Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sepanjang Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, disesalkan berbagai masyarakat, khususnya mereka yang mempunyai usaha pertokoan. Warga yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli MRT ini menganggap pemerintah provinsi DKI Jakarta kurang melakukan sosialisasi.
Perwakilan Masyarakat Peduli MRT, Wien Waluyo menyatakan, pihaknya merasa bingung karena merasa kurang diberikan pengarahan oleh Pemprov.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 10 Maret 2014
MS Hidayat Ingatkan Jokowi Bahwa Foxconn Hanya Iseng
Bulan lalu, Hon Hai Precision Industry Co Ltd atau akrab disebut Foxconn menemui Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi). Kedua belah pihak menandatangani kerja sama investasi melalui Letter of Intent (LoI) jenis nota kesepahaman yang menyerupai Memorandum of Understanding (MoU). Foxconn berjanji membangun pabrik perakitan ponsel di Jakarta, dan Pemprov DKI berkomitmen menyediakan 200 hektar lahan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Jakarta Barat.
Menteri Perindustrian MS Hidayat terlihat kesal saat disinggung soal rencana investasi Foxconn di Indonesia.
Menteri Perindustrian MS Hidayat terlihat kesal saat disinggung soal rencana investasi Foxconn di Indonesia.
Jokowi Ditertawakan Anak Buah Gara-gara Joki 3 in 1
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan kepada seluruh satuan perangkat kerja daerah serta pejabat eselon 3 dan 4 di Balai Agung, Balai Kota, Senin (10/3/2014). Pada kesempatan itu, dia memperlihatkan gambar yang menampilkan berbagai masalah ibu kota, seperti kawasan kumuh, sampah, macet, banjir, sampai keberadaan joki 3 in 1 di sejumlah jalan protokol.
Ketika menampilkan foto joki 3 in 1, Jokowi berkata masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cepat. "Bayangkan kalau anda semua jadi Gubernur melihat gambar seperti ini," kata Jokowi sambil menunjuk gambar joki 3 in 1. "Apa jawaban anda?," tanyanya kepada anak buahnya itu. Mendengar pertanyaan tadi, para PNS ini tertawa.
Ketika menampilkan foto joki 3 in 1, Jokowi berkata masalah ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cepat. "Bayangkan kalau anda semua jadi Gubernur melihat gambar seperti ini," kata Jokowi sambil menunjuk gambar joki 3 in 1. "Apa jawaban anda?," tanyanya kepada anak buahnya itu. Mendengar pertanyaan tadi, para PNS ini tertawa.
Jokowi Akan Gebuk Mantan Timses Yang Main Proyek Bus Abal-abal
Nama Michael Bimo Putranto diduga terlibat dalam pengadaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang telah berkarat. Bimo disebut sebagai mantan tim sukses Jokowi.
Muncul dugaan, lelang pengadaan bus itu sudah diatur siapa pemenangnya. Soal dugaan ini, Jokowi membantahnya.
"Itu kan mekanisme pengadaan barang jasa itu lelang. Risikonya banyak. Ada yang menang bisa tetangga, bisa kawan saya, bisa juga musuh saya, itu risiko mekanisme lelang. Kalau saya aturan ya sudah. Kalau sudah langgar, urusannya kita gebuk," ujar Jokowi di Balai Kota, Senin (10/3/2014).
Muncul dugaan, lelang pengadaan bus itu sudah diatur siapa pemenangnya. Soal dugaan ini, Jokowi membantahnya.
"Itu kan mekanisme pengadaan barang jasa itu lelang. Risikonya banyak. Ada yang menang bisa tetangga, bisa kawan saya, bisa juga musuh saya, itu risiko mekanisme lelang. Kalau saya aturan ya sudah. Kalau sudah langgar, urusannya kita gebuk," ujar Jokowi di Balai Kota, Senin (10/3/2014).
Jokowi Akan Laporkan Pemilik "Sedot WC" dan "Pasang Antena"
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merasa geram terhadap pihak yang menempelkan pamflet berisi penyediaan jasa sedot WC dan pemasangan antena televisi di fasilitas publik.
Ia akan melaporkan pihak itu kepada aparat kepolisian. "Kan nomor teleponnya kelihatan jelas. Mudah itu, datangi saja ke kantornya, polisikan," ujar Jokowi saat memberi pengarahan ke pejabat eselon III dan IV Pemprov DKI Jakarta di Balai Agung, Balaikota, Jakarta, Senin (10/3/2014).
Ia akan melaporkan pihak itu kepada aparat kepolisian. "Kan nomor teleponnya kelihatan jelas. Mudah itu, datangi saja ke kantornya, polisikan," ujar Jokowi saat memberi pengarahan ke pejabat eselon III dan IV Pemprov DKI Jakarta di Balai Agung, Balaikota, Jakarta, Senin (10/3/2014).
Golkar Berharap Boy Sadikin Gantikan Jokowi
Meski berat hati melepas kepergian Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), namun
Partai Golkar DKI mempunyai pandangan soal siapa yang cocok menggantikan
Jokowi di DKI. Sosok dari trah Ali Sadikin dipandang cocok.
"Ada Boy Sadikin, dia pengalaman berorganisasi," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Ashraf Ali saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/3/2014).
"Ada Boy Sadikin, dia pengalaman berorganisasi," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Ashraf Ali saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/3/2014).
Kisah Mistik di Kantor Jokowi
Banyak kesaksian mengenai kejadian mistis yang terjadi di sekitar kantor Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Beberapa kisah menyeramkan pun diceritakan orang-orang yang sudah bekerja cukup lama di Balai Kota, Jakarta. Seperti yang dialami petugas keamanan Balai Kota, Rohman.
Rohman mengaku sudah 15 tahun mengabdi di Kantor Jokowi itu. Rohman menceritakan setiap malam saat gilirannya berjaga, seringkali ada makhluk berbentuk seperti monyet yang berkeliaran di dalam Balai Irung.
Rohman mengaku sudah 15 tahun mengabdi di Kantor Jokowi itu. Rohman menceritakan setiap malam saat gilirannya berjaga, seringkali ada makhluk berbentuk seperti monyet yang berkeliaran di dalam Balai Irung.
Jokowi Belum Serahkan Pengelolaan Blok A ke PD Pasar Jaya
Setahun lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keinginannya agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa mengelola Blok A Tanah Abang. Namun, rencana tersebut belum juga terlaksana sampai saat ini.
"Belum. Masih belum diserahkan," jelas Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/3/2014).
Mantan wali kota Solo ini mengungkapkan, proses serah terima pengelolaan masih tertunda karena beberapa alasan, namun ia enggan mengungkap masalah tersebut.
"Belum. Masih belum diserahkan," jelas Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/3/2014).
Mantan wali kota Solo ini mengungkapkan, proses serah terima pengelolaan masih tertunda karena beberapa alasan, namun ia enggan mengungkap masalah tersebut.
Jokowi Ambisi Boleh, Tapi Jangan Ambisius!
Pencapresan Joko Widodo (Jokowi) dinyatakan sesepuh PDIP bisa dideklarasikan
sebelum Pileg 2014. Sejumlah suara miring sampai penolakan terhadap
pencapresan Jokowi muncul, kali ini dari Fraksi Golkar DPRD DKI.
"Kasihan kan masyarakat Jakarta. Belum selesai harus ganti gubernur," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Ashraf Ali saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/3/2014).
"Kasihan kan masyarakat Jakarta. Belum selesai harus ganti gubernur," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Ashraf Ali saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/3/2014).
Zuhro Minta Media Pertontonkan Kelemahan Jokowi
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, tingginya elektabilitas Jokowi sebagai bakal calon presiden disebabkan oleh peran media massa. Menurutnya, berbagai media, baik cetak maupun elektronik, tidak proporsional dalam memberitakan Jokowi. Akibatnya, nama Jokowi mengorbit dengan sangat cepat dibanding tokoh-tokoh lainnya.
"Peran media selama ini kalau saya perhatikan tidak proporsional. Harusnya media bertanggung jawab kalau mau menggaungkan sosok tertentu. Tidak boleh berat sebelah," kata Siti saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/3/2014).
"Peran media selama ini kalau saya perhatikan tidak proporsional. Harusnya media bertanggung jawab kalau mau menggaungkan sosok tertentu. Tidak boleh berat sebelah," kata Siti saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/3/2014).
Petugas Kebersihan Kali Belum Digaji
Program penanganan kebersihan di badan air seperti sungai dengan
menggunakan jasa masyarakat sudah berjalan cukup efektif. Namun
masyarakat yang menjalankan program ini mulai berkeluh kesah, karena
belum digaji meskipun sudah bekerja sejak 1 Januari 2014.
”Dulu kan Pak Jokowi-Ahok maunya pemulung yang bersihkan kali, jangankan pemulung, saya saja satpam rela berhenti kerja, demi bersihkan kali, tapi ternyata gaji sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) yang dijanjikan belum kami terima,” ujar Andri, salah satu warga Duren Sawit yang alih profesi menjadi pekerja di pinggir Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur, Senin (10/3/2014).
”Dulu kan Pak Jokowi-Ahok maunya pemulung yang bersihkan kali, jangankan pemulung, saya saja satpam rela berhenti kerja, demi bersihkan kali, tapi ternyata gaji sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) yang dijanjikan belum kami terima,” ujar Andri, salah satu warga Duren Sawit yang alih profesi menjadi pekerja di pinggir Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Timur, Senin (10/3/2014).
Jokowi Marah Saat Beri Arahan Soal Tata Kota ke PNS DKI
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan bawahannya dari asisten Sekda
hingga esselon IV. Jokowi marah saat memberikan pengarahan tentang
penataan kota.
Karena jumlah PNS yang membludak, pengarahan dibagi menjadi 2 gelombang. Pertama yakni dinas yang berada di bawah koordinasi Asisten Sekda bidang Pembangunan. Ia menampilkan beberapa slide tentang kondisi Jakarta saat ini.
"Coba lihat ini halte busway. Halte tapi atapnya nggak ada. Jangan bilang ini waktu mau diperbaiki ya. Saya tahu dan saya pantau," kata Jokowi dengan nada tinggi di depan ratusan bawahannya, Senin (10/3/2014).
Karena jumlah PNS yang membludak, pengarahan dibagi menjadi 2 gelombang. Pertama yakni dinas yang berada di bawah koordinasi Asisten Sekda bidang Pembangunan. Ia menampilkan beberapa slide tentang kondisi Jakarta saat ini.
"Coba lihat ini halte busway. Halte tapi atapnya nggak ada. Jangan bilang ini waktu mau diperbaiki ya. Saya tahu dan saya pantau," kata Jokowi dengan nada tinggi di depan ratusan bawahannya, Senin (10/3/2014).
Jokowi 'Semprot' Sejumlah Pejabat DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengimbau kepada seluruh satuan perangkat kerja daerah serta pejabat eselon 3 dan 4 di bawah koordinasi asisten pembangunan DKI, bekerja optimal.
"Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun ini pekan ini sudah rampung 100 persen dan tinggal tahap pelaksanaannya," kata Jokowi, sapaan Joko Widodo saat memberikan kepada SKPD dan jajaran pejabat eselon 3 & 4 yang berada di bawah asisten koordinator pembangunan, di Balai Agung, Balai Kota, Senin (10/3/2014).
"Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun ini pekan ini sudah rampung 100 persen dan tinggal tahap pelaksanaannya," kata Jokowi, sapaan Joko Widodo saat memberikan kepada SKPD dan jajaran pejabat eselon 3 & 4 yang berada di bawah asisten koordinator pembangunan, di Balai Agung, Balai Kota, Senin (10/3/2014).
Jokowi Peringatkan Kepala Dinas untuk Kebut Penyerapan Anggaran
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengumpulkan seluruh kepala dinas serta jajaran Satuan Kerja Dan Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memperingatkan jajarannya agar mengebut penyerapan anggaran.
Jokowi mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 sebesar Rp 72 triliun sudah dapat digunakan sejak pekan lalu. Karenanya, dia meminta agar seluruh SKPD melaksanakan program-program yang telah dirancang sesegera mungkin.
Jokowi mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 sebesar Rp 72 triliun sudah dapat digunakan sejak pekan lalu. Karenanya, dia meminta agar seluruh SKPD melaksanakan program-program yang telah dirancang sesegera mungkin.
Jokowi Akan Lelang Kepsek SD dan SMP Negeri
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hasil lelang jabatan
Kepala Sekolah SMA dan SMK sudah menunjukkan hasil yang sesuai harapan.
Menurutnya, hasil yang menunjukkan banyak kepala sekolah definitif atau yang sedang menjabat ini tidak memiliki kompetensi adalah kenyataan.
"Itu faktanya seperti itu, itu kan pakai test kompetensi. Ya faktanya seperti itu. Itu realita," ujar Jokowi, di Balai Kota DKI Jakarta,
Senin (10/3/2014). Menurut Jokowi, Kepala Sekolah yang tidak memenuhi syarat akan kembali menjadi guru. Jokowi pun menegaskan, bahwa bukan hanya guru SMA dan SMK yang dilelang, namun juga guru SD dan SMP.
Menurutnya, hasil yang menunjukkan banyak kepala sekolah definitif atau yang sedang menjabat ini tidak memiliki kompetensi adalah kenyataan.
"Itu faktanya seperti itu, itu kan pakai test kompetensi. Ya faktanya seperti itu. Itu realita," ujar Jokowi, di Balai Kota DKI Jakarta,
Senin (10/3/2014). Menurut Jokowi, Kepala Sekolah yang tidak memenuhi syarat akan kembali menjadi guru. Jokowi pun menegaskan, bahwa bukan hanya guru SMA dan SMK yang dilelang, namun juga guru SD dan SMP.
Jokowi Kumpulkan Bawahannya untuk Sinergikan Kerja
Ratusan pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta berkumpul di
Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat. Para pegawai akan mendengarkan
pengarahan dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Pegawai yang hadir mulai dari asisten Sekda, pejabat eselon I hingga eselon IV. Mereka dibagi menjadi 2 gelombang yakni pejabat yang di bawah koordinasi Asisten Sekda Bidang Pembangunan dan dinas yang berada di bawah koordinasi Asisten Perekonomian. Mereka berkumpul sejak pukul 09.00 WIB.
Pegawai yang hadir mulai dari asisten Sekda, pejabat eselon I hingga eselon IV. Mereka dibagi menjadi 2 gelombang yakni pejabat yang di bawah koordinasi Asisten Sekda Bidang Pembangunan dan dinas yang berada di bawah koordinasi Asisten Perekonomian. Mereka berkumpul sejak pukul 09.00 WIB.
Menanti Wakil Presiden dan Kabinet Idaman Jokowi
Sesuai dengan keputusan kongres III di Bali dan rakernas 2 di Bandung
, PDI Perjuangan telah bulat menyerahkan sepenuhnya kepada ibu Ketua
Umum, Megawati Soekarnoputri, siapa capres yang akan diusung dalam
pilpres 2014 mendatang.
Dilihat dari situasi yang berkembang, data dan gelagat serta melihat tuntutan rakyat yang menghendaki seorang presiden yang bersih dan dipercaya , maka bisa jadi pilihannya akan jatuh pada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).
Dilihat dari situasi yang berkembang, data dan gelagat serta melihat tuntutan rakyat yang menghendaki seorang presiden yang bersih dan dipercaya , maka bisa jadi pilihannya akan jatuh pada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).
Demokrat: PDIP Cuma Punya 2 Capres, Mega dan Jokowi
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua merasa bangga dengan pagelaran Konvensi Capres Demokrat. Hal ini menunjukkan bahwa partainya percaya diri menghadapi Pilpres 2014 dengan memiliki 11 nama calon presiden.
Max bahkan menyindir Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sampai kini masih ragu menunjuk capres. "Ini yang harus dilihat, bagaimana PDIP sampai sekarang belum punya capres. Masih tarik ulur Ibu Mega-Jokowi. Kita sudah patok dari 11, akan pilih salah satu," ujar Max saat dihubungi, Senin (10/3/2014).
Max bahkan menyindir Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sampai kini masih ragu menunjuk capres. "Ini yang harus dilihat, bagaimana PDIP sampai sekarang belum punya capres. Masih tarik ulur Ibu Mega-Jokowi. Kita sudah patok dari 11, akan pilih salah satu," ujar Max saat dihubungi, Senin (10/3/2014).
Gerindra Tak Khawatir Jokowi Menang 1 Puataran
PDIP diprediksikan akan menang besar bila Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) dideklarasikan sebagai capres sebelum Pileg. Jokowi pun dipercaya
akan menang besar dalam satu putaran.
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon mengaku tidak khawatir dengan prediksi tersebut. Ia pun meminta semua pihak tak hanya berandai-andai.
"Kita tidak khawatir. Siapa pun yang lolos nantinya akan jadi kompetitor kuat," kata Fadli kepada detikcom, Senin (10/3/2014).
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon mengaku tidak khawatir dengan prediksi tersebut. Ia pun meminta semua pihak tak hanya berandai-andai.
"Kita tidak khawatir. Siapa pun yang lolos nantinya akan jadi kompetitor kuat," kata Fadli kepada detikcom, Senin (10/3/2014).
Gonjang-ganjing PDIP: Promeg Hadang Pencalonan Jokowi sebagai Capres
Ketua Pro-Megawati Soekarnoputri (Promeg) Jawa Timur, Bido Swasono, terus menggalang dukungan untuk menghadang laju Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan. Bido berharap dukungan Promeg menggugah Megawati untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
Menurut Bido, dukungan Promeg kepada Megawati merupakan harga mati. Mereka bahkan menutup pintu komunikasi dengan kelompok Pro-Jokowi (Projo) meskipun dengan dalih pemenangan partai. "Memilih Jokowi sama dengan mengubur PDIP hidup-hidup," kata Bido kepada Tempo, Senin, (10/3/2014).
Menurut Bido, dukungan Promeg kepada Megawati merupakan harga mati. Mereka bahkan menutup pintu komunikasi dengan kelompok Pro-Jokowi (Projo) meskipun dengan dalih pemenangan partai. "Memilih Jokowi sama dengan mengubur PDIP hidup-hidup," kata Bido kepada Tempo, Senin, (10/3/2014).
Jokowi Heran PNS Rajin Rapat Sampai Peserta Membeludak
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini memimpin rapat pengarahan eselon 3 dan 4, terutama bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di bawah Asisten Perekonomian dan Asisten Pembangunan. Dalam rapat tersebut, Jokowi akan memberikan arahan kepada seluruh pegawai pemprov.
Namun, Jokowi kaget melihat banyaknya peserta rapat yang hadir.
Namun, Jokowi kaget melihat banyaknya peserta rapat yang hadir.
Siapa Wakil Gubernur Sepeninggal Jokowi?
Pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mendekati final. Kini masyarakat
mulai bertanya-tanya siapa sosok pengganti Wakil Gubernur DKI Jakarta sepeninggal Jokowi?
Dari kalangan PDIP sendiri mengaku punya banyak stok calon pengganti Jokowi. Menurut Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait (Ara), banyak kader potensial dimiliki partainya. Bukan tidak mungkin salah satunya didorong ke sana.
"PDIP punya kader banyak yang berkualitas. Jokowi, Risma, Teras Narang, Ganjar Pranowo, mereka sudah melalui suatu proses yang tidak tiba-tiba. Di DPR, ada Mbak Rieke yang membela buruh, Budiman Sudjatmiko di Komisi II, Eva Kusuma Sundari yang membela HAM," kata Ara kepada detikcom, Senin (10/3/2014).
Dari kalangan PDIP sendiri mengaku punya banyak stok calon pengganti Jokowi. Menurut Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait (Ara), banyak kader potensial dimiliki partainya. Bukan tidak mungkin salah satunya didorong ke sana.
"PDIP punya kader banyak yang berkualitas. Jokowi, Risma, Teras Narang, Ganjar Pranowo, mereka sudah melalui suatu proses yang tidak tiba-tiba. Di DPR, ada Mbak Rieke yang membela buruh, Budiman Sudjatmiko di Komisi II, Eva Kusuma Sundari yang membela HAM," kata Ara kepada detikcom, Senin (10/3/2014).
Jokowi Tak Gubris Dukungan Pencapresannya
Berbagai dukungan untuk mengusung Joko Widodo (Jokowi) mencalonkan diri sebagai presiden semakin gencar. Sejumlah elemen masyarakat mulai membentuk organisasi-organisasi demi menunjukkan dukungan mereka terhadap Jokowi.
Meski mendapat dukungan besar dari masyarakat, tak lantas membuat Jokowi berbesar hati. Dengan nada santai, Jokowi mengungkapkan aksi mereka adalah bentuk demokrasi yang nyata di tanah air, sehingga tidak bisa dihalang-halangi.
Meski mendapat dukungan besar dari masyarakat, tak lantas membuat Jokowi berbesar hati. Dengan nada santai, Jokowi mengungkapkan aksi mereka adalah bentuk demokrasi yang nyata di tanah air, sehingga tidak bisa dihalang-halangi.
Jokowi: Banyak Orang Klaim Dekat dengan Saya
Dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta senilai Rp 1,5 triliun "menyerempet" nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Seorang mantan tim suksesnya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2012, Michael Bimo Putranto, disebut-sebut bermain di antara peserta tender dan pejabat Ibu Kota.
Dalam wawancara dengan majalah Tempo edisi Senin, 10 Maret 2014, Jokowi mengatakan tidak mengetahui “urusan” sang pengusaha, meskipun mengaku mengenalnya. "Banyak orang ngomong dan klaim dekat dengan saya," ujar Jokowi pada Selasa sore dua pekan lalu, di lobi Balai Kota. "Orang minta proyek juga ngomong dekat dengan saya."
Dalam wawancara dengan majalah Tempo edisi Senin, 10 Maret 2014, Jokowi mengatakan tidak mengetahui “urusan” sang pengusaha, meskipun mengaku mengenalnya. "Banyak orang ngomong dan klaim dekat dengan saya," ujar Jokowi pada Selasa sore dua pekan lalu, di lobi Balai Kota. "Orang minta proyek juga ngomong dekat dengan saya."
Kitari Monas di Bawah Guyuran Hujan
Pagi ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri datang ke dalam kawasan Monas, Jakarta Pusat. Ia mengitari simbol Jakarta itu sebanyak 2 kali.
Pukul 08.30 WIB, Senin (10/3/2014), Jokowi berangkat dari rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat. Dengan menumpangi mobil Innova hitam bernopol B 1124 BH ia menuju arah Bundaran HI melalui jalan Imam Bonjol.
Pukul 08.30 WIB, Senin (10/3/2014), Jokowi berangkat dari rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat. Dengan menumpangi mobil Innova hitam bernopol B 1124 BH ia menuju arah Bundaran HI melalui jalan Imam Bonjol.
Wawancara Tempo: Tim Sukses Jokowi di Balik Bus Abal-abal
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) mengkonfirmasi ihwal tudingan keterlibatan bekas tim suksesnya, Michael
Bimo Putranto dalam pengadaan bus Transjakarta dari Cina senilai Rp 1,5
triliun. Jokowi menyatakan tidak mengetahui “urusan” sang pengusaha,
meski mengaku mengenalnya. Berikut pernyataan Jokowi seperti dimuat
Majalah Tempo edisi 10 Maret 2014.
Ketika Jokowi Ditagih Komitmennya...
Sebuah video berisi janji Joko Widodo (Jokowi) memimpin Jakarta hingga satu periode beredar di Youtube dan menyebar melalui pesan berantai Blackberry Messenger. Tak jelas, siapa yang membuat dan menyebarkan video berdurasi 7 menit 29 detik itu. Isi video memuat pernyataan Jokowi saat kampanye dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Ia berkomitmen memperbaiki Jakarta dalam lima tahun.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak, menilai, komitmen Jokowi yang termuat dalam video tersebut merupakan ujian moral baginya, ketika saat ini digadang-gadang sebagai kandidat calon presiden.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak, menilai, komitmen Jokowi yang termuat dalam video tersebut merupakan ujian moral baginya, ketika saat ini digadang-gadang sebagai kandidat calon presiden.
Langganan:
Postingan (Atom)

























