Musisi Ahmad Dhani masuk dalam tim kampanye Prabowo-Hatta. Dia pun membela Prabowo dengan gayanya sendiri. Saat deklarasi di Rumah Polonia, Dhani memuji Prabowo setinggi langit.
"Kalau menurut survei saya, semua laki-laki jantan pilih Prabowo," kata Dhani di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta, Rabu (21/5/2014).
Bos Republik Cinta Management (RCM) itu menyebut, sebagai mantan Danjen Kopassus, Prabowo sudah sering mempertaruhkan nyawa bagi negara.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Minggu, 22 Juni 2014
Sabtu, 21 Juni 2014
Jokowi ke Puncak
Calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo tak terlihat di tempat
tinggalnya di Jakarta, Sabtu (21/6/2014). Di hari ulang tahunnya yang ke-53
hari ini, Gubernur DKI non-aktif itu justru sibuk latihan
untuk persiapan debat.
Hadapi Debat Capres Ketiga, Prabowo Akan Lebih Ngotot
Juru Bicara Tim Prabowo-Hatta, Harry Azhar Aziz, mengatakan, capres
Prabowo Subianto bakal tampil lebih ngotot saat menghadapi Joko Widodo
yang diusung koalisi PDIP dalam debat capres Minggu besok malam, untuk
mantan Danjen Kopassus tersebut akan memaparkan sejumlah strategi
militernya untuk mempertahankan kedaulatan negara.
"Dia akan lebih ngotot pada debat capres yang ketiga. Apalagi, Pak Prabowo di debat sesi pertama kurang fokus memaparkan pendataan di beberapa bidang," kata Harry, di acara Perspektif Indonesia bertajuk 'Jelang Debat Ketiga', di Rarampa Resto, Jalan Mahakam II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/6/2014).
"Dia akan lebih ngotot pada debat capres yang ketiga. Apalagi, Pak Prabowo di debat sesi pertama kurang fokus memaparkan pendataan di beberapa bidang," kata Harry, di acara Perspektif Indonesia bertajuk 'Jelang Debat Ketiga', di Rarampa Resto, Jalan Mahakam II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (21/6/2014).
Beda "Blusukan" Jokowi dan Prabowo di Pasar
Direktur Eksekutif Populi Center Nico Harjanto mengatakan, ada perbedaan antara gaya blusukan calon presiden Prabowo Subianto dengan Joko Widodo di Pasar. Prabowo tidak betah berlama-lama, sementara Jokowi sudah biasa.
"Sangat terlihat perbedaan antara yang tidak biasa dan yang biasa ke pasar," kata Nico di Jakarta, Sabtu (21/6/2014).
"Sangat terlihat perbedaan antara yang tidak biasa dan yang biasa ke pasar," kata Nico di Jakarta, Sabtu (21/6/2014).
Berulang Tahun ke-53, Jokowi Jadi "Trending Topic"
Calon Presiden (capres) nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi), hari
ini berulang tahun ke-53. Berbagai harapan disampaikan rakyat Indonesia
kepada capres Jokowi, yang lahir lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada
21 Juni 1961.
Sebagai seorang politikus yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Jokowi dikenal merakyat, rendah hati, dan tegas.
Sebagai seorang politikus yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Jokowi dikenal merakyat, rendah hati, dan tegas.
2.000 Pemancing Ikuti Acara Mancing Bersama Jokowi-JK
Relawan Merah Putih mengadakan acara lomba memancing bersama yang
dilakukan di Danau Sunter Jakarta Utara pada Sabtu (21/6/2014).
Dalam acara ini juga dilepaskan sejumlah ikan yang sudah disiapkan
oleh panitia ke Danau Sunter untuk menambah hasil tangkapan para mancing
mania.
Ketua Pelaksana Acara "Mancing Bersama" Steven Budi Musa mengatakan acara memancing Jokowi-JK dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-487 dan juga ulang tahun Joko Widodo (Jokowi) ke-53.
Ketua Pelaksana Acara "Mancing Bersama" Steven Budi Musa mengatakan acara memancing Jokowi-JK dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-487 dan juga ulang tahun Joko Widodo (Jokowi) ke-53.
Kadin: Jokowi-JK Lebih Meyakinkan
Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai pasangan Joko
Widodo-Jusuf Kalla lebih meyakinkan. Pasangan nomor urut dua itu
dianggap lebih memenuhi keinginan Kadin ketimbang lawannya, Prabowo
Subianto-Hatta Rajasa.
"Tadi malam, penjelasan Jokowi-JK lebih sesuai dengan kebutuhan kita," tutur Ketua Kadin Franky Sibarani dalam acara Bincang Pagi Metro TV, Sabtu (21/6/2014).
"Tadi malam, penjelasan Jokowi-JK lebih sesuai dengan kebutuhan kita," tutur Ketua Kadin Franky Sibarani dalam acara Bincang Pagi Metro TV, Sabtu (21/6/2014).
Survei Litbang Kompas: Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK Bersaing Ketat
Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla masih memimpin popularitas dukungan masyarakat dengan 42,3 persen, unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang dipilih oleh 35,3 persen.
Namun, dengan perbedaan sekitar 7 persen, masih mungkin terjadi perubahan karena jumlah warga yang belum menentukan pilihan cukup besar.
Namun, dengan perbedaan sekitar 7 persen, masih mungkin terjadi perubahan karena jumlah warga yang belum menentukan pilihan cukup besar.
JK: Kalau Menkonya Melanjutkan, Buat Apa? Pasti Gagal!
"Kita itu ada Menkonya, kalau ada lagi koordinator dari koordinator, tambah sulit negeri ini"
Indo Barometer: Elektabilitas Jokowi-JK Naik
Lembaga survei, Indo Barometer menyebutkan, menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden pada 9 Juli 2014, elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla merangkak naik, sementara pasangan lainnya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berada di bawahnya.
Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, di Jakarta, Jumat, tren elektabilitas Jokowi-JK terus naik mendekati hajatan pilpres.
Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, di Jakarta, Jumat, tren elektabilitas Jokowi-JK terus naik mendekati hajatan pilpres.
Program Jokowi-JK Konkret, Dunia Usaha Bisa Optimistis
Calon presiden Joko Widodo dinilai mampu memaparkan visi-misi dan
program perekonomian yang konkret di hadapan pelaku dunia usaha.
"Apa yang diutarakan Jokowi sangat konkret dan jelas, tidak mengada-ada. Memaparkan rencana kebijakan yang bisa diimplementasikan. Apalagi Jokowi telah memiliki pengalaman administrasi saat memimpin Solo dan Jakarta," ujar politisi PDI Perjuangan Nusyirwan Soejono, merespons dialog Kamar Dagang dan Industri (Kadin), di Jakarta, Sabtu (21/6/2014) dinihari.
"Apa yang diutarakan Jokowi sangat konkret dan jelas, tidak mengada-ada. Memaparkan rencana kebijakan yang bisa diimplementasikan. Apalagi Jokowi telah memiliki pengalaman administrasi saat memimpin Solo dan Jakarta," ujar politisi PDI Perjuangan Nusyirwan Soejono, merespons dialog Kamar Dagang dan Industri (Kadin), di Jakarta, Sabtu (21/6/2014) dinihari.
Selamat Ulang Tahun ke-53 Pak Jokowi!
Capres nomor urut 2 sekaligus Gubernur DKI Jakarta non aktif Joko Widodo
hari ini berulangtahun ke-53. Ulang tahun kali ini adalah yang ke 2
kalinya selama ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Jokowi lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo.
Jokowi lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961 dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo.
Jumat, 20 Juni 2014
Demi Kursi Menteri Prabowo-Hatta, Mahfud MD Gelap Mata
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, dianggap sudah gelap mata. Demi meraih kursi menteri yang dijanjikan pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu sampai menuduh Proklamator RI Soekarno sebagai pelanggar HAM.
“Demi membela Prabowo untuk jabatan menteri di atas menteri, Mahfud MD gelap mata menuduh Bung Karno melanggar HAM,” tegas Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK), Hasto Kristiyanto di Jakarta, Jumat (20/06/2014).
“Demi membela Prabowo untuk jabatan menteri di atas menteri, Mahfud MD gelap mata menuduh Bung Karno melanggar HAM,” tegas Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK), Hasto Kristiyanto di Jakarta, Jumat (20/06/2014).
Carmelita Hartoto Tak Puas dengan Jawaban Jokowi-JK
Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto
mengatakan masih belum puas terhadap jawaban Capres nomor urut dua
Jokowi-JK mengenai program tol laut yang akan dilaksanakan jikalau
terpilih sebagai pemimpin Indonesia.
"Belum puas, karena tadi waktu tiga menit, kita belum dapat pemikiran beliau," kata Carmelita kepada wartawan, Jakarta, Jumat (20/6/2014) malam.
"Belum puas, karena tadi waktu tiga menit, kita belum dapat pemikiran beliau," kata Carmelita kepada wartawan, Jakarta, Jumat (20/6/2014) malam.
MS Hidayat: Paparan Jokowi-JK Lebih Dimengerti
Dalam diskusi calon presidan dan wakil presiden yang diadakan Kamar
Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusung tema pembangunan
ekonomi.
Dalam diskusi ini terlihat pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa kerap mengeluarkan konsep dan gagasan makro. Kondisi sebaliknya dilakukan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang bermain dalam tatanan mikro.
Dalam diskusi ini terlihat pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa kerap mengeluarkan konsep dan gagasan makro. Kondisi sebaliknya dilakukan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang bermain dalam tatanan mikro.
Dialog KADIN dengan Jokowi-JK 20 Juni 2014
Di mana-mana, di kesempatan apa pun, capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) selalu ditarik-tarik untuk diajak foto bareng. Pun yang terjadi di sela syuting dialog bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Jakarta Theatre, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2014) malam. Pengusaha Kadin menyerbu Jokowi-JK untuk foto bersama.
Transaksi 'Tanoesudibjo Prabowo Hatta' di BEI untuk Cuci Uang
Kabar miring kembali menimpa pasangan capres cawapres Prabowo-Hatta. Ketua Koordinator Nasional Pro Jokowi Budi Arie Setiadi menyebutkan, dari data pantauan di Bloomberg, terdapat transaksi investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyangkut pasangan tersebut.
Ya, dari data tersebut ada transaksi investasi yang tercatat dari pihak yang menggunakan nama "Tanoesudibjo Prabowo Hatta". Jumlahnya Rp 869,8 miliar dan digunakan untuk membeli saham empat perusahaan grup MNC baru-baru ini.
Ya, dari data tersebut ada transaksi investasi yang tercatat dari pihak yang menggunakan nama "Tanoesudibjo Prabowo Hatta". Jumlahnya Rp 869,8 miliar dan digunakan untuk membeli saham empat perusahaan grup MNC baru-baru ini.
Kartu Sehat dan Kartu Pintar ala Jokowi Jangkau Seluruh Masyarakat
Calon presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) kerap dikritik Tim Kampanye Prabowo-Hatta terkait ide Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. Dituding bahwa ide Jokowi tak berguna karena Pemerintah sebenarnya sudah memiliki Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang sudah ada kartunya.
Namun, Juru Bicara Jokowi-JK, Anies Baswedan menegaskan bahwa ada kealpaan dari tudingan-tudingan miring itu. Yakni bahwa BPJS baru dalam level mengutamakan PNS, Prajurit TNI/Polri, serta sedikit orang miskin.
Namun, Juru Bicara Jokowi-JK, Anies Baswedan menegaskan bahwa ada kealpaan dari tudingan-tudingan miring itu. Yakni bahwa BPJS baru dalam level mengutamakan PNS, Prajurit TNI/Polri, serta sedikit orang miskin.
Sys NS: Jokowi Bisa Kenyangkan Otak dan Perut Rakyat
Aliansi Seni Indonesia hari ini memberi dukungannya terhadap
capres dan cawapres Jokowi-JK di Posko Jenggala CenterJalan Jenggala II
No 6B, Jakarta Selatan. Namun, dukungan ini tidak dihadiri pasangan
capres dan cawapres nomor urut 2 tersebut.
Aktor Senior Sys NS atau atau Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns Soerio Soebagio mengaku terkesima melihat sosok gubernur DKI non aktif itu. Dia menilai Jokowi merupakan tokoh pejabat yang fenomenal.
Aktor Senior Sys NS atau atau Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns Soerio Soebagio mengaku terkesima melihat sosok gubernur DKI non aktif itu. Dia menilai Jokowi merupakan tokoh pejabat yang fenomenal.
Etos Kerja Turunkan Elektabilitas Jokowi
Mendekati pemungutan suara 9 Juli 2014 mendatang, elektabilitas Joko
Widodo alami stagnasi. Disebut-sebut, turunnya elektabilitas lantaran
mesin partai tidak bergerak.
Menanggapi kondisi ini, pengamat politik Amir Hamzah menilai elektabiltas Jokowi yang menurun lebih pada sosok ketokohan itu sendiri. Saat ini, masyarakat sudah mampu melihat bagaimana kinerja Jokowi sebenarnya. Hal itulah yang membuat elektabiltasnya menurun.
Menanggapi kondisi ini, pengamat politik Amir Hamzah menilai elektabiltas Jokowi yang menurun lebih pada sosok ketokohan itu sendiri. Saat ini, masyarakat sudah mampu melihat bagaimana kinerja Jokowi sebenarnya. Hal itulah yang membuat elektabiltasnya menurun.
Jokowi Terima Fitnah, Wiranto Ungkap Fakta
Tim Prabwo-Hatta telah melaporkan mantan Panglima ABRI Wiranto ke Badan
Pengawas Pemilu terkait klarifikasinya soal penghilangan aktivis tahun
1998. Terkait hal itu, juru bicara tim Joko Widodo-Jusuf Kalla, Anies
Baswedan meminta agar keduanya tak perlu tersinggung.
"Kalau itu (dilaporkan) berarti memutarbalikan fakta ya, kenapa harus dilaporkan? Kalau memang berbicara fakta kan tidak perlu tersinggung," Ujar Anies ditemui wartawan di Jl Sukabumi no 15 Menteng, Jakarta Pusat.
"Kalau itu (dilaporkan) berarti memutarbalikan fakta ya, kenapa harus dilaporkan? Kalau memang berbicara fakta kan tidak perlu tersinggung," Ujar Anies ditemui wartawan di Jl Sukabumi no 15 Menteng, Jakarta Pusat.
'Rapor Merah' Keuangan DKI Jakarta, Jokowi Yang Salah?
Laporan keuangan DKI Jakarta tahun anggaran 2013 mendapat opini yang
Wajar Dengan Pengecualian dari BPK. Laporan hasil pemeriksaan dari BPK
itu menjadi rapor merah atas jalannya pemerintahan selama kepemimpinan
Jokowi-Ahok.
"Inilah prestasi riilnya. Aku enggak kaget, orang aku sudah tahu semua. Justru aku senang, karena justru bagus, ini rapor yang asli (di DKI),” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2014).
"Inilah prestasi riilnya. Aku enggak kaget, orang aku sudah tahu semua. Justru aku senang, karena justru bagus, ini rapor yang asli (di DKI),” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2014).
Kartu Jakarta Pintar Ternyata Bermasalah, Jokowi Diseret ke Penjara?
Program yang diunggulkan pemerintahan Jokowi-Ahok yakni Kartu Jakarta
Pintar ternyata tak mendapatkan penilaian memuaskan dari Badan
Pemeriksaan Keuangan (BPK).
Anggota V BPK RI Agung Firman Sampurna dalam keterangan persnya, di Gedung DPRD DKI Jakarta menjelaskan dari sejumlah temuan pemeriksaan, ada beberapa permasalahan yang harus mendapatkan perhatian sejumlah jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Anggota V BPK RI Agung Firman Sampurna dalam keterangan persnya, di Gedung DPRD DKI Jakarta menjelaskan dari sejumlah temuan pemeriksaan, ada beberapa permasalahan yang harus mendapatkan perhatian sejumlah jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Gagal Dongkrak Suara, Kubu Jokowi Terus Serang Prabowo
Tagline foto ‘Gallery of Rogues, Kebangkitan Bad Guys’ yang diunggah
oleh presenter dan kolumnis Indonesia, Wimar Witoelar, dinilai adalah
salah satu serangan yang tidak santun ke kubu Prabowo Subianto.
Pengamat politik Universitas Indonesia Firman Noor menilai, kubu Jokowi panik lantaran elektabilitas Jokowi mentok tak banyak bergerak.
Pengamat politik Universitas Indonesia Firman Noor menilai, kubu Jokowi panik lantaran elektabilitas Jokowi mentok tak banyak bergerak.
Gelap Mata, Mahfud Tuding Soekarno Langgar HAM
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, dianggap sudah gelap mata dengan menuding Proklamator Soekarno sebagai pelanggar HAM. Juru Bicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, menduga Mahfud tega melakukan itu karena iming-iming Prabowo Subianto, calon presiden yang dibelanya.
"Demi membela Prabowo untuk jabatan menteri di atas menteri, Mahfud MD gelap mata menuduh Bung Karno melanggar HAM," tegas Hasto lewat pernyataan tertulis, Jumat (20/6/2014).
"Demi membela Prabowo untuk jabatan menteri di atas menteri, Mahfud MD gelap mata menuduh Bung Karno melanggar HAM," tegas Hasto lewat pernyataan tertulis, Jumat (20/6/2014).
Survei Vox Populi: Prabowo Pecundangi Jokowi
Hasil riset lembaga survei Vox Populi menempatkan elektabilitas Calon
Presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto mengungguli tingkat
keterpilihan Joko Widodo (Jokowi), yakni mencapai 52,79 persen.
"Riset ini menggunakan 5266 sampel dengan jumlah yang berhasil dianalisis adalah 4977. Dari responden yang tersebar di 402 kabupaten/kota secara proporsional, elektabilitas Jokowi hanya 37,7 persen," ujar Direktur Eksekutif Vox Populi Survey, Basynursyah, di Hotel Whiz, Cikini, Jakarta, Jumat (20/6/2014).
"Riset ini menggunakan 5266 sampel dengan jumlah yang berhasil dianalisis adalah 4977. Dari responden yang tersebar di 402 kabupaten/kota secara proporsional, elektabilitas Jokowi hanya 37,7 persen," ujar Direktur Eksekutif Vox Populi Survey, Basynursyah, di Hotel Whiz, Cikini, Jakarta, Jumat (20/6/2014).
Apa Kata Front Pembela Obor Rakyat?
Pemberitaan Tabloid Obor Rakyat dinilai mengumbar kampanye hitam
terhadap calon presiden Joko Widodo. Tetapi buat sebagian kalangan,
pemberitaan Obor Rakyat bukan menghasut dan menimbulkan kebencian.
"Apa yang dilakukan tabloid Obor Rakyat adalah kampanye negatif. Ini bukan cuma perlu, tapi harus," kata pendiri gerakan Front Pembela Obor Rakyat, Edy Mulyadi, dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2014).
"Apa yang dilakukan tabloid Obor Rakyat adalah kampanye negatif. Ini bukan cuma perlu, tapi harus," kata pendiri gerakan Front Pembela Obor Rakyat, Edy Mulyadi, dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2014).
Langganan:
Postingan (Atom)






















