Senin, 28 April 2014

Rhoma Titip Salam untuk Jokowi

Raja dangdut Rhoma Irama menitip salam untuk Joko Widodo (Jokowi) selaku calon presiden (capres) PDI Perjuangan (PDIP).
Rhoma menitipkan salam kepada Jokowi melalui politikus PDIP Eva Kusuma Sundari saat mewakili Jokowi dalam diskusi bertajuk "Mencari Presiden Dambaan Rakyat".
"Sampaikan salam saya untuk Jokowi," kata Rhoma kepada Eva, di Jakarta, Senin (28/4/2014).

PDIP: SBY Sebaiknya Ikuti Ibu Megawati Lakukan Kaderisasi

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bereaksi terkait sikap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ingin menjalin komunikasi dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun hal itu disampaikan lewat jejaring Youtube.
Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menilai komunikasi yang dilakukan SBY seolah-olah hubungan PDIP dan Partai Demokrat tak berjalan baik. Tjahjo mengatakan, SBY seharusnya melakukan kaderisasi terhadap elite Demokrat.

Golkar Yes, Ical No!

Pemilihan anggota legislatif pada 9 April lalu menempatkan Partai Golongan Karya di urutan kedua dalam hal perolehan suara. Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menyebut, partai berlambang pohon beringin itu mendapatkan sekitar 14,30 persen suara. Angka ini tak jauh berbeda dengan perolehan pada pemilu 2009 lalu.
Sejumlah calon anggota legislatif mengatakan di kalangan masyarakat saat ini muncul fenomena, memilih partai golkar namun tidak mencoblos Aburizal Bakrie atau Ical sebagai calon presiden.
"Saya memilih Ibu dan Golkar, tapi saya tidak memilih Pak Ical untuk calon presiden," kata seorang kiai di sebuah pondok pesantren di Jawa Tengah. Ucapan kiai tersebut kemudian ditirukan seorang calon anggota legislatif saat berbincang dengan detikcom, Senin (28/4/2014).

Belum Diketahui Agenda Pertemuan Megawati-Hamzah Haz Hari Ini

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri direncanakan bertemu Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz. Rencananya pertemuan digelar dikediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (28/4/2014) pukul 13.00 WIB.
"Benar, nanti ketemu di Teuku Umar," kata Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto ketika dikonfirmasi.
Diketahui, Hamzah Haz menjabat sebagai Wakil Presiden era Megawati Soekarnoputri.

Ini Jawaban Bersayap PDIP Soal Ajakan Komunikasi SBY ke Mega

Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo angkat bicara soal ajakan SBY berkomunikasi dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. PDIP tak menjawab tegas ajakan ketua umum PD itu, malah cenderung bersayap. Mungkin karena PDIP merasa posisinya di atas angin.
"Apa yang disampaikan oleh Bapak SBY tersebut tentunya kami tangkap sebagai penjajakan kerjasama terkait dengan Pilpres. Posisi politik PDI Perjuangan menghormati terhadap proses konvensi capres yang saat ini masih berlangsung di PD. Konvensi tersebut tentunya dimaksudkan untuk mencari figur terbaik dari PD yang akan dicalonkan sebagai capres," kata Tjahjo dalam siaran pers, Senin (28/4/2014).

Siang Ini Mega Temui Hamzah

Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri akan bertemu mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz, Senin (28/4/2014). Pertemuan rencananya digelar di kediaman Megawati, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin siang.
"Pertemuan ini dalam kapasitasnya sebagai sahabat karena keduanya pernah sama-sama memimpin di saat-saat yang sulit," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, saat dihubungi dari Jakarta, Senin (28/4/2014). Dia mengatakan, pertemuan itu adalah reuni dua sahabat yang pernah bersama-sama memimpin Indonesia.

Apa Kira-kira Chemistry PKS dan Gerindra Sehingga Berkongsi?

PKS sudah memberi sinyal akan merapat ke Gerindra. Sebenarnya bila kongsi ini terjadi menghadapi Pilpres mendatang, akan dilihat sebagai gabungan nasionalis dan religius. Bisa jadi kekuatan ini cukup bisa menandingi PDIP dengan Jokowi-nya. Lalu apa yang membuat PKS dan Gerindra bisa bertemu sehingga berkoalisi, padahal secara ideologi kedua partai ini berbeda jauh?
"Pastinya ini kepentingan pragmatis," jelas pengamat politik UGM Arie Sudjito, Senin (28/4/2014).

Sekjen PPP Akui Temui Jokowi Sebelum Mukernas di Bandung

Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuziy mengakui telah bertemu dengan calon presiden Joko Widodo. Pertemuan tersebut terjadi sepekan sebelum Muyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Bandung pada Februari 2014.
"Betul, tapi itu sudah lama," kata pria yang akrab dipanggil Romi itu kepada Tribunnews.com, Senin (28/4/2014).
Romi enggan mengungkapkan mengenai pertemuan tersebut. Namun hasil dari pertemuan itu berupa keputusan Mukernas II PPP.
"Salah satunya menominasikan Jokowi (sebagai capres)," katanya.

Emrus Kembali Hardik Jokowi: Kalau Berani Lepas dari Dominasi PDIP

Visi misi calon presiden (capres) PDI Perjuangan Joko Widodo untuk melakukan revolusi mental dinilai mengada-ada. Pasalnya, visi capres yang biasa disapa Jokowi ini dinilai bertolak belakang dengan faktor di balik pencapresannya yang tak lepas dari kendali Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Pertanyaan publik, apa dia sudah lakukan revolusi mental? Apa pencapresan dia karena revolusi mental atau karena diusung Megawati? Harusnya dia dulu yang revolusi mental, jangan hanya masyarakat disuruh revolusi mental, kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/4/2014).

Polling Tribun: Suara Prabowo Melesat dalam Sepekan Terakhir

Perolehan suara Calon Presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto terus meroket dalam Polling Capres 2014 yang diadakan Tribunnews.com. Kendati demikian, hasil sementara per Senin (28/4/2014) pukul 9.00 WIB, menunjukkan Calon Presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi) masih berada di posisi teratas.
Menurut data yang masuk ke situs Tribunnews.com, Jokowi meraih 48,50 persen dukungan pembaca sementara Prabowo Subianto meraih 47,90 persen. Sedangkan posisi Abu Rizal Bakrie, Capres yang akan diusung Partai Golkar stagnan di 0,40 persen, kemudian 3,17 persen memilih caleg lainnya.

Pendamping Jokowi Harus Terbukti Tegakkan Hukum

Pendamping Jokowi haruslah orang yang terbukti menegakkan hukum. Sikapnya tegas. Siapapun bersalah harus diproses hukum.
Mantan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, menjelaskan sikap seperti itu dibutuhkan, karena Indonesia sedang mengalami krisis hukum. "Indonesia butuh pejuang hukum," jelasnya kepada ROL, Senin (28/4/2014).

Ini Saran Hasyim Muzadi untuk Jokowi

Mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengimbau capres PDIP Jokowi untuk memilih cawapres yang bisa menjalankan penegakan hukum tanpa pandang bulu.
"Soalnya Indonesia butuh pejuang hukum seperti itu," jelas Hasyim Muzadi, saat dihubungi, Senin (28/4/2014).

Jokowi Akan Terus Kejar Masalah Banjir dan Macet

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melanjutkan program penanggulangan banjir dan mengatasi kemacetan. Sementara ini masih menunggu proses lelang yang akan dimulai Mei.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, saat ini Pemprov DKI Jakarta masih menunggu proses lelang. Karena semua program Pemprov DKI Jakarta tidak dapat dilanjutkan sebelum proses administrasi selesai.
"Semuanya akan kita kerjakan, tapi masih menunggu proses lelang dan administrasi selesai," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/4/2014).

Mandiri Sekuritas: Investor Masih Menunggu Cawapres Pendamping Jokowi


Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dalam fase konsolidasi.
Investor masih menunggu nama calon wakil presiden (cawapres) sebagai pendamping Joko Widodo (Jokowi).
"Hari ini indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat," tulias riset Mandiri Sekuritas, Senin (28/4/2014).

Cawapres Jokowi Bukan Ban Serep

Siapa cawapres yang akan mendampingi Jokowi, terus menimbulkan spekulasi. Sejumlah nama disebutkan masuk dalam incaran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari berbagai versi.
Meski begitu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) sudah diskusi panjang tentang figur cawapres yang bakal bersanding dengan Jokowi. Nama cawapres sudah dikantongi.
Sabar, jangan bikin spekulasi ke publik (soal cawapres). Mbak Mega dan Jokowi sudah berdiskusi panjang, pada waktunya akan segera diumumkan cawapresnya.

Emrus: Koalisi Indonesia Raya Dipastikan Akan Habisi Jokowi Dalam Sekejab

Elektabilitas bakal calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo alias Jokowi hanya bisa disaingi oleh pembentukan poros koalisi Indonesia Raya. Selain hal tersebut, kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2014 bisa dibilang pasti.
Hal tersebut diutarakan oleh pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing dalam diskusi di Hotel Grand Alia, Cikini, Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu (27/4/2014).
Emrus mengatakan bahwa koalisi yang digagas oleh Amien Rais tersebut bisa saja terjadi di tengah kebingungan para bakal capres dalam mencari pendampingnya.

Koalisi PKS-Gerindra Dipastikan Akan Buat Jokowi Memble

Partai Keadilan Sejahtera optimistis menghadapi Pemilihan Presiden meski belum menentukan arah koalisi, Senin 28 April 2014. PKS memberi perhatian khusus kepada surat Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto, yang mengajak mereka berkoalisi.
PKS optimistis bisa berperan besar jika bergabung dengan poros koalisi Gerindra, dan yakin bisa memenangkan Prabowo Subianto dalam Pilpres 9 Juli 2014. Untuk mengusung Prabowo sebagai calon presiden itulah, Gerindra saat ini gencar mendekati sejumlah partai, termasuk partai-partai Islam.

Jadi Oposisi, Kepercayaan Publik terhadap Partai Demokrat Diyakini akan Pulih

Partai Demokrat saat masih belum memastikan akan berkoalisi dengan partai lain atau membentuk poros tersendiri. Namun jika partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memilih menjadi oposisi, kepercayaan publik diyakini akan pulih.
"Peran oposisi memang strategis bagi Demokrat untuk membangun kembali kepercayaan publik untuk berbicara dalam kancah politik 2019," ujar Direktur Eksekutif PolcoMM Institute, Heri Budianto kepada detikcom, Senin (28/4/2014).

Apa Dampak Kebakaran Pasar Senen Terhadap Jokowi?

Terbakarnya kawasan Blok 3, Pasar Senen, Jakarta, tentu menimbulkan berbagai spekulasi tentang kepemimpinan orang nomor satu di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Joko Widodo.
Apalagi, gubernur yang akrab disapa Jokowi ini berniat mencalonkan diri menjadi calon presiden (capres) Republik Indonesia (RI) dalam pemilihan umum (Pemilu) 2014 mendatang.

Melihat Lobi-lobi 'Makan Malam' Ala Akbar Tandjung dengan Jokowi

Capres PDIP Joko Widodo bertemu dengan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung. Dalam pertemuan itu, digelar makan malam sederhana dengan perbincangan dari nostalgia hingga cawapres pria yang akrab disapa Jokowi.
"Kan Pak Akbar juga punya tradisi itu, dari dulu, setiap habis salat Jumat, selalu mengkonsolidasikan kepada internalnya dengan makan.

Versi Lain Isi Pertemuan Akbar Tanjung Jokowi

Pertemuan bakal calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung membicarakan persoalan pencalonan Aburizal Bakrie sebagai capres Golkar.
"Jadi kami juga bicara tadi, Golkar saya katakan sedang melakukan pendekatan juga dengan partai lain untuk nanti bisa melanjutkan pencalonan Aburizal sebagai capres," ujar Akbar di kediamannya, Jakarta, Minggu (27/4/2014) malam.

Tak Ada Intervensi Asing dalam Menjaring Cawapres Jokowi

Hingga saat ini PDIP belum juga mendapatkan figur pasti tentang kandidat calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Joko Widodo alias Jokowi di pemilu presiden (pilpres) yang digelar 9 Juli nanti. Sampai-sampai, muncul kecurigaan ada pihak asing mendikte PDIP maupun Jokowi dalam menentukan bakal cawapres.
Kabar yang beredar di media sosial malah menyebut Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengirim utusan untuk mengonsultasikan figur bakal cawapres pendamping Jokowi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang tengah dalam lawatan ke Asia.

Akbar Tandjung: Belum Ada Koalisi, Terbuka Opsi Golkar Usung Cawapres

Ketua Wantim Partai Golkar Akbar Tandjung menuturkan sampai saat ini belum ada partai koalisi merapat ke Golkar untuk mendukung pencapresan Aburizal Bakrie. Menurut Akbar terbuka peluang Golkar hanya mengusung cawapres untuk mengamankan posisi di Pilpres 2014.
"Rapimnas kan besok fokus pertama penilaian hasil Pileg, tentu ada evaluasi, saya pikir normal biasa.

Isi Pertemuan Akbar Tanjung dengan Jokowi

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung malam ini menerima tamu spesial. Yang sowan ke rumahnya adalah capres PDIP Joko Widodo (Jokowi). Apa saja yang dibicarakan mereka berdua?
Pertemuan tersebut dikemas dalam suasan santap malam bersama di kediaman Akbar di Jl Purnawarman, Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (27/4/2014). Pertemuan kali ini juga digelar mendadak. Baru sore tadi Akbar dikabari dan langsung membatalkan acara kondangan.
Usai pertemuan dengan Jokowi, Akbar Tandjung pun buka-bukaan soal isi pertemuan itu. Kepada wartawan, Akbar menuturkan kunjungan itu semacam kunjungan balasan Jokowi.

Minggu, 27 April 2014

Manuver Senyap Santap Malam di Rumah Akbar Tanjung

Capres PDIP, Joko Widodo (Jokowi), melakukan manuver senyap saat ia meninggalkan rumah dinasnya sore tadi, dengan tak mau diikuti awak media. Namun ternyata mobil yang digunakan Jokowi terparkir di garasi rumah Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung, ada apa?
Mobil Toyota Kijang Innova berwarna putih dengan nopol B 1567 PRA itu digunakan Jokowi saat meninggalkan rumah dinasnya di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Namun ternyata mobil itu berada di rumah besar kediaman Akbar di Jl Purnawarman No 18, Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (27/4/2014).

Jokowi Ingin Audit Konstruksi Papan Baliho di Jakarta

Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan mengaudit konstruksi papan baliho di seluruh Jakarta. Hal itu dilakukan menyusul peristiwa ambruknya papan baliho raksasa di Jl S Parman beberapa waktu lalu.
"Akan dicek semua. Diaudit gimana konstruksinya," kata Jokowi usai meninjau aktivitas petani di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Minggu (27/4/2014).

Optimis Capres Hasil Konvensi Ikut Pilpres, Poros Baru Tunggu Arahan SBY

Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Ali Masykur Musa mengatakan bahwa proses penjaringan capres di partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu bisa memberikan alternatif calon di pemilu presiden nanti. Ali bahkan optimistis bakal capres yang dihasilkan melalui konvensi dapat berlaga pada pemilu presiden (pilpres) 2014.
Kalaupun Partai Demokrat tak bisa mengusung capres maka pemenang konvensi bisa diikutsertakan dalam poros koalisi yang ada. Yakni poros Jokowi, poros Aburizal Bakrie dan poros Prabowo Subianto.