Rhoma Irama berangan-angan meminang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai cawapresnya.
Wasekjen PDIP Hasto Kristianto menganggap Rhoma hanya cari sensasi
saja.
"Saya pikir dia hanya cari sensasi untuk naikan
elektabilitas saja. Dulu dia menyerang Jokowi dengan isu SARA pada
Pilgub DKI 2012, sekarang memuji Jokowi. Ini kan tidak konsisten," ujar
Hasto jelang Rapat Pleno di Kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat,
Kamis (4/11/2013).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Rabu, 04 Desember 2013
'Gong Jokowi' Yogya Serukan Rabu Kotak-kotak
Puluhan relawan Gotong Royong untuk Jokowi atau 'Gong Jokowi' di
Yogyakarta kembali menggelar aksi, Rabu (4/12/2015). Mereka menyerukan
kepada simpatisan untuk mengenakan baju kotak-kotak setiap hari Rabu.
Aksi digelar di kawasan Malioboro, mulai dari depan Hotel Inna Garuda hingga titik nol kilometer di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Peserta aksi berjalan kaki di sepanjang trotoar.
Koordinator aksi Erwin Razak mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) adalah sosok pemimpin yang mau melayani rakyat. Bukan pemimpin yang harus dilayani oleh rakyat.
Aksi digelar di kawasan Malioboro, mulai dari depan Hotel Inna Garuda hingga titik nol kilometer di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Peserta aksi berjalan kaki di sepanjang trotoar.
Koordinator aksi Erwin Razak mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) adalah sosok pemimpin yang mau melayani rakyat. Bukan pemimpin yang harus dilayani oleh rakyat.
Terkait Seranagn Yusril, Ketua PDIP: "Semua Orang Seperti Bebas Meludah"
Yusril Ihza Mahendra yang berniat mencapres kini mulai menyindir Joko
Widodo (Jokowi) soal blusukan. Elite PDIP menafsirkan, tindakan Yusril ibarat
meludah di era demokrasi liberal.
"Memang sekarang di era demokrasi liberal, semua orang bebas meludah," kata Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto saat dihubungi, Rabu (4/12/2013).
Memang popularitas Jokowi kian melejit jelang pencapresan ini. Namun kritikan dan nada nyinyir juga kian sering terdengar ditujukan ke Gubernur DKI itu.
"Memang sekarang di era demokrasi liberal, semua orang bebas meludah," kata Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto saat dihubungi, Rabu (4/12/2013).
Memang popularitas Jokowi kian melejit jelang pencapresan ini. Namun kritikan dan nada nyinyir juga kian sering terdengar ditujukan ke Gubernur DKI itu.
Prijanto Tagih Jokowi Evaluasi Dugaan Korupsi Proyek Taman BMW
Mantan Wakil Gubernur DKI Prijanto menagih Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menindaklanjuti
temuannya terkait dugaan korupsi di proyek taman BMW. Prijanto meyakini
Jokowi dan Ahok tahu tentang kasus tersebut.
"(Kasus) Tahun 2007. Sekarang Jokowi itu sudah tahu, Ahok itu sudah tahu. Saya katakan, orang nggak usah pakar hukum juga tahu kalau itu patut diduga korupsi," ujar Prijanto.
"(Kasus) Tahun 2007. Sekarang Jokowi itu sudah tahu, Ahok itu sudah tahu. Saya katakan, orang nggak usah pakar hukum juga tahu kalau itu patut diduga korupsi," ujar Prijanto.
Aksi Ahok, Siapa Diuntungkan?
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai bisa
dirugikan dengan pernyataan kadernya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
yang mengaku direcoki partainya.
Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Dwipayana berpendapat pernyataan Wakil Gubernur DKI itu dapat merugikan citra Partai Gerindra. Di mata Ari pernyataan Ahok jelas berdampak pada popularitas Prabawo yang akan maju sebagai calon presiden pada 2014 mendatang.
Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Dwipayana berpendapat pernyataan Wakil Gubernur DKI itu dapat merugikan citra Partai Gerindra. Di mata Ari pernyataan Ahok jelas berdampak pada popularitas Prabawo yang akan maju sebagai calon presiden pada 2014 mendatang.
Si Pembonceng Gelap (Bagian 2) : Dicueki, Pelobi Jokowi-Ahok Ngacir
Cerita tentang adanya kader partai yang melobi rekannya di sebuah
jabatan eksekutif tentu bukan barang baru. Tak sedikit partai yang
kemudian berusaha mengambil keuntungan dari kadernya yang menjabat
sebagai kepala daerah atau jabatan politik lainnya.
Pekan ini kisah pelobi politik itu ramai diperbincangkan setelah diungkapkan kembali oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Pekan ini kisah pelobi politik itu ramai diperbincangkan setelah diungkapkan kembali oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Ahok Tak Optimis Giant Sea Wall Bisa Dimulai 2014
Impian Jakarta segera memiliki tanggul raksasa atau giant sea wall tampaknya belum bisa terealisasi dalam waktu dekat. Sebab sampai hari ini belum ada investor yang tertarik menggarap proyek ini.
"Kalau gak ada investor yang mau masuk," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/12/2013).
Deklarasikan Diri Sebagai Capres 2014, Yusril Langsung Tikam Jokowi
Yusril Ihza Mahendra segera mendeklarasikan diri menjadi capres dari
Partai Bulan Bintang (PBB). Dia menyatakan menjadi pemimpin tak cukup
dengan blusukan dan senyum sana sini.
"Memangnya menjadi pemimpin Indonesia cukup selesai dengan blusukan, senyum-senyum sana sini," ujar Yusril menyindir Jokowi.
Memang selama ini tokoh yang dikenal hobi blusukan adalah Jokowi. Hal ini disampaikan Yusril di jumpa pers menjelang deklarasi pencapresannya di kantornya di kawasan Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).
"Memangnya menjadi pemimpin Indonesia cukup selesai dengan blusukan, senyum-senyum sana sini," ujar Yusril menyindir Jokowi.
Memang selama ini tokoh yang dikenal hobi blusukan adalah Jokowi. Hal ini disampaikan Yusril di jumpa pers menjelang deklarasi pencapresannya di kantornya di kawasan Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).
Jokowi: 2015 Semua Waduk di Jakarta Cantik!
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) gencar melakukan pengerukan
dan pembenahan waduk-waduk di Jakarta. Ia menargetkan wajah seluruh
waduk di Ibukota akan memiliki ciri khas dan dilengkapi sejumlah
fasilitas.
Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan proses pengerjaan normalisasi waduk itu memakan waktu selama 3 tahun.
"Ini sudah jalan lebih kurang setahun, jadi nanti kira-kira tahun 2015 jadi semuanya," kata Jokowi saat meninjau waduk Rawa Babon, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2013).
Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan proses pengerjaan normalisasi waduk itu memakan waktu selama 3 tahun.
"Ini sudah jalan lebih kurang setahun, jadi nanti kira-kira tahun 2015 jadi semuanya," kata Jokowi saat meninjau waduk Rawa Babon, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2013).
Gerindra Manfaatkan Ahok untuk Jegal Jokowi, Malangnya Ahok Justru Menggonggong Jaga Jokowi
Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
yang mengaku direcoki partainya, Gerindra, dalam kebijakan di pemerintah
provinsi DKI dinilai ada kesan bahwa Gerindra ingin memanfatkan Ahok
supaya membuat beberapa program Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi)
tidak berjalan.
Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Dwipayana mengaitkan penilaian tersebut dengan ungkapan hati Ahok yang menyebut partainya meminta dia menunda program sterilisasi jalur Transjakarta hingga 2014 mendatang sebab dianggap tidak populer.
Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Dwipayana mengaitkan penilaian tersebut dengan ungkapan hati Ahok yang menyebut partainya meminta dia menunda program sterilisasi jalur Transjakarta hingga 2014 mendatang sebab dianggap tidak populer.
'Peluru Tajam' Bang Rhoma Jegal Jokowi di Pilgub DKI
Hasrat Rhoma Irama duet dengan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014 jadi isu politik
panas. Bukan karena kekhawatiran duet Jokowi-Rhoma, tapi soal
konsistensi Raja Dangdut yang dulu pernah melempar peluru tajam ke
Jokowi kala jadi pendukung Fauzi Bowo (Foke) di Pilgub DKI.
Rhoma kala itu menyampaikan agar warga DKI memilih pemimpin yang seiman. Rhoma pun sampai berurusan dengan Panwaslu DKI terkait lontaran isu SARA itu, meskipun Jokowi tak mempersoalkan manuver pendukung Foke itu.
Rhoma kala itu menyampaikan agar warga DKI memilih pemimpin yang seiman. Rhoma pun sampai berurusan dengan Panwaslu DKI terkait lontaran isu SARA itu, meskipun Jokowi tak mempersoalkan manuver pendukung Foke itu.
Jokowi Cek Pengerukan Rawa Babon
Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pengerukan waduk dan sungai untuk menampung air saat hujan turun. Kali ini, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) melakukan pengecekan di Waduk Rawa Babon, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2013).
Pengerukan waduk seluas 6 hektare dari 15 hektare areal tersebut baru dikerjakan selama 3 minggu dan mengerahkan sedikitnya 5 ekskavator untuk mengeruk lumpur yang ada di sana. Jokowi menyebutkan, permasalahan yang dialami waduk itu juga sama, yakni soal kedangkalan.
Pengerukan waduk seluas 6 hektare dari 15 hektare areal tersebut baru dikerjakan selama 3 minggu dan mengerahkan sedikitnya 5 ekskavator untuk mengeruk lumpur yang ada di sana. Jokowi menyebutkan, permasalahan yang dialami waduk itu juga sama, yakni soal kedangkalan.
BNPB: Jokowi Lebih Serius Cegah Banjir di Jakarta dengan Anggaran 28M
Menghadapi musim penghujan, wilayah DKI Jakarta selalu berlangganan
banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Pemprov
DKI Jakarta yang dipimpin oleh Joko Widodo (Jokowi) saat ini lebih serius
dalam menanggulangi banjir.
"Saya lihat pemerintahan Jakarta saat ini lebih serius dalam mencegah dan menanggulangi banjir. Saat ini Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana masing-masing 250J untuk 15 kecamatan dan 50-100J untuk 89 kelurahan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Dr. Sutopo Purwo Nugroho di Kantornya, Jl. Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (4/11/2013).
"Saya lihat pemerintahan Jakarta saat ini lebih serius dalam mencegah dan menanggulangi banjir. Saat ini Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana masing-masing 250J untuk 15 kecamatan dan 50-100J untuk 89 kelurahan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Dr. Sutopo Purwo Nugroho di Kantornya, Jl. Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (4/11/2013).
KPK Ingin Virus Integritas Jokowi Menular
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad berharap virus integritas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bisa menular ke lembaga negara dan daerah lain. Pasalnya, upaya "bersih-bersih" Pemerintah Provinsi DKI Jakarta oleh Jokowi dipandang cukup sukses dan layak ditiru.
"Apa yang dilakukan DKI Jakarta bisa jadi role model. Kami harap virus integritasnya bisa jadi inspirasi," ujar Abraham dalam jumpa pers di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/12/2013).
"Apa yang dilakukan DKI Jakarta bisa jadi role model. Kami harap virus integritasnya bisa jadi inspirasi," ujar Abraham dalam jumpa pers di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/12/2013).
Jokowi Cegah Korupsi Mulai dari Proses Rekrutmen
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya melakukan pencegahan korupsi dimulai dari proses rekrutmen.
"Dimulai dari rekrutmen di birokrasi," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kartini, Rabu (4/12/2013).
Jokowi mengatakan jika sistem rekrutmen sudah baik, maka harus diikuti dengan tahapan promosi yang terbuka dan transparan.
Promosi, kata Jokowi, harus dilakukan berdasarkan kemampuan calon dan bukan karena faktor senang dan tidak senang.
Hal itu seperti yang selama ini sudah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, yaitu lelang jabatan.
Saat ini, kata Jokowi, proses lelang jabatan sudah diterapkan pada Kepala Puskesmas dan Kepala Sekolah. Ke depan, kata Jokowi, pemprov DKI akan mengimplementasikan lelang jabatan.
"Dimulai dari rekrutmen di birokrasi," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kartini, Rabu (4/12/2013).
Jokowi mengatakan jika sistem rekrutmen sudah baik, maka harus diikuti dengan tahapan promosi yang terbuka dan transparan.
Promosi, kata Jokowi, harus dilakukan berdasarkan kemampuan calon dan bukan karena faktor senang dan tidak senang.
Hal itu seperti yang selama ini sudah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, yaitu lelang jabatan.
Saat ini, kata Jokowi, proses lelang jabatan sudah diterapkan pada Kepala Puskesmas dan Kepala Sekolah. Ke depan, kata Jokowi, pemprov DKI akan mengimplementasikan lelang jabatan.
Rhoma Ngarep Duet, Jokowi: Duet Nyanyi Juga Nggak Bisa
Raja dangdut Rhoma Irama tak segan memuji Jokowi sebagai capres
potensial. Rhoma tak menolak dijodohkan dengan Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014 yang akan datang,
lalu apa Jokowi bersedia?
Jokowi mengaku kenal Rhoma cukup lama. Bagi Jokowi, Rhoma adalah penyanyi dangdut legendaris.
"Ya kenal dong, masa nggak kenal. Legendaris kan? Masa nggak tahu. Dia legendaris dangdut ya Bang Haji Rhoma Irama," kata Jokowi sembari tersenyum, usai menghadiri acara KPK di gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).
Jokowi mengaku kenal Rhoma cukup lama. Bagi Jokowi, Rhoma adalah penyanyi dangdut legendaris.
"Ya kenal dong, masa nggak kenal. Legendaris kan? Masa nggak tahu. Dia legendaris dangdut ya Bang Haji Rhoma Irama," kata Jokowi sembari tersenyum, usai menghadiri acara KPK di gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).
Jokowi Kuciwa
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kecewa berat
saat melakukan sidak ke Kelurahan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta
Selatan, gara-gara loket pelayanan di kantor kelurahan itu tidak buka
tepat waktu. Ia akan memanggil Pak Lurah.
"Ya, saya kecewa. Kuciwa," kata Jokowi usai menghadiri acara KPK di gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).
Apa itu Kiciwa?
"Ya, saya kecewa. Kuciwa," kata Jokowi usai menghadiri acara KPK di gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).
Apa itu Kiciwa?
Si Pembonceng Gelap (Bagian 1)
Pada saat Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, marah besar kepada para "pembonceng gelap", banyak pihak yang menganggap bahwa Mega sakit hati karena popularitasnya tersaingi oleh Prabowo Subianto dari Gerindra. Setelah setahun lebih Mega berteriak, baru-baru ini kebenarannya mulai terungkap.
Jokowi Yakin Sistem yang Dibangun KPK Bisa Bikin Negara Bersih
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam acara
'Implementasi Pelembagaan Sistem Integritas Nasional' yang
diselenggarakan oleh KPK. Jokowi yakin, sistem yang dibangun KPK ini
bisa membuat Indonesia menjadi bersih dari korupsi dan makmur.
"Saya yakin sistem integritas nasional yang dibangun KPK akan menjadikan negara bersih, makmur dan sejahtera," kata Jokowi.
Hal itu disampaikan Jokowi saat jumpa pers di gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).
"Saya yakin sistem integritas nasional yang dibangun KPK akan menjadikan negara bersih, makmur dan sejahtera," kata Jokowi.
Hal itu disampaikan Jokowi saat jumpa pers di gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013).
Jokowi Tiket Emas untuk Menang Pilpres
Politikus PDI Perjuanan Eva Kusuma Sundari menyebut saat ini semua capres dan cawapres
mengincar duet dengan Jokowi. Jokowi sudah dianggap bagaikan tiket untuk
menang Pilpres.
"Setiap orang yang mau nyapres mau sama Jokowi karena dia tiket untuk menang," kata Eva, Rabu (4/12/2013). Yang berminat ikut ketenaran Jokowi tak hanya tokoh yang selama ini bersuara positif. Ada juga pihak yang sengaja men-downgrade Jokowi namun diam-diam juga ngarep 'Jokowi Effect'.
"Setiap orang yang mau nyapres mau sama Jokowi karena dia tiket untuk menang," kata Eva, Rabu (4/12/2013). Yang berminat ikut ketenaran Jokowi tak hanya tokoh yang selama ini bersuara positif. Ada juga pihak yang sengaja men-downgrade Jokowi namun diam-diam juga ngarep 'Jokowi Effect'.
Hadiri Acara Pemberantasan Korupsi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Konferensi
Nasional Pemberantasan Korupsi 2013 di Balai Kartini, Jakarta Selatan.
Dalam acara itu, Jokowi duduk di tengah-tengah antara Ketua KPK Abraham
Samad dan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas.
Pagi-pagi, Jokowi Sudah Dibuat Kecewa...
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melakukan inspeksi mendadak di
Kelurahan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2013)
sekitar pukul 08.00 WIB. Jokowi mendapati beberapa warga yang menunggu
kelurahan buka.
Kekecewaan Jokowi terlihat dalam kunjungan hari ini. Dengan mengenakan kemeja batik berlengan panjang, Jokowi yang didampingi beberapa pengawalnya bertanya kepada salah satu dari warga yang tengah menunggu kelurahan tersebut buka.
Kekecewaan Jokowi terlihat dalam kunjungan hari ini. Dengan mengenakan kemeja batik berlengan panjang, Jokowi yang didampingi beberapa pengawalnya bertanya kepada salah satu dari warga yang tengah menunggu kelurahan tersebut buka.
Ramai-ramai Manfaatkan Ketenaran Jokowi
Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menilai keinginan Rhoma
Irama dipasangkan dengan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2014 merupakan
strategi untuk mengambil untung dari ketenaran Jokowi. Keinginan berduet
didasari karena peluang kemenangan yang besar bila bersama Jokowi.
"Setiap orang yang mau nyapres, berharap sama Jokowi karena Jokowi tiket untuk menang," ujar Eva, Rabu (4/12/2013).
"Setiap orang yang mau nyapres, berharap sama Jokowi karena Jokowi tiket untuk menang," ujar Eva, Rabu (4/12/2013).
Selasa, 03 Desember 2013
Dulu Sinis Sekarang Manis, Terlalu!
Jelang 2014, sejumlah tokoh yang digadang-gadang akan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) mulai melancarkan manuvernya. Tak terkecuali dengan Raja Dangdut Rhoma Irama.
Pria yang akrab disapa Bang Haji itu masuk dalam bursa capres yang akan diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pria yang akrab disapa Bang Haji itu masuk dalam bursa capres yang akan diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Jokowi dan Pangkostrad Bahas Rencana Penanganan Banjir
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyambangi kantor Komando Cadangan
Strategis Angkatan Darat (Kostrad) untuk menemui Pangkostrad Letjen TNI
Gatot Nurmayanto. Keduanya membahas rencana persiapan musim hujan.
"Tadi hanya tentang persiapan menghadapi hujan. Sudah ke Pangkostrad. Untuk nanti kalau ada sesuatu, ya kami tidak berharap, (Kostrad) bisa bantu pasukan," kata Jokowi.
"Tadi hanya tentang persiapan menghadapi hujan. Sudah ke Pangkostrad. Untuk nanti kalau ada sesuatu, ya kami tidak berharap, (Kostrad) bisa bantu pasukan," kata Jokowi.
Jokowi Ajukan 69,5T Untuk Jakarta 2014
Plt Sekretaris Daerah DKI Jakarta Wiriyatmoko mengatakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI untuk tahun 2014 yang telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta sebesar 69,5T. RAPBD tersebut mengalami peningkatan sebesar 38,7 persen dibandingkan APBD Perubahan tahun 2013.
"RAPBD tahun 2014 sebesar 69,50T, mengalami peningkatan 19,39T, atau 38,7 persen dibandingkan APBD perubahan tahun 2013 sebesar 50,10T," ujar dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (03/12/2013).
"RAPBD tahun 2014 sebesar 69,50T, mengalami peningkatan 19,39T, atau 38,7 persen dibandingkan APBD perubahan tahun 2013 sebesar 50,10T," ujar dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (03/12/2013).
Jokowi-Ahok Menurut Mas Pram
Wakil Ketua DPR yang juga Politikus senior PDIP Pramono Anung yakin duet
Joko Widodo (Jokowi) - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak bisa diintervensi oleh partai mana pun. Duet keduanya
diyakini akan lebih mementingkan kepentingan rakyat di atas kepentingan
golongan.
"Saya yakin duet Jokowi-Ahok tak bisa ditekan oleh partai," kata Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2013).
"Saya yakin duet Jokowi-Ahok tak bisa ditekan oleh partai," kata Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2013).
Langganan:
Postingan (Atom)


























