Menjelang Pilpers 2009, PDIP dan Gerindra membuat perjanjian politik di Batu Tulis, Bogor. Salah satu poin dalam perjanjian itu disebut-sebut berupa janji PDIP untuk mendukung pencapresan Prabowo di Pilpres 2014. Jika poin itu benar adanya, apakah berarti duet Prabowo-Jokowi akan terwujud?
Pertemuan di Batu Tulis tersebut dihadiri semua petinggi PDIP dan Gerindra, seperti Mega sendiri, Puan Maharani, Pramono Anung, Prabowo didampingi Fadli Zon, Martin Hutabarat, Hashim Djojohadikusumo, dan lainnya.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Sabtu, 30 November 2013
Jokowi: Blusukan Membuka Mata Batin dan Penglihatan Spiritual
Blusukan adalah salah satu cara yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk menunjukkan kinerjanya. Jokowi mengakui, kegiatan blusukan merupakan salah satu masukan yang disampaikan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Saya blusukan, bukan hanya untuk dekat dengan rakyat, tetapi juga mencoba mendekati masalah," ungkapnya di dalam diskusi 'Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang' di Aula FK UI, Salemba, Jakarta, Sabtu (30/11/2013).
"Saya blusukan, bukan hanya untuk dekat dengan rakyat, tetapi juga mencoba mendekati masalah," ungkapnya di dalam diskusi 'Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang' di Aula FK UI, Salemba, Jakarta, Sabtu (30/11/2013).
Atasi Banjir, Jokowi Minta Bantuan Tetangga Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta kerjasama pemerintah daerah
sekitar Ibu Kota lebih kooperatif mengatasi banjir. Dia berharap urusan
banjir di Ibukota membutuhkan uluran tangan dari daerah tetangga.
Tanpa ada bantuan dari pemda tetangga terutama Depok dan Bogor, maka permasalahan banjir di Jakarta sulit diatasi. “Walaupun kita sudah keruk saluran dan waduk, tapi kalau yang di atas tidak diatasi, ya Jakarta tetap banjir. Untuk itu kami butuh bantuan mereka, baik dari Depok, Tangerang, Bekasi, maupun Bogor,” ujar Jokowi di FK UI, Jl Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2013).
Tanpa ada bantuan dari pemda tetangga terutama Depok dan Bogor, maka permasalahan banjir di Jakarta sulit diatasi. “Walaupun kita sudah keruk saluran dan waduk, tapi kalau yang di atas tidak diatasi, ya Jakarta tetap banjir. Untuk itu kami butuh bantuan mereka, baik dari Depok, Tangerang, Bekasi, maupun Bogor,” ujar Jokowi di FK UI, Jl Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2013).
Gerindra Masih Ngarep Duet Prabowo-Jokowi, PDIP: Tunggu Hasil Pileg
Gerindra masih membuka peluang untuk mewujudkan duet Prabowo-Jokowi di
2014. Meski tak menyambut, ternyata PDIP tak menutup peluang itu
rapat-rapat.
"Seperti disampaikan Ibu Ketua Umum di acara UI, tentu semua melihat hasil Pileg, baru akan ditentukan langkah berikutnya. Karena apapun juga hasil pileg lah yang menentukan bisa menjadi capres dari partai," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga saat dihubungi, Sabtu (30/11/2013) malam.
Eriko mengatakan hasil Pileg akan sangat menentukan langkah PDIP di Pilpres 2014. Target PDIP adalah untuk mengusung capres sendiri.
"Seperti disampaikan Ibu Ketua Umum di acara UI, tentu semua melihat hasil Pileg, baru akan ditentukan langkah berikutnya. Karena apapun juga hasil pileg lah yang menentukan bisa menjadi capres dari partai," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga saat dihubungi, Sabtu (30/11/2013) malam.
Eriko mengatakan hasil Pileg akan sangat menentukan langkah PDIP di Pilpres 2014. Target PDIP adalah untuk mengusung capres sendiri.
Dicurigai Prananda Mau Diorbitkan di Pilpres 2014
Dicurigai Prananda Prabowo yang selalu mendampingi Ketua Umum DPP PDIP
Megawati kemana-mana, terkait kepentingan Pemilu Presiden (Pilpres)
2014.
“Banyak yang curiga Mega ingin memperkenalkan putranya itu (Prananda) kepada masyarakat kemana-mana untuk diorbitkan pada Pilpres 2014,” kata Guru Besar Universitas Indonesia Prof Maswadi Rauf yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (30/11/2013) malam.
“Banyak yang curiga Mega ingin memperkenalkan putranya itu (Prananda) kepada masyarakat kemana-mana untuk diorbitkan pada Pilpres 2014,” kata Guru Besar Universitas Indonesia Prof Maswadi Rauf yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (30/11/2013) malam.
Indonesia kehilangan sosok pemimpin seperti Soekarno
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan gagasan dan ide-ide besar dari Presiden RI Pertama, Ir Soekarno tidak dilanjutkan bangsa Indonesia sampai sekarang.
Padahal, tokoh proklamator tersebut merupakan sosok visioner yang mempunyai ide-ide jauh melebihi jamannya.
"Beliau proklamator kita. Ide besarnya tidak perlu diragukan lagi," kata Jokowi usai menjadi pembicara seminar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2013).
Padahal, tokoh proklamator tersebut merupakan sosok visioner yang mempunyai ide-ide jauh melebihi jamannya.
"Beliau proklamator kita. Ide besarnya tidak perlu diragukan lagi," kata Jokowi usai menjadi pembicara seminar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2013).
Jokowi Ditanya 'Beli Nyali' di Mana Sampai Berani Blusukan
Joko Widodo (Jokowi) dikenal sebagai gubernur yang berani untuk langsung turun ke
masyarakat dan melihat langsung permasalahan. Salah satu pengajar di
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menanyakan nyali
Jokowi yang blusukan kemana-mana.
Adalah salah satu pengajar FIB UI bernama Riri Sarumpaet yang menanyakan hal tersebut. Jokowi pun menjawab dengan gayanya yang santai. Riri bertanya dimana Jokowi 'beli nyali' sehingga berani mengambil kebijakan.
"Di pasar dan kedua di kampung kalau kita ke pasar dan tahu masalah detil, kita tau masalahnya detil di kampung problemnya real, kita akan berani, mau putuskan apa," kata Jokowi saat sesi tanya jawab panelis di seminar tentang kepemimpinan di FK UI, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2013).
Adalah salah satu pengajar FIB UI bernama Riri Sarumpaet yang menanyakan hal tersebut. Jokowi pun menjawab dengan gayanya yang santai. Riri bertanya dimana Jokowi 'beli nyali' sehingga berani mengambil kebijakan.
"Di pasar dan kedua di kampung kalau kita ke pasar dan tahu masalah detil, kita tau masalahnya detil di kampung problemnya real, kita akan berani, mau putuskan apa," kata Jokowi saat sesi tanya jawab panelis di seminar tentang kepemimpinan di FK UI, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2013).
Jokowi Sebut Kasus Lurah Susan Bukti Pluralisme di Jakarta Final
Sebagai pemimpin daerah yang terdiri dari berbagai etnis, suku dan agama, tak jarang Gubernur Jokowi berhadapan dengan masalah-masalah pluralisme. Meski demikian, Jokowi memastikan pluralisme di Jakarta sudah final dan tak perlu lagi dipermasalahkan.
"Pluralisme dan kebhinekaan kita sudah final," kata Jokowi saat menjadi pembicara di seminar 'Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang' di Aula FK UI, Jakarta, Sabtu (30/11/2013).
"Pluralisme dan kebhinekaan kita sudah final," kata Jokowi saat menjadi pembicara di seminar 'Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang' di Aula FK UI, Jakarta, Sabtu (30/11/2013).
Ditanya Peluang Jokowi Jadi Capres, Megawati: Sabar Dulu
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, belum mau bicara soal calon presiden yang akan diusung PDI Perjuangan. Menurut Mega, partainya akan fokus menghadapi pemilu legislatif.
"Sabar dulu ya. Tunggu sampai selesai pemilu legislatif," kata Mega menjadi pembicara dalam sebuah seminar di Fakultas Kedokteran UI, Jakarta, Sabtu (30/11/2013).
Saat seminar masih berlangsung, Megawati sempat mendapat pertanyaan dari salah satu staf pengajar UI tentang peluang Jokowi sebagai capres PDI Perjuangan.
"Sabar dulu ya. Tunggu sampai selesai pemilu legislatif," kata Mega menjadi pembicara dalam sebuah seminar di Fakultas Kedokteran UI, Jakarta, Sabtu (30/11/2013).
Saat seminar masih berlangsung, Megawati sempat mendapat pertanyaan dari salah satu staf pengajar UI tentang peluang Jokowi sebagai capres PDI Perjuangan.
Kepanasan, Megawati Minta Jokowi Belikan AC Untuk Kampus UI
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hari ini menjadi pembicara dalam
diskusi "Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang" di Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia. Tidak hanya Mega yang hadir, Jokowi pun diundang
menjadi pembicara dalam seminar tersebut.
Seminar itu digelar di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Peserta yang hadir pun membeludak hingga memenuhi seluruh tempat duduk. Bahkan ada yang berdiri.
Seminar itu digelar di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Peserta yang hadir pun membeludak hingga memenuhi seluruh tempat duduk. Bahkan ada yang berdiri.
Jokowi-Megawati Duduk Bareng Jadi Pembicara
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan mantan Presiden Megawati
Soekarnoputri duet sebagai pembicara dalam sebuah seminar, di Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu, (30/11/2013). Menurut catatan Tempo, inilah pertama kalinya Jokowi -sapaan akrab Gubernur- dan Megawati duduk satu meja sebagai pembicara.
Jokowi dan Megawati beserta rombongan tiba di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada pukul 10.00 WIB. Jokowi mengenakan kemeja lengan panjang putih dipadu pantalon hitam.
Jokowi dan Megawati beserta rombongan tiba di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada pukul 10.00 WIB. Jokowi mengenakan kemeja lengan panjang putih dipadu pantalon hitam.
Ini Alasan Slank Dekat dengan Jokowi
Kelompok musik Slank tak pernah membeda-bedakan siapa pun tokoh yang
ingin bertemu dengan mereka. Tak terkecuali dengan tokoh dari partai
politik. "Slank selalu terbuka, siapa pun, dari partai politik apa pun,
jika berkunjung di terima," kata Manajer Slank, Iffet Veceha Siddharta
kepada Tempo, di Yogyakarta, 19 November 2013 lalu.
Meski demikian, kata perempuan yang kerap disapa Bunda Iffet itu, Slank tak pernah mau terlibat dalam kegiatan politik praktis. Meski tawaran untuk mendukung partai politik tertentu kerap berdatangan. "Yang pasti sampai 30 tahun ini, Slank setia untuk netral, tidak mendukung salah satu partai tertentu," kata Iffet.
Meski demikian, kata perempuan yang kerap disapa Bunda Iffet itu, Slank tak pernah mau terlibat dalam kegiatan politik praktis. Meski tawaran untuk mendukung partai politik tertentu kerap berdatangan. "Yang pasti sampai 30 tahun ini, Slank setia untuk netral, tidak mendukung salah satu partai tertentu," kata Iffet.
Jokowi dan Kemeja Putih yang Kekuningan
Saat menjadi pembicara di Universitas Indonesia Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo sempat bercerita mengenai kemeja putih khasnya. Jokowi
menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan Perdana Menteri Belanda
Mark Rutte.
Kala itu, ia menemani Mark untuk melihat Waduk Pluit. Jokowi mengenakan kemeja putih, sedangkan Mark mengenakan kemeja lengkap dengan menggunakan jas.
Kala itu, ia menemani Mark untuk melihat Waduk Pluit. Jokowi mengenakan kemeja putih, sedangkan Mark mengenakan kemeja lengkap dengan menggunakan jas.
Jokowi Buka Rahasia Soal Baju Putihnya
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), menjadi pembicara di seminar yang
dihelat di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta
Pusat, Sabtu, 30 November 2013. Dalam acara yang dihadiri ratusan
civitas akademik ini, Jokowi tampak santai dengan kemeja putih lengan panjang dan pantalon hitam.
Dalam ceramahnya selama 40 menit, Jokowi lebih banyak melemparkan joke ringan. "Tahu ndak banyak orang nanya kenapa saya sukanya pakai kemeja putih, ini ada alasannya," kata Jokowi mengawali pidatonya.
Dalam ceramahnya selama 40 menit, Jokowi lebih banyak melemparkan joke ringan. "Tahu ndak banyak orang nanya kenapa saya sukanya pakai kemeja putih, ini ada alasannya," kata Jokowi mengawali pidatonya.
Lagi, Megawati-Jokowi Tunjukkan "Kemesraan" di Depan Publik
Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarno Putri, dan Gubernur DKI Jakarta,
Joko Widodo (Jokowi), kembali menunjukkan 'kemesraannya' di depan publik. Saat
datang untuk memenuhi undangan sebagai pembicara dalam seminar
kepemimpinan Indonesia di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Salemba, Sabtu (30/11/2013), keduanya tiba dengan mobil yang sama
sekitar pukul 09.45. Jokowi turun dari mobil Toyota Alphard bernomor
polisi B 2301 MT milik Megawati.
Jokowi Tak Mau Tanggapi Soal Kematian 14 Kanguru
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ogah menanggapi kematian 14 kanguru di
Raman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan. Pasalnya, itu merupakan
bukan tanggu jawab dirinya.
"Ah itu urusannya nanti kalau ada tikus mati di rumah, mau tanya saya," kata Jokowi saat dimintai tanggapan di Balai Kota Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Orang nomor satu di DKI ini meminta, persoalan matinya 14 kanguru di TMR tersebut langsung ditanyakan ke pengelola TMR. "Ya ya dilindungi. Tanya ke Ragunan, jangan tanya ke saya," katanya.
"Ah itu urusannya nanti kalau ada tikus mati di rumah, mau tanya saya," kata Jokowi saat dimintai tanggapan di Balai Kota Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Orang nomor satu di DKI ini meminta, persoalan matinya 14 kanguru di TMR tersebut langsung ditanyakan ke pengelola TMR. "Ya ya dilindungi. Tanya ke Ragunan, jangan tanya ke saya," katanya.
Jokowi-Megawati Berada dalam Satu Mobil Menuju UI Salemba
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri
menjadi pembicara dalam Serial Seminar Dewan Guru besar Universitas
Indonesia (DGB UI) yang bertajuk 'Indonesia Menjawab Tantangan
Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang', Sabtu (30/11/2013).
Selain Megawati, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo juga turut menjadi pembicara dalam seminar tersebut.
Seminar itu dilaksanakan sejak 26 November hingga 30 November 2013. Megawati dan Jokowi tiba di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat pukul 09.40 WIB.
Selain Megawati, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo juga turut menjadi pembicara dalam seminar tersebut.
Seminar itu dilaksanakan sejak 26 November hingga 30 November 2013. Megawati dan Jokowi tiba di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat pukul 09.40 WIB.
Jumat, 29 November 2013
Dipuji SBY, Jokowi Terus Lakukan Evaluasi
Lelang jabatan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
mendapatkan pujian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kendati
demikian, hal itu tidak membuat besar hati Gubernur.
"Yang paling penting, pertama seleksi dan promosi terbuka ini transparansi. Masalah suka dan tidak, tapi transparansi," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jumat (29/11/2013).
Menurut Jokowi, hal yang penting adalah terus dilakukan eveluasi. karena, kata dia, pihaknya belum mengatahui, apakah program itu sudak maksimal atau belum.
"Yang paling penting, pertama seleksi dan promosi terbuka ini transparansi. Masalah suka dan tidak, tapi transparansi," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jumat (29/11/2013).
Menurut Jokowi, hal yang penting adalah terus dilakukan eveluasi. karena, kata dia, pihaknya belum mengatahui, apakah program itu sudak maksimal atau belum.
Sobek, Akhirnya Jokowi Tampil dengan Sepatu Baru
Ada yang beda dari penampilan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat hendak meninggalkan Balaikota, Jumat sore, (29/11/2013). Jokowi mengenakan sepatu baru.
"Ini foto," kata Jokowi kepada wartawan sembari mengarahkan tangannya ke sepatu barunya. Warna sepatu barunya tidak berbeda jauh dengan pendahulunya, yakni cokelat. Sementara bagian solnya warna putih. Adapun mereknya tidak ada.
"Ini foto," kata Jokowi kepada wartawan sembari mengarahkan tangannya ke sepatu barunya. Warna sepatu barunya tidak berbeda jauh dengan pendahulunya, yakni cokelat. Sementara bagian solnya warna putih. Adapun mereknya tidak ada.
Jokowi Segera Kunjungi Walikota Depok
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak bersedia berpolemik dengan siapapun
untuk membangun Jakarta, termasuk mengomentari Wasekjen DPP PKS Fachri
Hamzah. Mantan Walikota Solo itu bahkan segera mengatur waktu bertemu
dengan Walikota Depok Nurmahmudi Ismail.
“Wah, saya ndak mau ribut-ribut. Kita harus bersama membangun Jakarta,”kata Jokowi, Jumat (29/12/2013) di sela-sela kegiatan bersepeda bersama matan Wakil PM Inggris Lord Mandelson.
“Wah, saya ndak mau ribut-ribut. Kita harus bersama membangun Jakarta,”kata Jokowi, Jumat (29/12/2013) di sela-sela kegiatan bersepeda bersama matan Wakil PM Inggris Lord Mandelson.
Warga Puas kepada Jokowi, Kecuali soal Macet dan Angkutan Umum
Sebagian besar warga Jakarta merasa puas dengan kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam mengatasi berbagai masalah di Jakarta. Namun, warga tidak puas dengan penanganan dua masalah Ibu Kota, yakni kemacetan dan angkutan umum Ibu Kota.
Demikian hasil telepolling pada 8-10 November 2013 yang dilakukan Pusat Data Bersatu terhadap 12 hal yang ditangani Jokowi-Ahok.
Demikian hasil telepolling pada 8-10 November 2013 yang dilakukan Pusat Data Bersatu terhadap 12 hal yang ditangani Jokowi-Ahok.
Bahas Soal Jakarta, Jokowi Temui Kapolri di Mabes
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyambangi kantor Mabes Polri untuk
bertemu Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, Jumat (29/11/2013). Setiba
di Mabes, Jokowi langsung menuju ruangan Sutarman di lantai dua.
Jokowi enggan menjelaskan agenda pertemuannya dengan Kapolri. Namun tanpa merinci materi pertemuan, Sutarman mengatakan ia dan Jokowi hendak membahas permasalahan Jakarta. “Mungkin ada persoalan-persoalan Jakarta yang belum terselesaikan,” kata Sutarman.
Jokowi enggan menjelaskan agenda pertemuannya dengan Kapolri. Namun tanpa merinci materi pertemuan, Sutarman mengatakan ia dan Jokowi hendak membahas permasalahan Jakarta. “Mungkin ada persoalan-persoalan Jakarta yang belum terselesaikan,” kata Sutarman.
Ini Ancaman Jokowi untuk Pemberi Uang Pengemis
Pengemis dan gelandangan seolah sudah menjadi pemandangan umum di jalanan Ibu Kota. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan denda tinggi bagi masyarakat yang masih memberi uang pada pengemis.
"Sekarang kita orientasi pada denda. Karena orang itu takutnya karena denda besar.
Di Singapura juga begitu," kata dia usai memberikan kuliah umum di Universitas Trisakti, Jumat (29/11/2013). Menurut Jokowi, denda tinggi tersebut bertujuan untuk menciptakan tertib hukum dan tertib sosial di masyarakat.
Di Singapura juga begitu," kata dia usai memberikan kuliah umum di Universitas Trisakti, Jumat (29/11/2013). Menurut Jokowi, denda tinggi tersebut bertujuan untuk menciptakan tertib hukum dan tertib sosial di masyarakat.
Denda Tinggi Itu Ampuh!
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui denda bagi pelanggar peraturan
daerah akan efektif jika berupa denda uang dalam jumlah besar. Ke
depan, Jokowi berjanji akan mengoptimalkan denda uang untuk para
pelanggar.
"Ke depan, orientasi kita pada denda. Memang kalau kena Rp 50.000 mengulang-ulang terus pasti, tapi kalau Rp 500.000 baru merasakan," ujarnya seusai menghadiri Dies Natalis ke-46 Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Jumat (29/11/2013).
"Ke depan, orientasi kita pada denda. Memang kalau kena Rp 50.000 mengulang-ulang terus pasti, tapi kalau Rp 500.000 baru merasakan," ujarnya seusai menghadiri Dies Natalis ke-46 Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Jumat (29/11/2013).
SBY Apresiasi Lelang Jabatan ala Jokowi-Ahok
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi pelaksanaan sistem
perekrutan seleksi dan promosi jabatan terbuka atau yang lebih dikenal
dengan lelang jabatan oleh Pemprov DKI. Pernyataan SBY itu disampaikan
oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(Menteri PAN dan RB) Azwar Abubakar dalam HUT Ke-42 Korpri di Monumen
Nasional (Monas), Jumat (29/11/2013) pagi ini.
"Saya mengapresiasi pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, yang telah menjalankan lelang jabatan," kata Azwar mengutip pujian dari Presiden SBY.
"Saya mengapresiasi pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, yang telah menjalankan lelang jabatan," kata Azwar mengutip pujian dari Presiden SBY.
Jokowi Akui Sulit Ubah Perilaku Negatif Warga
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui sulit mengubah perilaku
negatif warga Jakarta. Salah satunya yakni terkait membuang sampah pada
tempatnya.
"Perilaku masyarakat buang sampah sembarangan memang sulit diubah," ujar Jokowi saat menjadi pembicara dalam acara Dies Natalis 46 Universitas Trisakti Jakarta, Jumat (29/11/2013).
"Perilaku masyarakat buang sampah sembarangan memang sulit diubah," ujar Jokowi saat menjadi pembicara dalam acara Dies Natalis 46 Universitas Trisakti Jakarta, Jumat (29/11/2013).
Jokowi dan Eks Wakil PM Inggris Bersepeda dan Ngopi Bareng
Bersepeda ke kantor pada hari Jumat menjadi kebiasaan Gubernur DKI
Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Kali ini, Jokowi bersepeda ditemani
mantan Wakil PM Inggris, Lord Mandelson.
Jokowi berangkat dari rumah dinasnya di Jl. Taman Suropati No. 7, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2013) sekitar pukul 06.00 WIB. Ia mengenakan baju polo shirt dan Mandelson tampak mengenakan baju kemeja warna putih dengan celana jins biru.
Jokowi berangkat dari rumah dinasnya di Jl. Taman Suropati No. 7, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2013) sekitar pukul 06.00 WIB. Ia mengenakan baju polo shirt dan Mandelson tampak mengenakan baju kemeja warna putih dengan celana jins biru.
Langganan:
Postingan (Atom)

























