Jumat, 14 Juni 2013

Jokowi: Wisatawan Malaysia Terbanyak Kunjungi Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berharap kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Jakarta makin meningkat seiring berbagai upaya yang dilakukan  Pemprov DKI dalam membenahi Jakarta.
Hal ini diungkapkan Jokowi pada acara Forum Bisnis program promosi Enjoy Jakarta, di JW Marriot Hotel Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat 14 Juni 2013.
Ia juga mendukung berbagai program promosi wisata dan budaya Jakarta yang dilakukan dalam upaya mendongkrak jumlah pelancong datang ke Jakarta, termasuk dari Malaysia.
"Jakarta sudah menjadi salah satu destinasi wisata pilihan bagi wisatawan mancanegara, termasuk dari Malaysia. Mari kita rawat bersama ibu kota ini agar para wisatawan betah dan makin nyaman berkunjung ke Jakarta," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, sebagai kota jasa, Jakarta sangat berpotensi untuk mengembangkan sektor wisata. Pasalnya, bukan hanya sekedar sarana dan prasarana yang telah tersedia, Jakarta juga diperkaya dengan keragaman budayanya. "Ini menjadi modal kita untuk mengembangkan wisata Jakarta ke depannya," ujar Jokowi.
Jokowi sangat gembira melihat jumlah kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Jakarta. "Pelancong Malaysia ke Jakarta adalah nomor satu terbesar, selain dari China dan Jepang. Kita harus pertahankan ini dan makin tingkatkan," kata Jokowi.
Karena untuk itu, Pemprov DKI sendiri terus menggeber potensi wisata ibu kota melalui kegiatan promosi. Tahun ini ditargetkan Rp3 triliun dapat disumbangkan dari sektor tersebut.
Jumlah wisatawan asal Malaysia yang berkunjung ke Jakarta pada 2013 ditargetkan mencapai lebih 500 ribu. "Kami targetkan selama 2013 ini, kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia bisa mencapai lebih dari 500 ribu," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman pada kesempatan yang sama.
Ia optimis target itu bisa tercapai. Selain jumlah pelancong Malaysia terus meningkat, Jakarta juga terus berbenah diri dengan  membangun  sarana dan prasarana pariwisatanya.
"Indikasinya, untuk 2013 ini, hingga Maret jumlah wisatawan Malaysia ke Indonesia sudah mencapai 70 ribu. Selain itu, beberapa program wisata menarik juga akan berlangsung di Jakarta. Karena itu kami optimis, target itu bisa tercapai," ucapnya.


Sumber :
viva.co.id

Jokowi Jadi Bintang di Malaysia

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghadiri pertunjukan Enjoy Jakarta, di Taman Tasik Madu, Kuala Lumpur, itu menjadi magnet, Jumat (14/6/2013) malam. Ia membuka acara dengan berpantun.
"Jika ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi. Jika ada umur panjang boleh ke Jakarta, tidak nyambung," ujar Jokowi.
Di tengah-tengah pertunjukan, Jokowi turun dari panggung VIP dan bergabung dengan penonton di tribun biasa.
Puluhan orang kemudian menghampiri Jokowi, untuk berfoto, bersalaman, bahkan ada yang merangkulnya. Jokowi yang mengenakan baju putih menyambut mereka sambil tertawa.
Saat Jokowi sudah kembali ke tribun VIP, beberapa orang mendatanginya, untuk berfoto dan bersalaman.
Pertunjukan Enjoy Jakarta kali ini menampilkan penyanyi Rossa, grup band Ungu, Heidi Yunus, Amy Search, dan penari dari Denny Malik Entertainment. Hampir semua pengisi acara menyampaikan salam kepada Jokowi.
"Salam hormat untuk Pak Jokowi, tepuk tangan buat beliau," kata vokalis Ungu, Pasha, yang disambut tepuk tangan penonton.
Sebelum menghadiri pertunjukan Enjoy Jakarta, Jokowi mengunjungi kantor pengelola Smart tunnel dan kantor pengelola monorel di Kuala Lumpur. Di dua tempat itu, Jokowi juga menjadi magnet. Para pejabat setempat berebut berfoto bersama Jokowi.
Salah satu pejabat di kantor pengelola Smart tunnel menyampaikan, "Saya lihat Bapak di koran waktu banjir, saat itu Bapak menerjang banjir," katanya.
Pertemuan antara Jokowi dan pengelola Smart tunnel berlangsung terbuka. Mereka memberikan tempat khusus kepada wartawan untuk meliput pertemuan itu.
"Sebagai tamu, harusnya minum-minum dulu. Mari masuk Pak," kata pejabat Smart tunnel itu kepada Jokowi setelah pertemuan.

DPRD Ingin "diorangkan" Jokowi

Anggota DPRD DKI, Taufiqurrahman, meminta Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) memperbaiki komunikasi dengan anggota Dewan. Dia mengusulkan Jokowi menggelar pertemuan informal secara intensif.
“Misalnya, bikin acara coffee morning sama Fraksi Demokrat atau fraksi lain,” ujarnya ketika dihubungi, Jumat, 14 Juni 2013. Dia menyebutkan, kesempatan bicara dengan Jokowi sangat langka. “Kalau di acara formal, kan, ada protokolernya,” kata dia, yang asal Partai Demokrat.
Langkah itu dirasa mendesak karena komunikasi Jokowi-Dewan selama ini kurang baik. Selama delapan bulan pemerintahan Jokowi, Taufiq mengaku baru satu kali bertemu dengan Jokowi. “Selain saat pemaparan program di awal dulu, tidak pernah.” Jokowi dianggap berjalan sendiri dan menabrak aturan hukum.
Akibat komunikasi minim, Dewan jadi mempertanyakan program Jokowi. Misalnya, dasar hukum seleksi terbuka lurah dan camat. Lalu, program Kartu Jakarta Sehat yang menimbulkan polemik dengan rumah sakit swasta. Belum lagi mekanisme pengawasan Kartu Jakarta Pintar agar digunakan secara tepat oleh pelajar. “Jangan merasa berkuasa penuh. Eksekutif itu tidak sendiri.”
Maka wajar, menurut Taufiq, dia pernah mengajukan interpelasi. Dia mengklaim kritiknya bukan untuk menjatuhkan Jokowi, melainkan karena peduli pada kelangsungan pemerintahan duet Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama. “Kami tidak mau mereka kejeblok menabrak aturan,” ujar Taufiqurrahman.


Sumber :
tempo.co

Jokowi Coba Monorail Malaysia

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengunjungi Kuala Lumpur (KL), Malaysia. Tak hanya di Jakarta, Jokowi juga blusukan di Kuala Lumpur. Apa saja kegiatannya?
Kegiatan Jokowi diawali dengan kunjungan ke kantor SMART Tunnel yang merupakan operator terowongan raksasa di KL. Jakarta memang tengah berencana membangun terowongan raksasa ini untuk menghadang banjir, dan juga sekaligus sebagai jalur alternatif untuk kendaraan jika sedang tidak banjir.
Di kantor SMART, Jokowi melihat operasional terowongan raksasa pencegah banjir di KL. "Sangat mungkin (dibangun di Jakarta), tinggal sebuah keputusan politik. Kalau lihat angka-angka yang dipresentasikan kira-kira 70% bisa dari pemerintah, 30% dari swasta. Saya jamin 6 tahun kembali investasinya," ujar Jokowi usai kunjungan itu.
Dengan mengenakan batik coklat kesukaannya, Jokowi menyatakan, sudah ada pihak swasta alias investor untuk pembangunan terowongan raksasa tersebut. Namun, ia belum mau mengungkapkan identitasnya.
Pembangunan terowongan ini, kata Jokowi, sudah mendesak. Curah hujan yang tinggi dan kondisi fisik Jakarta sudah tidak mampu lagi menghadang banjir.
Usai dari kantor SMART, Jokowi langsung menyambangi sarana transportasi monorel yang sudah dimiliki Kuala Lumpur. Di dalam monorel banyak yang menyapa dan menyalami Jokowi. Dari monorel, Jokowi berjalan kaki ke Hotel JW Marriott untuk mengadiri acara Enjoy Jakarta, sebagai promosi wisata Jakarta.


Sumber :
detik.com

Jokowi Ingin Jakarta Seperti Kuala Lumpur

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pihaknya ingin Jakarta bersih seperti Kuala Lumpur yang pengelolaannya ditata dengan baik dan didukung penuh oleh masyarakatnya.
"Saya melihat bahwa lingkungan bersih di sekitar ruas jalan kota Kuala Lumpur merupakan bentuk pengelolaan yang ditata dengan baik yang didukung penuh oleh masyarakatnya. Saya ingin Jakarta juga bisa (bersih) seperti ini," kata Jokowi yang ditemani oleh Duta Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno, saat menelusuri sejumlah ruas jalan di pusat perbelanjaan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Jumat (14/6/2013).
Kalau ditanya kapan itu bisa dicapai, kata Jokowi, tentu memerlukan waktu karena mengubah budaya yang terbentuk cukup lama tentu tidak mudah. Menurut dia, upaya yang dilakukan adalah mengubah budaya masyarakat di Jakarta menjadi sangat peduli terhadap lingkungan hidup yang bersih.
"Ini kan kita bicara soal budaya dan untuk mengubah budaya yang telah terbentuk cukup lama itu tidak mudah. Ya tentu akan membutuhkan waktu," ungkapnya.
Selama di Kuala Lumpur, Jokowi menyempatkan diri untuk melihat langsung sarana dan prasarana monorel. Ini dilakukannya untuk mendapatkan pandangan yang lebih luas terhadap transportasi tersebut terutama untuk menyusun langkah antisipatif dalam menyelesaikan bila terjadi permasalahan saat sarana transportasi tersebut beroperasi di Jakarta.
"Kita ingin mengetahui lebih dalam tentang monorel agar bila ada sesuatu permasalahan dapat dilakukan penanganan yang lebih baik," ungkapnya.


Sumber :
republika.co.id

Bikin Terowongan Raksasa, Jokowi Berguru Sampai ke Malaysia

Berita dari Kuala Lumpur :

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berguru ke Malaysia untuk bisa membuat terowongan raksasa di Ibukota. Jokowi bertandang ke kantor pusat SMART Tunnel di Kuala Lumpur.
Pada kesempatan itu, Jokowi disambut oleh Direktur SMART Tunnel Dato, Iin Nyung Lin di kantor pusatnya yang tertelak di Jalan Tun Razak, Kuala Lumpur, Jumat (14/6/2013).
Jokowi pun disambut hangat para manajemen SMART Tunnel dan sempat disuguhkan presentasi soal pembangunan terowongan raksasa oleh Lin.
Perusahaan asal negeri jiran tersebut merupakan salah satu perancang dan pembangun Terowongan Jalan Raya dan Manajemen Air Banjir atau Stormwater Management and Road Tunnel (SMART).
Pemerintah sebelumnya sudah mengkaji konsep proyek multi purpose deep tunnel atau terowongan 'raksasa' di DKI Jakarta. Bercermin dari negara lain yang telah memiliki proyek ini, pemerintah memperkirakan konstruksi proyek ini akan memakan investasi hingga Rp 26 triliun.
Total proyek ini akan membentang sepanjang 26 km dari Balai Kambang (Condet Jakarta Timur) hingga Pluit (Jakarta Utara), yang akan terdiri atas terowongan sepanjang 23 km, dan jalan penunjang akses sepanjang 3 km.


Sumber :
detik.com

Jokowi di Jalan Bukit Bintang Kuala Lumpur

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terlihat bersama Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno (kedua kiri) menelusuri jalan di Jalan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (14/6). Jokowi berada di Malaysia untuk mendapatkan informasi langsung mengenai sarana dan prasarana monorel sekaligus mempromosikan pariwisata Jakarta.


Sumber :
antaranews.com

JK Tak Gentar Dengan Kedigdayaan Jokowi

Tak mustahil Joko Widodo jadi presiden. Mantan Wapres Jusuf Kalla menilai seorang mantan Wali Kota seperti Jokowi juga bisa jadi presiden.
"Bisa saja wali kota jadi presiden," kata JK sembari tersenyum.
Hal ini disampaikan JK kepada wartawan usai acara di FKUI, Salemba, Jakarta, Jumat (14/6/2013).
Elektabilitas Jokowi memang terus meroket. Namun JK mengaku tak gentar dengan kedigdayaan Jokowi.
"Nggak lah, saya kan yang usulkan dia sebagai gubernur," kataya.
JK menuturkan seorang Jokowi tak perlu dapat dukungan dari manapun. Karena Pilpres adalah urusan capres dengan rakyat pemilih.
"Jokowi tidak perlu dukungan, karena itu dari rakyat, bukan dari saya," terangnya.


Sumber :
detik.com

Mega Masih Ingin Berkuasa, Jokowi Capres Cuma Wacana

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) seolah jadi rebutan partai politik, ingin menjadikannya capres atau cawapres di Pemilu 2014. Sekretaris Fraksi PDIP di DPR, Bambang Wuryanto mengatakan kunci utama soal Jokowi berada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Bu Mega lah, republik PDI Perjuangan juga tahu. Kita cuma punggawa," kata Bambang di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (14/6/2013).
Terkait itu, lanjut Bambang, sikap Megawati memang tak bisa ditebak. Artinya, ketika Megawati belum menyampaikan sikap resmi soal capres cawapres, maka wacana seputar Jokowi hanya mentok pada tingkat perdebatan politik semata.
"Kalau soal itu, tanya ke ketua umum. Jadi kami semua tegak lurus, supaya paham. Jadi pembicaraan ini sudah clear, Rakernas soal capres cawapres diserahkan full tegak lurus ke ketua umum," terangnya.
Sebelumnya, popularitas dan elektabilitas Jokowi di sejumlah lembaga survei berbuah manis. Tiga partai parlemen pun terang-terangan meminang. Yaitu Partai Demokrat, PKB dan PPP.


Sumber :
merdeka.com

Golkar Ngebet Sandingkan Jokowi Ical

Partai Golkar kepincut dengan popularitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Ketua DPP Partai Golkar, Firman Soebagyo tak menampik sejumlah pimpinan partai berwacana mengusung Jokowi jadi pasangan Aburizal Bakrie (Ical/ARB).
"Tentunya kemungkinan ada. Beberapa daerah ada yang mewacanakan itu. Ada unsur pimpinan punya pandangan sama. Tapi sifatnya hanya pandangan," kata Firman yang juga Ketua Komisi IV DPR di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (14/6/2013).
Meski hanya wacana, namun ada peluang mewujudkan itu. Pada waktunya nanti, nama-nama yang dimungkinkan cocok mendampingi Ical bakal mengikuti proses mekanisme internal.
"Tapi ditempuh mekanisme partai. Nanti survei, dan evaluasi. Nanti Pak ARB digandengkan siapa-siapa. Jadi rasional," tuturnya.
Meski Partai Golkar belum membahas apalagi memilih cawapres, Firman yakin secara pribadi Ical telah mengantongi nama-nama yang dianggap pantas sebagai wakilnya.
"Ketum sudah mempunyai dan mengantongi nama-nama. Yang jelas cocok, punya ideologi sama, visi sama," terangnya.
Sebelumnya, popularitas dan elektabilitas Jokowi di sejumlah lembaga survei berbuah manis. Tiga partai parlemen pun terang-terangan meminang, yaitu Partai Demokrat, PKB dan PPP.


Sumber :
merdeka.com

Parta Partai Menggonggong, Jokowi Berlalu

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi magnet bagi partai-partai politik di Indonesia. Dengan elektabilitas yang terus naik, Jokowi mulai digadang-gadang menjadi calon presiden. Sejumlah partai yang pernah "berminat" pada Jokowi adalah :

Partai Demokrat
Partai Demokrat bahkan berencana mengundang Jokowi untuk ikut konvensi. Saat ini sejumlah nama disebut-sebut akan mengikuti konvensi, seperti Mahfud MD, Irman Gusman, Pramono Edhie Wibowo dan Gita Wirjawan.
"Bisa juga (Jokowi diundang), kenapa enggak," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/5/2013).

PKB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar secara terang-terangan ingin mengusung Jokowi menjadi calon presiden. Nama istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono juga masuk daftar buruan PKB.
"Kita berharap Bu Ani dan kita berharap Jokowi," kata Muhaimin.

Golkar
Partai Golkar juga mulai bersuara. Partai Beringin melihat sosok pemimpin yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah Jokowi. Figur ini dinilai apa adanya, tanpa dibuat-buat untuk pencitraan.
"Saya melihat memang ada kebutuhan figur seperti Jokowi, dia tampil apa adanya ndeso, enggak dibuat-buat, pinter secara personal dan dapat mengambil keputusan walaupun enggak dilihatkan, ujar Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar, Indra J Piliang.
Mengenai posisi Jokowi, Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR Bambang Soesatyo menyebut Jokowi adalah tokoh yang layak disandingkan sebagai cawapres Aburizal Bakrie. Keberadaan Jokowi diyakini akan mendongkrak perolehan suara Ical.
"Ical perlu figur untuk mendongkrak, salah satu nama yang bisa adalah Jokowi. Persoalannya Jokowi kita lakukan pendekatan. PDIP tidak mengusung Bu Mega dan Puan. Kita berharap, Ical bisa berpasangan dengan Jokowi untuk memperbaiki bangsa. Hanya Pak Jokowi yang paling tepat," kata Bambang Soesatyo di gedung DPR, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Dilain fihak, penolakan Jokowi dimuat dalam majalah The Economist edisi 8-14 Juni 2013, Jokowi mengaku sudah ada tiga partai yang mendekati dirinya untuk dipinang sebagai calon presiden 2014. Namun dia tak gamblang menyebut partai-partai tersebut.
The Economist menuliskan bahwa Jokowi telah mengaku kepada teman-temannya, bahwa ada tiga partai politik mendekatinya dan meminta agar mau menjadi calon presiden, dua partai lain meminta untuk jadi calon wakil presiden.


Mungkinkah Mega Restui Jokowi Nyapres?

Popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) semakin hari kian meningkat. Sejumlah lembaga survey pun menyebut bahwa Jokowi berada di urutan paling atas dalam tingkat popularitas ketimbang tokoh lainnya.
Desakan dan dukungan dari sekelompok elemen masyarakat untuk mencalonkan Jokowi menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 kian merebak ke seluruh penjuru tanah air. Namun pencapresan Jokowi dinilai sulit apabila sang fenomenal itu tidak mendapat restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Dengan melihat dukungan dan desakan serta hasil survei lembaga survei nasional terhadap Jokowi. Akankan Megawati memberikan restu kepada Jokowi untuk nyapres di 2014?
PDI Perjuangan mengaku tidak tertarik untuk membicarakan soal pemilu presiden. Partai berlambang banteng merah itu berencana, baru akan membahas soal calon presiden yang akan diusungnya setelah mengetahui hasil pemilu legislatif yang akan sangat berpengaruh terhadap peta kekuatan partai di parlemen.
Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan, pambahasan capres 2014 akan dibahas oleh partainya dalam forum partai setingkat nasional. Hal ini, akan dilakukan setelah pemilu legislatif.
"PDIP konsisten membahas pencapresan pada saatnya yaitu di forum partai berlevel nasional," jelas Eva kepada merdeka.com, Jumat (14/6/2013).
Dia menjelaskan, mekanisme yang akan diambil dalam memilih siapa calon presiden yang akan diusung oleh partai yakni melalui dua tahapan. Yaitu, sesuai dengan hasil kongres, kata dia, capres diserahkan kepada Megawati, kedua melalui forum nasional tersebut.
"Siapa yang mau dicapreskan diserahkan 2 mekanisme yaitu ketum atau forum tersebut," tegas dia.
Sementara itu, Eva melanjutkan, PDI Perjuangan fokus di pemenangan pileg, karena hasilnya merupakan investasi pilpres. "Walau kita tidak menafikkan ada kemungkinan faktor pilpres dapat mendongkrak pileg, kita akan terus mengikuti gelagat pasar," tutur dia.
Menurut Anggota Komisi III DPR ini, peluang Jokowi untuk nyapres di 2014 sangatlah terbuka lebar. Namun, dalam tahapan eksekusi, belum saatnya dibicarakan sekarang.
"Peluang Jokowi ada dan terbuka, tapi eksekusi tunggu waktunya, ini partai bukan bursa saham," imbuhnya.
Dia menyatakan, bahwa yang bisa memberikan kepastian apakah Jokowi akan di calonkan sebagai presiden dengan mendapatkan restu oleh Megawati hanyalah Tuhan yang tahu.
"Yang bisa kasih kepastian hanya Tuhan dan bu Mega sendiri," tandasnya.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Akan Promosikan "Enjoy Jakarta" di Negeri Jiran

Sehari menjelang konser Enjoy Jakarta di Taman Tasik Perdana, Kuala Lumpur, Malaysia, para artis melakukan latihan. Aktivitas ini digelar sesaat setelah rombongan artis, seniman, dan pengarah seni mendarat di negeri jiran itu.
Enjoy Jakarta ini menjadi ajang promosi besar-besaran budaya Jakarta yang selama ini pernah digelar, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Andy Riza Hidayat, dari Kuala Lumpur.
Kali ini, acara tersebut melibatkan 30 penari, 18 musisi, penyanyi Rossa, Hedi Yunus, grup band Ungu, serta pemandu acara Sarah Sechan.
”Semua sudah siap tampil semaksimal mungkin mempromosikan budaya Jakarta sekaligus mengenalkan budaya Indonesia ke khalayak Malaysia,” kata pengarah seni Denny Malik, Kamis (13/6), di lokasi acara.
Sebagian besar tim yang terlibat dalam acara itu tiba di Malaysia pada Kamis siang menggunakan pesawat Air Asia. Sebagian peralatan dibawa langsung dari Jakarta, sementara perlengkapan pertunjukan lain dihadirkan penyelenggara acara dari Malaysia.
Panggung pertunjukan dibuat dengan latar belakang batik betawi berwarna merah. Latar belakang itu berbentuk kipas di sisi kiri dan kanan panggung. Pada motif batik itu diselipkan gambar Tugu Monas.

10.000 penonton
Denny bangga acara ini digelar di tempat terbuka di tengah taman pusat kota yang berkapasitas 10.000 penonton.
Sampai Kamis petang, semua seniman dan musisi mencoba panggung, mengecek perlengkapan elektronik, dan melatih skenario pertunjukan yang akan digelar Jumat malam.
Panggung pertunjukan sudah siap digunakan. Panggung tersebut berada di titik taman yang rendah, dilingkari dataran tinggi berundak. Penonton bisa melihat seluruh area panggung itu di tempat yang lebih tinggi.
”Tempat pertunjukan yang dipilih ini pertama kali di luar ruangan. Sebelumnya, acara Enjoy Jakarta selalu digelar di dalam ruangan. Artis yang terlibat pun sangat terbatas, tidak sebanyak sekarang,” kata Denny.
Latihan akhir itu disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Arie Budiman. Menurut Arie, pertunjukan ini menjadi ajang promosi budaya Jakarta ke masyarakat Malaysia. Harapannya, kunjungan wisatawan Malaysia meningkat setelah pertunjukan digelar.
”Malam ini, Gubernur Jokowi rencananya tiba di Kuala Lumpur. Besok, Gubernur akan melihat langsung pertunjukan,” kata Arie.
Azmi (45), warga Malaysia, penasaran dengan konser Enjoy Jakarta. Dia ingin melihat langsung pertunjukan tersebut. Dia salah satu penggemar lagu-lagu Indonesia.
Namun, pria yang berjualan makanan di kawasan Taman Tasik Perdana, Kuala Lumpur, itu belum pernah berkunjung ke Indonesia.


Sumber :
kompas.com

Aneka Skenario PDI Perjuangan Capreskan Jokowi

PDI Perjuangan mengaku masih menimbang-nimbang untuk memajukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden di tahun 2014. Popularitas Jokowi dianggap memang sangat luar biasa. Partai berlambang banteng ini pun menyiapkan berbagai skenario.
"Kalau PDI Perjuangan bisa mendapat suara di atas 30 persen, tentu bisa mencalonkan sendiri, tak perlu berpasangan dengan partai lain. Tentu ini lebih enak untuk kita," kata politikus PDI Perjuangan Ganjar Pranowo saat berkunjung ke kantor redaksi merdeka.com, Kamis (14/6) malam.
Ganjar yang terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah ini memaparkan sesuai dengan Kongres terdahulu, memang PDI Perjuangan memprioritaskan memasang Mega sebagai Capres 2014. Tapi dengan sistem politik saat ini, semua bisa berubah.
"Ibu Mega sering bilang, ayo yang muda siap-siap. Ayo yang muda siap-siap. Itu kan tandanya beliau menyiapkan regenerasi," kata Ganjar.
Ganjar menjelaskan ada beberapa skenario. Mana yang lebih menguntungkan PDI Perjuangan itu yang akan digunakan.
"Mungkin bisa Mega-Jokowi, atau Jokowi-Puan, atau Jokowi-Puan. Bisa Prabowo-Jokowi, atau Jokowi-Prabowo?" katanya sambil tertawa.
Ganjar mengaku Mega sangat bangga terhadap Jokowi. Karena itu peluang Jokowi masih terbuka.


Sumber :
merdeka.com

Kamis, 13 Juni 2013

Jokowi Perbaiki Tata Kelola Pemprov DKI Agar Menjadi Nomor Wahid

Tata kelola pemerintahan Pemprov DKI Jakarta dinilai menurun. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berupaya untuk terus memperbaiki kinerja Pemprov DKI Jakarta.
"Perlu diperbaiki lagi supaya jadi nomor satu. Dalam manajemen orang selalu diperbarui, sistem dibenahi, dan diperbaiki. Seperti itu," kata Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Kamis (13/6/2013).
Termasuk langkah blusukan yang sering ia lakukan, menurutnya hal tersebut adalah upaya untuk mengenal medan. Sehingga pembenahan dapat dilakukan secara maksimal.
"Blusukan, itu untuk mengenal medan. Namanya sistem pemerintahan memang selalu ada," ujarnya.
Sementara itu, Wagub Basuki T Purnama mengatakan, indeks ini sangat membantu pengukuran pelayanan pemprov bagi masyarakat.
"Seharusnya dalam pemerintahan bisa seperti pedagang yang menyediakan banyak barang dan jasa," ujar Ahok saat membuka Seminar Hasil IGI.
Namun, Ahok mengakui jika Jakarta memang peringkatnya lebih kalah dari Jawa Timur. Diantaranya adalah permasalahan tanah, perizinan dan IMB. sehingga pihaknya pun perlu belajar banyak dari Surabaya.
"Orangnya juga perlu diperbaiki, tapi kita memang masih punya SDM yang bagus," katanya.


Sumber :
detik.com

Pesta Rakyat Jakarta Gratis atau Bayar Murah

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar pesta rakyat Jakarta mulai tahun 2014. Ia mengusahakan agar acara tersebut dapat diakses oleh masyarakat umum tanpa dipungut biaya alias gratis.
"Nanti masyarakat gratis masuk di situ. Kalaupun bayar, Rp 1.000, Rp 2.000, sedang dikalkulasi hitung-hitungan ekonominya," ujar Joko di Balaikota Jakarta, Kamis (13/6/2013) sore.
Jokowi mengatakan, saat ini ia baru membuat desain konsep acara yang digelar untuk menyambut hari ulang tahun Kota Jakarta tersebut. Mantan Wali Kota Surakarta itu memastikan, konsep acara tersebut akan rampung pada tiga bulan mendatang, yakni Agustus 2013.
Untuk menguji coba acara itu, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) 2013 di kawasan Monumen Nasional pada 14-16 Juni 2013. Di acara tersebut, Pemprov DKI akan melihat aspek-aspek di dalamnya sebagai bahan referensi menggelar pesta rakyat Jakarta 2014.
"Karena kan harus ada kalkulasi ekonominya, harus ada referensi tata letak stan di mana, siapa saja yang ikut, ya dari acara yang Juni besok itu sebagai uji coba," ujar Jokowi.
Jokowi menilai penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta di Kemayoran telah kehilangan karakter budaya Betawi. Menurutnya, stan-stan industri raksasa di PRJ telah menggeser produk kebudayaan Betawi dan mengurangi kesempatan usaha kecil dan menengah untuk ikut berperan serta di dalamnya.
Jokowi berpendapat perlu digelar HUT DKI yang memiliki ciri Betawi, antara lain dengan menggelar PPKD di Monas pada Jumat besok hingga Minggu. Sesuai rencana, acara itu akan dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Dalam acara yang tidak dipungut biaya itu, diselenggarakan acara-acara unik, mulai workshop, akrobat jalanan, parade Nona Jamu, teater Betawi, pencak silat, lenong Betawi, tari-tarian, dan wayang.


Sumber :
kompas.com

Jokowi Akan Wawancara Calon Camat dan Lurah Secara Terbuka

Ujian kompetensi manajerial yang merupakan rangkaian proses seleksi terbuka atau lelang jabatan camat dan lurah telah diketahui hasilnya. Sebelum dilantik pada 21 Juni, semua calon camat dan lurah rencananya akan langsung diwawancarai oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Namun demikian, Jokowi mengaku jika dirinya belum membuka laporan yang ada di mejanya. Siapa saja yang lolos seleksi lelang jabatan dan siapa yang gugur ujian.
"Sudah tadi pagi. Belum saya buka," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Saat wawancara dengan calon camat dan lurah, Jokowi tidak keberatan jika dilakukan secara terbuka. Dirinya berjanji tidak akan menutup-nutupi jika wawancara dengan calon camat dan lurah akan digelar.
"Belum (wawancara), wong buka saja belum, tapi sudah dilaporkan secara umum, artinya cukuplah. Tapi cukupnya seperti apa saya belum buka agenda selanjutnya. Nanti dilihat, sidangnya terbuka juga gak apa-apa," kata Jokowi.
Sebelumnya diberitakan, hasil uji kompetensi manajerial sistem seleksi terbuka atau lelang jabatan Camat dan Lurah telah diumumkan. Dari 287 peserta calon camat, sebanyak 153 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat atau sebesar 54 persen. Sedangkan 670 orang yang hadir untuk calon lurah, yang belum memenuhi syarat sebanyak 301 orang atau 45 persen.
"Sisa yang memenuhi syarat itu melebih kuota atau jumlah dari posisi camat yang ada. Sedangkan untuk posisi Lurah selebihnya memenuhi syarat," ujar Kombes Polisi Untung Leskono yang merupakan koordinator seleksi uji kompetensi manajerial di Balai Kota, Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Menurut Untung, hasil yang dia umumkan merupakan hasil dari uji kompetensi manajerial. Dan Masih ada tindak lanjut pelaksanaan yang ada pada wilayah Pemprov.


Sumber :
merdeka.com

Hujan-hujan, Jokowi Tinjau Persiapan PRJ Monas

Di tengah hujan Gubernur Jokowi meninjau persiapan acara PRJ Monas alias Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) yang digelar besok, Jumat (14/6). Jokowi berkeliling dengan mobil berwana hitam di seputar Monas kemudian kembali lagi ke Balaikota.
"Ini melakukan pengecekan. Nanti itu ada monorail dan panggung juga," kata Jokowi setelah kembali ke Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Jokowi mengatakan akan ada stand-stand yang menampung pengusaha kecil di PRJ Monas. Menurutnya untuk pembukaan besok merupakan langkah awal untuk pelaksanaan yang lebih meriah tahun depan. "Ya embrio itu kecil aja. Kita cek muat berapa stand, muat berapa pengusaha dan ternyata gede banget itu," katanya.
PRJ Monas rencananya akan digelar pada 14-16 Juni. Acara di Monas ini akan dinamakan Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD). PPKD akan digelar di Silang Barat Monas pada 14-16 Juni. Acara itu dibuka tiap harinya pada pukul 09.00 WIB-21.00 WIB.
Pengunjung dapat menikmati semua suguhan acara ini secara gratis. Acara itu akan memamerkan bermacam-macam produk kreatif dari seluruh DKI Jakarta. Tak hanya itu, di sana akan ada workshop dan hiburan antara lain akrobat jalanan, marawis, dan parade Abang - None Jakarta.


Sudah 80 Persen

"Sudah 80 persen," ujar Chief Director PT Quantum Convex International Toton Hutomi saat ditemui di Monas, Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Toton mengatakan sudah ada 162 peserta yang terdaftar berpartisipasi dalam event yang baru pertama kali diselenggarakan ini. Mereka yang menjadi peserta bergerak di bidang kesenian, fashion, kuliner, teknologi dan lainnya.
"Sekarang itu mereka tinggal loading dekor, stand depan dari kuliner 18, lainnya dari produk betawi, herbal, produk dari Dinas Kelauatan dan makanan betawi yang sulit ditemukan saat ini," jelasnya.
Mereka yang berpartispasi di event ini sama sekali tidak dipungut bayaran. Mereka justru diberi semua fasilitas yang ada mulai dari meja, kursi dan listrik.
"Masalah harga kita gratiskan uang masuk, untuk pendaftaran stand gratis untuk peserta, ini cocok sekali dengan visinya Pak Jokowi yang pro rakyat. Harga barang di stand pun akan lebih murah dibanding PRJ (Kemayoran), karena para peserta eksibisi tidak dikenakan biaya dan tidak harus memikirkan balik modal (sewa stand). Untuk harga barang akan ada negosisasi antara pedagang dan pembeli," paparnya.
Tidak ada syarat khusus untuk peserta yang ingin berpartisipasi. "Syaratnya punya kreativitas dan inovatif, kita tampung. Kita lihat bahan-bahan yang dibuat pengrajin, kami buat seleksi peserta eksibisi," imbuhnya.
Masing-masing peserta akan mendapat stand berukuran 2 x 3 meter, 2 kursi dan 1 meja. Setiap stand akan mendapat rak display.
Tidak jauh dari tenda tersebut, terdapat panggung besar untuk acara kesenian. Para pengunjung bisa masuk melalui pintu barat silang Monas.
Gubernur Jokowi di bawah hujan telah meninjau lokasi pameran itu. Menurutnya, PPKD 2013 merupakan embrio penyelenggaraan yang lebih spektakuler tahun depan.


Sumber :
detik.com

Jika Pelayanan Publik Buruk, Jokowi Tak Berhasil

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) diminta bisa menyelesaikan pelayanan publik di Jakarta, seperti puskesmas. Jika pelayanan publik di Jakarta masih buruk, Jokowi dianggap sebagai gubernur yang tidak menjalankan pemerintahannya dengan baik.
Menurut Ketua Komisi A DPRD DKI Ida Mahmudah, pelayanan kesehatan di Jakarta saat ini masih buruk. Padahal, puskesmas merupakan salah satu fasilitas publik yang menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat.
"Pelayanan publik yang ada saat ini masih sangat buruk. Jadi, saya rasa, seleksi kepala puskesmas cukup efektif untuk mengubah karakter pemimpin di tingkatannya," kata politisi PDI Perjuangan itu di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Dia pun menyebut seleksi dan promosi kepala puskesmas dianggap sebagai program yang tepat. Oleh karena itu, ia berharap melalui seleksi terbuka kepala puskesmas tersebut mendapatkan pemimpin yang benar-benar dapat memahami permasalahan dan mau melayani masyarakat.
Ia tak memungkiri, saat ini, pimpinan puskesmas masih ada yang bermalas-malasan dan bersikap tidak tegas. "Kalau di wilayah masih dengan karakter pemimpin yang seperti dulu, saya selalu mengkritik. Kalau sekarang pelayanan publik tidak bagus, berarti Pak Gubernur (Jokowi) tidak berhasil menjalankan pemerintahannya," tegas politisi PDI-P tersebut.
Ida mengaku kerap memerintahkan stafnya untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada instansi pelayanan publik, baik di kelurahan, kecamatan, maupun puskesmas. Dari sidak ke lapangan itu, kata dia, hasilnya cukup mengecewakan.
"Dulu saya sering mengingatkan Pak Foke akan pelayanan itu. Tetapi, itu sering tidak mendapat respons cepat. Saya harap, Pak Jokowi bisa memperbaiki pelayanan publik Jakarta," harap Ida.


Sumber :
kompas.com

Dituding Tarik Bayaran dari PKL Oleh Jokowi, Ini Jawaban Panitia PRJ

"Coba dilihat, coba dirasakan, sudah nggak boleh masuk (PRJ) masih disuruh bayar."
Pernyataan ini terlontar dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat memborong kerak telor dari para pedagang kaki lima yang berjualan di luar kompleks PRJ awal pekan ini. Sang peracik kerak telor, Sobari, mengaku harus membayar Rp 400 ribu per bulan ke pengelola PRJ Kemayoran supaya bisa berjualan di situ.
Panitia PRJ terang-terangan membantah pernyataan Jokowi dan pedagang kerak telor Sobari. Menurut mereka, pedagang kerak telor di luar arena pameran bukan tanggung jawab pengelola Jakarta Fair.
"Kami hanya menjalin komunikasi agar dalam mematok harga jangan sampai mencekik leher konsumen karena hal itu akan memperburuk citra Kemayoran sebagai kawasan yang aman dan ramah pengunjung," kata Direktur Marketing PT Jakarta Internationa Expo, Ralph Scheunemann, dalam rilisnya, Kamis (13/6/2013).
Ralph mengaku, Panitia PRJ tidak tahu menahu apakah para pedagang kaki lima dan tukang kerak telor ini diminta membayar biaya tertentu atau tidak, karena hal itu berada di luar kewenangan PT JIExpo. Panitia PRJ hanya bertanggung jawab pada peserta pameran dan para pedagang di dalam arena pameran saja.
"Para pedagang di luar Arena PRJ ini mungkin diatur oleh otorita setempat. Jadi kalau ada yang bilang mereka diminta membayar sewa atau apa ya jangan ditanyakan ke Panitia, karena kita tidak ada hubungan apa-apa dengan kita," kata Ralph.
Menurut Ralph, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengontrol kawasan Kemayoran di luar pagar PT JIExpo. Hal itu menjadi tanggung jawab otorita .


Sumber :
detik.com

Pernah Bersitegang dengan Jokowi, Lurah Warakas Lolos Uji Kompetensi

Lurah Warakas, Mulyadi pernah menentang kebijakan Gubernur Jokowi soal lelang jabatan lurah dan camat. Namun akhirnya ia minta maaf dan mematuhi kebijakan Pemprov tersebut. Ia bahkan lolos dalam tahap uji kompetensi manajerial.
"Iya, Lurah Warakas lolos," ujar Kepala BKD DKI Jakarta, Made Karmayoga di Balai Kota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Kamis (13/6/2013).
Sehingga menurut Made, Mulyadi dapat mengikuti tahapan seleksi selanjutnya. "Nilainya rata-rata," ucap Made.
Menurut Made, Mulyadi harus menjalani tahapan selanjutnya yaitu berupa sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjab) Sidang tersebut akan dihadiri oleh sekda, bupati, bahkan mungkin oleh Gubernur Jokowi dan Wagub Ahok.
"Kalau memang lulus sidang Baperjab maka Mulyadi akan dikukuhkan pada 21 Juni," katanya.
Lurah Warakas Mulyadi pernah menentang kebijakan Jokowi soal lelang jabatan lurah dan camat. Mulyadi pernah memita agar Jokowi taat aturan karena sesuai UU, jabatan lurah dan camat itu jabatan karier, jadi tidak dilelang.
"Karier ke depan bagaimana ini? Nanti nggak ada jabatan karier. Kalau mau ubah UU dulu," kata Mulyadi Kamis (2/5/2013).
Namun Mulyadi kemudian menegaskan tak pernah menolak kebijakan Jokowi tersebut. Dia menegaskan tak pernah menolak kebijakan itu. Dia hanya mempersoalkan kata lelang.
"Saya tidak pernah melawan Pak Gubernur," jelas Mulyadi, Jumat (3/5/2013).


Sumber :
detik.com

Diberi Rp 500.000 oleh Jokowi, Kusir Delman "Ngaku" Kurang

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memberikan uang sebesar Rp 500.000 kepada 40 kusir delman yang beroperasi di sekitar Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Uang itu digunakan demi mempercantik delman mereka.
Hasan, Koordinator Kusir Delman di Monas, mengatakan, ia mendapat undangan bertemu Gubernur DKI pada Kamis (6/6/2013) lalu. Namun, Jokowi berhalangan hadir. Pertemuan itu pun diwakili Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
"Kita dikasih Rp 500.000 tiap delman, katanya dari Jokowi, disuruh perbaikin delmannya. Hari ini kita dipanggil lagi sini, Jokowi mau lihat hasilnya," ujar Hasan di Balaikota, Kamis (13/6/2013).
Namun, dengan nada malu-malu, Hasan mengaku jumlah uang tersebut sebenarnya masih kurang. Dengan jumlah tersebut, para kusir delman hanya mempercantik delmannya dengan menghias tepi dengan bunga berbahan kertas dan mengecat kayu kereta yang berbahan kayu jati.
"He-he-he, sebenarnya masih kurang sih, tapi enggak apa-apalah. Kita mah alhamdulillah aja sudah ada yang memperhatikan kita," ujar pria yang telah menjadi kusir delman sejak tahun 1970 tersebut.
Menurut Hasan, perhatian semacam itu memang telah lama tidak didapatnya. Sepeninggal era Gubernur Sutiyoso hingga memasuki era Fauzi Bowo, jumlah kusir delman menurun drastis dari 90 orang menjadi 40 orang. Kondisi itu terjadi karena Pemprov DKI sempat melarang beroperasinya kusir-kusir delman tersebut.
"Sempat diusir, makanya jumlah kita langsung turun. Kita tetap operasi sih, tapi ya kucing-kucingan," ujarnya.
Oleh sebab itu, para kusir delman itu mengaku sangat mengapresiasi positif pemberian sang Gubernur tersebut. Ia berharap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta memberikan perhatian lebih kepada para kusir delman itu.


Sumber :
kompas.com

Jokowi Dianggap Pejabat Paling Jujur dan Bersahaja

Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih berada di posisi teratas dalam hasil survei capres 2014. Banyak pihak yang masih tetap memprediksi mantan Wali Kota Solo tersebut untuk maju ke kancah pemilihan capres 2014 mendatang.
Ketua Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhi Massardie mengatakan, Jokowi memang sudah memiliki modal kepercayaan dari publik atas kepemimpinannya yang bersahaja selama ini.
"Jadi pilihan kepada Jokowi dianggap pejabat publik paling bersih dan bersahaja," kata Adhi kepada wartawan, Kamis (13/6/2013).
Menurut Adhi Jokowi selama ini juga relatif tidak mempunyai 'track record' yang buruk dalam perjalanan karirnya. Adhie menganggap Jokowi bersih dari dosa sosial, pasalnya selama ini banyak tokoh parpol yang dianggap kredibilitasnya kurang namun tetap maju ke arena capres 2014.
"Ini juga sebagai pelampiasan masyarakat terhadap figur pimpinan parpol yang ngotot mau nyapres, padahal tidak memiliki kemampuan dan track record sebagai pemimpin," ujar Adhi.
Selain itu, Adhi menilai selama ini masyarakat menilai Jokowi adalah sosok yang berkapasitas dan berkredibilitas yang baik. Hal semacam itu yang menjadi parameter masyarakat akhirnya lebih memilih Jokowi ketimbang nama-nama jagoan capres lainnya.
"Kalau dihadapkan dengan tokoh lain di luar orang parpol, seperti Rizal Ramli atau Mahfud MD, atau siapa gitu, peta persaingan akan jauh lebih seru. Karena orang akan membandingkan secara lebih rasional, karena parameternya integritas, kapasitas dan kredibilitas," imbuh Adhi.



Sumber :
merdeka.com, Versi Okezone.com : "Tak Punya Cacat Politik, Jokowi Layak Jadi Capres"

Jokowi Presiden, Walkot Surabaya Jadi DKI-1

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membuka seminar partnership pemeringkatan tata kelola pemerintahan provinsi di seluruh Indonesia. Dari hasil pemeringkatan Indonesia Governance Index (IGI) 2012 itu, Provinsi DKI Jakarta menempati posisi di bawah Jawa Timur.
Mendengar itu, Basuki mengaku kaget karena Jakarta dapat dikalahkan oleh Jawa Timur. Ahok, begitu sapaan akrab Basuki, mengatakan bahwa Jawa Timur memiliki seorang pemimpin yang bertekad menciptakan transparansi birokrasi, yaitu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
"DKI kok bisa-bisanya kalah sama Jawa Timur? Kalau, misalnya, nanti Pak Jokowi menjadi presiden, saya mau suruh Wali Kota Surabaya Ibu Risma ke sini untuk menjadi Gubernur DKI," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Peringkat dalam IGI 2012 diperoleh dari data pemerintahan tahun 2011. Dalam IGI 2012 ini, Jakarta menempati posisi ketiga dengan skor indeks 6,33. Posisi teratas dipegang oleh Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai 6,8 dan Jawa Timur dengan nilai 6,42.
Menurut Basuki, seseorang jauh lebih andal apabila telah teruji di daerah masing-masing. Basuki pun tak segan-segan memuji Risma sebagai seorang pekerja keras dan gemar turun ke lapangan, seperti kerap dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
"Mantan Wali Kota Solo (Jokowi) saja bagus, apalagi Wali Kota Surabaya. Wali kota Surabaya ini sudah terbukti pelayanan publiknya bagus. Terus dia juga suka blusukan seperti Pak Jokowi," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
Dalam acara tersebut, Basuki menjelaskan bahwa kelak Jakarta akan menerapkan sistem pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) di setiap kelurahan. Hal itu menjadi salah satu program unggulan pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan kantor kelurahan seperti layaknya kantor biro jasa multifungsi. Basuki menginginkan sebuah birokrasi yang memudahkan masyarakat untuk mengurus segala macam fasilitas unggulan, seperti Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar.


Sumber :
kompas.com

Jokowi Perintahkan Sembilan Pejabat DKI Jalani Audisi Sekda

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan sembilan pejabat di Pemprov DKI Jakarta untuk menjalani seleksi Sekretaris Daerah Pemprov DKI, yang sebelumnya dijabat Fadjar Panjaitan. Mereka menjalani pengujian selama dua hari, yakni Rabu (12/6/2013) dan Kamis (13/6/2013).
Berdasarkan surat tugas Gubernur DKI yang salinannya diperoleh Warta Kota, disebutkan bahwa sembilan orang tersebut akan menjalani seleksi. "Surat tugas ini merupakan surat resmi, jadi Sekda terpilih nantinya pasti salah satu dari para pejabat ini," ujar salah satu PNS DKI yang enggan disebut namanya, Rabu (12/6/2013).
Dalam surat tugas Nomor 716/082.62 tersebut, Gubernur DKI Joko Widodo menugaskan kepada sembilan pejabat untuk mengikuti asesmen kompetensi calon Sekda DKI di Hotel Sahid, Tanahabang, Jakarta Pusat. Nantinya, tiga nama dari sembilan pejabat tersebut akan diajukan oleh Gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri. Nantinya, Wakil Presiden yang akan menentukan.

Berikut nama-nama calon Sekda yang ikut seleksi:
  1. Wiriyatmoko, pernah menjadi Kepala Dinas Tata Ruang DKI dan Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan.
  2. Sylviana Murni, pernah menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI, Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI, Wali Kota Jakarta Pusat.
  3. Hasan Basri Saleh, pernah menjadi Kepala Biro Perekonomian, pejabat di Bappeda DKI, dan juga menjadi Dosen.
  4. Franky Mangatas Panjaitan, pernah menjadi Kepala Dinas Kependuduakn dan Catatan Sipil dan Kepala Biro Umum.
  5. Catur Laswanto, pernah menjadi Kepala Biro Humas dan Protokol dan Kepala Pusdiklat.
  6. Mochammad Tauchid Tjakraamidjaja, pernah menjadi Kepala Dinas Perhubungan dan Asisten Sekda Bidang Pembangunan.
  7. Taufik Yudi Mulyanto, pernah menjadi Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda, Dosen di UNJ.
  8. Saefullah, pernah menjadi Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
  9. Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, pernah menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, dan Sekertaris Kota Jakarta Pusat.

Sumber :
kompas.com

Diam-diam, Jokowi Seleksi 9 Calon Sekda DKI

Posisi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta hingga kini masih kosong pasca mundurnya Fadjar Panjaitan. Tapi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) secara diam-diam rupanya telah merekomendasikan 9 calon yang bisa mengikuti seleksi ujian.
Dalam surat tugas dengan Nomor 716/082.62, Jokowi menugaskan kepada sembilan pejabat ujian kompetensi calon Sekda DKI di Hotel Sahid, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ujian dilakukan selama dua hari sejak Rabu (12/6/2013) kemarin dan hari ini Kamis (13/6/2013).
"Surat tugas ini merupakan surat resmi," ujar salah satu PNS di lingkungan Pemprov DKI yang enggan disebut namanya, Kamis (13/6/2013).
Dari sembilan nama calon Sekda yang mengikuti ujian kompetensi ini, nantinya akan dipilih tiga nama. Selanjutnya diusulkan ke Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri.
Sekda merupakan PNS nomor satu di lingkungan Pemprov DKI dan merupakan orang kepercayaan gubernur dan wakil gubernur. Sekda memiliki kewenangan yang sangat strategis dalam menjalankan program pemerintahan. Seperti, dalam mengatur anggaran, mengatur sumber daya manusia, dan membuat peraturan lainnya.
Perlu diingat, Fadjar Panjaitan yang sebelumnya menjadi Sekda DKI, mundur karena maju sebagai caleg DPR RI untuk pemilu 2014. Fadjar maju dengan menggunakan mesin partai lewat PDIP. Untuk sementara, jabatan Sekda dipegang oleh Wiryatmoko sebagai Plt.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi: Imbauan Kantong Daur Ulang untuk Mal Tak Salah Sasaran

Surat edaran penggunaan tas daur ulang di pusat perbelanjaan diyakini tidak salah sasaran. Pusat perbelanjaan dipilih menjadi sasaran awal kebijakan tersebut karena dinilai lebih mudah dikelola.
"Kita bukan salah sasaran, kan kita baru coba. Dari yang lebih mudah pengelolaannya dulu, di mana? Ya di mal dulu," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Gedung Balaikota, Jakarta, Kamis (13/6/2013) siang. Uji coba akan dijalankan selama satu bulan. Jika dinilai berhasil, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun akan menerapkan kebijakan yang sama di tempat-tempat perdagangan lainnya, termasuk pasar tradisional di DKI Jakarta.
Jokowi mengaku, melalui program itu, Pemprov DKI Jakarta ingin menerapkan program ramah lingkungan. Ia ingin masyarakat mulai sadar melestarikan lingkungan, salah satunya dengan menggunakan bahan-bahan yang dapat didaur ulang atau bahan mudah terurai. "Tujuannya kita ingin mengubah yang tidak hancur itu bisa diganti dengan bahan yang bisa di-recycle dan bisa dipakai berulang-ulang, jangan sampai kita pakai banyak kantong plastik," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberikan surat edaran Nomor 6 Tahun 2013. Surat tertanggal 3 Juni 2013 itu berisi larangan penggunaan kantong plastik dan imbauan menggunakan kantong daur ulang kepada pengelola pusat perbelanjaan di Jakarta.
Meski kebijakan itu ditanggapi positif, pengelola pusat perbelanjaan menyarankan agar kebijakan yang sama juga diterapkan di pasar tradisional. Mereka menganggap pasar tradisional adalah penyumbang sampah plastik yang cukup besar.


Sumber :
kompas.com