Jumat, 30 Mei 2014

Prabowo-Hatta Sapu Bersih di Sumatera

Tingkat elektabilitas pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memang lebih tinggi 3,44 persen dibanding Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Namun raihan tersebut tidak serta merta membuat mereka unggul secara merata di 33 provinsi di Indonesia.
Contohnya di Pulau Sumatera, berdasarkan survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Jokowi-JK hanya unggul di Sumatera Utara (Sumut), Bengkulu dan Jambi.
Sementara Prabowo-Hatta unggul di tujuh provinsi. Yaitu Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), Riau, Kepulauan Riau (Kepri), Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung dan Bangka-Belitung (Babel).

LSI: Prabowo-Hatta Lebih Unggul di Mesin Politik

Prabowo Subianto-Hatta Rajasa lebih unggul di mesin politik ketimbang duet Jokowi-Jusuf Kalla (JK).
Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ade Mulyana mengatakan Prabowo-Hatta diuntungkan oleh lebih banyak dan lebih besar partai pendukung yang tergabung dalam koalisi Merah Putih.

Jokowi Lebih Berkarakter ketimbang Prabowo

Salah satu isu yang disorot dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada pemilihan presiden 2014 adalah pandangannya terhadap dunia inernasional.
Hal ini dianggap penting mengingat di kancah internasional, politik global demi kepentingan nasional sangat vital bagi negara.
Menurut pengamat politik dan hubungan internasional Pusat Studi dan Kajian Andalusia, Zainal Abidin, sikap dan pandangan capres sangat menentukan posisi dan nilai tawar negara. Dari sikap itu pula, kata dia, pola hubungan internasional yang akan terbentuk dapat dibaca.

Wanda Hamidah Berharap Dukungan Anak Muda untuk Jokowi-JK

Makin hari, makin banyak anak muda yang berpartisipasi di kancah politik. Menurut Wanda Hamidah, itu adalah tanda bahwa peran orang muda kian diperhitungkan dan ini adalah kemajuan bagi dunia politik tanah air.
"Mudah-mudahan membangkitkan animo dan terlibat politik praktis. Karena demokrasi lahir dari anak muda. Kalau bisa nikmati keadaan sekarang ya karena anak muda," ujar politisi PAN itu belum lama ini.
Lebih lanjut, Wanda berharap bahwa kaum muda tidak hanya terlibat pada politik praktis, tapi juga turut mengawal demokrasi.

Elektabilitas Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK Beda Tipis

Pasangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla ternyata lebih diminati masyarakat dibanding pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Penilaian tersebut hadir berdasarkan hasil survei yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) di 477 desa/kelurahan yang tersebar di 159 kecamatan, 53 kabupaten/kota di 33 provinsi provinsi, pada 20-24 Mei lalu."Tingkat elektabilitas Jokowi-JK mencapai 43,72 persen. Sementara Prabowo-Hatta 40,28 persen dan pemilih yang belum menentukan pilihan tapi mengaku akan berpartisipasi dalam pilpres, mencapai 16 persen," ujar Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, di Cikini, Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Jokowi Didoakan oleh 160 Kiai Asal Banten di Masjid Sunda Kelapa

Capres Joko Widodo (Jokowi) siang ini melaksanakan salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Usai salat Jumat, Jokowi menggelar pertemuan tertutup dengan Luhut Pandjaitan dan sejumlah kiai asal Banten, Jawa Barat.
Pertemuan tertutup tersebut berlangsung selama 15 menit. Dalam pertemuan tersebut diselingi makan siang bersama.
Usai pertemuan, di beranda atas mesjid Jokowi telah ditunggu 160 kiai asal Banten. Ditemani Luhut, Jokowi menjumpai para kiai.

Barisan Artis Berikut Menobatkan Jokowi Jadi Presiden AntiPembajakan, Malam Ini!

Pemilihan Presiden baru akan digelar 9 Juli 2014. Tapi di mata sejumlah artis, Joko Widodo alias Jokowi nanti malam sudah jadi presiden!
Tapi Presiden Antipembajakan. Yang menobatkan adalah sejumlah insan musik Indonesia yang menyatakan diri sebagai "Relawan Duta Joko Widodo."
Acara penobatan Jokowi Duta Antipembajakan digelar  Jum'at, 30 Mei 2014  pukul 19.00 WIB di Restoran Rendezvous, Jl. Johar No. 2B-C, Menteng, Jakarta Pusat.
Siaran pers yang diterima Tribunnews.com menyebutkan, tokoh musik dan deretan selebriti yang akan hadir antara lain:

Luhut Puji Kesederhanaan Jokowi

Jenderal (Purn) Luhut Pandjaitan, seorang yang mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Jusuf Kalla ini memuji kesederhanaan Jokowi.
"Beliau gunakan itu. Ya kesederhanaan," ujar Luhut dalam acara bertajuk Professional and Entrepreneur Community : We Vote Jokowi - JK yang digelar di Rumah Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/5/2014).

Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Jokowi-JK di Bantul

Demi mensukseskan pemenangan duet capres cawapres Jokowi-JK, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meresmikan posko yang dikelola warga NU dan kader PKB di Bantul, Yogyakarta. Posko pemenangan tersebut berada di Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul.
“Keberadaan posko Laskar Santri Nusantara ini saya harap menjadi salah satu titik perjuangan NU dan PKB untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK,” ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dalam pernyataannya, Jumat (30/5/2014).

Takut Kalah, Gerindra Serang Jokowi lewat Macet dan Banjir

Partai Gerindra menggugat kinerja Jokowi selama menjadi gubernur DKI Jakarta. Itu lantaran salah satu janji Jokowi adalah mengurai kemacetan selama memimpin Ibu Kota periode 2012-2017. Salah satu janji lainnya adalah menyelesaikan tugas sebagai gubernur selama lima tahun.
Mendapati Jokowi hanya pandai berjanji, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyindir kinerjanya.

Untuk Kesekian Kalinya Kejagung Tegaskan Tak Pernah Panggil Jokowi

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan surat penolakan Joko Widodo atas panggilan penyidik tidak benar. Kejagung juga membantah telah melakukan pemanggilan terhadap Gubernur DKI itu.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Widyo Pramono menegaskan penyidik tidak pernah memanggil Jokowi untuk diperiksa. Dalam surat itu, Jokowi meminta penundaan pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta tahun anggaran 2013."Ndak ada surat itu. Ndak ada. Surat itu ndak ada, surat itu ndak benar," kata Widyo di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (30/5/2014).

Besok, Jokowi Direncanakan Temui Julius di Jogjakarta

Calon Presiden Joko Widodo akan mengunjungi korban kekerasan Direktur Galang Press Julius Felicianus (54) di Yogyakarta. Demikian dikatakan anggota tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Eva Kusuma Sundari ketika dikonfirmasi, Jumat (30/5/2014).
"Pak Jokowi akan ke Jogja, besok, Sabtu (30/5/2014), akan diatur menemui Pak Julius," tuturnya.
Eva mengatakan agenda Jokowi ke Yogyakarta bertemu dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Namun, Jokowi juga akan menyempatkan diri mengunjungi Julius yang sedang dirawat di RS Panti Rapih, Yogyakarta.

Ulama Pamekasan Bersatu Menangkan Jokowi-JK

Puluhan ulama di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, bertekad memenangkan pasangan Capres Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pilpres 9 Juli mendatang.
Dukungan dari ulama untuk pasngan Jokowi-JK ini, langsung dikomandoi caleg DPR RI terpilih dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kholilurrahman.
Kholilurrahman, Jumat (30/5/2014) mengatakan, DPP PKB sudah memberikan instruksi kepada setiap kadernya di semua lapisan untuk melakukan penggalangan dukungan demi kemenangan pasangan Capres Jokowi-JK.

Paling Lambat, 1 Juni 2014 Surat Izin Cuti Jokowi Terbit

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengakui hingga saat ini Jokowi belum mendapatkan surat izin cuti dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal tersebut dikarenakan Jokowi belum ditetapkan sebagai calon presiden dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Berdasarkan PP 29 setelah diumumkan ketetapan calon presiden dari KPU baru dikasih surat izin berhenti sementara," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mendagri Didik Suprayitno yang dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Cak Imin Deklarasikan Santri Nusantara Dukung Jokowi-JK

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, mendeklarasikan Laskar Santri Nusantara Yogyakarta untuk mendukung pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 9 Juli 2014.
Deklarasi dilakukan secara simbolis dengan penyematan rompi Laskar Santri Nusantara oleh Muhaimin kepada perwakilan santri di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (30/5/2014).

Jokowi Suami Teladan Keluarga, Capres Lain?

Relawan wanita mengatasnamakan Gerakan Masyarakat JKW4P (Gema) mendeklarasikan diri mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Mereka mendukung Jokowi-JK lantaran dianggap bisa menurus keluarga dengan baik, sedang capres terbukti gagal mengurus keluarga sendiri.
"Jokowi-JK merupakan pemimpin yang mampu merepresentasikan ayah dan suami teladan bagi keluarga," ujar Koordinator Gema Fatimah Ahmad di depan Gedung RSCM, Jumat (30/5/2014).

Kalah Cepat Buat Rekening Donasi Pilpres, Jokowi Dilaporkan ke KPK

Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan oleh kelompok masyarakat yang menamakan dirinya "Progress 98" ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pelaporan itu terkait pembukaan tiga rekening penggalangan dana dukungan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai calon presiden dan wakil presiden.
Faisal Assegaf, Ketua Progress 98, menjelaskan ketiga rekening tersebut di atas namakan Jokowi dan JK.
Rekening tersebut, dinilai tergolong sebagai gratifikasi. Karena, Jokowi, meski tengah cuti, masih terkualifikasi sebagai pejabat negara yang dilarang menerima pemberian apapun.

Jokowi Belum Terima Ijin Cuti dari Mendagri

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah mengajukan cuti untuk fokus pencapresan pada Kemendagri. Ia rencananya resmi non aktif 1 Juni 2014. Namun, Jokowi mengaku hingga saat ini belum menerima surat resmi dari Kemendagri.
"Sampai detik ini belum saya terima dari Presiden. Jadi saya nggak bisa bicara banyak," kata Jokowi di GOR Matraman, Jalan Balai Rakyat, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).

Jokowi Tepis Tiga Isu Miring Terkait Program DKI

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menepis isu-isu miring yang beredar selama ini berkaitan dengan program-program DKI di masyarakat. Setidaknya ada tiga hal yang diklarifikasi oleh Jokowi di hadapan para lurah dan RT/RW se-Jakarta Timur.
Ketiga hal itu adalah persoalan sertifikasi guru, tunjangan atau uang operasional untuk RT/RW, serta isu mengenai Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) yang akan dilebur dengan kelurahan.
"Saya ingin sampaikan beberapa hal mengenai isu, yang dibawa aneh-aneh. Isu soal sertifikasi guru. Posisi saya sekarang sebagai gubernur. Katanya, sertifikasi guru akan dihilangkan, yang benar di Jakarta akan kita tambah," kata Jokowi dalam acara Forum Lembaga Musyawarah Kelurahan Kota Administrasi Jakarta Timur di GOR Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).

Tanda Tangan Palsu Jokowi di Pasar Senen Juga Ada

Beredar surat dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk Kejaksaan Agung (Kejagung) yang berisi penangguhan pemanggilan oleh Kejaksaan Agung terkait kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta tahun anggaran 2013. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Jokowi dan tertanggal pada 14 Mei 2014.
Jokowi mengatakan surat yang beredar tersebut merupakan salah satu kampanye hitam yang menyerang dirinya. Dia meminta masyarakat untuk berpikir secara logika terkait beredarnya surat tersebut.

GK Forbes Jokowi-JK Siap Kerahkan Ribuan Relawan di Jawa Barat

Ketua Forum Galang Kekuatan Forum Besar (GK Forbes) Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Kelik Wirawan, menyatakan pihaknya siap menggerakan ratusan komunitas relawan untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK.
Menurut Kelik, GK Forbes telah membentuk puluhan posko utama di seluruh kabupaten di Jawa barat. Dari Posko utama setiap kabupaten, lanjut dia, akan menggerakan ribuan relawan yang siap kampanye dari pintu ke pintu (door to door).

Ahok Akan Blususkan Malam atau di Hari Libur Saja

Joko Widodo akan segera menjadi Gubernur DKI Jakarta non aktif. Dia mengajukan cuti karena ingin fokus menjadi calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Mantan Wali Kota Solo itu secara resmi non aktif mulai 31 Mei hingga seluruh tahapan Pilpres selesai pada 20 Oktober mendatang. Sementara Jokowi cuti, wakilnya saat ini, Basuki Tjahaja Purnama, akan menggantikan tugas Jokowi dengan menjadi seorang Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur.

Jokowi: Sertifikasi Guru dan Operasional RT/RW Enggak Dihapus

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berkunjung ke Forum Lembaga Musyawarah Kelurahan Jakarta Timur. Dalam kesempatan itu, ia mengklarifikasi beberapa isu terkait pemerintahan Jakarta yang dipimpinnya.
"Yang pertama, isu sertifikasi guru mau dihilangkan. Saya bicara sebagai gubernur, katanya sertifikasi guru dihilangkan. Enggak benar itu," ujar Jokowi, sapaan akrab dia, di Gedung Balai Rakyat, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (30/5/2014).

Diketahui Strategi Penjebakannya, Demokrat Uring-uringan

Tak berhasil menjerat Jokowi dalam ritual pemaparan visi misi pada 1 Juni 2014, Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan uring-uringan. Pohan mencela bahwa timses dan fungsionaris PDIP bersikap arogan, justru akan menjauhkan pasangan Jokowi-JK dari kemenangan.
"Nah jika timses Jokowi dan fungsionaris PDIP malah arogan, mencela dan menuding Ketum PD, saya yakin publik kecewa.

Aksi Sejuta Bunga untuk Jokowi-JK

Perempuan Gerakan Masyarakat (Gema) JKW4P'7 menggelar aksi "Sejuta Bunga" sebagai dukungan perempuan Indonesia kepada Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla, Jumat (30/5/2014) di Rumah Sakit RSCM, Jakarta.
Koordinator Umum Perempuan Gema JKW4P'7, Fatimah Ahmad, menjelaskan kegiatan sejuta Bunga For Jokowi-JK sebagai tanda dukungan perempuan Indonesia.

Waria Dukung Jokowi-JK

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden terus berupaya mencuri perhatian masyarakat untuk mendapat suara terbanyak. Dua pasangan capres-cawapres  menggunakan trik atau cara berkampanye dengan caranya untuk meraih dukungan.
Seperti halnya Jokowi, kesederhanaannya  ternyata merebut hati para waria Indonesia. Ketua Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Mami Yulie mengungkapkan ketertarikannya pada Jokowi.

Banjir Orasi Warnai Deklarasi Relawan Jokowi-JK di Jombang

Banjir orasi mewarnai deklarasi relawan pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dengan nama Almisbat (Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat) Jombang, di taman Stadion Merdeka, Jombang, Kamis (29/5/2014) malam.
Disebut banjir orasi karena dalam acara itu banyak menampilkan orasi dari pendukung, mulai perwakilan 5 parpol hingga orasi dari mahasiswa dan masyarakat sipil.
Selain orasi, juga diisi nobar film tentang Jokowi, mulai dari kecil hingga menjadi gubernur DKI Jakarta.