Sabtu, 11 Oktober 2014

Daripada Menaikkan Harga BBM, Turunkan Saja Kandungan Oktan di Premium

Pengamat ekonomi yang juga mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli, mengatakan, kebijakan yang tidak hati-hati dalam menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bisa menjadi "bumerang" bagi pemerintahan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).
"Kalau tak hati-hati dan BBM naik sampai Rp 3.500, maka harga premium bisa mencapai Rp 10.000 dan itu akan lebih tinggi dari harga keekonomian karena biaya produksi hanya sekitar Rp 2.800 per liter. Itu sama saja pemerintah melawan konstitusi, dan bukan tidak mungkin presiden bisa di-impeach oleh Koalisi Merah Putih di DPR," kata Rizal Ramli dalam sarasehan Tata Kelola Migas di kampus Universitas Riau, Pekanbaru, Sabtu (11/10/2014).

Ini Kenapa Jokowi Anggap Perppu SBY Soal Pilkada Hanya Sandiwara Belaka

Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (SIGMA), menyimpulkan bahwa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota (Perppu Pilkada) yang diterbitkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bermasalah.

Rupiah Makin Keok Bila Jokowi Dijegal

Kurs rupiah terhadap Amerika Serikat, akan ditentukan oleh mulus atau tidaknya pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI ketujuh. Menurut ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, rupiah bisa kembali rebound dan mencapai level 12.000 per dolar AS, jika pelantikan berjalan mulus.
Tidak hanya rupiah, lancarnya pelantikan baru juga akan membuat indeks harga saham gabungan berada di posisi 5.200.

Operasi Senyap Mencari Menteri

Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla akan dilantik 9 hari lagi. Namun belum mencuat bocoran mengenai siapa saja calon menteri yang bakal membantunya.
Wakil Presiden terpilih JK memastikan seleksi menteri Jokowi tengah berlangsung, meski tertutup. Menurut dia, bila proses seleksi dilakukan terbuka, maka figur yang tak lolos bisa merasa malu.
"Nantilah sebelum perkembangan tanggal 20 Oktober 2014. Boleh dari profesor, boleh dari parpol. Masih ada 10 hari, tenang saja, mapnya ada di dalam (kantor transisi), saya belum baca," ujar ketua Dewan Masjid Indonesia itu di Kantor Transisi, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2014).

SDA Bantah Bertemu Jokowi. Ada Apa? Batal Gabung? Takut Prabowo?

Suryadharma Ali mengklarifikasi pernyataan Wasekjen PPP Syaifullah Tamliha yang menyebut dirinya bertemu dengan Jokowi Jumat (10/10/2014) malam. Suryadharma menyebut Tamliha berbohong.
"Syaifullah Tamliha berbohong kepada publik. Saya tidak bertemu dengan Jokowi semalam," kata Suryadharma kepada detikcom, Sabtu (11/10/2014).

Kelanjutan Pengelolaan Blok Mahakam Diserahkan ke Pemerintahan Jokowi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menyerahkan kelanjutan pengelolaan Blok Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim), setelah habis kontrak dengan perusahaan asal Prancis, Total E&P Indonesie, pada 2017 ke pemerintah mendatang.
Direktur Hulu Migas Kementerian ESDM Naryanto Wagimin di Jakarta, Sabtu mengatakan, pihaknya tidak akan memutuskan status pengelolaan Blok Mahakam dalam waktu dekat.

Golkar Disebut Dapat Jatah Satu Menteri

Meski tidak secara resmi mendukung pemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam perhelatan Pilpres 2014, Partai Golkar mendapatkan jatah kursi menteri di kabinet yang akan terbentuk 20 Oktober 2014.
Namun bukan Partai Golkar secara institusi tapi secara personal yang berasal dari Golkar. Hal itu disampaikan langsung oleh Juru Bicara Poros Muda Partai Golkar Andi Sinulingga.

Barang-barang Pribadi Jokowi Siap Dipindahkan ke Istana

Presiden terpilih  Joko Widodo mulai berkemas. Sejumlah barang-barang pribadi di rumah dinas gubernuran DKI Jakarta, Jalan Taman Surapati 7, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2014) pagi ini, mulai dibereskan.
Pantauan Kompas.com, sebuah truk milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) siaga di depan rumah dinas sejak pukul 10.00 WIB.
Empat orang personel Satpol PP memulai menaikan barang-barang pribadi ke Jokowi, sekitar pukul 11.00 WIB. Jenis barang yang dibawa yakni lukisan serta dus-dus berukuran besar.

Golkar Ingin Lihat Kehebatan Jokowi

Politisi Partai Golkar Fadel Muhammad meminta Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) menunjukkan kehebatan berpolitiknya dengan mengumumkannya pada 21 Oktober 2014, sehari setelah mereka dilantik.
"Kita mengharapkan Jokowi-JK tunjukkan kehebatan berpolitik mereka melalui umumkan susunan kabinet secara jelas dan transparan, 21 Oktober 2014 lah baru mereka hebat," tutur Fadel yang juga Waketum Golkar ini di Warung Daun, Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2014).

Jokowi Pindah Rumah

Suasana di rumah dinas Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) siang ini tampak lengang. Tak banyak aktivitas, hanya ada satu mobil bak terbuka Satpol PP mengangkut sejumlah barang milik Jokowi. Apakah sang presiden terpilih sudah bersiap pindah?
Pantauan di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2014) pukul 11.50 WIB petugas Satpol PP mengangkut sejumlah barang dari dalam rumah tersebut. Berdasarkan informasi, barang-barang itu terdiri dari lukisan, souvenir dan piagam milik suami Iriana Widodo tersebut.

Kerja.., Kerja dan Kerja

Kalimat tersebut seringkali dilontarkan Ir H.Joko Widodo (Jokowi) ketika masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Di tengah komentar miring mengenai kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Jokowi sedikitpun tidak merasa terusik. Begitu juga di tengah pesimisme sebagian kalangan akan kemampuannya menangani kemacetan lalulintas dan banjir di Jakarta, Jokowi tidak mempermasalahkannya.

Adakah Hak Veto Presiden dalam Sistem Ketatanegaraan Kita?

Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) dikhawatirkan bakal terus digoyang Prabowo Subianto dan kroninya melalui perserikatan yang berjuluk "Koalisi Merah Putih (KMP)" baik di DPR amupun di MPR RI. Mempunyai mayoritas anggota, Prabowo dan kroninya terbukti bisa memenangkan beberapa keputusan di parlemen.
Kondisi tersebut dipastikan akan digunakan untuk menghambat jalannya tiap kebijakan yang dibuat Jokowi-JK.

Jumat, 10 Oktober 2014

SDA Bertemu Jokowi

Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (10/10/2014) malam.
Pertemuan keduanya diduga membicarakan komposisi kabinet dalam pemerintahan Jokowi, di mana PPP diprediksi akan bergabung ke dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Jokowi: Saya Pastikan Parlemen dan Pemerintah Sudah Nyambung

Presiden Terpilih Joko Widodo yakin bahwa pemerintahnya nanti bersama pimpinan MPR, DPR dan DPD tidak akan saling jegal dalam menjalankan pemerintahan. Dia memastikan, saat ini semuanya sudah saling berkesinambungan.
Demikian kata Jokowi usai bertemu dengan Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Ketua DPR, Setya Novanto, dan Ketua DPD, Irman Gusman, di Hotel Hermitage, Jalan Cilacap, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2014) malam.

Setya Novanto Adakan Pertemuan dengan Jokowi

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto, menggelar pertemuan dengan Presiden Tepilih Joko Widodo (Jokowi), Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Ketua DPD Irman Gusman di Hotel Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2014) malam.

Jokowi Minta Relawan Tak Berkumpul di Gedung DPR/MPR Saat Pelantikan Dirinya

Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh relawan tidak hadir di sekitar gedung DPR/MPR tetapi cukup berkumpul di Monumen Nasional (Monas) pada saat dia dan Jusuf Kalla (JK) dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI. Pelantikan Jokowi-JK akan berlangsung di Gedung MPR/DPR pada  20 Oktober 2014.

Jokowi Di Pusaran Isu Jaksa Agung

Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak berkomentar akan desas-desus yang menyebut adanya desakan terhadap Presiden terpilih Joko Widodo alias Jokowi, untuk memilih sosok Jaksa Agung dari internal, agar mengamankannya dari kasus dugaan korupsi pengadaan dan peremajaan bus Transjakarta.

Jokowi: FPI Harus Ditindak

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan setiap aksi demonstrasi yang bersifat anarkis harus ditindak tegas menurut hukum yang berlaku. Hal tersebut disampaikannya secara langsung terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) pada hari Jumat di Balai Kota DKI.

Jokowi Ciutkan Jumlah Kementerian

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengubah struktur jumlah kabinetnya. Jokowi mengurangi satu kementerian dalam kabinetnya dari 34 menjadi 33 kementerian.
Sedangkan jumlah menteri koordinator bertambah satu setelah sebelumnya berjumlah tiga. Jokowi mengatakan, sebelum mengambil keputusan untuk mengubah struktur kabinet, telah melakukan evaluasi secara bertahap bersama Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK).

Ini Kenapa Seleksi Menteri Jokowi Dilakukan Secara Tertutup

Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) akan melakukan seleksi menteri secara tertutup. Mengapa penentuan menteri kabinet di pemerintahan Jokowi-JK harus tertutup?
"Coba kalau kita seleksi terbuka tapi tidak lulus, malunya kayak apa orang kan? Masing-masing (pemerintahan) beda-bedalah. Nanti kalau diseleksi (terbuka), wah ini calon menteri tiba-tiba nggak lulus. Tidak bagus," kata JK di Rumah Transisi, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2014).

Jokowi-JK Umumkan Hasil Sementara Seleksi Menteri

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan hasil sementara evaluasi mengenai nama-nama kandidat menteri yang akan mengisi kabinetnya.
"Setelah beberapa hari dengan pak Jusuf Kalla sampai tengah malam, kami melakukan evaluasi dan penyaringan terutama untuk personel yang nantinya akan menduduki pos di kabinet," kata Jokowi di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2014).

Prabowo Tak Hadiri Pelantikan Jokowi Karena Bukan Pejabat

Ketua MPR Zulkifli Hasan berencana mengundang Prabowo-Hatta ke acara pembacaan sumpah Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden.

Hashim Ancam Jokowi Karena Panik Kehabisan Uang

Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan, ada harga yang harus dibayar Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) atas langkahnya meninggalkan Jakarta dan mencalonkan diri dalam pilpres yang lalu.
Menanggapi hal itu sejarawan yang juga peneliti senior LIPI Asvi Warman Adam mengatakan, pernyataan adik Prabowo Subianto tersebut sangat emosional.

Menunggu Momentum Pemakzulan Jokowi

Profesor Riset Bidang Perkembangan Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo memandang tidak tertutup kemungkinan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akan terus diguncang oleh parlemen untuk menunggu momentum melakukan pemakzulan.
"Jadi akan digoyang terus, habis itu menunggu momentum untuk di-impeachment (pemakzulan)," kata Hermawan di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Demokrat: Jokowi Tak Transparan Dalam Seleksi Menteri

Hanya dalam hitungan hari presiden terpilih dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) akan segera dilantik. Tapi siapa sosok menteri-menteri yang akan duduk di kabinet nanti hingga kini belum jelas.
Seleksi yang dilakukan selama ini sangat tertutup dan tidak ada uji publik resmi seperti transparansi dan akuntabilitas.

Ibas: Jangan Takut Isu Pemakzulan

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan Partai Demokrat akan mendukung terlaksananya agenda nasional yaitu pelantikan presiden terpilih yang dijadwalkan 20 Oktober 2014 mendatang.
Menurut Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro publik tidak perlu khawatir terkait merebaknya isu penjegalan pelantikan presiden terpilih Jokowi-JK.

Senator John McCain dan Menlu Rusia Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-JK

Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih‎ Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) akan digelar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada Senin (20/10) mendatang. Ketua MPR Zulkifli Hasan, mengatakan sejumlah tokoh luar negeri akan hadir dalam pelantikan nanti.
"Saya dapat laporan dihadiri tamu undangan istimewa, bahkan senator mantan capres Amerika John McCain, perdana menteri ASEAN juga akan hadir," kata Zulkifli di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (10/10/2014).