Kamis, 06 Februari 2014

Jokowi-Ahok tak Bisa Lagi Alasan Banjir Kiriman dari Hulu

Banjir yang terjadi di Jakarta pada musim hujan ini berlangsung lebih lama dan lebih menyebar dibandingkan tahun 2013. Pakar Tata Kota Nirwono Joga mengungkapkan, hujan lokal yang mengguyur Jakarta pada Rabu (5/2/2014) kemarin, membuktikan kalau banjir bukan hanya disebabkan karena air kiriman dari daerah hulu.
"Tidak ada lagi alasan gubernur (Jokowi) dan wagub (Ahok), banjir mengatasnamakan curah hujan yang lebat atau menyalahkan air kiriman dari luar Jakarta," kata Joga kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (6/2/2014).

Jokowi Minta Banjir di Istana Tak Dibesar-besarkan

Gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta persoalan banjir di jalan sekitar Istana Negara tidak dibesar-besarkan. Menurutnya, banjir di jalan itu cepat surut.
"Jangan dibesar-besarkan, orang cuma sejam surut juga," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, pada Kamis (6/2/2014).
Jokowi menampik anggapan bahwa ia gagal menanggulangi banjir Ibu Kota. Selain membutuhkan waktu lama hingga Jakarta bebas banjir, kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah kota atau kabupaten penyangga Jakarta, kata Jokowi, juga diperlukan.

Akademisi Australia Lebih Suka Jokowi Jadi Presiden

Sejumlah akademisi di Australia mengomentari rencana Gita Wirjawan maju sebagai bakal calon presiden (capres) dari Partai Demokrat (PD) dan membandingkannya dengan peluang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, juga sebagai bakal capres.
Salah satunya adalah Indonesianis di Australian National University, Greg Fealy, yang menyatakan bahwa Gita kurang populer dan akan kesulitan memenangkan pilpres 2014.
Bagi Fealy, apabila Gita tak terpilih, itu baik buat sektor perdagangan Australia. Seperti dikutip dari ABC Australia, jika Gita terpilih jadi presiden RI, maka akan berimbas negatif buat negeri kangguru itu.

Pengusaha `Menjerit` ke Jokowi

Hingga kini banjir masih menggenangi sejumlah wilayah Jakarta, termasuk beberapa wilayah yang menjadi pusat bisnis di kawasan Hayam Wuruk, Pinangsia, dan sekitar Glodok. Akibatnya, para pengusaha yang lokasi usahanya terendam banjir mengalami kerugian cukup besar.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, sebanyak 3.000 toko di kawasan Glodok seperti Lindeteves, Glodok Jaya, Harco, LTC dan Glodok City terkena dampak banjir. Hampir 75 persen toko terpaksa tutup. Kerugian yang dialami mencapai 12M.

Jokowi Intip Istana

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang suka blusukan memilih rute lebih panjang kala berangkat dari rumah dinas menuju kantor Balai Kota DKI, Kamis, (6/2/2014).
Jokowi keluar rumah dinas di Jalan Taman Suropati pukul 7.35 WIB bersama dua mobil pengawal di belakang dan satu voorijder di depan.
Rombongan Jokowi kemudian melewati jalan-jalan kecil di kawasan Cikini, seperti Jalan Raden Saleh dan Jalan Kramat 2. Melaju dengan kecepatan sedang, iringan mobil Jokowi dan pengawalnya kemudian bergerak ke Tugu Tani.

Rabu, 05 Februari 2014

Jokowi "The Next President" Versi Habibie

Presiden ke-3 Indonesia BJ Habibie mengungkapkan kriteria calon presiden menjelang pemilu 2014 ini. “Kriteria saya usia 40 sampai 60 tahun, setelah itu, kriteria selanjutnya DPR yang menyusun,” kata Habibie. Habibie tampil di acara Mata Najwa episode “Habibie Spesial” yang ditayangkan di Metro TV, Rabu (5/2/2014).
Pembawa acara Najwa Shihab memperlihatkan sejumlah foto calon presiden seperti Wiranto, Prabowo, Joko Widodo, Aburizal Bakrie, dan Rhoma Irama berturut-turut.

Kata Zuhro, Jokowi Sosok Tranformatif

Peneliti senior Pusat Penelitian Politik-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), R. Siti Zuhro melihat sosok Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi)  dinilai masyarakat layak memimpin Indonesia kedepan.
Siti katakan, saat ini masyarakat melihat sosok Jokowi sebagai tokoh transformatif, yang bisa membawa satu perubahan yang lebih baik bagi bangsa ini kedepan.
"Kita jangan menutup mata kepada sesuatu yang memang menjadi riil fenomena. Pak Jokowi sekarang ini sedang digandrungi oleh rakyat. Dan ternyata luas sekali, bukan hanya di Jakarta, " ungkap Siti usai Diskusi Dalam Rangka Harlah PKPI Ke-15, di Media Center DPN PKPI, Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Jokowi Pasti Dicapreskan

Hasil analisa rapat harian presidium Seknas Jokowi, Rabu 5 Februari 2014 menyebut, Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) sudah hampir pasti segera dicapreskan.
Untuk itulah kepada seluruh jajaran pengurus Seknas di tingkat  provinsi dan kabupaten se Indonesia untuk segera berkonsentrasi membantu pemenangan PDIP dalam ajang Pileg 2014, 9 April mendatang.
“Kemenangan PDI Perjuangan dalam Pileg akan semakin melapangkan jalan bagi Jokowi,” ujar Dadang Yuliantara, presidium Seknas Jokowi di kantornya Jl Brawijaya 35 Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2014) malam.

Jokowi Akan Lepas Monyet ke Hutan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku akan melepaskan monyet hasil razia ke hutan. Sebabnya monyet-monyet ini ditolak oleh Taman Margasatwa Ragunan (TMR) akibat mengidap penyakit berbahaya yang dapat menular.
"Monyetnya sakit. Banyak penyakitnya. Seperti hepatitis dan TBC. Jadi kalau TMR nggak mau ya sudah," jelas Jokowi di Fresh Market, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Rabu (4/2/2014).

Jokowi Akan Ajukan Terus Pembelian Truk Sampah Sampai Disetujui DPRD

Penolakan DPRD atas pengajuan pengadaan 200 truk sampah tidak membuat Pemprov DKI menyerah. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan terus mengajukan pengadaan tersebut sampai DPRD menerima.
"Kalau ditolak akan terus diusulin sampai diterima," kata Jokowi di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Rabu (5/2/2014).
Jokowi mengaku pasrah pengajuan truk sampah ditolak DPRD. Mantan Wali Kota Solo ini enggan melobi para anggota dewan agar pengajuannya diterima.
"Ya ditolak, mau gimana lagi? Hak budgeting kan ada sama mereka. Mau dilobi dengan cara apa?" ucapnya.

Maret, Jokowi Kembali Luncurkan 20 Rute Baru BKTB

 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru saja meluncurkan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) dengan rute Pantai Indah Kapuk menuju Monumen Nasional. Untuk melanjutkan program transportasi massal, Pemprov rencananya akan meluncurkan 20 rute baru pada Maret mendatang.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan memaksimalkan pelayanan kepada warga yang tinggal di kompleks perumahan mewah. Oleh karena itu, 20 rute baru akan segera diluncurkan untuk melayani mereka.

Jokowi Kesulitan Cari Sopir BKTB

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku kesulitan untuk menemukan pengemudi Bus Kota Terintergrasi Busway (BKTB). Padahal masih ada sekitar 316 BKTB yang akan digunakan untuk 20 rute baru.
Jokowi mengungkapkan, cukup sulit mendapatkan sopir yang dapat mengemudi dengan baik, sopan dan tidak ugal-ugalan.

DPRD DKI Anggap TGUPP Buatan Jokowi Tumpang Tindih

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Selamat Nurdin mengkritisi pembentukan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bentukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Ia mengatakan adanya TGUPP justru berpotensi tumpang tindih dengan tupoksi dinas lainnya.
"Kan perencanaan ada Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), pengawasan ada inspektorat, berbagai perkembangan kinerja dari Sekda Sekretariat. Jadi cukup," ujar Selamat di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Jokowi: Sopir Metro Mini dan Mikrolet Tak Usah Khawatir dengan BKTB

Peluncuran operasional Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) di dua rute perjalanan yaitu Pantai Indah Kapuk (PIK)-Monas dan Tanah Abang-Kalibata City menimbulkan keresahan beberapa pemilik dan sopir metro mini, mikrolet, dan kopaja yang trayeknya dilalui kendaraan massal itu.
Para pemilik dan sopir itu khawatir akan mengalami penurunan pendapatan, akibat kehilangan penumpang yang memilih beralih menggunakan BKTB.
Mengetahui hal itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan para pemilik atau sopir angkutan umum lainnya yang trayeknya dilalui BKTB tidak usah khawatir akan kehilangan penumpang.

Persamaan Jokowi dan Gus Dur

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan ada dua tokoh bangsa yang kini terus menjadi fenomena di masyarakat yakni Gubernur D.K.I. Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurut Kalla kedua tokoh itu sangat dicintai masyarakat karena memiliki persamaan.
"Persamaan mereka adalah sama-sama dekat dengan rakyat," kata JK saat memberi sambutan dalam sarasehan calon legislatif Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Jokowi: Warga Kampung Pulo Bersedia Direlokasi, Tapi dengan Syarat

Untuk mengurangi banjir di Jakarta, Pemprov DKI melakukan relokasi warga di bantaran kali, salah satunya di Kampung Pulo. Jokowi mengaku warga di kelurahan tersebut bersedia di relokasi tapi mengajukan beberapa syarat.
"Kalau saya tangkap, mereka tidak masalah pindah relokasi ada permintaannya," kata Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2014).
Jokowi mengatakan para warga yang menduduki bantaran kali ciliwung ini enggan di pindahkan ke rusun yang jauh dari tempatnya yang sekarang.

Ditolak DPRD, Jokowi Nekat Ajukan Kembali Pembelian Truk Sampah

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tetap akan mengajukan pembelian 200 truk sampah kepada DPRD DKI Jakarta. Sebab keputusan disetujui atau tidaknya truk sampah itu berada di legislatif.
"Hak budgeting itu ada di dewan. Kita bakalan ajukan terus pembelian truk sampah," jelas Jokowi di Fresh Market, Pantai Indah Kapuk, Pluit, Jakarta Utara, Rabu (5/2/2014).
Menurut mantan wali kota Solo ini, pembelian truk sampah sudah sangat mendesak. Sebab kualitas truk sampah yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak layak lagi beroperasi.

Jokowi: Mau murah naik Kopaja, mau ber-AC pilih BTKB

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) beserta rute perdananya. BKTB ini akan dimulai dari Pantai Indah Kapuk menuju Monumen Nasional (Monas). Peresmian dilakukan Fresh Market Pluit, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Gara-gara Jokowi, PAN Ngebet Koalisi dengan PDIP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bak madu dalam pemilu 2014 ini. Pasalnya, tidak sedikit partai politik peserta pemilu mulai mendekati partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.
Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno tidak memungkiri jika partainya juga turut melirik PDIP untuk berkoalisi. Terlebih menduetkan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai pasangan capres dan cawapres 2014 mendatang.

JK Bela Jokowi Soal Banjir

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta semua pihak memberikan kesempatan bagi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Banjir yang terjadi tidak bisa ditangani sendiri. Apalagi, Jokowi baru menjabat sebagai gubernur sekitar satu tahun.
"Saya rasa tidak seperti itu (Jokowi tidak efektif), dia kan baru bekerja 1 tahun," kata JK di sela-sela acara temu caleg DPR/DPD lintas partai dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Senada dengan Gerindra, Iman Mukhroman Menyarankan Jokowi Tetap Jadi Gubernur

Berbagai kalangan mengakui elektabilitas Jokowi (Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta) sebagai capres memang positif. Namun, idealnya Jokowi bisa menuntaskan sisa kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI hingga 2017. Pernyataan yang senada dengan pernyataan beberapa politisi Gerindra ini disampaikan oleh pakar komunikasi politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Iman Mukhroman.
"Dengan begitu, publik bisa menilai keberhasilan Jokowi dalam melaksanakan visi dan misinya saat kampanye Pilkada 2012,' kata Iman, Rabu (5/2/2014).

Sitompul Pasrah: Mega-Pramono Edhie atau Jokowi-Pramono Edhie

Peserta konvensi capres PD Pramono Edhie Wibowo berencana sowan ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kalangan pendukung Pramono mulai berspekulasi soal duet capres jika koalisi PD-PDIP terwujud.
"Bisa Mega-Pramono Edhie, bisa juga Jokowi, tergantung PDIP. Semua ketum partai kan pengin nyapres," kata tim sukses Pramono Edhie, Ruhut Sitompul, kepada detikcom, Rabu (5/2/2014).

PDIP Tidak Akan Pernah Tunduk kepada PROJO

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak terpengaruh dengan munculnya Projo (Pro Jokowi) di internal partai soal keputusan calon presiden (capres) 2014.
Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan munculnya Projo di internal partai tidak mempengaruhi keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"PDIP demokratis, demokrasi kami sangat dinamis soal ini. Komunikasi harus dikedepankan. Asal semua kemudian mengikuti aturan partai tidak apa-apa," tandas Eva, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Senada dengan Gerindra, Yusron Razak Sarankan Agar JokowiTak Nyapres

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya menahan diri untuk menjadi calon presiden (capres), dan sebaiknya fokus penanganan masalah Jakarta saja.
“Peluang Jokowi untuk menjadi capres memang ada, kalau dilihat dari berbagai lembaga survei elektabilitasnya di atas tokoh lain,” papar Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Prof Dr Yusron Razak, di Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Perbaikan JLNT Tanah Abang-Kampung Melayu Tunggu Matahari

Kondisi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Tanah Abang-Kampung Melayu rusak dan berlubang. Padahal baru sekitar satu bulan diresmikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Rencananya jalan rusak dan berlubang yang ada di JLNT ini akan segera diperbaiki. Namun perbaikan masih menunggu adanya sinar Matahari. Jika tidak maka perbaikan yang dilakukan akan sia-sia.
"Nunggu kalau ada Matahari. Kalau dua hari berturut-turut ada baru bisa dikerjakan. Kalau nanti percuma bisa rusak lagi," kata Jokowi di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2014).

Jokowi Minta Layanan BKTB Diperbaiki

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan peluncuran Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) 01 jurusan Pantai Indah Kapuk (PIK) - Monas. Acara peresmian dilakukan di halaman Waterbom PIK, Jakarta Utara.
Saat tiba di lokasi peresmian, Jokowi disambut oleh puluhan awak BKTB berseragam oranye yang telah berbasis rapih. Sementara itu, belasan bus berwarna oranye juga sudah berjejer siap untuk dioperasikan. Bentuk fisik BKTB ini tidak berbeda dengan bus Transjakarta ukuran single.

Tanggapan Jokowi Tentang Duet Jokowi-Rieke

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin menanggapi tentang isu pencalonannya sebagai Presiden RI, berdampingan dengan Rieke Dyah Pitaloka sebagai calon wakil presiden.
Isu itu muncul setelah calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan daerah pemilihan Yogyakarta, Tunggal Pawestri, melontarkan kicauan di akun Twitternya.
"Sore pertiwi tercinta. Alhamdulllah, PDI-P telah memutuskan pasangan presidensial 2014: Jokowi Rieke (bukan Puan) nasionalis-kerakyatan: GO!" tulis Tunggal Pawestri dalam akun @tunggalp.