Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memaklumi hujan yang deras sejak
semalam membuat jalan di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara,
Jakarta Pusat tergenang sampai kurang lebih 30 centimeter."Tadi kan hujannya memang deres banget," kata Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2014).
Namun,
mantan Walikota Solo itu memastikan, genangan yang membuat lalu lintas
di Jalan Medan Merdeka Utara pagi hari tadi tersendat tersebut sudah
surut.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Rabu, 05 Februari 2014
Duet Jokowi-Rieke di Twitter
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin menanggapi tentang isu pencalonannya sebagai Presiden RI, berdampingan dengan Rieke Diah Pitaloka sebagai calon wakil presiden.
Isu itu muncul setelah calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan daerah pemilihan Yogyakarta, Tunggal Pawestri, melontarkan kicauan di akun Twitternya. "Sore pertiwi tercinta. Alhamdulllah, PDI-P telah memutuskan pasangan presidensial 2014: Jokowi Rieke (bukan Puan) nasionalis-kerakyatan: GO!" tulis Tunggal Pawestri dalam akun @tunggalp.
Isu itu muncul setelah calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan daerah pemilihan Yogyakarta, Tunggal Pawestri, melontarkan kicauan di akun Twitternya. "Sore pertiwi tercinta. Alhamdulllah, PDI-P telah memutuskan pasangan presidensial 2014: Jokowi Rieke (bukan Puan) nasionalis-kerakyatan: GO!" tulis Tunggal Pawestri dalam akun @tunggalp.
Tanggapan Jokowi Tentang Duet Jokowi-Puan
Usulan duet Jokowi-Puan ke Pilpres 2014 menguat di internal PDIP. Saat
ditanya soal isu ini, Joko Widodo yang berjuluk Jokowi yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta itu lebih
banyak berseloroh dan lagi-lagi ada 'kode' soal hujan deras.
"Soal duet dengan Puan atau Risma bagaimana, Pak?" tanya wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/2/2014).
"Soal duet dengan Puan atau Risma bagaimana, Pak?" tanya wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/2/2014).
Siwa SMU Minta Doa Lulus dari Jokowi
Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) selalu menjadi pusat perhatian saat menghadiri
Pekan Pendidikan Tinggi Jakarta ke-7, Kampus-Kampus Favorit Jakarta
2014. Ketua Pelaksana Pekan Pendidikan, Zaidin A. Zaiti menyatakan
senang dengan kehadiran Jokowi. "Sudah tujuh kali acara ini digelar,
baru pertama kali gubernur hadir," kata dia, Rabu (5/2/2014).
Jokowi hanya senyum-senyum mendengarnya. Jokowi sempat membuka acara tersebut. Lalu, Jokowi berkeliling ke sejumlah gerai dari berbagai perguruan tinggi, seperti Dirgantara Pilot School, Universitas Hasanudin, dan Bina Nusantara.
Jokowi hanya senyum-senyum mendengarnya. Jokowi sempat membuka acara tersebut. Lalu, Jokowi berkeliling ke sejumlah gerai dari berbagai perguruan tinggi, seperti Dirgantara Pilot School, Universitas Hasanudin, dan Bina Nusantara.
Jokowi Resmikan Pekan Pendidikan Tinggi Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam pembukaan Pekan Pendidikan Tinggi Jakarta ke VII dengan tema 'Kampus-Kampus Favorit Jakarta'. Jokowi merupakan gubernur pertama yang menghadiri dan membuka acara yang akan berlangsung dari tanggal 5-7 Februari 2014.
Ramai-rami Cari Domplengan ke Jokowi
Akademisi Universitas
Jayabaya Lely Arianie menilai, wajar jika sejumlah partai menyatakan
keinginannya untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan (PDI-P). Menurutnya,
salah satu faktor yang membuat PDI-P dilirik karena posisinya saat ini
"di atas angin". Survei sejumlah lembaga menunjukkan elektabilitas PDI-P
unggul dibanding partai lainnya.
"Enggak heran karena sejak 2013 elektabilitas PDI-P tertinggi," kata Ketua Program Pascasarjana Politik Universitas Jayabaya ini, saat dihubungi, Rabu (5/2/2014).
"Enggak heran karena sejak 2013 elektabilitas PDI-P tertinggi," kata Ketua Program Pascasarjana Politik Universitas Jayabaya ini, saat dihubungi, Rabu (5/2/2014).
Ara Perkuat Pernyataan Eva
Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari membenarkan adanya usulan skenario
duet Jokowi-Puan dan Jokowi-Risma. Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait
(Ara) menyatakan usulan tersebut sebagai masukan penting bagi PDIP.
"Saya rasa siapa saja boleh mengusulkan ya. Kalau banyak masukan memang kita terima. Apakah dari tokoh intelektual, politisi, dan masyarakat," kata Ara saat dihubungi, Rabu (5/2/2014).
"Saya rasa siapa saja boleh mengusulkan ya. Kalau banyak masukan memang kita terima. Apakah dari tokoh intelektual, politisi, dan masyarakat," kata Ara saat dihubungi, Rabu (5/2/2014).
Ada yang Usul Jokowi-Puan dan Jokowi-Risma
Isu menduetkan Puan Maharani menjadi Cawapres Jokowi mencuat di internal
PDIP. Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari membenarkan munculnya skenario
tersebut.
"Banyak skenario opsi Pak Jokowi dipasang-pasangkan dengan berbagai politisi baik diusulkan internal maupun eksternal PDIP. Kemarin dengan Mbak Puan serta sebelumnya dengan Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini)," tutur Eva kepada detikcom, Rabu (5/2/2014).
"Banyak skenario opsi Pak Jokowi dipasang-pasangkan dengan berbagai politisi baik diusulkan internal maupun eksternal PDIP. Kemarin dengan Mbak Puan serta sebelumnya dengan Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini)," tutur Eva kepada detikcom, Rabu (5/2/2014).
Jokowi: Mau Tak Mau Warga di Bantaran Kali Harus Pindah ke Rusun
Banjir sudah menjadi kawan bagi warga yang menduduki bantaran sungai di
Jakarta. Sebut saja Bukit Duri, Kampung Pulo, Pejaten Timur, Rawajati
dan beberapa daerah lainnya. Melihat program relokasi warga ke rusun,
meski sudah terbiasa dengan banjir akhirnya sebagian dari mereka
berteriak untuk direlokasi.
"Sekarang baru mulai disosialisasi. Mau nggak mau harus pindah ke rusun," kata gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Rabu (5/2/2014).
"Sekarang baru mulai disosialisasi. Mau nggak mau harus pindah ke rusun," kata gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Rabu (5/2/2014).
Pekan Ini Jokowi Mulai Buat Waduk di Rorotan Jakarta Utara
Menurut penuturan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), tahun ini Pemprov DKI akan membangun 9 waduk baru di beberapa titik di
Jakarta sebagai solusi mengatasi banjir. Salah satunya di Rorotan,
Jakarta Utara. Pembangunan akan dimulai pekan ini.
"Minggu ini dimulai (pembangunannya)," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2014).
Pria 52 tahun ini mengaku pembangunan waduk tersebut disegerakan karena pembebasan lahannya sudah selesai. "Pembebasan tanah sudah beres kok kemarin," ungkapnya.
Untuk tahap awal akan dibuat tanggul sebagai penahan waduk.
"Minggu ini dimulai (pembangunannya)," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2014).
Pria 52 tahun ini mengaku pembangunan waduk tersebut disegerakan karena pembebasan lahannya sudah selesai. "Pembebasan tanah sudah beres kok kemarin," ungkapnya.
Untuk tahap awal akan dibuat tanggul sebagai penahan waduk.
PDIP Masih Berhitung
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak mau buru-buru mengikuti desakan agar mendeklarasikan Joko Widdodo (Jokowi) sebagai calon presiden. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mereka masih mau hitung-hitung dulu.
Hasto menanggapi desakan berbagai kelompok masyarakat agar PDI-P segera mengumumkan pencalonan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai kandidat presiden partai itu. Di antaranya, desakan dari Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia alias Seknas Jokowi."Atas nama demokrasi partai menghormati desakan itu," katanya ketika dihubungi, Rabu (5/2/2014).
Hasto menanggapi desakan berbagai kelompok masyarakat agar PDI-P segera mengumumkan pencalonan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai kandidat presiden partai itu. Di antaranya, desakan dari Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia alias Seknas Jokowi."Atas nama demokrasi partai menghormati desakan itu," katanya ketika dihubungi, Rabu (5/2/2014).
Selasa, 04 Februari 2014
Kata Tjahjo, Duet Jokowi-Puan Cuma Rumor
PDI Perjuangan membantah soal kabar sudah diputuskannya Joko Widodo (Jokowi) dan Puan Maharani sebagai pasangan Capres dan Cawapres 2014.
Pasalnya hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Ketua Umum PDI Perjuangan soal siapa yang akan diusung sebagai Capres 2014.
"Belum ada keputusan apa-apa baik dari partai atau dari Ibu Ketua umum. Kalau sudah kan disampaikan dalam deklarasi," tegas Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo di Jakarta, Selasa (4/2/2014).
Pasalnya hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Ketua Umum PDI Perjuangan soal siapa yang akan diusung sebagai Capres 2014.
"Belum ada keputusan apa-apa baik dari partai atau dari Ibu Ketua umum. Kalau sudah kan disampaikan dalam deklarasi," tegas Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo di Jakarta, Selasa (4/2/2014).
Kriteria Calon Wapres Versi Seknas Jokowi
Presidium Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia, Muhammad Yamin, mensyaratkan sosok yang pantas menjadi pasangan Joko Widodo (Jokowi) dalam pertarungan calon presiden 2014 haruslah figur yang dapat mengisi kelemahan Gubernur DKI Jakarta itu. Karena esensi dari wakil adalah pelengkap ketua.
"Jika jadi capres, Jokowi harus mencari sosok yang memenuhi kriteria ini," kata Yamin ketika berkunjung ke Tempo, Selasa (4/2/2014).
"Jika jadi capres, Jokowi harus mencari sosok yang memenuhi kriteria ini," kata Yamin ketika berkunjung ke Tempo, Selasa (4/2/2014).
Jika Bukan Jokowi, Lalu Siapa?
Jika Jokowi tak nyapres, lalu siapa? Pertanyaan tersebut mengemuka dalam forum diskusi Inilah Demokrasi di Jakarta, Selasa (4/2/2014) sore.
Jokowi yang selama ini selalu unggul dalam berbagai survei calon presiden belum juga diusung oleh partainya, PDI-P, sebagai capres. Dalam diskusi itu dibahas apakah Jokowi harus maju atau tidak sebagai capres pada 2014 mendatang. Kemudian, dibahas juga mengenai pertanyaan tersebut, siapa yang harus maju sebagai capres jika Jokowi akhirnya tidak diusung oleh PDI-P.
Jokowi yang selama ini selalu unggul dalam berbagai survei calon presiden belum juga diusung oleh partainya, PDI-P, sebagai capres. Dalam diskusi itu dibahas apakah Jokowi harus maju atau tidak sebagai capres pada 2014 mendatang. Kemudian, dibahas juga mengenai pertanyaan tersebut, siapa yang harus maju sebagai capres jika Jokowi akhirnya tidak diusung oleh PDI-P.
Seknas Jokowi Geram Jika Jokowi Tak Nyapres
Presidium Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia, Muhammad Yamin, memprediksi bahwa rakyat akan geram jika Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak mencapreskan Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, selama ini rakyat memang sudah menanti figur pemimpin seperti pria yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta itu.
"Jokowi di rasa dekat dengan rakyat, dan sederhana," katanya ketika berkunjung ke Tempo, Selasa (4/2/2014).
"Jokowi di rasa dekat dengan rakyat, dan sederhana," katanya ketika berkunjung ke Tempo, Selasa (4/2/2014).
Pasangan Mega-Jokowi Bakal Tumbang di Pilpres
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti mengatakan PDIP tidak punya pilihan dalam pencalonan calon presiden (capres). Pilihannya yakni menjadikan Jokowi sebagai capres pada 2014.
"Jika dipasangkan Megawati-Jokowi tidak akan menang," ujar Ikrar dalam acara forum diskusi di Inilah Demokrasi di Tea Addict, Jakarta, Selasa (4/2/2014). Hal ini dikarenakan harapan dari warga menginginkan Jokowi sebagai capres bukan cawapres.
"Jika dipasangkan Megawati-Jokowi tidak akan menang," ujar Ikrar dalam acara forum diskusi di Inilah Demokrasi di Tea Addict, Jakarta, Selasa (4/2/2014). Hal ini dikarenakan harapan dari warga menginginkan Jokowi sebagai capres bukan cawapres.
Fenomena Jokowi Tamparan Bagi Orang Pintar
Anggota Dewan Syuro PKB Ali Maschan menilai fenomena Joko Widodo (Jokowi) sebagai tamparan bagi orang pintar. Elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden memang sangat tinggi.
"Orang macam kita melihat belum yakin (dia) pimpin bangsa. Tapi pilihan rakyat kan bukan kita," kata Ali di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/2/2014).
Ia mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pintar berbicara ternyata juga mengalami kesulitan memimpin Indonesia. Kemudian munculah pilihan kepada Prabowo Subianto.
"Orang macam kita melihat belum yakin (dia) pimpin bangsa. Tapi pilihan rakyat kan bukan kita," kata Ali di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/2/2014).
Ia mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pintar berbicara ternyata juga mengalami kesulitan memimpin Indonesia. Kemudian munculah pilihan kepada Prabowo Subianto.
Seknas Jokowi Siapkan 'Peta' untuk Jagonya
Presidium Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia, Muhammad Yamin, mengatakan organisasinya sudah membuat program berisikan hal-hal apa saja yang harus dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) jika terpilih menjadi Presiden 2014-2019.
"Kami telah merumuskan program yang dianggap penting untuk dikerjakan oleh Jokowi setelah terpilih jadi presiden," ujarnya ketika berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Selasa (4/2/2014).
"Kami telah merumuskan program yang dianggap penting untuk dikerjakan oleh Jokowi setelah terpilih jadi presiden," ujarnya ketika berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Selasa (4/2/2014).
Jokowi Minggu Depan Resmikan Terminal Keren Manggarai
Ujud baru Terminal Manggarai akan menjadi percontohan untuk proyek
renovasi belasan terminal lain di Jakarta. Pekan depan terminal yang
dikebut pengerjaannya dalam beberapa bulan terakhir akan diresmikan oleh
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).
"Minggu depan diresmikannya," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Selasa (4/2/2014).
"Minggu depan diresmikannya," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Selasa (4/2/2014).
Jokowi di Pameran Foto, Journalist Fest 2014
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) terperangah saat melihat foto seorang nenek dengan infus tergeletak di
meja pelayanan salah satu rumah sakit di Jakarta. Jokowi sempat tidak dapat mengatakan sepatah kata pun.
"Terbatasnya jumlah tempat tidur membuat pasien dirawat di meja pelayanan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Koja, Jakarta Utara, Senin (27/5/2013) yang lalu. Setiap harinya, sekitar 150 orang pasien KJS antre untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit tersebut.
"Terbatasnya jumlah tempat tidur membuat pasien dirawat di meja pelayanan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Koja, Jakarta Utara, Senin (27/5/2013) yang lalu. Setiap harinya, sekitar 150 orang pasien KJS antre untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit tersebut.
Tak Usung Jokowi, PDIP Pasti Dibenci Rakyat
Peneliti senior Ikrar Nusa Bakti mengatakan, PDI Perjuangan pasti dibenci rakyat jika tidak memajukan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (Capres) 2014.
Ketua umum Megawati Soekarnoputri harus siap lawan rakyat jika tidak jagokan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Kemudian, PDIP juga membuang modal politik yang sangat besar, serta menghilangkan modal figur yang sudah disiapkan sekarang ini," kata Ikrar di Jakarta, Selasa, (4/2/2014).
Ketua umum Megawati Soekarnoputri harus siap lawan rakyat jika tidak jagokan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Kemudian, PDIP juga membuang modal politik yang sangat besar, serta menghilangkan modal figur yang sudah disiapkan sekarang ini," kata Ikrar di Jakarta, Selasa, (4/2/2014).
Bongkar Vila Liar, Jokowi: DKI Bantu 5M
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, akan menambah hibah
untuk Pemerintah Kabupaten Bogor untuk pembongkaran vila liar di kawasan
Puncak. Tahun lalu hibah DKI itu sebesar 2,1M.
"Namun Karena tahun ini jumlah vila yang akan dibongkar lebih banyak, maka hibah itu kita tambah menjadi 5M," kata pria yang kerap disapa Jokowi itu seusai meninjau lokasi pembangunan waduk di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (4/2/2014).
"Namun Karena tahun ini jumlah vila yang akan dibongkar lebih banyak, maka hibah itu kita tambah menjadi 5M," kata pria yang kerap disapa Jokowi itu seusai meninjau lokasi pembangunan waduk di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (4/2/2014).
Birokrasi DKI Tak Bisa Ikuti Ritme Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sangat hobi blusukan. Namun, hobi
blusukannya ternyata tidak turun ke bawahannya. Selasa 4 Februari 2014, Jokowi, melakukan inspeksi mendadak ke kantor Wali Kota Jakarta
Barat. Tiba sekitar pukul 08.13, Jokowi hanya menemui beberapa orang
petugas. Loket pelayanan pun tampak sepi dari pengunjung, hanya berisi
2-3 orang petugas.
Jokowi Efek Memastikan Koalisi Golkar-PDIP Tak Masuk Akal
Lingkaran Survei Indonesia (LSI)
menyarankan Golkar dan PDI Perjuangan menjalin koalisi di Pemilu
Presiden (Pilpres) 2014 nanti. Pasalnya, berdasarkan hasil survei
LSI kedua partai itu akan memenangi pemilu legislatif, sehingga koalisi
yang dibangun akan memudahkan partai papan atas itu dalam mengusung
pasangan calon presiden (capres) sekaligus menguasai mayoritas kursi di
parlemen.
Namun, pengamat politik Yunarto Wijaya
menilai gagasan tentang koalisi PDIP-Golkar itu sulit direalisasikan.
Pasalnya, kedua partai sama-sama punya jago untuk diusung sebagai
capres.
Kata Misbakhun, Jokowi Jangan Seperti Lenong
Mantan Politisi PKS yang sekarang berbendera Golkar, M Misbakhun, menilai Joko Widodo (Jokowi) harus bisa selesaikan persoalan dengan sistematis jika ingin maju sebagai calon Presiden 2014.
Menurutnya, bangsa ini perlu presiden yang membangun sistem dimana untuk menyelesaikan persoalan bangsa dengan sistematis.
"Jangan sampai lahir pemimpin baru seperti lenong, drama. Ngomong apa semua orang tertawa, tapi turun dari panggung persoalan tidak selesai," kata Misbakhun di Jakarta, Selasa, (4/2/2014).
Menurutnya, bangsa ini perlu presiden yang membangun sistem dimana untuk menyelesaikan persoalan bangsa dengan sistematis.
"Jangan sampai lahir pemimpin baru seperti lenong, drama. Ngomong apa semua orang tertawa, tapi turun dari panggung persoalan tidak selesai," kata Misbakhun di Jakarta, Selasa, (4/2/2014).
Sak Itik Risma Gak Kepingin
Walikota Tri Rismaharini kembali disebut sebagai pesaing terkuat melawan
Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014. Namun Risma tetap tidak berminat.
"Kepingin itu lho nggak ada, sungguh ini. Aku harus ngomong berapa kali?," kata Risma, Selasa (4/2/2014).
Penilaian tentang Risma yang berpotensi saingan dengan Jokowi ini disebut di survei Pemimpin Indonesia 2014 yang dilakukan oleh Political Communication Institute (PCI).
"Kepingin itu lho nggak ada, sungguh ini. Aku harus ngomong berapa kali?," kata Risma, Selasa (4/2/2014).
Penilaian tentang Risma yang berpotensi saingan dengan Jokowi ini disebut di survei Pemimpin Indonesia 2014 yang dilakukan oleh Political Communication Institute (PCI).
Jokowi Didesak Copot Kadis PU
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama
(Ahok) didesak anggota DPRD mencopot Manggas Rudy Siahaan dari jabatan Kepala
Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pasalnya dinas tersebut tidak lagi
berkontribusi signifikan terhadap persoalan banjir dan macet di Ibukota
sejak di bawah kepemimpinannya.
“Selaku anggota dewan, saya minta kepada Pak Jokowi maupun Pak Ahok mengganti pejabat Kepala Dinas PU DKI Jakarta,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI, Mohammad Sanusi, di Gambir, Selasa (4/2/2014).
“Selaku anggota dewan, saya minta kepada Pak Jokowi maupun Pak Ahok mengganti pejabat Kepala Dinas PU DKI Jakarta,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI, Mohammad Sanusi, di Gambir, Selasa (4/2/2014).
Langganan:
Postingan (Atom)


























