Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), mengadakan makan siang bersama warga bantaran Waduk Pluit di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2013). Pada jamuan makan siang tersebut, yang dilakukan secara tertutup, ternyata Jokowi membicarakan masalah relokasi warga sekitar Waduk Pluit.
Dari hasil pembicaraan tersebut, Jokowi memastikan bahwa semua warga sekitar waduk Pluit bersedia dipindahkan ke rumah susun yang sudah disediakan oleh pemerintah.
"Semuanya tidak ada masalah, semua warga sudah siap pindah. Namun rusunnya harus siap terlebih dahulu," ujar Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Kata Jokowi, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang berusaha untuk mempercepat pembangunan rumah susun untuk menampung warga Waduk Pluit itu. Diantaranya di Muara Baru, Jakarta Utara, di Marunda, Jakarta Utara, di Daan Mogot, Jakarta Barat dan di Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara.
"Targetnya kira-kira 6-7 bulan warga Waduk Pluit sudah pindah semua. Nanti yang di Muara Baru ground breaking lagi," ujar Jokowi.
Jokowi menjelaskan, untuk pembangunan rumah susun di Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara sendiri. Saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Kata dia, di Luar Batang itu akan dibangun rusun di atas tanah seluas 6,3 hektar.
"Di Luar Batang baru pembebasan tanah, belum rampung semuanya. Pokoknya kewajiban-kewajiban kami membangun rusun harus dibayar semua," ucap Jokowi.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Selasa, 25 Juni 2013
Jokowi: Harga Tiket TransJ Jadi Rp 5.000,-
Rencana kenaikan tarif rupanya tak hanya terjadi bagi angkutan umum biasa. Sebab, kenaikan tarif juga akan terjadi pada Bus Transjakarta yang semula Rp 3.500 menjadi Rp 5.000.
Namun, kenaikan tarif Bus Transjakarta tersebut masih harus menunggu persetujuan dari DPRD DKI Jakarta.
"Untuk tarif bus Transjakarta menjadi Rp 5.000," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) usai mengikuti rapat kenaikan tarif antara Dinas Perhubungan, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Organda DKI Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, (25/6/2013).
Jokowi mengatakan, kenaikan tarif tersebut dipengaruhi oleh naiknya berbagai komponen-komponen lainnya diluar penggunaan bahan bakar.
"Ya memang Transjakarta itu pakai gas, tapi kan komponen-komponennya itu banyak sekali, bergerak semua, ban, servis besar, servis kecil, cuci bus, pemeliharaan bodi, suku cadang, biaya pegawai, semuanya kan naik," ujarnya.
Menurutnya, keputusan menaikkan tarif Bus Transjakarta merupakan hasil kesepakatan antara Dinas Perhubungan, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Organda DKI Jakarta dalam rapat yang dilakukan sore ini.
"Itu adalah hasil dari pertemuan bersama. Organda berikan angka usulannya berapa, kemudian DTKJ, Dishub, setelah ketemu, kemudian hasil rapatnya seperti yang tadi saya utarakan," jelasnya.
Jokowi mengaku akan segera menyerahkan hasil kesepakatan kenaikan tarif tersebut ke DPRD untuk disetujui. "Ini besok pagi kita serahkan ke DPRD, bila telah disetujui, langsung akan kita akan putuskan tarif tersebut," katanya.
Sumber :
detik.com
Versi merdeka.com : "Jokowi: Tarif Bus Transjakarta akan naik menjadi Rp 5.000,-"
Versi kompas.com : "Jokowi: Angkot Rp 3.000, Transjakarta Rp 5.000"
Namun, kenaikan tarif Bus Transjakarta tersebut masih harus menunggu persetujuan dari DPRD DKI Jakarta.
"Untuk tarif bus Transjakarta menjadi Rp 5.000," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) usai mengikuti rapat kenaikan tarif antara Dinas Perhubungan, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Organda DKI Jakarta, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, (25/6/2013).
Jokowi mengatakan, kenaikan tarif tersebut dipengaruhi oleh naiknya berbagai komponen-komponen lainnya diluar penggunaan bahan bakar.
"Ya memang Transjakarta itu pakai gas, tapi kan komponen-komponennya itu banyak sekali, bergerak semua, ban, servis besar, servis kecil, cuci bus, pemeliharaan bodi, suku cadang, biaya pegawai, semuanya kan naik," ujarnya.
Menurutnya, keputusan menaikkan tarif Bus Transjakarta merupakan hasil kesepakatan antara Dinas Perhubungan, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Organda DKI Jakarta dalam rapat yang dilakukan sore ini.
"Itu adalah hasil dari pertemuan bersama. Organda berikan angka usulannya berapa, kemudian DTKJ, Dishub, setelah ketemu, kemudian hasil rapatnya seperti yang tadi saya utarakan," jelasnya.
Jokowi mengaku akan segera menyerahkan hasil kesepakatan kenaikan tarif tersebut ke DPRD untuk disetujui. "Ini besok pagi kita serahkan ke DPRD, bila telah disetujui, langsung akan kita akan putuskan tarif tersebut," katanya.
Sumber :
detik.com
Versi merdeka.com : "Jokowi: Tarif Bus Transjakarta akan naik menjadi Rp 5.000,-"
Versi kompas.com : "Jokowi: Angkot Rp 3.000, Transjakarta Rp 5.000"
Jokowi: Bu Dokter Serius Gak Sih Daftar Jadi Camat?
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menggelar acara dengar pendapat (public hearing) untuk seleksi dan promosi terbuka lurah dan camat yang lolos tahap manajerial. Salah satu peserta yang hadir adalah Kepala Puskesmas Grogol, Jakarta Barat, Dr Novita.
Di acara tersebut, perempuan yang mendaftarkan diri menjadi camat itu dipanggil untuk maju ke depan Jokowi. Dia lantas mendapat sejumlah pertanyaan dari Jokowi.
"Bu dokter, serius nggak sih? Kenapa kok pengen jadi camat?, jawab dengan jujur," tanya Jokowi saat public hearing di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta, Selasa (25/6).
Novita kemudian bercerita jika di lingkungan Puskesmas yang dipimpinnya manajemen pelayanan publik telah berjalan dengan baik. Pihaknya mendapatkan ISO dan tingkat kedisiplinan anak buahnya di Puskesmas terbilang bagus absensinya.
"Saya ingin tingkatkan karier, tingkatkan pelayanan Puskesmas. Disiplin pegawai perlu, karena pas kerja itu nilai tambah, seperti yang sudah saya lakukan di Puskesmas. Saya pakai retina mata untuk absensi. Ternyata, ketahuan siapa yang telat," ujar Novita.
"Kalau Puskesmas saya saja dapat ISO, mengapa di kelurahan dan camat tidak bisa? Saya akan berjuang dan ikut mendaftar sebagai camat," sambungnya.
Mendengar jawaban tersebut, Jokowi lantas menanyakan kepada para undangan, apakah selama ini sudah ada camat atau lurah yang berangkat dari kalangan dokter. Para undangan lantas menjawab secara serentak belum ada dan kebanyakan dari lulusan IPDN.
"Sekarang ada camat dari dokter gak, lurah dari dokter gak? Mungkin tahun ini ada," kata Jokowi disambut tepuk tangan.
Sumber :
merdeka.com
Di acara tersebut, perempuan yang mendaftarkan diri menjadi camat itu dipanggil untuk maju ke depan Jokowi. Dia lantas mendapat sejumlah pertanyaan dari Jokowi.
"Bu dokter, serius nggak sih? Kenapa kok pengen jadi camat?, jawab dengan jujur," tanya Jokowi saat public hearing di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta, Selasa (25/6).
Novita kemudian bercerita jika di lingkungan Puskesmas yang dipimpinnya manajemen pelayanan publik telah berjalan dengan baik. Pihaknya mendapatkan ISO dan tingkat kedisiplinan anak buahnya di Puskesmas terbilang bagus absensinya.
"Saya ingin tingkatkan karier, tingkatkan pelayanan Puskesmas. Disiplin pegawai perlu, karena pas kerja itu nilai tambah, seperti yang sudah saya lakukan di Puskesmas. Saya pakai retina mata untuk absensi. Ternyata, ketahuan siapa yang telat," ujar Novita.
"Kalau Puskesmas saya saja dapat ISO, mengapa di kelurahan dan camat tidak bisa? Saya akan berjuang dan ikut mendaftar sebagai camat," sambungnya.
Mendengar jawaban tersebut, Jokowi lantas menanyakan kepada para undangan, apakah selama ini sudah ada camat atau lurah yang berangkat dari kalangan dokter. Para undangan lantas menjawab secara serentak belum ada dan kebanyakan dari lulusan IPDN.
"Sekarang ada camat dari dokter gak, lurah dari dokter gak? Mungkin tahun ini ada," kata Jokowi disambut tepuk tangan.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi: Camat Tambora Pantas Jadi Walikota
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menggelar acara dengar pendapat (public hearing) untuk seleksi dan promosi terbuka lurah dan camat yang lolos tahap manajerial. Namun, uji publik ini tidak mempengaruhi gugurnya calon, tetapi menentukan di mana akan ditempatkan.
Salah satu yang dipanggil untuk maju ke depan Jokowi adalah Camat Tambora, Jakarta Barat. Jokowi turut serta memberikan pertanyaan kepada camat yang membawahi 11 kelurahan tersebut.
"Saya ikut ngetes, saya yang pertama. Urusan dengan KTP, IMB, izin-izin, akta dan lainnya, mestinya Pak Camat ini punya ukuran. Masyarakat sudah puas atau belum? Ukurannya apa?," tanya Jokowi di acara public hearing di Balai Agung, Jakarta, Selasa (26/5/2013).
Dengan tegas, Camat Tambora mengatakan kalau masyarakat di wilayahnya belum puas. "Belum ada parameter pelayanan publik dari Pemprov yang jelas," tegas Camat Tambora seraya disambut riuh tepuk tangan.
Mendengar jawaban tersebut, Jokowi lantas mengangguk-anggukan kepala. Jokowi lantas berkelakar bahwa Camat Tambora tersebut pantas menjadi wali kota.
"Kalau saya lihat, Pak Camat ini sudah bisa jadi wali kota. Sayangnya saya nggak ada walikota yang kosong," kata Jokowi disambut tepuk tangan.
Sumber :
merdeka.com
Versi detik : "Jokowi Tes Langsung 3 Calon Camat"
Salah satu yang dipanggil untuk maju ke depan Jokowi adalah Camat Tambora, Jakarta Barat. Jokowi turut serta memberikan pertanyaan kepada camat yang membawahi 11 kelurahan tersebut.
"Saya ikut ngetes, saya yang pertama. Urusan dengan KTP, IMB, izin-izin, akta dan lainnya, mestinya Pak Camat ini punya ukuran. Masyarakat sudah puas atau belum? Ukurannya apa?," tanya Jokowi di acara public hearing di Balai Agung, Jakarta, Selasa (26/5/2013).
Dengan tegas, Camat Tambora mengatakan kalau masyarakat di wilayahnya belum puas. "Belum ada parameter pelayanan publik dari Pemprov yang jelas," tegas Camat Tambora seraya disambut riuh tepuk tangan.
Mendengar jawaban tersebut, Jokowi lantas mengangguk-anggukan kepala. Jokowi lantas berkelakar bahwa Camat Tambora tersebut pantas menjadi wali kota.
"Kalau saya lihat, Pak Camat ini sudah bisa jadi wali kota. Sayangnya saya nggak ada walikota yang kosong," kata Jokowi disambut tepuk tangan.
Sumber :
merdeka.com
Versi detik : "Jokowi Tes Langsung 3 Calon Camat"
Jokowi Berharap Lelang Camat dan Lurah Jadi Contoh di Indonesia
Hari ini hasil seleksi tahap I dan II lelang jabatan camat dan lurah DKI
Jakarta. Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan seleksi ini jadi contoh
manajemen ideal birokrasi di Indonesia.
"Semoga ini berhasil, jadi model manajemen ideal bisa seperti di Jakarta," kata Jokowi sesaat sebelum jamuannya dimulai di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2013)
Hal ini disampaikan Jokowi dalam public hearing hasil seleksi terbuka camat dan lurah Pemprov DKI Jakarta Tahun 2013. Dalam acara ini turut hadir tim assessment centre serta calon camat dan lurah yang mengikuti seleksi tersebut.
"Manajemen perubahan ini dimulai dengan lurah camat kita ingin mencari model ideal. Paling tidak kita sebagai ibukota, Jakarta bisa menularkan yang baik ke daerah-daerah lain," lanjut
Dalam paparannya, kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI, I Made Karmayoga memaparkan, dari dari 282 kandidat hanya 5 orang atau sekitar 11,72% kandidat camat yang memiliki kompetensi layak menjadi camat. Sedangkan yang tidak memiliki kompetensi sebesar 169 orang atau 59,93%.
"Sedangkan hanya 3 orang dari camat definitif yang masuk kategori sangat memenuhi syarat sebagai camat," terang Made.
Hingga pukul 15.30 WIB acara public hearing masih berlangsung.
Sumber :
detik.com
"Semoga ini berhasil, jadi model manajemen ideal bisa seperti di Jakarta," kata Jokowi sesaat sebelum jamuannya dimulai di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2013)
Hal ini disampaikan Jokowi dalam public hearing hasil seleksi terbuka camat dan lurah Pemprov DKI Jakarta Tahun 2013. Dalam acara ini turut hadir tim assessment centre serta calon camat dan lurah yang mengikuti seleksi tersebut.
"Manajemen perubahan ini dimulai dengan lurah camat kita ingin mencari model ideal. Paling tidak kita sebagai ibukota, Jakarta bisa menularkan yang baik ke daerah-daerah lain," lanjut
Dalam paparannya, kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI, I Made Karmayoga memaparkan, dari dari 282 kandidat hanya 5 orang atau sekitar 11,72% kandidat camat yang memiliki kompetensi layak menjadi camat. Sedangkan yang tidak memiliki kompetensi sebesar 169 orang atau 59,93%.
"Sedangkan hanya 3 orang dari camat definitif yang masuk kategori sangat memenuhi syarat sebagai camat," terang Made.
Hingga pukul 15.30 WIB acara public hearing masih berlangsung.
Sumber :
detik.com
Mau Investasi di Jakarta, Pengusaha Amerika Mulai Dekati Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) didatangi oleh para pengusaha
besar asal Amerika Serikat siang tadi. Para chief executive officer
(CEO) ini berniat investasi di Jakarta dalam bidang properti dan jasa.
"Ya intinya, ini Dubes serta para CEO Amerika datang ingin tahu info tentang Jakarta. Investasi-investasi apa saja yang bisa dimasuki, terutama yang berkaitan dengan properti, dengan IT, dan dengan usaha-usaha jasa yang ada di sini," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Selasa (25/6/2013).
Jokowi tadi menerangkan langkah Pemprov DKI untuk meningkatkan pelayanan publik. Misalnya MRT, monorel dan proyek lain.
"Mereka jadi punya bayangan prospek Jakarta ke depan ini sangat bagus. Dan mereka tadi sudah kita terangkan, bahwa mereka ini sangat yakin bahwa kita memang mempunyai prospek ekonomi ke depan yang sangat baik. Itu saja," jelas Jokowi.
Jokowi mengakui investasi di bidang properti masih terbuka lebar Namun, Pemprov akan menata agar lokasinya tak hanya di pusat kota, tetapi bisa merata.
Jokowi menegaskan, walau AS yang berinvestasi. Tetap pengendalian dipegang oleh Pemprov DKI dan pemerintah. Aturan itu harus dipegang, tak bisa seenaknya.
"Itu saja yang paling penting," kata Jokowi.
Sumber :
detik.com
Versi merdeka.com : "Kagumi Jokowi, pengusaha AS makin yakin investasi di Jakarta"
"Ya intinya, ini Dubes serta para CEO Amerika datang ingin tahu info tentang Jakarta. Investasi-investasi apa saja yang bisa dimasuki, terutama yang berkaitan dengan properti, dengan IT, dan dengan usaha-usaha jasa yang ada di sini," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Selasa (25/6/2013).
Jokowi tadi menerangkan langkah Pemprov DKI untuk meningkatkan pelayanan publik. Misalnya MRT, monorel dan proyek lain.
"Mereka jadi punya bayangan prospek Jakarta ke depan ini sangat bagus. Dan mereka tadi sudah kita terangkan, bahwa mereka ini sangat yakin bahwa kita memang mempunyai prospek ekonomi ke depan yang sangat baik. Itu saja," jelas Jokowi.
Jokowi mengakui investasi di bidang properti masih terbuka lebar Namun, Pemprov akan menata agar lokasinya tak hanya di pusat kota, tetapi bisa merata.
Jokowi menegaskan, walau AS yang berinvestasi. Tetap pengendalian dipegang oleh Pemprov DKI dan pemerintah. Aturan itu harus dipegang, tak bisa seenaknya.
"Itu saja yang paling penting," kata Jokowi.
Sumber :
detik.com
Versi merdeka.com : "Kagumi Jokowi, pengusaha AS makin yakin investasi di Jakarta"
Lagi, Jokowi Jamu 18 Warga Waduk Pluit Makan Siang di Balai Kota
Pada acara penanaman pohon di sisi Waduk Pluit, Jokowi pernah mengundang
18 warga Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Hari ini Jokowi
memenuhi janjinya menjamu warga tersebut di Balai Kota. Jokowi ingin
mengeratkan silaturahmi warga dan pemerintah agar tidak ada bias
informasi pada masyarakat.
Salah satu ruang rapat Gubernur kembali disulap sebagai menjadi ruang makan. Dengan nuansa merah, Jokowi siang ini didampingi Camat Penjaringan, Rusdianto dan Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono menjamu warga yang khusus datang untuk makan siang bersama.
"Ke depan hubungan ini harus terus terjalin. Supaya tidak ada berita yang tidak benar yang masuk ke warga," kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sesaat sebelum jamuannya dimulai di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2013)
Jokowi ingin agar tidak ada bias informasi di tengah masyarakat mengenai relokasi warga ke rusun yang sedang disiapkan pemprov DKI. Warga tampak begitu mempersiapkan diri untuk jamuan tersebut. Terlihat para wanita yang hadir terlihat berdandan dengan memakai baju yang cerah. Begitupun para lelaki yang menggunakan kemeja rapi.
"Antara warga dan pemerintah tidak boleh terlihat ada gesekan. Sehingga kita bersama-sama bisa membangun Jakarta," lanjut Jokowi disambut anggukan warga.
Jokowi mengatakan pembangunan Jakarta saat ini dipusatkan pada pinggiran Jakarta. Ia pun meminta agar warga yang datang dapat membantu menyosialisasikan kepada warga Waduk Pluit lainnya bahwa rusun untuk mereka sedang disiapkan.
"Dan infokan tetangga-tetangga rusunnya sudah dikerjakan, November rusunnya jadi," lanjutnya.
Kesempatan ini juga tidak disia-siakan oleh warga. Salah satunya Tamrah. Warga Wadu Pluit ini menyampaikan aspirasinya.
"Yang terlantar di daerah Gamas sampai saat ini terlantar 50 orang. Namun sampai saat ini belum ada jawaban dari pemerintah setempat," kata Tamrah yang mengenakan kemeja berwarna hitam.
Aspirasi ini pun langsung dijawab Jokowi dengan meminta nama orang-orang tersebut. Sambil tetap mengingatkan prosedur yang harus dipenuhi.
"Iya, asal dengan catatan penduduk di situ asli dan tinggal di situ," jawab Jokowi.
Tamrah pun langsung terlihat bersemangat mendengar jawaban Gubenurnya tersebut.
Sayangnya, wartawan tidak diperbolehkan meliput jamuan tersebut. Saat para pelayan mulai menyajikan sup, para wartawan lalu dipersilahkan keluar ruangan.
Sumber :
detik.com
Versi merdeka.com : "Jokowi makan siang bareng perwakilan warga Waduk Pluit"
Salah satu ruang rapat Gubernur kembali disulap sebagai menjadi ruang makan. Dengan nuansa merah, Jokowi siang ini didampingi Camat Penjaringan, Rusdianto dan Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono menjamu warga yang khusus datang untuk makan siang bersama.
"Ke depan hubungan ini harus terus terjalin. Supaya tidak ada berita yang tidak benar yang masuk ke warga," kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sesaat sebelum jamuannya dimulai di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2013)
Jokowi ingin agar tidak ada bias informasi di tengah masyarakat mengenai relokasi warga ke rusun yang sedang disiapkan pemprov DKI. Warga tampak begitu mempersiapkan diri untuk jamuan tersebut. Terlihat para wanita yang hadir terlihat berdandan dengan memakai baju yang cerah. Begitupun para lelaki yang menggunakan kemeja rapi.
"Antara warga dan pemerintah tidak boleh terlihat ada gesekan. Sehingga kita bersama-sama bisa membangun Jakarta," lanjut Jokowi disambut anggukan warga.
Jokowi mengatakan pembangunan Jakarta saat ini dipusatkan pada pinggiran Jakarta. Ia pun meminta agar warga yang datang dapat membantu menyosialisasikan kepada warga Waduk Pluit lainnya bahwa rusun untuk mereka sedang disiapkan.
"Dan infokan tetangga-tetangga rusunnya sudah dikerjakan, November rusunnya jadi," lanjutnya.
Kesempatan ini juga tidak disia-siakan oleh warga. Salah satunya Tamrah. Warga Wadu Pluit ini menyampaikan aspirasinya.
"Yang terlantar di daerah Gamas sampai saat ini terlantar 50 orang. Namun sampai saat ini belum ada jawaban dari pemerintah setempat," kata Tamrah yang mengenakan kemeja berwarna hitam.
Aspirasi ini pun langsung dijawab Jokowi dengan meminta nama orang-orang tersebut. Sambil tetap mengingatkan prosedur yang harus dipenuhi.
"Iya, asal dengan catatan penduduk di situ asli dan tinggal di situ," jawab Jokowi.
Tamrah pun langsung terlihat bersemangat mendengar jawaban Gubenurnya tersebut.
Sayangnya, wartawan tidak diperbolehkan meliput jamuan tersebut. Saat para pelayan mulai menyajikan sup, para wartawan lalu dipersilahkan keluar ruangan.
Sumber :
detik.com
Versi merdeka.com : "Jokowi makan siang bareng perwakilan warga Waduk Pluit"
Jokowi: Tarif Angkot Mandeg
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) belum juga memutuskan besaran
kenaikan tarif angkutan umum Jakarta. Keterlambatan itu karena Organda
masih rapat pleno membahas kenaikan tarif.
"Tarif (angkot) sampai detik ini belum ketemu (mandeg)," kata Jokowi di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2013).
Jokowi menyatakan, rapat pleno Organda mengenai tarif angkot belum selesai juga. Jika sudah selesai, usulan tarif tersebut akan dibahas di Dinas Perhubungan DKI dan Dewan Transportasi Kota Jakarta.
"Kita ingin secepatnya," lanjut mantan Walikota Solo ini.
Jokowi juga menyesalkan adanya kenaikan tarif secara sepihak. Ia berjanji akan secepatnya mengeluarkan SK Gubernur jika sudah ada kesepakatan harga.
"Kalau (rapat) selesai malam, (SK Gubernur) besok dikeluarkan," lanjut Jokowi yang mengenakan jas hitam dan dasi merah ini.
Sebelumnya, Ketua Organda DKI Jakarta Sudirman mengatakan Organda mengusulkan menaikkan tarif angkot sebesar Rp 1.000 dan meminta subsidi pemerintah sebesar Rp 2.200/penumpang. Subsidi tersebut dilakukan untuk menutupi biaya operasional yang akan dikeluarkan para pemilik angkutan.
Sedang di lapangan, sopir kendaraan umum telah menaikkan tarif Rp 500 - Rp 1.000. Sementara, aparat Dishub melakukan razia terhadap angkutan umum yang menaikkan tarif secara ilegal di terminal Kampung Rambutan. Puluhan angkutan umum kena razia.
Versi detik.com : "Jokowi: Tarif Angkot Sampai Detik Ini Belum Ketemu"
Versi merdeka.com "Jokowi belum bertemu Organda, tarif angkutan belum bisa diputus"
"Tarif (angkot) sampai detik ini belum ketemu (mandeg)," kata Jokowi di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2013).
Jokowi menyatakan, rapat pleno Organda mengenai tarif angkot belum selesai juga. Jika sudah selesai, usulan tarif tersebut akan dibahas di Dinas Perhubungan DKI dan Dewan Transportasi Kota Jakarta.
"Kita ingin secepatnya," lanjut mantan Walikota Solo ini.
Jokowi juga menyesalkan adanya kenaikan tarif secara sepihak. Ia berjanji akan secepatnya mengeluarkan SK Gubernur jika sudah ada kesepakatan harga.
"Kalau (rapat) selesai malam, (SK Gubernur) besok dikeluarkan," lanjut Jokowi yang mengenakan jas hitam dan dasi merah ini.
Sebelumnya, Ketua Organda DKI Jakarta Sudirman mengatakan Organda mengusulkan menaikkan tarif angkot sebesar Rp 1.000 dan meminta subsidi pemerintah sebesar Rp 2.200/penumpang. Subsidi tersebut dilakukan untuk menutupi biaya operasional yang akan dikeluarkan para pemilik angkutan.
Sedang di lapangan, sopir kendaraan umum telah menaikkan tarif Rp 500 - Rp 1.000. Sementara, aparat Dishub melakukan razia terhadap angkutan umum yang menaikkan tarif secara ilegal di terminal Kampung Rambutan. Puluhan angkutan umum kena razia.
Versi detik.com : "Jokowi: Tarif Angkot Sampai Detik Ini Belum Ketemu"
Versi merdeka.com "Jokowi belum bertemu Organda, tarif angkutan belum bisa diputus"
Besok Jokowi Tentukan Nasib Proyek Monorail
Kelanjutan proyek pembangunan monorail akan diumumkan besok oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Pengumuman tersebut akan menentukan nasib dari transportasi massal berbasis rail itu.
"Monorail besok mungkin diumumkan, besok siang," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Selasa (25/6).
Pengumuman tersebut akan dilakukan di Monas pukul 12.00 WIB. "Ya besok diumumkan dilanjutkan atau tidak dilanjutkan, tempat di sana nah Monas jam 12.00 WIB," terangnya.
Untuk diketahui, Sabtu (22/6) lalu Jokowi bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan sempat mengunjungi pameran monorail yang digarap pemerintah pusat. Untuk DKI, rencananya proyek monorail akan dikerjakan PT Jakarta Monorail (JM).
Seperti diberitakan sebelumnya, ada dua jalurnya pembangunan monorail yakni Jalur Hijau (green line) yang merupakan jalur berputar sepanjang 14,275 km dengan 16 stasiun mulai dari Komdak - Kusuma Candra - BEJ - Stadion Utama - Plaza Senayan - TVRI - Taman Ria Senayan - Gedung MPR/DPR - Pejompongan - Karet - Sudirman - Setiabudi Utara - Kuningan Sentral - Taman Rasuna - Casablanca - Grand Melia - Satria Mandala. Awalnya, Green line ditargetkan selesai pada tahun 2007.
Jalur lainnya adalah Jalur Biru (blue line) yang merupakan jalur memanjang sepanjang 9,725 km dengan 11 stasiun mulai dari Kampung Melayu - Tebet - Dr Sahardjo - Menteng Dalam - Casablanca - Ambassador - Dharmala Sakti - Menara Batavia - Karet - Kebon Kacang - Tanah Abang - Cideng - Roxy yang seharusnya selesai dibangun akhir 2008.
Sumber :
merdeka.com
Versi detik.com : "Rabu, Jokowi Umumkan Nasib Monorel di Monas"
Versi kompas.com : "Jokowi: Monorel Jadi atau Tidak, Diputuskan Besok"
Versi viva.co.id : "Jokowi Putuskan Kelanjutan Proyek Monorel Besok"
"Monorail besok mungkin diumumkan, besok siang," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Selasa (25/6).
Pengumuman tersebut akan dilakukan di Monas pukul 12.00 WIB. "Ya besok diumumkan dilanjutkan atau tidak dilanjutkan, tempat di sana nah Monas jam 12.00 WIB," terangnya.
Untuk diketahui, Sabtu (22/6) lalu Jokowi bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan sempat mengunjungi pameran monorail yang digarap pemerintah pusat. Untuk DKI, rencananya proyek monorail akan dikerjakan PT Jakarta Monorail (JM).
Seperti diberitakan sebelumnya, ada dua jalurnya pembangunan monorail yakni Jalur Hijau (green line) yang merupakan jalur berputar sepanjang 14,275 km dengan 16 stasiun mulai dari Komdak - Kusuma Candra - BEJ - Stadion Utama - Plaza Senayan - TVRI - Taman Ria Senayan - Gedung MPR/DPR - Pejompongan - Karet - Sudirman - Setiabudi Utara - Kuningan Sentral - Taman Rasuna - Casablanca - Grand Melia - Satria Mandala. Awalnya, Green line ditargetkan selesai pada tahun 2007.
Jalur lainnya adalah Jalur Biru (blue line) yang merupakan jalur memanjang sepanjang 9,725 km dengan 11 stasiun mulai dari Kampung Melayu - Tebet - Dr Sahardjo - Menteng Dalam - Casablanca - Ambassador - Dharmala Sakti - Menara Batavia - Karet - Kebon Kacang - Tanah Abang - Cideng - Roxy yang seharusnya selesai dibangun akhir 2008.
Sumber :
merdeka.com
Versi detik.com : "Rabu, Jokowi Umumkan Nasib Monorel di Monas"
Versi kompas.com : "Jokowi: Monorel Jadi atau Tidak, Diputuskan Besok"
Versi viva.co.id : "Jokowi Putuskan Kelanjutan Proyek Monorel Besok"
Lembaga Kebudayaan Betawi kritik Jokowi gelar PRJ di Monas
Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Tatang Hidayat meminta Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak mengorbankan event Jakarta Fair di
Kemayoran, jika membuat pesta rakyat seperti Pekan Raya Jakarta di
Monas. Menurut Tatang, PRJ Kemayoran sudah menjadi ikon Jakarta dan
Indonesia.
"Jujur Jakarta Fair di Kemayoran sudah menjadi kebanggaan warga Jakarta di bidang pameran," ujar Tatang di Balai Kota, Jakarta, Selasa (25/6/2013).
Tatang mengaku senang dengan PRJ di Monas kemarin. Meski diakui acara tersebut mendatangkan masalah baru berupa sampah, namun Tatang menyambut positif.
"Dengan dibuat pameran di Monas kemarin, terus-terang saya merasa sayang, merasa prihatin juga, karena Monas jadi acak-acakan seperti itu. Monas ini ikon Indonesia, jadi jangan dirusak juga," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar Jokowi membuat pesta rakyat jangan di Monas. Tetapi tersebar di lima wilayah DKI Jakarta, termasuk di Kepulauan Seribu.
"Kalau Jokowi benar-benar mau serius memberi hiburan kepada masyarakat Jakarta, maka bikin saja pesta rakyat di lima wilayah Jakarta, termasuk Pulau Seribu. Silakan dibikin, orang dia punya kewenangan kok, enggak usah kebanyakan berpolemik, kerjakan saja," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
"Jujur Jakarta Fair di Kemayoran sudah menjadi kebanggaan warga Jakarta di bidang pameran," ujar Tatang di Balai Kota, Jakarta, Selasa (25/6/2013).
Tatang mengaku senang dengan PRJ di Monas kemarin. Meski diakui acara tersebut mendatangkan masalah baru berupa sampah, namun Tatang menyambut positif.
"Dengan dibuat pameran di Monas kemarin, terus-terang saya merasa sayang, merasa prihatin juga, karena Monas jadi acak-acakan seperti itu. Monas ini ikon Indonesia, jadi jangan dirusak juga," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar Jokowi membuat pesta rakyat jangan di Monas. Tetapi tersebar di lima wilayah DKI Jakarta, termasuk di Kepulauan Seribu.
"Kalau Jokowi benar-benar mau serius memberi hiburan kepada masyarakat Jakarta, maka bikin saja pesta rakyat di lima wilayah Jakarta, termasuk Pulau Seribu. Silakan dibikin, orang dia punya kewenangan kok, enggak usah kebanyakan berpolemik, kerjakan saja," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
Hibah PPD Masih Tunggu Keputusan Jokowi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengambil alih Pengangkutan
Penumpang Djakarta (PPD) dari pemerintah pusat dalam hal ini Badan Usaha
Milik Negara (BUMN). Tapi sampai saat ini wacana tersebut belum
terealisasi.
Menurut Direktur Utama PPD, Parlindungan Situmorang, pihaknya masih menunggu surat keputusan dari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang berisi tentang hibah murni dari BUMN ke Pemprov DKI.
"Jadi kami menunggu surat gubernur untuk membuat surat lagi yang isinya hibah murni. Karena kalau mengambil alih itu sama saja akuisisi sehingga akan ada kompensasi yang diberikan, bisa berupa uang atau barang," ujar Parlindungan saat dihubungi, Selasa (25/6/2013).
Parlindungan menuturkan, pada rapat terakhir antara BUMN, Kementerian Keuangan dan PPD pada awal bulan Juni 2013 lalu, dibahas soal mengubah rencana pengambil alihan menjadi hibah murni.
"Kalau hibah murni, Pemprov harus membayar kewajiban-kewajiban PPD. Jumlahnya Rp100 miliar lebih. Terdiri dari utang rekening dana investasi, utang pajak, utang dagang atau bisnis," ucapnya.
Parlindungan menargetkan rencana hibah murni dari BUMN ke Pemprov DKI diselesaikan akhir tahun ini. Meski demikian, kata dia, masih banyak persetujuan-persetujuan yang harus disahkan oleh beberapa instansi.
"Hibah murni itu akhir tahun ini paling cepat. Ini butuh waktu agak lama karena berdasarkan Peraturan Pemerintah No 6 tahun 2006 harus ada persetujuan dari instansi-instansi," kata dia.
Parlindungan menambahkan, untuk saat ini aset yang dimiliki oleh PPD adalah armada sekitar 300 - 350 bus, delapan depo, lahan kosong di Ciracas seluas 5 hektare, satu vila di Mega Mendung dan dua rumah dinas bekas karyawan di Depok.
Sumber :
viva.co.id
Menurut Direktur Utama PPD, Parlindungan Situmorang, pihaknya masih menunggu surat keputusan dari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang berisi tentang hibah murni dari BUMN ke Pemprov DKI.
"Jadi kami menunggu surat gubernur untuk membuat surat lagi yang isinya hibah murni. Karena kalau mengambil alih itu sama saja akuisisi sehingga akan ada kompensasi yang diberikan, bisa berupa uang atau barang," ujar Parlindungan saat dihubungi, Selasa (25/6/2013).
Parlindungan menuturkan, pada rapat terakhir antara BUMN, Kementerian Keuangan dan PPD pada awal bulan Juni 2013 lalu, dibahas soal mengubah rencana pengambil alihan menjadi hibah murni.
"Kalau hibah murni, Pemprov harus membayar kewajiban-kewajiban PPD. Jumlahnya Rp100 miliar lebih. Terdiri dari utang rekening dana investasi, utang pajak, utang dagang atau bisnis," ucapnya.
Parlindungan menargetkan rencana hibah murni dari BUMN ke Pemprov DKI diselesaikan akhir tahun ini. Meski demikian, kata dia, masih banyak persetujuan-persetujuan yang harus disahkan oleh beberapa instansi.
"Hibah murni itu akhir tahun ini paling cepat. Ini butuh waktu agak lama karena berdasarkan Peraturan Pemerintah No 6 tahun 2006 harus ada persetujuan dari instansi-instansi," kata dia.
Parlindungan menambahkan, untuk saat ini aset yang dimiliki oleh PPD adalah armada sekitar 300 - 350 bus, delapan depo, lahan kosong di Ciracas seluas 5 hektare, satu vila di Mega Mendung dan dua rumah dinas bekas karyawan di Depok.
Sumber :
viva.co.id
Opini: Dilema Jokowi, Presiden atau Gubernur
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghadapi dilema: apakah memenuhi
permintaan banyak pihak untuk mencalonkan diri menjadi presiden, atau
memenuhi janji kepada para pendukung untuk tetap memimpin Jakarta sampai
tuntas. Dilema Jokowi ini bisa kita lihat dari jawaban atas pertanyaan
wartawan tentang pencalonan presiden.
Semula Jokowi mengaku tidak peduli dengan permintaan beberapa kalangan agar dirinya maju menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 nanti. Jokowi juga tidak peduli dengan hasil survei yang menunjukkan namanya terus menduduki posisi teratas sebagai calon presiden yang dikehendaki rakyat, mengalahkan Prabowo dan Megawati.
Namun belakangan jawaban Jokowi mulai berubah. Dalam beberapa kesempatan dia bilang, tentang pencalonan presiden bukan urusannya, tapi urusan partai politik. Pekan lalu jawabannya berubah lagi. Katanya, soal pencalonan presiden adalah urusan Ketua Umum PDIP Megawati. Pernyataan ini bisa ditafsirkan, bahwa sebagai kader PDIP, Jokowi tunduk pada perintah ketua umum partainya.
Sampai saat ini belum ada kepastian, apakah Megawati akan mencalonkan diri kembali dalam pemilu presiden mendatang, atau tidak. Bagi PDIP semua itu tergantung pada keputusan Megawati seorang. Namun kiranya Megawati menyadari, bahwa kekalahan dalam Pemilu 2004 dan Pemilu 2009, adalah bukti rakyat tidak lagi menerimanya sebagai presiden.
Itu artinya, jika PDIP ingin menguasai pemerintahan nasional, mengajukan kembali Megawati adalah pilihan terakhir. Memang betul, Megawati masih menduduki posisi atas dalam survei calon presiden. Namun dalam setahun terakhir, namanya kalah dengan Prabowo. Bahkan dalam enam bulan terakhir namanya disalip Jokowi.
Oleh karena itu, pilihan paling rasional bagi PDIP adalah mencalonkan Jokowi. Memang ada Puan Maharani yang digadang gadang almarhum Taufiq Kiemas sebagai calon pemimpin masa depan. Tapi Puan hanya dikenal orang PDIP. Namanya tak pernah muncul dalam survei, demikian juga dengan nama Pramono Anung.
Kini tergantung pada Megawati: terus terobsesi menjadi presiden, atau mendorong Jokowi mencalonkan diri. Jika pilihan pertama diambil, kemungkinan memenangkan pemilihan presiden sangat tipis karena sudah dua kali kalah dan kalah juga dalam survei dengan Prabowo. Jika pilihan kedua yang ditempuh, peluangnya sangat besar karena saat ini rakyat di luar Jakarta juga ingin dipimpin Jokowi.
Sinyal bahwa Megawati tidak akan lagi maju sebagai calon presiden sebetulnya sudah mulai terlihat. Beberapa kali dia bilang agar Indonesia dipimpin oleh orang muda. Hal ini tidak hanya dinyatakan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk keputusan politik partai, yakni mengajukan calon-calon muda dalam pilkada. Apakah hal ini juga berlaku bagi calon PDIP dalam pemilu presiden nanti?
Jawabannya sangat mungkin. Pertama, terlihat dari jawaban Jokowi yang mulai berubah: dari tak peduli pencalonan presiden menjadi calon presiden PDIP urusan Megawati. Bagaimanapun sebagai kader yang baik, Jokowi tidak mungkin tidak mengikuti garis partai, atau lebih tepatnya tidak mungkin tidak mengikuti perintah Megawati.
Kedua, dalam beberapa kesempatan penting, Jokowi tampak bersama Megawati. Yang paling menonjol adalah sepulang dari pemakaman Taufiq Kiemas di Kalibata. Saat itu, ternyata Jokowi diminta masuk dalam mobil Megawati bersama keluarganya. Tentu ini tidak hanya dibaca bahwa Jokowi sudah dianggap keluarga Megawati. Lebih dari itu, Jokowi akan mendapat pesan khusus dari Megawati: bersiaplah menjadi calon presiden.
Nah, jika semakin hari semakin jelas, bahwa Megawati hendak mendorong Jokowi menjadi calon presiden, lalu bagaimana dengan posisinya sebagai gubernur Jakarta? Bukankah Jokowi berjanji menuntaskan jabatannya sebagai gubernur? Bukankah Jokowi belum mewujudkan janji-janjinya untuk membangun Jakarta baru yang lebih adil dan lebih sejahtera buat warganya?
Baru setahun memimpin Jakarta, memang sudah banyak yang dicapai Jokowi: memulai membangun MRT dan monorail, merehabilitasi waduk dan sungai, menerbitkan Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar, membenahi birokrasi dengan lelang jabatan, menggelar pesta rakyat, dll. Tetapi semua itu jelas belum cukup untuk menciptakan Jakarta Baru sebagaimana Jokowi janjikan bersama Ahok.
Tetapi, kalau rakyat di luar Jakarta menghendaki agar dia jadi presiden, lalu Megawati dan PDIP memintanya maju dalam pemilu presiden mendatang, apakah Jokowi kuasa menolaknya? Apakah Jokowi bisa bersikap tidak peduli atas harapan rakyat untuk memiliki presiden berwajah dan berjiwa kerakyatan?
Sumber :
merdeka.com
Semula Jokowi mengaku tidak peduli dengan permintaan beberapa kalangan agar dirinya maju menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 nanti. Jokowi juga tidak peduli dengan hasil survei yang menunjukkan namanya terus menduduki posisi teratas sebagai calon presiden yang dikehendaki rakyat, mengalahkan Prabowo dan Megawati.
Namun belakangan jawaban Jokowi mulai berubah. Dalam beberapa kesempatan dia bilang, tentang pencalonan presiden bukan urusannya, tapi urusan partai politik. Pekan lalu jawabannya berubah lagi. Katanya, soal pencalonan presiden adalah urusan Ketua Umum PDIP Megawati. Pernyataan ini bisa ditafsirkan, bahwa sebagai kader PDIP, Jokowi tunduk pada perintah ketua umum partainya.
Sampai saat ini belum ada kepastian, apakah Megawati akan mencalonkan diri kembali dalam pemilu presiden mendatang, atau tidak. Bagi PDIP semua itu tergantung pada keputusan Megawati seorang. Namun kiranya Megawati menyadari, bahwa kekalahan dalam Pemilu 2004 dan Pemilu 2009, adalah bukti rakyat tidak lagi menerimanya sebagai presiden.
Itu artinya, jika PDIP ingin menguasai pemerintahan nasional, mengajukan kembali Megawati adalah pilihan terakhir. Memang betul, Megawati masih menduduki posisi atas dalam survei calon presiden. Namun dalam setahun terakhir, namanya kalah dengan Prabowo. Bahkan dalam enam bulan terakhir namanya disalip Jokowi.
Oleh karena itu, pilihan paling rasional bagi PDIP adalah mencalonkan Jokowi. Memang ada Puan Maharani yang digadang gadang almarhum Taufiq Kiemas sebagai calon pemimpin masa depan. Tapi Puan hanya dikenal orang PDIP. Namanya tak pernah muncul dalam survei, demikian juga dengan nama Pramono Anung.
Kini tergantung pada Megawati: terus terobsesi menjadi presiden, atau mendorong Jokowi mencalonkan diri. Jika pilihan pertama diambil, kemungkinan memenangkan pemilihan presiden sangat tipis karena sudah dua kali kalah dan kalah juga dalam survei dengan Prabowo. Jika pilihan kedua yang ditempuh, peluangnya sangat besar karena saat ini rakyat di luar Jakarta juga ingin dipimpin Jokowi.
Sinyal bahwa Megawati tidak akan lagi maju sebagai calon presiden sebetulnya sudah mulai terlihat. Beberapa kali dia bilang agar Indonesia dipimpin oleh orang muda. Hal ini tidak hanya dinyatakan, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk keputusan politik partai, yakni mengajukan calon-calon muda dalam pilkada. Apakah hal ini juga berlaku bagi calon PDIP dalam pemilu presiden nanti?
Jawabannya sangat mungkin. Pertama, terlihat dari jawaban Jokowi yang mulai berubah: dari tak peduli pencalonan presiden menjadi calon presiden PDIP urusan Megawati. Bagaimanapun sebagai kader yang baik, Jokowi tidak mungkin tidak mengikuti garis partai, atau lebih tepatnya tidak mungkin tidak mengikuti perintah Megawati.
Kedua, dalam beberapa kesempatan penting, Jokowi tampak bersama Megawati. Yang paling menonjol adalah sepulang dari pemakaman Taufiq Kiemas di Kalibata. Saat itu, ternyata Jokowi diminta masuk dalam mobil Megawati bersama keluarganya. Tentu ini tidak hanya dibaca bahwa Jokowi sudah dianggap keluarga Megawati. Lebih dari itu, Jokowi akan mendapat pesan khusus dari Megawati: bersiaplah menjadi calon presiden.
Nah, jika semakin hari semakin jelas, bahwa Megawati hendak mendorong Jokowi menjadi calon presiden, lalu bagaimana dengan posisinya sebagai gubernur Jakarta? Bukankah Jokowi berjanji menuntaskan jabatannya sebagai gubernur? Bukankah Jokowi belum mewujudkan janji-janjinya untuk membangun Jakarta baru yang lebih adil dan lebih sejahtera buat warganya?
Baru setahun memimpin Jakarta, memang sudah banyak yang dicapai Jokowi: memulai membangun MRT dan monorail, merehabilitasi waduk dan sungai, menerbitkan Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar, membenahi birokrasi dengan lelang jabatan, menggelar pesta rakyat, dll. Tetapi semua itu jelas belum cukup untuk menciptakan Jakarta Baru sebagaimana Jokowi janjikan bersama Ahok.
Tetapi, kalau rakyat di luar Jakarta menghendaki agar dia jadi presiden, lalu Megawati dan PDIP memintanya maju dalam pemilu presiden mendatang, apakah Jokowi kuasa menolaknya? Apakah Jokowi bisa bersikap tidak peduli atas harapan rakyat untuk memiliki presiden berwajah dan berjiwa kerakyatan?
Sumber :
merdeka.com
Opini: Jokowi Sulit Jadikan Jakarta Sebagai Kota Layak Anak
Pengamat perkotaan Yayat Supriyatna pesimis jika DKI Jakarta bisa
menjadi kota layak untuk anak. Menurut Yayat, banyak hal yang dapat
menggugurkan kriteria ibu kota sebagai kota layak anak, salah satunya
kepadatan penduduk, fasilitas umum yang tidak memadai.
"Jangankan kota layak anak, kota untuk hidup masyarakatnya saja sudah tidak layak," kata Yayat saat dihubungi, Selasa (25/6/2013).
Yayat menjelaskan, DKI Jakarta baru bisa disebut sebagai kota layak anak jika telah memiliki fasilitas bermain bagi anak-anak. "Terlebih saat ini di setiap kecamatan tidak memiliki fasilitas bermain bagi anak-anak, sehingga anak-anak tidak memiliki ruang bebas bergerak," kata pengamat dari Universitas Trisakti tersebut.
Dia menambahkan, untuk kelayakan kota layak anak, Pemprov DKI harus mengubah Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) terlebih dahulu. Dalam RPJM 2013-2018 Jakarta, Yayat tidak melihat adanya program yang berkaitan dengan anak-anak.
"Kalau mau membuat kota layak anak, ya ubah dulu RPJM itu," tegasnya.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ingin membuat Jakarta sebagai kota yang layak untuk anak. Untuk memenuhi syarat itu, orang nomor satu Jakarta tersebut mengakui kota layak anak harus ada forum bagi anak. Sehingga, ruang-ruang publik untuk anak seperti perpustakaan, ruang IT harus dipenuhi di setiap kota.
"Kota yang ada forum anaknya, kota yang ada ruang-ruang publik untuk anak, kampung-kampung ada perpustakaan, ada ruang IT dan yang lain-lainnya," ujar Jokowi Di Cengkareng, Jakarta Barat, kemarin.
Sumber :
merdeka.com
"Jangankan kota layak anak, kota untuk hidup masyarakatnya saja sudah tidak layak," kata Yayat saat dihubungi, Selasa (25/6/2013).
Yayat menjelaskan, DKI Jakarta baru bisa disebut sebagai kota layak anak jika telah memiliki fasilitas bermain bagi anak-anak. "Terlebih saat ini di setiap kecamatan tidak memiliki fasilitas bermain bagi anak-anak, sehingga anak-anak tidak memiliki ruang bebas bergerak," kata pengamat dari Universitas Trisakti tersebut.
Dia menambahkan, untuk kelayakan kota layak anak, Pemprov DKI harus mengubah Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) terlebih dahulu. Dalam RPJM 2013-2018 Jakarta, Yayat tidak melihat adanya program yang berkaitan dengan anak-anak.
"Kalau mau membuat kota layak anak, ya ubah dulu RPJM itu," tegasnya.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ingin membuat Jakarta sebagai kota yang layak untuk anak. Untuk memenuhi syarat itu, orang nomor satu Jakarta tersebut mengakui kota layak anak harus ada forum bagi anak. Sehingga, ruang-ruang publik untuk anak seperti perpustakaan, ruang IT harus dipenuhi di setiap kota.
"Kota yang ada forum anaknya, kota yang ada ruang-ruang publik untuk anak, kampung-kampung ada perpustakaan, ada ruang IT dan yang lain-lainnya," ujar Jokowi Di Cengkareng, Jakarta Barat, kemarin.
Sumber :
merdeka.com
Senin, 24 Juni 2013
Jokowi Enggan Klaim Perayaan HUT Jakarta Berhasil
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) senang acara Jakarta Nite
Festival di sepanjang Jl Thamrin, Jakarta Pusat, pada 22 Juni lalu untuk
memeriahkan HUT ke-486 DKI berjalan lancar. Namun Jokowi tidak mau
mengklaim acara tersebut berhasil.
"Berhasil nggak berhasil terserah yang menilai. Jangan kita yang ngadain dan kita menilai sendiri," ujar Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013).
Jokowi mengaku, masih ada beberapa kekurangan pada acara yang disebut acara 'malam muda-mudi' pada era Gubernur Ali Sadikin itu. "Ada sampah, ada manajemen penonton. Harus diatur masuk dan keluar di mana, supaya flownya teratur," kata Jokowi.
Penyuka tempe mendoan ini menyebut ada beberapa kerusakan atas acara yang dirancangnya itu. Namun dia tidak mempermasalahkannya.
"Ya kalau ada tanaman satu dua yang rusak ya. Tapi taman ndak rusak," ujar pria yang berulang tahun ke-52 pada 21 Juni ini.
"Berhasil nggak berhasil terserah yang menilai. Jangan kita yang ngadain dan kita menilai sendiri," ujar Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013).
Jokowi mengaku, masih ada beberapa kekurangan pada acara yang disebut acara 'malam muda-mudi' pada era Gubernur Ali Sadikin itu. "Ada sampah, ada manajemen penonton. Harus diatur masuk dan keluar di mana, supaya flownya teratur," kata Jokowi.
Penyuka tempe mendoan ini menyebut ada beberapa kerusakan atas acara yang dirancangnya itu. Namun dia tidak mempermasalahkannya.
"Ya kalau ada tanaman satu dua yang rusak ya. Tapi taman ndak rusak," ujar pria yang berulang tahun ke-52 pada 21 Juni ini.
Sumber :
detik.com
Jokowi Akui Manajemen Sampah HUT DKI Masih Buruk
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), mengakui manajemen penanganan sampah saat pelaksanaan puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta 22 Juni lalu masih buruk.
"Manajemen sampahnya memang masih perlu diperbaiki," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, tentang masih banyaknya tumpukan sampah di sekitar lokasi penyelenggaraan setelah acara berakhir.
Pemerintah DKI Jakarta sudah menyediakan 800 petugas kebersihan yang disebut Tim Comot untuk menangani sampah selama penyelenggaraan acara.
Meski tim petugas sudah mulai siaga menjelang penyelenggaraan acara sampai akhir acara keesokan harinya, tumpukan sampah masih tersisa di beberapa lokasi acara.
Selain masalah pengelolaan sampah, Jokowi mengatakan, beberapa hal dalam penyelenggaraan festival pada malam puncak perayaan ulang tahun Jakarta juga masih perlu diperbaiki, termasuk soal aliran pengunjung dan kendaraan.
"Karena jujur, kemarin itu sangat membludak," katanya.
Pedagang kaki lima (PKL) yang ikut mendulang keuntungan selama acara pun, menurut dia, selanjutnya harus diatur demi kenyamanan pengunjung, pembeli dan penjual.
Hasil evaluasi dari penyelenggaraan acara tersebut, lanjut dia, akan digunakan untuk memperbaiki pelaksanaan Jakarnaval pada perayaan HUT Jakarta berikutnya.
Sumber :
antaranews.com
"Manajemen sampahnya memang masih perlu diperbaiki," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, tentang masih banyaknya tumpukan sampah di sekitar lokasi penyelenggaraan setelah acara berakhir.
Pemerintah DKI Jakarta sudah menyediakan 800 petugas kebersihan yang disebut Tim Comot untuk menangani sampah selama penyelenggaraan acara.
Meski tim petugas sudah mulai siaga menjelang penyelenggaraan acara sampai akhir acara keesokan harinya, tumpukan sampah masih tersisa di beberapa lokasi acara.
Selain masalah pengelolaan sampah, Jokowi mengatakan, beberapa hal dalam penyelenggaraan festival pada malam puncak perayaan ulang tahun Jakarta juga masih perlu diperbaiki, termasuk soal aliran pengunjung dan kendaraan.
"Karena jujur, kemarin itu sangat membludak," katanya.
Pedagang kaki lima (PKL) yang ikut mendulang keuntungan selama acara pun, menurut dia, selanjutnya harus diatur demi kenyamanan pengunjung, pembeli dan penjual.
Hasil evaluasi dari penyelenggaraan acara tersebut, lanjut dia, akan digunakan untuk memperbaiki pelaksanaan Jakarnaval pada perayaan HUT Jakarta berikutnya.
Sumber :
antaranews.com
Jokowi Akan Gelar Uji Publik Untuk Camat/Lurah Lolos Lelang Jabatan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, besok pemprov
akan mengadakan dengar pendapat (public hearing) untuk seleksi dan
promosi terbuka Lurah dan Camat yang lolos tahap manajerial. Namun, uji
publik ini tidak mempengaruhi gugurnya calon, tetapi menentukan di mana
akan ditempatkan.
"Tidak sama. Lapangan seperti apa bagusnya ditempatkan di mana. Yang tidak memenuhi syarat juga akan ditempatkan di mana. Tapi ada juga kepala seksi. Karena hanya satu dua tiga yang nilainya sangat bagus sekali, itu yang akan kita cek lapangannya seperti apa," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (24/6/2013).
Ia mengatakan hasil uji publik nanti akan menentukan lokasi atau tempat bagi camat-lurah memimpin. Tetapi, tidak akan mempengaruhi golongan. "Digeser tapi di eselon yang sama. Enggak pengaruhi golongan," ucapnya.
Jokowi sudah memberikan panduan mengenai nilai lurah-camat yang telah diseleksi. Menurut dia, ada yang sangat memuaskan, Ada yang memenuhi syarat, ada yang memenuhi syarat tetapi kurang. "Jadi dilihat sisi mana yang akan disuntik," katanya.
Tahap nominasi sudah ada, sehingga tadi pagi ia telah memanggil walikota untuk mengolah dan menyaring nama-nama yang lolos. Sebab, apa yang dinilai dia baik belum tentu baik bagi semua.
"Artinya ada juga orang yang lapangannya baik tapi nilainya di cukup atau standar. Itu yang harus dibedakan. Saya mau itu lebih dipertajam lagi. Saya enggak mau keliru lagi menempatkan orang," terangnya.
Jokowi menambahkan, kemungkinan besok telah ditentukan camat atau lurah hasil lelang jabatan untuk ditentukan tempatnya. Sebab, sore ini ia masih memberikan waktu bagi walikota untuk mematangkan.
"Mungkin kalau enggak besok. Karena sore ini masih mau diolah lagi oleh walikota, saya beri waktu," ucapnya.
Sumber :
merdeka.com
Versi detik.com : "Seleksi Lurah-Camat, Jokowi Gelar Public Hearing untuk Pilih yang Terbaik"
"Tidak sama. Lapangan seperti apa bagusnya ditempatkan di mana. Yang tidak memenuhi syarat juga akan ditempatkan di mana. Tapi ada juga kepala seksi. Karena hanya satu dua tiga yang nilainya sangat bagus sekali, itu yang akan kita cek lapangannya seperti apa," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (24/6/2013).
Ia mengatakan hasil uji publik nanti akan menentukan lokasi atau tempat bagi camat-lurah memimpin. Tetapi, tidak akan mempengaruhi golongan. "Digeser tapi di eselon yang sama. Enggak pengaruhi golongan," ucapnya.
Jokowi sudah memberikan panduan mengenai nilai lurah-camat yang telah diseleksi. Menurut dia, ada yang sangat memuaskan, Ada yang memenuhi syarat, ada yang memenuhi syarat tetapi kurang. "Jadi dilihat sisi mana yang akan disuntik," katanya.
Tahap nominasi sudah ada, sehingga tadi pagi ia telah memanggil walikota untuk mengolah dan menyaring nama-nama yang lolos. Sebab, apa yang dinilai dia baik belum tentu baik bagi semua.
"Artinya ada juga orang yang lapangannya baik tapi nilainya di cukup atau standar. Itu yang harus dibedakan. Saya mau itu lebih dipertajam lagi. Saya enggak mau keliru lagi menempatkan orang," terangnya.
Jokowi menambahkan, kemungkinan besok telah ditentukan camat atau lurah hasil lelang jabatan untuk ditentukan tempatnya. Sebab, sore ini ia masih memberikan waktu bagi walikota untuk mematangkan.
"Mungkin kalau enggak besok. Karena sore ini masih mau diolah lagi oleh walikota, saya beri waktu," ucapnya.
Sumber :
merdeka.com
Versi detik.com : "Seleksi Lurah-Camat, Jokowi Gelar Public Hearing untuk Pilih yang Terbaik"
Sanksi Jokowi Untuk Sopir Angkot yang Naikkan Tarif Angkot Lebih Dulu
Geram, mungkin itu yang dirasakan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi)
ketika mendengar laporan sopir angkutan umum menaikkan tarif angkutan
umum lebih dulu. Sanksi para operator angkot nakal tengah menanti.
"Ya itu (sanksi) urusan Dishub," ujar Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013). Wajah Jokowi terlihat berubah ketika mendengar wartawan memberitahukan bahwa ada beberapa angkutan umum yang sudah menaikkan tarif.
Jokowi akan bertemu dengan sejumlah pihak untuk menentukan besaran kenaikan tarif angkutan umum di Jakarta. "Sore ini kita ketemu dengan Organda, Dishub sama Dewan Transportasi untuk tentukan kalkulasi yang rinci. Kemudian memutuskan kenaikan tarif yang segera diberlakukan. Harus cepet-cepetan biar nggak didahului oleh keputusan sendiri-sendiri," ujar ayah 3 anak ini.
Suami Iriana ini juga menuturkan, kenaikan tarif angkutan umum akan memperhatikan dampak dari kenaikan itu sendiri seperti suku cadang kendaraan. Jokowi sadar, kenaikan tarif tidak bisa dipungkiri lagi untuk saat ini.
"Biar nggak memberatkan masyarakat," ucap dia.
Bensin bersubsidi telah naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500. Belum genap sehari, sopir angkot telah menaikkan tarif sendiri-sendiri. Ada yang memungut Rp 500, ada yang naik Rp 1.000.
Sumber :
detik.com
"Ya itu (sanksi) urusan Dishub," ujar Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013). Wajah Jokowi terlihat berubah ketika mendengar wartawan memberitahukan bahwa ada beberapa angkutan umum yang sudah menaikkan tarif.
Jokowi akan bertemu dengan sejumlah pihak untuk menentukan besaran kenaikan tarif angkutan umum di Jakarta. "Sore ini kita ketemu dengan Organda, Dishub sama Dewan Transportasi untuk tentukan kalkulasi yang rinci. Kemudian memutuskan kenaikan tarif yang segera diberlakukan. Harus cepet-cepetan biar nggak didahului oleh keputusan sendiri-sendiri," ujar ayah 3 anak ini.
Suami Iriana ini juga menuturkan, kenaikan tarif angkutan umum akan memperhatikan dampak dari kenaikan itu sendiri seperti suku cadang kendaraan. Jokowi sadar, kenaikan tarif tidak bisa dipungkiri lagi untuk saat ini.
"Biar nggak memberatkan masyarakat," ucap dia.
Bensin bersubsidi telah naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500. Belum genap sehari, sopir angkot telah menaikkan tarif sendiri-sendiri. Ada yang memungut Rp 500, ada yang naik Rp 1.000.
Sumber :
detik.com
Bondan Prakoso: Jokowi Belum Waktunya Jadi Presiden
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang digadang-gadang menjadi
calon presiden Indonesia mendatang rupanya dikritisi oleh musisi ibu
kota, Bondan Prakoso salah satunya.
Disela-sela penampilannya sebagai pengisi acara HUT DKI yang ke 486, vokalis serta pemain bass dari band yang bernama Bondan Fade 2 Black ini merasa bahwa Jokowi belum bisa untuk menjadi seorang Presiden Indonesia.
"Nggak setuju, nggak. Belum kalau untuk sekarang. Selagi dia masih menjabat menjadi gubernur, dari situ dia akan ada bukti bukan sekadar janji dalam memimpin ibu kota yang sangat kompleks masalahnya ini," kata Bondan saat ditemui merdeka.com di tenda artis panggung utama, Monas, Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Bondan juga mengakui jika survei dan polling capres teratas saat ini masih diduduki Jokowi. Meski demikian, dirinya tetap yakin jika Jokowi belum bisa untuk menjadi Presiden Indonesia berikutnya.
"Kalau memang polling dan surveinya Jokowi memang banyak, ya sebenernya kenapa nggak ke arah pencalonan Presiden. Tapi menurut saya ya itu, belum lah kalau untuk sekarang. Jangan," ujarnya.
Mantan penyanyi cilik ini beralasan karena Jokowi belum menuntaskan masalah ibukota. Pasalnya Jokowi dianggap sedang diharapkan oleh banyak warga Jakarta.
"Karena mungkin masih banyak program yang belum jalan, masih banyak program-program yang ditunggu warga Jakarta. Artinya biar pemerintahannya sekarang bisa merata dulu lah," papar Bondan.
Meskipun demikian, penyanyi lagu anak 'Lumba-lumba' ini merasa yakin dan optimis pada pemerintahan Jokowi saat ini.
"Kalau dibilang optimis, ya optimis banget dong, karena setahu saya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi selama ini itu melekat pada masyarakat Jakarta. Secara garis besar saya anggap Pak Jokowi memang mampu," katanya.
Selama ini, Bondan juga mempunyai kinerja yang baik. Hal itu bisa dilihat dari Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang juga dirasakan sendiri oleh Bondan dan keluarga-keluarganya.
"Bagi saya yang masih punya beberapa keluarga yang tidak mampu, program KJS yang dibikin Jokowi itu sedikit banyak membantu kok. KJS juga nyatanya benar-benar dijalankan, bisa terealisasi, bukan omong doang," ujarnya.
Terakhir, Bondan juga berharap agar Jokowi tetap bisa menyelesaikan pelan-pelan masalah Jakarta, dan menyelesaikan program-programnya yang belum sempat terealisasi.
"Jadi pasti akan tetap menyelesaikan tantangannya untuk membereskan masalah-masalah Jakarta. Itu yang saya harapkan," imbuh Bondan.
Sumber :
merdeka.com
Disela-sela penampilannya sebagai pengisi acara HUT DKI yang ke 486, vokalis serta pemain bass dari band yang bernama Bondan Fade 2 Black ini merasa bahwa Jokowi belum bisa untuk menjadi seorang Presiden Indonesia.
"Nggak setuju, nggak. Belum kalau untuk sekarang. Selagi dia masih menjabat menjadi gubernur, dari situ dia akan ada bukti bukan sekadar janji dalam memimpin ibu kota yang sangat kompleks masalahnya ini," kata Bondan saat ditemui merdeka.com di tenda artis panggung utama, Monas, Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Bondan juga mengakui jika survei dan polling capres teratas saat ini masih diduduki Jokowi. Meski demikian, dirinya tetap yakin jika Jokowi belum bisa untuk menjadi Presiden Indonesia berikutnya.
"Kalau memang polling dan surveinya Jokowi memang banyak, ya sebenernya kenapa nggak ke arah pencalonan Presiden. Tapi menurut saya ya itu, belum lah kalau untuk sekarang. Jangan," ujarnya.
Mantan penyanyi cilik ini beralasan karena Jokowi belum menuntaskan masalah ibukota. Pasalnya Jokowi dianggap sedang diharapkan oleh banyak warga Jakarta.
"Karena mungkin masih banyak program yang belum jalan, masih banyak program-program yang ditunggu warga Jakarta. Artinya biar pemerintahannya sekarang bisa merata dulu lah," papar Bondan.
Meskipun demikian, penyanyi lagu anak 'Lumba-lumba' ini merasa yakin dan optimis pada pemerintahan Jokowi saat ini.
"Kalau dibilang optimis, ya optimis banget dong, karena setahu saya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi selama ini itu melekat pada masyarakat Jakarta. Secara garis besar saya anggap Pak Jokowi memang mampu," katanya.
Selama ini, Bondan juga mempunyai kinerja yang baik. Hal itu bisa dilihat dari Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang juga dirasakan sendiri oleh Bondan dan keluarga-keluarganya.
"Bagi saya yang masih punya beberapa keluarga yang tidak mampu, program KJS yang dibikin Jokowi itu sedikit banyak membantu kok. KJS juga nyatanya benar-benar dijalankan, bisa terealisasi, bukan omong doang," ujarnya.
Terakhir, Bondan juga berharap agar Jokowi tetap bisa menyelesaikan pelan-pelan masalah Jakarta, dan menyelesaikan program-programnya yang belum sempat terealisasi.
"Jadi pasti akan tetap menyelesaikan tantangannya untuk membereskan masalah-masalah Jakarta. Itu yang saya harapkan," imbuh Bondan.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi Ingatkan Organda Tak Dukung Kenaikan Tarif Sepihak
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan Organda tidak
seenaknya mendukung pengusaha angkot yang menaikkan tarif angkutan umum
sendiri. Apalagi pemerintah belum menentukan sikap.
"Padahal belum resmi dinaikin. Oleh karena itu kita sudah bertemu dengan Organda supaya tidak mendahului dengan kenaikan yang diputuskan sendiri," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (24/6/2013).
Soal tarif angkutan, sore ini Jokowi akan bertemu dengan Organda, Dishub dan dewan transportasi untuk menentukan kalkulasi lebih rinci. Setelah ada satu kesepakatan kemudian memutuskan kenaikan tarif yang segera diberlakukan.
"Harus cepet-cepetan biar enggak didahului oleh keputusan sendiri-sendiri," ucapnya.
Dalam pembahasan nanti, tarif yang akan dibahas untuk kelas ekonomi. Sedangkan untuk kelas non-ekonomi menyusul diputuskan.
"Yang ekonomi. Yang non-ekonomi segera kita putuskan supaya segera ada pegangan di lapangan," ucapnya.
Untuk sanksi bagi pengusaha angkutan yang sudah lebih dulu menaikkan tarif, mantan wali kota Solo ini menyerahkan kepada Dinas Perhubungan.
"Ya itu urusan Dishub. Nanti ditemukan, hitungan Organda sudah punya, kenaikan sparepart, gaji, dewan transportasi punya, Dishub punya ditemukan biar enggak memberatkan masyarakat. Mengenai BLSM saya tidak tahu," jelas Jokowi.
Sumber :
merdeka.com
"Padahal belum resmi dinaikin. Oleh karena itu kita sudah bertemu dengan Organda supaya tidak mendahului dengan kenaikan yang diputuskan sendiri," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (24/6/2013).
Soal tarif angkutan, sore ini Jokowi akan bertemu dengan Organda, Dishub dan dewan transportasi untuk menentukan kalkulasi lebih rinci. Setelah ada satu kesepakatan kemudian memutuskan kenaikan tarif yang segera diberlakukan.
"Harus cepet-cepetan biar enggak didahului oleh keputusan sendiri-sendiri," ucapnya.
Dalam pembahasan nanti, tarif yang akan dibahas untuk kelas ekonomi. Sedangkan untuk kelas non-ekonomi menyusul diputuskan.
"Yang ekonomi. Yang non-ekonomi segera kita putuskan supaya segera ada pegangan di lapangan," ucapnya.
Untuk sanksi bagi pengusaha angkutan yang sudah lebih dulu menaikkan tarif, mantan wali kota Solo ini menyerahkan kepada Dinas Perhubungan.
"Ya itu urusan Dishub. Nanti ditemukan, hitungan Organda sudah punya, kenaikan sparepart, gaji, dewan transportasi punya, Dishub punya ditemukan biar enggak memberatkan masyarakat. Mengenai BLSM saya tidak tahu," jelas Jokowi.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi: Anak di kampung kumuh harus bisa mengakses komputer
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui kota layak anak harus
ada forum bagi anak. Sehingga, ruang-ruang publik untuk anak seperti
perpustakaan, ruang IT harus dipenuhi di setiap kota.
"Kota yang ada forum anaknya, kota yang ada ruang-ruang publik untuk anak, kampung-kampung ada perpustakaan, ada ruang IT dan yang lain-lainnya," ujar Jokowi usai meluncurkan kota layak anak di Sekolah Cinta kasih Tzu Chi Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Jokowi mengatakan anak-anak di kawasan kumuh harus dapat mengakses komputer, mengerti mengoperasikan komputer, dan mengakses buku. Forum anak, kemudian fasilitas-fasilitas seperti itu harus ada di sebuah kota, baik Jakarta Barat, Utara, Timur, Selatan dan pusat.
"Semuanya harus ramah terhadap anak. Apa itu, banyak sekali, saya enggak bisa sebut," ucapnya.
Untuk itu, dia akan mempersiapkan fasilitas terlebih dahulu di setiap kota. Seperti perpustakaan kampung, IT kampung, forum anak di tingkat kota dan kemudian menyusul di tingkat kecamatan, kelurahan, RT/RW.
"Nanti di tingkat wali kota dulu, baru turun-turun sehingga ruang-ruang interaktif antara anak itu semakin banyak. Kita juga ingin memperbanyak ruang-ruang publik untuk anak, taman-taman kota yang dilengkapi dengan fasilitas bermain anak seperti itu," jelasnya.
Menurut Jokowi, pelaksanaan kota layak anak terdapat di wali kota. Tetapi untuk kesiapan, dia hanya menunggu kesiapan dari setiap wilayah yang kemudian akan segera dia realisasikan.
"Ya pelaksanaannya di wali kota, tapi untuk mempersiapkan yang sudah merasa siap," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
versi kompas.com : "Jokowi Ingin Pendidikan IT Masuk Kampung di Jakarta"
"Kota yang ada forum anaknya, kota yang ada ruang-ruang publik untuk anak, kampung-kampung ada perpustakaan, ada ruang IT dan yang lain-lainnya," ujar Jokowi usai meluncurkan kota layak anak di Sekolah Cinta kasih Tzu Chi Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Jokowi mengatakan anak-anak di kawasan kumuh harus dapat mengakses komputer, mengerti mengoperasikan komputer, dan mengakses buku. Forum anak, kemudian fasilitas-fasilitas seperti itu harus ada di sebuah kota, baik Jakarta Barat, Utara, Timur, Selatan dan pusat.
"Semuanya harus ramah terhadap anak. Apa itu, banyak sekali, saya enggak bisa sebut," ucapnya.
Untuk itu, dia akan mempersiapkan fasilitas terlebih dahulu di setiap kota. Seperti perpustakaan kampung, IT kampung, forum anak di tingkat kota dan kemudian menyusul di tingkat kecamatan, kelurahan, RT/RW.
"Nanti di tingkat wali kota dulu, baru turun-turun sehingga ruang-ruang interaktif antara anak itu semakin banyak. Kita juga ingin memperbanyak ruang-ruang publik untuk anak, taman-taman kota yang dilengkapi dengan fasilitas bermain anak seperti itu," jelasnya.
Menurut Jokowi, pelaksanaan kota layak anak terdapat di wali kota. Tetapi untuk kesiapan, dia hanya menunggu kesiapan dari setiap wilayah yang kemudian akan segera dia realisasikan.
"Ya pelaksanaannya di wali kota, tapi untuk mempersiapkan yang sudah merasa siap," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
versi kompas.com : "Jokowi Ingin Pendidikan IT Masuk Kampung di Jakarta"
Jokowi: Jakmania, Hormati Tamu!
Sabtu (22/6/2013) siang, sekelompok orang melakukan aksi anarkis terhadap bus yang mengangkut pemain Persib. Mereka melempari bus yang ditumpangi pemain Persib hingga rusak parah. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan memanggil The Jakmania perihal kericuhan tersebut.
"Nah, dalam waktu dekat akan memanggil lagi mereka," ujar Jokowi usai launching kota layak anak di Sekolah Cinta kasih Tzu Chi Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Padahal, berkali-kali Jokowi sudah menyampaikan kepada The Jakmania untuk menciptakan budaya santun. Sebab, suporter sepakbola dimana pun setiap ada pertandingan harus bersikap santun.
"Teriak-teriak boleh, memberikan dukungan boleh, yang penting santun. Untuk Jakmania, saya kira kita harus menghargai tamu yang datang, hormati tamu yang datang, jangan sampai tamu yang datang malah dilemparin," jelasnya.
Namun, politisi PDI Perjuangan tersebut mengakui ada pihak yang memicu untuk membuat kericuhan. Sekali lagi, ia mengimbau agar perlu membangun lagi sebuah budaya yang santun dan yang baik.
"Sudah sepakat, tapi kadang-kadang di lapangan ada yang memicu memang, kadang-kadang gara-gara hal kecil bisa jadi besar," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
Versi detik.com : "Ini Wejangan Jokowi Buat The Jakmania"
"Nah, dalam waktu dekat akan memanggil lagi mereka," ujar Jokowi usai launching kota layak anak di Sekolah Cinta kasih Tzu Chi Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Padahal, berkali-kali Jokowi sudah menyampaikan kepada The Jakmania untuk menciptakan budaya santun. Sebab, suporter sepakbola dimana pun setiap ada pertandingan harus bersikap santun.
"Teriak-teriak boleh, memberikan dukungan boleh, yang penting santun. Untuk Jakmania, saya kira kita harus menghargai tamu yang datang, hormati tamu yang datang, jangan sampai tamu yang datang malah dilemparin," jelasnya.
Namun, politisi PDI Perjuangan tersebut mengakui ada pihak yang memicu untuk membuat kericuhan. Sekali lagi, ia mengimbau agar perlu membangun lagi sebuah budaya yang santun dan yang baik.
"Sudah sepakat, tapi kadang-kadang di lapangan ada yang memicu memang, kadang-kadang gara-gara hal kecil bisa jadi besar," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
Versi detik.com : "Ini Wejangan Jokowi Buat The Jakmania"
Demokrat Ejek Jokowi: Katanya Jokowi Hebat, Kenapa Tarif Angkot Naik Tinggi?
Anggota Komisi B DPRD Aliman Aat menyatakan angkutan umum dan bus yang
sudah menaikkan tarif sebelum Pergub keluar adalah pelanggaran. Pihaknya
akan mendesak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk segera
bertindak cepat.
"Ya melanggar. Mengingat urgen, Gubernur Jokowi harus segera mengambil inisiatif dan lebih cepat. Bersama dinas terkait untuk segera melakukan kajian," ujar Aliman saat dihubungi, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Menurut Aliman, penentuan kenaikan tarif adalah wilayah kebijakan Gubernur Jokowi. Jadi kalau perda kelamaan, Jokowi harus segera mengeluarkan Pergub dan disetujui oleh DPRD, khususnya Komisi B yang membidangi perhubungan.
Organda mengusulkan kenaikan tarif sebesar 30 persen, padahal Kementerian Perhubungan hanya menyetujui kenaikan tarif sebesar 15 persen.
"Memang Kementerian Perhubungan 15 persen, kenaikan 15 persen itu batas bawah dan atas. Pemerintah pusat hanya menentukan tarif bawah dan atas yang kurang lebih 20 persen. Untuk organda daerah merupakan kebijakan antara gubernur dan DPRD," jelas politisi Demokrat ini.
Dengan kenaikan tarif angkot dan bus secara sepihak, politisi Demokrat ini menilai jika situasi sudah tidak terkendali. Jokowi diminta bertindak cepat untuk segera menyelesaikan persoalan ini.
"Katanya gubernur hebat. Masalah tarif itu artinya tak terkendali, pemprov harus siap menyelamatkan masyarakat dengan mengacu tarif bawah dan atas. Ada kewenangan pusat dan daerah," terang Aliman dengan nada menyindir.
Untuk diketahui, sampai saat ini Gubernur DKI Joko Widodo memang belum memutuskan besaran tarif angkutan umum di Jakarta seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak. Alasannya, masih menunggu rincian usulan kenaikan tarif angkutan yang diusulkan Organda. Organda sendiri mengusulkan kenaikan tarif 30 persen atau sekitar Rp 2.600 dari yang berlaku saat ini Rp 2.000.
Sumber :
merdeka.com
"Ya melanggar. Mengingat urgen, Gubernur Jokowi harus segera mengambil inisiatif dan lebih cepat. Bersama dinas terkait untuk segera melakukan kajian," ujar Aliman saat dihubungi, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Menurut Aliman, penentuan kenaikan tarif adalah wilayah kebijakan Gubernur Jokowi. Jadi kalau perda kelamaan, Jokowi harus segera mengeluarkan Pergub dan disetujui oleh DPRD, khususnya Komisi B yang membidangi perhubungan.
Organda mengusulkan kenaikan tarif sebesar 30 persen, padahal Kementerian Perhubungan hanya menyetujui kenaikan tarif sebesar 15 persen.
"Memang Kementerian Perhubungan 15 persen, kenaikan 15 persen itu batas bawah dan atas. Pemerintah pusat hanya menentukan tarif bawah dan atas yang kurang lebih 20 persen. Untuk organda daerah merupakan kebijakan antara gubernur dan DPRD," jelas politisi Demokrat ini.
Dengan kenaikan tarif angkot dan bus secara sepihak, politisi Demokrat ini menilai jika situasi sudah tidak terkendali. Jokowi diminta bertindak cepat untuk segera menyelesaikan persoalan ini.
"Katanya gubernur hebat. Masalah tarif itu artinya tak terkendali, pemprov harus siap menyelamatkan masyarakat dengan mengacu tarif bawah dan atas. Ada kewenangan pusat dan daerah," terang Aliman dengan nada menyindir.
Untuk diketahui, sampai saat ini Gubernur DKI Joko Widodo memang belum memutuskan besaran tarif angkutan umum di Jakarta seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak. Alasannya, masih menunggu rincian usulan kenaikan tarif angkutan yang diusulkan Organda. Organda sendiri mengusulkan kenaikan tarif 30 persen atau sekitar Rp 2.600 dari yang berlaku saat ini Rp 2.000.
Sumber :
merdeka.com
DPRD DKI Minta Jokowi Segera Putuskan Tarif Angkutan
Sebagian besar angkutan umum di Jakarta sudah menaikkan tarif penumpang
secara sepihak meski belum ada aturan resmi dari Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo (Jokowi). Keputusan itu terpaksa dilakukan karena Jokowi hingga saat ini
belum menentukan tarif baru pasca naiknya BBM.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Aliman Aat meminta Gubernur Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengeluarkan Pergub baru soal tarif transportasi di Ibu Kota. Menurutnya, Jokowi harus bertindak dan memiliki inisiatif dengan cepat.
"Penentuan tarif adalah kebijakan gubernur. Jadi kalau perda nanti kelamaan. Mestinya Organda langsung bertemu gubernur untuk persetujuan tarif menyesuaikan tarif. Baru kemudian pergub disetujui dewan terutama di Komisi B," jelas Aliman saat dihubungi, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Anggota komisi yang membidangi perhubungan ini menegaskan, seharusnya Jokowi bertindak cepat untuk mengatasi tarif-tarif angkutan umum. Hal ini agar para sopir dan pengusaha angkutan umum tidak sembarangan menaikkan tarif sehingga merugikan warga ibu kota.
"Mengingat urgen, gubernur harus mengambil inisiatif dan lebih cepat. Bersama dinas terkait untuk segera lakukan kajian dan membuat Pergub," tegasnya.
Diketahui sebelumnya, sebagian masyarakat protes karena tarif angkutan di Jakarta sudah naik sepihak. Namun menurut Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI, Sudirman, sikap pengusaha yang menaikkan tarif secara sepihak adalah hal yang wajar.
"Saya rasa kalau sopir minta penambahannya Rp 500-Rp 1.000, rasanya manusiawi saja. Kalau penumpang keberatan yang nggak usah naik aja," kata Sudirman kepada merdeka.com, Senin (24/6/2013).
Sudirman menjelaskan, secara logika, mobil angkutan yang berjalan membutuhkan bensin. Nah, karena harga bahan bakar sudah naik, mau tidak mau pengusaha angkot harus menaikkan biaya operasional mereka, dengan cara menaikkan tarif penumpang.
"Saat kenaikan BBM diumumkan, mobilkan sudah jalan, sudah mengisi bensin yang harganya Rp 6.500, lalu kalau kita nggak naikkan tarif, siapa yang menomboki itu," jelasnya.
"Sore ini kita ketemu lagi, kalau belum final ya besok ketemu lagi. Kita pengen keputusan secepatnya, secepatnya. Kalau sore nanti ketemu sudah sambung ya sudah putuskan nanti sore," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Aliman Aat meminta Gubernur Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengeluarkan Pergub baru soal tarif transportasi di Ibu Kota. Menurutnya, Jokowi harus bertindak dan memiliki inisiatif dengan cepat.
"Penentuan tarif adalah kebijakan gubernur. Jadi kalau perda nanti kelamaan. Mestinya Organda langsung bertemu gubernur untuk persetujuan tarif menyesuaikan tarif. Baru kemudian pergub disetujui dewan terutama di Komisi B," jelas Aliman saat dihubungi, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Anggota komisi yang membidangi perhubungan ini menegaskan, seharusnya Jokowi bertindak cepat untuk mengatasi tarif-tarif angkutan umum. Hal ini agar para sopir dan pengusaha angkutan umum tidak sembarangan menaikkan tarif sehingga merugikan warga ibu kota.
"Mengingat urgen, gubernur harus mengambil inisiatif dan lebih cepat. Bersama dinas terkait untuk segera lakukan kajian dan membuat Pergub," tegasnya.
Diketahui sebelumnya, sebagian masyarakat protes karena tarif angkutan di Jakarta sudah naik sepihak. Namun menurut Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI, Sudirman, sikap pengusaha yang menaikkan tarif secara sepihak adalah hal yang wajar.
"Saya rasa kalau sopir minta penambahannya Rp 500-Rp 1.000, rasanya manusiawi saja. Kalau penumpang keberatan yang nggak usah naik aja," kata Sudirman kepada merdeka.com, Senin (24/6/2013).
Sudirman menjelaskan, secara logika, mobil angkutan yang berjalan membutuhkan bensin. Nah, karena harga bahan bakar sudah naik, mau tidak mau pengusaha angkot harus menaikkan biaya operasional mereka, dengan cara menaikkan tarif penumpang.
"Saat kenaikan BBM diumumkan, mobilkan sudah jalan, sudah mengisi bensin yang harganya Rp 6.500, lalu kalau kita nggak naikkan tarif, siapa yang menomboki itu," jelasnya.
"Sore ini kita ketemu lagi, kalau belum final ya besok ketemu lagi. Kita pengen keputusan secepatnya, secepatnya. Kalau sore nanti ketemu sudah sambung ya sudah putuskan nanti sore," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi Putuskan Tarif Baru Angkutan Umum DKI Sore Ini
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan memutuskan besaran tarif
angkutan umum di Jakarta. Rencana mantan Wali Kota Solo itu akan
memutuskannya sore ini.
"Hitung-hitungannya ada. Sore moga-moga sudah bisa kita putuskan," ujar Jokowi usai menghadiri launching 'Jakarta Menjadi Kota Layak Anak' di Kompleks Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, Jl Lingkar Luar Kamal Raya, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Hari ini Jokowi berencana akan bertemu Organda, Dewan Transportasi dan Dishub sore ini. Jokowi akan meminta penjelasan Organda yang meminta angkutan umum dinaikkan menyusul kenaikan BBM sebesar hampir 40 persen ini.
"Saya nggak mau hanya persen-persen. Rinciannya harus seperti apa. Kenapa bisa timbul angka itu," tuturnya.
Karena belum diputuskan, Jokowi meminta sopir-sopir angkutan umum tidak menaikkan tarif secara sepihak. Hal ini akan merugikan masyarakat.
"Kasihan masyarakat. Yang terbebani masyarakat," tutup Jokowi.
Sumber :
detik.com
"Hitung-hitungannya ada. Sore moga-moga sudah bisa kita putuskan," ujar Jokowi usai menghadiri launching 'Jakarta Menjadi Kota Layak Anak' di Kompleks Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, Jl Lingkar Luar Kamal Raya, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Hari ini Jokowi berencana akan bertemu Organda, Dewan Transportasi dan Dishub sore ini. Jokowi akan meminta penjelasan Organda yang meminta angkutan umum dinaikkan menyusul kenaikan BBM sebesar hampir 40 persen ini.
"Saya nggak mau hanya persen-persen. Rinciannya harus seperti apa. Kenapa bisa timbul angka itu," tuturnya.
Karena belum diputuskan, Jokowi meminta sopir-sopir angkutan umum tidak menaikkan tarif secara sepihak. Hal ini akan merugikan masyarakat.
"Kasihan masyarakat. Yang terbebani masyarakat," tutup Jokowi.
Sumber :
detik.com
Jokowi Minta Rincian Kenaikan Tarif dari Organda
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih belum memutuskan kenaikan tarif angkutan umum pasca kenaikan BBM. Jokowi mengaku sudah bertemu dengan pihak Organda untuk disebutkan secara detail komponen yang menjadi unsur kenaikan tarif angkutan umum.
"Sudah saya sampaikan, saya sudah bertemu Organda ya kan, kemudian, kita memberi persentase berapa tapi saya enggak mau," ujar Jokowi usai launching kota layak anak di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Mantan wali kota Solo ini malah meminta detail rincian angka dari Organda, Masyarakat Transportasi, Dewan Transportasi Kota Jakarta dan pengguna angkutan umum, sehingga diperoleh angka yang tidak memberatkan semua pihak.
"Sehingga dari apa yang kita putuskan sebuah angka yang tidak terlalu membebani masyarakat," ucapnya.
Jokowi mengaku tidak keberatan berapa angka yang diputuskan Organda, namun tarif tersebut harus terdapat rincian yang dimintanya. Ia meminta seperti angka kenaikan solar, bensin, spare part, ongkos sopir dan sebagainya.
"Bukan keberatan, saya minta detailnya seperti apa, kenaikan solar berapa, kenaikan bensin berapa, kenaikan sopir berapa, kenaikan untuk spare part berapa harus tahu dong," ucapnya.
Sore ini, Jokowi mengaku akan bertemu kembali dengan pihak Organda. Apabila belum ada titik temu maka akan melakukan pertemuan kembali hingga terdapat angka kesepakatan.
Sumber :
merdeka.com
"Sudah saya sampaikan, saya sudah bertemu Organda ya kan, kemudian, kita memberi persentase berapa tapi saya enggak mau," ujar Jokowi usai launching kota layak anak di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Mantan wali kota Solo ini malah meminta detail rincian angka dari Organda, Masyarakat Transportasi, Dewan Transportasi Kota Jakarta dan pengguna angkutan umum, sehingga diperoleh angka yang tidak memberatkan semua pihak.
"Sehingga dari apa yang kita putuskan sebuah angka yang tidak terlalu membebani masyarakat," ucapnya.
Jokowi mengaku tidak keberatan berapa angka yang diputuskan Organda, namun tarif tersebut harus terdapat rincian yang dimintanya. Ia meminta seperti angka kenaikan solar, bensin, spare part, ongkos sopir dan sebagainya.
"Bukan keberatan, saya minta detailnya seperti apa, kenaikan solar berapa, kenaikan bensin berapa, kenaikan sopir berapa, kenaikan untuk spare part berapa harus tahu dong," ucapnya.
Sore ini, Jokowi mengaku akan bertemu kembali dengan pihak Organda. Apabila belum ada titik temu maka akan melakukan pertemuan kembali hingga terdapat angka kesepakatan.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi Bagi Bagi Buku Untuk Anak
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membagi-bagikan tas sekolah
dan buku tulis di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng Timur, Jakarta
Barat. Namun, antusias para wali murid dan siswa di sana membuat
politisi PDIP ini hampir jatuh, Senin
(24/6/2013).
Karena animo warga yang begitu besar, berdesak-desakan, Jokowi hampir jatuh dibuatnya, beruntung ada karung tumpukan tas dan buku di depannya sehingga badan Jokowi tersangga.
Melihat kejadian itu, panitia langsung meminta warga untuk antre dan tidak main dorong-dorongan. Acara bagi-bagi yang juga didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, serta Iriana Widodo dan Veronica Tan berlangsung selama 30 menit.
Sebelum membagikan 300 tas dan buku tulis, Jokowi melakukan launching kota layak anak.
Sumber :
merdeka.com
Karena animo warga yang begitu besar, berdesak-desakan, Jokowi hampir jatuh dibuatnya, beruntung ada karung tumpukan tas dan buku di depannya sehingga badan Jokowi tersangga.
Melihat kejadian itu, panitia langsung meminta warga untuk antre dan tidak main dorong-dorongan. Acara bagi-bagi yang juga didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, serta Iriana Widodo dan Veronica Tan berlangsung selama 30 menit.
Sebelum membagikan 300 tas dan buku tulis, Jokowi melakukan launching kota layak anak.
Sumber :
merdeka.com
Main Tebak-tebakan dengan Jokowi, 5 Siswa Dapat Hadiah Sepeda
Ada Jokowi, ada bagi-bagi hadiah. Hal itu juga terlihat saat Gubernur
DKI Jakarta itu menggeber kampanye 'Jakarta Ramah untuk Anak' di sekolah
Cinta Kasih Tzu Chi. Jokowi bermain tebak-tebakan dengan siswa
berhadiah sepeda.
Sebelum bermain tebak-tebakan, Jokowi menandatangani petisi bertuliskan 'Katakan Ya untuk Stop Kekerasan, Diskriminasi dan Penelantaran pada Anak Sekarang Juga'. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi terletak di Jalan Lingkar Luar Jakarta, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Senin (24/6/2013).
Setelah itu, Jokowi mengajak 5 siswa untuk bermain tebak-tebakan. "Biasanya kalau di acara seperti ini saya bawa sepeda, tapi kali ini enggak. Saya hanya bawa kartu nama tapi bisa ditukar sepeda," kata Jokowi sebelum memulai tebak-tebakannya.
Lima orang anak naik ke atas panggung. Kelimanya lalu berdiri berjejer di dekat Jokowi. Pertanyaan pertama yang bertemakan bunga dikeluarkan Jokowi.
"Sebutkan lima nama bunga," perintah Jokowi.
Dengan sigap, siswa itu menjawab lancar. "Melati, mawar, anggrek, kamboja, dahlia," sebut siswa itu sambil tersenyum.
Kepada siswa kedua, Jokowi menanyakan pengetahuannya soal DKI Jakarta. "Sebutkan dua nama gubernur Jakarta!"
Dengan buru-buru, siswa itu menyebut "Jokowi dan Basuki!" jawab siswa itu. Mendengar jawaban itu, Jokowi tertawa. "Loh.. loh," kata Jokowi.
"Eh salah. Jokowi dan Fauzi Bowo," ralat siswa itu tiba-tiba yang disambut tawa para hadirin.
Jokowi lali beralih kepada salah seorang siswi. Jokowi meminta anak tersebut menyebutkan empat museum yang ada di Jakarta.
"Museum Gajah, Monas, Batik, dan museum Fatahillah," jawab siswi itu lancar.
Pertanyaan selanjutnya terkait geografi. "Sebutkan 3 nama ibukota negara," tanya Jokowi.
"Jakarta, Kuala Lumpur dan Beijing," kata siswi berambut pendek itu. Jokowi pun membenarkan jawaban siswa itu dengan mengangguk.
Pertanyaan terakhir diberikan kepada siswa yang berada di sebelah kanan Jokowi. "Sebutkan lima nama pohon!"
"Pohon pisang, palem, kelapa, apel, dan mangga," kata siswa itu.
Setelah melakukan tebak-tebakan dan memberikan kartu namanya sebagai tanda tukar untuk mengambil sepeda, Jokowi kembali ke tempat duduknya.
Jokowi datang bersama istrinya, Iriana, dan istri Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tahja Purnama (Ahok), Veronica. Ketiganya kompak mengenakan kemeja berwarna putih.
Sumber :
detik.com
versi kompas.com : "Siswa SD Sebut Jokowi dan Ahok Mantan Gubernur DKI"
Sebelum bermain tebak-tebakan, Jokowi menandatangani petisi bertuliskan 'Katakan Ya untuk Stop Kekerasan, Diskriminasi dan Penelantaran pada Anak Sekarang Juga'. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi terletak di Jalan Lingkar Luar Jakarta, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Senin (24/6/2013).
Setelah itu, Jokowi mengajak 5 siswa untuk bermain tebak-tebakan. "Biasanya kalau di acara seperti ini saya bawa sepeda, tapi kali ini enggak. Saya hanya bawa kartu nama tapi bisa ditukar sepeda," kata Jokowi sebelum memulai tebak-tebakannya.
Lima orang anak naik ke atas panggung. Kelimanya lalu berdiri berjejer di dekat Jokowi. Pertanyaan pertama yang bertemakan bunga dikeluarkan Jokowi.
"Sebutkan lima nama bunga," perintah Jokowi.
Dengan sigap, siswa itu menjawab lancar. "Melati, mawar, anggrek, kamboja, dahlia," sebut siswa itu sambil tersenyum.
Kepada siswa kedua, Jokowi menanyakan pengetahuannya soal DKI Jakarta. "Sebutkan dua nama gubernur Jakarta!"
Dengan buru-buru, siswa itu menyebut "Jokowi dan Basuki!" jawab siswa itu. Mendengar jawaban itu, Jokowi tertawa. "Loh.. loh," kata Jokowi.
"Eh salah. Jokowi dan Fauzi Bowo," ralat siswa itu tiba-tiba yang disambut tawa para hadirin.
Jokowi lali beralih kepada salah seorang siswi. Jokowi meminta anak tersebut menyebutkan empat museum yang ada di Jakarta.
"Museum Gajah, Monas, Batik, dan museum Fatahillah," jawab siswi itu lancar.
Pertanyaan selanjutnya terkait geografi. "Sebutkan 3 nama ibukota negara," tanya Jokowi.
"Jakarta, Kuala Lumpur dan Beijing," kata siswi berambut pendek itu. Jokowi pun membenarkan jawaban siswa itu dengan mengangguk.
Pertanyaan terakhir diberikan kepada siswa yang berada di sebelah kanan Jokowi. "Sebutkan lima nama pohon!"
"Pohon pisang, palem, kelapa, apel, dan mangga," kata siswa itu.
Setelah melakukan tebak-tebakan dan memberikan kartu namanya sebagai tanda tukar untuk mengambil sepeda, Jokowi kembali ke tempat duduknya.
Jokowi datang bersama istrinya, Iriana, dan istri Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tahja Purnama (Ahok), Veronica. Ketiganya kompak mengenakan kemeja berwarna putih.
Sumber :
detik.com
versi kompas.com : "Siswa SD Sebut Jokowi dan Ahok Mantan Gubernur DKI"
Langganan:
Postingan (Atom)


























