Rabu, 19 Februari 2014

Akankah Risma Jadi Penakluk Jokowi?

Di tengah elektabilitasnya yang tinggi, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) malah diposisikan PDIP jadi cawapres Ketum Megawati Soekarnoputri. Di posisi kedua tokoh fenomena saat ini adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Akankah Risma terlahir menjadi penakluk Jokowi yang sebenarnya?
Di berbagai survei elektabilitas Risma terus meningkat. Risma dinobatkan sebagai penantang paling potensial bagi Jokowi oleh survei yang dilakukan oleh Laboratorium Psikologi Politik UI.
Demikian pula di survei yang digelar oleh Political Communication Institute (PolcoMM) pada Januari lalu, Risma juga menempati posisi teratas.
Risma menjati tokoh muda paling potensial dengan elektabilitas 19,1% di atas Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso (18.5%), cawapres Hanura Hary Tanoesoedibyo (10.8%), Yusril Ihza Mahendra (9.7%), dan Puan Maharani (9.6%).
Sejumlah kalangan melihat Jokowi dan Risma adalah dua sosok yang diharapkan jadi pemimpin Indonesia. Setelah Jokowi dikabarkan hanya menjadi cawapres Mega, Risma pun punya kans menjadi penakluk Jokowi.
Namun Risma sendiri mengaku tak berambisi jadi presiden. Sama seperti Jokowi, Risma memilih fokus membenahi Surabaya.
"Takdir saya jadi wali kota ya sudah saya full di situ. Saya tidak mau memikirkan yang lain," kata Risma saat berkunjung ke Gedung Trans TV di Jl. Kapten Piere Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2014).
"Ngurusin kota saja pusing apalagi kok presiden," celetuknya.
Risma mengaku melaksanakan tugas dengan tegas tanpa peduli hasil survei. Menurutnya, seorang pemimpin yang terlalu memantau hasil survei malah jadi tidak fokus.

Sumber :
detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar