Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan mengaku enggan jika dipasangkan dengan Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden. Dia mengaku tidak ingin menjadi bagian dari kelompok orang yang bermasalah.
"Orang bermasalah melenggang tak ditantang. Jika orang itu bermasalah, mengapa harus menjadi bagian darinya. Apakah masalahnya kriminal, membanjiri daerah dengan lumpur, itu semua masalah. Kita justru jangan jadi bagian dari yang bermasalah," kata Anies dalam acara Mengadili Anies di Jakarta, Sabtu (5/4/2014).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Sabtu, 05 April 2014
PDIP Hanya Dukung Capres Yang Tak Suka Marah-marah
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDIP), Tjahjo Kumolo menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara. Dalam orasi politiknya, Tjahjo mengungkapkan PDIP tak ingin dukung capres yang suka marah-marah.
"Kita ingin Presiden yang tidak marah-marah. Tak hanya itu saja, kita ingin orang yang mau turun ke bawah yang dekat dengan rakyat, mau bersentuhan dengan rakyat," ujar Tjahjo kepada kader dan simpatisan PDIP, Sabtu (5/4/2014).
"Kita ingin Presiden yang tidak marah-marah. Tak hanya itu saja, kita ingin orang yang mau turun ke bawah yang dekat dengan rakyat, mau bersentuhan dengan rakyat," ujar Tjahjo kepada kader dan simpatisan PDIP, Sabtu (5/4/2014).
Gaji Hakim Agung Rp 500 Juta, Jokowi: Emang Sekarang Gajinya Berapa?
Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki mengusulkan gaji hakim agung
Rp 500 juta per bulan. Hal ini mencontoh layaknya gaji hakim agung di
Singapura yang digaji Rp 450 juta per bulan. Politisi PDIP Joko Widodo
mengaku belum mengerti benar perihal itu.
"Belum ngerti," kata Jokowi singkat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2014) malam.
"Masuk akal nggak sih pak?" tanya wartawan.
"Belum ngerti," kata Jokowi singkat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2014) malam.
"Masuk akal nggak sih pak?" tanya wartawan.
Diminta Komunitas Alternatif Datangi Rolling Stones, Jokowi: Nggak Sulit
Tiba di Bandung, Jawa Barat, kandidat tunggal calon presiden PDIP, Joko Widodo (Jokowi), langsung menggelar pertemuan informal dengan sejumlah pihak RM Sindang Reret. Salah satu yang ditemuinya adalah komunitas alternatif di Bandung.
Perwakilan dari komunitas itu, Gustaf Hariman meminta kehadiran negara di tengah anak muda. Seringkali negara tidak pernah bisa dirasakan oleh generasi muda atau penggiat kreatif.
Perwakilan dari komunitas itu, Gustaf Hariman meminta kehadiran negara di tengah anak muda. Seringkali negara tidak pernah bisa dirasakan oleh generasi muda atau penggiat kreatif.
Hary Tanoe Nyatakan Iklan "Kutagih Janjimu" Jokowi dari Pihak Lain
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, iklan "Kutagih Janjimu" yang muncul di tiga stasiun televisi milik MNC Group tidak dibuat oleh pihak lain. Menurut dia, ketiga televisi naungannya hanya menayangkan iklan itu dengan proses yang sama dengan iklan-iklan lain.
"Itu iklan dari pihak lain. Jadi pada waktu masuk ke direksinya tiga televisi kita, RCTI, MNC dan Global TV, kita sudah teliti melihat. Jelas ada anggaran dasarnya, ordernya, lulus lembaga sensor film. Itu murni dari pihak lain," kata Hary seusai mengisi kampanye akbar Partai Hati Nurani Rakyat di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (5/4/2014).
"Itu iklan dari pihak lain. Jadi pada waktu masuk ke direksinya tiga televisi kita, RCTI, MNC dan Global TV, kita sudah teliti melihat. Jelas ada anggaran dasarnya, ordernya, lulus lembaga sensor film. Itu murni dari pihak lain," kata Hary seusai mengisi kampanye akbar Partai Hati Nurani Rakyat di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (5/4/2014).
Sibuk Kampanye Bikin Jokowi Tidak Tidur 2 Hari
Dalam beberapa hari belakangan ini, kandidat tunggal capres PDIP, Joko Widodo (Jokowi) memang pindah dari satu provinsi ke provinsi lain. Jaraknya pun sangat berjauhan. Kesibukan ini membuat Jokowi bahkan tidak tidur dua hari.
Jokowi tiba di Bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 22.30 WIB, Sabtu (5/4/2014). Padahal siangnya, dia masih berada di Papua.
Tak pelak, Jokowi pun terlihat kecapaian. Bahkan suaranya mulai serak.
Jokowi tiba di Bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 22.30 WIB, Sabtu (5/4/2014). Padahal siangnya, dia masih berada di Papua.
Tak pelak, Jokowi pun terlihat kecapaian. Bahkan suaranya mulai serak.
Jokowi Mau Malam Mingguan di Bandung
Calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo, tiba di Bandung, Jawa
Barat setelah menempuh perjalanan dari Papua. Jokowi ingin menghabiskan
malam mingguannya di kota kembang ini.
Jokowi tiba di Bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 22.30 WIB, Sabtu (5/4/2014). Pesawat yang ditumpangi Jokowi sempat transit lebih dulu di Makkasar.
"Kok pada belum tidur? Ini kan sudah waktunya tidur," sapa Jokowi kepada jurnalis yang sudah menunggunya.
Jokowi tiba di Bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 22.30 WIB, Sabtu (5/4/2014). Pesawat yang ditumpangi Jokowi sempat transit lebih dulu di Makkasar.
"Kok pada belum tidur? Ini kan sudah waktunya tidur," sapa Jokowi kepada jurnalis yang sudah menunggunya.
Para Projo Harus Mati-matian Menangkan PDIP
Tidak ada kata lain bagi massa Pro Joko Widodo (Projo) untuk memajukan Jokowi sebagai presiden. Syaratnya cukup berat. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) harus menang mutlak dalam pemilihan legislatif.
Jika tidak, ambisi memasangkan Jokowi dengan calon lain bisa terbentur partai lainnya. Koordinator Nasional PDIP Projo, Budi Arie Setiadi, mengatakan kemenangan ini mutlak gara-gara dibutuhkan masyarakat cinta terhadap bangsa untuk menjadi pemimpin negeri ini.
Jika tidak, ambisi memasangkan Jokowi dengan calon lain bisa terbentur partai lainnya. Koordinator Nasional PDIP Projo, Budi Arie Setiadi, mengatakan kemenangan ini mutlak gara-gara dibutuhkan masyarakat cinta terhadap bangsa untuk menjadi pemimpin negeri ini.
Tuduhan Emrus: Jika Jokowi Jadi Presiden, Basuki Jadi Menteri
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dikatakan berpeluang besar menjadi menteri jika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terpilih sebagai presiden.
Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menilai Basuki menyadari peluang tersebut sehingga dia kini tetap menjaga hubungan dengan Jokowi meskipun partainya, Gerindra, secara terang-terangan menyerang PDI Perjuangan.
"Kemungkinan besar posisi menteri didapat Ahok (Basuki) besar sekali, makanya dia tidak mau 'melawan' (Jokowi) meskipun konflik PDIP dan Gerindra sangat keras," kata Emrus, Sabtu (5/4/2014) di Jakarta.
Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menilai Basuki menyadari peluang tersebut sehingga dia kini tetap menjaga hubungan dengan Jokowi meskipun partainya, Gerindra, secara terang-terangan menyerang PDI Perjuangan.
"Kemungkinan besar posisi menteri didapat Ahok (Basuki) besar sekali, makanya dia tidak mau 'melawan' (Jokowi) meskipun konflik PDIP dan Gerindra sangat keras," kata Emrus, Sabtu (5/4/2014) di Jakarta.
Pengamanan Jokowi Sangat Ketat Karena Ancaman Kian Nyata
Tiap kali berkunjung untuk kampanye ke daerah, calon presiden yang
diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) selalu
mendapat pengamanan ekstra. Selain dikawal oleh sejumlah pengawal
pribadinya, Jokowi juga dijaga oleh personel dari kepolisian setempat. Peningkatan pengamanan ini sehubungan dengan informasi yang sangat akurat yang berasal dari informasi intelejen yang disampaikan pada sidang kabinet presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) minggu lalu.
Pengamat: Blusukan Jokowi Bisa Dongkrak Suara PDIP
Pengamat politik Universitas Jember Drs Joko Susilo MSi menilai gaya
"blusukan" yang dilakukan Joko Widodo (Jokowi) di beberapa daerah
mampu mendongkrak perolehan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) pada Pemilu Legislatif 9 April 2014.
"Siapa yang tidak kenal dengan sosok mantan Wali Kota Solo itu yang bekerja dengan cara blusukan dan hal itu menjadi magnet Jokowi untuk menarik simpati massa jelang pemungutan suara Pemilu Legislatif 2014," kata Joko di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/4/2014).
"Siapa yang tidak kenal dengan sosok mantan Wali Kota Solo itu yang bekerja dengan cara blusukan dan hal itu menjadi magnet Jokowi untuk menarik simpati massa jelang pemungutan suara Pemilu Legislatif 2014," kata Joko di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/4/2014).
Mengapa Jokowi 'Serang' Jawa Timur dan Papua?
Empat hari jelang pemilihan umum legislatif, calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi), optimistis partainya akan meraih kemenangan besar. Menurut Jokowi, PDIP akan meraih kemenangan tidak hanya di Pulau Jawa tapi juga pulau-pulau lain seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
"Lihat saja nanti, kami akan menang tebal. Tapi saya ingatkan kader partai tetap harus bekerja keras. Jangan seolah-olah sudah menang," kata Jokowi di Jayapura, Sabtu (5/4/2014).
"Lihat saja nanti, kami akan menang tebal. Tapi saya ingatkan kader partai tetap harus bekerja keras. Jangan seolah-olah sudah menang," kata Jokowi di Jayapura, Sabtu (5/4/2014).
Promo: Jokowi-JK Dinilai Pantas Pimpin Indonesia
Sosok Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), dinilai pantas mendampingi Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2014. Bukan tanpa alasan. Kiprah JK dinilai gemilang saat menjadi Wapres RI pada periode 2004 hingga 2009.
“JK selalu hadir di setiap momemtum anak bangsa sedang berduka, ketika Indonesia dilanda bencana alam seperti gunung meletus, banjir, tanah longsor, JK selalu hadir lebih awal dan mendukung para korban,” kata Koordinator Nasional Sahabat J&J (Jokowi-Jusuf Kalla), Eri Moch Roffi , dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (5/4/2014).
“JK selalu hadir di setiap momemtum anak bangsa sedang berduka, ketika Indonesia dilanda bencana alam seperti gunung meletus, banjir, tanah longsor, JK selalu hadir lebih awal dan mendukung para korban,” kata Koordinator Nasional Sahabat J&J (Jokowi-Jusuf Kalla), Eri Moch Roffi , dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (5/4/2014).
PDIP: SMS dari JKW4P Tak Potong Pulsa
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membenarkan broadcast SMS yang berisi “Coblos PDI Perjuangan, Jokowi Presiden” dilakukan pihaknya.
Menurut Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto, pesan digital tersebut merupakan bagian dari kampanye inovatif yang dilakukan oleh partai.
"Ini untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan PDI Perjuangan membangun komunikasi langsung dengan para pengguna telepon seluler dalam segmen umur tertentu di beberapa kota di Indonesia," kata Hasto, Sabtu (5/4/2014).
Menurut Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto, pesan digital tersebut merupakan bagian dari kampanye inovatif yang dilakukan oleh partai.
"Ini untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan PDI Perjuangan membangun komunikasi langsung dengan para pengguna telepon seluler dalam segmen umur tertentu di beberapa kota di Indonesia," kata Hasto, Sabtu (5/4/2014).
Projo: PDIP Yes Jokowi Yes
Kader dan Simpatisan PDIP Pro Jokowi (Projo) mengimbau
masyarakat tidak terpengaruh dengan isu PDIP "No Jokowi Yes" yang
beredar belakangan ini.
"Saat ini beredar isu pemisahan antara Jokowi dan PDIP, padahal dalam faktanya di negara maju manapun partai dan capres adalah satu kesatuan," ujar Kordinator Nasional PDIP Projo Budi Arie Setiadi di Jakarta, Sabtu (5/4/2014).
"Saat ini beredar isu pemisahan antara Jokowi dan PDIP, padahal dalam faktanya di negara maju manapun partai dan capres adalah satu kesatuan," ujar Kordinator Nasional PDIP Projo Budi Arie Setiadi di Jakarta, Sabtu (5/4/2014).
Persoalan Papua Menurut Jokowi
Calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) Joko Widodo menyatakan, Papua sangat penting bagi Indonesia.
Karena itulah dia memasukkan Papua dalam agenda kampanye PDIP jelang
pemilu legislatif tahun ini.
Jokowi kemudian mengatakan, ada tiga persoalan utama yang ada di Bumi Cenderawasih ini, yaitu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Dua poin pertama, kata dia, adalah kebutuhan dasar manusia yang saling berhubungan.
Jokowi kemudian mengatakan, ada tiga persoalan utama yang ada di Bumi Cenderawasih ini, yaitu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Dua poin pertama, kata dia, adalah kebutuhan dasar manusia yang saling berhubungan.
4 Pesan Tokoh Agama Papua Jika Jokowi Jadi Presiden
Kandidat Tunggal Calon Presiden PDIP, Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan 4 pesan penting dari tokoh lintas agama di Papua, terkait pencalonan dirinya sebagai presiden pada Pilpres 2014. Pesan itu diterimanya, usai melakukan doa bersama dengan sejumlah tokoh agama di Papua.
Doa bersama dengan tema 'Doa dari timur Nusantara' ini digelar di Kantor Sinode Gereja Kristen Injili di tanah Papua, Argapura, Kota Jayapura-Papua.
Doa bersama dengan tema 'Doa dari timur Nusantara' ini digelar di Kantor Sinode Gereja Kristen Injili di tanah Papua, Argapura, Kota Jayapura-Papua.
PDIP Tak Persoalkan Tentang Tudingan Prabowo bahwa "Jokowi Sakit"
Capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebut pemimpin DKI Jakarta sakit penipu. PDIP emoh menanggapi meski Gubernur DKI, Joko Widodo yang sudah didaulat sebagai capres berasal dari partainya.
Wakil Sekjen PDIP, Eriko Sotarduga mengatakan, PDIP beriktikad baik dengan mencalonkan Jokowi sebagai capres 2014. Hal ini berdasarkan permintaan rakyat dengan hasil survei-survei yang ada. Eriko pun memilih tidak mau mengomentari pernyataan Prabowo yang diucapkan saat berkampanye di Bandung.
Wakil Sekjen PDIP, Eriko Sotarduga mengatakan, PDIP beriktikad baik dengan mencalonkan Jokowi sebagai capres 2014. Hal ini berdasarkan permintaan rakyat dengan hasil survei-survei yang ada. Eriko pun memilih tidak mau mengomentari pernyataan Prabowo yang diucapkan saat berkampanye di Bandung.
Ada Insiden Lempar Batu Saat Jokowi Kampanye di Jayapura
Untuk pertama kalinya, capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) berkampanye di Papua. Saat berorasi, sempat terjadi aksi lempar batu di kerumunan simpatisan.
Hal ini terjadi ketika Jokowi akan memulai orasinya. Saat itu, simpatisan partai mulai merapat ke dekat panggung. Kebanyakan mendekat untuk melihat sosok Jokowi yang baru pertama kali datang ke Papua.
Entah bermula dari mana, tiba-tiba terjadi keributan dari massa yang berada di tengah lapangan.
Hal ini terjadi ketika Jokowi akan memulai orasinya. Saat itu, simpatisan partai mulai merapat ke dekat panggung. Kebanyakan mendekat untuk melihat sosok Jokowi yang baru pertama kali datang ke Papua.
Entah bermula dari mana, tiba-tiba terjadi keributan dari massa yang berada di tengah lapangan.
Anggap Dirinya "Sehat", Prabowo Sebut "Jokowi Sakit"
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dikenal sebagai individu yang ceplas-ceplos. Ia tak sungkan memuji, tak takut juga menyudutkan seseorang di hadapan orang banyak.
Di Bandung dalam acara silaturahmi Forum Rembug Jawa Barat, Prabowo memuji Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) tapi menyebut pemimpin DKI Jakarta di bawah komando Joko Widodo (Jokowi) sakit.
"Ridwan Kamil kita lihat, sekarang kita titip Bandung. Ridwan jadilah pemimpin benar dan bersih. Kalau mau jadi kaya raya jadilah pengusaha, jangan jadi pelayan rakyat," tutur Prabowo di Hotel Panghegar Bandung, Sabtu (5/4/2014).
Di Bandung dalam acara silaturahmi Forum Rembug Jawa Barat, Prabowo memuji Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) tapi menyebut pemimpin DKI Jakarta di bawah komando Joko Widodo (Jokowi) sakit.
"Ridwan Kamil kita lihat, sekarang kita titip Bandung. Ridwan jadilah pemimpin benar dan bersih. Kalau mau jadi kaya raya jadilah pengusaha, jangan jadi pelayan rakyat," tutur Prabowo di Hotel Panghegar Bandung, Sabtu (5/4/2014).
Seknas Jokowi Sebut Kampanye ke Papua sebagai Blusukan Budaya
Juru kampanye PDI Perjuangan, Joko Widodo menutup kampanye di tanah
Papua sebelum masa tenang Pileg 9 April mendatang. Sekretariat Nasional
(Seknas) Jokowi menyebutkan, kampanye Jokowi sebagai blusukan budaya.
"Kehadiran Jokowi ke Papua adalah pesan bahwa ke depan pembangunan bangsa hendaknya berpijak pada kebhinekaan, prinsip keadilan untuk semua, dan dengan demikian sejauh mungkin menghindari kesenjangan antar daerah," ujar Presidium Seknas Jokowi, Dadang Juliantara dalam keterangannya, Sabtu (5/3/2014).
"Kehadiran Jokowi ke Papua adalah pesan bahwa ke depan pembangunan bangsa hendaknya berpijak pada kebhinekaan, prinsip keadilan untuk semua, dan dengan demikian sejauh mungkin menghindari kesenjangan antar daerah," ujar Presidium Seknas Jokowi, Dadang Juliantara dalam keterangannya, Sabtu (5/3/2014).
PPP Siap Dukung Jokowi Sebagai Capres
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan kesiapannya berkoalisi partai mana pun termasuk dengan PDI Perjuangan untuk mengusung calon presiden dan wakil presiden periode 2014-2019.
"Kita jalin silaturahim politik dengan berbagai partai termasuk dengan PDIP," kata Wakil Sekjen DPP PPP Sigit Hariyanto dalam kampanye putaran terakhir PPP di Lapangan Mahakam Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2014).
"Kita jalin silaturahim politik dengan berbagai partai termasuk dengan PDIP," kata Wakil Sekjen DPP PPP Sigit Hariyanto dalam kampanye putaran terakhir PPP di Lapangan Mahakam Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2014).
Dari Papua ke Jawa Barat
Sabtu (5/3/2014) yang jatuh pada hari ini adalah hari terakhir kampanye
dalam rangkaian pemilihan legislatif 9 April nanti. Tak ingin menyiakan
waktu lebih banyak, Jokowi yang baru saja berkampanye di Jayapura
melanjutkan perjalanan ke Jawa Barat.
Mega: Dengan Uang dan Alat Kekuasaan, Dia Bisa Jadi Presiden
Ketua Umum PDI, Megawati Sokeranoputri menjelaskan bahwa ia menunjuk
Jokowi sebagai calon presiden 2014, sebab melihat fenomena rakyat
Indonesia yang mengingankan kehadiran pemimpin.
"Saya melihat Fonemena, bahwa rakyat Indonesia menginginkan pemimpin di Indonesia," ujarnya di depan puluhan ribu massa yang memenuhi Stadion Trikoyo, Klaten Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2014)
Presiden RI ke lima menegaskan, sangat mudah untuk menjadi presiden dengan kekuatan uang dan kekuasaan. Namun tidak demikian untuk menjadi pemimpin.
"Saya melihat Fonemena, bahwa rakyat Indonesia menginginkan pemimpin di Indonesia," ujarnya di depan puluhan ribu massa yang memenuhi Stadion Trikoyo, Klaten Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2014)
Presiden RI ke lima menegaskan, sangat mudah untuk menjadi presiden dengan kekuatan uang dan kekuasaan. Namun tidak demikian untuk menjadi pemimpin.
Ganjar Resmikan Posko Pemenangan Jokowi
Di hari terakhir masa kampanye, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar kampanye terbuka di Kota Magelang, Sabtu (5/4/2014). Turun sebagai juru kampanye (jurkam) Ganjar Pranowo, kader partai yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.
Ratusan simpatisan turun ke jalan berkampanye keliling Kota Magelang. Panggung utama sendiri di halaman Magelang Theater (MT), tapi para simpatisan berkonvoi dengan menggunakan sepeda motor yang sempat membuat jalanan kota macet.
Ratusan simpatisan turun ke jalan berkampanye keliling Kota Magelang. Panggung utama sendiri di halaman Magelang Theater (MT), tapi para simpatisan berkonvoi dengan menggunakan sepeda motor yang sempat membuat jalanan kota macet.
Ini Alasan Kenapa Mega Jual Gas Ke Tiongkok Yang Saat Ini Dinilai Terlalu Murah
Seringnya penjualan gas ke Tiongkok yang menurut harga hari ini dinilai terlalu murah, dipakai lawan politik untuk menggebuk Joko Widodo (Jokowi), mendapat komentar dari Ekonom dari Megawati Institute, Iman Sugema. Imam menilai Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri tidak bisa disalahkan karena menjual gas dengan harga murah ke pihak Tiongkok. Menurutnya, Mega telah membuat keputusan yang tepat sesuai dengan kondisi perekonomian kala itu.
Kampanye di Papua, Jokowi Curhat
Calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo melakukan kampanye terbuka di Jayapura, Papua, Sabtu (5/4). Di hadapan ratusan pendukung PDIP di Jayapura, Jokowi kembali curhat tak memiliki waktu tidur cukup lantaran sibuk kampanye sejak tiga pekan terakhir.
"Saya pagi, siang, malam tidak pernah tidur. Kemarin saya dari Jawa Barat ke Banten, kemudian ke Jawa Barat lagi, lalu ke Jawa Timur. Sekarang saya di sini (Papua). Habis dari sini terbang lagi ke Jawa Barat. Tidur saya kapan," ujar Jokowi.
"Saya pagi, siang, malam tidak pernah tidur. Kemarin saya dari Jawa Barat ke Banten, kemudian ke Jawa Barat lagi, lalu ke Jawa Timur. Sekarang saya di sini (Papua). Habis dari sini terbang lagi ke Jawa Barat. Tidur saya kapan," ujar Jokowi.
Langganan:
Postingan (Atom)
























