Banjir yang merendam kawasan DKI Jakarta sejak Minggu (12/1) malam memakan korban di RT 12 RW 7, Bidara Cina. Satu orang dikabarkan meninggal karena terdampak langsung oleh banjir.
Korbannya adalah Rudi Samalo (60), laki-laki. Korban meninggal dunia Senin (13/1/2014) pagi tadi di rumahnya. Namun penyebab meninggalnya korban belum diketahui dengan pasti.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 13 Januari 2014
Surva-surve Nonstop: Jokowi Keok Lawan Hatta
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa berada di peringkat 1 sebagai calon presiden (capres) berdasarkan hasil jajak pembaca Nonstop pada Januari 2014. Hatta yang juga merupakan Menteri Koordinator Perekonomian mendapat 29 persen suara.
Sementara itu, peringkat dua ditempati Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dengan 23 persen, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan 18 persen, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) 11 persen, Ketua Umum DPP Megawati Soekarnoputri 7 persen, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD 5 persen, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman 3 persen dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie 1 persen.
Sementara itu, peringkat dua ditempati Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dengan 23 persen, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan 18 persen, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) 11 persen, Ketua Umum DPP Megawati Soekarnoputri 7 persen, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD 5 persen, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman 3 persen dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie 1 persen.
Hatta Percaya Jokowi Bisa Tangani Banjir Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mempercayakan penanganan banjir kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). “DKI saya kira sudah mempersiapkannya dengan sebaik mungkin, kita supportlah, jangan saling menyalahkan,” kata Hattta ditemui usai melakukan rapat koordinasi tentang tata ruang di kantornya, Senin (13/1/2014).
Menurut Hatta, cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah di luar negeri akan berdampak pada hujan dengan frekuensi yang cukup tinggi di dalam negeri.
Menurut Hatta, cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah di luar negeri akan berdampak pada hujan dengan frekuensi yang cukup tinggi di dalam negeri.
Jakarta Siaga Darurat Banjir
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan wilayah Jakarta siaga darurat banjir.
"Ini
pagi tadi baru buat surat untuk siaga darurat banjir. Ini sudah proses,
saya minta sore ini harus rampung," kata Jokowi di Balai Kota DKI
Jakarta, Senin (13/1/2014).
"Bukan darurat ya, ini baru siaga darurat banjir," kata Jokowi.Jokowi mengatakan dia sudah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk mengatasi dampak banjir.
Penanggulangan Banjir Harus Terintegrasi
Jakarta banjir lagi
pada awal 2014, yang menurut Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo
(Jokowi), harus ditanggulangi semua pihak secara terintegrasi; baik dari
pemerintah pusat, pemerintahan DKI Jaya, hingga perilaku sosial
masyarakatnya.
Peran masyarakat yang tinggal di
semua wilayah DKI Jaya, kata Jokowi, sangat vital. Dia menyitir perilaku
sederhana tapi sangat vital, yaitu kebiasaan buruk warga buang sampah
sembarangan dan memandang sungai, kali, dan sebagainya sebagai "tempat
sampah besar".
Efek Banjir Terhadap Elektabilitas Jokowi Akan Segera Muncul
Banjir adalah bencana alam yang tak bisa ditebak kapan datangnya. Namun
saat banjir lagi-lagi melanda Jakarta, ada seorang kandidat capres yang
bisa kena imbasnya. Dia adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), si pemuncak survei
capres saat ini.
"Banjir adalah ujian untuk Jokowi dan Ahok. Memang sulit karena persoalan sangat kompleks dan berpuluh tahun," kata pengamat politik yang juga direktur Indo Barometer M Qodari, kepada detikcom, Senin (13/1/2014).
"Banjir adalah ujian untuk Jokowi dan Ahok. Memang sulit karena persoalan sangat kompleks dan berpuluh tahun," kata pengamat politik yang juga direktur Indo Barometer M Qodari, kepada detikcom, Senin (13/1/2014).
Jokowi: Pintu Air Manggarai Kita Buka Perlahan Agar Tidak Membanjiri Istana
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pintu Air Jembatan
Merah, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Jokowi ingin memastikan debit air di
pintu air ini dan pengalirannya ke Waduk Pluit.
Jokowi tiba di Pintu Air Jembatan Merah, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pukul 12.30 WIB, Senin (13/1/2014). Dia didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manggas Rudi Siahaan.
Jokowi mengatakan, air di Pintu Air Jembatan Merah ini berasal dari aliran Pintu Air Manggarai. Nah, yang di Manggarai dan Jembatan Merah ini pintunya sudah mulai dibuka perlahan-lahan agar tidak membanjiri Istana Negara dan wilayah Medan Merdeka.
Jokowi tiba di Pintu Air Jembatan Merah, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pukul 12.30 WIB, Senin (13/1/2014). Dia didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manggas Rudi Siahaan.
Jokowi mengatakan, air di Pintu Air Jembatan Merah ini berasal dari aliran Pintu Air Manggarai. Nah, yang di Manggarai dan Jembatan Merah ini pintunya sudah mulai dibuka perlahan-lahan agar tidak membanjiri Istana Negara dan wilayah Medan Merdeka.
Di Bawah Acaman Banjir Ibukota, Dukungan Agar Jokowi Nyapres Justru Menguat
Tak perduli dengan banjir yang bersiap-siap menenggelamkan Jakarta dan cibiran lawan-lawan PDIP yang kian giat mencemooh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), dukungan pada Jokowi untuk maju sebagai calon presiden
(Capres) pada Pemilu Presiden bulan September 2014 mendatang meluas di Kota
Bogor. Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat
Pendukung Perjuangan (GMPP) mendeklarasikan ‘Jokowi for President’, di
Bogor.
Banjir, Warga Tidak Marah kepada Jokowi
Seakan-akan menepis tudingan Ruhut Sitompul dan penggalangan data dari jpnn.com yang keduanya menyudutkan posisi Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), kali ini tribunnews.com menemukan fakta yang berbeda.
Adalah Ento (55), warga Gang Arus, Kampung Pulo Cawang, Jakarta Timur, kini hanya duduk-duduk dari pinggir memandangi rumahnya yang tenggelam.
Ento menunggui rumahnya surut sementara istri, anak dan cucu-cucunya telah mengungsi. Berprofesi senagai kuli bangunan, Ento tidak bisa mendirikan rumahnya bertingkat dua.
Adalah Ento (55), warga Gang Arus, Kampung Pulo Cawang, Jakarta Timur, kini hanya duduk-duduk dari pinggir memandangi rumahnya yang tenggelam.
Ento menunggui rumahnya surut sementara istri, anak dan cucu-cucunya telah mengungsi. Berprofesi senagai kuli bangunan, Ento tidak bisa mendirikan rumahnya bertingkat dua.
Lelang Kepsek Sebaiknya Libatkan PT
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didesak untuk mengungkap praktik
kecurangan yang terjadi dalam proses lelang jabatan kepala sekolah. Ini
agar wibawa peserta seleksi yang nantinya terpilih menduduki jabatan
tersebut bisa terjaga.
Menurut Mantan Kepala Seksie Dikdas Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Usman, lelang jabatan kepala sekolah ini memang suatu kebijakan baru. Dikatakannya, selama ini sudah menjadi rahasia umum jika pengangkatan seorang guru menjadi kepala sekolah terindikasi praktik kong kalikong. Sehingga kredibilitas kepala sekolah kerap disangsikan. Apalagi dengan adanya temuan kecurangan ini.
Menurut Mantan Kepala Seksie Dikdas Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Usman, lelang jabatan kepala sekolah ini memang suatu kebijakan baru. Dikatakannya, selama ini sudah menjadi rahasia umum jika pengangkatan seorang guru menjadi kepala sekolah terindikasi praktik kong kalikong. Sehingga kredibilitas kepala sekolah kerap disangsikan. Apalagi dengan adanya temuan kecurangan ini.
Pengamat: Megawati Lindungi Jokowi
Elektabilitas dan popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) terus melesat. Namun, Jokowi yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih belum ditetapkan menjadi capres.
Bahkan, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri pada Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-41 menegaskan, capres baru diumumkan setelah pemilu legislatif (pileg).
Bahkan, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri pada Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-41 menegaskan, capres baru diumumkan setelah pemilu legislatif (pileg).
PDIP Optimistis Menang di Pemilu 2014
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) optimis dapat memenangkan pemilihan umum (pemilu) 2014. Bahkan, PDIP tetap menjadi yang terbaik dalam pemilu meski tidak mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres).
“Tanpa Jokowi ditetapkan capres pun, PDIP tetap menang. Karena selama ini hanya PDIP yang konsisten memihak pada rakyat dan memiliki ideologi yang jelas,” kata politikus senior PDIP, AP Batubara di Jakarta, Senin (13/1/2014).
Dia menambahkan bahwa rakyat akan memberikan kepercayaan kepada PDIP. “Rakyat tidak lihat partai lain, meski ada beberapa. Tapi sebagian besar rakyat bakal dukung PDIP,” imbuhnya.
“Tanpa Jokowi ditetapkan capres pun, PDIP tetap menang. Karena selama ini hanya PDIP yang konsisten memihak pada rakyat dan memiliki ideologi yang jelas,” kata politikus senior PDIP, AP Batubara di Jakarta, Senin (13/1/2014).
Dia menambahkan bahwa rakyat akan memberikan kepercayaan kepada PDIP. “Rakyat tidak lihat partai lain, meski ada beberapa. Tapi sebagian besar rakyat bakal dukung PDIP,” imbuhnya.
Jokowi akan Keluarkan Surat Siaga Banjir Senin Sore
Sebagai langkah antisipasi menghadapi banjir, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sore nanti akan menerbitkan status siaga banjir.
"Sore nanti. Sekarang lagi disusun suratnya," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (13/1/2014).
Jokowi mengatakan, status siaga banjir yang akan dikeluarkan ini akan berlaku di setiap penjuru Jakarta, mengingat beberapa lokasi di Jakarta sudah terendam air.
"Sore nanti. Sekarang lagi disusun suratnya," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (13/1/2014).
Jokowi mengatakan, status siaga banjir yang akan dikeluarkan ini akan berlaku di setiap penjuru Jakarta, mengingat beberapa lokasi di Jakarta sudah terendam air.
Caleg PDIP: Jika Jokowi Capres Kampanye Lebih Mudah
Caleg PDIP di daerah terus menyuarakan pencapresan Gubernur DKI Jokowi.
Mereka yakin kampanye jadi lebih mudah jika Jokowi jadi capres PDIP.
"Buat kami sebagai caleg akan mempermudah kampanye jika Jokowi yang dicapreskan. Pilih PDI Perjuangan kalau ingin Jokowi Presiden. He he...," kata Caleg DPR RI PDIP dapil Jatim 2, Edy Kuscahyanto, kepada detikcom, Senin (13/1/2014).
Edy tak menentang rencana Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mendeklarasikan capres setelah Pileg. Menurutnya setiap rencana Mega pasti ada tujuannya.
"Buat kami sebagai caleg akan mempermudah kampanye jika Jokowi yang dicapreskan. Pilih PDI Perjuangan kalau ingin Jokowi Presiden. He he...," kata Caleg DPR RI PDIP dapil Jatim 2, Edy Kuscahyanto, kepada detikcom, Senin (13/1/2014).
Edy tak menentang rencana Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mendeklarasikan capres setelah Pileg. Menurutnya setiap rencana Mega pasti ada tujuannya.
Kata Ruhut, Blusukan Jokowi Sama Sekali Tak Berguna
Ibu Kota Jakarta masih dikepung banjir walaupun gubernurnya telah berganti sejak satu tahun lalu. Blusukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) selama satu tahun lebih dianggap percuma dan sia-sia. Pasalnya belum ada bukti Jakarta bebas banjir sehingga membuat warga menjadi lebih tenang.
"Terbukti kan, blusukannya Jokowi percuma, satu tahun lebih Jakarta masih banjir dan macet. Gimana mau ngurus Indonesia kalau ngurus Jakarta saja tidak bisa," cetus politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul saat dihubungi, Jakarta, Senin (13/1/2014).
"Terbukti kan, blusukannya Jokowi percuma, satu tahun lebih Jakarta masih banjir dan macet. Gimana mau ngurus Indonesia kalau ngurus Jakarta saja tidak bisa," cetus politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul saat dihubungi, Jakarta, Senin (13/1/2014).
Jokowi: Penanganan Banjir Juga Tanggung Jawab Pemerintah Pusat
Hujan deras yang melanda Jakarta dan sekitarnya mengakibatkan terjadinya
banjir di beberapa titik ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) mengatakan, untuk penanganan banjir di Jakarta, pihaknya telah
melakukan berbagai upaya seperti pengerukan waduk dan kali, namun semua
itu masih membutuhkan waktu.
Namun, lanjut Jokowi, penanganan masalah banjir di Jakarta tidak semata tugas Pemprov DKI, sebab ada 13 sungai besar di Jakarta yang masuk dalam tanggung jawab Pemerintah Pusat.
Namun, lanjut Jokowi, penanganan masalah banjir di Jakarta tidak semata tugas Pemprov DKI, sebab ada 13 sungai besar di Jakarta yang masuk dalam tanggung jawab Pemerintah Pusat.
JPNN Nilai Jokowi Lelet
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebenarnya sudah berupaya mengatasi persoalan banjir di ibukota. Hanya saja, sejumlah warga yang diwakili oleh JPNN, menilai Jokowi telat bertindak.
Ambil contoh kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Banyak titik-titik langganan banjir di ruang jalan penghubung Grogol dengan Kota Tangerang itu.
Ambil contoh kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Banyak titik-titik langganan banjir di ruang jalan penghubung Grogol dengan Kota Tangerang itu.
Warga Mau Jokowi Seperti Dewa, Jokowi: Banjir Perlu Waktu
Akibat hujan deras yang melanda Jakarta sejak kemarin hingga hari ini, beberapa wilayah DKI khususnya yang langganan banjir masih mengalami masalah itu.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui, penanganan banjir di Jakarta masih membutuhkan waktu. Saat ini pengerukan waduk dan sungai pun sudah dilakukan dengan mengerahkan hampir seluruh alat berat yang dimiliki DKI.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui, penanganan banjir di Jakarta masih membutuhkan waktu. Saat ini pengerukan waduk dan sungai pun sudah dilakukan dengan mengerahkan hampir seluruh alat berat yang dimiliki DKI.
Banjir Melanda, Masihkah Rakyat Mau Jadikan Jokowi Sebagai Presiden RI?
Hujan deras mengguyur Jakarta berhari-hari, banjir tak terhindarkan.
Sang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pontang-panting meninjau lokasi banjir,
ternyata solusi yang sudah ditempuh belum menyelesaikan persoalan. Ini
ujian berat bagi Jokowi jika ingin melangkah lebih jauh ke kursi RI 1.
Survei yang diselenggarakan oleh Median menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi cukup tinggi. Namun dua masalah yakni banjir dan macet belum terselesaikan.
Survei yang diselenggarakan oleh Median menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi cukup tinggi. Namun dua masalah yakni banjir dan macet belum terselesaikan.
Banjir Melanda, Kesempatan Said Iqbal Serang Jokowi
Berlakunya penaikan upah berupa upah minimum provinsi (UMP) Rp2 ,4 juta yang naik sebesar Rp 200 ribu/bulan serta banjir dan kemacetan pada hari ini, Senin (13/1/2014), disebut Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) adalah hadiah awal tahun dari pimpinan Kota Jakarta yakni Jokowi dan Ahok.
"Pagi ini, hadiah awal tahun dari Jokowi-Ahok untuk buruh yaitu mulai berlakunya 'upah murah', banjir, dan macet yang menyebabkan hilangnya ribuan jam kerja karena para buruh tidak bisa datang atau terlambat ke pabrik/perusahaan," ujar Ketua KSPI Said Iqbal, Senin (13/1/2014).
"Pagi ini, hadiah awal tahun dari Jokowi-Ahok untuk buruh yaitu mulai berlakunya 'upah murah', banjir, dan macet yang menyebabkan hilangnya ribuan jam kerja karena para buruh tidak bisa datang atau terlambat ke pabrik/perusahaan," ujar Ketua KSPI Said Iqbal, Senin (13/1/2014).
Jokowi Buka Pintu Air Waduk Pluit
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan membuka pintu air di Waduk Pluit guna mengantisipasi banjir.
"Pintu air Waduk Pluit akan mulai dibuka sedikit demi sedikit," kata Jokowi usai melantik Wali Kota Jakarta Utara di Waduk Cincin, Sunter, Jakarta Utara Senin (13/1/2014) pagi.
"Pintu air Waduk Pluit akan mulai dibuka sedikit demi sedikit," kata Jokowi usai melantik Wali Kota Jakarta Utara di Waduk Cincin, Sunter, Jakarta Utara Senin (13/1/2014) pagi.
Jakarta Banjir, Andai Jokowi Tak Didorong-dorong "Nyapres"...
Hujan dua hari berturut-turut, Sabtu (11/1/2014) dan Minggu (12/1/2014),
genangan dan banjir sudah menyebar di Jakarta. Bukan salah Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tentu saja. Namun, andai saja wacana pengusungan
Jokowi menjadi calon presiden tak semencuat hari-hari ini, barangkali
pemikiran untuk solusi banjir Jakarta akan dipikul rata oleh lebih
banyak tokoh. Apa hubungannya?
"Baru hujan dua hari, yang itu pun belum paling lebat, kita sudah melihat banjir dan macet di Jakarta hari ini. Tak beda dengan zaman Foke (Fauzi Bowo), mungkin malah memburuk," ujar Wakil Ketua DPP Partai Amanat Nasional, Dradjad Hari Wibowo, memulai perbincangan soal banjir Jakarta, Senin (13/1/2014).
"Baru hujan dua hari, yang itu pun belum paling lebat, kita sudah melihat banjir dan macet di Jakarta hari ini. Tak beda dengan zaman Foke (Fauzi Bowo), mungkin malah memburuk," ujar Wakil Ketua DPP Partai Amanat Nasional, Dradjad Hari Wibowo, memulai perbincangan soal banjir Jakarta, Senin (13/1/2014).
Jokowi Lantik Walikota Jakarta Utara di Tepian Waduk Cincin
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini Senin 14 Januari 2014, melantik Walikota Jakarta Utara Heru Budi Hartono. Pelantikan ini lakukan di tepian Waduk Cincin, Sunter Utara, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejak kemarin berbagai persiapan dilakukan pihak penyelenggara. Waduk Cincin Papanggo yang sebelumnya kumuh dan penuh sampah eceng gondok disulap menjadi rapi dan indah.
Ratusan kubik eceng gondok yang menutupi
danau itu langsung diangkut puluhan petugas PU Air dan Kebersihan
Jakarta Utara.
Hanya Pemilih Siluman Yang Dapat Kalahkan Jokowi
Kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 tidak kunjung beres. Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) kian diragukan, bahkan didugaan KPU sengaja memlihara data-data tersebut untuk kepentingan tertentu, mengingat proses penetapan DPT sudah melalui 6 (enam) tahapan.
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Forum Akademisi Informasi dan Teknologi (FAIT), DPT masih bermasalah hingga kini. Perbaikan data yang bermasalah dari satu tahapan ke tahapan berikutnya nyaris tidak terjadi.
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Forum Akademisi Informasi dan Teknologi (FAIT), DPT masih bermasalah hingga kini. Perbaikan data yang bermasalah dari satu tahapan ke tahapan berikutnya nyaris tidak terjadi.
Banjir Melanda, Anehnya Warga Malah Berdoa Agar Jokowi Jadi Presiden
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyambangi pengungsi korban banjir
Kampung pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, sekitar pukul
00.00 WIB, Senin (13/1/2014) dini hari.
Orang nomor satu di Jakarta itu datang mengenakan kemeja putih panjang dan celana bahan hitam ke Kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur. Kedatangannya pun langsung diserbu warga.
Dalam mengunjungi para korban, Jokowi memberikan ratusan karung beras berukuran 10 kilogram dan satu dus besar berisi buku tulis. Tak ketinggalan, Jokowi pun memberikan semangat bagi para korban.
Orang nomor satu di Jakarta itu datang mengenakan kemeja putih panjang dan celana bahan hitam ke Kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur. Kedatangannya pun langsung diserbu warga.
Dalam mengunjungi para korban, Jokowi memberikan ratusan karung beras berukuran 10 kilogram dan satu dus besar berisi buku tulis. Tak ketinggalan, Jokowi pun memberikan semangat bagi para korban.
Blusukan Dini Hari
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak tinggal diam melihat ribuan warga Jakarta mengungsi di berbagai posko akibat banjir. Jokowi pun blusukan di tengah malam untuk memberikan bantuan pada korban banjir.
Jokowi mengunjungi wilayah kampung Pulo, kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
"Tadi tengah malam pas jam 00.00 Pak Gubernur ke sini. Beliau bawa bantuan beras satu ton dan buku-buku sekolah untuk anak-anak," kata Camat Jatinegara Sofian Taher, Senin (13/1/2014) dini hari.
Jokowi mengunjungi wilayah kampung Pulo, kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
"Tadi tengah malam pas jam 00.00 Pak Gubernur ke sini. Beliau bawa bantuan beras satu ton dan buku-buku sekolah untuk anak-anak," kata Camat Jatinegara Sofian Taher, Senin (13/1/2014) dini hari.
Minggu, 12 Januari 2014
Banjir di DKI, Jokowi Belum Minta Modifikasi Cuaca
Hujan deras yang melanda Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi sejak Minggu (12/1/2014), membuat Ibu Kota terancam banjir. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pada Minggu malam, kondisi Sungai Ciliwung di wilayah Depok, Pintu Air Manggarai, dan Kali Karet sudah berstatus siaga 1. Status bendung Katulampa di Bogor siaga 3.
Langganan:
Postingan (Atom)






















