Walau pemilihan presiden (pilpres 2014) masih akan berlangsung dalam
beberapa bulan ke depan, namun sejumlah elite partai politik tampaknya
sudah mulai memetakan pasangan calon yang akan berlaga.
Salah satunya adalah Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN),
Dradjad H Wibowo. Menurutnya, ada hingga setidaknya empat skenario
pasangan capres-cawapres yang bisa muncul di pilpres 2014 mendatang.
Semuanya tak bisa dilepaskan dari keuntungan penguasa rejim saat ini,
dan atau hasil pemilu legislatif 2014 pada awal April nanti.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Kamis, 27 Februari 2014
Disini Alat Sadap Jokowi Diletakkan
Rumah dinas dan kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dipasangi alat sadat.
Joko menyebut ada 3 alat sadap yang dipasang di rumah dinasnya di Jl
Taman Suropati, Jakarta Pusat. Namun nyatanya tak hanya itu saja, lalu
di mana penyadap Jokowi dipasang?
Memang saat ditanya wartawan perihal penyadapan ketahuan di akhir 2013 lalu itu, Jokowi mengaku menemukan 3 alat sadap. "Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).
Namun berdasarkan penelusuran tim Majalah Detik, ada beberapa alat sadap di rumah Jokowi itu.
Memang saat ditanya wartawan perihal penyadapan ketahuan di akhir 2013 lalu itu, Jokowi mengaku menemukan 3 alat sadap. "Ya kan ada detektornya, Desember lalu. Saya diem aja, saya sebenarnya nggak mau bicara masalah ini. Di rumah dinas, nemu 3, di kamar tidur, ruang tamu pribadi, ruang makan untuk rapat," kata Jokowi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/2/2014).
Namun berdasarkan penelusuran tim Majalah Detik, ada beberapa alat sadap di rumah Jokowi itu.
Demo Minta Jokowi Pecat Kepala BLU Transjakarta
Puluhan anggota masyarakat dari kelompok Batam (barisan tangkap
mafia) demo ke Balaikota DKI. Mereka mendesak Gubernur Jokowi mencopot
Kepala BLU Transjakarta karena dianggapnya tidak becus kelola busway.
“Dana yang digunakan sangat besar tapi tidak dikelola dengan baik,” kata Noval Hutomo, koordinator aksi di Balaikota,Kamis (27/2/2014).
“Dana yang digunakan sangat besar tapi tidak dikelola dengan baik,” kata Noval Hutomo, koordinator aksi di Balaikota,Kamis (27/2/2014).
Kata Tjahjo, PDIP Akan Putusan Nasib Jokowi Usai Pileg
Meski sinyal Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) untuk maju sebagai calon presiden kian menguat, PDIP baru memutuskan nasibnya pascaPemilihan Legislatif (Pileg) 2014.
Sekretaris Jenderal PDIP, Tjahjo Kumolo mengatakan, keputusan siapa capres PDIP baru diputuskan setelah hasil Pileg diketahui.
"Belum ada keputusan apa-apa dari Ibu Ketua Umum. Tunggu sampai 9 April," kata Tjahjo, ketika dihubungi, Kamis (27/2/2014).
Sekretaris Jenderal PDIP, Tjahjo Kumolo mengatakan, keputusan siapa capres PDIP baru diputuskan setelah hasil Pileg diketahui.
"Belum ada keputusan apa-apa dari Ibu Ketua Umum. Tunggu sampai 9 April," kata Tjahjo, ketika dihubungi, Kamis (27/2/2014).
Blusukan Bersama, Resmikan Pasar Ciplak
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wagub Basuki Tjahaja
Purnama (Ahok) melakukan blusukan bersama ke Pasar Ciplak, Jatinegara.
Keduanya akan meresmikan pasar tersebut.
Jokowi-Ahok tiba di Pasar Ciplak, Panca Warga, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara pukul 12.30 WIB, Kamis (27/2/2014). Begitu mobil Toyota Hiace warna putih yang ditumpanginya masuk ke areal pasar, warga mulai menyemut. Jokowi-Ahok pun sempat kesulitan untuk masuk ke dalam pasar.
Jokowi-Ahok tiba di Pasar Ciplak, Panca Warga, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara pukul 12.30 WIB, Kamis (27/2/2014). Begitu mobil Toyota Hiace warna putih yang ditumpanginya masuk ke areal pasar, warga mulai menyemut. Jokowi-Ahok pun sempat kesulitan untuk masuk ke dalam pasar.
Jokowi Kesal Lihat Anah-buahnya Bekerja Lamban
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kecewa saat blusukan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengunjungi Kampung Deret Petogogan, Jakarta Selatan. Jokowi sudah sepuluh kali mengunjungi lokasi ini tapi masih juga belum selesai.
"Saya sudah sepuluh kali ke sini kenapa belum juga selesai?" ungkapnya kepada Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta Yonathan Pasodung di lokasi, Kamis (27/2/2014).
"Saya sudah sepuluh kali ke sini kenapa belum juga selesai?" ungkapnya kepada Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta Yonathan Pasodung di lokasi, Kamis (27/2/2014).
Blusukan Bersama Jokowi dan Ahok Memang Harmonis
Spekulasi politik soal kepastian pencapresan Joko Widodo (Jokowi) mengalir deras mengikuti blusukan bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun PDIP memandang blusukan bersama itu sebagai hal biasa.
"Menurut hemat kami, Pak Jokowi dan Pak Ahok memang harmonis. Saling isi mengisi dalam menjalankan tugas," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga kepada detikcom, Kamis (27/2/2014).
Eriko mengatakan, daripada berspekulasi mengaitkan blusukan bareng Jokowi-Ahok ke isu pencapresan, lebih baik aksi keduanya dijadikan contoh.
"Menurut hemat kami, Pak Jokowi dan Pak Ahok memang harmonis. Saling isi mengisi dalam menjalankan tugas," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga kepada detikcom, Kamis (27/2/2014).
Eriko mengatakan, daripada berspekulasi mengaitkan blusukan bareng Jokowi-Ahok ke isu pencapresan, lebih baik aksi keduanya dijadikan contoh.
Blusukan Bersama, Ahok Serius Pantau Kampung Deret
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengajak Wakil Gubernur DKI
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) blusukan bersama. Keduanya meninjau lokasi
pembangunan Kampung Deret di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan.
Jokowi-Ahok tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB, Kamis (27/2/2014).
Saat tiba di lokasi, hujan gerimis menyertai kedatangan mereka.
Saat tiba, beberapa ajudan sudah membawa payung.
Jokowi-Ahok tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB, Kamis (27/2/2014).
Saat tiba di lokasi, hujan gerimis menyertai kedatangan mereka.
Saat tiba, beberapa ajudan sudah membawa payung.
Blusukan Bersama, Bagi Projo Merupakan Sinyal Pencapresan Yang Tak Terbantahkan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengajak Wagub DKI Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) blusukan bareng. Kalangan PDIP Pro Jokowi (Projo)
menilai sinyal pencapresan Jokowi semakin terang benderang.
"Soal Ahok blusukan dengan Jokowi, itu pertanda bahwa regenerasi menyeluruh harus terjadi. Tongkat estafet harus terus berlanjut. Seperti ungkapan, obor selalu dinyalakan di malam hari untuk diserahkan kepada angkatan kemudian," ujar Budi Arie Setiadi, Koordinator Nasional PDIP Projo, kepada detikcom, Kamis (27/2/2014).
"Soal Ahok blusukan dengan Jokowi, itu pertanda bahwa regenerasi menyeluruh harus terjadi. Tongkat estafet harus terus berlanjut. Seperti ungkapan, obor selalu dinyalakan di malam hari untuk diserahkan kepada angkatan kemudian," ujar Budi Arie Setiadi, Koordinator Nasional PDIP Projo, kepada detikcom, Kamis (27/2/2014).
Jokowi-Ahok Susuri Kali Jodo
Rombongan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kamis 27 Februari 2014 siang ini untuk pertama kalinya melakukan kegiatan blusukan bersama.
Berangkat dari kantor mereka, Balai Kota pukul 9.30, rombongan menuju kawasan Kali Jodo, Jakarta Barat. Di sana, Jokowi-Ahok tidak turun dari kendaraan. Mereka hanya menyusuri permukiman bantaran kali.
Berangkat dari kantor mereka, Balai Kota pukul 9.30, rombongan menuju kawasan Kali Jodo, Jakarta Barat. Di sana, Jokowi-Ahok tidak turun dari kendaraan. Mereka hanya menyusuri permukiman bantaran kali.
Blusukan Bersama, Sebuah Prosesi Penyerahan Kursi DKI-1
Tepat hari ke-500 masa kerjanya, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja
Purnama (Ahok) blusukan bersama untuk pertama kalinya. Mungkinkah blusukan ini sebagai prosesi penyerahan kursi DKI-1 dari Jokowi pada Ahok? Apakah Ahok
mulai dipersiapkan Jokowi untuk menggantikan posisinya di DKI 1?
"Wah, silakan tanya Pak Jokowi. Saya kan bukan jubir Pemda DKI. Jadi ya nggak tahu," ujar Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo saat dihubungi, Kamis (27/2/2014).
"Wah, silakan tanya Pak Jokowi. Saya kan bukan jubir Pemda DKI. Jadi ya nggak tahu," ujar Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo saat dihubungi, Kamis (27/2/2014).
Jokowi Jadi Sasaran Empuk Lawan Politik
Menarik menyimak ucapan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) DraDjad Wibowo soal Jokowi (julukan untuk Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta) dan pengkhianat politik.
Dradjad mengungkapkan, Jokowi harus berbicara terus terang kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri jika memang tertarik ingin maju sebagai Capres. Bahkan jika Jokowi tetap maju sebagai Capres - katakanlah dari parpol di luar PDIP - Dradjad menyebut Mantan Wali Kota Surakarta itu sebagai pengkhianat politik.
Dradjad mengungkapkan, Jokowi harus berbicara terus terang kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri jika memang tertarik ingin maju sebagai Capres. Bahkan jika Jokowi tetap maju sebagai Capres - katakanlah dari parpol di luar PDIP - Dradjad menyebut Mantan Wali Kota Surakarta itu sebagai pengkhianat politik.
Pencapresan Jokowi Terkuak dalam Surat Mega Nomor 2223/EX/DPP/II/2014
Pencapresan Joko Widodo (Jokowi) semakin terang benderang. Nama Jokowi sudah masuk dalam daftar juru kampanye nasional
PDIP.
Masuknya nama Jokowi dalam jajaran juru kampanye nasional PDIP terungkap di surat Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ke KPU yang diperoleh detikcom, Kamis (27/2/2014).
Dalam surat tertanggal 2 Februari 2014 itu, Mega mengirim lebih dari 100 juru kampanye nasional ke KPU. Surat bernomor 2223/EX/DPP/II/2014 diteken langsung oleh Mega dan Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo.
Masuknya nama Jokowi dalam jajaran juru kampanye nasional PDIP terungkap di surat Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ke KPU yang diperoleh detikcom, Kamis (27/2/2014).
Dalam surat tertanggal 2 Februari 2014 itu, Mega mengirim lebih dari 100 juru kampanye nasional ke KPU. Surat bernomor 2223/EX/DPP/II/2014 diteken langsung oleh Mega dan Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo.
Pertama Kali: Jokowi-Ahok Blusukan Bareng, Ahok Salah kostum
Ada yang beda dengan kegiatan blusukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi). Dia mengajak Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk
blusukan bersama.
Jokowi dan Ahok keluar dari Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pukul 10.00 WIB, Kamis (27/2/2014). Keduanya tampak kompak mengenakan kemeja batik warna cokelat.
"Ayo jalan. Kita ke lapangan," kata Jokowi saat keluar dari kantornya dengan semangat. Ahok pun tampak tersenyum.
Jokowi dan Ahok keluar dari Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pukul 10.00 WIB, Kamis (27/2/2014). Keduanya tampak kompak mengenakan kemeja batik warna cokelat.
"Ayo jalan. Kita ke lapangan," kata Jokowi saat keluar dari kantornya dengan semangat. Ahok pun tampak tersenyum.
Jokowi: Yang Mau Main-main Dicopot !
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan apabila ada anak buahnya ingin 'bermain' dalam setiap program ataupun proyek di Jakarta.
"Siapa yang mau main-main silakan saja," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (27/2/2014).
Namun, Jokowi menegaskan pihaknya tidak akan main-main terhadap anak buahnya yang suka 'bermain' tersebut. Konsekuensinya, Jokowi menegaskan oknum yang bermain tersebut akan dicopot.
"Siapa yang mau main-main silakan saja," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (27/2/2014).
Namun, Jokowi menegaskan pihaknya tidak akan main-main terhadap anak buahnya yang suka 'bermain' tersebut. Konsekuensinya, Jokowi menegaskan oknum yang bermain tersebut akan dicopot.
Jokowi Ancam Oknum PNS DKI yang 'Bermain' di Rusun
Beredar kabar ada 107 rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang berada di empat lokasi yang dialihsewakan oleh oknum PNS DKI Jakarta. Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan ada konsekuensi berat pada setiap pelanggaran yang dilakukan.
"Siapa yang mau main-main? silahkan. Tapi ya nanti dicopot kalau bener," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (27/2/2014).
"Siapa yang mau main-main? silahkan. Tapi ya nanti dicopot kalau bener," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (27/2/2014).
Jokowi Tuding Polemik Penyebab Program Tranportasi DKI Ngadat
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tetap melanjutkan pembangunan monorail. Jokowi yakin monorail dibutuhkan oleh warga Jakarta. Terutama untuk mengatasi kemacetan. Namun dalam mengambil langkah selanjutnya, tidak perlu terburu-buru.
Walaupun mendapatkan banyak kritik, Jokowi mengatakan, itu adalah hal biasa. Dalam pembangunan yang besar tetap ada pro dan kontra. Tapi dia mengingatkan, kekhawatiran warga jangan terlalu berlebihan. Jika tidak nasib monorail akan sama seperti Mass Rapid Transit (MRT).
Walaupun mendapatkan banyak kritik, Jokowi mengatakan, itu adalah hal biasa. Dalam pembangunan yang besar tetap ada pro dan kontra. Tapi dia mengingatkan, kekhawatiran warga jangan terlalu berlebihan. Jika tidak nasib monorail akan sama seperti Mass Rapid Transit (MRT).
Rabu, 26 Februari 2014
Jokowi-Gita Pasangan Ideal Berdasarkan Metafisika
Tidak hanya di dalam survei presiden, nama Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) ternyata keluar sebagai yang pemenang di antara calon presiden lain bila dilihat dari ilmu metafisika. Bahkan, mantan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan dinilai cocok sebagai pasangan duet Jokowi nanti.
Hal itu diungkapkan Arkand Bodhana Zeshaprajna, pria yang belasan tahun mempelajari metafisika.
Hal itu diungkapkan Arkand Bodhana Zeshaprajna, pria yang belasan tahun mempelajari metafisika.
Tipu Jokowi-Ahok, Ratusan Hunian Rusun Dialihsewakan
Praktik ilegal menyewakan
hunian rumah susun di Jakarta rupanya masih terjadi. Tidak lagi hanya
satu atau dua hunian yang jadi "obyekan" oknum tak bertanggung jawab,
tetapi kini ratusan hunian dialihsewakan secara bebas.
Di Cluster A, Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, misalnya, terdapat lebih dari 200 hunian yang disewakan. Penyewa adalah orang-orang yang secara administrasi tak diperbolehkan mendapatkan rusun dari pemerintah, yakni ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).
Di Cluster A, Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, misalnya, terdapat lebih dari 200 hunian yang disewakan. Penyewa adalah orang-orang yang secara administrasi tak diperbolehkan mendapatkan rusun dari pemerintah, yakni ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).
Sindir Jokowi, Cyrus Network: Ada Capres Diculik Alien
Peneliti Cyrus Network Hasan Batupahat menanggapi adanya isu penyadapan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Hasan menyindir bahwa isu tersebut tidak jelas kebenarannya, apalagi saat ini sudah mendekati pemilu 2014 dimana Jokowi banyak dikabarkan akan maju sebagai capres. Ia pun menilai masyarakat saat ini tidak kritis dan sudah terlalu terbuai dengan hal-hal yang berbau Jokowi.
Hasan menyindir bahwa isu tersebut tidak jelas kebenarannya, apalagi saat ini sudah mendekati pemilu 2014 dimana Jokowi banyak dikabarkan akan maju sebagai capres. Ia pun menilai masyarakat saat ini tidak kritis dan sudah terlalu terbuai dengan hal-hal yang berbau Jokowi.
Jokowi Janji Akan Copot PNS Yang Terlibat Jual Beli Rusun
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengancam mencopot pegawai negeri sipil (PNS) DKI yang terlibat dalam jualbeli unit rumah susun.
"Yang mau main-main silakan, tapi ya nanti dicopot," kata Jokowi di Balai Kota, Rabu (26/2/2014).
Menurut Jokowi, seharusnya PNS bisa memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat, tidak justru melakukan pelanggaran. "Dalam rangka pelayanan kepada masyarakat kok tidak serius," katanya. Meski demikian, Jokowi mengaku belum mendapat laporan tentang hal tersebut.
"Yang mau main-main silakan, tapi ya nanti dicopot," kata Jokowi di Balai Kota, Rabu (26/2/2014).
Menurut Jokowi, seharusnya PNS bisa memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat, tidak justru melakukan pelanggaran. "Dalam rangka pelayanan kepada masyarakat kok tidak serius," katanya. Meski demikian, Jokowi mengaku belum mendapat laporan tentang hal tersebut.
Program Pembanguan Rusun Serampangan
Kelelerannya warga eks bantaran Kali Sentiong, Jakarta Utara,
lantaran tidak kebagian rumah susun (rusun) dinilai kalangan anggota
DPRD DKI Jakarta sebagai bukti program Gubernur Jokowi tidak matang.
“Seharusnya kalau rusun belum siap, tempat tinggal warga jangan dibongkar dulu, sehingga mereka tidak telantar,” tegas Triwisaksana, wakil ketua DPRD, Rabu (26/2/2014).
Pernyataan wakil ketua dewan ini menanggapi adanya sejumlah keluarga eks bantaran Kali Sentiong, Jakarta Utara yang keleleran di emperan Rusunawa Komaruddin, Jakarta Timur lantaran tak kebagian tempat tinggal pengganti.
“Seharusnya kalau rusun belum siap, tempat tinggal warga jangan dibongkar dulu, sehingga mereka tidak telantar,” tegas Triwisaksana, wakil ketua DPRD, Rabu (26/2/2014).
Pernyataan wakil ketua dewan ini menanggapi adanya sejumlah keluarga eks bantaran Kali Sentiong, Jakarta Utara yang keleleran di emperan Rusunawa Komaruddin, Jakarta Timur lantaran tak kebagian tempat tinggal pengganti.
Pencitraan SBY vs Jokowi Menurut Pohan
Wakil Sekejen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menilai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), untuk maju sebagai calon presiden, harus melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar 'blusukan'.
Dalam diskusi Inilah Demokrasi bertajuk "Mencari Tokoh Pesaing Jokowi" di Soeltan Coffee, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2014), Ramadhan menilai apa yang dilakukan Jokowi, seperti menyopiri truk sampah, berdiri di atas gerobak hingga jongkok di rel kereta, tidak berkaitan langsung dengan penyelesaian masalah Jakarta.
Dalam diskusi Inilah Demokrasi bertajuk "Mencari Tokoh Pesaing Jokowi" di Soeltan Coffee, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2014), Ramadhan menilai apa yang dilakukan Jokowi, seperti menyopiri truk sampah, berdiri di atas gerobak hingga jongkok di rel kereta, tidak berkaitan langsung dengan penyelesaian masalah Jakarta.
Cirus Network: Jokowi Dipastikan Akan Kewalahan Jika Hadapi Risma
Peneliti Cirus Network, Hasan Nasbi menilai tokoh-tokoh yang masuk dalam bursa calon presiden (capres) pemilu 2014 tidak akan mampu menandingi popularitas Joko Widodo (Jokowi). Gubernur DKI Jakarta itu diprediksi akan menang mudah jika hanya bersaing dengan tokoh-tokoh yang kini masuk bursa capres.
Situasi ini dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kualitas pemilu presiden 2014. Pasalnya, tanpa persaingan ketat, tidak akan muncul gagasan-gagasan cemerlang dari para kandidat capres.
Situasi ini dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kualitas pemilu presiden 2014. Pasalnya, tanpa persaingan ketat, tidak akan muncul gagasan-gagasan cemerlang dari para kandidat capres.
Jokowi Tak Ingin Bank DKI Melantai di Bursa
Bank DKI masih enggan melepas sebagian sahamnya di lantai bursa pada
tahun ini. Salah satu penyebabnya adalah dukungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih terus
mengalir dalam menginjeksi permodalan Bank DKI.
Benny Santoso, Direktur Keuangan Bank DKI, menuturkan Jokowi selalu siap menyuntikkan dana ke Bank DKI, sehingga tidak perlu memakai dana melalui pasar modal.
Benny Santoso, Direktur Keuangan Bank DKI, menuturkan Jokowi selalu siap menyuntikkan dana ke Bank DKI, sehingga tidak perlu memakai dana melalui pasar modal.
MUI: Baru Jokowi Yang Dukung Sertifikasi Halal Restoran dan Produk
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Lukmanul Hakim, menyebut saat ini baru DKI Jakarta yang mendukung sertifikasi halal produk dan restoran.
Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) disebut telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk menjadi payung hukum LPPOM MUI menggenjot sertifikasi halal.
"Artinya (Jokowi) melalui Peraturan Gubernur menginisiasi supaya ada pemberian sertifikasi halal restoran yang ada di DKI," ucap Lukman di kantor pusat MUI, Jakarta, Rabu (26/2/2014).
Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) disebut telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk menjadi payung hukum LPPOM MUI menggenjot sertifikasi halal.
"Artinya (Jokowi) melalui Peraturan Gubernur menginisiasi supaya ada pemberian sertifikasi halal restoran yang ada di DKI," ucap Lukman di kantor pusat MUI, Jakarta, Rabu (26/2/2014).
Dokter Minta Jokowi Perhatikan Nasib Tenaga Medis dan Alkes
Pada kunjungannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), diminta untuk beri perhatian kepada fasilitas rumah sakit dan nasib pegawai honorer yang ada di rumah sakit pemerintah itu. Ini terjadi usai paparan singkat Jokowi kepada staf dan manajemen RSUD Koja, Rabu (26/2/2014).
"Kita bukannya mau ngeluh Pak. Tapi yang saya minta ini untuk meningkatkan pelayanan juga. Tapi saya minta ke Pak Gubernur, untuk perhatikan peralatan CT Scan kita yang rusak. Manajemen janji perbaiki, tapi dananya tidak sedikit untuk perbaiki," ujar dokter spesialis syaraf RSUD Koja, Girianto Tjandrawidjaja, kepada Jokowi usai paparan Gubernur DKI itu.
Jokowi pun berbicara dengan Kepala Dinas Kesehatan, Dien Emawati, dan Kepala RSUD sebelum menanggapi permintaan Girianto.
"Kita bukannya mau ngeluh Pak. Tapi yang saya minta ini untuk meningkatkan pelayanan juga. Tapi saya minta ke Pak Gubernur, untuk perhatikan peralatan CT Scan kita yang rusak. Manajemen janji perbaiki, tapi dananya tidak sedikit untuk perbaiki," ujar dokter spesialis syaraf RSUD Koja, Girianto Tjandrawidjaja, kepada Jokowi usai paparan Gubernur DKI itu.
Jokowi pun berbicara dengan Kepala Dinas Kesehatan, Dien Emawati, dan Kepala RSUD sebelum menanggapi permintaan Girianto.
Langganan:
Postingan (Atom)




















