Selasa, 16 Juli 2013

Jokowi Makin Jauh Ungguli Prabowo, Gerindra: Itu Baru Wacana

Elektabilitas capres Gerindra Prabowo Subianto kalah lagi melawan Joko Widodo (Jokowi). Partai Gerindra tak risau, melihat dinamika survei hanya sekadar wacana belaka.
"Ya seperti biasa, kami melihat survei sebagai indikator saja. Kalau sekarang ini semua masih wacana," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, Selasa (16/7/2013).
Setidaknya dalam telesurvei yang digelar oleh Indonesia Research Centre (IRC), elektabilitas Jokowi kembali mengungguli Prabowo. Jokowi semakin jauh mengungguli Prabowo dengan raihan 32% suara.
Populasi survei adalah pemilik telepon di 11 kota besar di Indonesia (Bandung, Jakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Medan, Palembang, Lampung, Semarang, Samarinda dan Tangerang). Survei dilaksanakan pada tanggal 8 - 11 Juli 2013 dengan jumlah sampel sejumlah 794 responden yang dipilih secara acak dari buku telepon residensial terbaru terbitan Telkom. Margin of error survei tersebut diperkirakan 3,48% pada tingkat kepercayaan 95%.
Fadli menuturkan, situasi politik masih sangat dinamis. Pada akhirnya kekuatan capres akan diuji di Pilpres yang sesungguhnya.
"Pada ujungnya setelah pemilu legislatif menentukan konfigurasi sesungguhnya," tegasnya.
Jokowi terus menduduki puncak survei capres 2014. Jokowi yang sampai saat ini selalu mengelak jika ditanya peluang nyapres di 2014 malah semakin tenar dan membabat habis sebuat capres lain yang tersedia.
"Sebagian besar publik memilih Jokowi (32%) sebagai presiden. Setelah Jokowi ada Prabowo (8,2%), Wiranto (6,8%), Megawati (6,1%) yang dipilih sebagai presiden. Sementara Aburizal Bakrie yang secara resmi didaulat oleh Partai Golkar hanya dipilih oleh 3,3%," kata peneliti IRC Agus Sudibyo dalam pernyataanya, Senin (15/7/2013) malam.


Sumber :
detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar