Untuk mengantisipasi maraknya kebakaran di ibu kota, Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memesan 100 unit Pawang Geni di Solo, Jawa
Tengah. Pawang Geni adalah sebuah alat pemadam kebakaran dengan sistem
pompa manual yang sangat cocok digunakan di pemukiman padat.
Pencipta
pawang geni, Sri Utomo mengatakan, Jokowi telah
memesan beberapa waktu lalu. Saat ini dia sedang mengerjakan peralatan
tersebut dengan melibatkan siswa SMK.
"Beliau pesan 100 unit
beberapa waktu lalu. Bulan Desember diharapkan sudah bisa dikirim ke
Jakarta," kata Utomo di Solo, Jumat (11/10/2013).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Jumat, 11 Oktober 2013
Giliran Warga Kampung Deret Bandingkan Jokowi dengan Foke dan Ali Sadikin
Puja puji untuk Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) juga datang dari warga penghuni Kampung Deret Tanah Tinggi. Meskipun apa yang dilakukan Jokowi di Tanah Tinggi dianggap kecil pasir di mata lawan politiknya, tetapi warga Tanah Tinggi mencatat dalam sanubari mereka apa yang telah Jokowi perbuat untuk mereka. Dana yang dikeluarkan oleh Jokowi untuk mengentaskan warga di Tanah Tinggi pun amat sangat kecil dibandingkan jumlah uang yang diduga diterima oleh para dewa di Mahkamah Konstitusi baru-baru ini, atau dana-dana liar yang ditilep para ratu di provinsi tetangga Jokowi.
Jokowi Akan Ikut Jakarta Marathon 2013
Perhelatan Jakarta Marathon (JakMAR) 2013 yang akan digelar 27 Oktober
2013 mendatang, dipastikan akan meriah. Sebab, selain akan diikuti pelari
nasional dan internasional, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), juga tak mau ketinggalan ingin merebut juara Jakarta Marathon 2013 bersama dengan ribuan peserta lainnya.
Jokowi mengatakan, Jakarta Marathon akan dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori yang disiapkan yakni marathon sejauh 42 kilometer, half marathon sejauh 10 kilometer, 5 kilometer dan maratoonz sejauh 1,2 kilometer khusus untuk anak-anak.
Jokowi mengatakan, Jakarta Marathon akan dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori yang disiapkan yakni marathon sejauh 42 kilometer, half marathon sejauh 10 kilometer, 5 kilometer dan maratoonz sejauh 1,2 kilometer khusus untuk anak-anak.
Kelurahan Jaman Foke vs Jaman Jokowi
Kelurahan di Jaman Foke dan jaman Joko Widodo (Jokowi) bah bumi dan langit. Jaman Foke tempat pelayanan warga amburadul, petugas malas-malasan dan jangan tanya lagi waktu pelayanannya luuuuama buuuuuuuuuanget, kecuali ada "itu-itu" di bawah meja petugas atau terselip di dalam map..
Jaman berlalu, semenjak Jokowi menanklukkan Foke, kelurahan nampak berbenah diri, tempat layanan warga bersih nyaris bergaya bank, petugas yang biasa baca koran sudah tak tampak (mungkin sekarang baca korannya di dalam ruangan atau di toilet), dan paling istemewa pakai telur adalah pelayanannya, siuper cepat!
Jaman berlalu, semenjak Jokowi menanklukkan Foke, kelurahan nampak berbenah diri, tempat layanan warga bersih nyaris bergaya bank, petugas yang biasa baca koran sudah tak tampak (mungkin sekarang baca korannya di dalam ruangan atau di toilet), dan paling istemewa pakai telur adalah pelayanannya, siuper cepat!
Jokowi dan Kegiatan Rutinnya
Keperdulian Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terhadap sarana fasilitas umum dan kepentingan rakyat kecil tak terbantahkan, tindak-tanduk Jokowi sehari-hari hanya untuk keperluan pengabdian semata.
Warga Akui Ada Perubahan
Sejumlah pedagang kaki lima tampak berjajar di pinggir kali Kelurahan
Pademangan Timur, Jakarta Utara, Kamis (11/10/2013) sekitar pukul 15:00 WIB.
Kawasan ini memiliki sejarah tersendiri bagi kepemimpinan Gubernur Joko
Widodo (Jokowi). Sebab, menjadi lokasi blusukan pertamanya setelah resmi dilantik
Oktober tahun lalu.
Hari ini, hampir genap setahun pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memimpin Jakarta. Bagaimana pasangan yang dilantik pada Senin (15/10/2012) itu merealisasikan janji-janjinya yang ditebar ketika kampanye?
Hari ini, hampir genap setahun pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memimpin Jakarta. Bagaimana pasangan yang dilantik pada Senin (15/10/2012) itu merealisasikan janji-janjinya yang ditebar ketika kampanye?
Anak Buah Jokowi-Ahok Dinilai "Proyek Oriented"
Pengamat tata kota Nirwana Yoga mengapresiasi program penanggulangan
banjir oleh Pemprov Jakarta. Namun, dinas-dinas yang terkait dengan hal
itu dinilai terlambat menjawab kegelisahan warga Ibu Kota soal ancaman
banjir. Hal itu terlihat dari waktu pengerjaan yang mepet dengan musim
hujan.
Nirwana menjelaskan, di awal kepemimpinan Joko WIdodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jakarta sudah dihantam banjir hebat, Januari 2013 lalu. Di depan berbagai media massa, Jokowi pun berkomitmen mempercepat upaya penanggulangan banjir di Jakarta. Namun, ia menilai pekerjaan itu secara nyata baru dikerjakan dinas beberapa waktu terakhir.
Nirwana menjelaskan, di awal kepemimpinan Joko WIdodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jakarta sudah dihantam banjir hebat, Januari 2013 lalu. Di depan berbagai media massa, Jokowi pun berkomitmen mempercepat upaya penanggulangan banjir di Jakarta. Namun, ia menilai pekerjaan itu secara nyata baru dikerjakan dinas beberapa waktu terakhir.
Jokowi Diminta Perhatikan Lapas
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan menggelontorkan 500M untuk perbaikan Kebun Binatang
Ragunan disindir pihak Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).
Seharusnya Jokowi lebih memperhatikan pembangunan Lembaga Pemasyarakatan
(Lapas) di DKI yang notobene dihuni oleh manusia. Sudah saatnya DKI
memiliki penjara yang tidak overload dan manusiawi.
Dicari! Pemimpin Seperti Jokowi untuk Selamatkan Situs Bersejarah Trowulan
Sejumlah organisasi dan lembaga pelestarian pusaka di Indonesia tengah
berupaya menyelamatkan situs Trowulan dari kehancuran dan penghancuran.
Namun pemerintah dinilai kurang memperhatikan nasib Ibu Kota Majapahit
ini.
Itulah yang dirasakan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dalam perjuangan menyelamatkan situs Trowulan. Minimnya partisipasi pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengingatkan mereka pada sosok Mantan Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Itulah yang dirasakan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dalam perjuangan menyelamatkan situs Trowulan. Minimnya partisipasi pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengingatkan mereka pada sosok Mantan Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Kampanye Jakarta Bersih, Jokowi Pasang Baliho Gambar Slank
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk grup band Slank sebagai Duta
Kebersihan Jakarta. Sebagai tindak lanjut dari penunjukkan tersebut,
pria bernama lengkap Joko Widodo itu akan melibatkan Slank dalam
mengampanyekan Jakarta bersih.
"Kita juga sudah bertemu Slank, untuk tindak lanjut gerakan bersih-bersih Jakarta. Tindak lanjutnya apa, ya kita mau buat iklan promosi untuk ajak masyarakat bersihkan lingkungan," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Kamis 10 Oktober 2013.
"Kita juga sudah bertemu Slank, untuk tindak lanjut gerakan bersih-bersih Jakarta. Tindak lanjutnya apa, ya kita mau buat iklan promosi untuk ajak masyarakat bersihkan lingkungan," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Kamis 10 Oktober 2013.
"Bekerja Bersama Jokowi-Ahok Lebih Menantang"
Dalam sekejap, PT Jakarta Propertindo menjadi pembicaraan banyak orang.
Jarang ada yang mengenal salah satu BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta itu sebelum Gubernur Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur DKI Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan setumpuk tanggung jawab.
Tidak hanya mengurus properti, Jokowi-Ahok menambah lingkup kerja dengan instruksi agar Jakpro juga mengurus soal air bersih dan telekomunikasi. Budi Karya Sumadi, merupakan orang yang ditunjuk untuk menahkodai PT Jakpro ke depannya. Berbekal dasar pengetahuan tentang arsitektur di Universitas Gajah Mada dan lebih dari lebih dari 20 tahun sebagai arsitek di PT Jaya Properti, pria yang sejak tahun 2004 hingga pertengahan 2013 menjadi Presiden Direktur Ancol itu seakan mendapat tantangan baru dalam sejarah hidupnya.
Tak melulu soal properti, Budi harus menjangkau pengetahuan lain tentang air dan telekomunikasi. Ingin tahu bagaimana sesulit apa situasi PT Jak pro saat dia masuk menjadi nahkoda? Bagaimana mengatasi kendala-kendala di Jakpro? Dan apa rencana-rencana yang akan dilakukan?
Tidak hanya mengurus properti, Jokowi-Ahok menambah lingkup kerja dengan instruksi agar Jakpro juga mengurus soal air bersih dan telekomunikasi. Budi Karya Sumadi, merupakan orang yang ditunjuk untuk menahkodai PT Jakpro ke depannya. Berbekal dasar pengetahuan tentang arsitektur di Universitas Gajah Mada dan lebih dari lebih dari 20 tahun sebagai arsitek di PT Jaya Properti, pria yang sejak tahun 2004 hingga pertengahan 2013 menjadi Presiden Direktur Ancol itu seakan mendapat tantangan baru dalam sejarah hidupnya.
Tak melulu soal properti, Budi harus menjangkau pengetahuan lain tentang air dan telekomunikasi. Ingin tahu bagaimana sesulit apa situasi PT Jak pro saat dia masuk menjadi nahkoda? Bagaimana mengatasi kendala-kendala di Jakpro? Dan apa rencana-rencana yang akan dilakukan?
Kamis, 10 Oktober 2013
Jokowi-Prananda Jauh Panggang dari Api
Kabar duet Joko Widodo (Jokowi) dan Prananda Prabowo kembali mencuat pasca kunjungan
Megawati dan Prananda ke waduk Pluit dan Ria Rio bersama Jokowi.
Benarkah Megawati akan menduetkan Jokowi dan Prananda untuk
mempertahankan trah Soekarno di pucuk pimpinan partainya?
"Meskipun Prananda dari trah Soekarno tapi Mega sadar, tidak mugkin mengamputasi kaderisasi di tubuh partainya. Kan di atas Prananda masih ada tokoh berkualitas lainnya," kata pengamat politik, Charta politika, Arya Fernandes saat berbincang, Kamis (10/10/2013).
Ada sejumlah nama yang sudah jelas-jelas berkorban banyak untuk membangun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) hingga seperti sekarang. Sebut saja Tjahjo Kumolo dan Pramono Anung yang saat ini menduduki posisi strategis di PDI-P.
"Meskipun Prananda dari trah Soekarno tapi Mega sadar, tidak mugkin mengamputasi kaderisasi di tubuh partainya. Kan di atas Prananda masih ada tokoh berkualitas lainnya," kata pengamat politik, Charta politika, Arya Fernandes saat berbincang, Kamis (10/10/2013).
Ada sejumlah nama yang sudah jelas-jelas berkorban banyak untuk membangun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) hingga seperti sekarang. Sebut saja Tjahjo Kumolo dan Pramono Anung yang saat ini menduduki posisi strategis di PDI-P.
Ujian Jokowi di Musim Hujan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak mau jelang satu tahun
kepemimpinannya ternoda. Masuk ke musim penghujan, Jokowi mempercepat
program penanggulangan banjir di Jakarta. Bahkan, Rabu (9/10/2013),
Jokowi meninjau satu per satu sejumlah proyek berjalan.
Jokowi mengawalinya dengan meninjau dua sumur resapan yang ada di Jalan Bonang, Menteng, Jakarta Pusat. Jauh dari sambutan hangat atau tenda acara, seperti kunjungan pejabat kebanyakan, Jokowi yangditemani Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Andi Baso dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Manggas Rudy Siahaan itu hanya disambut dengan bising suara mesin bor sumur.
Jokowi mengawalinya dengan meninjau dua sumur resapan yang ada di Jalan Bonang, Menteng, Jakarta Pusat. Jauh dari sambutan hangat atau tenda acara, seperti kunjungan pejabat kebanyakan, Jokowi yangditemani Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Andi Baso dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Manggas Rudy Siahaan itu hanya disambut dengan bising suara mesin bor sumur.
PDI-P Rugi Jika Tak Calonkan Jokowi di Pemilu
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) punya peluang untuk menjadi partai berkuasa di pemerintahan pada pemilu 2014 nanti. Tetapi syaratnya harus bisa mengajukan calon kader terbaiknya pada pemilihan presiden nanti. Jika salah pilih atau salah mengajukan calon presiden (capres) maka peluang di depan mata dalam meraih kekuasaan akan hilang bersama lewatnya waktu.
"Pemilu tahun depan adalah momen baik bagi PDI-P untuk berkuasa. Kalau tidak diambil maka PDI-P akan kehilangan momentum," kata pengajar filsafat politik dari Universitas Indonesia Donny Gahral Adian dalam diskusi bertema "Pemilu 2014 : Antara Popularitas, Elektabilitas dan Eligibilitas" di Jakarta, Kamis (10/10).
"Pemilu tahun depan adalah momen baik bagi PDI-P untuk berkuasa. Kalau tidak diambil maka PDI-P akan kehilangan momentum," kata pengajar filsafat politik dari Universitas Indonesia Donny Gahral Adian dalam diskusi bertema "Pemilu 2014 : Antara Popularitas, Elektabilitas dan Eligibilitas" di Jakarta, Kamis (10/10).
Jokowi Setuju Ijin Konser Slank , Tapi ...
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, pertemuannya dengan grup band Slank sore ini, Kamis (10/10/2013) diantaranya meminta izin menggelar konser di Ibukota.
"Mereka mau manggung. Kalau enggak di Gelora Bung Karno, ya di Monas," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta.
Menurut Jokowi, dirinya tidak masalah apabila Slank mengadakan konser. Namun tetap pelaksanaan konser harus sesuai rekomendasi dari aparat Kepolisian.
"Diizinkan, tapi kan terserah dari Kepolisian yang menyangkut keamanan," kata Jokowi.
"Mereka mau manggung. Kalau enggak di Gelora Bung Karno, ya di Monas," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta.
Menurut Jokowi, dirinya tidak masalah apabila Slank mengadakan konser. Namun tetap pelaksanaan konser harus sesuai rekomendasi dari aparat Kepolisian.
"Diizinkan, tapi kan terserah dari Kepolisian yang menyangkut keamanan," kata Jokowi.
Bertemu Jokowi, Bimbim Minta Tempat Sampah Diperbanyak
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodod (Jokowi) menerima kedatangan personel grup band Slank. Kehadiran Kaka dan
kawan-kawan ini sebagai duta kebersihan Jakarta yang ingin memberi
beberapa masukan kepada Jokowi.
Bimbim, misalnya, menyarankan agar setiap titik keramaian di Jakarta disediakan tempat sampah agar masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya.
Bimbim, misalnya, menyarankan agar setiap titik keramaian di Jakarta disediakan tempat sampah agar masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya.
Blusukan Jokowi untuk Pencitraan Tak Masalah
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Rieke Diah Pitaloka membela Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat seorang akademisi
mengkritisi gaya blusukan Jokowi. Rieke mengakui bila pejabat memang
butuh pencitraan, termasuk lewat blusukan seperti yang dilakukan Jokowi.
"Blusukan jangan dianggap nyinyir. Bukan saya temannya Jokowi. Tak masalah kita butuh pencitraan seperti ini, itu enggak masalah selama memberi harapan pada rakyat," kata Rieke di LIPI, Jakarta, Kamis (10/10/2013).
Pengamat politik lain juga beropini bahwa lewat blusukan ini Jokowi mendapat citra sebagai pemimpin yang populis atau merakyat.
"Blusukan jangan dianggap nyinyir. Bukan saya temannya Jokowi. Tak masalah kita butuh pencitraan seperti ini, itu enggak masalah selama memberi harapan pada rakyat," kata Rieke di LIPI, Jakarta, Kamis (10/10/2013).
Pengamat politik lain juga beropini bahwa lewat blusukan ini Jokowi mendapat citra sebagai pemimpin yang populis atau merakyat.
Hayono Isman Akan Temui Jokowi Tanyakan Nasib Warga Buaran
Hayono Isman, anggota Komisi I DPR RI,
menyambangi lokasi bentrok eksekusi lahan warga di RT 8 RW 12, Buaran
I, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (10/10/2013).
Hayono datang dan berdialog dengan warga, ia pun siap mendatangi Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) guna membicarakan solusi masalah ini sekaligus menyerahkan surat permohonan warga yang sempat tertunda.
"Sebelumnya warga mengaku sudah mengirimkan surat kepada Pak Jokowi melalui tokoh masyarakat.
Hayono datang dan berdialog dengan warga, ia pun siap mendatangi Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) guna membicarakan solusi masalah ini sekaligus menyerahkan surat permohonan warga yang sempat tertunda.
"Sebelumnya warga mengaku sudah mengirimkan surat kepada Pak Jokowi melalui tokoh masyarakat.
Popularitas Peserta Konvensi Demokrat Kalah Telak dengan Jokowi
Survei yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB) mengenai 'Popularitas
Capres Konvensi Partai Demokrat Vs Non Konvensi' menempatkan Gubernur
DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) berada di puncak dalam hal popularitas.
Jokowi berhasil mengalahkan nama-nama besar tokoh nasional dan juga peserta Konvensi Capres Demokrat.
"Berdasarkan survei yang kami lakukan, Jokowi masih berada di puncak dalam hal popularitas. Jokowi unggul jauh dalam hal popularitas terhadap peserta Konvensi Capres Demokrat," kata Agus Herta Sumarto, Peneliti Senior dari PDB di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (10/10/2013).
Jokowi berhasil mengalahkan nama-nama besar tokoh nasional dan juga peserta Konvensi Capres Demokrat.
"Berdasarkan survei yang kami lakukan, Jokowi masih berada di puncak dalam hal popularitas. Jokowi unggul jauh dalam hal popularitas terhadap peserta Konvensi Capres Demokrat," kata Agus Herta Sumarto, Peneliti Senior dari PDB di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (10/10/2013).
PDI-P Kemungkinan Calonkan Jokowi-Puan
Pemilihan Presiden
2014 tinggal menghitung hari, partai politik tengah mempersiapkan calon
yang bakal dijagokan untuk menjadi Presiden nanti. Seperti Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), meski banyak survey yang
melambungkan nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) namun partai banteng moncong putih itu belum
tentu mencapreskan Jokowi.
Sebelumnya, lewat Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang
mengharapkan sosok perempuan untuk tampil sebagai presiden menggantikan
dirinya dari internal PDI-P. "Mesti ada presiden perempuan lagi. Tapi,
enggak tahu tahun berapa," kata Megawati di Kantor DPP PDI-P di
Jakarta, Rabu (9/10/2013).
Jokowi Gagal Bujuk Pemanjat Billboard
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membujuk Agustinus Worowuli, pria yang nekat memanjat tiang reklame di Jalan TB Simatupang, tepatnya perempatan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2013).
Jokowi sempat berbincang langsung melalui sambungan telepon dengan pria yang telah lebih dari sekali melakukan aksi memanjat bangunan tinggi untuk menyampaikan tuntutannya.
"Ngapain naik setinggi itu, saya tunggu di bawah, kita bicarakan baik-baik, saya tunggu di bawah ada problem apa kita bicarakan, selesaikan," ujar Jokowi kepada Agustinus melalui sambungan telpon.
Setahun Jokowi-Ahok, Kemajuan Persis Di Negeri Dongeng
Bulan ini, tepat setahun duet Jokowi-Ahok, memimpin
ibu kota. Sejak resmi menjabat, tepatnya 15 Oktober 2013, tak ada masa
bulan madu bagi mereka, karena setumpuk pekerjaan sudah menanti. Jokowi
dengan gaya blusukannya, dan Ahok dengan gayanya yang tegas, langsung
tancap gas membenahi sejumlah persoalan di ibu kota.
Banyak pihak menaruh harapan Jakarta bisa sukses dipimpin keduanya, sebagaimana slogan dalam kampanyenya kala itu, Jakarta Baru. Namun, tidak sedikit juga yang meragukan keduanya bisa sukses memimpin di tengah kerasnya ibu kota. Maklum keduanya merupakan orang baru di birokrasi Pemprov DKI. Meski bekal keduanya dibilang lebih dari cukup. Jokowi sebelum dilantik jadi gubernur, merupakan Walikota Surakarta. Sedangkan Ahok, sebelum menjadi anggota DPR, adalah Bupati Belitung Timur.
Namun, semua keraguan itu perlahan mulai dijawab Jokowi-Ahok. Sejumlah persoalan yang sebelumnya mustahil bisa dilakukan Pemprov DKI Jakarta, ternyata sukses di tangan Jokowi-Ahok. Kemajuan yang sangat cepat ini seperti terjadi di negeri dongeng saja.
Banyak pihak menaruh harapan Jakarta bisa sukses dipimpin keduanya, sebagaimana slogan dalam kampanyenya kala itu, Jakarta Baru. Namun, tidak sedikit juga yang meragukan keduanya bisa sukses memimpin di tengah kerasnya ibu kota. Maklum keduanya merupakan orang baru di birokrasi Pemprov DKI. Meski bekal keduanya dibilang lebih dari cukup. Jokowi sebelum dilantik jadi gubernur, merupakan Walikota Surakarta. Sedangkan Ahok, sebelum menjadi anggota DPR, adalah Bupati Belitung Timur.
Namun, semua keraguan itu perlahan mulai dijawab Jokowi-Ahok. Sejumlah persoalan yang sebelumnya mustahil bisa dilakukan Pemprov DKI Jakarta, ternyata sukses di tangan Jokowi-Ahok. Kemajuan yang sangat cepat ini seperti terjadi di negeri dongeng saja.
Pesan Jokowi Untuk PT MRT
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tidak lupa melakukan sosialisasi, terkait kemacetan akibat pembangunan proyek transportasi massal.
"Saya hanya titip sedikit untuk jajaran PT MRT. Pertama, sosialisasi kemacetan ke warga diberikan tiap hari," ujar Jokowi ketika berpidato dalam acara peletakan batu pertama proyek MRT di Jalan Tanjung Karang, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013).
Jokowi sadar, pembangunan yang akan menciptakan kemacetan akan memicu kemarahan warga, bila sosialisasi tidak gencar dilakukan.
"Jadi, nanti warga jangan sampai caci maki MRT, kalau ke saya enggak apa-apa. Karena, jelas ini akan timbulkan kemacetan di Jakarta," tutur Jokowi.
"Saya hanya titip sedikit untuk jajaran PT MRT. Pertama, sosialisasi kemacetan ke warga diberikan tiap hari," ujar Jokowi ketika berpidato dalam acara peletakan batu pertama proyek MRT di Jalan Tanjung Karang, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013).
Jokowi sadar, pembangunan yang akan menciptakan kemacetan akan memicu kemarahan warga, bila sosialisasi tidak gencar dilakukan.
"Jadi, nanti warga jangan sampai caci maki MRT, kalau ke saya enggak apa-apa. Karena, jelas ini akan timbulkan kemacetan di Jakarta," tutur Jokowi.
Jokowi Resmikan Dimulainya Pembangunan MRT
Dengan mengenakan seragam kebesarnya, kemeja putih, Jokowi tiba di lokasi peresmian di Jalan Tanjung Karang, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013) pukul 09.35 WIB.
Pencapresan Jokowi Bukan Harga Mati
Pernyataan mantan Presiden RI kelima sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, menunjukkan pencapresan Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi), belum final.
Ini disampaikan pakar komunikasi politik Heri Budianto, Kamis (10/10/2013).
Megawati menyatakan ingin melihat presiden perempuan lagi yang memimpin Indonesia.
Ini disampaikan pakar komunikasi politik Heri Budianto, Kamis (10/10/2013).
Megawati menyatakan ingin melihat presiden perempuan lagi yang memimpin Indonesia.
Rabu, 09 Oktober 2013
Jokowi Tanggapi Usulan Moratorium PKL
Menanggapi moratorium PKL yang diusulkan Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan Pemprov DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pihaknya tidak ingin gegabah dalam menindaklanjuti usulan tersebut.
"Data mengenai PKL itu harus betul-betul detail, terperinci mulai dari tingkat RT, RW dan kampung itu ada berapa? Di jalan ada berapa?" ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (9/10/2013).
"Data mengenai PKL itu harus betul-betul detail, terperinci mulai dari tingkat RT, RW dan kampung itu ada berapa? Di jalan ada berapa?" ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (9/10/2013).
Langganan:
Postingan (Atom)























