Minggu, 16 Juni 2013

Bukti Dukungan Warga Pada PRJ Monas, Parkir Membeludak Sampai ke Kantor Jokowi


Pengendara mobil yang ingin menikmati kemeriahan PRJ Monas versi Jokowi (Pekan Produk Kreatif Daerah), memarkir mobilnya di Balaikota DKI Jakarta, tempat Jokowi berkantor. Pamdal Balaikota pun tak berkutik dibuatnya. Mungkin inilah bahasa lain dari warga DKI Jakarta untuk mendukung gagasan PRJ Monas Jokowi.
"Dari jam 9 pagi tadi mobil sudah mulai masuk. Karena petugas kepolisian menginstruksikan seperti itu," kata salah seorang Pamdal Balai Kota, Bambang Irawan, Minggu (16/6/2013).
Pada awalnya, Bambang beserta petugas Pamdal Balai Kota tidak mengizinkan masyarakat untuk memarkir mobilnya di kantor orang nomor satu Jakarta itu. Namun, karena membeludaknya kendaraan di lapangan IRTI Monas, mengakibatkan puluhan mobil terpaksa untuk di parkir di Balai Kota.
"Di Monas sudah tidak tertampung dan pimpinan sudah mengizinkan," katanya.
Menurut Bambang, masyarakat sudah melihat instruksi Jokowi lewat YouTube mengenai lahan Balai Kota diizinkan sebagai tempat parkir PPKD. Oleh sebab itu, dia bersama Pamdal Balaikota lainnya tidak bisa melarang masyarakat.
"Masyarakat yang parkir di sini katanya sudah liat YouTube bahwa masyarakat boleh parkir di Balaikota," cetusnya.
Untuk parkir di Balaikota DKI, Bambang mengaku tidak memungut biaya parkir. Namun, banyak masyarakat yang memberikan uang parkir seikhlasnya.
"Kita enggak ngasih tarif parkir, tapi banyak yang ngasih uang parkir sukarela Rp 1.000 hingga Rp 2.000," katanya.



Sumber :
kompas.com

Warga Solo Minta PDIP Jadikan Jokowi Capres

Meskipun tak lagi menjabat sebagai Wali Kota Solo, momen hari kelahiran Joko Widodo, akrab disapa Jokowi yang jatuh lima hari lagi atau tepatnya 21 Juni nanti,masih diperingati warga Solo, Jawa Tengah.
Empat buah poster berukuran besar, bergambar Jokowi terpasang di kawasan Car Free Day, tepatnya di bawah jembatan penyebrang, jalan Slamet Riyadi, Solo.
Selain empat buah poster berukuran besar bergambar Jokowi dan bertuliskan "It's No Joke! Jokowi Wins", lantunan lagu yang dibawakan musisi jalanan ikut memeriahkan perayaan Jokowi.
Selain banyak warga banyak memanfaatkan poster bergambar Jokowi untuk berfoto bersama, warga juga membubuhkan tanda tangan di hamparan kain putih yang memang sengaja disediakan.
Dari sekian banyak tanda-tangan, warga Kota Solo juga memberikan dukungan agar mantan Wali Kotanya yang saat ini menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta, maju sebagai Pilpres nanti.
"Kami mendukung Pak Jokowi maju sebagai Presiden. Harus jadi presiden, kalau hanya menjadi Wakil Presiden buat apa. Bu Mega, jangan jadikan Jokowi sebagai Wapres. Jokowi harus Presiden,"ungkap Haristanto, penggagas perayaan HUT Jalanan Jokowi,saat ditemui Okezone,di Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/6/2013).
Meski mendukung Jokowi sebagai presiden, namun Haristanto menyadari bila dia masih harus banyak belajar. Pihaknya bersama warga Solo meminta agar PDIP bertindak hati-hati bila memang harus mengusung Jokowi sebagai capres.
Alasannya,adanya aturan baru membuat Jokowi bisa kehilangan jabatannya sebagai Gubenur DKI Jakarta, jika tidak ada strategi pemenangan yang jitu.
"Kalau memang belum waktunya,ya jangan. Kasihan Pak Jokowi kalau sampai kehilangan jabatan sebagai Gubenur. Kami warga Solo tidak meragukan kemampuan Jokowi dalam memimpin. Jangankan memimpin kota Solo yang wargannya hanya 500 ribu,memimpin DKI Jakarta yang warganya hampir mencapai 10 juta saja Jokowi mampu," tambahnya.


Sumber :
okezone.com

`PRJ Monas` Membludak, Jokowi Izinkan Warga Parkir di Balaikota

Begitu luar biasa antusiasme warga Jakarta dalam menyambut atau menikmati 'Pekan Raya Jakarta' tandingan di Monas. Buktinya, Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Medan Merdeka Utara terlihat penuh, seakan PRJ JIExpo pindah lokasi ke Monas.
Pantauan Liputan6.com, warga berdatangan dari seluruh penjuru Ibukota. Imbasnya, lapangan parkir pun penuh oleh para pengunjung. Terlihat antrian kendaraan bermotor yang mau masuk ke Lapangan Parkir IRTI sepanjang 500 meter. Akibatnya trotoar jalan pun dipakai warga.
Merespons antusiasme Warga Jakarta, Pemprov DKI Jakarta menjadikan kantor Balaikota DKI yang juga 'markas' Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi sebagai lapangan parkir.
"Ini kita buka, biar tidak menganggu jalanan. Tidak cuma Balai Kota saja, Lemhanas, Perpusnas, juga dibuka buat parkir," terang Satuan Pengamanan Dalam Balai Kota Syaifullah kepada Liputan6.com, Minggu (16/6/2013).
Syaifullah pun menuturkan perubahan areal Balaikota menjadi tempat parkir ini bukan hanya sudah mendapat izin dari Jokowi. Tapi juga, "Tidak boleh memungut bayaran apabila ada warga Jakarta yang memarkir di sini," ungkap Syaifullah.
Di dalam kawasan Monas, suasana penuh sesak pun mewarnai. Terlihat banyak pedagang yang berjualan, warga yang berjalan-jalan, ada pula yang berolahraga. Acara 'PRJ Monas' ini merupakan Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) 2013.


Sumber :
liputan6.com

Warga Solo: Kirim Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Jokowi

Pada Acara Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi Surakarta (Solo), hari ini Minggu (!6/6/2013), warga Solo menuliskan ucapan selamat ulang tahun kepada mantan Walikota Solo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi). Ucapan selamat tersebut rencananya akan dikirimkan kepada Jokowi di Jakarta.


Manajer Persib vs Jokowi

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar akan menantang Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Keduanya akan bertarung pada pemilihan Walikota Kota Bandung yang akan digelar 23 Juni mendatang.
Keduanya memang tidak akan maju sebagai calon wali kota maupun wakilnya. Mereka merupakan kandidat yang akan menjadi juru kampanye atau 'jurkam' dari calon-calon yang akan bertarung pada pemilihan nanti.
Umuh akan menjadi jurkam anaknya, Erwan Setiawan yang maju sebagai kandidat wakil walikota. Berbeda dengan wakil lainnya, Erwan memang tidak memilih jurkam yang memiliki latar belakang politik. Bagi Erwan, popularitas Umuh sebagai manajer Persib sudah cukup untuk menarik massa pendukung. Namun, kerja Umuh dipastikan tidak mudah. Pasalnya, kubu lawan, Ayi Vivanda dan Nani Suryana rencananya akan mengundang tokoh PDI-P yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Pria yang akrab disapa Jokowi itu sebelumnya sudah pernah menjadi jurkam pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki saat maju dalam pemilihan gubernur Jabar.
Pesaing dari pasangan lainnya, Ridwan Kamil-Oded dan M Danial juga tak kalah beratnya. Pasangan ini mendatangkan tokoh politik dari partai Gerindra, Prabowo Subianto yang dikenal memiliki kemampuan orasi yang baik.
“Ada yang pernah tanya ke saya, kenapa tidak mendatangkan tokoh si A dan B. Saya jawab, Bapak (Umuh Muchtar), sepertinya lebih dikenal orang Bandung,” ungkap Erwan sambil tersenyum.
Umuh sendiri telah menerima tawaran anaknya. Meski demikian, Umuh mengaku tidak akan menyia-nyiakan Persib Bandung.
"Ini kan ibaratnya kayak bapak yang sedang membantu anaknya yang mau nikah. Masa sih tidak memberikan kambing-kambing saja. Walaupun anak saya sedang berjuang di Pilwalkot, tapi partai saya tetap satu yaitu Persib!” tutur Umuh.


Sumber :
viva.co.id

Ucapan Terima Kasih Pengrajin Pada Jokowi-Basuki

Bagi dunia usaha, terlebih di kalangan pengusaha kecil dan menengah atau lebih spesifik lagi di kalangan pelaku industri kreatif, gelar usaha lewat pameran, seminar, dan lokakarya penting untuk mendongkrak hasil penjualan mereka.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 58 Jakarta Timur, misalnya. Sekolah kejuruan desain dan produk kriya kayu, kriya logam, serta kriya tekstil ini hanya mengandalkan pameran dan bazar di sekolah mereka untuk menjual produk mereka.
"Kalau dilempar ke pasar, lakunya lama dan tidak pasti. Tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus kami tanggung," ujar anggota staf humas SMKN 58, Emma Indrawati (52), saat ditemui di tengah acara Pekan Produk Kreatif Daerah Jakarta yang digelar pada 14-16 Juni 2013 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (14/6).
Lewat kegiatan pameran dan bazar sekolah, produk yang mereka jual bisa Rp 10 juta setiap tiga bulan. "Kami juga sudah pameran dua kali di Kuching, Serawak, Malaysia, dan berlanjut dengan pengembangan pasar produk kami di sana," katanya.
Pagi itu, sebagian produk SMKN 58 ditata menarik di stan mereka. Rajutan syal dengan pilihan warna menggoda, kain batik, hiasan dinding dari logam dan kayu, serta bantal bangku dan bantal tumpuan leher kepala pada jok mobil.
Ketika ditanya tentang berapa banyak lulusan SMK ini yang berwirausaha, Emma mengaku, "Baru satu-dua saja." Menurut dia, sebagian besar lulusan SMKN 58 bekerja sebagai karyawan. Padahal, dalam salah satu misinya, SMK ini menyebutkan "menghasilkan wirausaha yang unggul". Meski demikian, sudah setumpuk prestasi diraih SMK yang berlokasi di Jalan Bambu Apus Cipayung, Taman Mini Indonesia Indah, ini.
Emma bersyukur, sejak DKI Jakarta dipimpin Jokowi-Basuki, mulai diselenggarakan pameran rutin produk-produk SMK. Menurut dia, pameran produk antar-SMK ini memacu semangat siswa untuk meningkatkan jumlah dan kualitas karya mereka. Mudah-mudahan bisa berlanjut.
Di stan lain, Yuli (28), penjaga stan produk kerajinan keramik, mengakui bahwa lewat pameran, pemilik usaha Jinjit Pottery, Antin Sambodo, mampu mendongkrak hasil penjualannya hingga dua kali lipat. "Setiap ada pameran, kami ikut, terutama setiap ada pameran yang diselenggarakan Inacraft pada April selama lima hari," ujarnya.
Di pameran itu, Jinjit Pottery, lanjut Yuli, bisa menjual 1.000 produk keramiknya berupa cangkir, asbak, bel, hiasan, dan pernak-pernik produk keramik lain. Dari pengalamannya mengikuti pameran, produk kerajinan keramik yang laku adalah produk bertema Jakarta dan Indonesia, seperti digelar di stan Jinjit Pottery pagi itu.
Event organizer atau pelaksana pameran Toton Hutomi, yang ditemui secara terpisah, mengatakan, Pekan Produk Kreatif Daerah Jakarta 2013 yang digelar 14-16 Juni ini merupakan yang ketiga kali. "Tetapi baru pertama kali ini dilakukan outdoor," ujarnya. Acara ini merupakan salah satu implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2009 tentang pengembangan industri kreatif.
Ia menjelaskan, acara ini diikuti 126 peserta yang masing- masing membuka satu stan.
"Kami membaginya dalam beberapa zona. Zona kuliner dan zona fashion, seni dan desain masing-masing diikuti 20 peserta. Zona teknologi informasi, zona industri tradisional berbasis budaya yang diikuti antara lain oleh kalangan industri jamu dan kosmetik tradisional, serta zona akademisi dan SMK," ujar Toton.
Ia mengatakan, peserta sudah melalui proses seleksi karena peminatnya membeludak. Maklum, gratis. Seluruh fasilitas disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, lokasi juga mudah dijangkau pengunjung dengan estimasi pengunjung setiap hari 20.000 orang.
"Jika ada peserta yang menawarkan produknya mirip dengan beberapa peserta lain, yang kami terima adalah peserta yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan peserta lainnya," ucap Toton.


Sumber :
kompas.com

Para Duta Besar Pengagum Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)banyak dikagumi para Duta Besar dari berbagai negara karena cara kepemimpinan Jokowi tegas, lugas dan mau langsung turun ke lapangan atau yang lebih dikenal istilah blusukan.
Tidak sedikit dari Duta Besar tersebut yang menjadikan cara kepemimpinan Jokowi sebagai contoh model kepemimpinan yang mereka idolakan. Bahkan ada yang mengaku baru pertama kali ini melihat ada pemimpin yang mau blusukan hingga ke kampung-kampung.
Gaya kepemimpinan Jokowi yang juga diulas di media asing membuat para Duta Besar penasaran untuk membuktikan secara langsung. Selain kagum dengan gaya kepemimpinannya, ada juga Dubes yang percaya Jokowi mampu membawa Jakarta ke keadaan yang jauh lebih baik, bahkan beberapa dari mereka percaya suatu saat nanti Jokowi akan menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Berikut para Duta Besar pengagum Jokowi :

Duta Besar Amerika Serikat
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel ikut blusukan ke Kampung Muara Bahari RW 7 Kelurahan Tanjung Priok Jakarta Utara hanya untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Di samping Jokowi, ia terus terang ingin membantu program penataan kampung deret.
"Terima kasih gubernur sudah diizinkan untuk menemani. Ini adalah program gubernur. Kami akan sangat senang jika bisa membantu apapun yang bisa dilakukan," ujar Scot di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/6/2013).
Ia mengatakan, keikutsertaan mendatangi kampung yang terletak di pinggir rel ini adalah bagian dari pekerjaannya untuk mengetahui apa yang terjadi Indonesia. Scot yang mengenakan kemeja batik warna krem ini mengaku sangat tertarik pekerjaan Jokowi.
"Sangat menyenangkan melihat jalannya demokrasi yang sesungguhnya di jalanan seperti ini," ucapnya.
Scot mengakui akan belajar banyak dengan apa yang telah diterapkan di Jakarta. Sehingga, hal ini akan menjadi pelajaran tersendiri bagi dirinya.
"Belum tetapi saya rasa kami bisa belajar apa yang sudah dilakukan di sini. Itu akan menguntungkan juga bagi kami," jelasnya.
Ia mengaku, baru kali ini melihat ada pemimpin yang blusukan hingga ke kampung-kampung. "Kalau di sini belum pernah, tetapi di daerah lain (negara lain) ada juga yang seperti ini," tandasnya.
Sementara itu, Jokowi menyatakan keikutsertaan Dubes AS ingin melihat kampung kumuh yang akan dikerjakan Pemprov DKI. "Pak Dubes ingin ikut melihat kampung-kampung kumuh yang mau dikerjakan seperti apa, karena beliau tertarik," ucapnya.
Namun, Jokowi mengaku belum memerlukan bantuan AS untuk merealisasi program penataan kampung deret. "Tadi sih ngobrol di mobil, dia menawarkan apa yang bisa saya bantu Pak? Terus saya ngomong sementara ini belum lah," ujarnya.

Duta Besar Malaysia
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Syed Munshe Afdzaruddin Syed Hassan mengaku kagum dengan sosok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Menurutnya, Jokowi sosok pemimpin yang penuh energi.
"Saya sangat terkesan dengan gubernur DKI. Saya lihat penuh energi. Beliau sangat tegas, tapi nice personality, comfortable," kata Munshe usai bertemu dengan Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/10/2013).
Dia menambahkan, selama ini hanya melihat sosok Jokowi di televisi. "Beliau sambutannya baik sekali. Dan saya senang bertemu menyambung silaturrahmi dengan Kedutaan Malaysia dan dengan Kerajaan Malaysia."
Dalam pertemuan itu, Munshe mengatakan membahas berbagai hal terutama mendekatkan hubungan antara Jakarta dan Kuala Lumpur dan Indonesia dengan Malaysia.
Salah satu cara yang dibahas adalah, perwakilan Malaysia akan berpartisipasi dalam Jakarta Festival karena di Malaysia juga ada festival serupa.
"Kita dapat satukan ini. Dari situ kita bisa membuang atau meninggal persepsi kurang baik. Ini yang penting bagi rakyat," ujarnya.


Dubes Korea Selatan
Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Kim Yeong Seon mengajak Jokowi menjalin kerja sama antar kota yaitu Jakarta dengan Seoul. Kerja sama dilakukan per lapis.
"Sebenarnya akan dilaksanakan dalam beberapa layer. Jadi tingkat pemerintah pusat terus DKI Jakarta dan provinsi Seoul, lalu tingkat antara masyarakat. Akan dilaksanakan per layer," ujar Dubes Kim.
Pertemuan ini juga dilakukan untuk mengenang 40 tahun hubungan Korsel dan Indonesia. "Jadi tahun ini adalah tahun 40 tahun terjalinnya hubungan diplomasi antara kedua negara. Untuk merayakan itu akan menyelenggarakan acara konser musik pada 9 Maret di Gelora Bung Karno. Jadi Big Bang, Super Junior, 2pm. Para wartawan silakan datang kita bisa merayakan bersama," kata Kim.
Dubes Kim juga memuji Jokowi. "Saya percaya sekali dengan leadership-nya Pak Jokowi. Saya yakin DKI Jakarta bisa jadi global city untuk masyarakat dunia," ujarnya.

  
Duta Besar Zimbabwe
Saat memenuhi undangan para duta besar yang ada di Indonesia, Jokowi disambut oleh Duta besar Zimbabwe untuk Indonesia, Alice Mageza. Perbincangan antarkeduanya ternyata memiliki kesan tersendiri bagi Alice.
"Meskipun sibuk, dia memberi kami penjelasan tentang apa yang akan dilakukannya di Jakarta," ujar Alice seusai bertemu dengan Jokowi di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (4/12).
Alice memuji Jokowi yang memberi ruang dialog dengan para duta besar. Dia pun berjanji akan mendukung setiap upaya Jokowi dalam memperbaiki Jakarta.
"Kami gembira karena dia menunjukkan keterbukaan dalam komunikasi dengan pejabat lain dan juga para diplomat. Kami siap mendukung upaya beliau dalam menghadapi tantangan Jakarta ke depan," tegasnya.


Duta Besar Brunei
Salah satu poin pembahasan utama pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan Duta Besar Brunei Darussalam Dato Paduka Haji Mahmud Bin Haji Saidin adalah di bidang pariwisata. Brunei memperkenalkan sejumlah pariwisata andalannya dan begitu pula sebaliknya.
Dubes Brunei lebih memilih pembahasan seputar bidang pariwisata dibandingkan persoalan dan solusi kerja sama dalam mengatasi banjir. Banjir merupakan penyakit kronis yang sudah lama dan dirasakan warga ibu kota yang butuh antisipasi penyelesaian secepatnya.
Adapun alasan Dato Paduka Haji Mahmud menilai lebih mampu dalam mengatasi banjir dibandingkan negaranya.
"Kita tak begitu pengalaman dalam menangani banjir. Jakarta lebih punya pengalaman dari kami," ungkap Dato Paduka Haji Mahmud usai bertemu dengan Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (7/1).
Dato Paduka Haji Mahmud mengaku telah mengenal Jokowi sebelum dirinya menjadi orang nomor satu DKI Jakarta.
"Pertama kali (kenal) semenjak beliau Wali Kota Solo. Dulu saya temui wali kota sekarang sudah jadi gubernur," terangnya.
"Kita memperkenalkan pariwisata Brunei dan memperkenalkan pariwisata Jakarta," tambahnya.

Sabtu, 15 Juni 2013

Kumpul di Bandung, Relawan Ingin Capreskan Jokowi

Sekitar Seratusan Relawan Joko Widodo (Jokowi) dari 19 provinsi di Indonesia berkumpul di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung, Sabtu (15/6/2013). Mereka datang dari Lampung, Kalimantan, Makassar, Maluku, Banten, Jabar, DKI Jakarta, Surabaya, Madura, dan Papua.
Gelaran ini dilakukan untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta itu menjadi Presiden Republik Indonesia di Pemilu 2014 nanti. Berbagai pembahasan dilakukan dalam kongres sederhana bertajuk 'Gerakan Mendukung Jokowi Presiden RI 2014: Kongres Relawan Jokowi Sedunia, Bersatu Kita Pasti Mampu Menuju Indonesia Baru'.
Salah satu penggagas kongres, Sihol Manulang mengatakan, latar belakang diadakannya kongres tersebut tak lain karena prihatin dengan kondisi Indonesia yang kian terpuruk tanpa seorang sosok yang bisa dijadikan panutan.
"Indonesia butuh sosok baru untuk membawa perubahan," katanya di sela acara, Sabtu (15/6/2013).
Mantan Walikota Solo itu dianggap sebagai tokoh fenomenal dan pembawa perubahan. Jokowi dinilai telah membangun stuktur ekonomi kerakyatan.
"Atas dasar itu dan ini murni gerakan rakyat yang merasa tergadaikan dengan kepemimpinan sekarang," ungkapnya.
Dia menyebut ada 11 ribu orang dari berbagai penjuru yang siap menyatakan dukungan terhadap Jokowi. Lewat konsolidasi ini, dia yakin makin banyak orang yang mendukung sosok fenomenal tersebut.
Saat ini ada sekitar 100 akun facebook yang konsisten mendukung Jokowi untuk menjadi Presiden RI. Akun tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri. WNI yang ada di Amerika Serikat, Jerman, China menyatakan bahwa Jokowi adalah tokoh perubahan.
"Artinya, Jokowi bukan hanya milik Jakarta, tapi menjadi inspirasi bagi warga negara di luar negeri," tandasnya.
Menurutnya konsolidasi ini, akan menghasilkan deklarasi Relawan Jokowi. Nantinya gerakan kecil ini akan menyebar di seluruh wilayah Indonesia, hingga akhirnya semakin banyak orang mendukung Jokowi.
"Pokoknya Jokowi harus jadi presiden, Jokowi itu harus jadi penentu bukan bayang-bayang," terangnya.
Dalam kongres tersebut, mereka yang mengenakan kemeja kotak-kotak khas Jokowi sempat menampilkan hiburan akustikan, diskusi, dan menampilkan kesenian lainnya.


Sumber :
merdeka.com

Banjir Tak Surut, Warga Minta Jokowi Blusukan ke Pademangan

Banjir Pademangan belum juga surut setelah sepekan. Di permukiman warga, air masih mengenang setinggi 30-50 sentimeter. Warga pun berharap Pemprov DKI Jakarta memperhatikan nasibnya, tidak hanya kerusakan rumah pompa di Ancol.
Salah satu warga RW 01 RT 07, Pademangan Barat, Hanifah mengatakan banjir yang sudah memasuki hari kedelapan, membuat air yang menggenang menjadi hijau.
"Sudah dua hari ini enggak bisa keluar ke mana-mana. Ke pasar juga susah, pedagang juga enggak ada yang lewat," ujar Hanifah kepada merdeka.com, Jakarta, Sabtu (15/6/2013).
Hanifah berharap, penanganan melalui pemerintah setempat untuk memberikan bantuan berupa makanan siap jadi, ataupun obat-obatan bagi anak-anak yang mengalami penyakit banjir bagi warganya yang mengalami kesulitan.
"Belum ada yang sampai ke rumah-rumah warga, mendata anak-anak yang sakit, anak saya saja terkena demam tapi sudah saya beri obat. Airnya yang tergenang sudah berwarna hijau dan baunya menyengat," bebernya.
Untuk air konsumsi seperti PAM masih bisa digunakan. Warga pun kebanyakan menyimpan stok mi instan selama kesulitan mencuri bahan persediaan memasak.
"Buat Pak Jokowi ataupun Ahok, jangan cuma fokus ke rumah pompa saja. Buat warganya juga coba blusukan ke tempat kita, lihat langsung," ujar perempuan yang bekerja sebagai guru tersebut.

Sumber :
merdeka.com

Jokowi: Sampai Kapan Pun Kita Tagih ke Pengembang

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus menagih utang kepada sejumlah pengembang yang belum memenuhi kewajiban pembangunan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) di Jakarta.
"Pokoknya sampai kapan pun kita tagih. Gitu saja," tegas Jokowi bernada tinggi saat ditemui wartawan di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Sabtu (15/6/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta itu mengungkapkan, dirinya tidak hafal berapa jumlah pengembang di Jakarta yang sudah ataupun belum memenuhi kewajiban itu. Namun, Jokowi mengaku beberapa pengembang telah memenuhi kewajibannya.
"Memang ada yang sudah bayar, tetapi ada juga yang belum. Saya nggak hafal siapa-siapanya," ujarnya.
Sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1981, tiap pengembang properti wajib membangun fasos-fasum 40 persen dari luas lahan yang dibangun. Kewajiban itu dikuatkan dengan Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 540 Tahun 1990 yang dalam hal ini penguasaan lahan di atas 5.000 meter persegi dikenakan kewajiban 20 persen dari total lahannya untuk dipakai membangun rumah susun.
Data dari Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Dinas Tata Ruang DKI, setidaknya terdapat sejumlah pengembang besar yang belum memenuhi kewajibannya, antara lain, Agung Sedayu Group terkait lokasi di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Agung Podomoro Group dan Summarecon Agung. Namun, secara mengejutkan, data itu dibantah oleh manajemen pengembang itu. Ada yang mengatakan sudah menyelesaikan kewajibannya melalui pembangunan fasos dan fasum. Malah ada juga yang mengaku tidak mengerti bahwa pihaknya berutang dengan Pemprov DKI.



Sumber :
kompas.com

Penjelasan Jokowi Seputar Pengenaan Tiket Masuk PRJ Monas 2014 Sebesar Rp 2.000,-

Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) memiliki alasan khusus menerapkan biaya Rp 2.000,- bagi pengunjung Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) yang rencananya digelar di pelataran Monumen Nasional (Monas), 2014 mendatang. Jokowi menjelaskan, PRJ yang  akan digelar di pelataran Monas membutuhkan biaya untuk menjaga kebersihan, serta biaya-biaya lain seperti halnya keamanan. Jokowi mengaku semuanya masih dalam penyesuaian konsep. Pihaknya akan menjadikan PPKD (Pekan Produk Kreatif Dearah) menjadi referensi untuk menyelenggarakan PRJ waktu mendatang.
"Kalau gratis berat di pengendalian penonton. Nanti stan-stannya rubuh bubar," kata Jokowi saat ditemui di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/6/2013).
Untuk itu, pihaknya ingin seluruh aspek, mulai dari konsep acara, desain stan, jumlah stan, ketersediaan parkir, harga tiket masuk dan lain-lain dihitung dengan cermat. Jokowi ingin acara tersebut menjadi kegembiraan rakyat menyambut HUT Jakarta.
"Tiga bulanan-lah konsepnya ketemu, sekarang ini baru pameran dagangnya saja. Lalu yang PRJ digarap untuk usaha mikro menengah," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi melihat PRJ di JIExpo di Kemayoran, Jakarta, tidak merepresentasikan menyambut hari ulang tahun Jakarta. Pasalnya, konten acara itu kebanyakan industri raksasa. Sementara itu, ciri khas Betawi malah terpinggirkan.
Gubernur yang hobi blusukan itu merencanakan sebuah acara yang mengakomodir usaha kecil menengah berbasis masyarakat dan kebudayaan Betawi, yakni Pesta Rakyat Jakarta di Monas.


Sumber :
kompas.com

Jokowi : Orang Malaysia Senang Belanja ke Jakarta

Gubernur DKI Joko Widodo menceritakan pengalaman berkunjung ke Negri Jiran, Malaysia. Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengaku, rombongannya mendapat sambutan yang meriah oleh warga di Malaysia. Tidak hanya warga biasa, bahkan salah satu pejabat tinggi di sana juga mengaku kagum.
"Sampai Menteri Kominfo sana ngomong, wah ini kalau Jokowi kayak begini promosinya, orang Malaysia bisa ke Jakarta semua. Ini bukan saya yang ngomong loh," ujar Jokowi saat ditemui di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Sabtu (15/6/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta itu mengungkapkan, di Malaysia rombongannya tidak hanya fokus di atraksi kebudayaan, tapi juga langsung menarik wisatawan Malaysia untuk mengunjungi Jakarta. Salah satunya yakni menggedor agen perjalanan Malaysia untuk memperkenalkan wisata Jakarta.
Namun, Jokowi membeberkan, pihaknya tidak mempromosikan tempat-tempat wisata yang telah populer di Jakarta, semisal Ancol, Taman Mini Indonesia Indah dan destinasi wisata lainnya. Jokowi hanya mempromosikan tempat tertentu sesuai dengan karakter wisatawan asal Malaysia.
"Orang Malaysia senangnya shopping. Mereka itu banyak yang belum kenal Thamrin, Kemang, Citos. Tempat seperti itu nggak ada mereka. Kalau Ancol, TMII mereka ngerti lah," ujarnya.
Jelang malam, lanjut Jokowi, baru rombongannya menggelar pameran-pameran budaya Betawi dan ditutup oleh penampilan penyanyi terkenal, Rossa dan grup band Ungu. Jokowi mengatakan, suasana acara tersebut sangat riuh hingga tidak ada tempat duduk kosong dalam acara tersebut.
Jokowi berharap, promosi tersebut efektif untuk menarik minat wisatawan Malaysia. Dari sisi pemerintahannya, ia pun mengakui masih banyak infrastruktur yang butuh perbaikan.
"Harus ada banyak perubahan. Salah satunya perubahan pelayanan, karena keluhan mereka banyak. Itu yang kami perbaiki," lanjut Jokowi. Sebelumnya, Jokowi menghadiri pertunjukan Enjoy Jakarta di area Taman Tasik Madu, Kuala Lumpur, Jumat (14/6/2013) malam. Ia menjadi magnet dalam acara tersebut. Di tengah-tengah pertunjukan, Jokowi turun dari panggung VIP dan bergabung dengan penonton di tribun biasa.


Sumber :
kompas.com

Jokowi "Ngaku" Cuma Sarapan di Rumah Megawati

Usai mengunjungi Malaysia, kemarin, Gubernur DKI Jakarta,m Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (15/6/2013) pagi, bertandang ke rumah Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Berbeda dengan aksi blusukan sebelumnya, kali ini Jokowi awalnya tidak diketahui para wartawan.Mobil Kijang Innova bernomor polisi B 1124 BH yang digunakan Jokowi tampak berada di depan kediaman istri almarhum Taufiq Kiemas bersama mobil ajudannya. Tak lama kemudian, Jokowi yang mengenakan kemeja putih berlengan panjang itu pun tampak keluar dari rumah Mega.
Semula, ia tampak santai dengan menyalami beberapa petugas keamanan. Namun, ia terkejut karena rupanya aktivitas pagi itu tidak luput dari beberapa orang wartawan.
"Weleh-weleh, ada saja, mau apa?," ujarnya sambil memperbaiki wajah yang semula terkejut.
Wartawan menanyakan hal yang dibahas antara orang nomor satu di Jakarta itu dengan sang petinggi partai. Jokowi ditanyakan kaitan pembicaraan hari ini dengan isu pencalonan Jokowi menjadi calon presiden RI di Pemilu 2014. Jokowi menampiknya.
"Makan pagi kok lari ke situ, enggak mikir kok, enggak mikir," tangkis Jokowi.
Usai menjawab seadanya, Gubernur DKI Jakarta yang hobi blusukan tersebut kemudian buru-buru masuk ke dalam mobil dinasnya. Namun, untuk menjaga komunikasi dengan wartawan, Jokowi membuka penuh kaca mobilnya. Ia pun mengulang pernyataan tak ada hal penting yang dibahas.
"Ini, saya ke sini cuma makan pagi kok," ujarnya.


Sumber :
kompas.com

Humor: "Terjawab Sudah Siapa Orang Tua Jokowi"

Banyak masyarakat Jakarta yang bertanda tanya, siapa sih orang tua dari Mas Jokowi, Gubernur DKI Jakarta ? Jangankan masyarakat, para birokrat di Balaikota juga hampir semuanya tidak mengetahui, Siapa orang tua dari Gubernur yang notabene adalah atasannya ini ? Begitu juga teman-teman mass media, sehingga banyak insan pers bertanda tanya tentang sosok misterius orang tua dari Mas Jokowi ? Padahal sebenarnya para kuli tinta ini bisa menanyakan secara langsung ketika ada acara dialog antara Gubernur dengan wartawan di Balaikota atau dimana saja ketika Mas Jokowi sedang melakukan blusukan, namun sampai hari ini siapa orang tua dari Mas Jokowi masih menjadi tanda tanya besar. Sampai-sampai Oma Irama (beberapa waktu yang lalu) pernah menuduh yang bukan-bukan tentang orang tua Mas Jokowi, karena ketidak mengertian Oma Irama tentang asal usul Mas Jokowi kita ini.

Hingga pada suatu ketika, tanda tanya tersebut akhirnya terjawab sudah. Teka-teki misterius siapa sebenarnya orang tua Mas Jokowi, berawal dari suatu kejadian yang tidak di sengaja pada cerita berikut ini :

Pada suatu hari, anak-anak Mas Jokowi sedang berlibur ke Jakarta, entah kebetulan atau tidak tetapi anak-anak Mas Jokowi ini sangat suka dengan ketan, dan setelah mencari kesana kemari, akhirnya ketemu juga tempat jual makanan ketan yang paling laris di Jakarta yaitu di pertigaan jalan Garuda tidak jauh dari Kantor Polisi Sektor Kemayoran, Jakarta pusat.

Warung ketan ini memang sangat sederhana layaknya warung kopi dipinggir jalan, tapi kalau soal pengunjungnya, wah jangan ditanya, hampir 24 jam warung ketan ini selalu ramai dengan pembeli.

Tabiat Mas Jokowi yang sering lesehan dan sering turun ke rakyat bawah ternyata di ikuti pula oleh tingkah laku anak-anaknya yang juga suka lesehan dan tidak pernah malu atau gengsi terhadap perilaku kehidupannya.

Nah karena mereka suka dengan ketan, dan ada warung penjual ketan di Kemayoran maka tanpa sungkan-sungkan lagi anak pertama Mas Jokowi yang bernama Gibran Rakabumi langsung meluncur sendirian kelokasi penjual ketan.

Setelah menikmati ketan dan beberapa tempe serta pisang goreng plus teh poci kesukaannya, Gibran, anak Mas Jokowi, langsung bertanya pada penjual ketan "Berapa semuanya, pak ?"
Penjual ketan yang sebenarnya termasuk salah satu pendukung Mas Jokowi dan kenal betul dengan anak-anak Mas Jokowi karena sering lihat di pencarian google langsung menjawab,
"Maaf mas. Tambahannya apa saja ?" jawab penjual ketan.
"Tempe dua, pisang goreng satu dan minumnya teh poci" jawab Gibran.
"Ooh semuanya 8.000 rupiah mas," jawab penjual ketan.
Gibran langsung memberi selembar uang lima puluh ribuan, sambil berkata, "Sudah pak, kembaliannya buat bapak saja." Penjual ketan sangat senang dan langsung mengucapkan terima kasih.

Setelah beberapa jam, tiba-tiba datang lagi anak kedua dari Mas Jokowi yang bernama Kahiyang Ayu yang juga sama-sama suka dengan ketan, maklum keluarga Mas Jokowi memang sangat suka dengan ketan. Sama seperti kakaknya, setelah makan ketan, Kahiyang Ayu langsung bertanya sama penjual ketan, "Pak, berapa semuanya ?" Penjual ketan yang memang juga sudah tahu siapa pembelinya ini berkata,
"Maaf mbak. tambahannya apa saja ?"
"Tempe tiga, pisang goreng satu dan minumnya jeruk panas," jawab Kahiyang Ayu.
"Ooh semuanya 9.000 rupiah, mbak," jawab penjual ketan.
Kahiyang langsung memberi selembar uang lima puluh ribuan, sambil berkata, "Sudah pak kembaliannya buat bapak saja."  Penjual ketan sangat senang dan langsung mengucapkan terima kasih.

Entah kebetulan atau tidak, tak lama kemudian datang rombongan Gubernur yang habis meninjau warga kebanjiran, tak lupa Mas Jokowi juga menyempatkan diri untuk makan ketan kesukaannya di warung ketan Kemayoran, entah dapat informasi dari mana, Mas Jokowi juga tahu tempat penjual ketan ini.

Selesai menikmati ketan, sama seperti kedua anaknya, setelah makan, Mas Jokowi langsung membayar sendiri makanan yang telah disantapnya itu,
"Dik, berapa semuanya ?" tanya Mas Jokowi.
Penjual ketan yang sudah tahu siapa pembelinya ini berkata,
"Maaf pak tambahannya apa saja ?"
Mungkin karena lapar habis kunjungan kelapangan, Mas Jokowi menjawab,
"Ketan dua, tempe lima, pisang empat dan minumnya teh poci plus es jeruk,"
"Maaf pak, semuanya jadi tujuh belas ribu rupiah," jawab penjual ketan.
Mas Jokowi langsung memberikan uang 50.000 rupiah, kemudian Mas Jokowi menunggu uang kembalian dan setelah menunggu 5 menit, di tanyanya lagi penjual ketan,
"Loh, mana uang kembalian saya ?"
"Ah, masa pak, uang 33.000 rupiah saja di kembalikan," kata tukang penjual ketan.
"Tadi anak pertama dan kedua Pak Jokowi makan disini, uang kembaliannya sebanyak 42.000 rupiah dan 41.000 rupiah diberikan ke saya, masa pak Jokowi yang 33.000 rupiah saja minta kembalian ?" lanjut penjual ketan.
"Tunggu dulu dik, anda tahu siapa anak pertama dan kedua saya ?"
Dengan cekatan penjual ketan menjawab,
"Ya tahu dong pak, jelas anak pertama dan kedua bapak adalah anak Pak Jokowi Gubernur Jakarta ?" "Pintar kamu," kata Mas Jokowi.
"Kamu tahu mereka anak Gubernur, Nah sedangkan saya cuma anak tukang kayu, sudah tahu kan ? Nah, mana sekarang kembalian saya" lanjut Mas Jokowi.

Kebetulan saat kejadian tersebut, ada seorang wartawan yang melihat dan akhirnya mengetahui bahwa ternyata orang tua dari Mas Jokowi itu adalah seorang tukang kayu, Esok hari nya semua Media cetak Headline berita dengan judul "Jokowi Anak Tukang Kayu, Makan Ketan Minta Kembalian" he he he

Catatan Penulis Humor :
Maaf ya Mas Jokowi, ini cuma canda saja, semoga kalau Mas Jokowi baca bisa menjadi semangat kerja yang lebih baik lagi, bagi kepentingan masyarakat Jakarta yang memang benar-benar mengharapkan sosok Mas Jokowi bisa melakukan perubahan bagi Jakarta yang lebih baik, kami semua tetap sabar dan selalu mendoakan, karena membereskan Jakarta yang memang sudah semrawut ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi kami juga berharap semoga semua tantangan ini bisa Mas Jokowi jalankan dengan sebaik-baiknya.


Sumber :
agussutondomediacenter.blogspot.com

Jumat, 14 Juni 2013

Jokowi: Wisatawan Malaysia Terbanyak Kunjungi Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berharap kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Jakarta makin meningkat seiring berbagai upaya yang dilakukan  Pemprov DKI dalam membenahi Jakarta.
Hal ini diungkapkan Jokowi pada acara Forum Bisnis program promosi Enjoy Jakarta, di JW Marriot Hotel Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat 14 Juni 2013.
Ia juga mendukung berbagai program promosi wisata dan budaya Jakarta yang dilakukan dalam upaya mendongkrak jumlah pelancong datang ke Jakarta, termasuk dari Malaysia.
"Jakarta sudah menjadi salah satu destinasi wisata pilihan bagi wisatawan mancanegara, termasuk dari Malaysia. Mari kita rawat bersama ibu kota ini agar para wisatawan betah dan makin nyaman berkunjung ke Jakarta," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, sebagai kota jasa, Jakarta sangat berpotensi untuk mengembangkan sektor wisata. Pasalnya, bukan hanya sekedar sarana dan prasarana yang telah tersedia, Jakarta juga diperkaya dengan keragaman budayanya. "Ini menjadi modal kita untuk mengembangkan wisata Jakarta ke depannya," ujar Jokowi.
Jokowi sangat gembira melihat jumlah kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Jakarta. "Pelancong Malaysia ke Jakarta adalah nomor satu terbesar, selain dari China dan Jepang. Kita harus pertahankan ini dan makin tingkatkan," kata Jokowi.
Karena untuk itu, Pemprov DKI sendiri terus menggeber potensi wisata ibu kota melalui kegiatan promosi. Tahun ini ditargetkan Rp3 triliun dapat disumbangkan dari sektor tersebut.
Jumlah wisatawan asal Malaysia yang berkunjung ke Jakarta pada 2013 ditargetkan mencapai lebih 500 ribu. "Kami targetkan selama 2013 ini, kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia bisa mencapai lebih dari 500 ribu," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman pada kesempatan yang sama.
Ia optimis target itu bisa tercapai. Selain jumlah pelancong Malaysia terus meningkat, Jakarta juga terus berbenah diri dengan  membangun  sarana dan prasarana pariwisatanya.
"Indikasinya, untuk 2013 ini, hingga Maret jumlah wisatawan Malaysia ke Indonesia sudah mencapai 70 ribu. Selain itu, beberapa program wisata menarik juga akan berlangsung di Jakarta. Karena itu kami optimis, target itu bisa tercapai," ucapnya.


Sumber :
viva.co.id

Jokowi Jadi Bintang di Malaysia

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghadiri pertunjukan Enjoy Jakarta, di Taman Tasik Madu, Kuala Lumpur, itu menjadi magnet, Jumat (14/6/2013) malam. Ia membuka acara dengan berpantun.
"Jika ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi. Jika ada umur panjang boleh ke Jakarta, tidak nyambung," ujar Jokowi.
Di tengah-tengah pertunjukan, Jokowi turun dari panggung VIP dan bergabung dengan penonton di tribun biasa.
Puluhan orang kemudian menghampiri Jokowi, untuk berfoto, bersalaman, bahkan ada yang merangkulnya. Jokowi yang mengenakan baju putih menyambut mereka sambil tertawa.
Saat Jokowi sudah kembali ke tribun VIP, beberapa orang mendatanginya, untuk berfoto dan bersalaman.
Pertunjukan Enjoy Jakarta kali ini menampilkan penyanyi Rossa, grup band Ungu, Heidi Yunus, Amy Search, dan penari dari Denny Malik Entertainment. Hampir semua pengisi acara menyampaikan salam kepada Jokowi.
"Salam hormat untuk Pak Jokowi, tepuk tangan buat beliau," kata vokalis Ungu, Pasha, yang disambut tepuk tangan penonton.
Sebelum menghadiri pertunjukan Enjoy Jakarta, Jokowi mengunjungi kantor pengelola Smart tunnel dan kantor pengelola monorel di Kuala Lumpur. Di dua tempat itu, Jokowi juga menjadi magnet. Para pejabat setempat berebut berfoto bersama Jokowi.
Salah satu pejabat di kantor pengelola Smart tunnel menyampaikan, "Saya lihat Bapak di koran waktu banjir, saat itu Bapak menerjang banjir," katanya.
Pertemuan antara Jokowi dan pengelola Smart tunnel berlangsung terbuka. Mereka memberikan tempat khusus kepada wartawan untuk meliput pertemuan itu.
"Sebagai tamu, harusnya minum-minum dulu. Mari masuk Pak," kata pejabat Smart tunnel itu kepada Jokowi setelah pertemuan.

DPRD Ingin "diorangkan" Jokowi

Anggota DPRD DKI, Taufiqurrahman, meminta Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) memperbaiki komunikasi dengan anggota Dewan. Dia mengusulkan Jokowi menggelar pertemuan informal secara intensif.
“Misalnya, bikin acara coffee morning sama Fraksi Demokrat atau fraksi lain,” ujarnya ketika dihubungi, Jumat, 14 Juni 2013. Dia menyebutkan, kesempatan bicara dengan Jokowi sangat langka. “Kalau di acara formal, kan, ada protokolernya,” kata dia, yang asal Partai Demokrat.
Langkah itu dirasa mendesak karena komunikasi Jokowi-Dewan selama ini kurang baik. Selama delapan bulan pemerintahan Jokowi, Taufiq mengaku baru satu kali bertemu dengan Jokowi. “Selain saat pemaparan program di awal dulu, tidak pernah.” Jokowi dianggap berjalan sendiri dan menabrak aturan hukum.
Akibat komunikasi minim, Dewan jadi mempertanyakan program Jokowi. Misalnya, dasar hukum seleksi terbuka lurah dan camat. Lalu, program Kartu Jakarta Sehat yang menimbulkan polemik dengan rumah sakit swasta. Belum lagi mekanisme pengawasan Kartu Jakarta Pintar agar digunakan secara tepat oleh pelajar. “Jangan merasa berkuasa penuh. Eksekutif itu tidak sendiri.”
Maka wajar, menurut Taufiq, dia pernah mengajukan interpelasi. Dia mengklaim kritiknya bukan untuk menjatuhkan Jokowi, melainkan karena peduli pada kelangsungan pemerintahan duet Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama. “Kami tidak mau mereka kejeblok menabrak aturan,” ujar Taufiqurrahman.


Sumber :
tempo.co

Jokowi Coba Monorail Malaysia

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengunjungi Kuala Lumpur (KL), Malaysia. Tak hanya di Jakarta, Jokowi juga blusukan di Kuala Lumpur. Apa saja kegiatannya?
Kegiatan Jokowi diawali dengan kunjungan ke kantor SMART Tunnel yang merupakan operator terowongan raksasa di KL. Jakarta memang tengah berencana membangun terowongan raksasa ini untuk menghadang banjir, dan juga sekaligus sebagai jalur alternatif untuk kendaraan jika sedang tidak banjir.
Di kantor SMART, Jokowi melihat operasional terowongan raksasa pencegah banjir di KL. "Sangat mungkin (dibangun di Jakarta), tinggal sebuah keputusan politik. Kalau lihat angka-angka yang dipresentasikan kira-kira 70% bisa dari pemerintah, 30% dari swasta. Saya jamin 6 tahun kembali investasinya," ujar Jokowi usai kunjungan itu.
Dengan mengenakan batik coklat kesukaannya, Jokowi menyatakan, sudah ada pihak swasta alias investor untuk pembangunan terowongan raksasa tersebut. Namun, ia belum mau mengungkapkan identitasnya.
Pembangunan terowongan ini, kata Jokowi, sudah mendesak. Curah hujan yang tinggi dan kondisi fisik Jakarta sudah tidak mampu lagi menghadang banjir.
Usai dari kantor SMART, Jokowi langsung menyambangi sarana transportasi monorel yang sudah dimiliki Kuala Lumpur. Di dalam monorel banyak yang menyapa dan menyalami Jokowi. Dari monorel, Jokowi berjalan kaki ke Hotel JW Marriott untuk mengadiri acara Enjoy Jakarta, sebagai promosi wisata Jakarta.


Sumber :
detik.com

Jokowi Ingin Jakarta Seperti Kuala Lumpur

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pihaknya ingin Jakarta bersih seperti Kuala Lumpur yang pengelolaannya ditata dengan baik dan didukung penuh oleh masyarakatnya.
"Saya melihat bahwa lingkungan bersih di sekitar ruas jalan kota Kuala Lumpur merupakan bentuk pengelolaan yang ditata dengan baik yang didukung penuh oleh masyarakatnya. Saya ingin Jakarta juga bisa (bersih) seperti ini," kata Jokowi yang ditemani oleh Duta Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno, saat menelusuri sejumlah ruas jalan di pusat perbelanjaan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Jumat (14/6/2013).
Kalau ditanya kapan itu bisa dicapai, kata Jokowi, tentu memerlukan waktu karena mengubah budaya yang terbentuk cukup lama tentu tidak mudah. Menurut dia, upaya yang dilakukan adalah mengubah budaya masyarakat di Jakarta menjadi sangat peduli terhadap lingkungan hidup yang bersih.
"Ini kan kita bicara soal budaya dan untuk mengubah budaya yang telah terbentuk cukup lama itu tidak mudah. Ya tentu akan membutuhkan waktu," ungkapnya.
Selama di Kuala Lumpur, Jokowi menyempatkan diri untuk melihat langsung sarana dan prasarana monorel. Ini dilakukannya untuk mendapatkan pandangan yang lebih luas terhadap transportasi tersebut terutama untuk menyusun langkah antisipatif dalam menyelesaikan bila terjadi permasalahan saat sarana transportasi tersebut beroperasi di Jakarta.
"Kita ingin mengetahui lebih dalam tentang monorel agar bila ada sesuatu permasalahan dapat dilakukan penanganan yang lebih baik," ungkapnya.


Sumber :
republika.co.id

Bikin Terowongan Raksasa, Jokowi Berguru Sampai ke Malaysia

Berita dari Kuala Lumpur :

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berguru ke Malaysia untuk bisa membuat terowongan raksasa di Ibukota. Jokowi bertandang ke kantor pusat SMART Tunnel di Kuala Lumpur.
Pada kesempatan itu, Jokowi disambut oleh Direktur SMART Tunnel Dato, Iin Nyung Lin di kantor pusatnya yang tertelak di Jalan Tun Razak, Kuala Lumpur, Jumat (14/6/2013).
Jokowi pun disambut hangat para manajemen SMART Tunnel dan sempat disuguhkan presentasi soal pembangunan terowongan raksasa oleh Lin.
Perusahaan asal negeri jiran tersebut merupakan salah satu perancang dan pembangun Terowongan Jalan Raya dan Manajemen Air Banjir atau Stormwater Management and Road Tunnel (SMART).
Pemerintah sebelumnya sudah mengkaji konsep proyek multi purpose deep tunnel atau terowongan 'raksasa' di DKI Jakarta. Bercermin dari negara lain yang telah memiliki proyek ini, pemerintah memperkirakan konstruksi proyek ini akan memakan investasi hingga Rp 26 triliun.
Total proyek ini akan membentang sepanjang 26 km dari Balai Kambang (Condet Jakarta Timur) hingga Pluit (Jakarta Utara), yang akan terdiri atas terowongan sepanjang 23 km, dan jalan penunjang akses sepanjang 3 km.


Sumber :
detik.com

Jokowi di Jalan Bukit Bintang Kuala Lumpur

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terlihat bersama Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno (kedua kiri) menelusuri jalan di Jalan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (14/6). Jokowi berada di Malaysia untuk mendapatkan informasi langsung mengenai sarana dan prasarana monorel sekaligus mempromosikan pariwisata Jakarta.


Sumber :
antaranews.com

JK Tak Gentar Dengan Kedigdayaan Jokowi

Tak mustahil Joko Widodo jadi presiden. Mantan Wapres Jusuf Kalla menilai seorang mantan Wali Kota seperti Jokowi juga bisa jadi presiden.
"Bisa saja wali kota jadi presiden," kata JK sembari tersenyum.
Hal ini disampaikan JK kepada wartawan usai acara di FKUI, Salemba, Jakarta, Jumat (14/6/2013).
Elektabilitas Jokowi memang terus meroket. Namun JK mengaku tak gentar dengan kedigdayaan Jokowi.
"Nggak lah, saya kan yang usulkan dia sebagai gubernur," kataya.
JK menuturkan seorang Jokowi tak perlu dapat dukungan dari manapun. Karena Pilpres adalah urusan capres dengan rakyat pemilih.
"Jokowi tidak perlu dukungan, karena itu dari rakyat, bukan dari saya," terangnya.


Sumber :
detik.com

Mega Masih Ingin Berkuasa, Jokowi Capres Cuma Wacana

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) seolah jadi rebutan partai politik, ingin menjadikannya capres atau cawapres di Pemilu 2014. Sekretaris Fraksi PDIP di DPR, Bambang Wuryanto mengatakan kunci utama soal Jokowi berada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Bu Mega lah, republik PDI Perjuangan juga tahu. Kita cuma punggawa," kata Bambang di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (14/6/2013).
Terkait itu, lanjut Bambang, sikap Megawati memang tak bisa ditebak. Artinya, ketika Megawati belum menyampaikan sikap resmi soal capres cawapres, maka wacana seputar Jokowi hanya mentok pada tingkat perdebatan politik semata.
"Kalau soal itu, tanya ke ketua umum. Jadi kami semua tegak lurus, supaya paham. Jadi pembicaraan ini sudah clear, Rakernas soal capres cawapres diserahkan full tegak lurus ke ketua umum," terangnya.
Sebelumnya, popularitas dan elektabilitas Jokowi di sejumlah lembaga survei berbuah manis. Tiga partai parlemen pun terang-terangan meminang. Yaitu Partai Demokrat, PKB dan PPP.


Sumber :
merdeka.com

Golkar Ngebet Sandingkan Jokowi Ical

Partai Golkar kepincut dengan popularitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Ketua DPP Partai Golkar, Firman Soebagyo tak menampik sejumlah pimpinan partai berwacana mengusung Jokowi jadi pasangan Aburizal Bakrie (Ical/ARB).
"Tentunya kemungkinan ada. Beberapa daerah ada yang mewacanakan itu. Ada unsur pimpinan punya pandangan sama. Tapi sifatnya hanya pandangan," kata Firman yang juga Ketua Komisi IV DPR di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (14/6/2013).
Meski hanya wacana, namun ada peluang mewujudkan itu. Pada waktunya nanti, nama-nama yang dimungkinkan cocok mendampingi Ical bakal mengikuti proses mekanisme internal.
"Tapi ditempuh mekanisme partai. Nanti survei, dan evaluasi. Nanti Pak ARB digandengkan siapa-siapa. Jadi rasional," tuturnya.
Meski Partai Golkar belum membahas apalagi memilih cawapres, Firman yakin secara pribadi Ical telah mengantongi nama-nama yang dianggap pantas sebagai wakilnya.
"Ketum sudah mempunyai dan mengantongi nama-nama. Yang jelas cocok, punya ideologi sama, visi sama," terangnya.
Sebelumnya, popularitas dan elektabilitas Jokowi di sejumlah lembaga survei berbuah manis. Tiga partai parlemen pun terang-terangan meminang, yaitu Partai Demokrat, PKB dan PPP.


Sumber :
merdeka.com

Parta Partai Menggonggong, Jokowi Berlalu

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi magnet bagi partai-partai politik di Indonesia. Dengan elektabilitas yang terus naik, Jokowi mulai digadang-gadang menjadi calon presiden. Sejumlah partai yang pernah "berminat" pada Jokowi adalah :

Partai Demokrat
Partai Demokrat bahkan berencana mengundang Jokowi untuk ikut konvensi. Saat ini sejumlah nama disebut-sebut akan mengikuti konvensi, seperti Mahfud MD, Irman Gusman, Pramono Edhie Wibowo dan Gita Wirjawan.
"Bisa juga (Jokowi diundang), kenapa enggak," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/5/2013).

PKB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar secara terang-terangan ingin mengusung Jokowi menjadi calon presiden. Nama istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono juga masuk daftar buruan PKB.
"Kita berharap Bu Ani dan kita berharap Jokowi," kata Muhaimin.

Golkar
Partai Golkar juga mulai bersuara. Partai Beringin melihat sosok pemimpin yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah Jokowi. Figur ini dinilai apa adanya, tanpa dibuat-buat untuk pencitraan.
"Saya melihat memang ada kebutuhan figur seperti Jokowi, dia tampil apa adanya ndeso, enggak dibuat-buat, pinter secara personal dan dapat mengambil keputusan walaupun enggak dilihatkan, ujar Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar, Indra J Piliang.
Mengenai posisi Jokowi, Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR Bambang Soesatyo menyebut Jokowi adalah tokoh yang layak disandingkan sebagai cawapres Aburizal Bakrie. Keberadaan Jokowi diyakini akan mendongkrak perolehan suara Ical.
"Ical perlu figur untuk mendongkrak, salah satu nama yang bisa adalah Jokowi. Persoalannya Jokowi kita lakukan pendekatan. PDIP tidak mengusung Bu Mega dan Puan. Kita berharap, Ical bisa berpasangan dengan Jokowi untuk memperbaiki bangsa. Hanya Pak Jokowi yang paling tepat," kata Bambang Soesatyo di gedung DPR, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Dilain fihak, penolakan Jokowi dimuat dalam majalah The Economist edisi 8-14 Juni 2013, Jokowi mengaku sudah ada tiga partai yang mendekati dirinya untuk dipinang sebagai calon presiden 2014. Namun dia tak gamblang menyebut partai-partai tersebut.
The Economist menuliskan bahwa Jokowi telah mengaku kepada teman-temannya, bahwa ada tiga partai politik mendekatinya dan meminta agar mau menjadi calon presiden, dua partai lain meminta untuk jadi calon wakil presiden.


Mungkinkah Mega Restui Jokowi Nyapres?

Popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) semakin hari kian meningkat. Sejumlah lembaga survey pun menyebut bahwa Jokowi berada di urutan paling atas dalam tingkat popularitas ketimbang tokoh lainnya.
Desakan dan dukungan dari sekelompok elemen masyarakat untuk mencalonkan Jokowi menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 kian merebak ke seluruh penjuru tanah air. Namun pencapresan Jokowi dinilai sulit apabila sang fenomenal itu tidak mendapat restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Dengan melihat dukungan dan desakan serta hasil survei lembaga survei nasional terhadap Jokowi. Akankan Megawati memberikan restu kepada Jokowi untuk nyapres di 2014?
PDI Perjuangan mengaku tidak tertarik untuk membicarakan soal pemilu presiden. Partai berlambang banteng merah itu berencana, baru akan membahas soal calon presiden yang akan diusungnya setelah mengetahui hasil pemilu legislatif yang akan sangat berpengaruh terhadap peta kekuatan partai di parlemen.
Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan, pambahasan capres 2014 akan dibahas oleh partainya dalam forum partai setingkat nasional. Hal ini, akan dilakukan setelah pemilu legislatif.
"PDIP konsisten membahas pencapresan pada saatnya yaitu di forum partai berlevel nasional," jelas Eva kepada merdeka.com, Jumat (14/6/2013).
Dia menjelaskan, mekanisme yang akan diambil dalam memilih siapa calon presiden yang akan diusung oleh partai yakni melalui dua tahapan. Yaitu, sesuai dengan hasil kongres, kata dia, capres diserahkan kepada Megawati, kedua melalui forum nasional tersebut.
"Siapa yang mau dicapreskan diserahkan 2 mekanisme yaitu ketum atau forum tersebut," tegas dia.
Sementara itu, Eva melanjutkan, PDI Perjuangan fokus di pemenangan pileg, karena hasilnya merupakan investasi pilpres. "Walau kita tidak menafikkan ada kemungkinan faktor pilpres dapat mendongkrak pileg, kita akan terus mengikuti gelagat pasar," tutur dia.
Menurut Anggota Komisi III DPR ini, peluang Jokowi untuk nyapres di 2014 sangatlah terbuka lebar. Namun, dalam tahapan eksekusi, belum saatnya dibicarakan sekarang.
"Peluang Jokowi ada dan terbuka, tapi eksekusi tunggu waktunya, ini partai bukan bursa saham," imbuhnya.
Dia menyatakan, bahwa yang bisa memberikan kepastian apakah Jokowi akan di calonkan sebagai presiden dengan mendapatkan restu oleh Megawati hanyalah Tuhan yang tahu.
"Yang bisa kasih kepastian hanya Tuhan dan bu Mega sendiri," tandasnya.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Akan Promosikan "Enjoy Jakarta" di Negeri Jiran

Sehari menjelang konser Enjoy Jakarta di Taman Tasik Perdana, Kuala Lumpur, Malaysia, para artis melakukan latihan. Aktivitas ini digelar sesaat setelah rombongan artis, seniman, dan pengarah seni mendarat di negeri jiran itu.
Enjoy Jakarta ini menjadi ajang promosi besar-besaran budaya Jakarta yang selama ini pernah digelar, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Andy Riza Hidayat, dari Kuala Lumpur.
Kali ini, acara tersebut melibatkan 30 penari, 18 musisi, penyanyi Rossa, Hedi Yunus, grup band Ungu, serta pemandu acara Sarah Sechan.
”Semua sudah siap tampil semaksimal mungkin mempromosikan budaya Jakarta sekaligus mengenalkan budaya Indonesia ke khalayak Malaysia,” kata pengarah seni Denny Malik, Kamis (13/6), di lokasi acara.
Sebagian besar tim yang terlibat dalam acara itu tiba di Malaysia pada Kamis siang menggunakan pesawat Air Asia. Sebagian peralatan dibawa langsung dari Jakarta, sementara perlengkapan pertunjukan lain dihadirkan penyelenggara acara dari Malaysia.
Panggung pertunjukan dibuat dengan latar belakang batik betawi berwarna merah. Latar belakang itu berbentuk kipas di sisi kiri dan kanan panggung. Pada motif batik itu diselipkan gambar Tugu Monas.

10.000 penonton
Denny bangga acara ini digelar di tempat terbuka di tengah taman pusat kota yang berkapasitas 10.000 penonton.
Sampai Kamis petang, semua seniman dan musisi mencoba panggung, mengecek perlengkapan elektronik, dan melatih skenario pertunjukan yang akan digelar Jumat malam.
Panggung pertunjukan sudah siap digunakan. Panggung tersebut berada di titik taman yang rendah, dilingkari dataran tinggi berundak. Penonton bisa melihat seluruh area panggung itu di tempat yang lebih tinggi.
”Tempat pertunjukan yang dipilih ini pertama kali di luar ruangan. Sebelumnya, acara Enjoy Jakarta selalu digelar di dalam ruangan. Artis yang terlibat pun sangat terbatas, tidak sebanyak sekarang,” kata Denny.
Latihan akhir itu disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Arie Budiman. Menurut Arie, pertunjukan ini menjadi ajang promosi budaya Jakarta ke masyarakat Malaysia. Harapannya, kunjungan wisatawan Malaysia meningkat setelah pertunjukan digelar.
”Malam ini, Gubernur Jokowi rencananya tiba di Kuala Lumpur. Besok, Gubernur akan melihat langsung pertunjukan,” kata Arie.
Azmi (45), warga Malaysia, penasaran dengan konser Enjoy Jakarta. Dia ingin melihat langsung pertunjukan tersebut. Dia salah satu penggemar lagu-lagu Indonesia.
Namun, pria yang berjualan makanan di kawasan Taman Tasik Perdana, Kuala Lumpur, itu belum pernah berkunjung ke Indonesia.


Sumber :
kompas.com