Rabu, 14 Agustus 2013

JPNN: Jokowi Bohong, Anggaran Renovasi Blok G Lebih Rp 1 Miliar

Penataan kawasan Tanah Abang ternyata memakan biaya yang tidak sedikit. Untuk merehabilitasi gedung Blok G Pasar Tanah Abang, tempat relokasi pedagang kaki lima (PKL), Pemprov DKI Jakarta harus mengeluarkan dana hingga Rp2 miliar.
Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Pelaksana Harian (Plh) Dirut PD Pasar Jaya, Alexander Yerris.
"Memang benar itu kita anggarkan Rp 2 miliar," kata Alexander kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/8/2013).
Menurut Alexander, dana paling besar digunakan untuk membangun tangga dari lantai dasar. Kemudian untuk perbaikan rolling door yang rusak, pengecatan ulang, dan membayar upah pekerja.
Masih menurut Alexander, untuk pengecatan saja pihaknya harus mengeluarkan dana Rp 300 juta. Total biaya pemugaran Blok G menggunakan kas PD Pasar Jaya dan tidak memakai uang APBD DKI.
"Kita kan BUMD sudah lama manajemennya seperti perusahaan ya. Jadi bukan dari APBD," ujarnya.
Penjelasan bos PD Pasar Jaya ini berbeda dengan yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa dana rehabilitasi Blok G tidak melebihi Rp 1 miliar.
Ia juga mengatakan bahwa anggaran perbaikan Blok G berasal dari patungan tiga dinas di DKI Jakarta. Yakni Dinas Kebersihan, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertamanan.
"Wong cuma ngecat-ngecat gitu kan 2-3 kaleng, budget-budget opo, masa ngecet hitam putih aja se-miliar," kata Jokowi kepada wartawan, Selasa (13/8/2013).

Sumber :
jpnn.com

Jokowi Akan Singkirkan PKL Musiman di Blok G Tanah Abang

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan menyingkirkan PKL musiman yang kembali mendaftar di Blok G Pasar Tanah Abang. Jokowi mengaku sudah melakukan verifikasi terhadap nama PKL musiman yang terindikasi calo.
"Ada dong. Kita ada data pedagang lama yang sudah bertahun-tahun berdagang di situ, karena di situ engga laku, dia lari kemudian ngeklaim lagi. Nantinya hasil verifikasi menentukan pedagang bener atau enggak bener, pedagang tanah abang atau bukan, itu calo atau bukan," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2013).
Jokowi mengibaratkan pedagang musiman seperti orang membeli mobil secara kredit, tetapi belum lunas malah ditinggal lari. Oleh karenanya, mobil tersebut akan diambil oleh pemilik.
"Saya mau tanya, kalau kita beli mobil, mobilnya belum bayar lunas, kredit, terus kemudian dia lari, kreditnya enggak dibayar lagi, boleh enggak itu? Ya dianggap sudah enggak bener dong, ditarik dong kiosnya, ditarik dong mobilnya," terangnya.
Dia belum mau menempatkan PKL yang belum tertampung ke blok A dan blok B. Sebab, menurut perhitungannya, masih sisa 400 kios dari dari 1100 kios.
"Kira-kira 100, masih 1000 toh? Itungan kita kemarin 700 sekian, berarti masih sisa kan? Kenapa habis? Saya baca itu lapangan, lapangan itu kita ngerti lah," jelasnya.

Sumber :
merdeka.com

Berikutnya, Jokowi Bidik Kawasan Prostitusi di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan di Jakarta banyak kawasan prostitusi, salah satunya di pinggir rel Tanah Abang, Jakarta Pusat yang terkenal dengan namanya yaitu Bongkaran.
"Jakarta ini banyak sekali," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Rabu (14/8/2013).
Jokowi mengatakan pihaknya akan mengidentifikasi terlebih dahulu lokasi prostitusi dan mencari tahu persoalannya.
"Saya identifikasi, saya lihat dulu lokasinya, lihat dulu di wilayah mana, lihat dulu problemnya. Selalu saya melakukan cara itu," kata Jokowi.
Karena banyaknya persoalan di Jakarta, Jokowi mengatakan akan menyelesaikan persoalan Jakarta bertahap. Kini dirinya tengah fokus memantau proses verifikasi pedagang yang mendaftar masuk ke blok G Pasar Tanah Abang.
"Ya satu-satu lah. Nanti diselesaikan satu-satu," ujar Jokowi kalem.

Sumber :
tribunnews.com

Kalau Bis Wisata Sukses, Jokowi Akan Tambah Lagi 100 Unit

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) rencananya akan menghadirkan bus pada November 2013 yang dikhususkan bagi turis yang melancong ke Jakarta.
"Ada turis bus itu nanti bulan November lah nongol," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Rabu (14/8/2013).
Jokowi mengatakan nantinya akan dicoba lima unit bus khusus turis dengan model tingkat ini untuk beroperasi.
Apabila sukses, Jokowi akan menambah lagi bus tersebut sebanyak 50 bahkan nanti sampai 100 unit.
"Iya, itu untuk bus tingkat, lima dulu kalau itu benar akan ditambah lagi 50 sampai 100. Nanti bareng dengan pengadaan bus Transjakarta," kata Jokowi
Jokowi menambahkan, nantinya bus tingkat tersebut akan dibuat rute tersendiri dan tidak terintegrasi dengan jalur busway.
"Ya tidak dong (jalur busway). Untuk biaya, nanti digratiskan. Dimana-mana turis gratis," ucap Jokowi.

Sumber :
tribunnews.com

Bara Jokowi Akan Culik Mega

Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 akan 'menculik' Megawati Soekarnoputri pada Jumat 16 Agustus 2013 pekan ini. Megawati 'diculik' sebagai simbol permohonan agar sebelum Pemilihan Legislatif (Pileg) mengumumkan pencalonan Jokowi sebagai Presiden 2014. Ini adalah replika sejarah ketika 16 Agustus 1945, pemuda 'menculik Soekarno ke Rengasdengklok, Karawang.
"Tetapi, ini hanya sebuah teater atau sandiwara. Meski berbau parodi politik, namun kita-kira demikian isi sanubari masyarakat di seluruh Nusantara. Kami mengundang masyarakat luas menghadiri acara ini," kata Ketua DPP Relawan Jokowi dan sutradara pementasan Roy Marten di Jakarta dalam rilisnya Selasa (13/8/2013).
Acara teatrikal itu akan berlangsung di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Acara digelar pada pukul 09.00 WIB. Roy yakin, Megawati dan masyarakat akan memaknai pementasan sebagai aspirasi.
Sementara Ketua Panitia Syafti Hidayat mengatakan, Relawan Jokowi memilih merayakan Hari Kemerdekaan Nasional dengan unik, sebagai media perjuangan untuk mewujudkan perubahan. "Ide dasar Relawan Jokowi adalah perubahan. Jadi kami bukan bermula dari fanatik Jokowi , tetapi perubahan melalui Jokowi ," ujar Syafti yang juga salah satu Ketua DPP Relawan.
Selain itu, Relawan Jokowi ini juga menggalang 15 juta tanda tangan beserta KTP untuk petisi kepada PDIP agar sebelum Pileg mengumumkan Jokowi sebagai Capres 2014. "Tentu saja Relawan Jokowi akan mendukung PDIP dalam Pileg, asalkan sebelumnya sudah mengumumkan Jokowi menjadi capres," kata Roy Marten.

Sumber :
merdeka.com

Jokowi Belum Lupa Tepuk Pramuka

Gubernur Jokowi sambil tersenyum melakukan 'tepuk Pramuka'. Jokowi melakukan 'tepuk Pramuka' dengan memakai baju Pramuka lengkap dengan name tag bertuliskan Joko Widodo. Prok prok prok!

Adegan 'tepuk Pramuka' itu dilakukan Jokowi saat akan menghadiri upacara peringatan Hari Pramuka ke-52 di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2013). Jokowi berangkat dari Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Saat memasuki mobil, Jokowi diminta melakukan 'tepuk Pramuka' oleh wartawan. Jokowi dengan ringan hati pun melakukannya.
Setelah itu, mobil dinas Jokowi Toyota Innova melaju menuju Taman Wiladatika.

Sumber :
detik.com

Ibu-ibu Tanah Abang Meminta Jokowi Maju Sebagai Presiden RI

Usai libur Lebaran, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berniat membereskan persoalan di Tanah Abang. Hari ini Selasa (13/8/2013), dia kembali mendatangi Blok G Tanah Abang. Saat berkunjung, Jokowi diteriaki ibu-ibu agar mau jadi presiden.
"Ayo pak jadi presiden. Jadi presiden," teriak ibu-ibu saat Jokowi menggelar tanya jawab dengan wartawan. Jokowi hanya tersenyum saja mendengar teriakan itu.
Sesudah itu, dia kembali meladeni pertanyaan wartawan. Jokowi menegaskan, akan memberi prioritas kepada pedagang asli Tanah Abang maupun yang ber-KTP DKI untuk menempati kios di Blok G.
Jokowi juga tidak ingin ada banyak pedagang bukan asli Tanah Abang menguasai Blok G.
"Itung-itungan kita kemarin itu kira-kira (jumlah pedagang) 700 lebih dikit. Kiosnya ada 1.100, sebenarnya masih sisa. Yang masukin siapa, ini yang harus diseleksi. Ini kan baru diseleksi, kalau memang sisa ya nggak apa-apa (untuk luar Tanah Abang). Tapi jangan sampai yang di luar dapat, yang di sini ga dapat," ujar Jokowi.

Sumber :
merdeka.com

Jokowi Manfaatkan TNI Sebagai Penjaga Sungai Ciliwung

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya mendapatkan bantuan dari TNI AD dalam rangka pembersihan sungai Ciliwung dari timbunan sampah.
Lebih jauh Jokowi juga mengatakan pihaknya meminta bantuan kepada TNI AD untuk membantu mengamankan sungai Ciliwung dari pelaku pembuang sampah ke sungai.
"Nanti kami akan meminta bantuan TNI AD untuk berpatroli di sungai Ciliwung," ujar Jokowi di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2013).
Orang nomor satu di DKI ini mengatakan akan melakukan pendekatan yang halus terlebih dahulu, seperti memberikan imbauan dan peringatan kepada warga agar tidak membuang sampah ke sungai.
Apabila tidak diindahkan dan masih ada saja oknum yang membuang sampah sembarangan ke sungai, maka Jokowi menegaskan anggota TNI AD yang berpartroli tidak segan akan menindak pelaku pembuang sampah tersebut.
"Pertama, yang membuang sampah akan diawasi dan diberitahu.

Sumber :
tribunnews.com

Jokowi Tak Pernah Ingkar Janji

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) segera merealisasikan pembuatan jembatan penghubung Pasar Blok G dan Blok F Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat ini, besi yang dipakai untuk membuat jembatan itu tengah dipabrikasi.
Jembatan penghubung itu diperlukan untuk mempermudah akses pengunjung dari blok lain menuju Blok G, yang menjadi tempat relokasi pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang. Para PKL yang diminta pindah ke Pasar Blok G Tanah Abang mengeluh pasar tersebut sepi pembeli karena minimnya akses ke pasar itu. Hal itu berbeda dari Blok A dan Blok B yang tersambung oleh jembatan penghubung.
"Ini sudah mulai, pabrikasi di luar. Di sini tinggal cor, langsung selesai," ujar Jokowi saat mengunjungi Pasar Tanah Abang, Rabu (14/8/2013). Jokowi mengatakan, pembuatan jembatan penghubung itu dikerjakan oleh pengembang dan akan rampung pada akhir 2013.
Ditemui terpisah, Manager Area Pusat Satu PD Pasar Jaya Made Ringgahadi membenarkan bahwa pembangunan jembatan akan segera dimulai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang serius menata dan mempercantik Tanah Abang, terutama Blok G.
Tak hanya jembatan penghubung, Made mengatakan bahwa PD Pasar Jaya juga mempercantik akses pintu utama Blok G agar menarik perhatian. Sementara itu, penyedotan lumpur dan sampah di selokan di sekeliling pasar juga terus dilangsungkan. Hari ini, puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta membongkar got yang tersumbat oleh sampah di selebah timur Blok G.

Sumber :
kompas.com

Menanti Kata Sejuk Dari Jokowi

Pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berharap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo datang dan memberikan kata-kata penyejuk bagi mereka. Mereka ingin Jokowi memperhatikan nasib mereka, bukan hanya ke Pasar Tanah Abang.
"Harusnya tuh Jokowi datang, kasihlah kata-kata penyejuk. Kalau memang belum bisa terealisasi apa keinginan pedagang, masalah PKL belum selesai, ya sedikitnya ngasih kata-kata penyejuk bisa bikin kita senang dan tenang," ujar Watiman, pedagang bumbu di Lokasi Binaan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2013).
Watiman mengatakan, pedagang merasa nasib mereka digantungkan dengan keadaan sekarang. Pedagang menginginkan transaksi lancar dan tak ada pedagang lain yang keluar dari lokasi binaan. Mereka juga meminta kondisi pasar diperbaiki.
"Sekarang walaupun transaksi sudah lebih baik dari hari ke hari, modal yang kita keluarkan baru bisa keganti setelah dua hari berjualan. Dulu modal bisa balik di hari itu juga," ujar Aan, pedagang rempah-rempah di Lokasi Binaan Pasar Minggu.
Menurut Aan, saat ini masih ada pedagang yang diam-diam berjualan di luar lokasi binaan. Keberadaan mereka tak terlihat oleh pengendara motor yang melintas, tetapi bisa dilihat jelas oleh pengunjung yang berjalan kaki.
Pedagang tidak menyalahkan Jokowi, mereka hanya ingin mendapat kejelasan tentang nasib mereka. Kata-kata Jokowi yang dituturkan kepada para pedagang dapat mereka jadikan senjata untuk aparat yang lalai.
"Jika Jokowi datang dan memberi kejelasan atau janji, setidaknya saat ada aparat yang tidak melakukan pekerjaannya, kita bisa menegurnya," ujar Watiman.

Sumber :
kompas.com

Jokowi: Jika PKL Tak Tertampung Artinya Ada "Apa-apa"

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali menjenguk perbaikan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2013). Ia mendengarkan keluhan dari pedagang yang ingin direlokasi ke Pasar Blok G dan memastikan jumlah kios di sana cukup untuk pedagang.
Sejak verifikasi pedagang dilakukan pada Senin (12/8/2013), masih banyak pedagang yang mengaku namanya belum masuk daftar pemegang kunci kios di pasar tersebut. Mereka takut tidak kebagian jatah kios.
Menanggapi keluhan itu, Jokowi memastikan bahwa jumlah kios di Pasar Blok G semestinya bisa menampung semua pedagang kaki lima yang pernah berjualan di kawasan Tanah Abang.
"Dilihat dululah, cukup atau enggak. Kalau hitungan kita cukup. Kalau enggak cukup, berarti ada apa-apanya," ujar Jokowi di Tanah Abang, Rabu pagi.
Berdasarkan perhitungan awal, kata Jokowi, ada 764 pedagang yang berjualan di jalan-jalan sekitar Pasar Tanah Abang. Sebanyak 313 di antaranya adalah pedagang dari luar Jakarta, yang tak memiliki KTP DKI. Adapun dari hasil pendaftaran relokasi oleh PD Pasar Jaya tercatat ada 942 peminat.
Sejumlah pedagang yang mengaku terdata sebelum pendaftaran tidak menemukan namanya dalam daftar verifikasi. Kepala Seksi Usaha Kecil Menengah Suku Dinas Kopersi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI Jakarta Nano Sunarto, saat ditemui seusai verifikasi Selasa sore (13/8/2013), juga mengatakan hal yang sama. Nano mengatakan bahwa ada pedagang yang terdata, tetapi belum terdaftar dalam relokasi.
Jika dihitung dari kapasitas kios Blok G, yang tersedia ada sebanyak 968 unit. Dibanding data awal, pedagang boleh optimistis semuanya akan tertampung dalam Blok G. Kalaupun ada yang belum masuk daftar verifikasi, hal itu disebabkan proses verifikasi yang belum kelar. Selain itu, ada kemungkinan pedagang yang memiliki kios dobel, atau calo, bakal tercoret dari daftar penerima kios.
"Semua terinput, tapi dilihat apakah dia dagang benar di Tanah Abang. Benar pedagang, apa makelaran, calo. Kita lihat semuanya nanti," kata Jokowi.

Sumber :
kompas.com

Suka Cita Jokowi Saat Patroli Di Ciliwung


Wajah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terlihat sangat gembira saat menyusuri Sungai Ciliwung bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Moeldoko dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Hermanto Dardak. Ketiganya diangkut perahu karet milik Kopassus.
Acara menyusuri Ciliwung itu merupakan Karya Bhakti Pembersihan Sungai Ciliwung yang dilakukan oleh TNI Angkatan Darat. Penyusuran sungai berlangsung mulai dari bawah flyover Kalibata, perbatasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, hingga Bidaracina, Rabu (14/8/2013). Jokowi mengenakan pelampung warna oranye sebelum naik ke perahu karet. Diikuti beberapa perahu lain yang mengangkut tim Kopassus dan media, perahu yang ditumpangi Jokowi kemudian berayun-ayun mengikuti arus sungai.
Mereka memantau kondisi Sungai Ciliwung. Setelah itu, ratusan petugas kebersihan bersama personel TNI diterjunkan untuk melakukan pembersihan sungai.
Sebelum menyusuri Ciliwung, Jokowi mengatakan sudah berdiskusi dengan Wamen PU dan KSAD untuk melakukan patroli sungai. Tujuannya untuk mengontrol keberadaan sampah di tiap alirannya.
"Kita sudah sepakat melakukan patroli sampah di sungai. Kita mulai hari ini. Personelnya dari gabungan, Pemda dan TNI ikut semua," ujar Jokowi.
Wajah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terlihat sanagt bergembira saat menyusuri Sungai Ciliwung bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Moeldoko dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Hermanto Dardak. Ketiganya diangkut perahu karet milik Kopassus.

Sumber :
- kompas.com
- detik.com

Jokowi: Tangkap Siapa Saja Yang Buang Sampah ke Sungai

Menurut Jokowi, pihaknya akan mulai rutin melakukan patroli di badan sungai di Jakarta. "Mulai hari ini kita akan adakan patroli. Kalau ada yang buang sampah (ke sungai) langsung kita pup (tangkap)," ujar Jokowi sambil tangannya memeragakan menangkap orang.
Hal itu dikatakan Jokowi ketika pembukaan kegiatan Karya Bhakti Pembersihan Sungai Ciliwung, mulai dari Tanjung Barat sampai Pademangan, oleh TNI AD bersama Pemprov DKI dan masyarakat, di Jakarta, Rabu (14/8/2013).
Acara ini melibatkan 10.000 anggota TNI. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan mengelilingi badan Ciliwung.
Kehadiran Jokowi menarik perhatian warga sekitar, khususnya ibu-ibu rumah tangga. Mereka berebutan menyalami Gubernur.
"Saya ke sini mau salaman sama Jokowi. Ya, mudah-mudahan dengan adanya acara ini, rumah kami enggak akan kena banjir lagi, seperti waktu Lebaran, banjir menggenangi rumah kami hingga 2 meter. Kami baru bisa ber-Lebaran pada hari Jumat," ujar Pipi Hasanah, warga Jalan Haji Maliki RT 11 RW 5, Jakarta Selatan.
Ibu-ibu yang hadir di lokasi pembersihan langsung dipimpin oleh istri Ketua RT 05, Chusnul Chotimah. Mereka bersorak-sorai saat Joko Widodo menaiki perahu karet.
Sampah di Ciliwung dinilai sebagai salah satu penyumbang banjir di Ibu Kota. Karena itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan siapa pun yang membuang sampah di sungai agar ditangkap.

Sumber :
kompas.com

Jokowi Bersih-bersih Sungai Ciliwung Bersama TNI AD

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama TNI Angkatan Darat (AD) pagi ini membersihkan sungai Ciliwung. Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) turut serta dalam kegiatan tersebut.
Jokowi tiba di lokasi awal pembersihan di Jembatan Lama
Kalibata, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2013), sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah bertemu dengan Wali Kota Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, Jokowi kemudian menghadiri apel untuk memulai Karya Bakti yang diselenggarakan oleh TNI AD.

Pada saat apel, Kasad TNI AD Moeldoko menginstruksikan pada pasukannya agar jangan pernah ragu-ragu dalam membantu kepentingan masyarakat.
"Saya tegaskan Angkatan Darat agar tidak pernah ragu-ragu untuk memberikan dharma baktinya," tegas Moeldoko.
Sungai Ciliwung akan dibersihkan mulai dari Tanjung Barat sampai dengan Pademangan yang dibagi dalam 5 sektor. Pembersihan ini akan diikuti sekitar 8 ribu pasukan dari jajaran Kodam Jaya, Kopasuss, Kostrad, Pemda DKI Jakarta, dan beberapa ormas.
Sebelum acara dimulai, Jokowi bersama KASAD TNI Jenderal Moeldoko tampak menanam pohon di pinggir sungai. Pohon yang ditanam jenis Glodokan.
Jokowi menyatakan, kegiatan pembersihan sungai tak hanya di Ciliwung, tapi juga di sungai-sungai lainnya.
"Nanti itu, dimulai dari Ciliwung dulu lah," ujarnya.
Menurut Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Achmad Hermanto Dardak, yang ikut hadir dalam acara tersebut, selain pembersihan sungai Ciliwung, pengerukan sungai juga akan dilakukan beberapa sungai lain yang ada di wilayah DKI Jakarta. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sungai.
"Pengerukan dilakukan di Sungai Pesanggarahan, Angke, dan Manggarai, untuk meningkatkan kapasitas sungai yang saat ini sedang kita lakukan," ujar Hermanto.

Sumber :
detik.com

Selasa, 13 Agustus 2013

Ahok: Pak Jokowi Lebih Berani, Saya Nggak Berani ke Tanah Abang

Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) adalah karakter yang cukup kontroversial dengan komentar-komentar pedasnya. Seperti kontroversi yang melibatkan Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana atau yang dikenal Haji Lulung.
Orang nomor dua di DKI yang akrab disapa Ahok itu kembali bercanda melalui komentarnya soal PKL Tanah Abang. Ahok menilai Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) lebih berani dari dirinya karena telah blusukan berulang kali di Pasar Tanah Abang.
"Pak Jokowi lebih berani dari pada Ahok. Ahok nggak berani ke Tanah Abang sampai hari ini. Pak Jokowi ke sana terus, takut aku, aku pengecut," kata Ahok di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013).
Sementara itu, Ahok mengaku tidak memiliki trik tertentu dalam menertibkan PKL di Tanah Abang. Ia hanya mengandalkan semangatnya untuk membenahi Ibu Kota Indonesia ini.
"Enggak ada trik, yang penting jiwanya. Prinsip pedagang sederhana, jangan setengah-setengah atau pilih kasih. Kalau semua di dalam, orang pasti akan datang. Jadi tidak ada trik apa-apa. Lu kira pakai dukun?" ujar Ahok disusul tawanya.
Untuk mengatasi kemacetan, salah satu langkah Pemprov DKI adalah dengan menertibkan PKL-PKL di Jakarta. Salah satunya PKL di Tanah Abang yang berlangsung cukup tertib.

Sumber :
detik.com

Jokowi: Biaya Renovasi Tanah Abang Tak Besar

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pihaknya tak menghabiskan biaya besar untuk merenovasi kawasan Pasar Tanah Abang.
"Yang renovasi (Blok G) kan Pasar Jaya. Tapi, yang di luar pasar, seperti mengecat, itu Suku Dinas Kebersihan, yang selokan Sudin PU. Kalau untuk taman, ya Sudin Taman," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (13/8/2013).
"Ya tidak, wong cuma ngecat, kan dua sampai tiga kaleng. Budget apa? Masa ngecat hitam putih saja semiliar? Kalau taman, saya suruh ambil stok yang di kebun bibit, ambil taruh situ," jelas Jokowi.
Untuk pembangunan jembatan sebagai akses warga menuju Blok G Pasar Tanah Abang, Jokowi mengatakan bahwa biaya pembangunan ditanggung pihak swasta.
"Nah, kalau yang jembatan, swasta. Saya tidak tahu siapa swastanya. Pokoknya, urusan saya, Pasar Jaya segera selesaikan jembatan itu. Swastanya siapa, bukan urusan saya," papar Jokowi.

Sumber :
kompas.com

Tatkala Jokowi Sulit Menghubungi Kepala PD Pasar Jaya ... Ganti Saja

Saat berkunjung ke Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013), Gubernur DKI Joko Widodo sempat kesulitan berkoordinasi dengan Direktur Umum (Dirut) PD Pasar Jaya Djangga Lubis. Panggilan telepon Jokowi tak kunjung dibalas oleh Djangga.
Jokowi mencoba menghubungi Djangga melalui telepon selulernya di tengah-tengah aksi blusukan-nya. Namun, hubungan itu tidak tersambung segera. Setidaknya, Jokowi menunggu sekitar 10 menit hingga telepon diangkat. Setelah tersambung, Jokowi tidak menanyakan mengapa telepon lama diangkat. Jokowi langsung memberikan instruksi khusus kepada Djangga, yakni fokus menata Blok G, antara lain membersihkan selokan yang tersumbat.
"Tolong konsentrasikan seluruh personel ke penataan Blok G. Saya perintah untuk selokan, konsen ke sana, jangan tempat lain, ya," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga meminta PD Pasar Jaya mempercepat pengecatan beberapa ruas pagar yang masih terlihat kusam. Ia meminta tambahan tenaga untuk pengecatan itu. "Pokoknya seratus persen beres," pinta Jokowi.
Ditemui secara terpisah di Balaikota, Jokowi membenarkan bahwa dirinya sempat kesulitan menghubungi Djangga Lubis saat blusukan tadi. "Tadi kan sampai berkali-kali baru tersambung. Memang dikau-dikau enggak bisa (menghubungi)?" tanya Jokowi kepada wartawan.
Wartawan menjawab bahwa Djangga memang sulit dihubungi. Tanpa disangka, Jokowi menggerakkan mulutnya tanpa bersuara, lalu dengan cepat dia menuju ke ruang kerjanya. Wartawan menangkap, dari gerak mulut itu, Jokowi seperti mengucapkan "diganti saja". Namun, Jokowi hanya tersenyum saat diminta konfirmasinya. Ia pun berlalu.

Sumber :
kompas.com

Komentar Jokowi Soal Aksi PM Norwegia Jens Stoltenberg

Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg menyamar sebagai sopir taksi untuk mencari tahu aspirasi rakyatnya. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi tindakan Stoltenberg tersebut.
"Cara-cara mendengar seperti itu saya kira sangat bagus," ujar Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013).
Jokowi mengaku belum mendengar secara detail pemberitaan mengenai aksi PM Norwegia tersebut. Namun ia menyatakan tindakan apapun untuk mendengar aspirasi rakyat patut diapresiasi.
"Mau jadi sopir taksi, kopaja, sopir bajaj nggak masalah. Intinya supaya bisa langsung mendengarkan suara rakyat seperti apa. Mungkin imajinasi masyarakat seperti apa harus mengerti," ujarnya.
Stoltenberg menyamar menjadi sopir taksi sebagai bagian dari kampanye pemilu. Mengenakan seragam sopir taksi Oslo, Stontenberg mengantar sebagian warganya ke tempat tujuan sambil membahas isu-isu tertentu.

Sumber :
detik.com

Tuduhan Keji: Jokowi Ingkar Janji!

Direktur Utama PT Metromini, Novrialdi masih ingat betul janji Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun lalu. Saat itu Jokowi, berjanji akan menghibahkan 1000 unit Metromini dan Kopaja. Namun menjelang setahun kepemimpinan Jokowi di DKI Jakarta janji-janji tersebut belum juga ditepati.
“Ternyata itu (janji) nihil semua, gak ada. Gak usah dia memberikan hibah, kasih aja ke Bank DKI, anjurkan, kasih aja kredit lunak atau tanpa uang muka, tapi uang itu akan dicicil,” kata Novriadi, di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (12/8/2013).
Dia menuding, sistem lelang yang akan diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta justru akan merugikan pengusaha Metromini. Alasannya sistem ini hanya berlaku selama 7 tahun, dan setelah selesai maka akan kembali dilakukan. Novriadi khawatir lelang hanya akan dimenangkan oleh pengusaha-pengusaha besar yang memiliki modal banyak. “Seperti pemilik Lorena, atau Mayasari,” kata dia.
Salah seorang pengusaha Metromini 604 jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang, Jimmy Simamora meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji kembali soal peremajaan Metromini. Dia menyesalkan langkah pemerintah provinsi mempublikasikan kebijakan yang belum jelas, karena justru akan meresahkan pengusaha Metromini.
Dia meminta ada sosialisasi kebijakan peremajaan Metromini minimal waktu 6 bulan. Tujuannya untuk mempersiapkan uang muka serta angsuran bila memang nantinya diwajibkan membeli bus baru. Namun, cara ini harus punya skema yang jelas. Misalnya dengan pendataan bagi pemilik Metromini yang mampu meremajakan busnya.

Jokowi menggulirkan gagasan untuk meremajakan dan menghapus Metromini yang sudah tak layak jalan. Mekanisme peremajaan akan dilakukan dengan dua cara. Yakni pemerintah provinsi akan membeli armada Metromini, dan kedua melibatkan pihak swasta. “Jadi pemilik-pemilik Metromini yang mampu dan berbentuk CV serta PT silahkan beli," kata Jokowi.

Untuk mekanisme pertama, pemerintah daerah Provinsi Jakarta menargetkan bisa menambah 1000 bis pada tahun ini. Jokowi menyebut bis tersebut sebagian buatan dalam negeri dan sisanya diimpor. Namun, dia masih enggan membeberkan negeri asal bis baru itu dengan alasan masih dalam proses tender.

Jokowi menyebut, tidak adanya manajemen Metromini sebagai biang keruwetan. Pemilik Metromini yang berjumlah ribuan membuat kontrol pada setiap unit bus sulit dilakukan. Pemberian seragam dan pembinaan supir juga sulit dilakukan. Karena itu pemerintah berencana menyatukan manajemen Metromini dan angkutan kota lainnya di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah PPD.
Kepemilikan swasta secara perorangan tetap diperbolehkan, namun harus menginduk pada manajemen tersebut. "Nanti ada pembinaan, nyetir yang baik, tata tertib lalu lintas yang baik. Kemudian ada pool, olinya di cek, remnya di cek. Selama ini enggak ada,” kata Jokowi.



Sumber :
detik.com

Jokowi Ingatkan Kepala Blok G Agar Tidak Ada Politisasi Dalam Pembagian Kios

Saat menyambangi tempat relokasi PKL di Blok G Tanah Abang, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sempat bertemu kepala Blok, Warimin. Kepada Warimin ia berpesan agar pembagian kios tak ada unsur politisasi.
"Pastikan bahwa proses ini tidak ada penyelewengan tempat. Karena ini sudah sangat dipolitisir," ujar Jokowi di Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013).
"Iya, Pak," jawab Warimin.
Jokowi menemui untuk mengecek verifikasi pendaftaran ulang 941 pedagang kaki lima (PKL) yang dimulai pada Senin 12 Agustus kemarin. "Verifikasi kalau memang ada tanda-tanda yang tidak bener ya akan kita buka," ungkap Jokowi.
Didampingi Walikota Jakarta Pusat Saefullah, Jokowi kemudian memberi pesan kepada Warimin untuk terus mengawal proses pendaftaran. Jokowi berjanji akan menempel hasil verifikasi agar dapat diketahui PKL mana saja yang lolos verifikasi dan mana yang tidak. Ia meyakini terkait hasil verifikasi akan terbuka semuanya.
Sekitar 700 pedagang ber-KTP DKI telah terdaftar untuk menghuni Blok G Pasar Tanah Abang. Kios yang tersedia kira-kira sebanyak 1.100. Apabila ternyata masih terdapat yang lebih, maka dapat diberikan kepada pedagang non Jakarta.

Sumber :
detik.com

Aksi Damkar Beberapa Menit Setelah Perintah Jokowi

Belasan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta serta Dinas Pekerjaan Umum DKI membersihkan saluran air yang tersumbat dan bau di Pasar Blok G Tanah Abang. Hal itu dilakukan beberapa menit setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meninjau pasar tersebut dan langsung menelepon Dinas Damkar dan PB untuk membersihkan got tersebut. Pagi ini Jokowi memantau proses verifikasi pedagang kaki lima (PKL) yang telah mendaftar untuk mendapatkan kios di Pasar Blok G Tanah Abang. Dalam kunjungan itu, Jokowi juga berjalan kaki di sekitar pasar. Salah seorang pedagang mengeluh kepada Jokowi tentang keberadaan saluran air di pasar tersebut. Saat itu, saluran itu tampak pampat dan berbau tak sedap.

Setelah berkeliling di lantai tiga dan lantai empat, Jokowi pun meminta ajudannya menelepon Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta Subejo.
"Ini air selokan naik dan nggenang di lantai dasar. Tolong disedot masukin tangki dulu ya. Segera, ya, saya tunggu," katanya.
Hingga sore ini, para petugas masih membersihkan got-got dari sampah. Segala macam perkakas digunakan untuk mempermudah pekerjaan, tak terkecuali bor.

Sumber :
kompas.com

Jokowi: Semua PKL Tanah Abang Dapat Tempat di Blok G

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengklaim semua pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang yang sudah mendaftar di jauh hari atau pendaftar baru tidak ada yang tidak mendapatkan tempat.
"Dapat. Semua dapat kok," ujar Joko Widodo di Balaikota, Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Jokowi mengatakan di blok G pasar Tanah Abang memiliki 1.100 kios. Sementara sesuai perhitungannya, ada 700 PKL yang akan direlokasi masuk ke dalam pasar. "Tetapi karena ini belum terseleksi," ujar Jokowi.
Namun Jokowi mengakui dirinya sempat mendengar ada warga yang sudah mendaftar di tahun sebelumnya, mengaku tidak mendapatkan tempat.

Sumber :
tribunnews.com

Jokowi Kerahkan Damkar Untuk Atasi Got Mampet di Blok G Tanah Abang

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2013), di tengah kondisi pasar yang apa adanya. Bau busuk akibat saluran air mampet membuat suasana di tempat itu menjadi tidak nyaman bagi pengunjung.
Jokowi memasuki area Blok G dari Jalan Kebon Jati dan berjalan kaki menyusuri lantai dasar pasar. Pemandangan tak sedap terjadi di selokan sepanjang perjalanan Jokowi. Air got berwarna hitam luber hingga menimbulkan genangan dan bau busuk menyeruak dari genangan air itu. Situasi itu sempat dikeluhkan pedagang yang berjualan di lantai dasar.
"Pak, ini masih genang, gotnya masih mampet, masih bau," teriak pedagang.
Banyak yang mengira teriakan pedagang tersebut tak dihiraukan Jokowi. Maklum, suasana kedatangan Jokowi menjadi magnet bagi puluhan orang, baik pengunjung, pedagang maupun warga sekitar sehingga suasana di sana begitu padat.
Setelah berkeliling ke lantai 3 dan lantai 4 Pasar Blok G sekaligus memantau pendaftaran ulang pedagang kaki lima, Jokowi turun. Ia meminta ajudannya untuk menelepon Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta Subejo.
"Ini air selokan naik dan nggenang di lantai dasar. Tolong disedot masukin tangki dulu ya, segera ya saya tunggu," ujar Jokowi kepada kepala dinas.
Jokowi berada di kawasan perdagangan terbesar di Indonesia tersebut sekitar 20 menit. Meski bau dan kotor masih mendominasi sekitar Blok G, tidak menyurutkan warga untuk mendekati dan berusaha berkomunikasi, bersalaman dan berfoto dengan Jokowi.

Sumber :
kompas.com

Jokowi Serahkan Biang Urbanisasi ke Pemerintah Pusat

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, besarnya arus urbanisasi disebabkan oleh tidak meratanya pertumbuhan ekonomi. Pemerintah pusat memiliki wewenang penuh untuk mengatasi hal itu.
"Yang benar pemerataan pembangunan di daerah, mendorong investasi, tidak hanya di Jakarta. Tapi itu urusan pemerintah pusat, bukan urusan saya," ujarnya di Balaikota Jakarta, Selasa (13/8/2013).
Jokowi mengatakan, tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus operasi yustisi kependudukan (OYK) dan menggantinya dengan Operasi Bina Kependudukan (Binduk). Ia berharap Operasi Binduk tersebut bisa berjalan efektif.
"Dari awal kan sudah sosialisasi keluarga, jangan bawa anggotanya lagi ke Jakarta. Mudah-mudahan itu bisa mengatasinya," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, ia tidak bermaksud menjadikan Kota Jakarta sebagai kota tertutup. Namun, mengingat banyaknya kaum urban, ia hanya bisa menyampaikan pesan agar warga pendatang yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan keterampilan khusus untuk tidak mengadu nasib di Jakarta.
"Enggak bisa dong (melarang warga datang ke Jakarta). Itu hak ekonomi mereka, masak Jakarta mau kita pagerin, digembok, ya enggak mungkin," ujarnya.
Oleh sebab itu, Jokowi berharap pemerintah pusat dapat menumbuhkan iklim ekonomi yang baik di daerah lain. Dengan demikian, warga tak perlu berjudi nasib di kota lain.

Sumber :
kompas.com

Sebelum PKL Masuk Blok G, Semua Harus 100% Beres

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali melakuan agenda rutinnya, blusukan. Saat mengunjungi keadaan Blok G di pasar Tanah Abang, jokowi sempat memeriksa genangan air yang ada di depan lantai dasar.
Genangan tersebut diduga terbentuk karena aliran dari saluran air tidak berjalan lancar. Genangan memiliki tinggi kira-kira satu mata kaki.
Jokowi kemudian mengecek genangan tersebut, dia berjongkok dan nampak berbincang serius dengan seorang stafnya. Tak terdengar apa yang mereka bicarakan, hanya terdengar jika Jokowi akan segera membereskan masalah genangan tersebut.
"Segera dibereskan," ujarnya, di Pasar Tanah Bang, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013)..
Genangan memanjang sepanjang emperan toko yang berada di lantai 1. Seperti diketahui Blok G tanah abang terdiri dari 4 lantai. Jokowi sempat melakukan pengecekan hingga lantai 3.
"Semua harus beres dulu 100%, nanti perpindahan juga 100% tidak akan ada masalah," kata Jokowi.

Sumber :
detik.com

Jokowi Pantau Kesiapan Lapak PKL di Blok G

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) semakin rutin mendatangi Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk memantau kesiapan relokasi pedagang kaki lima (PKL). Tercatat, dia sudah tiga kali mendatangi blok tersebut sejak 6 Agustus 2013.
Jokowi tiba di Jalan Kebon ati sekitar pukul 12.00, Selasa (13/8/2013). Warga yang sebelumnya ada di pinggir jalan langsung mengerubutinya.
Jokowi kemudian menyusuri bagian luar Blok G yang terlihat becek dan bau dari saluran air yang masih mampet. Saluran air itu sebelumnya sudah diminta Jokowi untuk diperbaiki.
Pedagang yang berdagang di lantai dasar pun mengeluhkan kepada Jokowi akan hal tersebut. "Pak, ini masih genang, gotnya masih mampet, masih bau," teriaknya.
Namun, karena ramainya orang yang mengikutinya, Jokowi tidak mendengar celetukan pedagang tersebut. Dia terus berjalan sambil mengamati kondisi pasar.
Setelah itu, Jokowi naik ke lantai 3 dan 4 Blok G. Di sana, dia memperhatikan lapak-lapak yang kelak akan ditempati PKL. Kondisinya pun terlihat sudah rapi, bersih, dan siap ditempati.
Setelah meninjau lapak, Jokowi mendatangi pos pendaftaran PKL di lantai empat. Di sana, para PKL sedang sibuk mendaftar ulang. Namun, ada juga yang sedang mengurus tempat karena tak mendapat tempat jualan.
Melihat kehadiran Jokowi, pedagang tersebut langsung curhat. "Saya sudah bayar sebelumnya, tapi kok sekarang malah enggak dapat tempat. Kami sudah bayar, uang kami ke mana?" keluh pedagang tersebut kepada Jokowi.
Jokowi pun mencoba menenangkan pedagang itu. "Iya, nanti diurus, nanti diurus, sabar," ucap Jokowi.
Kemudian, Jokowi turun kembali ke lantai bawah dan menuju mobilnya yang terparkir di Jalan Kebon Jati. Dia berada di Blok G hanya sekitar 20 menit.

Sumber :
kompas.com

Senin, 12 Agustus 2013

Jokowi Janjikan Metromini Baru Ber-AC

Metromini baru dipastikan mendapat fasilitas yang lebih nyaman dan aman. Salah satunya dengan ketersediaan AC di tiap bus.
"Pakai AC-lah, kan biar penumpangnya nyaman," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta pada Senin (12/8/2013).
Kelebihan yang dikatakan Jokowi selanjutnya sekaligus menyindir kondisi metromini saat ini yang untuk kelengkapan kendaraan saja dinilai mengkhawatirkan. Spidometer mati, kursi karatan, kaca pecah, dan yang lainnya kerap menghiasi fisik bus metromini.
"Kelebihan lain, ada pintunya, spidometernya, ada remnya, tempat duduknya ndak karatan, kaca spionnya ada, kaca jendela ada. Kan selama ini ndak ada toh? Saya ingat betul itu," sindirnya.
Jokowi mengatakan, pihaknya telah memesan 1.000 bus sedang sebagai pengganti metromini. Namun, itu masih dalam tahap lelang dan diperkirakan datang pada akhir 2013 ini. Jumlah itu pun akan ditambah lagi pada 2014.
"Tahun depan mungkin bisa 3.000 langsung jadi rampung tahun depan, enggak mikir apa-apa lagi. Kan bus yang akan diganti 4.400," tuturnya.

Menyedot penumpang
Kondisi metromini seperti demikian sangat diharapkan oleh pengguna angkutan kota di Jakarta. Lauren Hutabarat (22) misalnya. Wanita yang kuliah di salah satu universitas swasta di bilangan Cawang itu mengaku sangat tertarik menaiki Metromini jika fasilitas di sana dianggap nyaman dan aman.
"Ya, bisa jadi pindah ke metromini. Selama ini kan biasanya pergi-pergi naik angkot biasa," ujarnya.
Ia yakin, jika metromini berubah fisik menjadi lebih manusiawi, penumpangnya pun akan bertambah dibanding sebelumnya. Bahkan, mereka yang selama ini menaiki kendaraan pribadi bisa beralih ke metromini.

Ada kualitas, ada harga
Jokowi melanjutkan, tak ada kualitas baik yang dibayar dengan harga murah. Soal tarif metromini, ia meyakini tidak ada perubahan pada awal-awal operasionalnya. Namun, mengingat bus-bus tersebut membutuhkan biaya perawatan yang dipastikan tidak kecil, Jokowi memastikan akan menaikkan tarif secara bertahap secara rasional.
"Tapi besarannya tentu belum bisa dikatakan sekarang, wong busnya saja belum ada," ujarnya.
Jika tarif baru berdasarkan kalkulasi mendatang dianggap terlalu berat bagi masyarakat, maka Jokowi mengaku tak segan-segan menyuntikkan dana bagi operasional metromini. Hal itu dilakukan agar metromini tak jauh dari harapan, yakni menjadi moda transportasi yang murah, aman, dan nyaman.

Sumber :
kompas.com