Selasa, 25 Maret 2014

Relawan Jokowi Tuntut Realisasi Pernyataan Presiden SBY

Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) menuntut realisasi pernyataan Preisden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penghargaan kepada para pahlawan.
"Kami sudah dua bulan menulis surat kepada Presiden SBY, agar menetapkan Bung Karno sebagai 'Bapak Bangsa.' Tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan," kata Sekjen DPP Bara JP Utje Gustaaf Patty di Jakarta Selasa (25/3).
Dalam pernyataan tertulisnya yang dikirimkan kepada Tribunnews.com, dijelaskan  melalui Twitter, SBY menegaskan: @SBYudhoyono: "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawan-pahlawannya, pemimpin-pemimpinnya, & pendahulu-pendahulunya."

Mau Jadi Cawapres Jokowi? JK: Kita Lihat Setelah Pileg

Jusuf Kalla (JK) digadang-gadang menjadi cawapres pendamping bagi capres PDIP Joko Widodo (Jokowi). Pernah menyatakan bersedia, JK kini akan menunggu hasil pileg.
"Tunggu saja. Kita lihat perkembangannya setelah Pileg," ucap JK kepada wartawan di kampus Universitas Padjajadran (Unpad), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (25/3/2014).
JK punya pengalaman sebagai pemimpin bangsa saat duduk di kursi wapres periode 2004-2009.

Sitompul: Rakyat Memilih Presiden Bukan Karena Kasihan

Politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menilai berbagai isu terkait Gubernur DKI Joko Widodo, seperti penyadapan dan pembunuhan, sengaja dibuat untuk meraih simpati rakyat. Jokowi disebut-sebut bakal dibunuh atau dibuat cacat jika ikut bertarung di pemilu presiden nanti.
"Memangnya rakyat milih presiden karena kasihan. Rakyat sudah pintar, bung. Mereka nggak memilih karena kasihan. Gue ketawa terus dengar yang beginian," kata Ruhut, Selasa (25/3/2014).

Mohon Maaf ya Pak Jokowi

Kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) selalu dimanfaatkan oleh warga untuk berfoto bersama atau sekadar bersalaman. Mereka bahkan tak segan berebut untuk itu.
Seperti yang terjadi ketika Jokowi menghadiri acara Bimbingan Teknis Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia, di Gedung Ardyagarini, kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (25/3/2014).
Mereka berebut mendekati Jokowi, sampai-sampai orang nomor 1 di Jakarta itu terjepit dan ditarik-tarik.

Presiden Lebih Mudah Urus Transportasi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tak perlu khawatir jika proyek-proyek transportasi yang saat ini sedang berjalan di bawah kepemimpinannya akan mandek jika ia terpilih menjadi presiden. Menurut Jokowi, jika ia berhasil menduduki kursi RI 1, justru akan lebih mudah mengontrolnya.
"Ya tentu saja lebih mudah mengawalnya dong (kalau jadi presiden). Karena apa, Jakarta ini kan menyangkut Jabodetabek, terlebih soal transportasi.

Bukan PDIP, Siapa Pemilik Domain Internet "Jokowi.id"?

Nama domain internet "Jokowi.id" ternyata telah didaftarkan dan dibeli. Siapakah pemiliknya dan akan digunakan untuk apa?
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), mengakui bahwa alamat situs web Jokowi.id telah didaftarkan pada Senin (24/3/2014). Namun, Pandi enggan mengungkap siapa pihak yang mendaftarkan nama domain tersebut.
"Kami harus menjaga kerahasiaan. Kami tidak bisa memberitahukan siapa pendaftarnya. Yang jelas, kami menjamin pendaftaran nama domain ini sudah sesuai dengan seluruh aturan pendaftaran nama domain "Apapun.id" di periode Sunrise," kata Ketua Pandi Sigit Widodo saat dihubungi KompasTekno, Selasa (25/3/2014).

Jokowi Ungkap Pengambil Alihan Palyja Tersendat Gugatan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengungkapkan, pengambil alihan PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) tersendat lantaran masih ada gugatan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Pengadilan.
"Yang membuat kenapa sampai sekarang belum clear. Karena masih ada (gugatan) LBH itu," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (25/3/2014).

Sangat Sulit Bagi Prabowo Maupun ARB Untuk Hadang Jokowi pada Pilpres 2014

Langkah PDI Perjuangan melalui calon presidennya, Joko Widodo (Jokowi) yang mendekati tokoh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dinilai bakal menyulitkan capres dari partai lain seperti Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie (ARB atau Ical).
Langkah politik tim sukses Jokowi untuk menggandeng dua ormas Islam terbesar di Tanah Air itu dalam pandangan pengamat politik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Arie Sudjito sangat realistis. "PDIP melihat massa NU dan Muhammdiyah jumlahnya sangat signifikan," kata Arie dalam perbincangan dengan detik, Selasa (25/03/2014).

PDIP Tak Akan Terpancing "Serangan" Politik

Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menyatakan, pihaknya takkan terpancing dengan 'serangan-serangan' yang dialamatkan lawan politik kepada partai dan capres partai itu, Joko Widodo (Jokowi).
"Kami menanggapi hal-hal tersebut dengan tenang, bahkan dengan senyuman, dan tidak pernah terpancing," kata Tjahjo di Jakarta, Selasa (25/3/2014).
PDI Perjuangan juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang secara bijak dan cerdas menanggapi serangan negatif terhadap Pak Jokowi, Ibu Megawati, juga PDI Perjuangan, sebagai bagian dari persaingan politik semata.

Tiga Program Infrastruktur DKI yang Diprioritaskan Jokowi

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) meminta dukungan dan bantuan pemerintah pusat di tiga pembangunan infrastruktur Ibu Kota, yakni dalam pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), pembangunan Waduk Megamendung di Bogor, serta pengelolaan air limbah.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Tingkat Provinsi DKI Jakarta (Musrenbang) yang bertema
'Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur untuk Penyediaan Pelayanan Publik yang Berkesinambungan,' di Balai Agung, Selasa (25/3/2014).
"Untuk Pemerintah Pusat, kita masih banyak hal yang harus dikerjakan bersama-sama. Kami mohon diberikan dukungan untuk membangun Waduk Megamendung, MRT, dan air limbah," kata Jokowi.

Blusukan di Cipinang, Jokowi Disuguhi Foto Bersama Caleg PDIP

Siang ini, Selasa 25 Maret 2014, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali blusukan. Kali ini ia memantau proses pembangunan kampung deret di Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Menurut pantauan, Jokowi ini tiba di RW 02, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur ini pada pukul 12.15 WIB.

Kesantunan Jokowi Akan Mengalahkan Kesombongan Sebesar Apa Pun

Kesantunan.  Itu kata yang mulai menguap dari kazanah kosa kata di negeri ini.  Amuk seakan mengganti kata santun sebagai keunggulan sebuah masyarakat beradab negeri ini.  Lihat saja berita di televisi.  Caci maki lebih digemari.  Lihat saja gambar di televisi.  Pasti muka garang dengan sejuta dendam melambungkan beraneka kata ancaman.
Dari mana rakyat ngeri ini belajar tentang moral nirsantun?  Pasti ada sumbangan dari para pemimpin negeri ini yang pongah.  Pemimpin pongah akan melahirkan bala tentara pongah.

Ada Oknum dalam Pembangunan Halte

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada oknum dalam pembangunan halte bus yang ada di Jakarta, sehingga fungsi halte tidak berjalan secara optimal.
"Sekarang ini halte-halte tidak fungsional, karena mereka bikin untuk proyek. Makanya pada enggak mau duduk (berhenti) di halte," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Namun, Jokowi tidak menjelaskan secara detail terkait adanya oknum yang memanfaatkan pembangunan halte untuk kepentingan tertentu itu.

Dosa-dosa Jokowi pada PKS

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, secara berkesinambungan mencela keras pencalonan Joko Widodo (Jokowi) sebagai kandidat calon presiden. Fahri menilai sejak menjadi gubernur Jokowi belum menunjukkan prestasi.
Mantan anggota Komisi Hukum DPR ini dengan tegas menyatakan bahwa apapun yang terjadi PKS dipastikan akan menjadi oposisi pemerintahan presiden Jokowi.

Demo Usir Jokowi: Ditinggal Jokowi, Jakarta Bisa Hancur Kayak Bakwan

Aksi unjuk rasa di depan Balai Kota yang dilakukan oleh Koalisi Masyarakat Jakarta Baru (KM-JB) sempat diwarnai kericuhan di antara mereka.
Salah satu peserta aksi tampak tidak senang dengan cara orasi yang dilakukan oleh seorang pendemo. Kejadian tersebut diawali dengan lawakan yang dikeluarkan oleh orator tersebut soal kota Jakarta.
"Kalau Jokowi tinggalkan Jakarta, Jakarta bisa ancur lebur kawan-kawan, kayak bakwan kawan-kawan," ujarnya, Selasa (25/3/2014).

Demo Jakarta Baru Cinta Jkowi Tapi Usir ke Solo

Puluhan orang menggeruduk Balai Kota Jakarta, tempat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) berkantor. Mereka terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan remaja yang tergolong anak baru gede (ABG).
Seraya membawa spanduk dan papan bertuliskan 'Jokowi Bohong', para pendemo berjoget ria. Selain menyampaikan orasinya, dua buah ondel-ondel turut meramaikan demonstrasi ini.
"Kami cinta Pak Jokowi , kami tidak mau Jokowi meninggalkan Jakarta, kami ingin Pak Jokowi tetap di Jakarta dan tidak maju jadi presiden," teriak orator demo yang mengenakan baju kotak-kotak di depan Balai Kota, Jakarta, Selasa (25/3/2014).

Fahri Kembali Kalap, Hari Ini Tantang Lagi Jokowi

Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) menantang Wasekjen PKS Fahri Hamzah untuk adu gagasan dan berpolitik santun. Gayung pun bersambut, Fahri balik menantang Jokowi. Fahri mengatakan, dirinya mengajak seluruh capres untuk berdebat soal pemberantasan korupsi. Dia menantang, beranikah seorang presiden mundur jika korupsi masih merajalela karena sistem yang amburadul.
"Saya ingin mengajak Jokowi dan semua capres berdialog tentang pemberantasan korupsi sistemik. Berani enggak mundur kalau setahun korupsi sistemik belum surut?" kata Fahri dalam pesan singkat, Selasa (25/3/2014).

Jokowi Pastikan Setiap Halte Bebas PKL dalam 3 Bulan ke Depan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengklaim pihaknya sudah membersihkan halte bus di beberapa titik di Jakarta dari Pedagang Kaki Lima (PKL).
"Ya dilihat, dua minggu ini sudah diperbaiki, sudah dicat," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Jokowi mengatakan pihaknya membutuhkan tiga bulan untuk memperbaiki halte dan mensterilkan halte dari PKL.

Jokowi Sudah Punya Calon Sekda, Tapi Belum Ditunjuk

Sejak Fadjar Panjaitan mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) pada 9 Maret 2013 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga saat ini belum juga mendapat penggantinya. Sejak itu, posisi tersebut tetap dibiarkan kosong selama 11 bulan.
"Sekda belum," ucap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Ketika ditanya alasan penundaan, Jokowi mengaku khawatir jika salah pilih. Saat ini, dia tengah mencari siapa sosok yang tepat untuk mengisi posisi sebagai Sekda.

Jokowi: Benahi Pertanian!

Kandidat calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo menyinggung masalah pertanian saat menjadi juru kampanye bagi partainya di Lampung. Pembenahan atas manajemen pertanian dia yakini dapat membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

"Manajemen tani itu harus diperhatikan. Mereka (para petani) memang diberi bimbingan nanam sebelumnya, tapi masak pascapanennya tidak disiapkan?" ujar Jokowi, akhir pekan lalu. Dia pun mencontohkan kondisi pertanian dan petani di Boyolali, Jawa Tengah.

Akun Twitter Penyerang Jokowi , @SamadAbraham, Bukan Milik Abraham Samad

Kicauan akun jejaring sosial twitter yang mengatasnamakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menarik perhatian.
Akun dengan nama @SamadAbraham itu berkicau mengenai upaya untuk menghentikan langkah calon presiden (capres) PDI-Perjuangan Joko Widodo (Jokowi).
Dalam kicauan pada Senin (24/3/2014), akun tersebut juga menyerang capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Saat dikonfirmasi mengenai akun tersebut, Abraham Samad langsung memberikan bantahan.

Jokowi Buka Musrenbang DKI di Balai Kota

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. Acara dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, dan perwakilan beberapa kementerian.
Saat memberikan sambutan, Jokowi mengingatkan agar Musrenbang tidak hanya menjadi rutinitas tanpa hasil. Lebih-lebih menjadi acara seremonial. Karena seharusnya mampu mengakomodir masukkan masyarakat.

PDIP Kalem-kalem Saja Hadapi "Demo Usir Jokowi"

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi santai terkait demonstrasi yang akan dilakukan ratusan orang yang tergabung dalam Koalisi Masyrakat Jakarta Baru (KM-JB) untuk mengusir Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), karena dianggap lalai menjalankan tugasnya.
Menurut Wasekjen PDIP, Hasto Kristianto, partai berlambang kepala banteng moncong putih akan tetap menghadapinya dengan senyuman.
"Hadapi dengan senyum dan Kepala dingin," kata Hasto saat dihubungi di Jakarta, Selasa (25/3/2014).

Menteri Tunggu Gubernur

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Selasa 25 Maret 2014 pagi ini, terlambah sampai di Balai Kota, Jakarta. Jokowi baru tiba di kantor pukul 08.35 WIB.
Padahal, Jokowi telah dijadwalkan menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) pada pukul 08.00 WIB. Sementara, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana justru sudah datang terlebih dahulu sebelum Jokowi.

Kerahkan Satpol PP Jaga Halte

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan revitalisasi untuk tempat menunggu penumpang (halte). Kegiatan ini telah dilakukan selama dua minggu terakhir. Selain perbaikan, halte juga akan dipercantik dengan dicat kembali.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sudah dua minggu terakhir melakukan revitalisasi halte.

Jokowi = Inul

Joko Widodo (Jokowi) itu fenomenal. Politisi PAN Dr Didik J Rachbini menyebut fenomena Jokowi mirip Inul Daratista, penyanyi dangdut bertitel goyang ngebor.
Inul datang dari sebuah kampung di Sidoarjo, Jawa Timur, datang ke Jakarta dengan modal talenta goyang ngebor dan nyanyi dangdut. Di Ibukota, Inul harus berhadapan dengan raja dan ratu yang sudah establish berpuluh-puluh tahun. Para raja dan ratu ini merasa tak pernah tergoyahkan, apalagi terkalahkan oleh pendatang baru.

Pemilih ARB, Prabowo dan Jokowi

Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari mengisahkan pengalamannya menemui simpatisan Golkar di wilayah Jawa Tengah. Hajri menemukan fakta bahwa banyak pemilih parpol tertentu tak memilih capres dari parpol yang dipilihnya.
Pengalaman Hajri ini diceritakan pada diskusi 'Persaingan Capres-Cawapres Menjelang Pemilu' di Ruang Perpustakaan MPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/3/2014). Ceritanya ini menguatkan pernyataan Ikrar Nusa Bakti yang mengatakan banyak pemilih parpol di luar PDIP yang mendukung Jokowi.
"Saya kampanye di Sragen. Di sana kata mereka kalau Pemilu Legislatif akan milih Golkar semua," kata Hajri.