Paranormal Mbah Mijan menganggap Jusuf Kalla mampu melengkapi
pasangannya Joko Widodo (Jokowi) dalam pemerintahan nanti. Jokowi
dianggap mampu memberi ruang yang cukup bagi para Taurus seperti JK yang
dinilai pekerja keras.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 23 Juni 2014
Debat Ketiga, Jokowi Ungguli Prabowo
Situs pengamat media sosial, PoliticaWave, menyimpulkan calon presiden
nomor urut dua, Joko Widodo, kembali merajai percakapan di media sosial.
Bos PoliticaWave, Yose Rizal, mengatakan, dalam debat bertema "Politik
Internasional dan Ketahanan Nasional" itu, tagar yang banyak digunakan
dalam percakapan netizen didominasi dukungan kepada Jokowi.
"#TegasPilih2 sebesar 78.296 percakapan, #JokowiJK_adalahKita sebesar 18.782 percakapan, dan #Salam2Jari 14.572 percakapan," kata Yose ketika dihubungi.
"#TegasPilih2 sebesar 78.296 percakapan, #JokowiJK_adalahKita sebesar 18.782 percakapan, dan #Salam2Jari 14.572 percakapan," kata Yose ketika dihubungi.
Trends Social Media: Prabowo Didukung Kaum Pria, Jokowi Kaum Wanita
Kaum pria ternyata lebih banyak memberikan dukungan kepada pasangan
Capres/Cawapres Prabowo – Hatta dibandingkan dengan dukungan yang
diberikan kepada Pasangan Capres/Cawapres Jokowi – JK.
“Bisa jadi karena Prabowo terlihat tegas dan berwibawa, dan sebaliknya Jokowi terlihat santun dan sederhana,” ungkap CEO VComm, Konsultan Social Media Arif Hidayat.
“Bisa jadi karena Prabowo terlihat tegas dan berwibawa, dan sebaliknya Jokowi terlihat santun dan sederhana,” ungkap CEO VComm, Konsultan Social Media Arif Hidayat.
Minggu, 22 Juni 2014
Komentar Bernada Baik/Memuji untuk Jokowi
Prabowo Subianto
Calon Presiden Prabowo Subianto memiliki penilaian tersendiri terhadap rival debatnya Joko Widodo (Jokowi) saat debat antar calon presiden yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Holiday Inn, Jakarta Utara, Minggu (22/6/2014) malam.
Menurut mantan komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini, banyak pandangan yang baik dari Jokowi mengenai 'Politik Internasional dan Ketahanan Nasional'.
Calon Presiden Prabowo Subianto memiliki penilaian tersendiri terhadap rival debatnya Joko Widodo (Jokowi) saat debat antar calon presiden yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Holiday Inn, Jakarta Utara, Minggu (22/6/2014) malam.
Menurut mantan komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini, banyak pandangan yang baik dari Jokowi mengenai 'Politik Internasional dan Ketahanan Nasional'.
Komentar Bernada Sumbang untuk Jokowi
Suhardi Gerindra
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerindra Suhardi menganggap penampilan Joko Widodo dalam debat calon presiden ke-3 kurang meyakinkan. "Ya sangat kurang ditanya dua soal, jawabnya satu. Ditanya sana, jawabnya ke sini. Ditanya soal Cina Selatan dia tidak tahu ada masalah," kata Suhardi usai sidang di Holiday Inn Hotel Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014).
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerindra Suhardi menganggap penampilan Joko Widodo dalam debat calon presiden ke-3 kurang meyakinkan. "Ya sangat kurang ditanya dua soal, jawabnya satu. Ditanya sana, jawabnya ke sini. Ditanya soal Cina Selatan dia tidak tahu ada masalah," kata Suhardi usai sidang di Holiday Inn Hotel Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014).
Buy Back Indosat
Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo menyatakan akan melakukan "buy back" atau membeli kembali saham PT Indosat yang pernah diprivatisasi saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri.
"Ke depan kita `buy back` kembali saham itu jadi milik kita lagi oleh karena itu pertumbuhan ekonomi kita harus di atas 7 persen," kata Jokowi dalam debat capres di Jakarta, Minggu (22/6/2014) pukul 19:30 WIB.
"Ke depan kita `buy back` kembali saham itu jadi milik kita lagi oleh karena itu pertumbuhan ekonomi kita harus di atas 7 persen," kata Jokowi dalam debat capres di Jakarta, Minggu (22/6/2014) pukul 19:30 WIB.
Debat Capres Prabowo vs Jokowi 22 Juni 2014
Tenggelamnya perahu pengangkut TKI di Selangor, Malaysia, menjadi perhatian Jokowi. Dia mengawali debat capres dengan menyampaikan duka cita bagi para korban tewas dan hilang.
Jokowi pun Tersipu
Capres Jokowi datang ke hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, tempat dilangsungkan debat capres ketiga dengan tema politik internasional dan ketahanan nasional. Sebelum masuk ke tempat debat, Jokowi yang kemarin ulang tahun pada tanggal 21 Juni, langsung disambut dengan kue ulang tahun.
Pantauan merdeka.com, kue diantarkan oleh artis Cinta Laura yang memberikan kue untuk Jokowi.
"Saya ucapkan selamat ulang tahun dan berikan support ke dia," kata Cinta.
Kue ulang tahun yang diberikan ini berjenis kue tart dengan motif kotak-kotak berwarna merah muda dan biru muda.
Pantauan merdeka.com, kue diantarkan oleh artis Cinta Laura yang memberikan kue untuk Jokowi.
"Saya ucapkan selamat ulang tahun dan berikan support ke dia," kata Cinta.
Kue ulang tahun yang diberikan ini berjenis kue tart dengan motif kotak-kotak berwarna merah muda dan biru muda.
Cinta Laura Bawakan 'Istana' untuk Jokowi
Cinta Laura hadir di lokasi ronde III debat capres Prabowo vs Jokowi. Gadis cantik datang membawakan 'bajaj' dan 'Istana Merdeka'.
Jokowi Punya Relawan, Prabowo Punya Massa Bayaran
Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, AA Ari Dwipayana menila ada semangat kerelawanan luar biasa yang ditunjukkan para pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pasalnya, relawan dan pendukung pasangan capres yang dikenal dengan sebutan Jokowi-JK itu bisa bergerak secara sukarela dan bahkan mau keluar duit untuk beraksi sebagai bentuk dukungan.
Fadli Zon Sebut Survei yang Menangkan Jokowi-JK Pasti Survei Bayaran
Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon menuding lembaga
survei yang memenangkan Jokowi-JK adalah survei bayaran. Dia meyakini
pasangan Prabowo-Hatta saat ini sudah lebih unggul dari pasangan nomor
urut dua itu.
"Banyak lembaga survei yang menempatkan kita (Prabowo-Hatta) lebih unggul. Kalau (yang menempatkan Jokowi-JK unggul) itu siapa yang bayar? Yang bayar ya mereka (Jokowi-JK)," katanya usai bertemu Rahmawati Soekarnoputri di Jalan Jati Padang Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (22/6/2014).
"Banyak lembaga survei yang menempatkan kita (Prabowo-Hatta) lebih unggul. Kalau (yang menempatkan Jokowi-JK unggul) itu siapa yang bayar? Yang bayar ya mereka (Jokowi-JK)," katanya usai bertemu Rahmawati Soekarnoputri di Jalan Jati Padang Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (22/6/2014).
Indonesia Perlu Jokowi-JK Bukan 'Trio Macan Asia'
Tim sukses (Timses) capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Muhammad Jusuf Kalla (JK), Iman Sugema, menegaskan pemerintahan Jokowi-JK akan memprioritaskan pembangunan ekonomi di empat bidang, yaitu Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera.
"Empat program di bidang ekonomi ini bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan ekonomi yang merosot dan ketimpangan ekonomi yang meningkat dalam kurun waktu lima tahun terakhir," ujar Iman, Minggu (22/6).
"Empat program di bidang ekonomi ini bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan ekonomi yang merosot dan ketimpangan ekonomi yang meningkat dalam kurun waktu lima tahun terakhir," ujar Iman, Minggu (22/6).
Survei Puskaptis: Prabowo Unggul Lagi, Jokowi Harus Siap Peti Mati
Menjelang pemungutan suara pemilihan umum presiden 9 Juli mendatang elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terus melesat naik mengalahkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Hal tersebut terlihat dalam hasil survei yang dirilis Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Minggu (22/6/2014).
Capres Tak Harus Berlatar Militer untuk Paham soal Ketahanan Nasional
Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) akan kembali bertemu dalam debat calon presiden ketiga yang digelar malam nanti. Tema politik internasional dan ketahanan nasional akan dibedah dalam debat yang hanya diikuti capres itu.
Dari tema yang diangkat, Prabowo yang berlatar militer dianggap lebih menguasai materi dibading Jokowi.
Dari tema yang diangkat, Prabowo yang berlatar militer dianggap lebih menguasai materi dibading Jokowi.
Jokowi Penipu Ulung, Di Solo Pakaiannya Perlente dan Pakai Jas!
Penampilan capres Joko Widodo (Jokowi) yang terkesan sederhana dan
merakyat, dengan baju putih atau kotak-kotak, celana hitam serta sepatu
ket dinilai hanya sebuah pencitraan belaka. Tujuannya adalah merebut
simpati atau hati rakyat, agar citranya naik.
Supradi Kertamenawi, mantan Sekda Kota Solo era Jokowi yang pernah menantang Jokowi sebagai walikota Solo pada tahun 2010 berpasangan dengan Edy Wirabhumi, terang-terangan menyebut, penampilan mantan bosnya tersebut hanyalah sebuah pencitraan belaka.
Supradi Kertamenawi, mantan Sekda Kota Solo era Jokowi yang pernah menantang Jokowi sebagai walikota Solo pada tahun 2010 berpasangan dengan Edy Wirabhumi, terang-terangan menyebut, penampilan mantan bosnya tersebut hanyalah sebuah pencitraan belaka.
Jokowi Bicara Fakta, Prabowo Lebih ke Slogan
Pakar ekonomi dari Universitas Padjajaran, Kodrat Wibowo menilai visi misi pasangan calon presiden (capres) nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) lebih tepat.
Menurutnya, visi misi Jokowi-JK lebih banyak bicara fakta dibandingkan pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang lebih banyak bicara slogan.
Menurutnya, visi misi Jokowi-JK lebih banyak bicara fakta dibandingkan pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang lebih banyak bicara slogan.
"Swing Voters" Antusias Nantikan Debat Capres
Sejumlah pemilih mengambang atau yang belum menentukan pilihannya (swing voters) mengaku antusias menantikan debat calon presiden yang digelar Minggu (22/6/2014) malam dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional.
"Nanti malam mau nonton, karena mau tahu paparan kedua capres tentang tema yang ditentukan," ujar seorang pegawai swasta di DKI Jakarta Emilza Nopandi Furqon (26) saat dihubungi di Jakarta, Minggu (22/6/2014).
"Nanti malam mau nonton, karena mau tahu paparan kedua capres tentang tema yang ditentukan," ujar seorang pegawai swasta di DKI Jakarta Emilza Nopandi Furqon (26) saat dihubungi di Jakarta, Minggu (22/6/2014).
Kesaksian Sekda: Solo Amburadul Dipimpin Jokowi
Supradi Kertamenawi, mantan anak buah Joko Widodo (Jokowi) semasa menjadi wali kota Solo yang pernah menantang Jokowi sebagai walikota Solo pada tahun 2010 berpasangan dengan Edy Wirabhumi, menyebut mantan atasannya tak sesukses yang diomongkan banyak pihak sewaktu memimpin Kota Bengawan. Supradi yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) tahun 2009-2010 mengatakan, tak banyak yang dilakukan Jokowi saat menjadi wali kota.
Hashim: Pokoknya Prabowo Presiden, Jokowi Gubernur Saja Cukup
Persaingan antara Prabowo Subianto dan Jokowi dalam menghadapi
Pilpres 2014 kian ketat. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim
Djojohadikusumo menyebut Jokowi tidak pantas menjadi presiden.
Hal itu diungkapkan Hashim usai menghadiri acara kampanye akbar Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (22/6/2014).
Hal itu diungkapkan Hashim usai menghadiri acara kampanye akbar Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (22/6/2014).
Fahri: Prabowo Pilihan Akal Sehat, Yang Akalnya Tak Sehat Pilih ....
Wakil Sekretaris Jenderal PKS, Fahri Hamzah mengatakan sejak empat
tahun belakangan fenomena pencitraan marak terjadi di zaman teknologi
seperti ini. Fahri menyindir Jokowi berhasil melakukan pencitraan di
elit namun ketika ada sandingannya, elit itu pun sadar.
"Fenomena pencitraan empat tahun memang bergelayut di elit. Apalagi zaman teknologi. Di elit cenderung ke Jokowi, namun begitu ada sandingannya, elit itu siuman," katanya di Kampanye Akbar Prabowo-Hatta di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (22/6/2014).
"Fenomena pencitraan empat tahun memang bergelayut di elit. Apalagi zaman teknologi. Di elit cenderung ke Jokowi, namun begitu ada sandingannya, elit itu siuman," katanya di Kampanye Akbar Prabowo-Hatta di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (22/6/2014).
Jokowi Tak Mau Takabur Soal Kemenangan, Tapi Optimis
Calon presiden nomor urut 2 Jokowi-JK tak mau takabur soal kemenangannya
dalam bursa Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.
Jokowi Tak Mengerti Renegosiasi, Jangan Mimpi Bisa Urus Freeport. Kalau Prabowo Pasti Bisa
Tim sukses bidang ekonomi Prabowo Subianto Amir Sambodo menilai calon presiden nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) dinilainya tak mengerti masalah renegosiasi kontrak. Karena hal itu Amir menilai Jokowi tak bisa bernegosiasi dengan perusahaan asing seperti Freeport untuk melakukan investasi besar di dalam negeri, beda jauh dengan Prabowo.
Jelang Debat, Jokowi Masih Dianggap Bodoh
Joko Widodo (Jokowi) akan kembali berhadapan dengan Prabowo Subianto
dalam debat ketiga, Minggu (22/6/2014) malam. Kali ini, debat mengangkat tema
pertahanan nasional dan politik luar negeri.
Jokowi mengatakan, sangat siap menghadapi debat nanti malam. Meski pun, dia tak memiliki latar belakang militer.
Jokowi mengatakan, sangat siap menghadapi debat nanti malam. Meski pun, dia tak memiliki latar belakang militer.
Jokowi Batal Hadiri Deklarasi Ormas Pimpinan Wiranto
Calon Presiden Joko Widodo mempersiapkan debat terakhir calon presiden malam nanti. Akibatnya, deklarasi Forum Komunikasi Pembela Kebenaran (FKPK) yang diketuai Wiranto tidak dihadiri Joko Widodo.
Jurus Terampuh Jokowi untuk Hadapi Prabowo: Tidur
Calon presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan, Joko Widodo, mengaku tidak memiliki persiapan khusus jelang debat ketiga capres yang berlansung malam ini. "Persiapannya makan, tidur. Makan banyak, tidur banyak. Ya memang itu persiapannya, mau gimana," katanya seusai latihan debat di Jalan Subang, Menteng, Minggu (22/6/2014).
Sitompul Dukung Jokowi-JK
Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul akhirnya menemukan siapa
sosok yang akan ia dukung dalam Pemilu Presiden 2014. Anggota Komisi III
DPR itu memilih untuk mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil
presiden nomor urut 2, Jokowi-JK.
"Kata hatiku, aku mendukung Jokowi-JK," tegas Ruhut ketika dihubungi Metrotvnews.com, Minggu (22/6/2014).
"Kata hatiku, aku mendukung Jokowi-JK," tegas Ruhut ketika dihubungi Metrotvnews.com, Minggu (22/6/2014).
Dukung Jokowi, Anwar Fuadi Siap Dipecat dari Demokrat
Politikus Partai Demokrat Anwar Fuadi mengaku siap dipecat partainya
jika dukungannya terhadap pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam
pemilihan presiden (Pilpres) nanti, berseberangan dengan atasannya.
Sebab dia sudah bosan menjadi politikus dan ingin kembali terjun ke
dunia hiburan.
Langganan:
Postingan (Atom)





















