Jumat, 16 Agustus 2013

JK: Jokowi Bisa Jadi Presiden Berhasil Benahi Jakarta

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara soal pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) di Pilpres 2014. Menurut JK, Jokowi sangat punya kesempatan untuk nyapres.
"Banyak wali kota jadi presiden. Kayak wali kota Teheran, Ahmadinejad, Presiden Lee, wali kota Soul. Mereka punya chance dan berhasil menata kotanya. Jokowi juga punya chance," kata JK.
Hal itu dikatakan JK di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (16/8).
Jika kesempatan ada, kata JK, selanjutnya Jokowi harus menunjukkan keberhasilannya dulu dalam memimpin ibu kota.
"Kata kuncinya berhasil. Apa Jokowi sudah berhasil? Lima wali kota itu berhasil. Kalau bisa nata kota kemungkinan bisa," tutupnya.

Sumber :
merdeka.com

Jokowi Ingin Gratiskan 4 Ruas Tol Dalam Kota

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ingin mengubah sebagian konsep desain enam ruas tol dalam kota. Empat ruas tol itu akan dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI dengan menggunakan APBD DKI dan diubah menjadi jalan umum gratis (tidak berbayar).
"Konsep Pak Gubernur itu empat jalan tol dalam kota itu kita sendiri yang bikin supaya enggak jadi jalan tol, jadi jalan umum saja," kata Ahok di Balaikota Jakarta, Jumat (16/8/2013).
Ia menjelaskan, investor swasta PT Jakarta Tollroad Development, yang mengajukan konsep enam ruas tol dalam kota kepada Pemprov DKI, akan segera mengerjakan dua tol dalam kota, yakni Sunter-Semanan dan Sunter-Pulo Gebang. Adapun empat ruas tol lain, kata Ahok, akan dikerjakan oleh Pemprov DKI.
"Pak Gubernur sih maunya kita ambil saja dan kerjakan pakai APBD. APBD 2014, kan kita targetkan Rp 67 triliun," kata Basuki.
Basuki menyebutkan, pembangunan megaproyek senilai Rp 42 triliun itu telah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012-2017.
Tak sedikit yang mengecam pembangunan enam ruas tol dalam kota karena ditengarai akan merusak tata kota Jakarta. Jokowi telah menggelar public hearing tentang proyek itu dengan mengundang Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, para akademisi, dan pengamat perkotaan.
Saat kampanye dan masih menjadi calon gubernur, Jokowi menentang keras pembangunan enam ruas tol tersebut. Megaproyek yang telah digagas sejak masa kepemimpinan mantan Gubernur DKI Sutiyoso itu dibagi dalam empat tahap dan diproyeksikan selesai pada 2022.
Pada tahap pertama, akan dibangun ruas Semanan-Sunter sepanjang 20,23 kilometer dengan nilai investasi Rp 9,76 triliun dan koridor Sunter-Pulo Gebang sepanjang 9,44 kilometer senilai Rp 7,37 triliun. Pada tahap kedua, dilakukan pembangunan ruas Tol Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 12,65 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,60 kilometer senilai Rp 6,95 triliun.
Tahap ketiga meliputi pembangunan ruas tol koridor Ulujami-Tanah Abang dengan panjang 8,70 kilometer dan nilai investasi Rp 4,25 triliun. Pada tahap terakhir akan dibangun ruas tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,15 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun.
Total panjang ruas enam tol dalam kota adalah sepanjang 69,77 kilometer. Jika sudah selesai, keenam ruas tol itu akan menjadi satu dengan tol lingkar luar milik PT JTD, tetapi tarifnya akan terpisah dari tol lingkar luar.

Sumber :
kompas.com

Ruhut Sitompul: Jokowi Sempat Mau Diundang, Tapi Kecil Peluang Direstui Mega

Politikus Partai Demokrat (PD), Ruhut Sitompul, mengatakan komite konvensi capres sempat melirik Joko Widodo (Jokowi) sebagai peserta konvensi. Namun Jokowi akhirnya dikeluarkan dari daftar 11 nama calon peserta konvensi capres PD.
"Jokowi mau diundang, rapat semalam membahas itu. Kalau menurut saya kita hormati etika, itu kan kader PDIP," kata Ruhut, Jumat (16/8/2014).
Karena kader PDIP tentu Jokowi tak bisa mengambil keputusan sendiri. Ada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang harus memberikan restu terlebih dahulu.
"Kecil peluangnya kalau harus minta restu Ibu Mega, kayaknya nggak bakal boleh," katanya.
Maka kemudian nama Jokowi dicoret dari daftar 11 nama calon peserta konvensi capres PD. Namun tanpa kehadiran Jokowi, Ruhut yakin konvensi capres PD tetap menarik dipantau.
"Tetap ramai dong, banyak tokoh potensial. Pasti kita bisa melahirkan capres yang siap memenangkan Pilpres 2014," kata Ruhut.
Sumber :
detik.com

Rieke: Mas Jokowi Tak Akan Gampang Tergoda

Politisi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka sangat yakin sahabat separtainya, Joko Widodo (Jokowi), tak akan pernah tergoda maju menjadi calon presiden melalui bursa konvensi Partai Demokrat. Menurutnya, upaya mengundang Jokowi dalam konvensi bisa diartikan sebagai hal yang percuma dan sia-sia belaka.
"Mas Jokowi itu tidak gampang tergoda dan dia bukan cowok penggoda," kata Rieke seusai menghadiri acara pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2013).
Rieke menyampaikan, secara pribadi, ia menilai sosok Gubernur DKI Jakarta sebagai seorang figur potensial sebagai pemimpin negeri ini. Bahkan, lebih jauh, visi kepemimpinan Jokowi dianggapnya tak hanya dalam skala wilayah, tetapi juga visi memimpin Indonesia secara menyeluruh.
"Sebagai sahabat, saya melihat Jokowi sebagai pemimpin yang punya visi luar biasa," kata Rieke.
Untuk diketahui, pernyataan Rieke terkait dengan usulan komite konvensi Partai Demokrat yang mengusulkan nama Jokowi diundang mengikuti konvensi calon presiden tersebut. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang anggota komite yang enggan disebutkan namanya.
Anggota komite itu menyampaikan, dalam rapat internal yang digelar komite konvensi, banyak anggota komite yang mengusulkan nama Jokowi untuk mengikuti konvensi.

 Di sisi lain, semua anggota komite sangat sadar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan mengawal ketat Jokowi dan tak akan pernah mengizinkan kader potensialnya itu mengikuti seleksi calon presiden dari partai lain.
"Banyak yang memasukkan nama Jokowi, ini menunjukkan bahwa komite sangat rasional dan independen dalam pengusulan nama-nama calon peserta," kata sumber tersebut seusai menghadiri rapat internal komite konvensi di Wisma Kodel, Jakarta, Kamis (15/8/2013) malam.
Komite konvensi Partai Demokrat mengusulkan 15 nama baru untuk diundang sebagai bakal calon peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat. Juru Bicara Komite Konvensi Rully Charis menjelaskan, 15 nama baru yang diusulkan itu di luar 11 nama yang telah lebih dulu diusulkan oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat.
Rully menjamin, seluruh nama yang diajukan oleh komite merupakan para tokoh yang kompeten dan dianggap mewakili masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Komposisinya, 15 nama baru itu berasal dari 10 laki-laki, dan 5 perempuan. Rully menambahkan, pada awal pekan depan, komite konvensi akan memastikan kebersediaan 15 orang yang diusulkan mengikuti konvensi itu.
Setelah ada komitmen dan menyatakan bersedia mengikuti konvensi, barulah komite akan menyampaikannya pada Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk koordinasi lanjutan. Rully menyatakan, pihaknya belum akan membeberkan siapa 15 nama baru yang diusulkan komite mengikuti konvensi. Ia merasa tak etis menyampaikan kepada publik karena jumlahnya masih mungkin berubah, apalagi semua nama yang diusulkan belum terkonfirmasi bersedia mengikuti konvensi.
Di luar 15 nama baru yang diusulkan komite konvensi, terdapat 11 nama yang diusulkan oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat. Dari 11 nama itu, sembilan di antaranya sempat diungkapkan oleh politisi Partai Demokrat. Mereka adalah Marzuki Alie (Ketua DPR), Pramono Edhie Wibowo (mantan KSAD), Irman Gusman (Ketua DPD), Chairul Tanjung (pimpinan Trans Corp), Dahlan Iskan (Menteri BUMN), Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan), Mahfud MD (mantan Ketua MK), Djoko Santoso (mantan Panglima TNI), dan Endriartono Sutarto (mantan Panglima TNI).

Sumber :
kompas.com

Jokowi Sekali Lagi Menyatakan Hanya Loyal Pada PDIP

Seusai mendengarkan pidato presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberikan komentar seputar penolakannya mengikuti konvensi Partai Demokrat (PD).
"Soal undangan saya sampaikan sekali lagi saya kader PDI Perjuangan," kata Jokowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2013).
Namun Jokowi tidak mau berbicara panjang lebar. Termasuk apakah benar dirinya sempat ditelepon petinggi PD ditawari ikut konvensi capres PD.
"Ya jawabannya gitu aja," kata Jokowi yang mengenakan setelan jas hitam ini.
Ketika wartawan bertanya apakah dengan demikian Jokowi hanya akan nyapres jika dicalonkan PDIP, Jokowi menjawab,
"Ya pasti dong, kan jawabnya seperti yang tadi. Saya ini PDI Perjuangan," kata Jokowi.
 Sebelumnya sejumlah elite PD seperti Amir Syamsuddin sempat berharap Jokowi mau ikut konvensi capres PD. Namun Jokowi berulangkali menegaskan bahwa dirinya kader tulen PDIP.
Hal serupa juga dinyatakan oleh sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tjahjo Kumolo, yang menyatakan Jokowi akan patuh terhadap garis partai PDIP karena Jokowi adalah kader yang sangat loyal.

Sumber :
- detik.com
- merdeka.com

Jokowi Hadiri Pidato Kenegaraan Presiden SBY di DPR

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Gedung DPR, Senayan. Pidato SBY di DPR ini dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-68.
Jokowi menghadiri acara tersebut pada pukul 09.00 WIB. Sidang ini dihadiri oleh seluruh anggota DPR, DPD serta jajaran menteri.
Presiden SBY tiba di Gedung Kura-kura, didampingi Ketua DPR Marzuki Alie dan Ketua DPD Irman Gusman. Lalu di depan ruang sidang, SBY disambut para Wakil Ketua DPR dan Wakil Ketua DPD.
Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II sebelumnya telah datang, di antaranya yang terlihat adalah Mendag Gita Wirjawan, Men PAN Azwar Abubakar, Mentan Suswono, dan menteri-menteri lainnya. Selain itu, dubes negara sahabat juga sudah hadir.

Sumber :
detik.com

Dijamin 100% Jokowi Tak Akan Pernah Mau Ikut Konvensi PD

Meskipun nama gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dimasukkan dalam peserta konvensi capres Partai Demokrat (PD), sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Tjahjo Kumolo, sangat yakin jika Jokowi akan menolak tawaran tersebut karena sejauh ini Jokowi dikenal sebagai kader yang sangat loyal.
"Jokowi kan kader PDI Perjuangan, tentunya dia taat kepada mekanisme aturan partainya," kata Tjahjo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2013).
PDIP, menurut Tjahjo, tak melarang Jokowi ikut konvensi PD. Jokowi memiliki hak untuk menentukan pilihannya sendiri.
"Soal Pak Jokowi mau atau tidak ya menjadi hak politik Pak Jokowi," katanya.
Namun PDIP tetap menghormati mekanisme konvensi capres PD. Sedangkan PDIP akan punya mekanisme sendiri untuk menentukan capresnya.
"Masing-masing partai kan mempunyai mekanisme penetapan capresnya masing-masing," tegasnya.

Sumber :
detik.com

Jokowi Terlempar Dari 11 Capres Demokrat

Sekretaris Komite Konvensi Capres PD, Suaidi Marassabessy, mengungkap saat ini ada 11 nama kandidat perserta konvensi capres Partai Demokrat (PD). Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak masuk salah satu diantaranya.
"Yang masuk 11 orang, nggak ada Jokowi," jata Suaidi, Jumat (16/8/2013).
Menurutnya PD membuka kesempatan kepada semua tokoh yang ingin ikut konvensi capres. Namun khusus untuk Jokowi sejauh ini memang berulangkali menegaskan tak mau ikut konvensi capres partai tetangga.
"Bagi kami semua tokoh nasional kami berikan kesempatan, tapi persoalannya kan bukan hanya mereka yang punya kompetensi, tapi soal kesediaan," katanya.
Lalu siapa saja 11 tokoh yang dimaksud? Sejauh ini komite konvensi menolak mengungkap.
"Kita akan umumkan akhir Agustus," tegasnya.
Sedangkan sejumlah tokoh yang diundang ikut konvensi capres PD antara lain Marzuki Alie, Irman Gusman, Dino Patti Djalal, Gita Wirjawan, Mahfud MD, Ahmad Mubarok, Hayono Isman, Pramono Edhie Wibowo, Endriartono Sutarto, Yusril Ihza Mahendra, dan kabarnya Dahlan Iskan.

Banyak Yang Usulakan Nama Jokowi Lo!
Komite Konvensi Capres Partai Demokrat terus menggodok nama-nama tokoh nasional potensial yang akan diajak dalam konvensi. Salah satunya nama Jokowi juga menjadi usulan anggota komite untuk diundang di konvensi.
Menurut sebuah sumber, dalam rapat komite yang digelar malam ini. Nama Jokowi masuk dan menjadi pertimbangan untuk diundang dalam penjaringan capres Demokrat.
"Banyak anggota memasukkan nama Jokowi," kata salah satu anggota Komite Konvensi Demokrat yang enggan disebutkan namanya usai menghadiri rapat komite di Wisma Kodel, Jakarta, Kamis (15/8/2013).
Kendati demikian, lanjut dia, para anggota penjaring capres itu yakin jika Jokowi sebagai politisi PDI Perjuangan akan sulit mendapatkan izin dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Hanya saja mereka berkeyakinan Jokowi tidak akan diizinkan Mega," imbuhnya.
Menurut dia, nama Jokowi muncul dan menjadi perdebatan di internal komite. Itu menunjukkan bahwa komite bekerja secara profesional dan independen dalam mengusulkan nama-nama peserta konvensi, tanpa ada intervensi dari pihak manapun.
"Hal ini menunjukkan bahwa komite sangat rasional dan independen dalam pengusulan nama-nama calon peserta," pungkasnya.

Sumber :
- detik.com
- merdeka.com

Bangku Taman Ternyata Hasil CSR Relawan Jokowi

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Widyo Dwiyono mengungkapkan, sebanyak 344 bangku taman di pusat kota Jakarta adalah hasil Corporate Social Responsibility (CSR) pengusaha yang sekaligus relawan Jokowi.
"Itu dari pengusaha Solo, relawannya Pak Gubernur yang menjadi pemerhati keindahan Jakarta," ujar Widyo saat dihubungi wartawan, Jumat (16/8/2013) pagi.
Proses penyaluran CSR tersebut, lanjut Widyo, terjadi sekitar tiga bulan silam, sebelum Hari Ulang Tahun DKI Jakarta, 22 Juni 2013. Sang relawan hendak memberikan kontribusi dalam menyambut HUT Jakarta agar ruas trotoar DKI bersahabat dengan pejalan kaki.
Meski demikian, Widyo mengaku hanya mendapatkan informasi terkait sang relawan sebatas itu. Ia tidak mengetahui lebih lanjut soal nama, sang relawan bergerak di usaha apa, dan sebagainya. Terlebih lagi, sang relawan enggan menyebutkan identitasnya.
"Saya hanya menerima perintah Pak Gubernur untuk meletakkan kursi taman. Mungkin lewat pak gubernur langsung," lanjutnya.
Widyo menuturkan sebanyak 344 bangku taman tersebut telah dipasang di beberapa ruas jalan dan taman di Jakarta. Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Kebon Sirih, Taman Kanal Banjir Timur, Waduk Pluit, dan Taman Surapati.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sempat merahasiakan pihak pemberi bangku taman tersebut. Ia juga menampik bangku itu berasal dari perusahaannya. "Aduh, ndak, saya hanya kayu aja, bukan bangku begitu. Itu sumbangan buat Pemprov. Tanya dinaslah. (Masa) teknis gitu tanya saya juga," ujarnya.
Saat dikonfirmasi ke Widyo, kala itu, ia juga merahasiakannya. "Sebetulnya ini seperti mitra Pemprov DKI, terkait dengan kepedulian masyarakat terhadap Jakarta. Hamba Allah-lah namanya," ujar Widyo.

Sumber :
kompas.com

Kamis, 15 Agustus 2013

Ada Tangan Jokowi di Balik Proyek Jalur Kereta Lingkar Layang Jakarta

Proyek jalur kereta lingkar layang atau elevated circle line di Jakarta yang sempat tertunda pada era Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Kini proyek itu kembali dibangkitkan kembali oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Jika proyek ini sukses, maka kawasan jantung Jakarta pada tahun 2018 akan dilingkari rel kereta layang sepanjang 25,4 Km. Jokowi memiliki andil terhadap kelanjutan proyek Rp 700 miliar ini.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Priatna mengatakan proyek sudah diatur dalam Perpres No.83 tahun 2011, PT KAI (Persero) sebagai pelaksananya.
"Itu kan proyeknya sebetulnya sudah ada Perpres-nya No 83 kepada PT KAI tahun 2011," ungkapnya saat berbincang dengan media di kantornya, Jakarta, Kamis (15/8/2013).
Namun ada beberapa alasan yang membuat proyek tersebut tidak jalan antaralain soal saling lempar tanggung jawab antara Pemda dan PT KAI.
"Tapi sampai hari ini nggak jalan. Karena saling klaim. Kalau KAI bilang tetap tidak akan capai 1,2 juta penumpang karena ada 35 pelintasan sebidang. Jadi harus ada flyover dan underpass. Jadi kalau ada pelintasan sebidang kan susah," jelasnya.
Pada bulan Mei 2013, Gubernur DKI Jokowi mengirimkan surat kepada Bappenas dan Kementerian Perhubungan.
"Sehingga Gubernur DKI Jakarta (Jokowi) sekarang ngirim surat ke Bappenas dan Kemenhub. Gubernurnya cerita kan punya keterbatasan dana. Jadi satu flyover itu biayanya Rp 300 miliar. Jadi diminta untuk dibiayain pemerintah pusat saja," ujar Dedi
Ia menuturkan Jokowi juga meyempurnakan konsep yang ada. Kemudian pemerintah pusat juga melihat kebutuhan proyek ini harus segera dimulai.
"Gubernur bilang itu bagian barat sudah banyak jalan tol. Jadi yang dimungkinkan bagian timur saja. Kita langsung rapatkan ke Wapres (wakil presiden), jadi Bappenas, Kemenhub dan DKI Jakarta untuk kaji elevated ini," jawabnya.
"Akhirnya kita kaji, tangal 31 Juli, kajian dikirim ke Pak Wapres, kalau bisa hanya timur saja dari Pak Gubernur, tapi akhirnya di rekomendasikan seluruhnya (melingkar)," sambung Dedi.

Sumber :
detik.com

Jokowi Pastikan Penambahan Armada TranJ Sekitar Bulan November 2013

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan armada TransJakarta (TranJ) akan ditambah karena penurunan kualitas Bus TranJ yang ada sekarang diprediksi akan menurunkan jumlah penumpang.
Dijadwalkan dalam 3 bulan menjatang, bus-bus baru TranJ akan siap beroperasi.
"November-Desember (2013) nanti datang yang baru. Sama bus sedang, yaitu Metro Mini dan Kopaja," kata Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2013).
Jokowi juga menyoroti banyaknya pengguna jalan yang menerobos jalur TransJ. Menurutnya aturan tetaplah aturan, semua harus dikenakan sangsi jika melanggar peraturan yang ada.
"Penegakan aturan saja lah. Siapapun yang masuk (jalur TransJ) ditindak," kata Jokowi.
Koalisi Warga untuk Transportasi (Kawat) mengungkapkan penumpang Transjakarta mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan jumlah penumpang itu disebabkan karena semakin parahnya kondisi bus TranJ dan jalur TranJ yang sulit disterilkan.
“Tahun lalu kan bisa mencapai 400 ribu penumpang, sekarang ini kalau dilihat terjadi penurunan, angkanya paling-paling hanya sekitar 300 ribuan per hari. Karena memang jalurnya itu lebih parah sekarang, tidak sterilnya lebih parah,” jelas Ketua Kawat Azaz Tigor Nainggolan saat berbincang dengan detikcom, Selasa (13/8/2013).

Sumber :
detik.com

Jokowi Berharap Akhir 2013 Semua PKL Pindah ke Lokasi Binaan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pada akhir tahun 2013 ini para PKL diharapkan bisa berhasil dipindahkan ke lokasi binaan. Dengan masuknya para PKL ke lokasi binaan, diharapkan akan mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi.
"Akhir Desember, setelah itu rampung dong," kata Jokowi, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (15/8/2013).
Menurut Jokowi, DKI Jakarta memiliki 23 lokasi binaan untuk merelokasi PKL yang berjualan di badan jalan maupun di trotoar. Namun Jokowi mengaku belum hapal di mana saja tempat-tempat tersebut.
PKL di sekitar Pasar Tanah Abang yang telah mendaftar ke Pemprov DKI Jakarta, dipastikan akan direlokasi ke Blok G. Menurut Jokowi relokasi PKL ditempat lainnya juga akan menggunakan cara yang sama dengan yang dilakukan di Pasar Tanah Abang.
"Kurang lebih (sama seperti di Tanah Abang). Ya PKL yang berada di kanan kiri tempat itu. Sudah didaftar, nanti verifikasi lagi," kata Jokowi.

Sumber :
detik.com

Tak Tanggung-Tanggung, Tahun Ini Jokowi Akan Bangun 12 Underpass dan Flyover

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (jokowi) berencana membangun 12 underpass di Jakarta. Salah satu target pembangunan underpass adalah meminimalisasi kecelakaan khususnya di perlintasan kereta api.
"Underpass ada (dibangun) tahun ini 12," kata Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (15/8/2013).
Jokowi juga menjanjikan akan membangun flyover di atas perlintasan KA. Anggaran pembangunan underpass dan flyover tersebut berasal dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, tak ada bantuan dari pemerintah pusat.
"(Dananya) APBD tahun ini. Sudah ada kajiannya," kata Jokowi.
Jokowi belum merinci di mana saja lokasi pembangunan underpass dan flyover tersebut. Namun fokusnya di persimpangan kereta api yang ada di DKI Jakarta.

Sumber :
detik.com

Jokowi: Yang Penting CSR Tepat Sasaran

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku dana Corporate Social Responsibility (CSR) harus dikelola secara khusus. Namun, yang terpenting, penggunaan dana tersebut harus tepat sasaran agar tidak timbul masalah.
"Kalau ada yang mengelola khususnya, lebih baik, dibuat forum kalau enggak tepat sasaran, jadi enggak percaya orang-orang," ujarnya kepada wartawan di Balaikota Jakarta pada Kamis (15/8/2013).
Jokowi mengakui, selama ini, CSR yang diserahkan kepada targetnya bukan berupa uang, melainkan berupa barang. Itu pun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya memberi panduan kepada perusahaan yang hendak memberikan dana CSR-nya.
"Kita beri panduan, kita tunjukkan barangnya sehingga percaya. Itu pun sesuai dengan rencana CSR si perusahaan yang ada, bukan kita," lanjutnya.
Jokowi mengaku pemerintahannya telah tepat dalam mengelola dana CSR, yakni dengan menyerahkannya kepada dinas yang terkait program CSR. Jokowi mencontohkan, jika program CSR berhubungan dengan pendidikan, itu diserahkan ke dinas pendidikan. Jika program CSR berhubungan dengan kesehatan, itu diserahkan ke dinas kesehatan. Demikian juga dengan dinas dan program lain.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu pun berjanji akan tetap transparan dalam pengelolaan dana tangung jawab sosial dari perusahaan. "Bisa kita publikasi, nanti jika rampung," ujarnya.

Sumber :
kompas.com

Jangan Khawatir, Jokowi Pasti Prioritaskan PKL Tanah Abang

Pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang diminta tidak khawatir tak kebagian kios di Blok G. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) telah meminta tim verifikasi untuk memprioritaskan PKL Tanah Abang.
"Enggak usah ditanyakan, prioritas pedagang Tanah Abang. Kalau sisa, baru yang di luar," kata Jokowi itu di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2013).
Berdasarkan pendataan saat menjelang Ramadhan oleh Suku Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta bersama pihak terkait, PKL yang berdagang di Tanah Abang tercatat berjumlah 764 nama. Sebanyak 313 di antaranya ber-KTP non-DKI Jakarta.
Saat ini, sejumlah PKL yang telah belasan bahkan puluhan tahun berdagang di Tanah Abang khawatir jika tim tidak mempertimbangkan data awal tersebut. Saminem dan Wati misalnya. Kedua pedagang itu mengatakan tak menemukan nama mereka dalam daftar verifikasi. Padahal, kata mereka, jika yang hendak ditata adalah PKL Tanah Abang, maka yang diutamakan adalah pedagang di Tanah Abang.
Menanggapi itu, Jokowi yakin jika perhitunganya tak meleset. Menurutnya, semua PKL Tanah Abang tertampung dalam Blok G. Jika ada pedagang Tanah Abang yang tak tertampung, ia curiga ada permainan dalam verifikasi.
"Dilihat dululah, cukup atau ndak. Kalau hitungan kita, cukup. Kalau enggak cukup, berarti ada apa-apanya," ujar Jokowi.
Saat kembali menengok perbaikan Pasar Tanah Abang, Kamis siang ini, Jokowi menegaskan bahwa proses verifikasi belum rampung. Masih ada kesempatan bagi PKL Tanah Abang, baik yang ber-KTP DKI maupun tidak, untuk mendapatkan kios di Blok G.
"Yang kita urus adalah yang daftar ulang. Kan baru 360-an," kata Jokowi.

Sumber :
kompas.com

Miing Ajak Jokowi Kampanye Malam Hari

Calon wali kota Tangerang Tubagus Dedi Gumelar atau Miing akan mengajak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk berkampanye pada malam hari. Hal itu disebabkan jadwal kampanye Miing jatuh pada hari kerja.
Berdasarkan jadwal yang dilansir oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Tangerang, Miing dan calon wakil wali kota pasangannya, Suratno Abu Bakar, mendapat giliran kampanye pada Jumat (16/8/2013) besok dan Rabu (21/8/2013) pekan depan. Karena kampanye itu pada hari kerja, Miing akan mengupayakan agar Jokowi tetap tampil sebagai juru kampanye (jurkam). "Kita akan kampanye malam hari juga, kalau malam beliau (Jokowi) bisa, kok. Kalaupun siang, harus izin Mendagri dulu," kata Miing seusai deklarasi kampanye damai di Kantor KPUD Tangerang, Kamis (15/8/2013).

Pada akhir Juli lalu, Miing menemui Jokowi untuk memintanya sebagai jurkam. Karena sama-sama dari PDI Perjuangan, Jokowi pun menyetujui permintaan Miing itu. Lagi pula, kata Jokowi, Miing berperan besar saat Jokowi mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta.
"Dulu waktu saya pemilihan gubernur di sini, beliau ini salah satu orang yang setiap hari bersama saya. Artinya, kalau diminta, ya saya akan membantu," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (29/7/2013).
Selain itu, Jokowi mendukung Miing-Ratno menjadi kepala daerah di Kota Tangerang karena, menurutnya, hal itu akan memudahkan realisasi program pembangunan Jakarta dan Tangerang.
"Saya kira senang ya, kalau beliau berdua ini jadi wali kota dan wakil karena kita pengin punya partner yang memiliki kesamaan visi. Beliau berdua juga mengerti betul Tangerang akan dijadikan apa dan dengan Jakarta itu akan ngapain selanjutnya," katanya.
Sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi beberapa kali hadir menjadi jurkam calon-calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan, partai tempat Jokowi bernaung. Jokowi pernah menjadi jurkam pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki pada Pilkada Jawa Barat, Effendi Simbolon-Jumiran Abdi pada Pilkada Sumatera Utara, Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan di Pilkada Bali, dan terakhir di Jawa Tengah dengan mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko.
Pada empat pilkada tersebut, Jokowi menjadi jurkam saat kampanye dilaksanakan akhir pekan, yaitu Sabtu dan Minggu. Menurut Jokowi, menjadi jurkam tidak menjadi suatu masalah asalkan dilakukan di hari libur. Hal itu tidak akan mengganggu jadwal kerjanya sebagai DKI-1.

Sumber :
kompas.com

Jokowi Kembali Tinjau Pembuatan Gerbang Utama Pasar Tanah Abang

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali mendatangi Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kedatangan Jokowi untuk memantau perbaikan gerbang utama di pasar tersebut.
Jokowi tiba di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2013), sekitar pukul 13.15 WIB. Tiba di lokasi Jokowi langsung menuju tukang yang sedang memperbaiki gerbang utama.
"Paling sore ini selesai," ujar Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini.
Selain itu Jokowi juga meninjau pembuatan saluran air di lantai dasar Blok G. Saluran air selebar kira-kira setengah meter. Ia juga tampak mengobrol bersama staf dari Dinas PU tentang pelebaran jalan di sekitar Blok G.
Kedatangan Jokowi ke Blok G tak lebih dari 20 menit, kemudian Jokowi kembali ke Balai Kota.

Sumber :
detik.com

Jokowi Tegaskan Tak Ada Peran Ahok Center Dalam Pengumpulan CSR

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menampik jika Ahok Center berperan lebih dalam pengelolaan dana corporate social responsibility atau CSR di Dinas Perumahan dan Bangunan DKI Jakarta di rumah susun Marunda.
"Enggak ada itu. Semua lewat dinas," tegasnya di Balaikota, Jakarta pada Kamis (15/8/2013).
Jokowi menjelaskan, Ahok Center merupakan institusi yang menghubungkan antara perusahaan penyumbang CSR melalui Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Setelah itu, baru sang Wagub menyampaikannya kepada dinas yang terkait.
Meski demikian, politisi PDI Perjuangan tersebut membantah Ahok Center sebagai mediator atau pihak penghimpun CSR. "Saya enggak ngertilah istilahnya apa kalau bgitu, " lanjut mantan Wali Kota Surakarta tersebut.
Sebelumnya, dalam rilis Badan Pengelolaan Keuangan Daerah DKI Jakarta merilis empat Satuan Kerja Perangkat Daerah, Ahok Center menjadi mitra mitra kerja 18 perusahaan pemberi CSR.
Pengamat ekonomi Faisal Basri mempertanyakan keberadaan Ahok Center itu dalam pengelolaan dana corporate social responsibility atau CSR di Dinas Perumahan dan Bangunan Pemerintah Daerah Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, tidak benar jika Ahok Center turut terlibat dalam pengelolaan kontrbusi perusahaan terhadap masyarakat umum tersebut.

Sumber :
kompas.com

Ahok: Ada Yang Ingin Jatuhkan Jokowi

Isu mengenai penataan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, terus bergulir. Pro dan kontra mewarnai kebijakan PKL yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Wakil Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) menuding isu PKL yang digulirkan tak lepas dari usaha seseorang untuk menjatuhkan Jokowi .
"Mana mungkin beliau tidak pro PKL, orang makannya saja di PKL kok. Saya gak tau lah, situasi tambah memanas jelang (Pilpres) 2014. Ada yang jealous atau apa. Padahal beliau tidak pernah pikirin soal presiden atau apa. Ngapain dipikirin? Orang selalu pikir lebih baik beliau ke presiden," tegas Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (15/8).
Ahok lagi-lagi menegaskan, apa yang dilakukan Jokowi untuk kepentingan PKL sendiri. Pemprov DKI hanya berusaha untuk menertibkan, bukan untuk merugikan PKL.
"Orang mempersepsikan kita itu, seolah-anti (kami) anti-PKL. Itu tuh salah. Justru yang menopang ekonomi Jakarta itu yang UKM PKL ini. Makanya kita tidak ingin PKL membuat Jakarta rugi lebih besar karena kemacetan," lanjutnya.
Ahok mengaku sebal kerap kali dituding sebagai musuh PKL. PKL pun diprovokasi untuk membenci dirinya.
"Kita bukan anti-PKL. Cuma kan lawan kita, keluarnya ' Ahok Vs PKL' gitu kan. Terus bikin PKL benci sama kita," keluh dia.

Sumber :
merdeka.com

Jokowi Diundang Pada Pelantikan Gubernur Jateng

Pelantikan Gubernur Jawa Tengah terpilih, Ganjar Pranowo dan Wakilnya, Heru Sudjatmoko digelar hari Jumat, 23 Agustus mendatang. Sejumlah undangan sudah disebar, termasuk kepada Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Nunik Sriyuningsih mengatakan pihaknya sudah melayangkan undangan kepada Megawati dan Jokowi. Namun hingga saat belum ada konfirmasi dari pihak yang diundang.
"Semua diundang tapi belum ada konfirmasi. Beliau-beliau (Megawati dan Jokowi) juga diundang," kata Nunik, Kamis (15/8/2013).
Terpisah, Ganjar menambahkan dirinya tidak ada persiapan khusus menjelang pelantikan yang akan digelar di gedung Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang.
"Kemarin sudah dikasih draft, dikasih jas, sepatu kekecilan. Ya itu, tidak ada persiapan lain," kata Ganjar usai upacara peringatan hari jadi Provinsi Jawa Tengah ke-63 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang.
Sebelumnya, Plt Ketua DPRD Provinsi Jateng Rukma Setyabudi menyatakan pelantikan tersebut rencananya akan digelar di ruang rapat paripurna dengan kapasitas 800 orang dan di luar gedung dengan kapasitas sekitar 2.000-2.500 orang.
"Teman dari DPR RI saja segitu (banyak), teman-teman Gubernur, banyak sekali. Kalau tamu undangan tidak mencukupi kapasitas, ya bagaimana lagi. Kita kan tuan rumah, cari alternatif (di luar)," pungkas politisi dari PDIP itu beberapa waktu lalu.
Terkait jumlah tamu yang membludak tersebut, Ganjar mengaku kualahan karena banyak yang meminta undangan untuk menghadiri acara pelantikannya.
"Undangannya, kemarin teman dari Sekwan ketemu saya, yang minta (undangan) ke saya banyak sekali saya sudah tidak mampu," ujar Ganjar.
"Pelaksanaannya semoga tidak rumit," imbuhnya.

Sumber :
detik.com

Ahok: Jokowi Siapkan Bus Gratis untuk Keliling Lokasi PKL yang Baru

Pemerintah provinsi DKI memiliki rencana besar dalam penertiban PKL di Jakarta. Selain merelokasi PKL di jalan, sebuah ide menarik dicetuskan sehingga lokasi baru para PKL tidak sepi.
"Pak Gubernur juga lagi menyiapkan ada bus gratis keliling dari Monas. Orang makan siang semua mungkin bisa nongkrong ke Monas, makan ke taman yang mana. Makanya Pak Gubernur mulai dengan kursi-kursi," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2013).
Maksud pria yang disapa Ahok ini adalah keinginan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyiasati keluhan PKL yang direlokasi. Sehingga tak ada lagi istilah lokasi sepi pengunjung.
"Jadi disiapkan taman-taman untuk mereka jualan, tapi taman-taman harus bagus, pasti banyak orang mau nongkrong kan," kata Ahok.
Rencana ini dilakukan bertahap dengan jajaran wali kota di Jakarta sebagai ujung tombak. Selain taman, Ahok juga melirik jalan-jalan yang memungkinkan untuk digelar pasar malam.
"Ya ini kan kita bertahap, kita juga carikan solusi mereka mau kemana. Karena itu kita minta wali kota cari lokasi-lokasi yang malam jalan-jalan mana yang bisa dijadikan pasar malam. Karena ini kan PKL penggerak ekonomi kita kan. Harus cari lokasi juga, karena mereka juga mau hidup kan," tutup mantan Bupati Belitung Timur ini.

Sumber :
detik.com

Ahok: Feeder TransJakarta Tidak Sesuai Konsep Jokowi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai feeder bus TransJakarta yang telah ada saat ini tidak sesuai dengan konsep yang diinginkan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi). Seharusnya feeder seperti bus Kopaja.
"Feeder itu ada kesalahan, dia ciptakan trayek baru. Makanya waktu kita masuk, Pak Gubernur punya konsep berbeda," kata Ahok ini di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2013).
Menurut Ahok, feeder yang diinginkan Jokowi adalah bus-bus yang sudah memiliki trayek. Sementara bus feeder besar yang ada saat ini menyinggung trayek bus-bus lain sehingga sepi penumpang.
"Harusnya feeder itu dari bus yang sudah ada trayeknya. Itu Kopami, Kopaja, Metromini," kata Ahok.
Namun Metromini memiliki rapor merah di Ahok sehingga hanya Kopaja yang saat ini berhasil memenuhi harapan Jokowi sebagai feeder TransJakarta.
"Tapi yang berhasil, yang mau masuk kan cuma Kopaja yang manajemennya lebih baik. Metromini kacau balau," ujar Ahok.
Ahok beserta jajaran Pemprov DKI berencana menambah feeder dengan menggaet PPD. Sasarannya bus sedang sebagai moda transportasi umum yang telah ada, bukan menambah trayek baru yang saling bersinggungan.
"Itu yang kita mau tambah dengan PPD. Jadi kita mau menjalani rute yang ada, tapi rute bus-bus sedang yang ada ini adalah feeder di busway. Kalau dulu, diciptakan trayek baru kan? Ya pasti sepi dong. Kita mesti ambil trayek yang sudah ada," tutup Ahok.

Sumber :
detik.com

Satu Lagi Prestasi Jokowi: Layanan di Kelurahan Menjadi Cepat

Hasil lelang jabatan Lurah dan Camat besutan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mulai berdampak positif bagi pelayanan masyarakat. Pelayanan pun menjadi lebih cepat dan mudah.


Berikut hasil investigasi Warta Kota:

Layanan Ga Pake Lama
Ramdoni (52), warga RT 03/01 Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, mengaku mengurus perpanjangan Kartu Keluarga (KK) di Kelurahan Bukit Duri hanya membutuhkan waktu 15 menit.
"Prosesnya cepat. Pertama lapor dulu sama dua orang peugas yang ada di depan lalu ditanya keperluannya. Terus dikasih berkas dan nunggu sekitar lima menit, berkas langsung dibawa ke ruangan dan dicap serta ditanda tangan langsung pak lurah," ceritanya saat ditemui Warta Kota, beberapa waktu lalu.
Dia mengakui percepatan proses pelayanan itu sejak Jokowi menjadi Gubernur DKI. Pada pemerintahan sebelumnya, kata dia, untuk mengurus perpanjangan KK bisa memakan waktu hingga seminggu lebih.
Hal senada juga disampaikan Usman (42) warga RT 02/02 Tebet Barat, Jakarta Selatan. "Pelayanan di kelurahan sama kecamatan sekarang saya akui bagus, bukan cuma cepat. Kita juga dibimbing dan dikasih tahu tahapan-tahapan  pengurusannya. Kayak waktu saya ngurus KJP (Kartu Jakarta Pintar) buat anak kemarin. Petugas Kecamatan sampai bela-belain telepon kepala sekolahnya untuk tahapan yang sebenarnya," ungkap dia.

Kerja lebih pagi
Ahmad (56) warga Jalan Pegangsaan II RT 02/03 Kelurahan Pengsaan Dua, Jakarta Utara, mengatakan, pelayanan di Kelurahan Pegangsaan Dua kini lebih pagi.
"Kini melayani warga sejak pukul 07.30, sebelumnya melayani warga pukul 08.00 atau lebih," ujar Ahmad ditemui di kantor Kelurahan Pegangsaan Dua.
Hal senada juha diutarakan oleh Siti Patehatun (43) warga Bangun Cipta Sarana Gang L RT 05/05, Pegangsaan, Jakarta Utara. Dia sempat terkejut saat mengurus pembuatan KTP yang lebih cepat dari sebelumnya.
"Dulu ngurus KTP bisa satu minggu baru selesai. Sekarang, dua jam sudah bisa selesai. Pokoknya lebih cepat sekarang," puji Siti.
Lurah Pegangsaan Dua, Didit Mulyadi mengatakan, seluruh pegawai kelurahan setiap pagi selalu diingatkan untuk memberikan pelayanan yang mudah dan cepat. "Saya kasih contoh ke staf. Misalnya, saya sampai kantor jam 06.30, pegawai yang telat pasti akan malu kalau pemimpinnya tiba di kantor duluan," ujar Didit.
Soal pelayanan KTP yang lebih cepat, ia beranggapan karena data yang masuk sekarang sduah terhubung ke catatan sipil secara online. "NIK-nya sudah tercatat di komputer secara online. Sebenarnya, asal prasyarat lengkap, proses satu jam selesai," ujar Didit seraya menambahkan per hari ada 15-25 permohonan KTP.

Sumber :
Warta Kota

Rabu, 14 Agustus 2013

Jokowi Terkendala Izin Mendagri Untuk Kampanye Di Jawa Timur

Pemilihan Gubernur Jawa Timur masuk masa kampanye pekan depan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai kader PDI Perjuangan dijadwalkan akan menjadi juru kampanye Cagub-Cawagub yang diusung partainya, Bambang DH-Said.
Namun, masa kampanye yang dilakukan oleh partai berlambang banteng moncong putih mulai 12 Agustus hingga 25 Agustus nanti, terkendala oleh izin dari Mendagri. Sebab, Jokowi hingga saat ini masih menunggu persetujuan izin dari Mendagri.
"Dijadwalkan ikut Kampanye. Pak Jokowi lagi mengajukan izin ke Mendagri. Dijadwalkan menunggu turunnya izin dahulu," ucap Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat, Rabu (14/8/2013).
Anggota komisi I DPR ini mengaku hingga tanggal 17 Agustus nanti, Jokowi belum dapat turun untuk menjadi jurkam Jempol (sebutan pasangan Bambang DH-Said). Kehadiran Jokowi diperlukan karena sebagai sesama kader partai harus saling membantu, selain penugasan partai.
"Sampai tanggal 17 beliau sibuk, kan perlu acara 17 Agustus'an di Balaikota," ucapnya.
Nantinya, seluruh kepala daerah se-Jawa Timur yang merupakan kader PDI Perjuangan akan turun sebagai jubir Jempol. Selain itu, juga turun hadir Rano Karno dan Rieke Diah Pitaloka untuk terjun langsung dalam pemenangan Pilgub Jatim.
Tjahjo membantah jika sosok Jokowi urgen untuk Pilgub Jatim. Sebab, beberapa fungsioner DPP ditugaskan sebagai jurkam Pilgub Jatim.
"Seperti Jokowi, Rano Karno, Rieke Pitaloka, beberapa fungsionaris DPP juga ditugaskan sebagi jurkam pilkada Jatim, apa ada yang salah? Namanya kader partai kan harus siap kalau ditugaskan kemana saja oleh partai," jelasnya.


Sumber :
merdeka.com

CSR Pendukung Jokowi Ahok Untuk Marunda

Banjirnya Corporate Social Responsibility (CSR) yang mengalir ke Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sering menimbulkan prasangka negatif terutama dari kalangan lawan politik Jokowi maupun lawan politik Ahok. Untuk menghilang prasangka negatif tersebut, dalam sajian kali ini akan dibeberkan perusahaan-perusahaan yang mendukung program CSR pada pemerintahan Jokowi-Ahok.
Akhirnya Badan Pengelolaan Keuangan Daerah DKI Jakarta, mengungkapkan perusahaan yang memberikan kontribusinya berupa CSR kepada warga di Rumah Susun Marunda, Jakarta Utara.
Kepala BPKD Endang Wijayanti mengungkapkan, CSR kepada warga relokasi yang pindah ke Rusun Marunda, Jakarta Utara, itu masuk ke dalam kategori CSR di Dinas Perumahan dan Bangunan Pemerintah DKI. Berikut daftar perusahaannya:

1. PT Asuransi Jasindo
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Kriteria masalah sosial: Korban bencana banjir.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 25 unit lemari, 25 unit tempat tidur kasur busa, 30 unit kompor gas dua tungku selang regulator tabung gas 3 kg.

2. PD Pembangunan Sarana Jaya
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 20 unit springbed (120x200 cm), 30 unit kompor gas dua tungku selang regulator tabung gas 3 kg.

3. PT Jakarta Propertindo
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 20 unit TV LCD, 20 unit kulkas satu pintu, 20 unit kompor gas dua tungku selang regulator tabung gas 3 kg.

4. PD Pasar Jaya
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 2 unit TV LCD, 2 unit kompor gas satu tungku selang regulator tabung gas 3 kg.

5. Bank DKI
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 25 unit lemari, 20 unit kasur busa (120x200cm), 25 unit kompor gas selang regulator tabung gas 3 kg.

6. PT Jakarta Tourisindo
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 40 set tempat tidur tingkat, 30 karung beras, 20 unit kompor gas dua tungku selang regulator tabung gas 3 kg.

7. PT Jawa Barat Indah.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 30 unit kompor gas dua tungku selang regulator tabung gas 3 kg.

8. PT Pembangunan Jaya.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 40 unit TV LED, 40 unit kulkas satu pintu, 40 unit kompor gas satu tungku selang regulator tabung gas 3 kg, 40 unit springbed (120x200 cm), 40 unit meja makan, 40 set peralatan makan 30 unit rak piring plastik.

9. PT Barito Pasific.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 200 unit TV LED, 200 unit kulkas satu pintu, 20 unit kompor gas satu tungku selang regulator tabung gas 3 kg, 200 set tempat tidur (120x200 cm), 200 unit meja makan, 200 unit rak TV, 200 unit lemari, 200 unit rak piring plastik, 800 unit piring plastik, 800 unit sendok steanlis steel.

10. PT Landmark.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 200 unit TV, 200 unit kulkas satu pintu, 240 unit springbed, 200 unit meja makan berkursi 4, 400 unit lemari, 200 set peralatan makan.

11. PT. Jeunesse Global Indonesia.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: warga Waduk Pluit.
Nilai: 50 unit TV LED, 50 unit kulkas satu pintu, 50 unit kompor gas satu tungku selang regulator tabung gas 3 kg, 50 unit tempat tidur, 50 unit meja makan, 50 unit lemari, 50 set peralatan makan.

12. PT Duta Pertiwi.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 40 unit tempat tidur (2 in 1), 14 unit lemari pakaian, 14 unit kompor gas dua tungku selang regulator tabung gas 3 kg.

13. PT Zaman Bangun Pertiwi.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit
Nilai : 400 unit kompor dua tungku regulator.

14. Bapak Wahyu.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center
Target: Warga Waduk Pluit
Nilai: TV LCD 19 inch, 19 set peralatan dapur.

15. PT Changbong.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 175 unit TV LED 19 inch.

16. PT DUFO.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 50 unit bangku napolly.

17. PT HAIER.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan : CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 250 unit kulkas Sanyo.

18. Grup Golf.
Lokasi: Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Jenis kegiatan: CSR Kesejahteraan sosial, pemberian bantuan, perlengkapan unit hunian rusunawa.
Mitra kerja: Ahok Center.
Target: Warga Waduk Pluit.
Nilai: 1.000 unit bangku plastik, 250 unit meja makan lipat.

Endang menjelaskan, Dinas Perumahan dan Bangunan Negara DKI Jakarta, merupakan salah satu dari empat dinas yang telah melaporkan CSR itu hingga Senin, 12 Agustus 2013 yang lalu. Adapun tiga dinas lainnya yakni Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangn.

"Penjelesan lebih lanjut mengenai jenis barang yang diterima dari program CSR dan di lokasi mana barang itu ditempatkan bisa berkoordinasi denga n SKPD yang menerima program CSR," ujarnya, Rabu (14/8/2013) malam.

Warga Terkesan Jokowi "Blusukan" Malam ke Tanah Abang

Warga Jakarta mungkin sudah terbiasa mendengar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) datang ke kawasan-kawasan kumuh Ibu Kota. Warga selalu heboh menyambut Jokowi yang kerap blusukan tanpa diduga-duga sebelumnya. Tidak hanya siang, tetapi juga malam hari.
Itu pula yang tengah dilakukan Jokowi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dalam beberapa hari terakhir. Meski warga sudah tahu bahwa gubernurnya hobi blusukan, tetap saja ada kesan tersendiri di hati warga ketika Jokowi tiba-tiba datang dan melihat penataan pasar di sana.
Salah satu kejadian yang membuat warga terheran-heran adalah ketika Jokowi datang ke Pasar Blok G Tanah Abang, Selasa (13/8/2013) pukul 22.00. Warga tidak menyangka saat Jokowi kembali muncul di malam hari karena Jokowi sudah berkeliling Blok G pada siang harinya. Apalagi, orang nomor satu di jajaran pemerintahan Jakarta itu juga sudah ke sana sehari sebelumnya.
"Tadi malam, Pak Jokowi ke sini jam sepuluh. Pas saya keluar (dari warung), Pak Jokowi lagi jalan menuju mobil," kata Haryanto, Rabu Sore (14/8/2013).
Haryanto yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di kawasan niaga tersebut mengaku cukup terkejut dengan kemunculan Jokowi. Apalagi, Jokowi berjalan tanpa pengawalan ketat. "Sayang, saya enggak sempat salaman," ucapnya.
Kedatangan Jokowi pada Selasa malam itu sebetulnya dalam rangka pengambilan gambar oleh sebuah stasiun televisi. Meski demikian, kedatangannya waktu itu tetap saja menjadi obrolan antarwarga hingga keesokan harinya karena ternyata malam itu Jokowi tidak hanya shooting.
Haryanto menyebutkan, Jokowi juga mengecek pembongkaran tiang besi tua yang pernah digunakan sebagai penyangga untuk pembuatan jembatan penghubung di Jalan Kebon Jati. Pembongkaran itu memang atas perintah Jokowi. Menurut Haryanto, pekerja yang membawa peralatan las untuk memotong besi-besi besar itu baru berhenti bekerja pukul 24.00.
Siang sebelumnya, Jokowi sudah memerintahkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana untuk menyedot lumpur dan kotoran yang menyumbat selokan di sekitar pasar. Jokowi meminta pembersihan itu dengan menelepon Kepala Dinas Damkar dan PB Subejo. Tak lama kemudian, puluhan petugas dinas tersebut dan Dinas Pekerjaan Umum datang dan langsung membersihkan selokan berbau tak sedap itu.
Rabu siang tadi, Jokowi kembali ke pasar itu. Kali ini, ia tak segan-segan membenarkan penutup besi saluran air yang terbuka. Ratusan karyawan PD Pasar Jaya dan sejumlah suku dinas terkait serta Satpol PP pun turun membantu perbaikan Blok G Pasar Tanah Abang.

Pujian dan harapan pedagang
Menanggapi semua itu, Wati, pedagang kolang-kaling di depan Pasar Blok G, mengaku terkesan dengan cara kerja Jokowi. Ia memuji Jokowi yang bertindak cepat dan segera membereskan permasalahan yang dijumpainya di lapangan. "Kayak Wali Songo, secara sekali sruut... semua langsung rapi," ujarnya.
Saminem, pedagang buah-buahan asal Solo, juga mengapresiasi apa yang dilakukan Jokowi malam itu. Saminem mengaku menurut saja apa yang diminta Jokowi terhadap pedagang di Tanah Abang, yakni agar pindah ke dalam Pasar Blok G.
Saminem sudah berjualan buah selama 20 tahun di lahan parkir depan Pasar Blok G. Ia mengaku sudah didata oleh tim pendata pedagang kaki lima (PKL) sejak sebelum Ramadhan. Namun, ketika hari verifikasi tiba, Saminem yang belum memiliki KTP Jakarta tak menemukan namanya dalam daftar pedagang yang ingin direlokasi ke dalam pasar.
Ia berharap, Jokowi berkomitmen mengutamakan pedagang lama Tanah Abang dalam program relokasi itu. "Kita kan sebelum penertiban sudah didata. Kita tanya di atas (petugas pendaftaran dari PD Pasar Jaya), katanya diproritaskan DKI dulu. Kita mah bagaimana, belakangan juga nggak apa-apa," ujarnya pasrah.
Saminem rela ditempatkan di tempat mana pun asalkan ia tetap bisa mencari uang. Ia berharap pedagang yang telah didata sejak awal mendapat prioritas dalam relokasi itu.
Wati pun merasakan hal yang sama. Kedua pedagang itu tak mengerti mengapa proses verifikasi tak menggunakan data awal. Mereka juga tak mengerti betul bagaimana proses penyaringan data awal sehingga pada hari verifikasi ada sejumlah pedagang tidak masuk daftar verifikasi, padahal sebelumnya sudah terdata.

Sumber :
kompas.com

Promotor Konser Metallica Siapkan Perlakuan Khusus untuk Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dipastikan bakal menonton konser grup band metal favoritnya, Metallica, pada 25 Agustus 2013 di Gelora Bung Karno Senayan.
Jokowi sudah membeli tiket dari grup band yang populer dengan lagu Enter Sandman. Pihak promotor pun sudah melakukan persiapan khusus demi menjaga orang nomor satu di Jakarta.
"Dia enggak minta, tapi sebagai promotor, ya kami siapkanlah treatment khususnya. Walaupun dia tidak mau," kata Taye Mashur, Co-Founder Blackrock Entertainment, saat ditemui di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2013).
Taye mengaku angkat topi dengan apa yang diperlihatkan Jokowi. Ia melihat kedatangan Jokowi bukan sebagai gubernur, melainkan sebagai seorang fans dari grup band yang berdiri sejak 1981.
"Dia melihat ini suatu hobi bukan sebagai gubernur. Saya respek dengan dia. Siapa yang tahu sih dia rocker? Saya juga angkat topi dengan dia, apalagi dirinya adalah pemimpin ibu kota," tuturnya.

Sumber :
tribunnews.com