Kamis, 03 April 2014

Tahun Ini DKI Jakarta Bangun 24 Waduk

Gubernur Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan segera membangun 24 waduk baru untuk mengantisipasi banjir.
"Pokoknya kami akan membangun waduk baru sebanyak-banyaknya. Saat ini pembangunan waduk baru sudah dimulai dan waduk lama juga dikeruk," kata Jokowi usai menemui Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di kantornya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis.
Duapuluh lima waduk tersebut terdiri dari 15 waduk kecil (berdiameter 6 hektar) dan 9 waduk besar (berdiameter 20 hektar) yang tersebar di lima wilayah ibu kota.

Jokowi Saksikan Rampungnya Kampung Deret Petogogan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo Kamis (3/4/2014) berkunjung ke Jalan Pulo Raya, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kehadirannya sore ini untuk menyaksikan rampungnya pembangunan Kampung Deret di Petogogan.
Pantauan Tribunnews.com, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi ini tiba di Jalan Pulo Raya, Petogogan pada pukul 16.15 WIB. Setibanya, Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini langsung disambut warga.

Jokowi Serahkan Urusan Jembatan Blok G ke Dirut PD Pasar Jaya

Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Blok G Tanah Abang mengalami kemiringan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berpendapat masalah itu hal kecil sehingga dirinya tidak perlu yang turun tangan.

"Jembatan kayak gitu urusan Dirut Pasar (PD Pasar Jaya). Nggak usah Gubernur. Itu urusan kecil kok enggak usah gubernur," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Kamis (3/4/2014).

Jokowi mengatakan pembangunan jembatan itu sepenuhnya dikerjakan oleh PD Pasar Jaya, bukan Dinas PU DKI Jakarta. "Itu urusan kontraktor. Urusan kecil-kecil gitu kok tanyakan ke gubernur. Kayak saya enggak ada kerjaan yang besar, yang lain," lanjut capres PDIP ini.

Dengan Mengangkat Kultur Jawa, Emrus Tuduh Jokowi Akan Jual Asset Negara

Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai, tak ada jaminan bila Jokowi jadi presiden akan lepas dari pengaruh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Sebab, Jokowi dibesarkan dari kultur budaya Jawa dan menjunjung tinggi ewuh pakewuh (sungkan).
"Saya berpendapat bahwa aspek budaya akan perilaku manusia, termasuk perilaku pengambilan keputusan bila Jokowi jadi presiden. Jokowi dibesarkan oleh budaya-budaya Jawa dan sungkan terhadap sesuatu, terlebih Megawati," ujar Emrus di sela-sela diskusi di Cikini, Jakarta, Kamis (3/4/2014).

Jokowi Soal Monorel: Data Hitungannya Belum Masuk ke Kita

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Perjanjian Kerjasama (PKS) monorel terkendala data yang masih belum diserahkan PT Jakarta Monorel. Ia berpendapat data yang ditunggu itu terkait penghitungan properti.

"Belum, karena data hitung-hitungannya belum masuk ke kita. Kalau masuk nanti pasti kita bicarakan," kata Jokowi usai keluar dari ruangan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2014).

Jokowi Serahkan Administrasi DKI Jakarta ke Ahok

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mengenai apa yang menjadi perbincangan, Jokowi mengatakan, soal administrasi yang harus diurus untuk program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selanjutnya.
"Ya menyiapkan secara administratif hal-hal yang akan kita lakukan, misal perbaiki manajemen sampah, lalu misal mau memulai waduk," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/4/2014).

Jokowi Kunjungi Ruangan Basuki, Koordinasikan Program DKI

Tidak seperti biasanya, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mendatangi ruangan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang terletak di lantai dua gedung Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (3/4/2014).
Jika biasanya Ahok yang kerap datang ke ruangan Jokowi untuk menghadap dan menyampaikan laporannya, kali ini Jokowi yang melakukan hal itu kepada Ahok.
Berbagai persoalan Jakarta, seperti soal waduk dan sampah menjadi pembahasan yang dilakukan keduanya. Terlebih tahun ini DKI akan membangun banyak waduk baru.
"Bicara soal waduk. Kita sudah mulai yang pertama di Marunda, Giri Kencana, Pondok Ranggon, dan nanti Nusa Kirana di Rorotan," kata Jokowi usai menemui Ahok.

Promo PKS: Lawan Sebanding Jokowi Hanya Aher

Demokrasi seharusnya tak membiarkan Jokowi melenggang nyaris tanpa lawan. Ketidakseimbangan berisiko membuatnya lupa diri, setidaknya tinggi hati. Aher lawan sepadannya.
Sukar untuk menafikan, saat ini perbincangan soal calon presiden telah mengerucut pada dua nama: Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Tetapi hanya dengan semenit membuka laman media sosial (socmed) kita akan melihat bahwa pertempuran berjalan tidak seimbang.

Ada yang Khawatir Jokowi Capres PDIP

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputi menengarai ada pihak-pihak yang khawatir dengan ditetapkannya Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan.
"Setelah PDI Perjuangan menetapkan Jokowi sebagai capres, banyak serangan-serangan yang dialamatkan kepada Jokowi," kata Megawati ketika menyampaikan orasi di Gelanggang Olahraga Desa Sangga Langit Kecamatan Grokgak Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (3/4/2014).

Pendukung Jokowi Bentang Spanduk Sepanjang 50 Meter di Balai Kota

Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Besar Timbul Sehati menyatakan dukungannya pada pencapresan Joko Widodo (Jokowi). Mereka mendatangi Balai Kota sambil membentangkan spanduk merah sepanjang hampir lima puluh meter.
"Kita enggak demo, cuma mau menyatakan dukungan kepada pak Jokowi," ujar Darto TS, Ketua Umum Paguyuban Keluarga Timbul Sehati kepada detikcom di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (3/4/2014).
Spanduk yang dibentangkan bertuliskan "KELUARGA BESAR PAGUYUBAN TIMBUL SEHATI UNTUK JOKOWI DAN IBU PERTIWI RESIKO APAPUN KAMI HADAPI."

Jokowi Belum Tahu Jembatan Penghubung Blok G-Tanahabang Patah

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum mendapat kabar soal miringnya jembatan penghubung pasar Blok G dan pasar Blok F.
"Saya tidak tahu. Kita cek dulu. Dicek ayo sekarang," ujar Jokowi usai bertemu Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (3/4/2014). Jokowi menanggapi dengan santai mengenai jembatan miring itu, sebab ada tindakan evaluasi yang dilakukannya. "Kalau miring ya dilurusin dong," tutupnya.

Jokowi Kuatkan Ideologi Soekarno di Indonesia

Banyak pihak menilai diusungnya Jokowi sebagai Capres 2014 oleh Megawati Soekarnoputri, menunjukkan makin melemahnya trah Soekarno. Benarkah begitu?
Penilaian itu sebenarnya salah. Ketua DPP PDI Perjuangan Arif Budimanta mengatakan, trah Soekarno (Soekarnois) di partai justru makin menguat, apalagi dengan diusungnya Jokowi.
Arif mengatakan, trah Soekarno bahkan tidak hanya dari keturunan langsung Soekarno saja, tetapi juga dari yang lain.

Jualan Gerindra Tak Akan Laku Lagi

Calon presiden dari PDIP Joko Widodo (Jokowi) dan capres yang diusung Partai Gerindra Prabowo Subianto paling banyak menyedot perhatian publik.
Keduanya menjelang Pemilu Legislatif 9 April nanti, makin gencar mendekati pihak-pihak yang dianggap bisa memberi dukungan suara. Jokowi, yang sudah dikenal dengan gaya blusukannya, diketahui banyak mendapat simpati di hati masyarakat.
Belakangan, Jokowi dan Prabowo saling gencar berkampanye. Dalam sejumlah kampanyenya, Prabowo kerap melontrakan sindirian-sindiran negatif yang ditujukan ke capres lain yang menjadi saingannya.

Mega Jamin Jokowi Takkan Pernah Korupsi dan Menindas Rakyat

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku sudah berdiskusi panjang dengan Joko Widodo sebelum mengeluarkan mandat agar pria langsing yang dikenal dengan nama Jokowi itu maju sebagai calon presiden. Dari diskusi itu, Megawati juga memeberikan wejangan ke Jokowi agar jika kelak menjadi presiden bisa menghindari korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan menindas rakyat sendiri.
"Saya sudah tanyakan kepadanya apakah akan menggunakan kekuasaan untuk menindas rakyat? Apakah akan korupsi?" kata Mega menirukan percakapannya dengan Jokowi saat berkampanye di Gor Sanggalangit, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Kamis (3/4/2014) siang.

Jokowi Resmikan Pembangunan Waduk Giri Kencana

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangunan Waduk Giri Kencana di Kelurahan Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur. Pembangunan waduk ini untuk mencegah banjir yang disebabkan oleh meluapnya Kali Sunter dan anak Kali Sunter.
Jokowi mengatakan, Waduk Giri Kencana bisa menampung air sebanyak 320 ribu meter kubik, sehingga efektif untuk menampung luapan Kali Sunter saat musim hujan dan mencegah terjadinya banjir.

Jokowi Akan Buat Waduk di Cilangkap

Pemprov DKI Jakarta menambah jumlah waduk yang akan dibuat tahun ini. Salah satunya, Waduk Giri Kencana di Cilangkap, Jakarta Timur.
"Seperti rencana semula, tahun ini kita ingin bangun waduk baru sebanyak-banyaknya. Setelah Rorotan dan Pondok Ranggon, ini kita mulai Giri Kencana, Cilangkap," kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), saat meninjau lokasi waduk, di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (3/4/2014).
5 Eskavator milik Dinas PU DKI sedang difungsikan untuk mengeruk waduk dan merapikan tepiannya. Waduk ini dibuat untuk membebaskan banjir di pemukiman di sepanjang Sungai Sunter dan Anak Sunter.

Apakah Jokowi Tahu Teritorial Indonesia?

Joko Widodo (Jokowi) yang mempunyai elektabilitas paling tinggi sebagai calon presiden (capres) pada pemilihan umum 2014, masih harus dikritisi tentang kinerjanya.
Mantan walikota Solo itu selama ini hanya mempunyai rekam jejak politik yang masih sedikit dibandingkan dengan Capres Gerindra, Prabowo Subianto. Pengalamannya sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, dinilai masih kurang pengalaman di dunia politik.
"Jokowi baru terlihat jago di daerah," kata Dosen Komunikasi Politik, Emrus Sihombing pada Kamis (3/4/2014).

Harapan Prabowo Kejar Jokowi Dipastikan Hanya Mimpi

Pemilihan umum sudah di depan mata. Calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) yang selama ini memiliki elektabilitas tinggi dianggap sulit dikejar oleh capres-capres lain, termasuk capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sombong So Pasti, Meski Partainya Nyaris Mati

Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) masih memuncaki survei, kali ini versi Roy Morgan, Pusat Data Bersatu (PDB) dan LSI Denny JA. Wasekjen PD Ramadhan Pohan sangsi akan hal tersebut dan menyebut hasil survei tidak riil.
"Di Sumatera Utara saja nggak ada demam Jokowi atau PDIP. Kita jangan mau terkecoh survei lah. Hati-hati pujian dan keangkuhan hanya gelembung busa," ujar Ramadhan kepada detikcom, Rabu (2/4/2014) malam.

Jokowi Akan Temui Iwan Fals

Kandidat Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) terus bersafari politik ke beberapa tokoh. Setelah bertemu sejumlah tokoh agama, kini Jokowi akan 'blusukan' ke rumah musisi Iwan Fals.
"Rencananya memang mau ketemu Iwan Fals," kata Jokowi usai pertemuan dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (3/4/2014).

Rencananya Jokowi akan bertamu ke kediaman Iwan Fals di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, sekitar pukul 19.00 WIB. Ia hanya tersenyum saat ditanya soal materi pertemuan dengan pelantun tembang 'Bento' itu.

Iwan Fals punya fans klub yang besar di Indonesia. Fans klub Iwan bernama Orang Indonesia (OI).

Mega Resmikan Posko Pemenangan Jokowi di Bali

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meresmikan posko pemenangan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden di Desa Bumbunan, Kecamatan Sririk, Singaraja, Bali, Kamis (3/4/2014). Posko tersebut dibangun oleh simpatisan PDIP setempat untuk melakukan bermacam kegiatan dan konsolidasi politik.
Saat tiba di posko tersebut, Megawati juga membubuhkan tanda tangannya di atas sehelai bendera PDIP ukuran 9 meter x 13,5 meter. Bendera raksasa itu akan dibentangkan di tiang setinggi 22 meter di Singaraja.

Tak Digubris, Fadli Kirim Lagi Sajak Boneka untuk Jokowi

Setelah menulis beberapa puisi yang menyindir PDIP, Megawati dan Jokowi yang tidak ditanggapi oleh Mega dan Jokowi, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang kian kesal kini membuat sajak lagi. Sajak tersebut berjudul 'Sajak tentang Boneka'. Isinya berupa sindiran tentang sebuah boneka yang tak mampu berbuat apa-apa.
Fadli mengibaratkan, bahwa sebuah boneka tersebut berbaju kotak-kotak. Boneka itu tak mampu berkata-kata banyak dalam berbicara.

Jokowi Siapkan Rp 60 M untuk Bangun Jalan di Depan Mabes TNI


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi markas besar TNI di Kelurahan Setu, Kecamatan Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (3/4/2014). Di sana, Jokowi melakukan pertemuan tertutup dengan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko.
Kepada wartawan, Jokowi mengaku pertemuan tersebut untuk membahas pelebaran jalan di depan mabes TNI. Pemerintah Provinsi DKI, kata dia, akan memperlebar Jalan Setu sepanjang 1,3 kilometer. Lebar jalan yang tadinya hanya tujuh meter, akan dibuat menjadi 20 meter.

Priyo-Jokowi Trending Topic di Media Sosial

Nama Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso kini menjadi ramai  diperbincangkan. Priyo yang juga Ketua MKGR  menjadi trending topic di sebuah media sosial di laman http://pictey.com/.
Priyo bertengger di urutan teratas topik tren di trending twitter pictures.
Politisi Partai Golkar ini baru saja berulang tahun pada 30 Maret kemarin, namun bukan karena itu namanya kemudian  tren di media sosial trending twitter pictures. Priyo ramai diperbincangkan karena dalam foto tersebut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang resmi dicalonkan sebagai calon presiden oleh PDI Perjuangan terlihat membungkukkan badan saat ingin bersalaman dengan Priyo.

Jokowi Temui Moeldoko

Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) mendatangi Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur. Ia diagendakan bertemu Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

Gerindra Mampu Sejajarkan Pencitraan Prabowo dengan Jokowi

Saling sindir antara PDIP dan Gerindra dinilai wajar. Hal tersebut menandakan demokrasi di Indonesia semakin mapan.
Demikian disampaikan pengamat politik Yunarto Wijaya (Toto) kepada wartawan di Warung Komando, Jakarta, Rabu (2/4/2014)
"Ketika diisi oleh negative campaign, ada interaksi antar aktor. Sama dengan Amerika Serikat, kampanye selalu penuh sindiran. Kegagalan seorang kandidat capres yang pernah menjabat senator atau gubernur malah dibeberkan," kata Toto.

Jokowi Sudah Merakyat di Buleleng

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi, Bali, Putu Agus Suryadnyana mengatakan masyarakat Buleleng sudah siap untuk memenangkan Joko Widodo sebagai presiden 2014.
Apalagi, kata Putu, sosok pria yang karib disapa Jokowi, itu sudah merakyat di Buleleng. "Kalau Jokowi di sini (Buleleng) sampai anak-anak saja tahu," kata Putu kepada wartawan di sela-sela kampanye Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di Lapangan Busungbiu, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Kamis (3/4/2014).