Nama Joko Widodo ( Jokowi ) dan Prabowo Subianto tidak dimasukkan dalam survei capres yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Padahal, dalam beberapa survei sebelumnya yang dirilis lembaga lain, kedua tokoh itu menempati posisi pertama dan kedua.
Peneliti LSI, Adjie Alfaraby, membantah pihaknya sengaja 'menghilangkan' Jokowi dan Prabowo dalam survei yang hasilnya dirilis Minggu (20/10/2013). Dia berdalih hilangnya dua nama tokoh itu adalah konsekuensi dua indikator yang dipakai.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Selasa, 22 Oktober 2013
Jokowi Hadiri Pesta Kerajaan Ngayojokarto
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Selasa (22/10/2013), dipastikan terlambat tiba Balai Kota Jakarta. Jokowi tak dapat hadir di Balai Kota Jakata pagi-pagi karena harus menghadiri pesta pernikahan Putri Kerajaan Ngayojokarto, Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hayu dengan KPH Notonegoro, di Yogyakarta.
Menurut Jokowi Selasa siang ini sudah dapat kembali bertugas di Jakarta.
"Iya, ke Yogya besok siang, Selasa (22/10/2013), balik ke Jakarta," kata Jokowi, Senin (21/10/2013).
Menurut Jokowi Selasa siang ini sudah dapat kembali bertugas di Jakarta.
"Iya, ke Yogya besok siang, Selasa (22/10/2013), balik ke Jakarta," kata Jokowi, Senin (21/10/2013).
Sidak Jokowi Bagai Angin Lalu
Pasca sidak yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang diwarnai dengan kemarahan Jokowi, ternyata belum merubah keadaan menjadi lebih baik. Meskipun kemarahan Jokowi sangat keras (ditinjau dari budaya Solo), tetapi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kantor Wali Kota Jakarta Timur masih diam di tempat. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa sidak Jokowi bagai Angin lalu, nyaris tak ada perubahan sama sekali baik sebelum maupun setelah kemarahan Jokowi. Masyarakat menilai PTSP di kantor Wali Kota Jakarta Timur masih berbelit-belit dan tidak nyaman.
Jokowi-Mega `Tersengat` Balas Budi
Kesabaran manusia pasti ada batasnya. Begitulah istilah yang sering terdengar di telinga kita. Semua manusia akan mengalami kemarahan ketika tidak dapat mengendalikan emosinya. Tak terkecuali bagi pejabat tinggi, tokoh negara atau bahkan sekelas kepala negara sekalipun.Seperti kemarahan yang baru-baru ini dialami Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meradang pasca `nyanyian` mantan Ketua Umum PKS Luthfi Hasan Ishaq. Kemarahan SBY nampak begitu jelas lantaran dituding memiliki kedekatan dengan sosok Bunda Putri yang sampai kini masih misterius.
Selang sepekan kemudian atau tepatnya 18 Oktober, masyarakat DKI kembali dikejutkan dengan kemarahan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) yang dikenal santun dan kalem itu.
Senin, 21 Oktober 2013
Jokowi Optimistis Serapan Anggaran 97% di Akhir Tahun
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) optimistis penyerapan anggaran bisa sampai 97 persen pada akhir tahun 2013 ini. Meskipun, saat ini penyerapan untuk APBDP baru 44 persen saja.
"Tidak ada masalah, sekarang masih 44 persen. Nanti-nanti lihat Desember lah, di atas 90 persen," kata Jokowi di Balai Kota, Senin (21/10/2013).
Jokowi mengatakan, masih banyak serapan anggaran di dinas-dinas yang kecil. Diantaranya adalah Dinas Pertamanan dan Pemakaman,
"Tidak ada masalah, sekarang masih 44 persen. Nanti-nanti lihat Desember lah, di atas 90 persen," kata Jokowi di Balai Kota, Senin (21/10/2013).
Jokowi mengatakan, masih banyak serapan anggaran di dinas-dinas yang kecil. Diantaranya adalah Dinas Pertamanan dan Pemakaman,
Ramai-ramai Tertawakan Hasil Survei LSI
Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia yang tak memasukkan nama Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo, karena dianggap hanya calon presiden wacana, terus menuai kritikan. Kondisi ini dinilai janggal. Bahkan, sebutan 'capres wacana' juga agak menggelikan dan aneh.
"Kebetulan saya baru selesai riset dengan lembaga baru saya. Menurut riset Public Virtue Institute yang baru kami luncurkan Jumat 18 Oktober 2013 lalu, "Jokowi" percakapan paling menarik dan paling banyak di sosial media jika bicara tokoh politik," kata Direktur Eksekutif Public Virtue Institute, Usman Hamid di Jakarta, Senin (21/10/2013).
"Kebetulan saya baru selesai riset dengan lembaga baru saya. Menurut riset Public Virtue Institute yang baru kami luncurkan Jumat 18 Oktober 2013 lalu, "Jokowi" percakapan paling menarik dan paling banyak di sosial media jika bicara tokoh politik," kata Direktur Eksekutif Public Virtue Institute, Usman Hamid di Jakarta, Senin (21/10/2013).
Tarif Monorel Dijamin Tak Mahal
Dilanjutkannya pembangunan megaproyek monorel oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membawa angin segar bagi warga ibu kota yang selama ini memimpikan angkutan umum yang canggih dan bisa diandalkan.
Apalagi, moda transportasi massal berbasis rel itu nantinya bisa mengangkut sekaligus ribuan penumpang sekali jalannya. Namun hingga sejauh ini pemerintah provinsi DKI Jakarta masih belum dapat memperkirakan berapa besaran tarif untuk naik monorel.
Apalagi, moda transportasi massal berbasis rel itu nantinya bisa mengangkut sekaligus ribuan penumpang sekali jalannya. Namun hingga sejauh ini pemerintah provinsi DKI Jakarta masih belum dapat memperkirakan berapa besaran tarif untuk naik monorel.
Jokowi: Pembebasan Lahan Jadi Kendala Normalisasi Sungai
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku memiliki kendala nonteknis
dalam upaya normalisasi sungai-sungai yang ada di Jakarta. Yakni masalah
pembebasan tanah.
"Yang sulit itu dinonteknisnya, pembebasan tanah itu tidak mudah," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Senin (21/10/2013).
Selain pembebasan tanah, masalah lainnya tidak hanya satu sungai yang normalisasi.
"Yang sulit itu dinonteknisnya, pembebasan tanah itu tidak mudah," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Senin (21/10/2013).
Selain pembebasan tanah, masalah lainnya tidak hanya satu sungai yang normalisasi.
Jokowi Sambangi Rumah Warga Yang Tewas Tersengat Listrik
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melayat ke rumah almarhum
Fahmi Imanuddin. Fahmi adalah tukang ojek payung yang tewas pada Sabtu
(19/10/2013) lalu karena tersengat listrik di Jalan Pemuda, Jakarta Timur.
Jokowi tiba sekitar pukul 15.00 WIB di kediaman Fahmi di Jalan Pemuda IV, RT 5 RW 3, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (21/10/2013). Jokowi berjalan kaki menuju rumah Fahmi sekitar 200 meter karena lokasi rumah yang berada di dalam gang sempit.
Jokowi tiba sekitar pukul 15.00 WIB di kediaman Fahmi di Jalan Pemuda IV, RT 5 RW 3, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (21/10/2013). Jokowi berjalan kaki menuju rumah Fahmi sekitar 200 meter karena lokasi rumah yang berada di dalam gang sempit.
Golkar 'Jatuh Cinta' kepada Jokowi
Partai Golkar makin serius menjajaki koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk Pemilu 2014, terutama koalisi Pilpres menggaet Joko Widodo (Jokowi) sebagai cawapres Ical. Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai PDI-P sebagai kompetitor yang serius.
"Pesaing terdekat kita adalah PDI-P, bagaimana mengatasi loncatan elektabilitas PDI-P karena misal punya Jokowi. Bagaimana 'bungkus' pak Ical dengan cawapres yang punya elektabiitas tinggi," ujar Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2013).
"Pesaing terdekat kita adalah PDI-P, bagaimana mengatasi loncatan elektabilitas PDI-P karena misal punya Jokowi. Bagaimana 'bungkus' pak Ical dengan cawapres yang punya elektabiitas tinggi," ujar Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2013).
Jokowi Kembali Ke Ria Rio
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali blusukan ke kawasan Waduk Ria Rio guna melihat pengerjaan proyek normalisasi waduk tersebut yang diperkirakan akan selesai pada Desember 2013. Bahkan, Jokowi berencana membuat kawasan wisata air di daerah waduk tersebut.
"Ada wisata airnya nanti dong. Paling ada (hiburan) bebek-bebekan saja, tetapi bukan cuma (bebek) itu, ada ular-ularan juga," ujar Jokowi kepada wartawan yang ditemui di Waduk Ria Rio, Pulomas, Jakarta Timur, Senin (21/10/2013).
Jokowi Jadi Capres Wacana, Ini Kata Politisi PDI-P
Wasekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Eriko Sotarduga tak mau berdebat soal hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan Joko Widodo sebagai capres wacana. Menurut dia, hasil survei hanya dijadikan acuan semangat untuk bekerja lebih giat lagi.
Eriko justru mencontohkan saat lembaga-lembaga survei banyak yang memprediksi hasil Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Kala itu, sejumlah lembaga survei memenangkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ketimbang Joko Widodo (Jokowi) - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Eriko justru mencontohkan saat lembaga-lembaga survei banyak yang memprediksi hasil Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Kala itu, sejumlah lembaga survei memenangkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ketimbang Joko Widodo (Jokowi) - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Gerindra Bela Jokowi
Sebagai evaluasi setahun kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Waketum Partai Demokrat (PD), Nurhayati Ali Assegaf, menyebut maraknya kebakaran di Jakarta. Namun kritik Nurhayati soal kebakaran 1000 rumah di Kelapa Gading dibantah Damkar setempat. Lalu dapat dari mana Nurhayati?
Partai Gerindra sebagai pengusung Jokowi-Ahok di DKI membela pucuk pimpinan DKI tersebut. Menurutnya, kebakaran di Jakarta tidak hanya terjadi di era Jokowi. Dia balik bertanya soal data kebakaran di DKI yang dijadikan kritik keras ke mantan Wali Kota Solo itu.
Partai Gerindra sebagai pengusung Jokowi-Ahok di DKI membela pucuk pimpinan DKI tersebut. Menurutnya, kebakaran di Jakarta tidak hanya terjadi di era Jokowi. Dia balik bertanya soal data kebakaran di DKI yang dijadikan kritik keras ke mantan Wali Kota Solo itu.
Revitalisasi Kota Tua Jakarta Mulai Maret 2014
Menurut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), tahapan revitalisasi Kota Tua Jakarta akan dimulai bulan Maret 2014.
"Maret 2014 akan ada launching tahapan-tahapan perencanaan Kota Tua," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta. Senin (21/10/2013).
Jokowi mengatakan, pengerjaan perbaikan Kota Tua Jakarta akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama konsorsium pelaksana yang terdiri atas perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Maret 2014 akan ada launching tahapan-tahapan perencanaan Kota Tua," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta. Senin (21/10/2013).
Jokowi mengatakan, pengerjaan perbaikan Kota Tua Jakarta akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama konsorsium pelaksana yang terdiri atas perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Taktik Jokowi Agar Pembangunan Monorel Tak Mandek
Pembangunan monorel yang sempat terbengkalai telah dilanjutkan kembali. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menunjuk satu tim yang akan mengawasi jalannya megaproyek senilai lebih dari 8T ini.
Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Sarwo Handayani (Yani), mengatakan tim yang ia pimpin berfungsi untuk mengevaluasi agar pembangunan tak mandek kembali.
Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Sarwo Handayani (Yani), mengatakan tim yang ia pimpin berfungsi untuk mengevaluasi agar pembangunan tak mandek kembali.
Komentar Jokowi Tentang Akusisi Inter Milan Oleh Erick Thohir
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara tentang keberhasilan pengusaha terkemuka Indonesia, Erick Thohir membeli 70 persen saham Inter Milan.
Jokowi menanggapi positif akuisisi yang dilakukan Erick Thohir. Tak hanya itu, Jokowi berpendapat, jika bisa semua klub sepak bola Eropa dibeli pengusaha Indonesia.
"Saya kira bagus. Kalau perlu yang lain dibeli semuanya," ujar Jokowi di Balai Kota, Senin (21/10/2013).
Jokowi menanggapi positif akuisisi yang dilakukan Erick Thohir. Tak hanya itu, Jokowi berpendapat, jika bisa semua klub sepak bola Eropa dibeli pengusaha Indonesia.
"Saya kira bagus. Kalau perlu yang lain dibeli semuanya," ujar Jokowi di Balai Kota, Senin (21/10/2013).
Masalah KHL, Jokowi Diminta Konsultasi ke DPRD DKI Bukan Ke Megawati
Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro, mengingatkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) terkait penetapan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Siti menyarankan,penetapan KHL dalam hal ini adalah kebijakan Pemprov DKI yang seharusnya didiskusikan bersama DPRD DKI, buruh, dan SKPD terkait.
Menurutnya tindakan Jokowi berkonsultasi dengan Megawati sebagai pimpinan partai, tentu akan mendapat sorotan yang kritis karena partai erat kaitannya dengan tarik menarik kepentingan.
Siti menyarankan,penetapan KHL dalam hal ini adalah kebijakan Pemprov DKI yang seharusnya didiskusikan bersama DPRD DKI, buruh, dan SKPD terkait.
Menurutnya tindakan Jokowi berkonsultasi dengan Megawati sebagai pimpinan partai, tentu akan mendapat sorotan yang kritis karena partai erat kaitannya dengan tarik menarik kepentingan.
Nurhayati Sehari 2x Serang Jokowi, Kali Ini Soal Mobil Esemka
Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf kembali menyerang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, Nurhayati menyerang Jokowi masalah realisasi penanganan kasus kebakaran di Ibu Kota. Kini, Nurhayati menyindir Jokowi terkait sikapnya menolak mobil murah. Padahal, menurut Nurhayati, saat menjabat Wali Kota Solo, ia getol mendorong proyek mobil murah Esemka. Penyerangan Nurhayati kali ini mengingatkan ketika beberapa tahun yang lalu ketika Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, menyerang Jokowi dengan mengatakan "Masak orang Solo disuruh jualan pecelterus".
Anas Berkicau Soal Elektabilitas PD dan Musim Jokowi
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum berkicau soal turunnya elekabilitas Partai Demokrat (PD) di survei terakhir. Anas menilai 'Jokowi Effect' penyebab turunnya elektabilitas PD.
"Pak SBY menjadi Ketum hasil KLB pada akhir Maret 2013, angka PD 11,7 persen. Skrg, Oktober 2013 angka PD 9,8. #angkabicara," tulis Anas diakun mikroblogingnya @anasurbaningrum, Senin (21/10/2013).
"Pak SBY menjadi Ketum hasil KLB pada akhir Maret 2013, angka PD 11,7 persen. Skrg, Oktober 2013 angka PD 9,8. #angkabicara," tulis Anas diakun mikroblogingnya @anasurbaningrum, Senin (21/10/2013).
Yang Penting Beli Monyet Dulu
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku belum memikirkan nasib tukang topeng monyet. Hal tersebut menyusul rencana pembelian seluruh monyet yang dipekerjakan sebagai topeng monyet dan dikembalikan ke Taman Margasatwa Ragunan untuk upaya konservasi.
"Belum tau, itu urusan setelah monyet-monyetnya dibeli nanti," ujar Jokowi kepada wartawan di Balaikota, Jakarta, Senin (21/10/2013).
"Belum tau, itu urusan setelah monyet-monyetnya dibeli nanti," ujar Jokowi kepada wartawan di Balaikota, Jakarta, Senin (21/10/2013).
Nurhayati Kembali Berang Pada Jokowi
Entah apa yang ada dalam hati politisi Partai Demokrat,Nurhayati Assegaf, sehingga akhir akhir ini secara terus menerus mencemooh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Fraksi Demokrat DPR RI hari ini menagih janji Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), saat kampanye dulu untuk menuntaskan kebakaran di pemukiman warga Jakarta dan mengatasi macet ibu kota.
"Dua janji Pak Jokowi ke Jakarta dulu, saya ingin lihat apa benar sudah (direalisasikan). Mengatasi kebakaran dan kemacetan Jakarta," kata Nurhayati di gedung DPR RI Jakarta, Senin (21/10/2013).
Ketua Fraksi Demokrat DPR RI hari ini menagih janji Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), saat kampanye dulu untuk menuntaskan kebakaran di pemukiman warga Jakarta dan mengatasi macet ibu kota.
"Dua janji Pak Jokowi ke Jakarta dulu, saya ingin lihat apa benar sudah (direalisasikan). Mengatasi kebakaran dan kemacetan Jakarta," kata Nurhayati di gedung DPR RI Jakarta, Senin (21/10/2013).
LSI Bantah Sengaja 'Hilangkan' Jokowi Dalam Survei Capres
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) membantah telah sengaja 'menghilangkan' nama Joko Widodo ( Jokowi ) dan Prabowo Subianto dalam hasil risetnya yang dirilis kemarin. Peneliti LSI, Adjie Alfaraby, berdalih hilangnya dua nama tokoh itu adalah konsekuensi dua indikator yang dipakai.
Master komunikasi politik jebolan Universitas Indonesia (UI) ini menjelaskan dua indikator tersebut yakni: tradisi politik dan parliamentary threshold (PT).
Master komunikasi politik jebolan Universitas Indonesia (UI) ini menjelaskan dua indikator tersebut yakni: tradisi politik dan parliamentary threshold (PT).
Jokowi Diragukan Bisa Selesaikan Monorel
Deru mesin terasa memekakkan telinga di kawasan Tugu 66, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2013) sekitar pukul 17:20 WIB. Dua alat berat penggali jenis beko terparkir.
Karangan bunga dan sisa-sisa upacara peresmian pembangunan megaproyek monorel Jakarta masih tampak. Setelah sekian tahun terbengkalai, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya melanjutkan proyek transportasi massal berbasis rel ini pada Rabu (16/10/2013) lalu.
Karangan bunga dan sisa-sisa upacara peresmian pembangunan megaproyek monorel Jakarta masih tampak. Setelah sekian tahun terbengkalai, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya melanjutkan proyek transportasi massal berbasis rel ini pada Rabu (16/10/2013) lalu.
NasDem Tuding Survei LSI Titipan Golkar
Partai Nasional Demokrat (NasDem) menuding survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) selama ini, merupakan agenda terselubung yang dilakukan Partai Golkar untuk meningkatkan elektabilitasnya menjelang pemilu.
Pasalnya, survei LSI itu selalu menempatkan partai pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) di posisi teratas.
Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP NasDem Patrice Rio Capella menanggapi hasil survei terbaru LSI yang menyatakan NasDem, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) terancam tidak lolos parliamentary threshold 3,5 persen.
Pasalnya, survei LSI itu selalu menempatkan partai pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) di posisi teratas.
Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP NasDem Patrice Rio Capella menanggapi hasil survei terbaru LSI yang menyatakan NasDem, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) terancam tidak lolos parliamentary threshold 3,5 persen.
Sibuk Urus Jakarta, Jokowi Tak Ikut Mega Lihat Pabrik ke Tangerang
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mengunjungi buruh pabrik di Tangerang tanpa ditemanu Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) karena sibuk mengurus Jakarta.
"Mau lanjutin kerjaan dulu," ujar Jokowi usai bertemu Mega di rumah Mega, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2013).
Jokowi dan Mega bertemu di kantor PDI-P membahas kebutuhan hidup layak (KHL) 2014. KHL itu akan ditetapkan berdasarkan kesepakatan Dewan Pengupahan dan buruh pada Selasa (22/10/2013) besok.
"Mau lanjutin kerjaan dulu," ujar Jokowi usai bertemu Mega di rumah Mega, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2013).
Jokowi dan Mega bertemu di kantor PDI-P membahas kebutuhan hidup layak (KHL) 2014. KHL itu akan ditetapkan berdasarkan kesepakatan Dewan Pengupahan dan buruh pada Selasa (22/10/2013) besok.
Mega-Jokowi Bahas Kebutuhan Hidup Layak 2014
Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) bertemu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri untuk membahas kebutuhan hidup layak (KHL) 2014. Setelah pertemuan itu, Mega berangkat ke sebuah pabrik di Tangerang.
"Minggu ini, KHL harus diketahui. Ini untuk penetapan UMP. Kita tidak mau sama seperti tahun kemarin yang sampai ramai-ramai dengan pengusaha juga. Pagi ini ibu mau melihat langsung ke pabriknya," ujar Jokowi usai bertemu Mega, Senin (21/10/2013).
"Minggu ini, KHL harus diketahui. Ini untuk penetapan UMP. Kita tidak mau sama seperti tahun kemarin yang sampai ramai-ramai dengan pengusaha juga. Pagi ini ibu mau melihat langsung ke pabriknya," ujar Jokowi usai bertemu Mega, Senin (21/10/2013).
PDI-P Yakin Elektabilitas Jokowi Dongkrak Suara Partai
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto tak percaya dengan hasil survei yang dirilis oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada Minggu (20/10/2013) kemarin. Survei LSI itu kemarin menyebut, popularitas Jokowi tak mampu mengatrol elektabilitas PDI-P. Ia yakin kepopuleran Jokowi menular ke PDI-P.
"Ketika LSI menangkap tidak ada korelasi, tentu ini harus dijelaskan secara metodologi," kata Hasto di kediaman Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta, Senin (21/10/2013).
"Ketika LSI menangkap tidak ada korelasi, tentu ini harus dijelaskan secara metodologi," kata Hasto di kediaman Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta, Senin (21/10/2013).
Langganan:
Postingan (Atom)
























