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyalahkan DPRD DKI atas keterlambatan pengesahan APBD DKI 2013. "Ya, gimana memang nyatanya terlambat hehe...," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Kamis (3/1/2012).
Jokowi mengatakan, jika RAPBD itu hanya perlu proses di tangannya, akan lebih cepat rampung. Namun, karena proses perampungan itu tidak hanya dilakukan oleh pihak eksekutif, pengesahan APBD 2013 molor.
"Kalau yang kerja saya sendiri, ya saya percepat, tapi karena banyak pertanyaan dari dewan, jadi pembahasannya makan waktu yang cukup panjang. Apa dipikir kita ini kerja hanya siang? Siang-malam untuk dirampungkan," kata Jokowi.
Jokowi pun menargetkan pertengahan Januari ini APBD 2013 telah disahkan. Selain itu, Jokowi juga memaparkan berbagai kendala yang menyebabkan molornya pengesahan APBD 2013 tersebut.
"Ya, biasa ada yang belum sinkron, ada yang perlu diperbaiki, yang perlu jelas ya dijelaskan, ada yang perlu ditanyakan, ya kita jawab. Kira-kira itu," katanya.
Jokowi juga menampik adanya pembahasan yang alot antara pihak Pemprov DKI dan pihak legislatif, yaitu DPRD DKI. Namun, masih banyaknya penjelasan-penjelasan yang dirasa perlu untuk memperjelas rancangan program-program tersebut yang membuat molornya pengesahan APBD 2013.
"Enggak ada alot-alotan sebetulnya, tetapi memang perlu banyak yang harus dijelaskan. Ini sudah pembahasan kok, tinggal seminggu inilah. Semoga sudah rampung," kata Jokowi.
Ia pun memaparkan masih sangat banyak program yang dirasa masih kurang jelas oleh pihak legislatif yang perlu dijelaskan oleh pihak eksekutif, mulai dari pembelian bus, jalan layang untuk elevated bus Ciledug, penataan kampung, dan juga Kartu Jakarta Sehat (KJS).
"Ada juga meskipun sudah dijalankan, KJS masih ditanyakan juga. Tinggal ini perlu dijelaskan lagi," ujar Jokowi.
Terhadap teguran Mendagri Gamawan Fauzi, dia tidak akan memberikan penjelasan langsung ke Mendagri. Sebab, permasalahan keterlambatan pengesahan APBD DKI 2013 merupakan urusan eksekutif dan legislatif.
"Tidak perlulah, ini hanya perlu diselesaikan di sini dulu. Kita menyelesaikan dengan dewan. Ini hanya masalah eksekutif dan legislatif. Lagi pula yang dulu, pengesahannya sampai Maret. Ini baru Januari sudah rampung nanti dan seharusnya sudah bisa digunakan," tuturnya.
Saat itu, DPRD DKI mengesahkan RAPBD DKI Tahun Anggaran 2008, yang merupakan APBD pertama yang disusun oleh mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo, pada tanggal 19 Januari 2008, dengan anggaran sebesar Rp 20,5 triliun. Untuk pengajuan APBD DKI 2013 mencapai Rp 46.859.484.166.000. Alokasi belanja terbesar DKI ada pada bidang pendidikan yang mencapai 29,7 persen, atau sebesar Rp 12,6 triliun.
Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan menegaskan pihaknya tidak ingin memperlama pengesahan APBD DKI 2013, tetapi banyak program Pemprov DKI dalam RAPBD DKI 2013 perlu dikritisi lagi supaya tidak melanggar aturan yang sudah ada.
"Kita bukan ingin memperlambat. Kami dukung semua program Gubernur. Tetapi, semua kegiatan dalam APBD DKI 2013 harus sesuai aturan. Lagi pula kami juga masih menunggu Gubernur menyerahkan Raperda RPJMD 2012-2017 yang menjadi acuan untuk menyusun APBD DKI," kata Ferrial.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyalahkan DPRD DKI atas keterlambatan pengesahan APBD DKI 2013. "Ya, gimana memang nyatanya terlambat hehe...," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Kamis (3/1/2012).
Jokowi mengatakan, jika RAPBD itu hanya perlu proses di tangannya, akan lebih cepat rampung. Namun, karena proses perampungan itu tidak hanya dilakukan oleh pihak eksekutif, pengesahan APBD 2013 molor.
"Kalau yang kerja saya sendiri, ya saya percepat, tapi karena banyak pertanyaan dari dewan, jadi pembahasannya makan waktu yang cukup panjang. Apa dipikir kita ini kerja hanya siang? Siang-malam untuk dirampungkan," kata Jokowi.
Jokowi pun menargetkan pertengahan Januari ini APBD 2013 telah disahkan. Selain itu, Jokowi juga memaparkan berbagai kendala yang menyebabkan molornya pengesahan APBD 2013 tersebut.
"Ya, biasa ada yang belum sinkron, ada yang perlu diperbaiki, yang perlu jelas ya dijelaskan, ada yang perlu ditanyakan, ya kita jawab. Kira-kira itu," katanya.
Jokowi juga menampik adanya pembahasan yang alot antara pihak Pemprov DKI dan pihak legislatif, yaitu DPRD DKI. Namun, masih banyaknya penjelasan-penjelasan yang dirasa perlu untuk memperjelas rancangan program-program tersebut yang membuat molornya pengesahan APBD 2013.
"Enggak ada alot-alotan sebetulnya, tetapi memang perlu banyak yang harus dijelaskan. Ini sudah pembahasan kok, tinggal seminggu inilah. Semoga sudah rampung," kata Jokowi.
Ia pun memaparkan masih sangat banyak program yang dirasa masih kurang jelas oleh pihak legislatif yang perlu dijelaskan oleh pihak eksekutif, mulai dari pembelian bus, jalan layang untuk elevated bus Ciledug, penataan kampung, dan juga Kartu Jakarta Sehat (KJS).
"Ada juga meskipun sudah dijalankan, KJS masih ditanyakan juga. Tinggal ini perlu dijelaskan lagi," ujar Jokowi.
Terhadap teguran Mendagri Gamawan Fauzi, dia tidak akan memberikan penjelasan langsung ke Mendagri. Sebab, permasalahan keterlambatan pengesahan APBD DKI 2013 merupakan urusan eksekutif dan legislatif.
"Tidak perlulah, ini hanya perlu diselesaikan di sini dulu. Kita menyelesaikan dengan dewan. Ini hanya masalah eksekutif dan legislatif. Lagi pula yang dulu, pengesahannya sampai Maret. Ini baru Januari sudah rampung nanti dan seharusnya sudah bisa digunakan," tuturnya.
Saat itu, DPRD DKI mengesahkan RAPBD DKI Tahun Anggaran 2008, yang merupakan APBD pertama yang disusun oleh mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo, pada tanggal 19 Januari 2008, dengan anggaran sebesar Rp 20,5 triliun. Untuk pengajuan APBD DKI 2013 mencapai Rp 46.859.484.166.000. Alokasi belanja terbesar DKI ada pada bidang pendidikan yang mencapai 29,7 persen, atau sebesar Rp 12,6 triliun.
Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan menegaskan pihaknya tidak ingin memperlama pengesahan APBD DKI 2013, tetapi banyak program Pemprov DKI dalam RAPBD DKI 2013 perlu dikritisi lagi supaya tidak melanggar aturan yang sudah ada.
"Kita bukan ingin memperlambat. Kami dukung semua program Gubernur. Tetapi, semua kegiatan dalam APBD DKI 2013 harus sesuai aturan. Lagi pula kami juga masih menunggu Gubernur menyerahkan Raperda RPJMD 2012-2017 yang menjadi acuan untuk menyusun APBD DKI," kata Ferrial.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Jokowi: Terowongan Raksasa Rampung 4 Tahun
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, menargetkan pembangunan terowongan multiguna yang membentang dari Jalan MT. Haryono sampai Pluit rampung dalam waktu empat tahun.
"Ini akan rampung kurang lebih 4 tahun, bisa kurangnya satu tahun, lebihnya bisa dua tahun, tergantung proses legalnya," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 3 Januari 2013.
Menurutnya, terowongan raksasa itu akan dibor dengan kedalaman 40 meter. "Diameternya 17 meter, terdiri tiga tingkat, dua tingkat untuk jalan, satunya untuk air. Ketika musim hujan salurannya difungsikan untuk air," ucap dia.
Selain dapat digunakan sebagi jalan tol dan menampung air, terowongan ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat kabel listrik, kabel telepon dan saluran pembuangan limbah.
"Ini untuk mengalirkan air, keperluan transportasi kendaraan atau utilitas PLN, gas dan telepon. Pokoknya multiguna," ujarnya.
Ia berharap legalitas proyek yang menelan biaya Rp16 triliun itu dapat berjalan dengan lancar. "Payung hukumnya masih harus dibicarakan di biro hukum dewan, mungkin agak lama," ucap mantan wali kota Solo itu.
Mengenai sumber pendanaannya, Jokowi optimistis banyak pihak swasta yang akan mengantre untuk membiayai pembangunan megaproyek tersebut. Sehingga seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh investor tanpa harus membebani APBD DKI.
"Tapi kalau swasta tawar 70:30 kami hitung- hitung lagi, kan investornya juga belum ketemu. Kalaupun pemerintah pusat mau bantu ya jelas kami juga mau dong," kata dia.
Proyek ini terinspirasi oleh smart tunnel di Malaysia. Negeri jiran tersebut telah membangun terowongan untuk mengatasi banjir di Kota Kuala Lumpur sejak 2003. Laman roadtraffic-technology menulis, untuk membangun terowongan sepanjang 9,7 kilometer dengan jalan tol 4 kilometer di dalamnya, Malaysia menghabiskan dana sebesar RM1.889 juta atau sekitar Rp6,06 triliun.
Namun, besaran biaya tersebut tentunya tidak bisa serta merta dibandingkan. Kondisi antara Kuala Lumpur dan Jakarta tentunya tidak sama, baik masalah harga tanah yang harus dibebaskan maupun pekerjaan proyeknya. Apalagi, Malaysia membangun smart tunnel itu mulai tahun 2003 hingga 2007.
Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengatakan rencana pembangunan terowongan di Jakarta ini bukan barang baru. Wacana itu telah dikeluarkan Pemerintahan DKI Jakarta pada era Gubernur Sutiyoso. Saat itu, Pemprov DKI menggandeng konsultan dari Belanda.
Saat itu, studi banding juga telah dilakukan ke Malaysia. Pada akhirnya Dinas PU menarik kesimpulan proyek tersebut tidak layak secara ekonomis dan teknis. Tapi Djoko mengaku keputusan tersebut mungkin bisa berubah. Asal dilakukan penelitian yang didukung para ahli.
Sumber :
metro.news.viva.co.id
"Ini akan rampung kurang lebih 4 tahun, bisa kurangnya satu tahun, lebihnya bisa dua tahun, tergantung proses legalnya," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 3 Januari 2013.
Menurutnya, terowongan raksasa itu akan dibor dengan kedalaman 40 meter. "Diameternya 17 meter, terdiri tiga tingkat, dua tingkat untuk jalan, satunya untuk air. Ketika musim hujan salurannya difungsikan untuk air," ucap dia.
Selain dapat digunakan sebagi jalan tol dan menampung air, terowongan ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat kabel listrik, kabel telepon dan saluran pembuangan limbah.
"Ini untuk mengalirkan air, keperluan transportasi kendaraan atau utilitas PLN, gas dan telepon. Pokoknya multiguna," ujarnya.
Ia berharap legalitas proyek yang menelan biaya Rp16 triliun itu dapat berjalan dengan lancar. "Payung hukumnya masih harus dibicarakan di biro hukum dewan, mungkin agak lama," ucap mantan wali kota Solo itu.
Mengenai sumber pendanaannya, Jokowi optimistis banyak pihak swasta yang akan mengantre untuk membiayai pembangunan megaproyek tersebut. Sehingga seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh investor tanpa harus membebani APBD DKI.
"Tapi kalau swasta tawar 70:30 kami hitung- hitung lagi, kan investornya juga belum ketemu. Kalaupun pemerintah pusat mau bantu ya jelas kami juga mau dong," kata dia.
Proyek ini terinspirasi oleh smart tunnel di Malaysia. Negeri jiran tersebut telah membangun terowongan untuk mengatasi banjir di Kota Kuala Lumpur sejak 2003. Laman roadtraffic-technology menulis, untuk membangun terowongan sepanjang 9,7 kilometer dengan jalan tol 4 kilometer di dalamnya, Malaysia menghabiskan dana sebesar RM1.889 juta atau sekitar Rp6,06 triliun.
Namun, besaran biaya tersebut tentunya tidak bisa serta merta dibandingkan. Kondisi antara Kuala Lumpur dan Jakarta tentunya tidak sama, baik masalah harga tanah yang harus dibebaskan maupun pekerjaan proyeknya. Apalagi, Malaysia membangun smart tunnel itu mulai tahun 2003 hingga 2007.
Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengatakan rencana pembangunan terowongan di Jakarta ini bukan barang baru. Wacana itu telah dikeluarkan Pemerintahan DKI Jakarta pada era Gubernur Sutiyoso. Saat itu, Pemprov DKI menggandeng konsultan dari Belanda.
Saat itu, studi banding juga telah dilakukan ke Malaysia. Pada akhirnya Dinas PU menarik kesimpulan proyek tersebut tidak layak secara ekonomis dan teknis. Tapi Djoko mengaku keputusan tersebut mungkin bisa berubah. Asal dilakukan penelitian yang didukung para ahli.
Sumber :
metro.news.viva.co.id
JOKOWI: DEEP TUNNEL Bukan Wangsit Dari Gorong-gorong
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengatakan pembangunan deep tunnel
untuk mengatasi banjir di Jakarta sepanjang jalur MT Haryono hingga
Pluit bukanlah wangsit dari hasil inspeksinya di gorong-gorong Bundaran
Hotel Indonesia pada 26 Desember 2012 lalu.
“Bukan dari wangsit gorong-gorong,” kata pria yang akrab disapa Jokowi saat memberikan paparan mengenai TMF di Ruang TPUT, Balaikota DKI Jakarta, Kamis (3/1).
Menurut mantan Walikota Solo itu, rencana pembangunan TMF ini sudah ada sejak jaman Gubernur Sutiyoso pada 2007, sehingga pelaksanaannya sekarang sudah mengikuti cetak yang ada.
“Kami itu melaksanakan dari perencanaan yang ada,” kata Jokowi. Sementara itu, Jokowi memaparkan bahwa TMF yang akan dibuat di Indonesia memiliki diamater kurang lebih 16 meter dengan berbagai fungsi.
Fungsi yang dimaksud seperti penyaluran limbah, air bersih, kabel telepon, listrik hingga sebagai sarana jalan tol. Fungsi-fungsi tersebut, menurut Jokowi, hanya bisa menggunakan sekitar 50 persen dari total panjang lintasan sepanjang 19 km.
“Dari 19 km, yang bisa digunakan untuk yang lain itu hanya 10 km,” kata Jokowi. Rencananya, pembangunan TMF ini akan menelan biaya hingga Rp16 triliun.
Sumber :
antaranews.com
“Bukan dari wangsit gorong-gorong,” kata pria yang akrab disapa Jokowi saat memberikan paparan mengenai TMF di Ruang TPUT, Balaikota DKI Jakarta, Kamis (3/1).
Menurut mantan Walikota Solo itu, rencana pembangunan TMF ini sudah ada sejak jaman Gubernur Sutiyoso pada 2007, sehingga pelaksanaannya sekarang sudah mengikuti cetak yang ada.
“Kami itu melaksanakan dari perencanaan yang ada,” kata Jokowi. Sementara itu, Jokowi memaparkan bahwa TMF yang akan dibuat di Indonesia memiliki diamater kurang lebih 16 meter dengan berbagai fungsi.
Fungsi yang dimaksud seperti penyaluran limbah, air bersih, kabel telepon, listrik hingga sebagai sarana jalan tol. Fungsi-fungsi tersebut, menurut Jokowi, hanya bisa menggunakan sekitar 50 persen dari total panjang lintasan sepanjang 19 km.
“Dari 19 km, yang bisa digunakan untuk yang lain itu hanya 10 km,” kata Jokowi. Rencananya, pembangunan TMF ini akan menelan biaya hingga Rp16 triliun.
Sumber :
antaranews.com
Ini Desain Terowongan Multiguna Ala Jokowi
Guna mewujudkan terowongan multiguna (deep tunnel), Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak untuk
mendengarkan pemaparan desain tentang terowongan multifungsi. Dalam
pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Dinas Tata Ruang DKI,
dan Kepala Dinas Perhubungan DKI.
"Terowongan multifungsi ini akan digunakan untuk mengalirkan kelebihan air dari Ciliwung ke Utara. Nantinya terowongan ini juga akan digunakan untuk jalur utilitas PLN, telepon," papar Kepala Dinas Tata Ruang DKI, Agus Subardono, di Balaikota, Jakarta, Kamis (3/1/2013).
Awalnya, kata Agus, saluran terowongan multifungsi ini akan dibangun di bawah kali Ciliwung ke kanal barat. "Tapi, karena Ciliwung banyak kelokan, kami pakai jalur lain, yaitu di bawah jalan raya, yaitu di bawah Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan S. Parman sampai ke Pluit," terangnya.
Sementara lokasi inlet (jalan masuk masuk terowongan) dan outlet (jalan keluar terowongan) akan ditempatkan di beberapa ruas jalan.
"Dimulai dari Carrefour MT Haryono menangkap kendaraan dari arah Dewi Sartika dan Bekasi. Inlet di daerah Gatot Subroto menangkap kendaraan dari arah Buncit dan Mampang menuju utara. Outlet sampai jembatan Tomang, sekitar Slipi Jaya. Selanjutnya, ke utara hanya digunakan sebagai saluran atau pipa air sampai Waduk Pluit," kata dia.
Terkait kedalaman deep tunnel, Gubernur DKI yang akrab disapa Jokowi ini menjelaskan akan dibangun dengan kedalaman 40 sampai 60 meter dengan bentuk tiga tingkatan.
"Tingkat pertama digunakan kendaraan dari timur ke barat, kedua untuk kendaraan dari barat dan timur. Dan ketiga untuk kabel, air, dan limbah," jelas Jokowi.
Sumber :
liputan6.com
"Terowongan multifungsi ini akan digunakan untuk mengalirkan kelebihan air dari Ciliwung ke Utara. Nantinya terowongan ini juga akan digunakan untuk jalur utilitas PLN, telepon," papar Kepala Dinas Tata Ruang DKI, Agus Subardono, di Balaikota, Jakarta, Kamis (3/1/2013).
Awalnya, kata Agus, saluran terowongan multifungsi ini akan dibangun di bawah kali Ciliwung ke kanal barat. "Tapi, karena Ciliwung banyak kelokan, kami pakai jalur lain, yaitu di bawah jalan raya, yaitu di bawah Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan S. Parman sampai ke Pluit," terangnya.
Sementara lokasi inlet (jalan masuk masuk terowongan) dan outlet (jalan keluar terowongan) akan ditempatkan di beberapa ruas jalan.
"Dimulai dari Carrefour MT Haryono menangkap kendaraan dari arah Dewi Sartika dan Bekasi. Inlet di daerah Gatot Subroto menangkap kendaraan dari arah Buncit dan Mampang menuju utara. Outlet sampai jembatan Tomang, sekitar Slipi Jaya. Selanjutnya, ke utara hanya digunakan sebagai saluran atau pipa air sampai Waduk Pluit," kata dia.
Terkait kedalaman deep tunnel, Gubernur DKI yang akrab disapa Jokowi ini menjelaskan akan dibangun dengan kedalaman 40 sampai 60 meter dengan bentuk tiga tingkatan.
"Tingkat pertama digunakan kendaraan dari timur ke barat, kedua untuk kendaraan dari barat dan timur. Dan ketiga untuk kabel, air, dan limbah," jelas Jokowi.
Sumber :
liputan6.com
Jokowi: Kalau Saya Kerja Sendiri APBD Bisa Saya Percepat
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mengakui adanya keterlambatan
pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013. Pria yang
akrab disapa Jokowi inipun mendapatkan teguran dari Menteri Dalam
Negeri Gamawan Fauzi.
"Ya bagaimana, memang nyatanya terlambat begini. Kalau yang kerja saya sendiri ya bisa saya percepat," kata Jokowi dengan tawa khasnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/1/2013).
Jokowi menuturkan pembahasan APBD 2013, sebetulnya sudah dimulai dari pertengahan Oktober lalu, saat dia mengawali jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, dari pembahasan KUAPPAS hingga penyusunan draf RAPBD, mengalami hambatan untuk dapat memutuskan dimana DPRD DKI masih mempertanyakan beberapa program Jokowi yang dinilai kurang jelas.
"Seperti pembelian 1000 bus pada tahun ini, kesiapan jalan
layang untuk elevated busway jalur Ciledug-Blok M, dan juga penataan kampung. Soal program Kartu Jakarta Sehat juga masih ditanyakan. Tinggal seminggu ini lah. Semoga sudah rampung semua," terangnya.
Untuk diketahui, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, melayangkan surat teguran kepada Gubernur Jokowi terkait keterlambatan penetapan peraturan daerah tentang APBD 2013 yang seharusnya sudah ditetapkan pada akhir tahun lalu.
Teguran itu diberikan sebagai konsekuensi pelanggaran yang berdasar pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 58 Tahun 2005. Di dalam aturan itu diusulkan, penyelesaian APBD maksimal 30 November atau sebulan sebelum tahun anggaran berjalan. Teguran itu hanya bersifat mengingatkan saja, tidak sampai pemberian sanksi kepada Jokowi.
Sumber :
jakarta.okezone.com
"Ya bagaimana, memang nyatanya terlambat begini. Kalau yang kerja saya sendiri ya bisa saya percepat," kata Jokowi dengan tawa khasnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/1/2013).
Jokowi menuturkan pembahasan APBD 2013, sebetulnya sudah dimulai dari pertengahan Oktober lalu, saat dia mengawali jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun, dari pembahasan KUAPPAS hingga penyusunan draf RAPBD, mengalami hambatan untuk dapat memutuskan dimana DPRD DKI masih mempertanyakan beberapa program Jokowi yang dinilai kurang jelas.
"Seperti pembelian 1000 bus pada tahun ini, kesiapan jalan
layang untuk elevated busway jalur Ciledug-Blok M, dan juga penataan kampung. Soal program Kartu Jakarta Sehat juga masih ditanyakan. Tinggal seminggu ini lah. Semoga sudah rampung semua," terangnya.
Untuk diketahui, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, melayangkan surat teguran kepada Gubernur Jokowi terkait keterlambatan penetapan peraturan daerah tentang APBD 2013 yang seharusnya sudah ditetapkan pada akhir tahun lalu.
Teguran itu diberikan sebagai konsekuensi pelanggaran yang berdasar pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 58 Tahun 2005. Di dalam aturan itu diusulkan, penyelesaian APBD maksimal 30 November atau sebulan sebelum tahun anggaran berjalan. Teguran itu hanya bersifat mengingatkan saja, tidak sampai pemberian sanksi kepada Jokowi.
Sumber :
jakarta.okezone.com
Jokowi Kantongi 3 Investor Deep Tunnel
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah mengantongi 3 investor
luar dan dalam negeri yang berminat membiayai proyek deep tunnel. Ia
menjamin pembiayaan dilakukan transparan.
"3 (tiga investor)," kata Jokowi saat ditanya jumlah investor yang berminat membangun deep tunnel, di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2013).
Namun, Jokowi memilih merahasiakan identitas investor-investor tersebut.
"Nggak usah sebut. Ada luar (negeri), ada yang gabungan dalam (negeri). Ada yang dalam bawa teknologi luar," ujar Jokowi.
Menurut dia, pembiayaan deep tunnel dilakukan dengan sistem terbuka. "Nanti dibuka siapa yang ikut, kemudian pemaparan. Ada proses seperti itu, bukan main ditunjuk," kata sarjana kehutanan UGM ini.
Jokowi sebenarnya menginginkan pembiayaan deep tunnel diambil murni dari kantong swasta.
"Pinginnya semuanya dari swasta tapi kalau ada yang menawarkan 70:30 atau 80:20 ya," kata dia.
Bagaimana dengan studi kelayakan?" Itu nanti setiap investor pasti sudah pegang sendiri-sendiri. Mereka sudah pegang semuanya," jawab Jokowi.
Ketika ditanya mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Jokowi memastikan hal tersebut akan dipenuhi.
"Nanti kalau payung hukumnya ada, komplet semua, baru. Kajiannya sudah di Kementerian PU. Paling tidak ini sudah gamblang, perkara payung hukum, jangan tanya sampai detail seperti itu," kata suami Iriana ini.
Deep tunnel rencananya dibangun di bawah tanah Jl MT Haryono - Pluit. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan banjir di Ibukota.
Sumber :
news.detik.com
"3 (tiga investor)," kata Jokowi saat ditanya jumlah investor yang berminat membangun deep tunnel, di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2013).
Namun, Jokowi memilih merahasiakan identitas investor-investor tersebut.
"Nggak usah sebut. Ada luar (negeri), ada yang gabungan dalam (negeri). Ada yang dalam bawa teknologi luar," ujar Jokowi.
Menurut dia, pembiayaan deep tunnel dilakukan dengan sistem terbuka. "Nanti dibuka siapa yang ikut, kemudian pemaparan. Ada proses seperti itu, bukan main ditunjuk," kata sarjana kehutanan UGM ini.
Jokowi sebenarnya menginginkan pembiayaan deep tunnel diambil murni dari kantong swasta.
"Pinginnya semuanya dari swasta tapi kalau ada yang menawarkan 70:30 atau 80:20 ya," kata dia.
Bagaimana dengan studi kelayakan?" Itu nanti setiap investor pasti sudah pegang sendiri-sendiri. Mereka sudah pegang semuanya," jawab Jokowi.
Ketika ditanya mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Jokowi memastikan hal tersebut akan dipenuhi.
"Nanti kalau payung hukumnya ada, komplet semua, baru. Kajiannya sudah di Kementerian PU. Paling tidak ini sudah gamblang, perkara payung hukum, jangan tanya sampai detail seperti itu," kata suami Iriana ini.
Deep tunnel rencananya dibangun di bawah tanah Jl MT Haryono - Pluit. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan banjir di Ibukota.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Paparkan Megaproyek Terowongan Multifungsi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memenuhi janjinya untuk dapat memaparkan megaproyek deep tunnel atau
Terowongan Multifungsi. Rencananya, megaproyek ini akan menelan biaya
sebesar Rp 16 triliun. Di dalam pemaparan tersebut, selain dihadiri oleh
Jokowi, dihadiri pula oleh Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama,
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sarwo Handayani,
Kepala Dinas Tata Ruang DKI Agus Subardono, dan Kepala Dinas Perhubungan
DKI Udar Pristono.
Kepala Dinas Tata Ruang DKI Agus Subardono menjelaskan, megaproyek ini akan mengalirkan kelebihan air yang ada di Ciliwung ke arah Jakarta Utara. Terowongan itu disebut multifungsi karena selain dapat menyalurkan air, juga berfungsi sebagai transportasi kendaraan, jalur utilitas PLN, gas, telepon, dan sebagainya.
"Ide awalnya saluran ini di bawah Sungai Ciliwung dialirkan ke Banjir Kanal Barat (BKB). Karena di Ciliwung kelokannya banyak, deep tunnel itu harus lurus, maka mencari alternatif lokasi lain, yaitu melewati jaringan prasarana Jalan MT Haryono-Gatot Subroto-Jalan S Parman-Pluit, masuk ke waduk Pluit," kata Agus, di Balaikota Jakarta, Kamis (3/12/2012).
Terowongan Multifungsi ini, kata Agus, sepanjang 19 km. Namun, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi yang disebutkan hanya sepanjang 10 km. Untuk jalur masuk (inlet) dan jalur keluar (outlet) kendaraan ke dalam Terowongan Multifungsi, akan ditempatkan di beberapa ruas jalan.
"Dimulai dari Carrefour MT Haryono yang menangkap kendaraan dari arah Dewi Sartika dan Bekasi. Masuk di daerah Gatot Subroto menangkap kendaraan dari arah Buncit dan Mampang menuju utara. Rencana outlet (pintu keluar) sampai jembatan Tomang, sekitar Slipi Jaya. Selanjutnya, ke utara berupa saluran atau pipa air yang mengalir sampai Waduk Pluit," kata Agus.
Gubernur DKI Joko Widodo memaparkan, selain memberikan fokus kepada pembangunan megaproyek Terowongan Multifungsi, upaya pencegahan banjir juga tetap diupayakan melalui pengerukan sungai, pembuatan sumur resapan, pembuatan waduk, dan normalisasi Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Sunter. Diameter Terowongan Multifungsi itu selebar kurang lebih 16 meter. Jokowi menargetkan megaproyek tersebut dapat diselesaikan kurang lebih empat tahun.
"Ini sebuah terobosan untuk mengurangi macet dan banjir," kata Jokowi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Kepala Dinas Tata Ruang DKI Agus Subardono menjelaskan, megaproyek ini akan mengalirkan kelebihan air yang ada di Ciliwung ke arah Jakarta Utara. Terowongan itu disebut multifungsi karena selain dapat menyalurkan air, juga berfungsi sebagai transportasi kendaraan, jalur utilitas PLN, gas, telepon, dan sebagainya.
"Ide awalnya saluran ini di bawah Sungai Ciliwung dialirkan ke Banjir Kanal Barat (BKB). Karena di Ciliwung kelokannya banyak, deep tunnel itu harus lurus, maka mencari alternatif lokasi lain, yaitu melewati jaringan prasarana Jalan MT Haryono-Gatot Subroto-Jalan S Parman-Pluit, masuk ke waduk Pluit," kata Agus, di Balaikota Jakarta, Kamis (3/12/2012).
Terowongan Multifungsi ini, kata Agus, sepanjang 19 km. Namun, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai fungsi yang disebutkan hanya sepanjang 10 km. Untuk jalur masuk (inlet) dan jalur keluar (outlet) kendaraan ke dalam Terowongan Multifungsi, akan ditempatkan di beberapa ruas jalan.
"Dimulai dari Carrefour MT Haryono yang menangkap kendaraan dari arah Dewi Sartika dan Bekasi. Masuk di daerah Gatot Subroto menangkap kendaraan dari arah Buncit dan Mampang menuju utara. Rencana outlet (pintu keluar) sampai jembatan Tomang, sekitar Slipi Jaya. Selanjutnya, ke utara berupa saluran atau pipa air yang mengalir sampai Waduk Pluit," kata Agus.
Gubernur DKI Joko Widodo memaparkan, selain memberikan fokus kepada pembangunan megaproyek Terowongan Multifungsi, upaya pencegahan banjir juga tetap diupayakan melalui pengerukan sungai, pembuatan sumur resapan, pembuatan waduk, dan normalisasi Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Sunter. Diameter Terowongan Multifungsi itu selebar kurang lebih 16 meter. Jokowi menargetkan megaproyek tersebut dapat diselesaikan kurang lebih empat tahun.
"Ini sebuah terobosan untuk mengurangi macet dan banjir," kata Jokowi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Tiru Korsel, Jokowi akan Bersihkan Kali Ciliwung Istiqlal-Pasar Baru
Kali Ciliwung yang melintasi Masjid Istiqlal hingga Pasar Baru akan
menjadi proyek percontohan penataan kali yang akan dilakukan pada April
2013 nanti. Penataan sungai di Korea Selatan menjadi parameternya.
"Lebih konkret kita dengan Dubes (Dubes Korsel untuk RI Kim Young-sun) ingin mengkonkretkan kerjasama yang sudah ditandatangani Indonesia dengan Korea. Konsentrasinya ada dua tadi, kita sudah bicara yang pertama tadi mengenai restorasi Kali Ciliwung tetapi kita ingin beri contoh dulu dari Masjid Istiqlal sampai Pasar Baru," jelas Jokowi.
Hal itu disampaikan Jokowi usai bertemu dengan Dubes Korsel untuk RI Kim Young-sun di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2013).
Pemprov DKI akan memfokuskan pembersihan dan penataan Kali Ciliwung di ruas Masjid Istiqlal ke Pasar Baru. Kalau proyek percontohan itu sudah benar, bagus, respons masyarakat baik, Pemprov DKI akan melanjutkan kerja sama untuk proyek yang lebih besar.
"Ini yang mau kita lihat jadi kita tinggal anu...di pelaksanaan. Mungkin April akan kita mulai. Contoh itu nanti," jelas dia.
Selain bermitra dengan Korsel, sungai-sungai di korsel menjadi parameter untuk penataan sungai di Jakarta. Kalau bisa, sungai itu bisa dilalui.
"Ya kalau yang saya lihat di Korea itu kan sungai tengah kota itu kan diporselin, bersih-bersih semuanya. Saya lihat sendiri. Malam hari sungainya bisa dipakai buat jalan-jalan. Kenapa nggak dicontoh? Kemudian kali yang besar pinggirnya bisa dikasih kayu untuk dibuat jogging track. Bagus sekali kenapa nggak? Saya bolak-balik ke sana memang penanganannya bagus," imbuhnya.
Sedangkan kerjasama Pemprov DKI dengan Korsel yang kedua, adalah transportasi, terutama kereta api.
"Terutama kereta api yang dari Jakarta ke Depok atau ke tempat yang lain di sekitar Jakarta. Saya tadi sampaikan kita nggak usah terlalu banyak bicara tapi segera dilaksanakan karena itu juga menyangkut orang yang banyak," jelas dia.
Sumber :
news.detik.com
"Lebih konkret kita dengan Dubes (Dubes Korsel untuk RI Kim Young-sun) ingin mengkonkretkan kerjasama yang sudah ditandatangani Indonesia dengan Korea. Konsentrasinya ada dua tadi, kita sudah bicara yang pertama tadi mengenai restorasi Kali Ciliwung tetapi kita ingin beri contoh dulu dari Masjid Istiqlal sampai Pasar Baru," jelas Jokowi.
Hal itu disampaikan Jokowi usai bertemu dengan Dubes Korsel untuk RI Kim Young-sun di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2013).
Pemprov DKI akan memfokuskan pembersihan dan penataan Kali Ciliwung di ruas Masjid Istiqlal ke Pasar Baru. Kalau proyek percontohan itu sudah benar, bagus, respons masyarakat baik, Pemprov DKI akan melanjutkan kerja sama untuk proyek yang lebih besar.
"Ini yang mau kita lihat jadi kita tinggal anu...di pelaksanaan. Mungkin April akan kita mulai. Contoh itu nanti," jelas dia.
Selain bermitra dengan Korsel, sungai-sungai di korsel menjadi parameter untuk penataan sungai di Jakarta. Kalau bisa, sungai itu bisa dilalui.
"Ya kalau yang saya lihat di Korea itu kan sungai tengah kota itu kan diporselin, bersih-bersih semuanya. Saya lihat sendiri. Malam hari sungainya bisa dipakai buat jalan-jalan. Kenapa nggak dicontoh? Kemudian kali yang besar pinggirnya bisa dikasih kayu untuk dibuat jogging track. Bagus sekali kenapa nggak? Saya bolak-balik ke sana memang penanganannya bagus," imbuhnya.
Sedangkan kerjasama Pemprov DKI dengan Korsel yang kedua, adalah transportasi, terutama kereta api.
"Terutama kereta api yang dari Jakarta ke Depok atau ke tempat yang lain di sekitar Jakarta. Saya tadi sampaikan kita nggak usah terlalu banyak bicara tapi segera dilaksanakan karena itu juga menyangkut orang yang banyak," jelas dia.
Sumber :
news.detik.com
Rhoma Irama Memuji Jokowi
Penyanyi dangdut Rhoma Irama pernah menjadi kontroversi karena memunculkan isu SARA menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta. Isu itu 'menyerang' pasangan Joko Widodo-Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama, yang kini terpilih.
Apa kata Rhoma mengenai Joko Widodo setelah menjadi gubernur DKI sekarang?
"Jokowi anak bangsa terbaik," kata Rhoma Irama, yang hendak pergi ke Pekalongan, saat transit di bandara Ahamad Yani, Semarang, Rabu, 2 Januari 2013.
Rhoma menyatakan yakin Joko Widodo mampu memimpin Jakarta dengan benar. Tapi Rhoma belum mau menilai kinerja Jokowi dengan alasan belum bisa.
Rhoma percaya kinerja Jokowi akan teruji. Hasilnya, kata Rhoma, bisa dinikmati warga DKI Jakarta. "Saya yakin Jokowi pandai memimpin Jakarta," kata dia yang pernah menyatakan siap maju sebagai calon Presiden pada pemilihan umum 2014 ini.
Sumber :
www.tempo.co
Apa kata Rhoma mengenai Joko Widodo setelah menjadi gubernur DKI sekarang?
"Jokowi anak bangsa terbaik," kata Rhoma Irama, yang hendak pergi ke Pekalongan, saat transit di bandara Ahamad Yani, Semarang, Rabu, 2 Januari 2013.
Rhoma menyatakan yakin Joko Widodo mampu memimpin Jakarta dengan benar. Tapi Rhoma belum mau menilai kinerja Jokowi dengan alasan belum bisa.
Rhoma percaya kinerja Jokowi akan teruji. Hasilnya, kata Rhoma, bisa dinikmati warga DKI Jakarta. "Saya yakin Jokowi pandai memimpin Jakarta," kata dia yang pernah menyatakan siap maju sebagai calon Presiden pada pemilihan umum 2014 ini.
Sumber :
www.tempo.co
Rabu, 02 Januari 2013
Jokowi Kebut Payung Hukum Deep Tunnel Bulan Ini
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan secepatnya membuat payung hukum
untuk proyek terowongan multiguna atau multipurpose deep tunnel. Dia
menargetkan payung hukum itu kelar bulan ini. "Biro Hukum akan
menyiapkan kajian hukum. Ya soal payung hukumnya deep tunnel," kata
Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu 2 Januari 2013.
Dia mengatakan proyek deep tunnel ini akan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jakarta dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). "Badan Perencanaan Pembangunan Daerah harus langsung memasukkan itu ke RDTR. Kami memang belum masukkan itu," katanya.
Sebetulnya, Jokowi diberi waktu enam bulan untuk merampungkan RPJMD. Pada Januari ini, dia mengusahakan RPJMD, dengan proyek deep tunnel masuk di dalamnya, sudah dapat diterima DPRD DKI Jakarta.
Payung hukum deep tunnel akan dikebut dalam waktu dua minggu ke depan. Ini supaya proyek segera dapat dikerjakan. Di samping itu, proyek lainnya seperti pengerukan kali dan normalisasi sungai tetap dilakukan agar antisipasi banjir di Jakarta dapat segera ditangani.
"Tapi harus ada terobosan yang lain. Jangan dipikir baru terowongan multiguba langsung semuanya pindah ke sana. Tidak seperti itu. Yang linier tetap, yang terobosan juga jalan," jelas Jokowi.
Menurut dia, proyek deep tunnel Rp 16,4 triliun itu sudah ada yang berminat untuk berinvestasi. Namun nantinya tender akan dibuka untuk siapa pun yang berminat mengerjakan proyek tersebut. "1, 2, 3 sudah. Tapi yang penting mesti dibuka tho yo, dibuka silakan siapa yang masuk," ujarnya.
Apakah investor yang berminat dari dalam atau luar negeri? Kata Jokowi, "Kalau ada tingkat RT. Kalau nggak ada tingkat RW. Kalau nggak ada lagi tingkat kota. Nggak ada lagi tingkat nasional. Nggak ada lagi ya tingkat ...he he he."
Nantinya, proyek ini juga akan mengajak kerja sama pemerintah pusat dalam hal teknis. Termasuk di dalamnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Sumber :
www.tempo.co
Dia mengatakan proyek deep tunnel ini akan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jakarta dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). "Badan Perencanaan Pembangunan Daerah harus langsung memasukkan itu ke RDTR. Kami memang belum masukkan itu," katanya.
Sebetulnya, Jokowi diberi waktu enam bulan untuk merampungkan RPJMD. Pada Januari ini, dia mengusahakan RPJMD, dengan proyek deep tunnel masuk di dalamnya, sudah dapat diterima DPRD DKI Jakarta.
Payung hukum deep tunnel akan dikebut dalam waktu dua minggu ke depan. Ini supaya proyek segera dapat dikerjakan. Di samping itu, proyek lainnya seperti pengerukan kali dan normalisasi sungai tetap dilakukan agar antisipasi banjir di Jakarta dapat segera ditangani.
"Tapi harus ada terobosan yang lain. Jangan dipikir baru terowongan multiguba langsung semuanya pindah ke sana. Tidak seperti itu. Yang linier tetap, yang terobosan juga jalan," jelas Jokowi.
Menurut dia, proyek deep tunnel Rp 16,4 triliun itu sudah ada yang berminat untuk berinvestasi. Namun nantinya tender akan dibuka untuk siapa pun yang berminat mengerjakan proyek tersebut. "1, 2, 3 sudah. Tapi yang penting mesti dibuka tho yo, dibuka silakan siapa yang masuk," ujarnya.
Apakah investor yang berminat dari dalam atau luar negeri? Kata Jokowi, "Kalau ada tingkat RT. Kalau nggak ada tingkat RW. Kalau nggak ada lagi tingkat kota. Nggak ada lagi tingkat nasional. Nggak ada lagi ya tingkat ...he he he."
Nantinya, proyek ini juga akan mengajak kerja sama pemerintah pusat dalam hal teknis. Termasuk di dalamnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Sumber :
www.tempo.co
Jokowi akan Revitaliasi Kota Tua Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yakin bahwa dengan
merevitalisasi warisan sejarah Museum Fatahillah atau dikenal Kota Tua,
maka akan banyak pengunjung yang berdatangan.
Jokowi malah mengatakan tidak bisa berjualan bagi yang menganggap Kota Tua tidak menarik meski direvitalisasi lantaran banyak kawasan kumuh di sekitarnya.
"Nggak menarik gimana, sangat menarik. Hanya yang jual saja yang nggak bisa, sebentar lagi coba akan saya datangi kalau sudah kawasan itu terkelola dengan baik. Itu modal yang luar biasa," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Jokowi mencontohkan, beberapa warisan sejarah maupun budaya di negara lain justru mendapat apresiasi yang bagus dari masyarakatnya, bahkan bagi turis asing yang ingin menyaksikan warisan yang telah 'didandani' dengan rapi tersebut.
"Di China dan di Rusia mau masuk ke kota itu antri, berbondong-bondong bayarnya," tutur Jokowi.
Berkaca dari negara lain yang memelihara warisan sejarah dan budayanya, Jokowi berencana akan melakukan revitalisasi dengan membangun kreatif publik space di lingkungan Museum Fatahillah.
Ia pun mengaku sudah mengecek lokasi Museum dan melihat potensi yang besar yang dapat diubah menjadi lokasi rekreasi edukatif masyarakat.
"Minggu kemarin, sudah tanya-tanya bangunan yang atapnya sudah runtuh, itu juga akan saya surati pemiliknya agar tahun ini segera di restorasi di konstruksi. Kalau memang nggak mau, diberikan ke kami, kami juga siap untuk jadi pemilik," ucap Jokowi.
Sumber :
jakarta.tribunnews.com
Jokowi malah mengatakan tidak bisa berjualan bagi yang menganggap Kota Tua tidak menarik meski direvitalisasi lantaran banyak kawasan kumuh di sekitarnya.
"Nggak menarik gimana, sangat menarik. Hanya yang jual saja yang nggak bisa, sebentar lagi coba akan saya datangi kalau sudah kawasan itu terkelola dengan baik. Itu modal yang luar biasa," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Jokowi mencontohkan, beberapa warisan sejarah maupun budaya di negara lain justru mendapat apresiasi yang bagus dari masyarakatnya, bahkan bagi turis asing yang ingin menyaksikan warisan yang telah 'didandani' dengan rapi tersebut.
"Di China dan di Rusia mau masuk ke kota itu antri, berbondong-bondong bayarnya," tutur Jokowi.
Berkaca dari negara lain yang memelihara warisan sejarah dan budayanya, Jokowi berencana akan melakukan revitalisasi dengan membangun kreatif publik space di lingkungan Museum Fatahillah.
Ia pun mengaku sudah mengecek lokasi Museum dan melihat potensi yang besar yang dapat diubah menjadi lokasi rekreasi edukatif masyarakat.
"Minggu kemarin, sudah tanya-tanya bangunan yang atapnya sudah runtuh, itu juga akan saya surati pemiliknya agar tahun ini segera di restorasi di konstruksi. Kalau memang nggak mau, diberikan ke kami, kami juga siap untuk jadi pemilik," ucap Jokowi.
Sumber :
jakarta.tribunnews.com
Anggaran Pendidikan DKI Banyak Dikorup, Apa Kata Jokowi?
Berdasarkan hasil penelitian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan (PPATK) menunjukkan Provinsi DKI Jakarta rawan akan korupsi.
Anggaran pendidikan di Ibu Kota adalah paling banyak dikorupsi dibandingkan dengan wilayah lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku belum mendapatkan laporan sehingga ia belum dapat berkomentar.
"Saya enggak mengerti. Saya belum mengerti. Aslinya memang belum mengerti kalau saya ngomong belum mengerti ya belum tahu. Mungkin sudah dilaporkan hanya belum sampai ke meja saya. Kalau nanti saya jawab, ternyata malah terbersih bagaimana hehehe," kata Jokowi seraya tertawa, di Balaikota Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Sementara itu menurutnya, seluruh sistem yang ada mulai dari Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) hingga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus mulai diperbaiki.
Jokowi percaya kalau memang ada laporan dari PPATK, berarti laporan tersebut valid dan dapat dipercaya.
"Kalau ada data seperti itu, apalagi kalo benar yang berbicara itu PPATK ya berarti itu sangat valid," ujar Jokowi.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada kajian Semester II tahun 2012, PPATK menyebutkan terdapat tiga provinsi dengan indikasi transaksi mencurigakan terkait bidang pendidikan terbesar di Indonesia.
Ketiga provinsi itu adalah DKI Jakarta (58,6 persen), Sumatera Utara (10,7 persen), dan Riau (7,9 persen). Selain itu, analisis PPATK juga menunjukkan DKI Jakarta sebagai provinsi yang diduga melakukan penyalahgunaan anggaran di bidang pendidikan dengan jumlah 33,3 persen.
Sumber dana yang disalahgunakan, khususnya dalam bidang pendidikan, paling banyak bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 37 persen. Setelah itu, APBD bidang pendidikan (non-BOS/DAK) 19 persen serta dana yang bersumber dari hibah dan BOS yakni 16 persen dan 15 persen.
Adapun modus yang dilakukan mayoritas adalah dengan menyalahgunakan wewenang untuk menguntungkan diri sendiri sebesar 27 persen, menggelapkan uang (11 persen), tidak menyelesaikan proyek (10 persen), proyek fiktif (9 persen), dan pengadaan tanpa tender (7 persen).
Faktor yang menjadi penyebab utama penyalahgunaan APBN/APBD di bidang pendidikan berdasarkan analisis PPATK adalah kewenangan yang besar, kurangnya pengawasan atas mekanisme penggunaan dana, dan kurangnya transparansi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Anggaran pendidikan di Ibu Kota adalah paling banyak dikorupsi dibandingkan dengan wilayah lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku belum mendapatkan laporan sehingga ia belum dapat berkomentar.
"Saya enggak mengerti. Saya belum mengerti. Aslinya memang belum mengerti kalau saya ngomong belum mengerti ya belum tahu. Mungkin sudah dilaporkan hanya belum sampai ke meja saya. Kalau nanti saya jawab, ternyata malah terbersih bagaimana hehehe," kata Jokowi seraya tertawa, di Balaikota Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Sementara itu menurutnya, seluruh sistem yang ada mulai dari Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) hingga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus mulai diperbaiki.
Jokowi percaya kalau memang ada laporan dari PPATK, berarti laporan tersebut valid dan dapat dipercaya.
"Kalau ada data seperti itu, apalagi kalo benar yang berbicara itu PPATK ya berarti itu sangat valid," ujar Jokowi.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada kajian Semester II tahun 2012, PPATK menyebutkan terdapat tiga provinsi dengan indikasi transaksi mencurigakan terkait bidang pendidikan terbesar di Indonesia.
Ketiga provinsi itu adalah DKI Jakarta (58,6 persen), Sumatera Utara (10,7 persen), dan Riau (7,9 persen). Selain itu, analisis PPATK juga menunjukkan DKI Jakarta sebagai provinsi yang diduga melakukan penyalahgunaan anggaran di bidang pendidikan dengan jumlah 33,3 persen.
Sumber dana yang disalahgunakan, khususnya dalam bidang pendidikan, paling banyak bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 37 persen. Setelah itu, APBD bidang pendidikan (non-BOS/DAK) 19 persen serta dana yang bersumber dari hibah dan BOS yakni 16 persen dan 15 persen.
Adapun modus yang dilakukan mayoritas adalah dengan menyalahgunakan wewenang untuk menguntungkan diri sendiri sebesar 27 persen, menggelapkan uang (11 persen), tidak menyelesaikan proyek (10 persen), proyek fiktif (9 persen), dan pengadaan tanpa tender (7 persen).
Faktor yang menjadi penyebab utama penyalahgunaan APBN/APBD di bidang pendidikan berdasarkan analisis PPATK adalah kewenangan yang besar, kurangnya pengawasan atas mekanisme penggunaan dana, dan kurangnya transparansi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Dahlan Iskan Puji Ide Jokowi Bangun Deep Tunnel
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan gagasan Gubernur DKI Joko Widodo
alias Jokowi untuk membangun gorong-gorong raksasa guna menanggulangi
banjir merupakan ide cemerlang.
“Kalau itu benar-benar terlaksana yang lain-lain tidak terlalu relevan, gorong-gorong raksasa yang tiga lapis itu sudah hebat dan harus dipelajari oleh pak Jokowi agar benar-benar terlaksana,” ujar Dahlan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Dalam kaitan ini, Dahlan menyakini bila ide Jokowi terlaksana, maka persoalan banjir di Jakarta bisa diatasi. “Sepertinya hanya gorong-gorong raksasa yang bisa menuntaskan masalah banjir di Jakarta,” tambahnya.
Usai banjir besar yang merendam Jakarta beberapa waktu lalu, Jokowi menyempatkan diri melakukan inspeksi ke gorong-gorong di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Kesimpulannya, gorong-gorong sudah tidak mampu menampung debit air di kala hujan. Karena itu, Jokowi lantas berencana membangun deep tunnel alias terowongan raksasa berkedalaman 16 meter di bawah tanah.
"Deep tunnel atau smart tunnel. Ya terowongan atau waduk air bawah tanah. Terowongan 16 meter. Ya terobosannya ya itu deep tunnel, enggak ada yang lain. Nanti kalau ada yang lain, ya dilakukan. Tapi yang sesuai cetak biru tetap dikerjakan," ujar Jokowi usai melihat langsung gorong-gorong di depan Hotel Indonesia, Rabu (26/12/2012).
Kendati, untuk pelaksanaan pembangunan waduk bawah tanah ini Jokowi mengaku masih belum dapat memutuskan lantaran masih harus berkoordinasi dengan pihak terkait. Jokowi berencana memasang deep tunnel ini di sepanjang Cawang, Jakarta Timur hingga Pluit, Jakarta Utara.
"Awal-awal Januari saya putuskan, nanti dari MT Haryono sampai Pluit. Lurus, enggak belok-belok lah. Artinya ada blue print yang dikerjakan, tapi ini berkejar-kejaran dengan pemukiman, dengan gedung-gedung yang sudah telanjur kayak gini. Ya kalau kita hanya terus bertumpu pada cetak biru tidak ada terobosan, ya berpuluh-puluh tahun kita kebanjiran," jelasnya.
Mengenai anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan deep tunnel, Jokowi mengaku akan menggunakan dana yang ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun juga tidak menutup kemungkinan adanya campur tangan investor untuk pembangunan tersebut. Pasalnya dana yang dibutuhkan sangat besar yakni sekira Rp16 triliun.
"Ya APBD. Kalo enggak, investor mau ya investor. (Anggaran) Gede banget itu. Nanti lah. Kurang lebih mungkin Rp16 triliunan," kata Jokowi.
Sumber :
jakarta.okezone.com
“Kalau itu benar-benar terlaksana yang lain-lain tidak terlalu relevan, gorong-gorong raksasa yang tiga lapis itu sudah hebat dan harus dipelajari oleh pak Jokowi agar benar-benar terlaksana,” ujar Dahlan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Dalam kaitan ini, Dahlan menyakini bila ide Jokowi terlaksana, maka persoalan banjir di Jakarta bisa diatasi. “Sepertinya hanya gorong-gorong raksasa yang bisa menuntaskan masalah banjir di Jakarta,” tambahnya.
Usai banjir besar yang merendam Jakarta beberapa waktu lalu, Jokowi menyempatkan diri melakukan inspeksi ke gorong-gorong di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Kesimpulannya, gorong-gorong sudah tidak mampu menampung debit air di kala hujan. Karena itu, Jokowi lantas berencana membangun deep tunnel alias terowongan raksasa berkedalaman 16 meter di bawah tanah.
"Deep tunnel atau smart tunnel. Ya terowongan atau waduk air bawah tanah. Terowongan 16 meter. Ya terobosannya ya itu deep tunnel, enggak ada yang lain. Nanti kalau ada yang lain, ya dilakukan. Tapi yang sesuai cetak biru tetap dikerjakan," ujar Jokowi usai melihat langsung gorong-gorong di depan Hotel Indonesia, Rabu (26/12/2012).
Kendati, untuk pelaksanaan pembangunan waduk bawah tanah ini Jokowi mengaku masih belum dapat memutuskan lantaran masih harus berkoordinasi dengan pihak terkait. Jokowi berencana memasang deep tunnel ini di sepanjang Cawang, Jakarta Timur hingga Pluit, Jakarta Utara.
"Awal-awal Januari saya putuskan, nanti dari MT Haryono sampai Pluit. Lurus, enggak belok-belok lah. Artinya ada blue print yang dikerjakan, tapi ini berkejar-kejaran dengan pemukiman, dengan gedung-gedung yang sudah telanjur kayak gini. Ya kalau kita hanya terus bertumpu pada cetak biru tidak ada terobosan, ya berpuluh-puluh tahun kita kebanjiran," jelasnya.
Mengenai anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan deep tunnel, Jokowi mengaku akan menggunakan dana yang ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun juga tidak menutup kemungkinan adanya campur tangan investor untuk pembangunan tersebut. Pasalnya dana yang dibutuhkan sangat besar yakni sekira Rp16 triliun.
"Ya APBD. Kalo enggak, investor mau ya investor. (Anggaran) Gede banget itu. Nanti lah. Kurang lebih mungkin Rp16 triliunan," kata Jokowi.
Sumber :
jakarta.okezone.com
Jokowi Tumbuhkan Budaya Kebetawian Melalui Baju Betawi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ikut memamerkan baju khas Betawinya
yang akan rutin dikenakan tiap hari Rabu. Pria yang akrab disapa Jokowi
itu mengenakan baju koko berwarna putih dengan sarung berwarna biru muda
yang dipadu cokelat muda yang dikalungkan di lehernya. Dengan
menerapkan peraturan tersebut, Jokowi mengatakan, di dalam sebuah kota
memang harus memiliki identitas dan karakter budaya.
"Sudah saya sampaikan, karakter dan identitas ini sudah sering saya sampaikan di mana-mana bahwa kota itu harus punya identitas dan punya karakter. Ya inilah kepribadian dalam kebudayaan," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Untuk baju yang dipakainya, Jokowi mengaku tidak memesan dan membeli khusus bajunya tersebut. Selain itu ia juga mengaku nyaman dengan menggunakan baju khas Betawi tersebut. "Sarungnya saya sudah punya, kemeja sudah punya, celana sudah punya, peci juga sudah punya. Sudah punya semuanya. Enak banget, hangat," ujarnya.
Jokowi pun mengatakan akan memulai dari tubuh Pemprov DKI untuk dapat menumbuhkan tradisi budaya kebetawian, khususnya di DKI Jakarta. "Kalau yang menghargai bukan kita siapa lagi, siapa yang suruh pakai kalau bukan kita. Yang menghargai budaya kita harus kita mulai dari kita sendiri. Kalau tidak kita akan lupa nanti yang muda-muda lupa semuanya," katanya.
Jokowi memberikan waktu selama satu bulan bagi seluruh PNS DKI yang masih belum memiliki baju khas Betawi. Seperti diketahui, untuk baju Betawi bagi PNS laki-laki dengan menggunakan baju koko dengan sarung di leher atau sadariah dan bagi PNS perempuan dengan menggunakan kebaya encim.
Peraturan mengenai baju khas Betawi telah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 209/2010 yang diterbitkan sejak 28 Desember 2012. Dalam Pergub itu dinyatakan bahwa per 2 Januari 2013 PNS di DKI Jakarta wajib mengenakan pakaian khas daerah di setiap hari Rabu.
"Saya beri waktu satu bulan kok. Enggak ada sanksi, pasti ikut peraturannya semua kok he he he," kata Jokowi.
Setelah menerapkan peraturan menggunakan baju Betawi di hari Rabu, tahun ini, Jokowi juga akan memaksa dengan menumbuhkan karakter-karakter bangunan di Jakarta. Untuk awal, Jokowi akan menumbuhkan karakter kebetawian di sekolah, pasar, kantor lurah, dan kantor camat.
"Entah dari plangnya atau hanya aksen tiangnya dan tampak mukanya. Sekarang sudah langsung saya perintahkan," kata Jokowi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
"Sudah saya sampaikan, karakter dan identitas ini sudah sering saya sampaikan di mana-mana bahwa kota itu harus punya identitas dan punya karakter. Ya inilah kepribadian dalam kebudayaan," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Untuk baju yang dipakainya, Jokowi mengaku tidak memesan dan membeli khusus bajunya tersebut. Selain itu ia juga mengaku nyaman dengan menggunakan baju khas Betawi tersebut. "Sarungnya saya sudah punya, kemeja sudah punya, celana sudah punya, peci juga sudah punya. Sudah punya semuanya. Enak banget, hangat," ujarnya.
Jokowi pun mengatakan akan memulai dari tubuh Pemprov DKI untuk dapat menumbuhkan tradisi budaya kebetawian, khususnya di DKI Jakarta. "Kalau yang menghargai bukan kita siapa lagi, siapa yang suruh pakai kalau bukan kita. Yang menghargai budaya kita harus kita mulai dari kita sendiri. Kalau tidak kita akan lupa nanti yang muda-muda lupa semuanya," katanya.
Jokowi memberikan waktu selama satu bulan bagi seluruh PNS DKI yang masih belum memiliki baju khas Betawi. Seperti diketahui, untuk baju Betawi bagi PNS laki-laki dengan menggunakan baju koko dengan sarung di leher atau sadariah dan bagi PNS perempuan dengan menggunakan kebaya encim.
Peraturan mengenai baju khas Betawi telah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 209/2010 yang diterbitkan sejak 28 Desember 2012. Dalam Pergub itu dinyatakan bahwa per 2 Januari 2013 PNS di DKI Jakarta wajib mengenakan pakaian khas daerah di setiap hari Rabu.
"Saya beri waktu satu bulan kok. Enggak ada sanksi, pasti ikut peraturannya semua kok he he he," kata Jokowi.
Setelah menerapkan peraturan menggunakan baju Betawi di hari Rabu, tahun ini, Jokowi juga akan memaksa dengan menumbuhkan karakter-karakter bangunan di Jakarta. Untuk awal, Jokowi akan menumbuhkan karakter kebetawian di sekolah, pasar, kantor lurah, dan kantor camat.
"Entah dari plangnya atau hanya aksen tiangnya dan tampak mukanya. Sekarang sudah langsung saya perintahkan," kata Jokowi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Jokowi: Dari Dulu Taman Rusak Tiap Tahun Baru
Gelaran pesta malam pergantian tahun ala Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo bertajuk ‘Jakarta Night Festival (JNF) ternyata berimbas pada
rusaknya sejumlah taman yang berada di jalur TransJakarta dekat Sarinah.
Terkait hal itu, Jokowi berseloroh bahwa tiap tahun baru, taman-taman di Jakarta juga selalu mengalami kerusakan. "Dulu juga rusak semua waktu tahun baru. Ya nanti tanamannya diganti," ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu dengan tawa khasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Jokowi mengaku, masih banyak perbaikan yang harus dilakukan dalam gelaran JNF kemarin. "Yang pertama itu manajemen penonton, ruang karnavalnya harus bisa bermanuverlah, kemarin kan mentok sama penonton semua," katanya.
Selain itu, sambungnya, manajemen penataannya juga harus diatur. "Zona untuk pedagang, penonton itu harus diatur. Fasilitas, tempat sampah MCK, ini harus diperbaiki. Jadi selain rekrasi, warga juga untuk edukasi," jelasnya.
Jokowi menegaskan, akan lebih mematangkan persiapan dan terus melakukan perbaikan pada tiap tahunnya. "Ini perlu persiapan kemarin hanya seminggu. Tiap tahun kita perbaikilah," kata Jokowi.
Yang terpenting dalam acara JNF, sambung Jokowi, adalah rasa memiliki dari rakyat atas suatu pesta yang digelar oleh pemerintah provinsi.
"Panggungnya, mungkin pelibatannya per wilayah, supaya masyarakat punya rasa memiliki. Yang jelas, ada ruang hiburan untuk rakyat karena selama ini kan cuma foya-foya saja," pungkasnya.
Sumber :
jakarta.okezone.com
Terkait hal itu, Jokowi berseloroh bahwa tiap tahun baru, taman-taman di Jakarta juga selalu mengalami kerusakan. "Dulu juga rusak semua waktu tahun baru. Ya nanti tanamannya diganti," ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu dengan tawa khasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Jokowi mengaku, masih banyak perbaikan yang harus dilakukan dalam gelaran JNF kemarin. "Yang pertama itu manajemen penonton, ruang karnavalnya harus bisa bermanuverlah, kemarin kan mentok sama penonton semua," katanya.
Selain itu, sambungnya, manajemen penataannya juga harus diatur. "Zona untuk pedagang, penonton itu harus diatur. Fasilitas, tempat sampah MCK, ini harus diperbaiki. Jadi selain rekrasi, warga juga untuk edukasi," jelasnya.
Jokowi menegaskan, akan lebih mematangkan persiapan dan terus melakukan perbaikan pada tiap tahunnya. "Ini perlu persiapan kemarin hanya seminggu. Tiap tahun kita perbaikilah," kata Jokowi.
Yang terpenting dalam acara JNF, sambung Jokowi, adalah rasa memiliki dari rakyat atas suatu pesta yang digelar oleh pemerintah provinsi.
"Panggungnya, mungkin pelibatannya per wilayah, supaya masyarakat punya rasa memiliki. Yang jelas, ada ruang hiburan untuk rakyat karena selama ini kan cuma foya-foya saja," pungkasnya.
Sumber :
jakarta.okezone.com
Jokowi: Bangun Deep Tunnel Harus Keroyokan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku sudah mempersiapkan aturan main yang jelas untuk merealisasikan program pembangunan deep tunnel alias terowongan multi fungsi sepanjang jalur Cawang, Jakarta Timur, hingga Pluit, Jakarta Utara.
"Kita sudah bahas, biro hukum urusin payung hukumnya, Bappeda masukin ke RDTR (Rencana Dasar Tata Ruang), masuk juga ke RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), harus dimasukkan itu, dari dulu belum lho itu. Apapun, pokoknya bangun terowongan multi fungsi ini di keroyoklah," ungkapnya.
Meski demikian, orang nomor satu di Jakarta ini mengaku akan tetap menjalankan program-program yang ada dalam cetak biru Pemprov DKI untuk mengatasi banjir di Jakarta.
"Normalisasi sungai tetap dilakukan, tapi harus ada terobosan lain. Jangan hanya terowongan multifungsi lalu begini-begitu yang lain tidak dijalanin. Tetap dilakukan yang linier, dan terobosan juga tetap jalan," tegasnya.
Mengenai pendanaan proyek tersebut, Jokowi mengaku akan melakukan tender terbuka bagi investor yang berminat untuk mendanai proyek yang diperkirakan menghabiskan dana Rp16 triliun ini.
"Kalau saya sudah hitung-hitungan berapa titik banjir yang akan terkurangi dengan adanya terowongan multi fungsi ini, saya akan sampaikan pada investor tentang berapa titik banjir yang dapat di kurangin, baru buka tender," tukas Jokowi.
Sumber :
jakarta.okezone.com
"Kita sudah bahas, biro hukum urusin payung hukumnya, Bappeda masukin ke RDTR (Rencana Dasar Tata Ruang), masuk juga ke RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), harus dimasukkan itu, dari dulu belum lho itu. Apapun, pokoknya bangun terowongan multi fungsi ini di keroyoklah," ungkapnya.
Meski demikian, orang nomor satu di Jakarta ini mengaku akan tetap menjalankan program-program yang ada dalam cetak biru Pemprov DKI untuk mengatasi banjir di Jakarta.
"Normalisasi sungai tetap dilakukan, tapi harus ada terobosan lain. Jangan hanya terowongan multifungsi lalu begini-begitu yang lain tidak dijalanin. Tetap dilakukan yang linier, dan terobosan juga tetap jalan," tegasnya.
Mengenai pendanaan proyek tersebut, Jokowi mengaku akan melakukan tender terbuka bagi investor yang berminat untuk mendanai proyek yang diperkirakan menghabiskan dana Rp16 triliun ini.
"Kalau saya sudah hitung-hitungan berapa titik banjir yang akan terkurangi dengan adanya terowongan multi fungsi ini, saya akan sampaikan pada investor tentang berapa titik banjir yang dapat di kurangin, baru buka tender," tukas Jokowi.
Sumber :
jakarta.okezone.com
Jokowi Ditegur Mendagri
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melayangkan teguran tehadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi.
Hal itu terkait dengan keterlambatan penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD 2013.
Selain Jokowi, kata Juru Bicara Kemendagri Reydonnyzar Moenek, teguran di dalam Surat Nomor 903 yang ditandatangani Mendagri Gamawan Fauzi juga diberikan kepada Ketua DPRD Ferial Sofyan.
Teguran itu, kata dia, dijatuhkan sebagai konsekuensi pelanggaran Peraturan Pemerintah 58/2005. Harusnya aturan itu diusulkan maksimal 30 November 2012 atau sebulan sebelum tahun anggaran berjalan.
Hanya saja, menurut Reydonnyzar, teguran itu hanya bersifat mengingatkan. "Ini agar pembangunan masyarakat dan infrastruktur bisa berjalan sebagaimana mestinya," katanya, Rabu (2/1).
Reydonnyzar melanjutkan, Gubernur DKI dan DPRD DKI harus mempercepat pembahasan RAPBD 2013 dengan membuat Peraturan Gubernur tentang APBD 2013. "Segera dibahas antara eksekutif dan legeslatif agar jangan sampai berlarut-larut demi kebaikan bersama," imbaunya.
Selain DKI Jakarta, kata Reydonnyzar, teguran juga diberikan kepada Gubernur Nagroe Aceh Darussalam Zaini Abdullah. "Alasannya sama, yakni keterlambatan pembahasan RAPBD agar tidak menggangu jalannya pemerintahan."
Sumber :
republika.co.id
Hal itu terkait dengan keterlambatan penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD 2013.
Selain Jokowi, kata Juru Bicara Kemendagri Reydonnyzar Moenek, teguran di dalam Surat Nomor 903 yang ditandatangani Mendagri Gamawan Fauzi juga diberikan kepada Ketua DPRD Ferial Sofyan.
Teguran itu, kata dia, dijatuhkan sebagai konsekuensi pelanggaran Peraturan Pemerintah 58/2005. Harusnya aturan itu diusulkan maksimal 30 November 2012 atau sebulan sebelum tahun anggaran berjalan.
Hanya saja, menurut Reydonnyzar, teguran itu hanya bersifat mengingatkan. "Ini agar pembangunan masyarakat dan infrastruktur bisa berjalan sebagaimana mestinya," katanya, Rabu (2/1).
Reydonnyzar melanjutkan, Gubernur DKI dan DPRD DKI harus mempercepat pembahasan RAPBD 2013 dengan membuat Peraturan Gubernur tentang APBD 2013. "Segera dibahas antara eksekutif dan legeslatif agar jangan sampai berlarut-larut demi kebaikan bersama," imbaunya.
Selain DKI Jakarta, kata Reydonnyzar, teguran juga diberikan kepada Gubernur Nagroe Aceh Darussalam Zaini Abdullah. "Alasannya sama, yakni keterlambatan pembahasan RAPBD agar tidak menggangu jalannya pemerintahan."
Sumber :
republika.co.id
Jokowi akui Jakarta Night Festival banyak kurangnya
Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo mengakui pelaksanaan pergantian malam tahun baru
melalui gelaran Jakarta Night Festival (JNF) masih banyak kekurangan,
antara lain dalam hal manajemen penonton.
"Manajemen penonton harus diperbaiki agar yang karnaval bisa melakukan atraksinya," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Rabu.
Jokowi menyoroti penonton yang membludak sehingga barisan peserta karnaval tidak bisa maksimal beratraksi, terutama saat mencapai Bundaran Hotel Indonesia. Kemudian, taman-taman sepanjang jalur M.H Thamrin hingga Sudirman yang rusak karena diinjak-injak pengunjung.
"Ya itu nanti tanamannya diganti," katanya.
Namun yang lebih penting lagi menurut Jokowi adalah mengubah budaya masyarakat DKI Jakarta untuk tidak merusak taman dan membuang sampah sembarangan dalam sebuah gelaran.
"Itulah yang namanya pembangunan sebuah budaya, ini perlu waktu," katanya.
Jokowi juga menyoroti deretan pedagang kaki lima selama JNF yang akan ditertibkan dengan memberikan dua hingga tiga jalur khusus pedagang.
"Biar jangan tumplek blek (tumpah ruah di satu titik)," kata Jokowi.
Dia juga mengakui minimnya toilet umum dan tong sampah selama perayaan sehingga nantinya perayaan serupa tahun-tahun mendatang lebih ditertibkan sehingga agenda tahunan itu tak hanya menjadi tempat rekreasi tapi juga tempat edukasi.
Jokowi berkilah persiapan singkat hanya tiga minggu, adalah salah satu penyebab kurang lancarnya gelaran tersebut.
Dia berjanji mempersiapkan lebih matang lagi dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat pada perayaan-perayaan serupa di masa mendatang.
Sumber :
antaranews.com
"Manajemen penonton harus diperbaiki agar yang karnaval bisa melakukan atraksinya," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Rabu.
Jokowi menyoroti penonton yang membludak sehingga barisan peserta karnaval tidak bisa maksimal beratraksi, terutama saat mencapai Bundaran Hotel Indonesia. Kemudian, taman-taman sepanjang jalur M.H Thamrin hingga Sudirman yang rusak karena diinjak-injak pengunjung.
"Ya itu nanti tanamannya diganti," katanya.
Namun yang lebih penting lagi menurut Jokowi adalah mengubah budaya masyarakat DKI Jakarta untuk tidak merusak taman dan membuang sampah sembarangan dalam sebuah gelaran.
"Itulah yang namanya pembangunan sebuah budaya, ini perlu waktu," katanya.
Jokowi juga menyoroti deretan pedagang kaki lima selama JNF yang akan ditertibkan dengan memberikan dua hingga tiga jalur khusus pedagang.
"Biar jangan tumplek blek (tumpah ruah di satu titik)," kata Jokowi.
Dia juga mengakui minimnya toilet umum dan tong sampah selama perayaan sehingga nantinya perayaan serupa tahun-tahun mendatang lebih ditertibkan sehingga agenda tahunan itu tak hanya menjadi tempat rekreasi tapi juga tempat edukasi.
Jokowi berkilah persiapan singkat hanya tiga minggu, adalah salah satu penyebab kurang lancarnya gelaran tersebut.
Dia berjanji mempersiapkan lebih matang lagi dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat pada perayaan-perayaan serupa di masa mendatang.
Sumber :
antaranews.com
Dinas PU Pernah Tolak Ide Terowongan Raksasa Jokowi
Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengungkapkan rencana pembangunan smart tunnel
di Jakarta bukan barang baru. Sebab, kata dia, wacana itu telah
dikeluarkan Pemerintahan DKI Jakarta pada era Gubernur Sutiyoso.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun saluran berdiameter 16 meter ini mulai dari kawasan MT Haryono menuju Pluit. Proyek diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp16 triliun untuk proses konstruksinya.
Sumber :
metro.news.viva.co.id
"Pada saat itu,
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama konsultannya dari Belanda datang
ke Kementerian PU untuk membahas wacana pembangunannya," kata Djoko
dalam siaran persnya, Rabu 2 Januari 2013.
Menurut dia, pengkajian sempat dilakukan lima tahun lalu. Survei dilakukan hingga mengunjungi Kuala Lumpur untuk melihat secara langsung bangunan yang akan digunakan untuk mengatasi banjir Jakarta.
Walaupun pernah diajukan, namun Djoko mengaku tetap mendukung rencana Gubernur Jakarta, Joko Widodo itu. Ia meminta realisasi bangunan tersebut harus disertai kajian komprehensif aspek ekonomis, teknis dan sosial.
Setelah berkunjung ke smart tunnel Malaysia, Dinas PU telah menarik kesimpulan proyek tersebut tidak layak secara ekonomis dan teknis. Tapi Djoko mengaku keputusannya tersebut bukan tidak bisa berubah.
Jika dilakukan pendalaman saat ini mungkin saja kesimpulan bisa berubah. Namun dengan catatan penelitian harus didukung kajian para ahli.
Smart tunnel
merupakan saluran sangat besar berfungsi sebagai penampung air pada
musim hujan. Sedangkan pada saat kemarau dapat digunakan sebagai jalan
tol sehingga dapat mengurangi kepadatan arus lalu lintas di Ibu Kota.
Terowongan raksasa ini juga digunakan sebagai saluran sarana utilitas
seperti listrik, internet, telepon dan limbah.Menurut dia, pengkajian sempat dilakukan lima tahun lalu. Survei dilakukan hingga mengunjungi Kuala Lumpur untuk melihat secara langsung bangunan yang akan digunakan untuk mengatasi banjir Jakarta.
Walaupun pernah diajukan, namun Djoko mengaku tetap mendukung rencana Gubernur Jakarta, Joko Widodo itu. Ia meminta realisasi bangunan tersebut harus disertai kajian komprehensif aspek ekonomis, teknis dan sosial.
Setelah berkunjung ke smart tunnel Malaysia, Dinas PU telah menarik kesimpulan proyek tersebut tidak layak secara ekonomis dan teknis. Tapi Djoko mengaku keputusannya tersebut bukan tidak bisa berubah.
Jika dilakukan pendalaman saat ini mungkin saja kesimpulan bisa berubah. Namun dengan catatan penelitian harus didukung kajian para ahli.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun saluran berdiameter 16 meter ini mulai dari kawasan MT Haryono menuju Pluit. Proyek diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp16 triliun untuk proses konstruksinya.
Sumber :
metro.news.viva.co.id
Jokowi, Tokoh yang Paling Banyak Diberitakan Tahun 2012
Sejak dicalonkan menjadi gubernur DKI Jakarta untuk maju dalam Pemilihan Gubernur 2012, nama Joko Widodo alias Jokowi ramai diberitakan media massa di Tanah Air. Hampir semua media, termasuk Kompas.com, mengerahkan tim khusus untuk menempel Jokowi dan kandidat lain. Sosok Jokowi rupanya lebih banyak menarik pembaca dibanding tokoh lainnya.
Ke mana pun Jokowi pergi, apa pun yang dia lakukan, selalu menjadi berita menarik. Hal ini tak lepas dari pribadinya yang unik, sederhana, dekat dengan masyarakat, bahkan sampai-sampai banyak yang menyebutnya sedikit "ndeso". Penampilan dan gaya bicaranya yang sekilas terkesan lugu namun cerdas itu dianggap bisa membawa perubahan bagi Jakarta yang dirundung berbagai masalah.
Dibanding wartawan yang menempel kandidat lain dalam Pilgub DKI, tim yang menempel Jokowi selalu menemukan kejutan-kejutan unik di lapangan yang menarik diberitakan. Mulai dari kebiasaannya turun ke lapangan alias blusukan, pilihannya terhadap baju kotak-kotak yang mencerminkan keberagaman Jakarta saat kampanye, hingga kegemarannya terhadap musik cadas menjadi bahan tulisan yang diserbu pembaca.
Hingga terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, pemberitaan tentang Jokowi tak juga surut. Reporter-reporter Kompas.com di lapangan menyebutkan, Jokowi selalu membuat berita karena spontanitasnya. Dalam satu kesempatan meninjau bangunan runtuh misalnya, Jokowi tiba-tiba memanjat tangga bambu di lokasi melihat kondisi dari atas. Di kesempatan lain, Jokowi masuk ke gorong-gorong di Jalan Thamrin, atau naik rakit di Kali Ciliwung. Belum lagi berbagai cerita Jokowi makan di warung tegal, membeli baju dan sepatu di pinggir jalan, dan sebagainya.
"Jokowi mau melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain. Dia mau mendapat informasi pertama tentang kondisi di lapangan. Itu yang membuatnya unik," ujar editor Megapolitan Kompas.com, Hertanto Soebijoto.
Tak heran bila kemudian Jokowi menjadi tokoh yang paling banyak diberitakan di Kompas.com. Tercatat ada 5.761 artikel tentang Jokowi di Kompas.com selama tahun 2012. Angka ini melebihi pemberitaan tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berjumlah 3.377 artikel.
Di bawah kedua tokoh itu, sosok lain yang banyak diberitakan adalah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dengan 942 artikel, Dahlan Iskan dengan 936 artikel, dan Wakil Gubernur DKI Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama dengan 893 artikel. Anas banyak diberitakan atas kasus Hambalang, sedangkan Dahlan soal tudingan pemerasan anggota DPR terhadap BUMN.
Di bidang olahraga, tokoh yang banyak menjadi berita adalah bintang Barcelona Lionel Messi dengan 888 artikel, menyusul berbagai rekor yang diraihnya, dan bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo dengan 810 artikel.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Ke mana pun Jokowi pergi, apa pun yang dia lakukan, selalu menjadi berita menarik. Hal ini tak lepas dari pribadinya yang unik, sederhana, dekat dengan masyarakat, bahkan sampai-sampai banyak yang menyebutnya sedikit "ndeso". Penampilan dan gaya bicaranya yang sekilas terkesan lugu namun cerdas itu dianggap bisa membawa perubahan bagi Jakarta yang dirundung berbagai masalah.
Dibanding wartawan yang menempel kandidat lain dalam Pilgub DKI, tim yang menempel Jokowi selalu menemukan kejutan-kejutan unik di lapangan yang menarik diberitakan. Mulai dari kebiasaannya turun ke lapangan alias blusukan, pilihannya terhadap baju kotak-kotak yang mencerminkan keberagaman Jakarta saat kampanye, hingga kegemarannya terhadap musik cadas menjadi bahan tulisan yang diserbu pembaca.
Hingga terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta, pemberitaan tentang Jokowi tak juga surut. Reporter-reporter Kompas.com di lapangan menyebutkan, Jokowi selalu membuat berita karena spontanitasnya. Dalam satu kesempatan meninjau bangunan runtuh misalnya, Jokowi tiba-tiba memanjat tangga bambu di lokasi melihat kondisi dari atas. Di kesempatan lain, Jokowi masuk ke gorong-gorong di Jalan Thamrin, atau naik rakit di Kali Ciliwung. Belum lagi berbagai cerita Jokowi makan di warung tegal, membeli baju dan sepatu di pinggir jalan, dan sebagainya.
"Jokowi mau melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain. Dia mau mendapat informasi pertama tentang kondisi di lapangan. Itu yang membuatnya unik," ujar editor Megapolitan Kompas.com, Hertanto Soebijoto.
Tak heran bila kemudian Jokowi menjadi tokoh yang paling banyak diberitakan di Kompas.com. Tercatat ada 5.761 artikel tentang Jokowi di Kompas.com selama tahun 2012. Angka ini melebihi pemberitaan tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berjumlah 3.377 artikel.
Di bawah kedua tokoh itu, sosok lain yang banyak diberitakan adalah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dengan 942 artikel, Dahlan Iskan dengan 936 artikel, dan Wakil Gubernur DKI Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama dengan 893 artikel. Anas banyak diberitakan atas kasus Hambalang, sedangkan Dahlan soal tudingan pemerasan anggota DPR terhadap BUMN.
Di bidang olahraga, tokoh yang banyak menjadi berita adalah bintang Barcelona Lionel Messi dengan 888 artikel, menyusul berbagai rekor yang diraihnya, dan bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo dengan 810 artikel.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
David Tobing Gugat Jokowi Soal Kenaikan Tarif Parkir
Pengacara publik David Tobing resmi menggugat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). David selaku pimpinan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) menggugat Jokowi karena dinilai menaikkan tarif parkir tidak sesuai prosedur.
Alhasil, kenaikan tarif parkir lewat Pergub No 120/2012 tentang tarif parkir tersebut dinilai tak memiliki landasan hukum.
"Pergub tersebut melanggar Perda no 5/1999 tentang perpakiran dan itu mengakibatkan kerugian konsumen," ujar David Tobing selaku penggugat kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Selasa (2/1/2013).
Pendaftaran gugatan ini didaftarkan oleh David di PN Jakpus pagi buta, sekitar pukul 08.00 WIB. Hal ini supaya dia memperoleh nomor cantik yaitu No 1/PDT.G/2013/PN.JKT.PST. Nomor pendaftaran ini berarti gugatan pertama yang didaftarkan di pengadilan itu di tahun 2013.
David meminta agar Jokowi mencabut Pergub tersebut. Adapun tujuan gugatan tersebut supaya Pemrprov DKI Jakarta tidak menyalahi prosedur dalam membuat peraturan terutama yang menyangkut kepentingan publik dan konsumen.
"Kita juga tidak ingin pak Jokowi mengulangi kesalahan gubernur sebelumnya yang suka salah prosedur," tuturnya.
Selain itu, gugatan ini dilakukan karena Pergub tentang Tarif Parkir buatan Fauzi Bowo tersebut tidak melalui restu DPRD. Oleh karena itu, selain Pemprov DKI, David juga menggugat DPRD DKI Jakarta karena menyetujui Pergub No 120/2012 tersebut.
Usai libur tahun baru, anak buah Jokowi tak ada yang bolos
Hari ini, Rabu (2/1), para PNS dan pegawai kantoran kembali bekerja usai
libur panjang menyambut pergantian tahun 2013. Untuk PNS di lingkungan
Pemprov DKI Jakarta, tercatat ada 38.862 pegawai yang masuk kerja.
"Hari ini berdasarkan data yang ada, tidak terekam yang alpa," kata Kepala Bidang Pengawasan Pegawai Pemprov DKI Jakarta, Slamet, di Balai Kota Jakarta, Rabu (2/1).
Angka itu menurutnya sebuah prestasi yang baik. Sekadar diketahui, total PNS DKI Jakarta seluruhnya mencapai 75.643 orang yang bekerja di 3.808 unit satuan kerja perangkat daerah.
Sisanya, sebanyak 38.862 PNS memang mendapatkan jatah libur karena saat libur kemarin kebagian shift kerja. Jadwal libur itu berlaku untuk pekerja di rumah sakit, guru, Dinas Pemadam Kebakaran.
"Nampaknya sudah mulai baik. Yang libur adalah sebagian besar guru yang posisinya libur ditambah beberapa pegawai dinas malam seperti di rumah sakit, dinkes" jelasnya.
Data terkumpul berdasarkan hasil input secara online pada pukul 08.55 WIB. Selain mereka yang memang mendapatkan jadwal libur, tercatat sekitar 119 PNS mengajukan izin.
"Sakit 24, cuti 78, izin 17 orang," jelasnya.
Slamet mengatakan, tingkat kehadiran tahun ini memang menunjukkan kemajuan yang dibanding tahun lalu. Dia mengatakan disiplin PNS sudah mulai membaik.
Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai menyebutkan, apabila terlambat atau cepat pulang setengah jam dari waktu kerja yang ditentukan maka dianggap 1 hari tidak masuk kerja dan tunjangan kinerja daerah (TKD) nya akan dipotong.
Sumber :
merdeka.com
"Hari ini berdasarkan data yang ada, tidak terekam yang alpa," kata Kepala Bidang Pengawasan Pegawai Pemprov DKI Jakarta, Slamet, di Balai Kota Jakarta, Rabu (2/1).
Angka itu menurutnya sebuah prestasi yang baik. Sekadar diketahui, total PNS DKI Jakarta seluruhnya mencapai 75.643 orang yang bekerja di 3.808 unit satuan kerja perangkat daerah.
Sisanya, sebanyak 38.862 PNS memang mendapatkan jatah libur karena saat libur kemarin kebagian shift kerja. Jadwal libur itu berlaku untuk pekerja di rumah sakit, guru, Dinas Pemadam Kebakaran.
"Nampaknya sudah mulai baik. Yang libur adalah sebagian besar guru yang posisinya libur ditambah beberapa pegawai dinas malam seperti di rumah sakit, dinkes" jelasnya.
Data terkumpul berdasarkan hasil input secara online pada pukul 08.55 WIB. Selain mereka yang memang mendapatkan jadwal libur, tercatat sekitar 119 PNS mengajukan izin.
"Sakit 24, cuti 78, izin 17 orang," jelasnya.
Slamet mengatakan, tingkat kehadiran tahun ini memang menunjukkan kemajuan yang dibanding tahun lalu. Dia mengatakan disiplin PNS sudah mulai membaik.
Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai menyebutkan, apabila terlambat atau cepat pulang setengah jam dari waktu kerja yang ditentukan maka dianggap 1 hari tidak masuk kerja dan tunjangan kinerja daerah (TKD) nya akan dipotong.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi Beri Toleransi PNS yang Belum Pakai Baju Betawi
Sejumlah PNS Pemprov DKI masih ada yang belum memakai baju Betawi sesuai
aturan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Namun, Jokowi memberi
toleransi bagi anak buahnya.
"Ini artinya, Pak Gubernur arif betul dalam arti kalau belum siap, biar mempersiapkan diri," kata
Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Pemprov DKI Jakarta, Sylviana Murni, saat dimintai komentar masih ada pegawai yang belum memakai baju Betawi.
Hal ini disampaikan Sylviana di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2013).
Sylviana mengatakan batas waktu toleransi tidak lama.
"Tetapi tidak lama-lama. Kita juga punya peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai. Tidak langsung represif, ada preemtif dan ada preventifnya dan ini kita serahkan kepada masing-masing SKPD. Kalau hari ini belum pakai, kita mengerti artinya ada toleransi," papar mantan walikota Jakarta Pusat ini.
Dijelaskan dia, Gubernur DKI Jakarta mensyaratkan kepada semua pegawai untuk memakai baju Betawi setiap hari Rabu.
Aturan tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur nomor 209 tahun 2010 yang diterbitkan sejak tanggal 28 Desember 2012.
"Di dalam pergub itu dinyatakan bahwa per 2 Januari 2012, PNS DKI Jakarta menggunakan pakaian-pakaian. Ada 5 pakaian sebenarnya Senin sampai Jumat. Pak Gubernur sudah menerapkan bahwa untuk Rabu menggunakan pakaian khas Betawi. Nah ini sudah berkoordinasi dengan dengan Bamus Betawi," papar pejabat eselon II ini.
Menurut Sylviana, pegawai perempuan bisa menggunakan kebaya Kerancang. Busana ini modelnya pun disesuaikan dengan kondisi.
"Ada yang untuk busana jilbab, bisa dipadupadankan kain dan celana untuk naik motor dan di lapangan," ujar Sylviana.
"Kalau yang lelaki pakai Sadariah yang dilengkai kain pelekat atau yang suka dipakai sarungan dan peci. Alhamdulillah respons baik," lanjut dia.
Warna busana pastel seperti putih, broken white, biru muda, hijau muda.
"Pokoknya warna mudalah. Ini ada panduannya termasuk kainnya juga nama kainnya pucuk rebung atau dikenal dengan nama tumpal," kata dia.
Selain itu, pegawai menggunakan batik Nusantara setiap Kamis dan Jumat. Senin, pegawai memakai baju Linmas warna hijau, Selasa berseragam warna cokelat khaki.
Sumber :
news.detik.com
"Ini artinya, Pak Gubernur arif betul dalam arti kalau belum siap, biar mempersiapkan diri," kata
Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Pemprov DKI Jakarta, Sylviana Murni, saat dimintai komentar masih ada pegawai yang belum memakai baju Betawi.
Hal ini disampaikan Sylviana di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2013).
Sylviana mengatakan batas waktu toleransi tidak lama.
"Tetapi tidak lama-lama. Kita juga punya peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai. Tidak langsung represif, ada preemtif dan ada preventifnya dan ini kita serahkan kepada masing-masing SKPD. Kalau hari ini belum pakai, kita mengerti artinya ada toleransi," papar mantan walikota Jakarta Pusat ini.
Dijelaskan dia, Gubernur DKI Jakarta mensyaratkan kepada semua pegawai untuk memakai baju Betawi setiap hari Rabu.
Aturan tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur nomor 209 tahun 2010 yang diterbitkan sejak tanggal 28 Desember 2012.
"Di dalam pergub itu dinyatakan bahwa per 2 Januari 2012, PNS DKI Jakarta menggunakan pakaian-pakaian. Ada 5 pakaian sebenarnya Senin sampai Jumat. Pak Gubernur sudah menerapkan bahwa untuk Rabu menggunakan pakaian khas Betawi. Nah ini sudah berkoordinasi dengan dengan Bamus Betawi," papar pejabat eselon II ini.
Menurut Sylviana, pegawai perempuan bisa menggunakan kebaya Kerancang. Busana ini modelnya pun disesuaikan dengan kondisi.
"Ada yang untuk busana jilbab, bisa dipadupadankan kain dan celana untuk naik motor dan di lapangan," ujar Sylviana.
"Kalau yang lelaki pakai Sadariah yang dilengkai kain pelekat atau yang suka dipakai sarungan dan peci. Alhamdulillah respons baik," lanjut dia.
Warna busana pastel seperti putih, broken white, biru muda, hijau muda.
"Pokoknya warna mudalah. Ini ada panduannya termasuk kainnya juga nama kainnya pucuk rebung atau dikenal dengan nama tumpal," kata dia.
Selain itu, pegawai menggunakan batik Nusantara setiap Kamis dan Jumat. Senin, pegawai memakai baju Linmas warna hijau, Selasa berseragam warna cokelat khaki.
Sumber :
news.detik.com
Langganan:
Postingan (Atom)




