Jumat, 04 April 2014

Isi Pertemuan Jokowi dan Iwan Fals

Kandidat tunggal capres PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) terus bersafari politik dengan menemui sejumlah seniman, salah satunya Iwan Fals. Saat bertemu, Iwan Fals banyak menyinggung soal kepemimpinan nasional.
"Iwan Fals sangat mengharapkan Jokowi membawa Indonesia menjadi sejahtera dengan kerja keras dan sungguh-sungguh bekerja," kata Juru Bicara DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, Jumat (4/4/2014).
Pada pertemuan yang berlangsung hampir 2 jam itu, disinggung pula keprihatinan Iwan Fals atas memudarnya nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. "Jokowi menegaskan pemihakannya ke persoalan kebangsaan," imbuhnya.

Dukungan PDIP Naik, Keputusan Megawati Dinilai Tepat Capreskan Jokowi

Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dinilai tepat dengan menetapkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai bakal calon presiden sebelum waktu kampanye terbuka. Penetapan itu langsung membuat dukungan publik pada PDIP meningkat secara signifikan.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menjelaskan, elektabilitas PDIP pada Februari 2014 masih di kisaran 16,6 persen.

Tiba di Banyuwangi, Jokowi Lakukan Pertemuan Tertutup Dengan Bupati Anas

Kandidat Tunggal Capres PDIP Jokowi bertemu dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Kedua pemimpin muda itu bertemu di ruang VIP Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.
Jokowi tiba di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, dengan mengendarai pesawat Indonesia Hebat!, Jumat (4/4/2014) pukul 10.00 WIB. Pertemuan Jokowi dengan Bupati Anas yang tertutup bagi media tersebut berlangsung singkat, hanya sekitar 30 menit. Usai pertemuan, tak ada keterangan yang diberikan.
Jokowi datang ke Banyuwangi dijadwalkan hingga siang nanti untuk blusukan ke sejumlah pasar di Banyuwangi.

Di Banyuwangi, Jokowi Bagi-bagi Salinan Mandat

Kandidat Tunggal Calon Presiden PDIP, Joko Widodo (Jokowi) membagikan surat mandat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ihwal penunjukan dirinya sebagai calon presiden kepada warga Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (4/4/2014).
Jokowi membagi-bagikan surat mandat itu kepada warga yang berdiri di sepanjang jalan sejak dari Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, hingga ke Pasar Srono. Surat mandat yang ditulis tangan oleh Megawati itu berisi penunjukan Jokowi sebagai calon presiden 2014 dari PDIP.

Bahaya, Jokowi-JK Rawan Matahari Kembar

Wacana menggandengkan Jusuf Kalla (JK) dengan Joko Widodo (Jokowi), dinilai bisa membuat ‘matahari kembar’ di tubuh pemerintahan kedepannya. Bahkan bukan tidak mungkin jika JK bisa menyandera Jokowi. “Posisi Jokowi akan tersaingi dan bisa tersandera. Karena itu sebaiknya dipikirkan ulang,” kata pengamat politik UI Arbi Sanit. Dari sisi kinerja, kata dia, bisa jadi JK tak bermasalah. Sama seperti Basuki Purnama (Ahok - red) di DKI Jakarta, JK cenderung cepat dalam bekerja dan efektif dalam mengambil keputusan.

Jokowi Dijaga Ketat Bak Presiden

Kedatangan calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Banyuwangi, Jumat (4/4/2014), ditandai dengan pengamanan di Bandara Blimbingsari yang sangat ketat.
Kepala bagian Operasional Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo mengatakan, satu jam sebelum Jokowi mendarat, Bandara Blimbingsari disisir oleh tim Gegana.

Agenda Jokowi di Jember dan Banyuwangi

Kandidat Tunggal Calon Presiden dari PDIP Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan kampanye tatap muka di beberapa tempat di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember, Jumat (4/4/2014) siang ini.

Jokowi Memang Mirip Boneka, Tidak Merdeka

Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah sepakat dengan tudingan Partai Gerindra bahwa Joko Widodo (Jokowi) mirip boneka. Menurut dia, Jokowi sosok calon pemimpin yang tidak bebas melakukan apa saja tanpa seizin pemiliknya.
Fahri menuding Jokowi tidak independen. Karena itu, dia menyebut drama pencapresan Jokowi mirip boneka. "Memang drama Jokowi mirip boneka. Janganlah jadi pemimpin 260 juta rakyat kalau tidak independen," cetus Fahri dalam pesan singkat, Jumat (4/4/2014).
Dia menilai, Indonesia negara berdaulat yang harus dipimpin oleh presiden yang tak diintervensi. Jokowi, kata dia, capres yang tidak merdeka. "Ini negara berdaulat dan kita tak mungkin dipimpin orang yg tdk merdeka," tegas dia.

Deklarasikan di Papua Barat untuk Jokowi-JK

Gerakan Papua Optimis akan mendeklarasikan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kala (Jokowi-JK) sebagai calon presiden dan calon wakil presiden mendatang di Arowi, Provinsi Papua Barat, Jumat (4/4/2014) sore.
"Deklarasi diselenggarakan di Waransegi Beach, Arowi di Manokwari," kata deklarator Gerakan Papua Optimis, Jimmy Demianus Ijie, di Manokwari ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat pagi.
Dia mengatakan, deklarasi akan dihadiri semua elemen masyarakat Papua Barat, termasuk kalangan muda, tokoh politik serta pimpinan adat dan suku di daerah itu. "Tanggal empat bulan empat pukul empat sore Waktu Indonesia Timur (WIT)," katanya seperti dikutip dari Antara.

Petugas Bandara Marah-marah: Bandara Ini Bukan Hanya untuk Jokowi!

Petugas keamanan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, marah-marah pada pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Banyuwangi  yang akan menyambut kedatangan Jokowi. Petugas keamanan marah karena banyak mobil PDIP yang parkir sembarangan.

Dukungan Jokowi Datang dari Balik Jeruji Besi, Dukungan Prabowo Datang dari Kawula Muda

Sejumlah mantan tahanan politik (tapol) asal Sumatera Barat berjanji bakal mendukung dan memilih Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden RI periode 2014-2019. Soekirno, Ketua Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim Orde Baru Sumatera Barat, menyatakan keyakinannya bahwa Jokowi mampu memberikan rehabilitasi dan kompensasi kepada mereka serta meluruskan sejarah atas tragedi yang pernah dialami para tahanan politik.

Jokowi, Dari Jawa Bagian Timur Sampai Papua

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Didik Suprayitno mengungkapkan permohonan izin Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk berkampanye telah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.
"Surat cuti sudah ditandatangani oleh pak Menteri kemarin sore," ujar Didik saat dikonfirmasi, Jumat (4/4/2014).

Beredar SMS Ajakan Dukung Jokowi, Ini Isinya

Sebuah pesan berisikan imbauan untuk mencoblos Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada pemilu legislatif dan mendukung Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden beredar melalui layanan pesan singkat atau short message service (SMS).

Kamis, 03 April 2014

Jokowi: Nggak mungkin saya dapat ancaman lalu saya sembunyi

Kandidat tunggal calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak akan mengubah gaya blusukannya, walaupun sempat beredar kabar mengenai ancaman pembunuhan dirinya. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengetahui secara khusus adanya ancaman fisik kepada capres tertentu.
"Kita akan tetap bertemu rakyat, bertemu warga, masalah keamanan sudah ada yang urus," katanya saat meresmikan Posko Media JKW4P di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/4/2014).

Soal Tim 11 Jokowi, Ini Kata Sekjen PDI Perjuangan

Semenjak diminta oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Tim 11 Jokowi langsung bergerak. Tim yang beranggotakan sejumlah akademisi dan praktisi ini melakukan aneka kajian. Mulai dari isu pertahanan, hukum, sosial budaya, dan nasib perempuan.

Iwan Fals: Biasa Saja, Bukan Cuma Jokowi yang Datang ke Rumah Saya

Musisi legendaris Virgiawan Listanto alias Iwan Fals mengatakan, sudah banyak politisi yang datang ke rumahnya. Iwan pun menegaskan bahwa dia bukan pemilik OI, kelompok fans-nya, dan dia tak berminat terjun ke dunia politik.
"Biasa saja," kata Iwan, seusai didatangi Gubernur DKI Jakarta sekaligus bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, Kamis (3/4/2014) malam. Dia menolak bila kunjungan Jokowi akan membawa kelompok penggemarnya mendukung pencalonan Jokowi.

Jokowi Bersiap Mundur Dari Kursi DKI 1

Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto mengatakan Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya segera meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk berkonsentrasi sebagai Calon Presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Hal itu dikemukakan oleh Sugiyanto saat dihubungi Harian Terbit, Kamis (3/4/2014), menanggapi hal yang berbeda dari kebiasaan Jokowi. Dimana, kemarin Jokowi tiba-tiba mendatangi ruangan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di lantai dua Balaikota DKI Jakarta yang biasa Ahok yang dipanggil ke ruangan Jokowi.

Jokowi Sebut Pimpin Indonesia Cukup Simpel

Calon presiden (capres) RI asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi) menganggap bahwa memimpin Indonesia cukup simpel. Kuncinya hanya mengikuti konstitusi dan aturan yang ada seperti Pancasila, Undang undang Dasar (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Sayangnya hal ini justru dibuat rumit, terutama oleh pihak yang turut campur dan menegosiasikan aturan-aturan yang ada.

Jokowi Nyanyikan Galang Rambu Anarki di Depan Iwan Fals

Gubernur DKI Jakarta yang juga merupakan bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi), menemui musisi kawakan, Iwan Fals, Kamis (3/4/2014).
Seusai pertemuan, Jokowi sempat menyanyikan sepenggal lagu Iwan Fals.
"Galang Rambu Anarki, anakku," dendang Jokowi sembari tersenyum, ketika ditanya wartawan tentang lagu Iwan yang paling dia sukai.

Jokowi Batal “Nge-jam” Bareng Iwan Fals

Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) sedianya hendak bermain gitar bersama Iwan Fals, musisi legendaris Indonesia yang ia kunjungi hari Kamis (3/4/2014). Namun, keterbatasan waktu memaksa Jokowi membatalkan niatnya.
Jokowi bertandang ke kediaman musisi legendaris Indonesia Iwan Fals di Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, hari Kamis malam. Dalam kunjungan itu, Jokowi sebenarnya dijadwalkan akan bermain gitar bersama Iwan Fals.

Iwan Fals: Mungkin Gusti Allah Mau Jokowi Jadi Presiden

Kandidat Tunggal Calon Presiden PDIP, Joko Widodo (Jokowi), mengunjungi kediaman musisi Iwan Fals, Kamis (3/4/2014) malam. Meski singkat, Jokowi sempat menyampaikan pandangan kebangsaannya di depan keluarga Iwan Fals. Lalu bagaimana Jokowi di mata musisi legendaris itu?
"Dia pemimpin yang sederhana seperti yang dia bilang, semua disederhanakan nggak usah dibuat rumit," kata Iwan Fals usai pertemuan di kediamannya di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (3/4/2014) malam.

Bertemu Jokowi, Iwan Fals Ingin Buat Konser Untuk 4 Juta Orang

Pertemuan Musisi Iwan Fals dengan Gubernur DKI Jakarta yang juga Capres PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) benar-benar menginspirasi dan mengundang mimpi. Menurut Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari, pertemuan keduanya yang digelar di rumah Iwan Fals di Depok, Jawa Barat, Kamis (3/4/2014) malam, membuat Iwan memberi apresiasi. Iwan mengaku aspirasinya bersambut dan di-uwongke atau di-orang-kan ketika melihat Jokowi menunjukkan perhatian ke masalah budaya.
Selain memuji penyelenggaraan pesta rakyat DKI menyambut tahun baru yang berlangsung tertib, Iwan juga senang Jokowi sebagai penggemar musik Metallica.

Pusdeham: "Jokowi Nggak Ngeffek" Berulang di Jawa Timur

Efek Joko Widodo (Jokowi) pada Pilgub Jawa Timur yang lalau ternyata akan berulang pada Pileg 9 April 2009 yang akan datang. Hal ini terkuah pada hasil survei Pusat Studi Demokrasi dan hak asasi manusia (Pusdeham) Universitas Airlangga (Unair), bahwa efek Jokowi memberi efek signifikan terhadap perolehan suara PDIP di Jatim, hingga mencapai 25 persen dalam Pemilu 2014, pengamat Politik Universitas Airlangga Surabaya Kris Nugroho memberi penilaian berbeda.
Menurut Kris, meski dalam kampanye Pileg Jokowi beberapa hari lalu menyapa sebagia warga Jatim, namun efeknya terhadap sikap pemilih untuk memilihnya dalam pilpres nanti masih belum bisa jadi ukuran.

Jika Menang di Jakarta, PAN Siap Teruskan Program Jokowi-Ahok

Apabila menang di DKI Jakarta, Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku siap meneruskan program-program yang dicetuskan duet Jokowi-Ahok. Adapun program-program yang dimaksud salah satunya adalah Mass Rapid Transit (MRT).
“Sekarang, kita tengah  mendesain untuk melanjutkan program MRT, tidak hanya Lebak Bulus dan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Tetapi HI sampai ke kota. Tetapi tidak hanya HI ke Kota, namun dari Kalideres sampai ke Manggarai. Sehingga Utara- Selatan dan Timur -Barat terhubung dengan MRT.

Kapolda Papua Akan Pimpin Langsung Pengawalan Jokowi di Papua

Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian direncanakan memimpin personilnya untuk pengamanan kedatangan Joko Widodo ke Kota Jayapura untuk ikut kampanye terakhir pada 5 April 2014 nanti.
Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD PDIP Provinsi Papua Komarudin Watubun kepada wartawan di Jayapura saat menggelar jumpa pers terkait kedatang calon presiden Jokowi. "Saya diberitahukan langsung oleh Pak Kapolda Papua bahwa akan memimpin pasukan pengamanan Jokowi ke Kota Jayapura," katanya.

Jokowi: Toleransi Umat Beragama Final

Calon Presiden (Capres) PDIP, Joko Widodo (Jokowi) marah saat ditanya soal masalah diskriminasi kaum minoritas dan minimnya toleransi antar umat bergama di Indonesia.
Jokowi menilai kerukunan dan toleransi umat beragama di Indonesia seharusnya tidak perlu dipertanyakan dengan kondisi saat ini.
"Mengenai toleransi agama pertama final, kita sudah ada UUD 1945, Pancasila dan NKRI, kalau masih ada pertanyaan lagi soal toleransi saya jengkel," kata Jokowi dengan nada serius, di rumah Iwan Fals di Desa Lewinanggung, Cimanggis, Depok, Kamis (3/4/2014) malam.

Jokowi Minta Masukan Iwan Fals

Gubernur DKI Jakarta yang juga calon presiden (capres) PDI Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi), berkunjung ke kediaman kawan lamanya yang juga seorang musisi, Iwan Fals, di Depok, Jawa Barat, Kamis (3/4/2014) malam.
Menurut Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, Jokowi sejak awal menyatakan kunjungannya adalah untuk menengok kawan lama yang sudah berteman sejak menjadi walikota di Solo.
Pertemuan juga terjadi karena inisiatif Seknas Jokowi yang berharap agar isu budaya mewarnai politik Indonesia sebagai upaya mewujudkan pembangunan kepribadian.