Selasa, 02 September 2014

Ini Isi Hati Hatta Radjasa Sesungguhnya

Hatta Rajasa mengatakan tak pernah sedikit pun berpikir untuk menghalangi atau menjegal pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). "Begitu Mahkamah Konstitusi memutuskan, selesai sudah. Mau apa pun, Jokowi presiden kita. Itu faktanya," kata Hatta kepada Tempo, Selasa (2/9/2014). (Sesuai dengan Investigasi Tempo sebelumnya)

Sudah Terima Rekomendasi Struktur Kabinet, JK: Tunggu Seminggu Lagi

Tim Transisi Jokowi-JK sudah menyerahkan 5 opsi rekomendasi struktur kabinet pemerintahan pada Jokowi-JK. Hingga saat ini, pasangan presiden dan wakil presiden terpilih itu masih mempersiapkan siapa saja yang akan menduduki kursi di kabinetnya.
"Belum (selesai). Kira-kira seminggu lagilah, masih banyak yang harus dipersiapkan," kata Jusuf Kalla saat ditanya perkembangan penyusunan kabinet pemerintahannya.

Tim Transisi Datangi Kantor Wapres Boediono

Para aktor utama pendukung Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) dari padepokan Kantor Transisi mendatangi kantor Wakil Presiden Boediono di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa(2/9/2014) sekitar pukul 13.30 WIB.
Rini Sumarno, Andi Widjajanto, Anies Baswedan, Akbar Faizal, dan Hasto Kristianto tiba di kantor Wapres dengan menumpang mobil Lexus B 906 RN dan Range Rover B 1171 SHF, mereka turun di tempat parkir tamu dan berjalan menuju bagian dalam kantor.

Tanggapan Jokowi Tentang Pertemuan di Cikeas Semalam

Koalisi Merah Putih bertemu Presiden SBY di Cikeas, Bogor. Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) tidak mempermasalahkan pertemuan tersebut. Bagi Jokowi pertemuan tersebut dia anggap hanya silaturahmi.
"Nggak apa-apa bertemu kok. Saya juga kemarin bertemu Pak SBY. Koalisi Merah Putih bertemu ya bertemu nggak apa-apa. Kita saudara masa ketemu nggak boleh," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

JK Belum Tahu 'Rahasia' Pembicaraan Jokowi-Hatta

Wapres terpilih Jusuf Kalla (JK) mengaku belum mendapat informasi mengenai pembicaraan dari pertemuan Joko Widodo dengan Hatta Rajasa Senin (1/9/2014) malam. JK juga belum menjadwalkan pertemuan dengan Ketum PAN tersebut.
"Belum‎, belum (tahu isi pembicaraan Jokowi dengan Hatta," kata JK saat keluar dari kediamannya, di Jl Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa (2/9/2014).

Jokowi Ngaku Prabowo Sahabat Baiknya

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan mengagendakan pertemuan dengan Prabowo Subianto.

Jokowi-Ahok 'Ngobrol 6 Mata' Bareng Iriana Soal Wagub DKI di Balai Kota

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengunjungi ruangan kerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Berbeda dengan hari-hari biasanya, Ahok berada di ruang Jokowi lebih dari satu jam.
Ketika ditanya, Ahok hanya senyum-senyum. "Ngobrol-ngobrol soal makanan saja. Ngobrol biasa saja, soal pribadi," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014).

Jokowi konfirmasi Cuma Silaturahmi

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengakui pertemuannya dengan Hatta Radjasa. Jokowi juga memastikan bahwa isi pertemuan itu cuma silaturahmi sambil memakan lemper.
"(isi) Pertemuannya silaturahmi dan Pak Hatta mengucapkan selamat kepada saya dan Pak JK," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

SBY: Semua Pihak Harus Akui Bahwa Suara Prabowo Tidak Sedikit

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak menghormati hasil Pilpres 2014 yang memenangkan pasangan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.
"Sejarah mencatat, bahwa Jokowi dan JK memenangkan pilpres dengan perolehan suara tertentu, sekian puluh juta," kata SBY di Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/9/2014).

Demokrat Juga Tidak Pernah Berubah Haluan, Tetap Setia pada Prabowo

Ketua Harian Partai Demokrat Syarifuddin Hasan mengatakan partainya tidak berminat untuk bergabung dengan Kubu Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Meski Demokrat sudah memiliki pengalaman 10 tahun sebagai partai penguasa.
"Enggak tuh (ingin gabung)," ucap Syarief di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Selasa (2/9/2014).

PAN Tidak Akan Pernah Berubah Haluan, Tetap Setia pada Prabowo

Ketua DPP Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menegaskan hingga saat ini posisi partainya masih berada di Koalisi Merah Putih. Belum ada keputusan untuk berpindah ke Koalisi Pemerintahan Jokowi-JK.
"PAN di KMP (Koalisi Merah Putih), sampai nanti dibahas di kongres," ujar Zulkifli, Selasa (9/2/2014).

Apapun Yang Terjadi Fahri Bersumpah Habisi Jokowi

Wasekjen PKS Fahri Hamzah menegaskan akan terus melawan pemerintah. Termasuk kepada presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang akan dilantik pada 20 Oktober 2014 mendatang.
"Makanya, Jokowi kan belum dilantik, saya akan terus serang dia, tidak akan berhenti sampai kapanpun, apapun risikonya. Saya enggak cari comfortability, yang saya cari adalah kebenaran umum," ucap Fahri usai menghadiri pertemuan pimpinan parpol anggota Koalisi Merah Putih dengan Presiden SBY di Cikeas, Selasa (2/9/2014).

Senin, 01 September 2014

SBY Kumpulkan Parpol Koalisi Merah Putih di Cikeas, Ada Apa?

Sebelum bertolak ke Singapura, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengumpulkan parpol-parpol koalisi Merah Putih di kediamannya, Cikeas, Bogor, Selasa (2/9/2014). Belum diketahui pasti agenda pembahasan pertemuan ini. Namun, sejumlah parpol koalisi tampak irit bicara saat disinggung soal pertemuan tersebut.

Ada Hatta di Pertemuan Jokowi-Surya Paloh

Presiden terpilih Joko Widodo mengadakan pertemuan tertutup di kediaman Surya Paloh, di Jalan Permata Berlian, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2014) malam.

Jokowi: Bagus, Bagus. Ahok dan Yani Cocok

Presiden terpilih yang kini masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi, mengatakan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama cocok berduet dengan Sarwo Handayani, Deputi Gubernur DKI Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup.
"Bagus, bagus. Cocok," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2014).
Menurut Jokowi, kinerja perempuan yang akrab disapa Yani itu sampai saat ini terbilang bagus.

Niatan Jokowi Akan Copot Menterinya Jika Tak Sesuai Harapan

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) pernah menyatakan tak segan mencopot menteri yang tak bekerja sesuai target yang diberikan di tengah masa jabatannya. Secara etika politik, jika menteri tersebut berasal dari partai politik, maka ‎penggantinya dari partai yang sama. Ia menyatakan akan menyampaikan pencopotan itu pada partai pengusungnya.

Soal Koalisi, Jokowi: Ketemunya Gampang, Ngomongnya yang Alot

Partai mana yang akan merapat ke kubu Jokowi-JK saat ini masih belum ada kejelasan. Ia menyatakan komunikasi politik masih berlangsung namun dalam beberapa hal menjadi alot.
"Ya masih dalam proses. Ketemunya gampang, tapi dalam pertemuannya yang alot," ujar Jokowi sambil tersenyum, Senin (1/9/2014).
Hal ini disampaikannya disela-sela kesibukannya menerima tamu di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Jokowi Jangan Takut Manuver Koalisi Merah Putih

Pemerintahan di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla tidak boleh takut dengan manuver yang dilakukan Koalisi Merah Putih yang bakal menghambat dari Parlemen.
"Jalan terus sesuai rencana yang disusun," kata Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di Surabaya, Senin (1/9/2014).  Karena itu, kata Muhaimin, Tim Transisi hendaknya menyiapkan segalanya hingga pelantikan dan tiga bulan sesudahnya.

Jokowi dan Ahok Masih Diskusikan Perombakan SKPD

Jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta segera dirombak. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih terus mendiskusikan pejabat-pejabat yang bakal dicopot.
"Perombakannya kecil-kecilan. Yang performanya baik ya terus, yang nggak ya nggak. Ini masih didiskusikan dengan Pak Ahok," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2014).
Ketika ditanya apakan Kadis PU Rudi Manggas Siahaan termasuk yang dicopot karena Ahok menilai kinerjanya buruk, Jokowi mengaku belum memutuskannya dan masih 'dipelajari'.

Jokowi Mulai Saring Ribuan Nama Calon Menteri

Presiden Terpilih 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi) mengaku ruang untuk para menteri kabinet pemerintahannya kelak masih belum terbentuk hingga saat ini. Sosok yang akrab disapa Jokowi tersebut memastikan, pertengahan September ini kerangka kabinet sudah ada sehingga struktur kabinet sudah terbentuk pada awal Oktober mendatang.

Demokrat Pesan Agar Jokowi Siap-siap Naikkan Harga BBM

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) sudah menyatakan kesiapannya jika terpaksa harus menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Menanggapi wacana itu, Ketua Komisi VII DPR RI dari fraksi Demokrat Milton Pakpahan menilai, masyarakat Indonesia pada dasarnya memahami jika harga BBM bersubsidi sudah tidak rasional.

Jokowi Diusulkan Naikkan Harga BBM Besubsidi Maret 2015

Ekonom Universitas Gajah Mada (UGM) Tony Prasetiantono menyarankan pemerintah mendatang untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di awal tahun. Penaikan harga BBM subsidi dinilai bakal berdampak positif terhadap ekonomi Indonesia. "Maret, saat terbaik. Sentimen positif akan menyebabkan capital inflow akan menguat dan mulai melonggarkan likuiditas, sehingga BI Rate bisa diturunkan," katanya di Jakarta, Senin (1/9/2014).

83 Persen Publik Ingin Jokowi-JK Atasi Kesenjangan Pendapatan

Pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) tinggal menanti pelantikan sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014, nanti. Publik banyak berharap terhadap kedua pasangan ini mampu menjalankan tugas dan tantangan ke depannya.

Asal Njeplak: Jokowi Diminta Jual Pesawat Kepresidenan

Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait mengaku akan mengusulkan kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) untuk menjual pesawat kepresidenan yang pengadaannya dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono SBY), untuk menghemat anggaran operasional. Meskipun bisa dipastikan untuk blusukan Jokowi ke seluruh pelosok negeri tidaklah mungkin menggunakan pesawat komersial maupun pesawat carteran.

Eggi Sudjana Minta Jokowi Juga Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kuasa Hukum mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Eggi Sudjana, meminta kepada Jaksa Agung, Basrief Arief bertindak adil.
Menurut Eggi, penetapan status tersangka terhadap kliennya tidaklah tepat. "Dalam pandangan hukum kami, Bapak Udar Pristono ini tidak tepat, tidak layak, tidak sepantasnya dijadikan tersangka," ujar Eggi di kantornya di Jalan Tanah Abang III, Jakarta, Senin (1/9/2014).
Ditambahkan Eggi, Udar Pristono telah melakukan pekerjaannya secara benar.

Fukuda Undang Jokowi ke Jepang

Presiden sekaligus Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuntaskan pembangunan mass rapid transit (MRT). Proyek tersebut diharapkan tuntas tepat waktu.
“Pak Ahok harus melanjutkan ini tepat waktu,” kata Jokowi saat meninjau pembangunan MRT di Bundaran HI, Senin (1/9/2014). Saat kunjungan Jokowi didampingi mantan Kepala ‎Japan-Indonesia Association (Japinda) yang juga mantan PM Jepang Yasuo Fukuda.

Demi Posisi Menteri, Sutiyoso Rela Tinggalkan PKPI

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso (Bang Yos), hari ini tampak menyambangi Balai Kota Jakarta.
Bang Yos yang mengenakan setelan atas batik berwarna merah itu menghadiri acara Paguyuban Werdatama Jaya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Paguyuban Werdatama Jaya merupakan para pensiunan pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta.