Politikus Partai Demokrat yang mendukung calon presiden Joko Widodo,
Ruhut Sitompul, mengatakan kicau Fahri Hamzah di media sosial Twitter
yang mengujarkan sinting merupakan bentuk kepanikan kubu Prabowo
Subianto. Menurut dia, kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla tak bisa lagi
dibendung.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Selasa, 01 Juli 2014
SBY Lihat Potensi Prabowo Kalahkan Jokowi
Partai Demokrat sengaja menunggu momen tepat untuk meresmikan
dukungan untuk pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Hal itu
disampaikan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Hidayatullah
Jakarta, Zaki Mubarak.
Dia berpendapat, partai tersebut terus mencermati tren elektabilitas Prabowo-Hatta dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, kata dia, mulai melihat bahwa tren elektabilitas Prabowo-Hatta terus menaik.
Dia berpendapat, partai tersebut terus mencermati tren elektabilitas Prabowo-Hatta dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, kata dia, mulai melihat bahwa tren elektabilitas Prabowo-Hatta terus menaik.
Walau Tak Punya Kuda, Jokowi Tetap Jauh Lebih Kaya daipada Prabowo
Bila dibandingkan Prabowo Subianto memang tongkrongan Jokowi
kalah keren, tidak pernah beraksi di atas kuda yang gagah atau bepergian
dengan helikopter mewah. Namun untuk urusan harta kekayaan, Jokowi
rupanya jauh lebih berpunya dibanding Prabowo lho.
Setidaknya demikian menurut dokumen LHKPN yang diserahkan masing-masing capres tersebut kepada KPU ketika mendatarkan diri sebagai kontestan Pilpres 2014.
Setidaknya demikian menurut dokumen LHKPN yang diserahkan masing-masing capres tersebut kepada KPU ketika mendatarkan diri sebagai kontestan Pilpres 2014.
Demokrat Dukung Prabowo-Hatta, Ruhut: Saya Tetap Jokowi!
Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menghormati keputusan
partainya yang mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Dia mengatakan, dirinya tetap mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. "Apa kata dunia kalau gua pindah, kan gua punya pride (harga diri). Saya tetap (mendukung) Jokowi," ujar Ruhut saat dihubungi, Selasa (1/7/2014) pagi.
Dia mengatakan, dirinya tetap mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. "Apa kata dunia kalau gua pindah, kan gua punya pride (harga diri). Saya tetap (mendukung) Jokowi," ujar Ruhut saat dihubungi, Selasa (1/7/2014) pagi.
Survei Internal: Prabowo Menang Telak 58,7%, Jokowi Hanya 41%
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di Jabar, Sunatra mengatakan berdasarkan survei internal Prabowo-Hatta terbaru, Prabowo-Hatta unggul 58,7 persen, di atas Jokowi-JK yang meraih 41 persen.
"Di kalangan pemilih di pedesaan, Prabowo-Hatta unggul 58,7 persen, sementara Jokowi-JK 41 persen," katanya seraya menyebut Prabowo-Hatta merupakah kandidat yang gagah serta rapi dalam berpakaian.
"Di kalangan pemilih di pedesaan, Prabowo-Hatta unggul 58,7 persen, sementara Jokowi-JK 41 persen," katanya seraya menyebut Prabowo-Hatta merupakah kandidat yang gagah serta rapi dalam berpakaian.
Gerilya Media Milik Hary Tanoe: Pengakuan Blak-blakan Raymond di-SP3 Pemred RCTI
Mantan produser news Seputar Indonesia Raymond Arian Rondonuwu geram karena mendapat SP3 gara-gara protes saat diminta menayangkan berita tentang dugaan bocornya materi debat capres ke kubu capres Joko Widodo (Jokowi) yang ditayangkan Seputar Indonesia pada 11 Juni 2014.
Video Parodi Jika Jokowi Jadi Presiden
Cameo Project, sebuah akun kelompok pekerja kreatifkembali mengeluarkan fun campaign terbaru. Video yang diberi judul "CAMEO Fun Campaign: Jokowi Presiden" itu berisi parodi tafsiran visi misi Jokowi jika Jokowi menjadi presiden.
Senin, 30 Juni 2014
Tanpa Dukungan PD, Jokowi-JK Tetap Pede
Dukungan dari Partai Demokrat kepada Prabowo-Hatta
tentu saja saja ada pengaruhnya. Namun partai koalisi pendukung
Jokowi-JK tetap percaya diri (pede) akan memenangkan Pilpres 2014.
Ketua Umum Partai Nasdem, menyatakan dukungan Partai Demokrat dapat mempengaruhi suara konstituennya pada hari-H Pilpres mendatang. Namun diyakini dukungan tersebut tidak akan berpengaruh secara signifikan.
Ketua Umum Partai Nasdem, menyatakan dukungan Partai Demokrat dapat mempengaruhi suara konstituennya pada hari-H Pilpres mendatang. Namun diyakini dukungan tersebut tidak akan berpengaruh secara signifikan.
Jokowi Dianggap Berbohong Soal Laporan ke KPK
Sebagai orang nomor satu di Jakarta, Joko Widodo berkewajiban melaporkan kasus dugaan korupsi Bus Transjakarta. Selain nilainya yang besar, kasus itu menyangkut kepentingan warga ibukota
"Ini persoalan besar, menyangkut jutaan orang yang diangkut dengan Transjakarta. Gubernur sendiri yang harus bertanggung jawab," ujar pengamat politik dari Partai Amanat Nasional (PAN), Didik J. Rachbini, kepada wartawan, Senin (30/6/2014).
"Ini persoalan besar, menyangkut jutaan orang yang diangkut dengan Transjakarta. Gubernur sendiri yang harus bertanggung jawab," ujar pengamat politik dari Partai Amanat Nasional (PAN), Didik J. Rachbini, kepada wartawan, Senin (30/6/2014).
Pendiri Demokrat Yakin Jokowi tak Khianati Rakyat
Salah satu pendiri Partai Demokrat Sys NS meyakini Joko Widodo (Jokowi) tidak akan berkhianat kepada masyarakat jika terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2014.
Dia pun mengajak masyarakat Indonesia memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Jokowi dan Jusuf Kalla pada Pilpres 9 Juli nanti.
Dia pun mengajak masyarakat Indonesia memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Jokowi dan Jusuf Kalla pada Pilpres 9 Juli nanti.
Fahri Lecehkan Para Kyai
Tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK), Marwan Jafar angkat bicara soal kicauan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah melalui akun twitter-nya yang menyatakan bahwa Capres Joko Widodo (Jokowi) 'sinting' lantaran menyetujui dan menandatangani pernyataan persetujuan akan menetapkan 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional. Marwan menilai pernyataan Fahri merupakan bentuk penghinaan kepada jutaan santri dan pesantren.
Puan Maharani Ungkap Kekhawatiran Turunnya Elektabilitas Jokowi
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP, Puan Maharani, meresmikan
Kampung Marhaen di Dusun Saji, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur,
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (30/6/2014) sore. Dia meminta
para kadernya mewaspadai kompetisi dukungan untuk Pemilu Presiden 2014
yang semakin ketat.
Nusron: Fahri Bahlul Bin Sontoloyo
Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid angkat bicara terkait komentar Anggota
Tim Sukses Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah yang menganggap Jokowi 'sinting'.
Hal ini karena gagasan Jokowi akan menjadikan 1 Muharram sebagai Hari
Santri Nasional.
"Fahri itu orang tidak tahu dan memahami sejarah Islam," kata Nusron kepada wartawan, Senin (30/6/2014).
"Fahri itu orang tidak tahu dan memahami sejarah Islam," kata Nusron kepada wartawan, Senin (30/6/2014).
Alasan Jokowi Bagi-bagi Kaos
Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarga sering terlihat membagikan
kaos dukungan bergambar dirinya dan Jusuf Kalla (JK) kepada simpatisan.
Menurut sang capres, ada nilai lebih saat dirinya menyerahkan langsung
kaos untuk simpatisan.
"Biar masyarakat seneng. Nanti mereka bilang; ini yang kasih Pak Jokowi langsung ke tangan saya. Jadi, ada kebanggan tersendiri," kata capres nomor urut dua itu setelah menghadiri buka puasa bersama anak-anak yatim piatu di Halaman Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta, Senin (30/6/2014).
"Biar masyarakat seneng. Nanti mereka bilang; ini yang kasih Pak Jokowi langsung ke tangan saya. Jadi, ada kebanggan tersendiri," kata capres nomor urut dua itu setelah menghadiri buka puasa bersama anak-anak yatim piatu di Halaman Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta, Senin (30/6/2014).
Habis Obor Rakyat Terbitlah Tabloid Martabat
Tim sukses pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf
Kalla di Kalimantan Timur, melaporkan Tabloid Martabat ke Polres Kutai
Kartanegara.
"Tim kami yang ada di Tenggarong (ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara) tadi malam telah melaporkannya ke Polres Kutai Kartanegara dan hari ini kami melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)," ujar Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Presiden Jokowi-JK di Kaltim, Dody Rondonuwu dilansir dari Antara, Senin (30/6/2014).
"Tim kami yang ada di Tenggarong (ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara) tadi malam telah melaporkannya ke Polres Kutai Kartanegara dan hari ini kami melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)," ujar Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Presiden Jokowi-JK di Kaltim, Dody Rondonuwu dilansir dari Antara, Senin (30/6/2014).
Joko Widodo: Negara Indonesia Sudah 15 Tahun Berwacana
Calon presiden, Joko Widodo, menyebutkan
salah satu cara untuk menyakinkan masyarakat Indonesia agar memilih dia
adalah dengan memberikan visi misi yang nyata dan langsung
diimplementasikan.
Menurut Joko Widodo, selama 15 tahun ke belakang, masyarakat Indonesia sudah diimingi dengan berbagai wacana pembangunan. Pemerintahan saat itu dipegang selama 10 tahun oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tiga tahun sebelumnya oleh Megawati Soekarnoputri dan dua tahun sebelumnya oleh Abdulrachman Wahid (Gus Dur).
Menurut Joko Widodo, selama 15 tahun ke belakang, masyarakat Indonesia sudah diimingi dengan berbagai wacana pembangunan. Pemerintahan saat itu dipegang selama 10 tahun oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tiga tahun sebelumnya oleh Megawati Soekarnoputri dan dua tahun sebelumnya oleh Abdulrachman Wahid (Gus Dur).
Jokowi Sangkal Rumor Gibran dan Luhut
Calon Presiden Joko Widodo menyangkal rumor yang menyebutkan bahwa anak
pertamanya, Gibran Rakabuming, berbisnis mebel dan dimodali Luhut
Panjaitan. Tudingan itu dilemparkan Staf Khusus Presiden Bidang Bencana
dan Bantuan Sosial, Andi Arief, beberapa waktu lalu.
"Itu omongan ngawur," kata Jokowi saat berbuka puasa bersama anak yatim di Halaman Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta, Senin (30/6/2014).
"Itu omongan ngawur," kata Jokowi saat berbuka puasa bersama anak yatim di Halaman Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta, Senin (30/6/2014).
Jokowi Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Yatim di Kantor NasDem
Capres nomor urut dua, Joko Widodo, berbuka puasa
bersama ratusan anak yatim di Halaman Kantor DPP NasDem, Jalan
Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (30/6/2014) malam.
Gubernur nonaktif Jakarta itu datang dengan kemeja kotak-kotak setelah azan Magrib atau pukul 18.10 WIB. Dia tiba seusai melakukan serangkaian kegiatan kampanye di wilayah Bintaro, Tangerang Selatan.
Gubernur nonaktif Jakarta itu datang dengan kemeja kotak-kotak setelah azan Magrib atau pukul 18.10 WIB. Dia tiba seusai melakukan serangkaian kegiatan kampanye di wilayah Bintaro, Tangerang Selatan.
Demokrat Resmi Dukung Prabowo, Ini Komentar Ruhut
Partai Demokrat telah resmi mendukung pasangan Prabowo-Hatta dalam
Pilpres 9 Juli mendatang karena visi misi pasangan nomor urut satu itu
dianggap sejalan dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Namun dukungan resmi Demokrat itu diumumkan ketika sejumlah kader partai besutan SBY itu sudah menjadi pendukung Jokowi-JK, seperti Jubir Partai Demokrat Ruhut Sitompul.
Namun dukungan resmi Demokrat itu diumumkan ketika sejumlah kader partai besutan SBY itu sudah menjadi pendukung Jokowi-JK, seperti Jubir Partai Demokrat Ruhut Sitompul.
Lagi-lagi Mahfud Tuduh Jokowi Tipu-tipu Belaka
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Mahfud MD menilai, kontrak politik
yang dilakukannya dengan Prabowo pada awal komunikasi sebelum memutuskan
mendukung pasangan Koalisi Merah Putih tersebut sebagai hal wajar.
Pasalnya, dalam politik selalu berhubungan dengan urusan kepentingan dan
pembagian kekuasaan.
Ambruk Lagi, Survei IRC: Prabowo Paksa Jokowi Bertekuk Lutut
Berdasarkan temuan survei Lembaga Indonesia Research Center (IRC), debat
capres dan cawapres dinilai tidak berpengaruh terhadap terjadinya
perpindahan (swing) pemilih dari Prabowo-Hatta ke Jokowi-JK maupun
sebaliknya. Dalam debat hanya memperebutkan pemilih yang masih tergolong
yang belum memiliki pilihan atau undecided voters.
"Elektabilitas Prabowo-Hatta 47,5 persen unggul tipis atas Jokowi-JK 43,0 persen. Debat capres membantu pemilih untuk dapat menentukan pilihannya," kata Peneliti IRC Yunita Mandolang Eatology di Cafe Jalan Haji Agus Salim No 22 D-E Sabang Jakarta Pusat, Senin (30/6/2014).
"Elektabilitas Prabowo-Hatta 47,5 persen unggul tipis atas Jokowi-JK 43,0 persen. Debat capres membantu pemilih untuk dapat menentukan pilihannya," kata Peneliti IRC Yunita Mandolang Eatology di Cafe Jalan Haji Agus Salim No 22 D-E Sabang Jakarta Pusat, Senin (30/6/2014).
Jokowi Buka Puasa di DP Nasdem
Hari kedua puasa Ramadan, kubu koalisi pasangan capres-cawapres Joko
Widodo-Hatta Rajasa menggelar buka bersama di Kantor Dewan Pembina Pusat
(DPP) Partai Nasdem. Pimpinan partai hadir dalam acara ini. Terlihat
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto,
dan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso,
serta cendekiawan muslim Quraish Shihab.
Runtuh Lagi, Survei Median: Prabowo Akhiri Perlawanan Jokowi (Advetorial Tribun)
Lembaga survei Median (Media Survei Masional) mengeluarkan survei terkini mengenai elektabilitas pasangan capres dan cawapres menjelang PIlpres 9 Juli mendatang.
Dalam survei tersebut diungkap Prabowo-Hatta diketahui telah menyalip elektabilitas pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).
Dalam survei tersebut diungkap Prabowo-Hatta diketahui telah menyalip elektabilitas pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).
Jokowi: Manajemen Pasar Tradisional Harus Diubah
Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) menilai, manajemen pasar tradisional harus diubah layaknya mall jika ingin maju.
"Perbandingan mall dan pasar seperti bumi dan langit. Kita harus mengubah manajemen pasar tradisional seperti mall. Kita harus lakukan revolusi mental, ubah pola pikir," ujarnya di Jakarta, Senin.
Jokowi mengemukakan hal itu setelah kampanye blusukan ke tiga pasar tradisional, yakni Pasar Pondok Labu, Pasar Kebayoran Lama dan Pasar Ciputat. Ia juga menyempatkan diri mampir di Bintaro Exchange Mall.
"Perbandingan mall dan pasar seperti bumi dan langit. Kita harus mengubah manajemen pasar tradisional seperti mall. Kita harus lakukan revolusi mental, ubah pola pikir," ujarnya di Jakarta, Senin.
Jokowi mengemukakan hal itu setelah kampanye blusukan ke tiga pasar tradisional, yakni Pasar Pondok Labu, Pasar Kebayoran Lama dan Pasar Ciputat. Ia juga menyempatkan diri mampir di Bintaro Exchange Mall.
Jokowi Biasa Hidup Sangat Susah Seperti Buruh
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan para buruh yang
tergabung dengan Komite Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di
Citra Raya Cikupa, Tangerang, Banten. Dia mengingatkan, tidak
sembarangan orang dapat mengerti apa yang dirasakan penderitaan buruh.
"Banyak orang mengklaim dekat dengan buruh dan pekerja. Kalau saya itu benar-benar dari sebuah hidup yang sangat berat dan miskin. Jadi saya bisa merasakan. Kalau tidak pernah merasakan hidup sulit bagaimana bisa dekat dengan ibu-ibu. Banyak yang tidak pakai logika itu," ungkapnya di Citra Raya, Cikupa, Tangerang, Banten, Senin (30/6/2014).
"Banyak orang mengklaim dekat dengan buruh dan pekerja. Kalau saya itu benar-benar dari sebuah hidup yang sangat berat dan miskin. Jadi saya bisa merasakan. Kalau tidak pernah merasakan hidup sulit bagaimana bisa dekat dengan ibu-ibu. Banyak yang tidak pakai logika itu," ungkapnya di Citra Raya, Cikupa, Tangerang, Banten, Senin (30/6/2014).
Survei Terbaru: Prabowo Unggul 3% Atas Jokowi
Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) merilis
hasil survei elektabilitas capres terbaru. Hasilnya tidak berbeda dengan
survei sebelumnya yakni Prabowo unggul atas Jokowi.
“Dalam survei keempat yang kami gelar sejak 23-27 Juni, elektabilitas Prabowo mencapai 43,68 persen sedangkan elektabilitas Jokowi 40,83 persen," kata Direktur Puskaptis, Husin Yazid, Senin (30/6/2014).
Dia menuturkan, Puskaptis sudah empat kali menggelar survei capres. Selama ini pula, elektabilitas Prabowo terus naik.
Pada survei ketiga 16-21 Juni, elektabilitas Prabowo sekira 45,60 persen, mengalahkan elektabilitas Jokowi yang tertatih-tatih di angka 43,21 persen.
“Dalam survei keempat yang kami gelar sejak 23-27 Juni, elektabilitas Prabowo mencapai 43,68 persen sedangkan elektabilitas Jokowi 40,83 persen," kata Direktur Puskaptis, Husin Yazid, Senin (30/6/2014).
Dia menuturkan, Puskaptis sudah empat kali menggelar survei capres. Selama ini pula, elektabilitas Prabowo terus naik.
Pada survei ketiga 16-21 Juni, elektabilitas Prabowo sekira 45,60 persen, mengalahkan elektabilitas Jokowi yang tertatih-tatih di angka 43,21 persen.
Sebut Jokowi Sinting, Fahri Hamzah Dilaporkan ke Bawaslu
Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah kembali menuai
kontroversi. Ia melontarkan sindiran kepada capres Joko Widodo (Jokowi)
melalui akun Twitternya @fahrihamzah.
Kali ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut Jokowi sinting. Ia menuliskan itu terkait ide Jokowi untuk menjadikan tanggal 1 Muharam sebagai hari santri. Hal ini membuatnya dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh Tim Advokasi Komite Pemenangan Jokowi-JK.
Kali ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut Jokowi sinting. Ia menuliskan itu terkait ide Jokowi untuk menjadikan tanggal 1 Muharam sebagai hari santri. Hal ini membuatnya dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh Tim Advokasi Komite Pemenangan Jokowi-JK.
Langganan:
Postingan (Atom)
























