Selasa, 09 September 2014

Lelang Mercy, Sebuah Jerat Maut dari SBY untuk Jokowi

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) sudah menegaskan penolakannya soal mobil menteri Mercedes-Benz kepada staf Setneg saat dihubungi via telepon. Namun lelang itu tetap berjalan. Mensesneg Sudi Silalahi menegaskan, pengadaannya memang tak bisa dibatalkan.
"Nggak bisa dibatalkan. Itu kan lelang terbuka. Waktu 2004 juga kayak gitu. Dulu dulu juga kayak gitu‎," kata Sudi di kantor presiden, Jl Veteran, Jakpus, Selasa (9/9/2014).

Budiman Sudjatmiko Temui Jokowi Bahas Dana Desa dan Kepala Daerah

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) berjanji untuk meningkatkan anggaran untuk desa berprestasi hingga Rp 2 miliar per tahun. "Saya malah berpikir kalau ada desa yang bagus prestasinya, mengembangkan badan usaha milik desa bagus, menanggulangi kemiskinan, nanti anggaran akan saya tingkatkan Rp 2 miliar," kata Budiman menirukan pernyataan Jokowi di Jakarta, Selasa (9/9/2014).

Peringatan Dini dari Ruhut untuk Jokowi

Politisi Partai Demokrat yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) pada pemilihan presiden 2014, Ruhut Sitompul, mengingatkan Jokowi, yang telah resmi ditetapkan sebagai presiden, agar berhati-hati mengelola negara.
Menurut Ruhut, Jokowi akan mengalami banyak rongrongan. Salah satunya datang dari mereka yang gagal menjadi menteri di kabinet Jokowi.

Usulan Ini Buat Jokowi Kian Dijauhi Parpol

Direktur Indo Strategi Andar Nubowo mengatakan posisi-posisi kementerian kabinet Jokowi-JK baiknya diisi lebih banyak dari kalangan profesional dibandingkan politisi.
Menurut Andar, komposisi tepat kabinet Jokowi-JK baiknya yakni 60 persen profesional dan 40 persen politisi yang memiliki latar belakang profesional.
"Selain diisi oleh 60 persen profesional dan 40 persen politisi yang memiliki latar belakang profesional, perlu pula perampingan kabinet," kata Andar di Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2014).

Setneg Ngotot Beli Mercy, Ada Apa Dalam Mercy?

Kementerian Sekretariat Negara Kabinet Indonesia Jilid II telah menetapkan PT Mercedes-Benz Indonesia sebagai pemenang lelang pengadaan mobil untuk menteri. Padahal presiden terpilih Joko Widodo telah menolak pengadaan itu. Mengapa Setneg meneruskan lelang?
Jokowi rupanya sudah diberi tahu soal lelang pengadaan mobil dinas para menteri oleh Sekretariat Negara. Mantan Wali Kota Solo ini menuturkan, saat diberi tahu, dia langsung meminta agar lelang pengadaan mobil itu tak dilanjutkan.

Tantangan Ahok untuk Jokowi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendesak lahan yang dikelola Sekretariat Negara (Setneg) di Taman Ria Senayan, Jakarta Selatan, segera diserahkan ke Pemprov DKI. Sebab, banyak proyek mangkrak di sana dan terkesan tak terurus.
"Saya dulu kan di DPR Komisi II, ikut panja aset-aset negara. Itu nggak lucu dong ada tanah dipegang oleh Setneg. Masak Setneg urusin tanah," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (9/9/2014).

3,5 Jam Rapat dengan Ahok, Jokowi Bahas Perizinan Tanah

Presiden sekaligus Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat pimpinan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pertemuan yang juga dihadiri oleh Asisten Sekda Bidang Tata Ruang Wirayatmoko dan Kepala Bappeda Andi Basul berlangsung dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 11.50 WIB. Apa saja yang dibahas?

Jokowi: Selamat Ulang Tahun Pak SBY

Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi), mengucapkan selamat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang hari ini merayakan ulang tahun ke-65.
"Pak SBY, selamat ulang tahun," kata Jokowi di Balai Kota, Selasa, (9/9/2014). Ucapan Jokowi kepada SBY sangat singkat. Namun, pria yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini enggan banyak berkomentar ketika ditanya apa harapan terhadap SBY.

Jokowi Tolak Beli Mercy Arahan SBY

Kementerian Sekretariat Negara Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II telah menetapkan PT Mercedes-Benz Indonesia sebagai pemenang lelang kendaraan untuk menteri periode mendatang. Apa kata presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)?
"Saya sudah menyampaikan itu ke Setneg (Sekretariat Negara) nggak usah beli. Pakai yang lama," ujar Jokowi kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2014).

Dilarang Merusak Lingkungan, Nelayan Cilincing Geruduk Kantor Jokowi

Puluhan nelayan yang mengaku dari Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (9/9/2014), menggeruduk kantor Gubernur DKI Jakarta yang sekaligus sebagai presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota, Jakarta.
Ratusan nelayan itu tiba di Balai Kota sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka membawa sejumlah perangkat aksi, seperti spanduk berisi keluhan atas nasib nelayan Jakarta Utara yang kurang diperhatikan.

Jokowi Punya Pekerjaan Sembuhkan Penyakit Akut Birokrasi

Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) masih akan berhadapan dengan persoalan struktural dalam birokrasi pemerintahan. Permasalahan tersebut mulai dari tumpang tindihnya aturan dan kebijakan, kentalnya politik birokrasi, obesitas birokrasi dan pemborosan hingga korupsi yang menggerogoti sistem pemerintahan.

SBY Paksa Jokowi Beli Mercy untuk Para Menterinya

Kementerian Sekretariat Negara Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II telah mengumumkan pemenang lelang mobil kementerian untuk pemerintahan berikutnya. Anggaran yang disiapkan Rp 91,9 miliar. Mobil Mercy tipe apa yang akan disiapkan?
Berdasarkan pengumuman pemenang lelang bernomor Peng-03/PPBJ-PKMPSM/08/2014 yang diterbitkan situs setneg.go.id, pemenang lelang pengadaan itu adalah PT Mercedes-Benz Indonesia. Penetapan pemenang lelang ini diputuskan pada 28 Agustus 2014.

Kawal Koalisi Merah Putih Agar Tak Ada Yang Berkhianat pada Prabowo

Dalam dunia politik tidak ada yang abadi. Yang ada kepentingan yang abadi. Karenanya, di kalangan akar rumput pendukung Prabowo-Hatta, timbul kekhawatiran adanya anggota Koalisi Merah Putih yang ‘berkhianat’ ke kubu Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK), misalnya karena diiming-imingi kursi menteri atau jabatan empuk lainnya. Seluruh anggota Koalisi Merah putih sudah dipastikan akan mendapat jabatan semua ketua DPR/DPRD, semua Gubernur dan semua Bupati/Walikota di seluruh Indonesia sebagai bonus atas blunder yang di buat oleh Jokowi di awal proses negosiasi pembentukan koalisi. Jokowi yang waktu itu menjunjung tinggi citra dan idealisme, lupa akan nasib parpol pengusungnya yang terpaksa harus gigit jari, kehilangan seluruh jabatan mulai dari walikota, bupati, ketua DPRD sampai ketua DPR RI (termasuk kelengkapannya).

Senin, 08 September 2014

SBY Minta Masyarakat Dukung Jokowi, Demokrat Minta Masyarakat Setia Dukung Prabowo

Setelah 10 tahun memimpin Bangsa Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin kembali ke komunitas bangsa ini dan melanjutkan bakti dengan cara-cara positif. Meskipun Partai Demokrat asuhannya meminta agar masyarakat tetap setia sampai mati mendukung Prabowo dengan koalisi merah putihnya, tetapi SBY justru meminta masyarakat mendukung penuh penggantinya nanti, Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi), agar bisa mengemban tugas dengan baik.

Hasyim Muzadi Minta Jokowi Blakblakan pada Rakyat

Penasihat Tim Transisi Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) berharap sebelum memerintah, Jokowi-JK berterus terang kepada rakyat soal keadaan negara sesungguhnya.  "Jangan ada yang ditutup-tutupi," kata Hasyim di Padepokan Arum Sabil, Jember, Jawa Timur, Senin malam (8/9/2014).

Komentar Jokowi Tentang Denda Parkir Liar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai hari ini, Senin (8/9/2014), menerapkan denda parkir liar dengan diderek sebesar Rp 500 ribu. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) belum menerima laporan, mengenai penerapan denda ini di lapangan.
"Ya nanti dilihat praktiknya seperti apa. Lapangannya seperti apa. Wong baru saja suruh ngomentari," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/9/2014).

Jokowi Akan Jaga Keseimbangan Pembangunan Barat dan Timur Indonesia

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pihaknya akan menjaga keseimbangan pembangunan di wilayah barat dan wilayah timur Indonesia.
"Yang jelas diberikan perhatian khusus. Supaya ketimpangan pembangunan antar wilayah tidak ada," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (8/9/2014).

PDIP Rekomendasikan Jokowi Bentuk Pengadilan HAM

PDI Perjuangan optimistis pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) bisa menuntaskan seluruh kasus HAM yang hingga kini belum terselesaikan. Terutama kasus almarhum Munir yang mendapat sorotan dari Amerika Serikat.
"Kita optimis. Makanya kami juga memberikan rekomendasi dari poksi 3 istilahnya kalau di PDIP kepada Pak Jokowi supaya segera membentuk pengadilan HAM adhoc karena muaranya semua di situ dulu," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/9/2014).

Jokowi Soal RUU Pilkada: Itu Memotong Kedaulatan Rakyat

Mayoritas fraksi di DPR menyetujui opsi pelaksanaan Pilkada melalui DPRD dalam rapat Panja RUU Pilkada. Presiden terpilih, Joko Widodo mengkritisi usulan tersebut sebagai kemunduran dan memotong kedaulatan rakyat.
"Itu kemunduran dan memotong kedaulatan rakyat," kata Jokowi saat ditanya mengenai RUU Pilkada di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (8/9/2014).

Jelang Penetapan Kabinet, Jokowi Intens Ketemu Ketum Parpol Koalisi

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) berencana mengumumkan susunan kabinetnya pada 15 September mendatang. Karena itu, ia semakin sering bertemu para ketum parpol koalisinya.
"Nanti 15 September udah ketemu postur (kabinet) nya seperti apa. Ketemu gemuk atau kurus. Baru tuk..tuk..tuk..tuk..‎," kata Jokowi saat menghadiri acara di Gedung RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (8/9/2014).

Jokowi: Yang Mau Menaikkan BBM Itu Siapa?

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) membantah jika dirinya akan mencabut subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM). Karena menurutnya, yang akan dilakukan adalah mengalihkan subsidi tersebut untuk usaha produktif.
"Yang mau menaikkan BBM itu siapa? Yang mau ada bantuan langsung itu siapa? Mengalihkan subsidi BBM ke usaha produktif, di desa di kampung, untuk petani untuk nelayan itu," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/9/2014).

Jokowi Akan Rekrut Banyak Menteri dari Latar Belakang Marketing

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya akan banyak merekrut menteri-menteri yang akan mengisi kabinetnya kelak dari kalangan marketing.
"Oleh sebab itu menteri-menteri yang akan datang mungkin akan banyak dari orang marketing," kata Jokowi saat memberi kata sambutan dalam acara peluncuran lagu Indonesia WOW! yang digelar di Gedung RRI, Jakarta, Senin (8/9/2014).

Jokowi Hadiri Rilis Single Slank 'Indonesia WOW' di RRI

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peluncuran single Slank bertajuk Indonesia WOW di Auditorium RRI. Indonesia WOW merupakan upaya Slank untuk mengawal pemerintahan Jokowi-JK.
Mengenakan kemeja putih, Jokowi tiba di lokasi acara di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. sekitar pukul 15.46 WIB, Senin (8/9/2014).

Jokowi Ogah Komentar soal Kasus Munir

Tahun ini menjadi tahun kesepuluh tragedi kematian aktivis HAM, Munir Said Thalib. Banyak pihak menaruh harapan besar presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi), mampu menuntaskan kasus tersebut.

Risma Saja Ogah Jadi Menteri Jokowi

Nama Tri Rismaharini sempat mencuat dalam daftar calon menteri kabinet presiden terpilih Joko Widodo dan disebut cocok sebagai Menteri Pekerjaan Umum. Namun nama Risma kini tak lagi disebut sebagai salah satu menteri kabinet Jokowi, ada apa?
Ternyata Risma mengaku sudah menghadap ke Ketua Umum DPP PDIP Megawati dan meminta agar namanya tidak dijadikan menteri karena masih ingin melayani masyarakat Surabaya dan mempunyai banyak PR.

Mitsubishi Mendekati Jokowi

Perusahaan asal Jepang, Mitsubhisi, mulai mendekati presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Mereka berencana menggarap pertambangan nikel di Halmahera, Maluku Utara.
"Pertimbangannya, (ketika Jokowi sudah memerintah kelak) proses investasi mereka dipermudah dan mendapatkan nilai tambah," kata Plt Kepala Biro Kepala Daerah dan Hubungan Luar Negeri DKI,  Heru Budi Hartono, saat ditanya soal kedatangan Mitsubishi ke Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (8/9/2014).

Tak Ada Jalan Lain Bagi Jokowi Selain Kembali ke Komitmen Awal

Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti meminta tim koalisi Presiden terpilih Jokowi-Jusuf Kalla harus kembali kepada komitmen awal, yakni tidak ada pembagian jatah di kursi pemerintahannya.
Hal tersebut disampaikan Ray, menanggapi banyaknya pihak yang mendatangi Rumah Transisi guna mendapatkan kursi di kabinet pemerintahan Jokowi-JK.