Kamis, 03 Oktober 2013

Demokrat Pandeglang: Masyarakat Dambakan Figur Capres Seperti Jokowi

Jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang belum menentukan dukungan terhadap calon presiden (capres) yang masuk dalam daftar peserta konvensi.
"Sampai sekarang kita belum menentukan pilihan calon mana yang akan didukung dari 11 peserta konvensi capres," kata fungsionaris Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang Ade Permana Suta di Pandeglang, Kamis (3/10/2013).
Ia menyatakan, dari 11 peserta konvensi capres baru Mazuki Alie yang sudah datang ke Pandeglang dan bertemu dengan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat serta kader partai di daerah itu.
"Baru Marzuki Alie yang datang dan melakukan sosialisasi terkait keikutsertaannya dalam konvensi sedangkan lainnya belum. Saya belum tahu apakah nanti masih akan ada yang datang lagi atau tidak," kata Ade yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat di DPRD Kabupaten Pandeglang itu.
Jajaran pengurus dan kader partai, kata dia, sudah menyosialisasikan Marzuki Alie pada simpatisan dan masyarakat, namun sepertinya kurang mendapatkan respons.
"Malah dari jajaran pengurus pun masih ada yang mempertanyakan, dan sepertinya kurang memberikan dukungan," katanya.
Ade juga mengatakan, pemberian dukungan pada salah seorang figur peserta sebagai capres tidak mudah, karena terlebih dahulu harus mengetahui keinginan dari kader, simpatisan dan masyarakat.
"Percuma kita mendukung salah seorang peserta, tapi kemudian tidak mendapat dukungan dari kader dan simpatisan serta masyarakat, karena ketika pemilihan dilaksanakan tidak akan terpilih," ujarnya.
Jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat di Kabupaten Pandeglang, lanjut dia, sudah melakukan survei untuk mengetahui keinginan masyarakat setempat pada figur presiden yang akan memimpin Indonesia setelah periode Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berakhir.
"Hasil survei yang kita lakukan memang cukup mengejutkan, karena ternyata dari 11 peserta konvensi tidak ada yang masuk kriteria, dan ini juga yang menjadikan kami belum bisa menentukan sikap mendukung salah satu peserta konvensi itu," ujarnya.
Masyarakat Pandeglang, kata dia, ternyata mendambakan figur capres seperti Joko Widodo (Jokowi), yang merakyat dan lebih mengutamakan kerja daripada mempublikasikan diri di media.
"Ini realitas di lapangan, masyarakat kita ingin capres seperti Jokowi. Masyarakat tidak ingin figur yang tegas seperti Pak SBY," katanya.

Dukungan untuk Jokowi
Jauh sebelumnya, Board of Advisor, Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jeffry Geovanie, sudah memprediksi akan munculnya gerakan masyarakat di kalangan akar rumput untuk mendukung Jokowi menjadi Presiden.
"Jutaan orang Indonesia akan memaksa Jokowi untuk bersedia maju dalam Pilpres 2014," ujar Jeffry beberapa waktu lalu. Menurut dia, dukungan itu akan disampaikan secara bergelombang alamiah oleh rakyat Indonesia selambat lambatnya November tahun ini.
“Jokowi menjadi harapan baru untuk masyarakat. Ini bukan tanpa alasan, karena Jokowi tampil menjadi sosok yang tanggap dan cepat mengatasi persoalan masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh Jeffrie menjelaskan, jawaban Jokowi yang mengaku enggan memikirkan kursi presiden di tahun 2014 mendatang adalah sikap yang tepat.
”Justru jawaban-jawaban Jokowi bahwa dia tidak memikirkan capres 2014 dan hanya memikirkan tanggung jawabnya untuk membenahi kota Jakarta adalah pilihan jawaban yang tepat dan benar. Jokowi memang tidak harus memikirkan apalagi mendesain agar dirinya jadi capres 2014,” kata Jeffry.

Sumber :
republika.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar